BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deksriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak, atau sebagaimana adanya (Maryono, 2012)
Metode deskriptif yang dilakukan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan daftar pustaka setiap artikel dalam Wartazoa tahun 2015 dan 2016. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif dengan maksud untuk mengetahui jurnal luar negeri yang dimanfaatkan (disitir), persentase penggunaan jurnal luar negeri, perbandingan penggunaan jurnal luar negeri dan dalam negeri, keusangan literatur, dan tingkat pengarang. Dalam hal ini peneliti hanya melakukan analisis hanya sampai pada taraf deskriptif yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematis sehingga mudah dipahami dan disimpulkan.”
3.2 Unit Analisis
dapat diakses secara online melalui alamat web http://medpub.litbang.pertanian.go.id/. Peneliti hanya memfokuskan secara online yakni melalui alamat web tersebut. Seluruh artikel tersebut dijadikan sebagai sampel penelitian, dengan demikian penelitian ini merupakan penelitian total sampling. Adapun artikel tersebut adalah seperti tertera pada tabel berikut: Tabel 3.1. Rincian Artikel yang Menjadi Unit Analisis
No. urut Tahun Volume Nomor Jumlah artikel
1 2015 25 1 6
2 2015 25 2 5
3 2015 25 3 5
4 2015 25 4 5
5 2016 26 1 5
6 2016 26 2 3
7 2016 26 3 5
8 2016 26 4 5
Jumlah 39
3.3 Prosedur Pengumpulan Data
Langkah-langkah penelitian dilakukan sebagai berikut:
1. Data dikumpulkan dengan cara masuk ke situs http://medpub.litbang.pertanian.go.id/
2. Melakukan penelusuran berdasarkan tahun terbit
3. Melakukan download semua terbitan dari Wartazoa mulai dari tahun 2015 dan 2016
4. Memeriksa setiap nomor, volume dan tahun dari semua terbitan yang telah di-download.
6. Halaman judul disatukan dengan daftar pustaka yang menyertainya.
7. Setelah data terkumpul, selanjutnya dibuatkan lembar kerja dalam bentuk tabel dengan menggunakan Microsoft Excel.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Salah satu kegiatan penelitian adalah pengumpulan data. Sesuai dengan masalah yang telah diuraikan diatas maka metode pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah metode dokumentasi. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi dilakukan dengan mencetak lembar judul dan daftar pustaka artikel Wartazoa tahun 2015 dan 2016 yang telah di-download dari situs online http://medpub.litbang.pertanian.go.id//. Selanjutnya, masing-masing judul disatukan dengan daftar pustaka yang menyertainya.
3.5 Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan melalui metode dokumentasi selanjutnya diolah. Pengolahan data dilakukan dengan pendekatan analisis sitiran (citation analysis). Menurut Arikunto (1997), “Secara garis besar, pekerjaan analisis data meliputi 3 langkah yaitu : 1). Persiapan; 2). Tabulasi; 3). Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian”.
sesuai pendekatan penelitian. Berikut beberapa langkah analisis data yang dilakukan peneliti:
a. Melakukank koreksi terhadap instrument yang telah diisi pada lembar kerja (Microsoft Excel).
b. Mengelompokkan data jurnal berdasarkan wilayah terbit jumal, dan tahun terbit jumal.
c. Mencatat semua judul jumal terbitan luar negeri dan dalam negeri yang tercantum pada daftar pustaka dalam artikel Wartazoa tahun 2015 dan 2016. d. Mengelompokkan jurnal terbitan luar negeri berdasarkan judulnya.
e. Mengelompokkan jurnal terbitan dalam negeri berdasarkan judulnya.
f. Mengelompokkan jurnal terbitan dalam negeri dan luar negeri bersadarkan pengarangnya.
g. Tiap tiap judul literatur diperiksa pada database online sciendirect yang dilanggan oleh Balitbangtan untuk mengetahui literatur apa saja yang disitir yang termasuk pada database online siencedirect
h. Tiap kelompok jurnal yang pernah dilanggan oleh Balitbangtan (khusus jurnal online sciencedirect) masing-masing dijumlahkan.
i. Menentukan peringkat jumal terbitan luar negeri yang dilanggan Balitbangtan (khusus jurnal online sciencedirect). Hasil penentuan peringkat tersebut kemudian dilakukan penghitungan persentase dan disajikan dalam bentuk tabel.
