Diajeng Putri
(1310411155)
Putri Dwi
(13104111)
Tirta Agung Prasetyo
BERBAGAI PENDEKATAN
PSIKOLOGI TENTANG
PERILAKU MANUSIA
5 TEORI UTAMA PSIKOLOGI
MODERN DALAM MEMANDANG
PERILAKU MANUSIA
1-5
•
Pendekatan neurobiologis
•
Pendekatan psikoanalisis
•
Pendekatan perilaku
•
Pendekatan kognitif
•
Pendekatan humanistis
ALIRAN
PSIKOANALISA
Pendekatan Psikoanalisa
Lanjutan..
Dalam pandangan Freud, semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh
peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa
mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa ke alam tidak sadar (unconscious). Di alam
tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita, yaitu:
a. Id, adalah berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata.
b. Superego, adalah berisi kaidah moral dan nilai- nilai sosial yang diserap individu dari
lingkungannya.
Pengertian
Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian,
seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera.
Ego berkembang dari id, struktur kepribadian yang
mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Superego, berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral.
Superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan
Contoh Dalam Kehidupan Kita
Anda adalah seorang bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. Id
mengatakan pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian, toh tak ada yang tahu!”. Sedangkan ego berkata:”Cek dulu, jangan-jangan nanti ada yang tahu!”. Sementara
superego menegur:”Jangan lakukan!”.
PSIKOLOGI
PANDANGAN BEHAVIORISTIK
TERHADAP MANUSIA & PENGETAHUAN
Teori-teori behavioristik proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar
dalam menjelaskan perilaku
Semua bentuk tingkah laku manusia hasil belajar yang bersifat mekanistik lewat proses penguatan.
1. Perilaku harus dijelaskan dalam pengaruh kausal lingkungan terhadap diri individu
2. Pemahaman terhadap manusia harus dibangun berdasarkan riset ilmiah objektif dikontrol dengan seksama dalam eksperimen laboratorium
Pendekatan behavioristik terhadap kepribadian memiliki dua asumsi
Teori Behavioristik
1. Mementingkan faktor lingkungan
2. Menekankan pada faktor bagian
3. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.
4. Sifatnya mekanis
“Belajar merupakan peristiwa terbentuknya
asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan
organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.”
Edward Edward Lee Thorndike (1874 - 1949): Teori Koneksionisme
kucing yang telah dilaparkan dan diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”, yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. Dalam melaksanakan coba-coba ini, kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru, selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan
Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: a. Hukum Reaksi Bervariasi (multiple
response).
Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang
menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
b. Hukum Sikap ( Set/ Attitude).
Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja, tetapi juga
ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif, emosi , sosial , maupun
psikomotornya.
c. Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element).
Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif).
d. Hukum Respon by Analogy.
Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau
perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah.
e. Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting)
Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal
“....bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang diinginan.”
C. Burrhus Frederic Skinner (1904-1990).
• Pada tahun 1938, bukunya
yang berjudul The Behavior of Organism.
• Dalam perkembangan
psikologi belajar, ia
mengemukakan teori operant conditioning.
• Buku itu menjadi inspirasi
diadakannya konferensi
tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah “The Experimental an Analysis of Behavior”.
• Hasil konferensi dimuat
dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental
Behaviors yang disponsori
PSIKOL
OGI
Pengertian
•
Psikologi Kognitif adalah
hal-hal seperti sikap, ide,
harapan dan sebagainya.
•
Psikologi Kognitif
mempelajari bagaimana arus
informasi yang ditangkap
indera diproses dalam jiwa
seseorang sebelum di
endapkan dalam kesadaran
atau diwujudkan dalam
SEJARAH
•
Berawal dari hijrahnya Kurt
Lewin ke Amerika Serikat
karena kejaran Nazi Jerman
menjelang Perang Dunia II.
•
Teori Lapangan(teori gestalt)
atau teori S-R →S-O-R,
pembahasan tentang
Beberapa Tokoh Psikologi Kognitif
Heide
r
Festin ger
Tannenba um
Newco mb
Osgoo d
Pengertian Psikologi Humanistik
• Psikologi humanistik adalah suatu gerakan perlawanan
terhadap psikologi yang dominan mekanistik, reduksionistik, atau ’psikologi robot” yang mereduksi manusia.
