MAKALAH
STUDI KEPEMIMPINAN ISLAM
Komunikasi Oraganisasi
Disusun Oleh:
Nama/NIM : Rahmad Arifan HR / 13523077
Nama/NIM : Bimo Prakoso / 13523078
Nama/NIM : Wahid Hanif Arya / 13523097
Nama/NIM : Bryan Yudho Haryono / 13523121
Nama/NIM : Riris Indriani / 13523124
JURUSAN INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
KATAPENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrohim
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan limpahan karunianyalah maka kami dapat menyelesaikan makalah Sistem Kepemimpinan Islam yang berjudul “Komunikasi Oraganisasi” dengan tepat waktu, Tak lupa shalawat serta salam semoga selalu tercurah pada junjungan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila isi makalah ini ada kekurangan dari segi penulisan atau maksud yang kurang jelas. Kami merasa masih memiliki banyak kesulitan dalam pembuatan laporan seperti pembuatan dan penyusunan kalimat yang baik, penggunaan Bahasa Indonesia yang masih kurang sempurna, serta mencari padanan kata dari bahasa asing yang relevan dengan Bahasa Indonesia, oleh sebab itu kami mengajak pembaca agar memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk pembenahan kearah yang lebih baik dalam pembuatan laporan mendatang.
Dan tak lupa pada kesempatan ini kami mengucapkan rasa terima kasih atas segala petunjuk, bimbingan, dan bantuannya kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan tidak bisa kami ucapkan satu-per satu dalam proses pembuatan makalah ini.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Yogyakarta, Juni 2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Sebagai makluk sosial yang hidup berdampingan dengan pihak lain, manusia tidak akan pernah lepas dari kebutuhan akan komunikasi. Komunikasi membuat manusia dapat saling mengerti maksud dari pesan yang disampaikan oleh orang lain. tidak hanya itu dengan berkomunikasi kita juga dapat menyampaikan maksut dan tujuan kita berupa pesan, informasi, ide, gagasan, dan sebagainya kepada pihak lain. pada dasarnya manusia berkomunikasi dengan 2 cara yaitu secara verbal dan non-verbal, verbal ialah cara yang digunakan manusia untuk berkomunikasi secara lisan sedangkan non-verbal ialah cara berkomunikasi menggunakan gerak-gerik, ekspresi wajah, gerak tubuh, dan lain sebagainya. Jika dengan cara verbal manusia tidak dapat saling mengerti maksut satu sama lain maka manusia dapat menggunakan cara non-verbal seperti tersenyum, menggelengkan kepala, mengerenyitkan dahi, dan ekspresi lainnya untuk berkomunikasi.
organisasi tersebut tetap berada pada jalur yang tepat dan dapat mewujudkan tujuan dari perkumpulan tersebut. jika terdapat anggota yang tidak selaras dengan visi, misi dari organisasi tersbut akibat terjadinya kesalahan dalam berkomunikasi maka akan menyebabkan terjadinya kegagalan dalam berorganisasi. Lalu komunikasi juga digunakan untuk menyampaikan motivasi dan informasi kepada anggota kelompok agar anggota kelompok paham akan fungsi dan tugasnya didalam organisasi.
Dari gambaran diatas dapat disimpulkan betapa komunikasi menjadi bagian penting ketika kita berada dalam suatu oraganaisasi karena komunikasi yang baik dapat menentukan sukses atau tidknya organisasi yang sedang kita geluti, untuk itu pada makalah ini akan dibahas hal-hal mengenai komunikasi organisasi seperti pengertian komunikasi organisasi, komponen dasar komunikasi, hingga urgensi komunikasi bagi seorang pemimpin.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa definisi komunikasi?
2. Apa definisi komunikasi organisasi?
3. Apa urgensi komunikasi bagi seorang pemimpin?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi komunikasi
Komunikasi memiliki begitu banyak definisi, para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai apa itu komunikasi sesuai dengan sudut pandang mereka masing-masing. Komunikasi merupakan akar dari kata latin yaitu communicatio (berpartisipasi, memberitahukan), communicatus (berbagi milik bersama), communis (milik bersama, berlaku dimana-mana), atau juga communico yang artinya membagi, yaitu membagi gagasan, ide, atau pikiran. Menurut kamus besar bahasa indonesia (1995) komunikasi adalah pengiriman serta penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami, sedangkan menurut kamus Oxford (The Oxford English Dictionary) komunikasi adalah pemberian, penyampaian, atau pertukaran ide, pengetahuan, informasi, dan sebagainya. Beberapa definisi komunikasi menurut para ahli diantaranya :
Proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain (Menurut Carl I.Hovland).
Proses memahami dan berbagi makna (Judy C pearson & Paul E melson).
Seni untuk menyampaikan informasi, dan ide-ide seseorang kepada orang lain (M. Djenamar).