l. Merangking semua judul terbitan luar negeri pada poin (d) dan (e) berdasarkan tahun terbitan untuk mengetahui tingkat keusangan literatur jurnal terbitan luar negeri dan dalam negeri yang disitir dalam Wartazoa tahun 2015 dan 2016
m.Tingkat keusangan literatur jurnal terbitan luar negeri dan dalam negeri dengan penentuan kelompok/kelas data sitiran terlebih dahulu. Setelah dokumen/bahan pustaka dikelompokkan berdasarkan tahun terbit maka dihitung dengan menggunakan rumus Sturges (Syamsudin yang dikutip oleh Hasugian, 2005: 15) dengan rumus seperti berikut. K= 1+3,322 log n. K adalah kelas atau kelompok data, 1 dan 3,322 adalah angka konstanta dan n adalah sampel. Kemudian menentukan range atau jarak dari tahun terbit terkini dengan tahun terbit tertua dengan menggunakan rumus R= Xn-X1. Xn adalah tahun terbit terkini dan X1 adalah tahun terbit tertua (terlama). Setelah itu menentukan interval kelompok data, dengan rumus i=R/K, tahap terakhir yakni menghitung keusangan literatur dengan metode paro hidup literatur.
3.6 Penyajian Data
Tabel 3.2. Nama Jurnal yang Disitir pada Wartazoa Tahun 2015 dan 2016
No. Jurnal yang Disitir Wilayah Terbit
Luar Negeri Dalam Negeri
Tabel 3.3. Frekuensi Sitir Jurnal Luar negeri dan Dalam Negeri pada Wartazoa Tahun 2015 dan 2016
No. Judul Jurnal Frekuensi
Disitir
Persentase Disitir Dalam Negeri Luar Negeri
Tabel 3.4. Tingkat Keusangan Literatur Jurnal yang Disitir pada Wartazoa Tahun 2015 dan 2016
No. Tahun Terbit (Usia) Jumlah Persentase
Tabel 3.5. Pengarang yang paling Sering Disitir pada Wartazoa Tahun 2015 dan 2016
No. Pengarang Pertama Persentase Sitiran
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Jumlah literatur yang digunakan oleh peneliti berbeda beda setiap artikel penelitiannya, baik literatur primer, literatur sekunder maupun literatur tersier. Literatur yang digunakan peneliti pada buletin Wartazoa berbeda-beda setiap artikelnya, dapat dilihat jumlah literatur yang disitir peneliti pada Wartazoa tahun 2015 dan 2016 pada tabel di bawah.
Tabel 4.1 Jumlah Artikel yang Disitir pada Wartazoa Tahun 2015 dan 2016
No. Judul Artikel Kode Jumlah
Sitiran
1. Pendekatan Molekuler untuk Identifikasi dan
Karakterisasi Virus Marek Serotipe 1 D1 74
2. Peranan Kelompok Gen Triglyceride Lipase, Fatty Acid Synthase dan Fatty Acid Binding Protein pada Metabolisme Lemak Ayam Broiler
D2 17
3. Prolaktin sebagai Kandidat Gen Pengontrol Sifat Rontok
Bulu danProduksi Telur pada Itik D3 22
4. Ebola: Penyakit Eksotik Zoonosis yang Perlu Diwaspadai D4 50
5. Pengembangan Ternak Babi Lokal di Indonesia D5 8
6. Ketersediaan Sumber Hijauan di Bawah Perkebunan
Kelapa Sawit untukPenggembalaan Sapi D6 11 7. Prospek Pemanfaatan Imunoglobulin Y untuk Terapi
Infeksi Canine Parvovirus pada Anjing D7 49
8. Pengendalian Mastitis Subklinis melalui Pemberian
Antibiotik Saat Periode Kering pada Sapi Perah D8 39
9. Infeksi Subklinis Avian Influenza H5N1 pada Peternakan
Ayam yang Menerapkan Program Vaksinasi D9 39 10. Penguatan Kelembagaan Koperasi Susu melalui
Pendekatan Pengembangan Kawasan Peternakan Nasional D10 19 11. Kebijakan Pemerintah terhadap Usaha Unggas Skala
Kecil dan Kesehatan Lingkungan di Indonesia D11 12
12. Sinkronisasi Suplai Protein dan Energi dalam Rumen
untuk Meningkatkan Efisiensi Pakan Berkualitas Rendah D12 48 13. Pemanfaatan Jawawut (Setaria italica) Asal Papua sebagai
Bahan Pakan Pengganti Jagung D13 24
14. Penurunan Deposit Lemak Abdominal pada Ayam
15. Peran Sistem Kekebalan Non-spesifik dan Spesifik pada
Unggas terhadap Newcastle Disease D15 81 16. Model Pengembangan Sapi Bali dalam Usaha Integrasi di
Perkebunan Kelapa Sawit. D16 18
17. Indonesian Dairy Industry Perspective within the ASEAN
Economic Community D17 8
18. Karakteristik dan Aplikasi Partikel Nano dalam Manipulasi Hormon Reproduksi pada Ternak Hormon Reproduksi pada Ternak
D18 55
19. Upaya Pengembangan Teknologi Cepat Transkripsi dan
Translasi In Vitro dalam Sintesis Vaksin di Indonesia D19 17
20. Penggunaan Kapang Karotenogenik Neurospora dalam
Fermentasi Limbah Pertanian untuk Pakan Ternak Unggas D20 36
21. Technology in Feeding Management to Increase
Ruminant Productivity D21 26
22. Revitalisasi Perbenihan Tanaman Pakan Ternak di Indonesia (Revitalization of Forage Seed Production in Indonesia)
D22 19
23. The Use of Plant Essential Oils as Feed Additives for Ruminants (Pemanfaatan Minyak Atsiri dari Tanaman sebagai Imbuhan Pakan untuk Ternak Ruminansia)
D23 46
24. Infeksi Hantavirus: Penyakit Zoonosis yang Perlu Diantisipasi Keberadaannya di Indonesia (Hantavirus Infection: Anticipation of Zoonotic Disease in Indonesia)
D24 63
25.