• Aliran ini memandang setiap orang mempunyai kemampuan
untuk menjadi lebih baik dan memiliki pandangan optimistic dan bisa maju(berkembang).
Hakekat manusia itu pada dasarnya baik. Perbuatan perbuatan manusia yang kejam dan mementingkan diri sendiri dipandang sebagai tingkah laku patologik yang disebabkan oleh penolakan
dan frustasi dari sifat yang pada dasarnya baik itu. Seorang manusia tidak dipandang sebagai mesin otomat yang pasif, tetapi sebagi peserta yang aktif yang mempunyai kemerdekaan memilih
Kontradiksi
• Aliran ini muncul akibat reaksi atas psikoanalisis pada tahun 1950-an. Psikoanalisis dianggap
merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah.
• Psikolog-psikolog Humanistik pun tidak menyetujui pandangan pesismis terhadap hakekat manusia
yang dicerminkan oleh psikoanalisis.
• – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan
HAL UTAMA HUMANISTIK DALAM KEPRIBADIAN
1. Holisme
Holisme mengaskan bahwa organisme selalu bertingkahlaku
sebagai kesatuan yang utuh, bukan sebagai rangkaian bagian /
komponen yang berbeda. Jiwa dan tubuh bukan dua unsur yang
terpisah tetapi bagian dari satu kesatuan, dan apa yang terjadi di
bagian ssatu akan mempengaruhi bagian lain. Hukum yang
berlaku umum mengatur fungsi setiap bagian. Hukum inilah yang
mestinya ditemukan agar dapat dipahami berfungsinya tiap
komponen.
2. Menolak Riset Binatang
Psikologi Humanistik menekankan perbedaan tingkah laku manusia dengan tingkah laku binatang. Riset binatang
memandang manusia sebagai mesin dan mata rantai reflekskondisioning, mengabaikan karakteristik manusia yang unik
3. Manusia Pada Dasarnya baik
Manusia mempunyai struktur psikologis yang analog dengan struktur fisik : mereka memiliki “ kebutuhan, kemampuan, dan kecenderungan yang sifat dasarnya genetik . Kebutuhan, kemampuan dan kecenderungan itu secara esensial sesuatu yang baik, atau paling tidak sesuatu yang netral. Sifat setan yang jahat, destruktif dan kekerasan adalah hasil dari frustrasi atau kegagalan memuaskan kebutuhan dasar, dan bukan bagian dari hereditas. Manusia mempunyai struktur yang potensial untuk berkembang positif.
4. Potensi Kreatif
Kreativitas merupakan ciri universal manusia, sejak dilahirkan. Ini adalah sifat alami, sama dengan sifat biji yang menumbuhkan daun, burung yang terbang, maka manusia
5. Menekankan Kesehatan Psikologik
Pendekatan humanistik mengarahkan perhatiannya kepada manusia sehat, kreatif dan mampu mengaktualisasikan
diri. Ilmu jiwa seharusnya memusatkan analisisnya kepada tema pokok kehidupan manusia, yakni aktualisasi diri. Jadi pemahaman tentang manusia dalam psikologi humanistik berdasarkan kepada keyakinan bahwa nilai-nilai etika
merupakan daya psikologi yang kuat dan ia merupakan penentu asas kelakuan manusia. Keyakinan ini membawa kepada usaha meningkatkan kualitas manusia seperti
pilihan, kreativitas, interaksi fisik, mental dan jiwa, dan keperluan untuk menjadi lebih bebas Psikologi humanistik juga didefinisikan sebagai sebuah sistem pemikiran yang berdasarkan kepada berbagai nilai, sifat, dan tindak tanduk yang dipercayai terbaik bagi manusia. Sehingga
Psikolog humanistik mencoba untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan
mereka. Mereka cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat alamiah manusia.
Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional untuk dalam mengendalikan
hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia
bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
• a. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). Sa’di (seorang penyair besar dari Iran)
menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Namun di tengah
kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang
penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah
tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Maka tiba-tiba ia disadarkan, bahwa mengapa ia sedih kehilangan
sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya.
• b. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus, dengan gaji besar dan kedudukan tinggi, namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura.
mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan
anak-anak dan istrinya. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang
C. Ketika seseorang merasa istimewa, unik dan tak tergantikan. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Ia
merasakan suatu makna yang luar biasa dalam
kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian, dengan begitu hidup kita menjadi bermakna.
D. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Seperti contoh di atas, seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan