• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berbagai pendekatan tentang psikologi ma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Berbagai pendekatan tentang psikologi ma"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Diajeng Putri

(1310411155)

Putri Dwi

(13104111)

Tirta Agung Prasetyo

(3)

BERBAGAI PENDEKATAN

PSIKOLOGI TENTANG

PERILAKU MANUSIA

(4)

5 TEORI UTAMA PSIKOLOGI

MODERN DALAM MEMANDANG

PERILAKU MANUSIA

(5)

1-5

Pendekatan neurobiologis

Pendekatan psikoanalisis

Pendekatan perilaku

Pendekatan kognitif

Pendekatan humanistis

(6)

ALIRAN

PSIKOANALISA

(7)

Pendekatan Psikoanalisa

(8)

Lanjutan..

Dalam pandangan Freud, semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh

peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa

mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa ke alam tidak sadar (unconscious). Di alam

tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita, yaitu:

a.   Id, adalah berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata.

b.    Superego, adalah berisi kaidah moral dan nilai- nilai sosial yang diserap individu dari

lingkungannya.

(9)

Pengertian

Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian,

seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera.

Ego berkembang dari id, struktur kepribadian yang

mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Superego, berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral.

Superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan

(10)

Contoh Dalam Kehidupan Kita

Anda adalah seorang bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. Id

mengatakan pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian, toh tak ada yang tahu!”. Sedangkan ego berkata:”Cek dulu, jangan-jangan nanti ada yang tahu!”. Sementara

superego menegur:”Jangan lakukan!”.

(11)

PSIKOLOGI

(12)

PANDANGAN BEHAVIORISTIK

TERHADAP MANUSIA & PENGETAHUAN

Teori-teori behavioristik  proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar

dalam menjelaskan perilaku

Semua bentuk tingkah laku manusia  hasil belajar yang bersifat mekanistik lewat proses penguatan.

1. Perilaku harus dijelaskan dalam pengaruh kausal lingkungan terhadap diri individu

2. Pemahaman terhadap manusia harus dibangun berdasarkan riset ilmiah objektif  dikontrol dengan seksama dalam eksperimen laboratorium

Pendekatan behavioristik terhadap kepribadian memiliki dua asumsi

(13)

Teori Behavioristik

1. Mementingkan faktor lingkungan

2. Menekankan pada faktor bagian

3. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.

4. Sifatnya mekanis

(14)

“Belajar merupakan peristiwa terbentuknya

asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan

organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.”

Edward Edward Lee Thorndike (1874 - 1949): Teori Koneksionisme

kucing yang telah dilaparkan dan diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”, yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. Dalam melaksanakan coba-coba ini, kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru, selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan

(15)

Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: a. Hukum Reaksi Bervariasi (multiple

response).

Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang

menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

b. Hukum Sikap ( Set/ Attitude).

Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja, tetapi juga

ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif, emosi , sosial , maupun

psikomotornya.

c. Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element).

Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif).

d. Hukum Respon by Analogy.

Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau

perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah.

e. Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting)

Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal

(16)

“....bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang diinginan.”

(17)

C. Burrhus Frederic Skinner (1904-1990).

Pada tahun 1938, bukunya

yang berjudul The Behavior of Organism.

Dalam perkembangan

psikologi belajar, ia

mengemukakan teori operant conditioning.

Buku itu menjadi inspirasi

diadakannya konferensi

tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah “The Experimental an Analysis of Behavior”.

Hasil konferensi dimuat

dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental

Behaviors yang disponsori

(18)

PSIKOL

OGI

(19)

Pengertian

Psikologi Kognitif adalah

hal-hal seperti sikap, ide,

harapan dan sebagainya.

Psikologi Kognitif

mempelajari bagaimana arus

informasi yang ditangkap

indera diproses dalam jiwa

seseorang sebelum di

endapkan dalam kesadaran

atau diwujudkan dalam

(20)

SEJARAH

Berawal dari hijrahnya Kurt

Lewin ke Amerika Serikat

karena kejaran Nazi Jerman

menjelang Perang Dunia II.

Teori Lapangan(teori gestalt)

atau teori S-R →S-O-R,

pembahasan tentang

(21)

Beberapa Tokoh Psikologi Kognitif

Heide

r

Festin ger

Tannenba um

Newco mb

Osgoo d

(22)

Pengertian Psikologi Humanistik

Psikologi humanistik adalah suatu gerakan perlawanan

terhadap psikologi yang dominan mekanistik, reduksionistik, atau ’psikologi robot” yang mereduksi manusia.

Aliran ini memandang setiap orang mempunyai kemampuan

untuk menjadi lebih baik dan memiliki pandangan optimistic dan bisa maju(berkembang).

Hakekat manusia itu pada dasarnya baik. Perbuatan perbuatan manusia yang kejam dan mementingkan diri sendiri dipandang sebagai tingkah laku patologik yang disebabkan oleh penolakan

dan frustasi dari sifat yang pada dasarnya baik itu. Seorang manusia tidak dipandang sebagai mesin otomat yang pasif, tetapi sebagi peserta yang aktif yang mempunyai kemerdekaan memilih

(23)

Kontradiksi

Aliran ini muncul akibat reaksi atas psikoanalisis pada tahun 1950-an. Psikoanalisis dianggap

merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah.