Disregulasi Sitokin pada Unggas dan Mamalia yang Terinfeksi Virus Avian Influenza (Cytokines
Disregulation in Birds and Mammals Infected by Avian Influenza Virus)
D25 93
26.
Peranan Point-of-Care Test dalam Pengendalian Highly Pathogenic Avian Influenza di Indonesia (The Role of Point-of-Care Test to Control Highly Pathogenic Avian Influenza in Indonesia)
D26 48
27 Sumber Daya Genetik Tanaman Pakan Ternak Toleran Naungan (Genetic Resources of Shade Tolerant Forage Crops)
D27 18
28 Pemanfaatan Fitase sebagai Upaya Penanggulangan Asam Fitat dalam Ransum Ayam Pedaging (Utilization of Phytase to Overcome Phytic Acid in Broiler Diet)
D28 71
29
Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif untuk Pakan Ternak
(Black Soldier Fly (Hermetia illucens) as an Alternative Protein Source for Animal Feed)
D29 42
30 Penyakit Malignant Catarrhal Fever di Indonesia dan Upaya Pengendaliannya (Malignant Catarrhal Fever in Indonesia and Its Control Strategy)
D30 49
31 Kontaminasi Mikotoksin pada Rantai Makanan
(Mycotoxin Contamination in the Food Chain) D31 45
32 Perkembangan dan Konservasi Gonadal Primordial Germ Cell untuk Pelestarian Ayam Lokal di Indonesia (Development and Conservation of Gonadal Primordial
Germ Cells for Preservation of Local Chicken in Indonesia)
33
Strategi Pemenuhan Syarat Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Baru Ternak (Strategy to Fulfill the Requirements for Concession and Release of New Animal Breed or Strain)
D33 7
34 Respon Fisiologis Rumput Brachiaria sp pada Lahan Masam (Physiological Response of Brachiaria sp on Acid Soil)
D34 34
35 Pengendalian Vektor pada Penyakit Zoonotik Virus Arbo di Indonesia (Vector Control of Zoonotic Arbovirus Disease in Indonesia)
D35 71
36
Pengembangan Bioindustri Pakan dan Pupuk Organik Berbasis Integrasi Kakao-Kambing (Development of Feed and Organic Fertilizer Bioindustry Based on Cocoa-Goat Integration)
D36 19
37
Diversifikasi Produk Pengolahan Susu Guna
Meningkatkan Keuntungan Usaha Kambing Perah (Milk Products Diversification to Increase Profit of Dairy Goat Farming)
D37 16
38 Pemanfaatan Kyuring Alami pada Produk Daging
Sapi(The Use of Natural Curing on Beef Products) D38 19
39 Dinamika Kinerja Agribisnis Ayam Lokal di Indonesia (Dynamics Performance of Native Chicken Agribusiness in Indonesia)
D39 9
Total Literatur 39 artikel 1431
Rata Rata Sitiran 37
4.1 Sitiran Literatur
Tabel 4.2 Peringkat Literatur yang Disitir pada Artikel Wartazoa Tahun
persentase sitiran 1,54%. Di urutan ketujuh terdiri dari dua literatur yakni Avian Pathol dan Journal Dairy Science dengan frekuensi terbit 21 kali dan persentase sitiran 1,47%. Urutan kedelapan adalah Virology Journal dengan frekensi sitiran 20 kali dan persentase sitiran 1,40%. Urutan kesembilan adalah Veterinary Microbiology dengan frekuensi terbit 18 kali dan persentase sitiran 1,26%. Urutan kesepuluh terdiri dari tiga literatur yakni Emergency Infection Diseases, Journal Virology, dan Science. Masing-masing memiliki frekuensi sitiran 14 kali dan persentase sitiran 0,98%. Dapat diinterpretasikan bahwa ketiga belas literatur di atas merupakan literatur yang paling relevan terhadap penelitian pada Puslitbang Peternakan. Untuk itu setiap UK/UPT di bawah Puslitbang Peternakan menjamin ketersediaan literatur ilmiah tersebut guna mendukung penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada instansi tersebut.
