• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN MOBILE PAYMENT PADA TEKNOLOGI PEMBAYARAN OVO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN MOBILE PAYMENT PADA TEKNOLOGI PEMBAYARAN OVO"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN MOBILE PAYMENT PADA TEKNOLOGI

PEMBAYARAN OVO

Studi Empiris Konsumen di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

S K R I P S I

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Oleh:

Valentina Ayudya Jayaningrum

NIM: 152114051

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(2)

i

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN MOBILE PAYMENT PADA

TEKNOLOGI PEMBAYARAN OVO

Studi Empiris Konsumen di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

S K R I P S I

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Oleh:

Valentina Ayudya Jayaningrum

NIM: 152114051

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)

iv

Halaman Persembahan

Don’t wait for the perfect moment, take the moment and make it perfect.

-A.K.

Skripsi ini saya persembahkan untuk : Papah Robertus Rudy Suselo

dan Mamah Maria Magdalena Gani Linarti

Karena kasih sayangnya yang teramat besar, serta dukungan yang tidak pernah berhenti untuk saya.

(6)
(7)
(8)
(9)

viii

ABSTRAK

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN MOBILE PAYMENT PADA

TEKNOLOGI PEMBAYARAN OVO

(Studi Empiris Konsumen di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)

Valentina Ayudya Jayaningrum NIM : 152114051

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan teknologi mobile payment pada teknologi pembayaran OVO dengan mengintegrasikan teori Technology Acceptance Model (TAM), mobile payment characteristics, trust, dan security and privacy. Mobile payment berkembang karena penggunaan smartphone sebagai alat pembayaran semakin meningkat. Penggunaan smartphone sebagai alat pembayaran dapat dipengaruhi oleh faktor mobile payment characteristics, trust, dan security and privacy.

Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Sampel dalam penelitian ini adalah pengguna OVO di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan jumlah responden 207 responden. Data diperoleh melalui kuesioner online dan wawancara telepon. Teknik analisis data yang digunakan adalah Smart Partial Least Square (PLS) 3.0.

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan OVO yaitu mobile payment characteristics, trust, dan security and privacy. OVO memiliki karakteristik mobility, reachability, compatibility, convenience. Namun, karakteristik mobility dalam penelitian ini tidak terdukung karena pengguna tidak merasakan manfaat, kemudahan, dan sikap positif untuk menggunakan OVO dimana saja dan kapan saja. Selain itu, trust tidak terdukung karena belum semua pengguna merasa percaya terhadap OVO karena pengguna tidak yakin proses top-up saldo akan masuk kedalam akun. Namun terkait keamanan dan privasi terdukung karena pengguna sudah merasa percaya dengan teknologi yang digunakan OVO.

Kata Kunci: Technology Acceptance Model, Perceived usefulness, Perceived ease of use, Attitude toward using, Behavioral intention, Mobile Payment Characteristics, Mobility, Reachability, Compatibility, Convenience, Trust, dan Security and privacy.

(10)

ix

ABSTRACT

ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE ACCEPTANCE AND BEHAVIOR OF MOBILE PAYMENT IN OVO PAYMENT

TECHNOLOGY

(Empirical Study of Consumers in the Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi Region)

Valentina Ayudya Jayaningrum Student Number : 152114051

The purpose of this study is to find factors that influence the acceptance and the behavior of mobile payment of OVO payment technology by integrating the theory of Technology Acceptance Model (TAM), mobile payment characteristics, trust, and security. The development of mobile payment owes to the increasing use of smartphones as a payment device. The use of smartphones as a payment device can be affected by mobile payment characteristics, trust, and security.

This is a survey study. The sample of this study were the users of OVO in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi. The number of the participants were 207. The data was collected through online questionnaires and telephone interview. The data was analyzed by Partial Least Square (PLS) 3.0.

The result of this study shows that the factors that influence the acceptance and the behavior of OVO are mobile payment characteristics, trust, security and privacy. OVO has characteristics such as mobility, reachability, compatibility, and convenience. However, the characteristic of mobility was not supported in this study because the users do not get advantage, positive attitude, and was ease in using OVO anywhere and anytime. Besides, the characteristic of trust is not supported since not all of the users were sure that the top-up process for the balance would be added into their OVO account. However, the users trust the technology offered by OVO related to the security and privacy.

Key Word : Technology Acceptance Model, Perceived usefulness, Perceived ease of use, Attitude toward using, Behavioral intention, Mobile Payment Characteristics, Mobility, Reachability, Compatibility, Convenience, Trust, and Security and privacy.

(11)

x DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI ... v

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vi

HALAMAN KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. LATAR BELAKANG ... 1 B. RUMUSAN MASALAH ... 4 C. BATASAN MASALAH ... 4 D. TUJUAN PENELITIAN ... 4 E. MANFAAT PENELITIAN... 5 F. SISTEMATIKA PENULISAN ... 6

BAB II LANDASAN TEORI ... 8

A. Financial Technology (Fintech) ... 8

B. Mobile Payment ... 8

1. Perkembangan Mobile Payment ... 9

2. Mobile Payment Characteristics ... 11

C.Technology Acceptance Model (TAM) ... 12

D.Perceived Trust ... 14

E. Perceived Security and Privacy ... 15

F. Hasil Penelitian Terdahulu ... 15

(12)

xi

H. Perumusan Hipotesis ... 22

1. Mobility berpengaruh terhadap Perceived usefulness ... 22

2. Mobility berpengaruh terhadap Perceived ease of use ... 23

3. Reachability berpengaruh terhadap Perceived usefulness ... 24

4. Reachability berpengaruh terhadap Perceived ease of use ... 24

5. Compatibility berpengaruh terhadap Perceived usefulness ... 25

6. Compatibility berpengaruh terhadap Perceived ease of use ... 26

7. Convenience berpengaruh terhadap Perceived usefulness ... 27

8. Convenience berpengaruh terhadap Perceived ease of use ... 27

9. Perceived ease of use berpengaruh terhadap Perceived usefulness ... 28

10. Perceived usefulness berpengaruh terhadap Attitude Towards Using . 29 11. Perceived ease of use berpengaruh terhadap Attitude Towards Using 29 12. Perceived usefulness berpengaruh terhadap Behavioral intention ... 30

13. Perceived ease of use berpengaruh terhadap Behavioral intention ... 31

14. Attitude Towards Using berpengaruh terhadap Behavioral intention .. 32

15.Perceived Security and privacy berpengaruh terhadap Attitude Towards Using ... 32

16. Trust berpengaruh terhadap Attitude Toward Using ... 33

17. Trust berpengaruh terhadap Behavioral intention ... 34

18. Perceived ease of use berpengaruh terhadap Trust ... 34

19. Trust berpengaruh terhadap Perceived usefulness ... 35

BAB III METODE PENELITIAN ... 36

A. Jenis Penelitian ... 36

B. Subyek dan Obyek Penelitian ... 36

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 36

D. Teknik Pengambilan Sampel ... 37

E. Konstruk Penelitian dan Definisi Operasional ... 37

F. Pengukuran Konstruk ... 41

G. Teknik Pengumpulan Data ... 42

H. Teknik Analisis Data ... 44

(13)

xii

2. Analisis Data ... 44

3. Model Pengukuran (Outer Model) ... 45

a. Uji Validitas ... 45

1) Validitas Konvergen ... 46

2) Validitas Diskriminan ... 47

b. Uji Reliabilitas ... 48

c. Model Struktural (Inner Model) ... 48

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 50

A. Analisis Deskriptif ... 50

B. Analisis Data ... 59

1. Validitas Konvergen ... 60

2. Validitas Diskriminan ... 73

3. Uji Reliabilitas ... 74

C. Model Struktural (Inner Model) ... 75

D. Pembahasan Hipotesis ... 83

BAB V Kesimpulan dan Saran ... 92

A. Kesimpulan ... 92

B. Keterbatasan Penelitian ... 93

C. Saran………...93

DAFTAR PUSTAKA ... 94

(14)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Indikator Konstruk ... 40