Psikolog-psikolog Humanistik pun tidak menyetujui pandangan pesismis terhadap hakekat manusia

yang dicerminkan oleh psikoanalisis.

– Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan

(24)

HAL UTAMA HUMANISTIK DALAM KEPRIBADIAN

1. Holisme

Holisme mengaskan bahwa organisme selalu bertingkahlaku

sebagai kesatuan yang utuh, bukan sebagai rangkaian bagian /

komponen yang berbeda. Jiwa dan tubuh bukan dua unsur yang

terpisah tetapi bagian dari satu kesatuan, dan apa yang terjadi di

bagian ssatu akan mempengaruhi bagian lain. Hukum yang

berlaku umum mengatur fungsi setiap bagian. Hukum inilah yang

mestinya ditemukan agar dapat dipahami berfungsinya tiap

komponen.

2. Menolak Riset Binatang

Psikologi Humanistik menekankan perbedaan tingkah laku manusia dengan tingkah laku binatang. Riset binatang

memandang manusia sebagai mesin dan mata rantai reflekskondisioning, mengabaikan karakteristik manusia yang unik

(25)

3. Manusia Pada Dasarnya baik

Manusia mempunyai struktur psikologis yang analog dengan struktur fisik : mereka memiliki “ kebutuhan, kemampuan, dan kecenderungan yang sifat dasarnya genetik . Kebutuhan, kemampuan dan kecenderungan itu secara esensial sesuatu yang baik, atau paling tidak sesuatu yang netral. Sifat setan yang jahat, destruktif dan kekerasan adalah hasil dari frustrasi atau kegagalan memuaskan kebutuhan dasar, dan bukan bagian dari hereditas. Manusia mempunyai struktur yang potensial untuk berkembang positif.

4. Potensi Kreatif

Kreativitas merupakan ciri universal manusia, sejak dilahirkan. Ini adalah sifat alami, sama dengan sifat biji yang menumbuhkan daun, burung yang terbang, maka manusia

(26)

5. Menekankan Kesehatan Psikologik

Pendekatan humanistik mengarahkan perhatiannya kepada manusia sehat, kreatif dan mampu mengaktualisasikan

diri. Ilmu jiwa seharusnya memusatkan analisisnya kepada tema pokok kehidupan manusia, yakni aktualisasi diri. Jadi pemahaman tentang manusia dalam psikologi humanistik berdasarkan kepada keyakinan bahwa nilai-nilai etika

merupakan daya psikologi yang kuat dan ia merupakan penentu asas kelakuan manusia. Keyakinan ini membawa kepada usaha meningkatkan kualitas manusia seperti

pilihan, kreativitas, interaksi fisik, mental dan jiwa, dan keperluan untuk menjadi lebih bebas Psikologi humanistik juga didefinisikan sebagai sebuah sistem pemikiran yang berdasarkan kepada berbagai nilai, sifat, dan tindak tanduk yang dipercayai terbaik bagi manusia. Sehingga

(27)

Psikolog humanistik mencoba untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan

mereka. Mereka cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat alamiah manusia.

Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional untuk dalam mengendalikan

hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia

bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

(28)

a. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). Sa’di (seorang penyair besar dari Iran)

menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Namun di tengah

kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang

penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah

tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Maka tiba-tiba ia disadarkan, bahwa mengapa ia sedih kehilangan

sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya.

b. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus, dengan gaji besar dan kedudukan tinggi, namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura.

mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan

anak-anak dan istrinya. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang

(29)

C. Ketika seseorang merasa istimewa, unik dan tak tergantikan. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Ia

merasakan suatu makna yang luar biasa dalam

kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian, dengan begitu hidup kita menjadi bermakna.

D. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Seperti contoh di atas, seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan

Referensi

Dokumen terkait

Penyelenggaraan yang baik dan lancar pada sistem pembayaran yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia tercermin dari rendahnya risiko setelmen dan likuiditas, terpenuhinya

Dimensi ideologi dan kedalaman akar partai dalam masyarakat dan dimensi kompetisi partai menyangkut angka pergerakan perubahan jumlah partai (volatility) dalam pemilu ini

Bagi menjelaskan persoalan tersebut, makalah ini menyenaraikan dua objektif kajian, iaitu mengenal pasti modal insan tradisi yang dimiliki dan digunakan oleh Orang Kuala

Hasil analisis Anakova menunjukkan nilai probalitas model pembelajaran sebesar 0,002, sehingga dapat dikatakan terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara

Dalam meneliti hasil tulisan siswa, peneliti menggunakan rubrikpenilaian tulian sebagaimana terlampir (Putra, 2012: 119 ) sehingga didapatkan beberapa permasalahan yang

NIP.. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar : 3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta

Beberapa contoh bioteknologi konvensional di bidang pangan misalnya, tempe dibuat dari kedelai menggunakan jamur Rhizopus atau keju dan yoghurt dibuat dari susu sapi dengan

kelas X dan XI Madrasah Aliyah PPMI Assalaam tahun ajaran 2012-2013. Disiplin terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X dan XI. Madrasah Aliyah PPMI Assalaam