• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sintesis Dan Karakterisasi Magnet Berbasis Barium Heksaferit- Alumina

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sintesis Dan Karakterisasi Magnet Berbasis Barium Heksaferit- Alumina"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Keterangan :

m1 = massa piknometer (g)

m2 = massa piknometer+alumina (g)

m3 = massa piknometer+alumina+aquades (g)

m4 = massa piknometer+aquades (g)

Komposisi Al2O3 (% wt)

True Density Eksperimen (g/cm3)

True Density Teoritis (g/cm3)

0 4,45 5,30

40 3,87 4,58

50 3,74 4,40

60 3,57 4,22

Lampiran B : Hasil Pengukuran Green Body Density BaFe12O19 yang ditambahkan dengan Al2O3 (Milling 48 jam)

1. Barium Heksaferit dan Alumina (100:0)

Pengukuran t (mm) d (mm) m (g) V (cm³) ρ (g/cm³)

(3)

2. Barium Heksaferit dan Alumina (60:40)

Pengukuran t (mm) d (mm) m (g) V (cm³) ρ (g/cm³)

1 4,92 12,09 1,50 0,56 2,66 2 4,88 12,09 1,50 0,56 2,68 3 4,90 12,13 1,50 0,57 2,65 4 4,83 12,09 1,50 0,55 2,71 5 4,80 12,13 1,50 0,55 2,71 6 4,79 12,08 1,50 0,55 2,73 7 4,80 12,10 1,51 0,55 2,74 8 4,81 12,09 1,48 0,55 2,68 9 4,82 12,12 1,52 0,56 2,73 10 4,72 12,07 1,50 0,54 2,78 11 4,79 12,09 1,51 0,55 2,75 12 4,77 12,11 1,49 0,55 2,71 13 4,77 12,09 1,47 0,55 2,69 14 4,76 12,09 1,49 0,55 2,73 15 4,74 12,11 1,49 0,55 2,73 16 4,71 12,07 1,50 0,54 2,78 2,72

3. Barium Heksaferit dan Alumina (50:50)

Pengukuran t (mm) d (mm) m (g) V (cm³) ρ (g/cm³)

(4)

4. Barium Heksaferit dan Alumina (40:60)

Pengukuran t (mm) d (mm) m (g) V (cm³) ρ (g/cm³)

1 5,01 12,13 1,51 0,58 2,61 2 5,07 12,07 1,49 0,58 2,57 3 5,03 12,13 1,51 0,58 2,60 4 4,92 12,13 1,48 0,57 2,60 5 5,05 12,07 1,51 0,58 2,61 6 5,09 12,09 1,52 0,58 2,60 7 5,06 12,07 1,51 0,58 2,61 8 5,09 12,07 1,51 0,58 2,59 9 5,05 12,07 1,51 0,58 2,61 10 5,04 12,05 1,51 0,57 2,63 11 5,09 12,09 1,51 0,58 2,59 12 5,05 12,08 1,50 0,58 2,59 13 5,03 12,11 1,50 0,58 2,59 14 5,08 12,07 1,53 0,58 2,63 15 4,88 12,07 1,44 0,56 2,58 2,60

Komposisi Alumina (% wt)

Green Body Density (g/cm³)

True Density Teoritis (g/cm3)

0 3,27 5,30

40 2,72 4,58

50 2,69 4,40

60 2,60 4,22

BaFe12O19+Al2O3 (100:0), pengukuran 1 :

V = πr2 x t = π(1

2d) 2

x t

= 1

4(3,14)( 12,13) 2

(3,98) = 456,70 mm3

= 0,46 cm3

ρ = �

= 1,47

0,46

(5)

Lampiran C : Hasil Pengukuran Bulk Density dan Porositas BaFe12O19 yang ditambahkan dengan Al2O3 dan Disintering pada Suhu 900, 950, 1000, 1050 dan 1100 0C (2 jam)

1. Barium Heksaferit dan Alumina (100:0)

2. Barium Heksaferit dan Alumina (60:40)

(6)

3. Barium Heksaferit dan Alumina (50:50)

Pengukuran t

(mm) d (mm) V (cm³) mb (g) mk (g)

ρ (g/cm³)

P

(%)

1 4,53 11,19 0,14 0,998 1,336 4,05 24,68 900 ºC 2 4,63 11,27 0,15 0,996 1,327 4,03 24,66 3 4,60 11,25 0,15 0,983 1,305 4,04 24,67 4 4,57 11,44 0,15 0,979 1,299 4,05 24,63 950 ºC 5 4,63 11,41 0,15 0,997 1,323 4,04 24,64 6 4,61 11,40 0,15 1,006 1,334 4,05 24,59 7 4,64 11,51 0,15 1,028 1,346 4,22 23,63 1000 ºC 8 4,74 11,57 0,16 1,030 1,343 4,28 23,31 9 4,63 11,43 0,15 1,003 1,323 4,25 23,47