4.2 Pemanfaatan Literatur
Perbandingan pemanfaatan literatur luar negeri dengan dalam negeri yang ditemukan pada artikel Wartazoa tahun 2015 dan 2016 berbeda jauh, perbandingan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.3.
Tabel 4.3 Perbandingan Pemanfaatan Literatur yang Terbit Luar Negeri dan Dalam Negeri
Berdasarkan Tabel 4.3 di atas menunjukkan sitiran literatur yang terdapat pada Wartazoa tahun 2015 dan 2016 wilayah terbit luar negeri sebanyak 561 judul literatur dengan 1244 sitiran dan persentase sitiran 86,93% sedangkan sitiran literatur pada Wartazoa tahun 2015 dan 2016 wilayah terbit dalam negeri sebanyak 80 judul literatur dengan 187 sitiran dan persentase 13,07%. Jika dilihat
No.
7 Virology Journal 20 1.40 J Analisis Kebijakan
dari selisih jumlah judul yang disitir peneliti pada Wartazoa tersebut yakni literatur yang disitir luar negeri terdiri dari 561 judul literatur sedangkan literatur yang disitir dalam negeri 80 judul literatur dengan demikian selisih perbandingan pemanfaatan literatur terbitan luar negeri dengan terbitan dalam negeri yaitu 481 judul literatur. Dengan kata lain 481 judul literatur terbitan luar negeri lebih banyak disitir oleh peneliti. Persentase judul literatur luar negeri 87,52% dan persentase judul literatur dalam negeri adalah 12,48 %, selisih persentase judul literatur 75,04% lebih banyak judul literatur luar negeri dibandingkan judul literatur dalam negeri. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pemanfaatan literatur luar negeri yang disitir oleh peneliti pada artikel Wartazoa tahun 2015 dan 2016 lebih banyak dibandingkan literatur yang dimanfaatkan di dalam negeri. Hal ini menunjukkan peneliti lebih banyak memanfaatkan literatur terbitan luar negeri daripada terbitan dalam negeri.
4.3 Pemanfaatan Literatur pada Database Sciencedirect
Tabel 4.4 Rincian Literatur yang Disitir pada Artikel Wartazoa Tahun 2015 dan 2016 yang Diterbitkan pada Database Online Sciencedirect
No. Judul Jurnal Frekuensi
Sitiran
6 Journal Virology Methods 9
7 Livest Sci 9
14 Vet Immunol Immunopathol 7
15 Comp Biochem Physiol-A Mol Integr Physiol 5
16 Dev Biol 5
Persentase sitiran literatur database online
sciencedirect terhadap keseluruhan literatur 21,24% Persentase sitiran literatur database online
sciencedirect terhadap literatur yang terbit luar negeri
24,43%
Persentase pemanfaatan literatur terhadap database online sciendirect yang dilanggan oleh Balitbangtan dari 91 judul terhadap keseluruhan judul literatur yang disitir 641 judul yaitu 14,19%. Persentase pemanfaatan literatur jika dilihat dari keseluruhan sitiran peneliti pada Wartazoa tahun 2015 dan 2016 yaitu 1431 frekuensi sitiran maka persentase yang ditemukan yaitu 21,24%, hal ini dikategorikan pemanfaatan literatur pada database online sciencedirect yang dilanggan oleh Balitbangtan masih rendah. Sedangkan persentase pemanfaatan literatur terhadap literatur yang terbit luar negeri 1244 sitiran adalah 24,43 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemanfaatan literatur pada database online sciencedirect masih rendah.