“saling berbagi informasi, gagasan, atau sikap” (Wilbur Schramm).
Namun definisi komunikasi yang paling populer berasal dari Harold Lasswell yang mengatakan bahwa komunikasi adalah siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa, “Who says what in which channel to whom and with what effects”. Alasan mengapa definisi Harold Lasswell yang paling populer karena definisi ini dirasa yang paling lengkap daripada defini-defini lainnya, didalamnya telah terdapat proses dan elemen komunikasi, yakni komunikator (who), pesan (what), media atau sarana (channel), komunikan (whom), dan pengaruh atau akibat (effect) karena itulah definisi ini paling banyak dijadikan rujukan. Kesimpulannya, secara sederhana komunikasi adalah cara untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, pesan itu sendiri bisa berarti informasi, pemberitahuan, ilmu pengetahuan, ide, gagasan, hasutan, dan lain-lain. pesan adalah kata 2. Pesan, pernyataan yang didukung oleh lambang. 3. Komunikan, orang yang menerima pesan.
4. Media, sarana atau saluran yang mendukung pesan bila komunikasi dengan jarak jauh atau dengan jumlah yang banyak.
5. Efek, dampak dari pengaruh pesan.
2.3. Komponen Dasar Komunikasi
Simbolisasi atau penggunaan lambang merupakan kebutuhan manusia. lambang atau simbol dipakai untuk menunjuk sesuatu lainnya berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Contohnya seperti memasang bendera ketika ada orang yang sedang meninggal atau memasang bendera untuk menunjukan kecintaannya kepada tanah air. Simbol meliputi kata-kata (verbal), perilaku non-verbal, dan objek yang maknanya telah disepakati.
2. Setiap perilaku punya potensi komunikasi
Gerak tubuh, ekspresi wajah, serta perilaku memiliki potensi untuk ditafsirkan sehingga melatarbelakangi proses terjadinya komunikasi, seperti seorang pasien yang selalu membenahi posisi tidurnya, akan direspone oleh perawat dengan bertanya kepada pasien tersebut.
3. Komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan
Setiap pesan memiliki dimensi isi dan dari dimensi itu kita dapat memprediksi dimensi hubungan antara pihak-pihak yang melakukan komunikasi. Dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangakan dimensi hubungan merujuk pada unsur-unsur lain seperti saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. misalnya Pengaruh suatu diagnosa penyakit, Diagnosa yang sama dapat menimbulkan pengaruh berbeda bila disampaikan orang berbeda. Diagnosa yang ditulis orang yang sudah terkenal dan merupakan seorang profesor akan dianggap lebih berbobot bila dibandingkan dengan tulisan orang yang belum dikenal dan juga bukan seorang profesor. Sehingga diagnosa itu bukan hanya bergantung pada isinya, tapi juga siapa penulisnya.
4. Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesenjangan Setiap proses komunikasi yang dilakukan seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesenjangan yang rendah yaitu tingkat dimana tindakan komunikasi dilakukan tanpa kesengajaan hingga ketingkat yang paling tinggi dimana tindakan komunikasi dilakukan dengan kesengajaan.
Pesan komunikasi yang berasal dari komunikan beik verbal ataupun non-verbal disesuaikan dengan tempat dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan, dan kapan komunikasi itu berlangsung. Topik-topik yang biasa dibicarakan di rumah, kantor seperti “mobil”, “bisnis”, “perdagangan”, atau lainnya terasa kurang sopan jika dibawakan di tempat-tempat ibadah.
6. Komunikasi melibatkan prediksi dari peserta komunikasi
Jika kita melemparkan senyuman kepada pihak lain maka dapat diasumsikan jika orang itu akan membalas senyuman yang berasal dari kita. Prediksi itu akan membuat orang tenang dalam melakukan komunikasi.
7. Komunikasi bersifat sistematik
Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan ia bersosialisasi akan menentukan bagaimana ia melakukan tindakan komunikasi.
8. Semakin mirip latar belakang sosial-budayanya semakin efektiflah komunikasi
Jika terdapat dua orang yang bersuku sama, berlatar pendidikan yang sama, maka kedua orang tersebut memiliki kecenderungan memiliki bahan yang sama untuk dikomunikasikan.
9. Komunikasi bersifat non-konsekuensial
Bentuk dasar komunikasi manusia adalah tatap muka yang bersifat dua arah (sirkuler). Ketika seseorang berbicara dengan orang lainnya sebenarnya komunikasi itu secara dua arah karena si “pendengar” disaat yang sama juga menjadi “pembicara” dengan perilaku nonverbal mereka. Meskipun bersifat dua arah tetapi unsur-unsur proses komunikasi sebenarnya tidak berpola secara kaku. Oleh sebab itu, sifat nonsekuensial dibandingkan sirkuler lebih tepat digunakan untuk menandai proses komunikasi.