Tabel 2. Data Responden ... 51

Tabel 3. Statistik Deskriptif Konstruk PU ... 52

Tabel 4. Statistik Deskriptif Konstruk PEOU ... 53

Tabel 5. Statistik Deskriptif Konstruk ATU ... 54

Tabel 6. Statistik Deskriptif Konstruk BI ... 54

Tabel 7. Statistik Deskriptif Konstruk Mobility ... 55

Tabel 8. Statistik Deskriptif Konstruk Reachability ... 56

Tabel 9. Statistik Deskriptif Konstruk Compatibility ... 56

Tabel 10. Statistik Deskriptif Konstruk Convenience ... 57

Tabel 11. Statistik Deskripsi Konstruk Security andPrivacy ... 58

Tabel 12. Statistik Deskriptif Konstruk Trust ... 58

Tabel 13. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Mobility ... 61

Tabel 14. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Reachability ... 62

Tabel 15. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Compatibility ... 63

Tabel 16. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Convenience ... 64

Tabel 17. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Perceived Usefulness ... 66

Tabel 18. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Perceived Ease Of Use ... 67

Tabel 19. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Attitude Toward Using ... 68

Tabel 20. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Behavioral intention ... 70

Tabel 21. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Security and Privacy ... 71

Tabel 22. Nilai Factor Loading untuk Konstruk Trust ... 72

Tabel 23. Diagonal AVE ... 74

Tabel 24. Nilai Composite Reliability dan Cronbach’s Alpha ... 75

Tabel 25. Nilai R Square ... 75

(15)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Technology Acceptance Model ... 14

Gambar 2. Model Penelitian yang Diusulkan ... 22

Gambar 3. Validitas Konvergen untuk Konstruk Mobility ... 61

Gambar 4. Validitas Konvergen untuk Konstruk Reachability ... 62

Gambar 5. Validitas Konvergen untuk Konstruk Compatibility... 63

Gambar 6. Validitas Konvergen untuk Konstruk Convenience ... 65

Gambar 7. Validitas Konvergen untuk Konstruk Perceived Usefulness ... 66

Gambar 8. Validitas Konvergen untuk Konstruk Perceived Ease Of Use... 67

Gambar 9. Validitas Konvergen untuk Konstruk Attitude Toward Using ... 69

Gambar 10. Validitas Konvergen untuk Konstruk Behavioral Intention ... 70

Gambar 11. Validitas Konvergen untuk Konstruk Security and privacy ... 71

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan berjalannya teknologi yang berkembang pesat, kehidupan masyarakat saat ini menginginkan pergerakan yang cepat, efektif, dan efisien. Perkembangan teknologi juga dipengaruhi gaya hidup penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Laudon dan Laudon (2014), internet memiliki beberapa manfaat diantaranya membantu pengguna untuk mendapatkan infomasi dari web, untuk berkirim pesan dengan pengguna lainnya, untuk mendapatkan hiburan, untuk diskusi dalam suatu grup, dan transfer file antar komputer. Selain penggunaan internet yang semakin meningkat, penggunaan terhadap teknologi smartphone saat ini pun juga meningkat. Smartphone memberikan kemudahan bagi orang-orang dalam menjalankan aktivitas melakukan pembayaran atas pembelian sehari-hari dengan menggunakan perangkat seluler.