4.4 Keusangan Literatur
Tabel. 4.5 Rincian Tahun Terbit yang Disitir Peneliti pada Wartazoa Tahun 2015 dan 2016
No. Tahun Terbit Jumlah Persentase
1 2016 4 0.28
sesuai dengan kelompoknya dan sesuai dengan langkah analisis data yang ditentukan peneliti pada bab 3.6 sebagai berikut
Kelas (K) dan Interval (i) K=1+3,322 log n
=1+3,322 log 1431 =1+3,322 (3,15) =1+10,46 =11,46 =11
i = R/k = 2016-1932/11 = 84/11
= 7,63 = 8
Tabel 4.6 Data Pengelompokan Periode Tahun Terbit pada Artikel Wartazoa Tahun 2015 dan 2016
No. Kelompok Data Periode
Terbit Frekuensi Sitiran Frekuensi Kumulatif
1 1932-1939 1 1
Dari tabel di atas dapat ditentukan N/2 yaitu 1431/2 = 715,5
Pada frekuensi kumulatif N/2 terletak pada angka 715,5 yaitu pada kelas 10, kelas nyata bawah kelas 10 yaitu 2003,5 maka selisih N/2 dengan frekuensi kumulatif mengandung N/2 adalah 715,5-290 = 425,5
Dengan demikian dapat ditentukan Median:ui
dokumen tahun terbit 2008-2016. Sedangkan dokumen tahun terbit di bawah tahun 2008 dianggap usang. Secara keseluruhan literatur pada artikel Wartazoa tahun 2015 dan 2016 dapat dikatakan mutakhir bila usia literatur dibawah 8 tahun, dan jika literatur berusia di atas 8 tahun maka literatur dianggap usang. Jika literatur yang disitir dijumlahkan sitiran yang mutakhir maka ditemukan 1213 sitiran literatur sedangkan yang dianggap usang ditemukan 218 literatur.
4.5 Jumlah Sitiran Pengarang
Tabel 4.7 Daftar Pengarang yang Paling Sering Disitir pada Artikel Wartazoa Tahun 2015 dan 2016
No. Pengarang Pertama Frekuensi
Disitir
Peringkat pengarang berdasarkan tabel di atas diambil hanya sampai peringkat ke-3. Pengarang yang disitir lebih dari 3 (tiga) kali dikategorikan sebagai pengarang yang paling sering disitir, sedangkan pengarang yang hanya disitir sebanyak 3 (tiga ) kali atau kurang dari 3 (tiga) kali tidak dikategorikan pengarang yang sering disitir.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan hasil yang telah diuraikan pada bab IV mengenai literatur yang dimanfaatkan peneliti, keusangan literatur, dan peringkat pengarang yang disitir peneliti pada artikel Wartazoa tahun 2015 dan 2016 maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Judul literatur terbitan luar negeri yang disitir oleh peneliti pada artikel Wartazoa tahun 2015 dan 2016 lebih banyak dibandingkan judul literatur terbitan dalam negeri. Demikian juga dengan frekuensi sitiran terbitan luar negeri lebih banyak dibandingkan literatur terbitan dalam negeri.
2. Peringkat pertama literatur yang disitir oleh peneliti adalah Pultry Science, urutan kedua Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner dan urutan ketiga adalah Wartazoa.
3. Pemanfaatan judul literatur luar negeri yang dilanggan oleh Balitbangtan (khusus database online sciencedirect) pada Wartazoa tahun 2015 dan 2016 terhadap keseluruhan literatur yang disitir adalah 91 judul literatur yang terdapat pada database online sciencedirect. Berdasarkan persentase pemanfaatan literatur pada database online sciencedirect oleh peneliti masih rendah.
5. Peringkat pengarang hanya terdiri dari 3 peringkat urutan pertama yaitu Damayanti R, urutan kedua ada lima pengarang yakni Benchaar C, Cowiesen AJ, Li H, Selle PH dan Wenzl P, urutan ketiga ada delapan pengarang yakni Baigent SJ, Bublot M, Leroy EM, Mathius IW, Sindelar JJ, Tajima A, Woźniakowski G dan Yusdja Y.
5.2Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, dikemukakan beberapa saran antara lain.
1. Hendaknya pustakawan/pengelola perpustakaan di setiap UK/UPT mensosialisasikan lagi pemanfaatan jurnal yang telah dilanggan seperti database sciencedirect karena pemanfaatan jurnal yang ada pada database sciencedirect oleh peneliti masih kurang dan disarankan agar
pustakawan/pengelola perpustakaan mengusulkan langganan jurnal selain sciencedirect.
2. Melihat keusangan literatur yang disitir peneliti cukup mutakhir artinya literatur yang digunakan sebagian besar peneliti mutakhir, tetapi sebagian literatur masih kurang mutakhir. Hendaknya ada pembatasan usia terbitan literatur yang digunakan untuk mengusulkan publikasi artikel dalam Wartazoa tersebut.