Komunikasi terjadi sekali waktu lalu akan menjadi sejarah hidup kita. Dalam proses komunikasi itu, para peserta saling mempengaruhi, seberapa kecil pun pengaruh itu, baik lewat komunikasi verbal ataupun lewat komunikasi nonverbal. Pandangan dinamis dan transaksional
12. Komunikasi bukan panasea (obat mujarab) untuk menyelesaikan masalah
Banyak konflik yang disebabkan oleh masalah komunikasi, namun komunikasi buka cara untuk menyelesaikan masalah yang mungkin berkaitan dengan masalah struktural. Agar komunikasi efektif, kendala struktural ini harus diatasi. Misalnya, meski pemerintah berusaha menjalin komunikasi yang efektif dengan warga Aceh dan warga Papua, tidak mungkin usaha itu akan berhasil bila pemerintah memberlakukan masyarakat di wilayah-wilayah itu secara tidak adil, dengan merampas kekayaan alam mereka dan mengangkutnya ke pusat.
2.4. Definisi Organisasi
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (berupa uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut[2].
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Jadi, Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang ditandai dengan adanya struktur pembagian tugas, struktur tata hubungan kerja antar kelompok, maupun kejelasan tanggung jawab. Hal ini dilakukan agar tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi tersebut dapat dicapai dengan mudah.
2.5. Pengertian Komunikasi Organisasi
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut[3]. 1 Pace & Feules : Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai
penunjukan dan penafsiran suatu pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu.
2 Devito: komunikasi organisasi merupakan pengiriman dan penerimaan pesan baik dalam organisasi di dalam kelompok formal maupun kelompok informal organisasi.
3 Wiryanto : Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi.
kepada anggotanya secara individual. Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa Komunikasi Organisasi adalah komunikasi antar anggota dalam konteks organisasi dengan ditandai adanya jaringan pesan yang bersifat ketergantungan satu sama lain, dimana pesan atau informasi dalam organisasi ini sangat dibutuhkan anggota dalam mencapai tujuan organisasi.
2.6. Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis atau lisan. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan. Komunikasi non verbal menempati porsi penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif hanya karena komunikatornya tidak menggunakan komunikasi non verbal dengan baik dalam waktu bersamaan. Melalui komunikasi non verbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenai suatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya. Kaitannya dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk lebih memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi komunikan saat menerima pesan. Fungsi lain dari komunikasi nonverbal adalah mengatur pesan verbal. Pesan-pesan nonverbal berfungsi untuk mengendalikan sebuah interaksi dalam suatu cara yang sesuai dan halus, seperti misalnya anggukan kepala selama percakapan berlangsung. Selain itu, komunikasi nonverbal juga memberi penekanan kepada pesan verbal, seperti mengacungkan kepalan tangan. Dan akhirnya fungsi komunikasi nonverbal adalah pelengkap pesan verbal dengan mengubah pesan verbal, seperti tersenyum untuk menunjukkan rasa bahagia kita.
Bila Pesan mengalir melalui jalan resmi yang ditentukan oleh hierarki resmi atau organisasi atau oleh fungsi pekerjaan maka pesan itu menurut jaringan komunikasi formal. Pesan dalam jaringan komunikasi formal biasanya mengalir dari atas ke bawah atau dari bawah keatas atau dari tingkat yang sama atau secara horizontal. Ada tiga bentuk utama dari arus pesan dalam jaringan komunikasi formal yang mengikuti garis komunikasi seperti yang digambarkan dalam struktur organisasi yaitu : 1. “Downward Communication” atau komunikasi kepada bawahan
Komunikasi kebawah menunjukan arus pesan yang mengalir dari para atasan atau para pimpinan kepada bawahannya.Kebanyakan komunikasi kebawah digunakan untuk menyampaikan pesan pesan yang biasanya berkenaan dengan tugas tugas dan pemeliharaan.Pesan tersebut biasanya berhubungan dengan pengarahan, tujuan, untuk merubah sikap, membentuk pendapat, mengurangi ketakutan dan kecurigaan yang timbul karena salah informasi, mencegah kesalahpahaman karena kurang informasi dan mempersiapkan anggota organisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.
a) Dengan adanya komunikasi ke atas supervisor dapat mengetahui kapan bawahannya siap untuk diberi informasi dari mereka dan bagaimana baiknya mereka menerima apa yang disampaikan karyawan.
b) Arus komunikasi ke atas memberikan informasi yang berharga bagi pembuatan keputusan.
c) Komunikasi ke atas memperkuat apresiasi dan loyalitas karyawan terhadapa organisasi dangan jalan memberikan kesempatan untuk menanyakan pertanyaan, mengajukan ide ide, dan saran saran tentang jalannya organisasi.
d) Komunikasi ke atas membolehkan, bahkan mendorong desas desus muncul dan membiarkan supervisor mengetahuinya.
e) Komunikasi ke atas menjadikan supervisor dapat menentukan apakah bawahan menangkap arti seperti yang dia maksudkan dari arus informasi yang ke bawah.
f) Komunikasi ke atas membantu karyawan mengatasi masalah masalah pekerjaan mereka dan memperkuat keterlibatan mereka dalam tugas tugasnya dan organisasi.