10 4,66 11,35 0,15 1,021 1,346 4,13 24,15 1050 ºC 11 4,56 11,33 0,15 1,005 1,323 4,15 24,04

12 4,15 11,24 0,13 0,924 1,220 4,11 24,26

13 4,67 11,28 0,15 1,017 1,345 4,09 24,39 1100 ºC 14 4,59 11,31 0,15 1,028 1,350 4,18 24,24

15 4,59 11,26 0,15 1,036 1,365 4,13 24,10

4. Barium Heksaferit dan Alumina (40:60)

Pengukuran t

(mm) d (mm) V (cm³) mb (g) mk (g)

ρ (g/cm³)

P

(%)

1 4,69 11,56 0,16 0,974 1,292 4,05 24,78 900 ºC 2 4,84 11,58 0,16 0,990 1,316 4,02 24,77 3 4,93 11,55 0,16 0,979 1,302 4,02 24,81 4 4,75 11,45 0,16 0,981 1,303 4,03 24,71 950 ºC 5 4,78 11,46 0,16 0,960 1,276 4,02 24,76 6 4,79 11,45 0,16 0,996 1,318 4,04 24,74 7 4,88 11,47 0,16 0,969 1,295 4,05 24,59 1000 ºC 8 4,74 11,46 0,16 0,977 1,300 4,04 24,85 9 4,88 11,45 0,16 0,992 1,311 4,06 24,33

10 4,58 11,33 0,15 0,928 1,230 4,06 24,55 1050 ºC 11 4,80 11,33 0,15 0,987 1,307 4,07 24,48

12 4,71 11,30 0,15 0,990 1,306 4,12 24,20

13 4,79 11,19 0,15 1,011 1,338 4,08 24,44 1100 ºC 14 4,76 11,23 0,15 0,993 1,321 4,07 24,43

15 4,77 11,24 0,15 0,977 1,302 4,09 24,45

Keterangan :

(7)

Hasil Pengukuran Bulk Density dan Porositas BaFe12O19 yang ditambahkan

dengan Al2O3 dan Disintering pada Suhu 900 0C (2 jam), pengukran 1 :

Bulk Density :

=

��

��−��

���

(2.8)

=

1,151

1,151−0,930

0,99651

= 5,19 g/cm3

Porositas :

% Porositas = (��–��)

x 100 % (2.9) = (1,151−0,930)

1,151 � 100%

= 19,20%

No Temperatur (ºC)

Bulk Density dengan Penambahan %wt Al2O3 (g/cm3)

0 40 50 60

1 900 5,17 4,07 4,04 4,03 2 950 4,90 4,25 4,05 4,03 3 1000 4,81 4,29 4,25 4,05 4 1050 4,71 4,34 4,13 4,08 5 1100 4,68 4,15 4,13 4,08

No Temperatur (ºC)

Porositas dengan Penambahan %wt Al2O3 (%)

0 40 50 60

(8)

Lampiran D : Dokumentasi

Alumina (Al2O3) Barium Heksaferit (BaFe12O19)

(9)

Neraca Digital & Gelas Ukur Particle Size Analyzer (PSA)

Scanning Electron Microscope

(SEM) X-Ray Diffraction (XRD)

Gaussmeter Magnetizer

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Praktika Terpadu ini telah siap diujikan pada Sidang Praktika Terpadu Program Studi Televisi dan Film D.III Fakultas Film Dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, pada

Guru yang namanya tercantum pada diktum nomor (1) di atas pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012 melaksanakan tugas dengan beban kerja : 24 (dua puluh empat) Jam Tatap Muka

Metode yang digunakan adalah metode dua selisih yang terdiri dari biaya bahan baku terbagi menjadi 2 yaitu selisish harga dan selisih kuantitas, biaya tenaga kerja langsung

Pemenuhan Tingkat Solvabilitas (dalam jutaan rupiah) Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi. (dalam

Metode Altman Z-Score merupakan sebuah metode yang digunakan dalam memprediksi potensi kebangkrutan sebuah perusahaan yang terdiri dari kombinasi beberapa rasio keuangan yaitu

Pemenuhan Tingkat Solvabilitas (dalam jutaan rupiah) Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi. (dalam

Untuk melihat hubungan antara Pemerintah daerah dengan Bank Pembangunan Daerah secara finansial maka perlu pengkajian terhadap pengaruh kondisi keuangan Pemermtah daerah dengan

[r]