3. “Horizontal Communication” atau komunikasi horizontal.
Komunikasi horizontal mempunyai tujuan tertentu diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Mengkordinasikan tugas-tugas Kepala-kepala bagian dalam suatu organisasi kadang kadang perlu mengadakan rapat atau pertemuan untuk mendiskusikan bagaimana tiap tiap bagian memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi.
hubungan dengan masyarakat, anggota anggota, dari bagian perlu saling membegi informasi untuk membuat perencanaan apa yang mereka lakukan. 3. Memecahkan masalah yang timbul di antara orang orang yang berada dalam tingkat yang sama. Dengan adanya keterlibatan dalam memecahkan masalah akan menambah kepercayaan dan moral dari karyawan. 4. Menyelesaikan konflik di antara anggota yang ada dalam bagian organisasi dan juga antara bagian dengan bagina lainnya. Penyelesaian konflik ini bagi perkembangan sosial dan emosional dari anggota dan juga menciptakan iklim organisasi yang baik.
5. Menjamin pemahaman yang sama. Bila perubahan dalam suatu organisasi diusulkan, maka perlu ada pemahaman yang sama antara unit unit organisasi atau anggota unit orgasnisasi tentang perubahan itu. Untuk ini mungkin suatu unit dengan unit lainnya mengadakan rapat untuk mencari kesepakatan terhadap perubahan tersebut.
6. Mengembangkan sokongan interpersonal. Karena sebagian besar dari waktu kerja karyawan berinteraksi dengan temannya maka mereka memperoleh sokongan hubungan interpersonal dari temannya. Hal ini akan memperkuat hubungan di antara sesame karyawan dan akan membantu kekompakan dalam kerja kelompok. Interaksi ini akan mengembangkan rasa sosial dan emosional karyawan.
2.8. Karakter Berkomunikasi
Komunikasi adalah suatu proses. Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan ataus ekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
Komunikas iadalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, sertas esuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.
pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang sama terhadap topic pesan yang disampaikan.
Komunikasi bersifat simbolis, Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasa verbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tand lainnya.
Komunikasi bersifat transaksional. Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu member dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.
Komunikasi menembus factor ruang dan waktu. Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama. Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, factor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomunikasi.
2.9. Urgensi Komunikasi Bagi Pemimpin 1. Fungsi Informatif
2. Fungsi Regulatif
Fungsi regulative ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulative ini, yaitu:
Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.
Berkaitan dengan pesan atau message. Pesan-pesan regulative pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.
3. Fungsi Persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada member perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar disbanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
4. Fungsi Integratif
kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antar pribadi selama masa istirahat kerja, pertandinga olahraga ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaana ktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.
BAB III
KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, bahwa:1. Secara sederhana komunikasi adalah cara untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, pesan itu sendiri bisa berarti informasi, pemberitahuan, ilmu pengetahuan, ide, gagasan, hasutan, dan lain-lain.
2. Komunikasi organisasi adalah penerimaan dan pengiriman pesan atau informasi kepada kelompok didalam organisasi baik formal maupun organisasi informal
3. Urgensi komunikasi bagi seorang pemimpin terbagi menjadi 4 fungsi, yaitu:
1. Fungsi Informatif
2. Fungsi Regulatif 3. Fungsi Persuasif 4. Fungsi Integratif
4. Alasan komunikasi menjadi penting dalam berorganisasi diantanya :
Dengan komunikasi kita dapat menempatkan orang yang tepat pada posisi yang
seharusnya.
Komunikasi yang baik antara atasan, bawahan, dan clien dapat membawa
organisasi mencapai visi dan misi yang ingin dicapai.
Komunikasi dapat mengurangi munculnya konflik dalam organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.komunikasipraktis.com/2014/10/daftar-definisi-komunikasi-menurut-para-ahli.html
http://www.rumahkomunikasi.com/2014/10/definisi-dan-pengertian-komunikasi.html
http://www.slideshare.net/guest81e510/pengertian-komunikasi
https://www.academia.edu/6157856/Konsep_dasar_dan_prinsip_komuni kasi
http://syukronsmanela.blogspot.com/2014/09/pengertian-komunikasi-organisasi-dan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_organisasi
https://jurnalalishlah.wordpress.com/2014/09/06/peranan-komunikasi-dalam-kepemimpinan/