Adanya perangkat seluler dan perkembangan teknologi nirkabel di tengah kehidupan masyarakat menyebabkan mobile payment berkembang pesat (Teo et al., 2015). Penggunaan perangkat seluler sebagai alat pembayaran sudah didukung oleh Bank Indonesia sejak tahun 2009. Bank Indonesia (www.bi.go.id) mendorong peralihan transaksi non-tunai tersebut dengan mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNTNT) pada tanggal 14 Agustus 2014. Salah satu aplikasi yang mendukung transaksi pembayaran non-tunai yaitu OVO. Aplikasi ini diresmikan pada Maret 2017. OVO

(17)

merupakan suatu aplikasi yang dapat kita gunakan untuk melakukan transaksi pembelian yang dilakukan. OVO dapat digunakan dalam pembayaran jasa, makanan dan minuman, hiburan, serta pembayaran pada salah satu e-commerce di Indonesia. OVO (www.ovo.id) adalah “aplikasi smart yang memberikan Anda kemudahan dalam bertransaksi (OVO Cash) dan juga kesempatan yang lebih besar untuk mengumpulkan poin di banyak tempat (OVO Points)”.

Prosedur penggunaan OVO pertama kali dilakukan dengan cara deposito sejumlah uang ke akun OVO. Nantinya, saldo pada akun OVO tersebut dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran atas pembelian barang yang dilakukan. OVO saat ini sudah digunakan di pasar tradisional, warung pinggir jalan, dan kios kaki lima. Dengan demikian, tempat-tempat tersebut sudah melakukan kerjasama dengan OVO. Pada beberapa transaksi atau pembayaran yang dilakukan, pengguna akan memperoleh cashback dalam bentuk OVO points. OVO points tersebut nantinya juga dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas pembelian yang dilakukan. Aplikasi ini memiliki dampak positif yaitu (Tabloid Kontan, 2019:8) memfasilitasi proses transaksi yang cepat dan mudah karena menggunakan handphone untuk melakukan pembayaran sehingga lebih aman dari pencurian dan penipuan uang palsu. Namun, OVO juga memiliki dampak negatif dalam penggunaannya yaitu sinyal yang tidak stabil untuk melakukan transaksi pembayaran atas pembelian.

(18)

Saat aplikasi OVO ini diresmikan, pihak OVO sendiri tidak memberikan pelatihan dan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, namun untuk pelatihan penggunaannya OVO hanya menyediakan video terkait cara menggunakan aplikasinya yang di upload di akun youtube milik OVO. Sementara itu, sosialisasi yang dilakukan OVO saat ini dengan mendirikan booth OVO di mall atau di kampus seperti mendirikan OVO Experience Zone di Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam acara UPH Festival ke-24 (www.beritasatu.com). Pengenalan OVO kepada masyarakat juga dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai merchant dengan memberikan cashback. Meski demikian, hingga akhir bulan November 2018 OVO sudah terinstal di 115 juta perangkat seluler yang tersebar sebanyak 33% di wilayah Jabodetabek dan 67% lainnya berada di luar wilayah Jabodetabek (kompas.com).

Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan pengguna mobile payment pada teknologi pembayaran OVO. Faktor-faktor tersebut adalah mobile payment characteristics, trust, dan security and privacy. Penelitian ini mengintegrasi penelitian terdahulu terkait Technology Acceptance Model (TAM) oleh Davis et al. (1986), mobile payment characteristics Kim et al. (2010), trust oleh Gefen et al. (2003), dan security and privacy oleh Nasri dan Charfeddine (2012). Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi untuk memberikan informasi yang berguna dalam penggunaan OVO sebagai alat pembayaran non-tunai, khususnya mengenai karakteristik pengguna, kepercayaan

(19)

pengguna, serta keamanan dan privasi pengguna. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk beralih menggunakan pembayaran non-tunai.

Adanya teknologi terbaru ini diharapkan pekerjaan manusia khususnya dalam hal bertransaksi dan melakukan pembayaran dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penelitian ini mengambil judul yaitu “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAN PENGGUNAAN MOBILE

PAYMENT PADA TEKNOLOGI PEMBAYARAN OVO (Studi Empiris Konsumen di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)” B. Rumusan Masalah

Faktor-faktor apa yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan mobile payment pada teknologi pembayaran OVO?

C. Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini adalah pengguna teknologi OVO yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan menggunakan OVO sebagai alat pembayaran atas pembelian barang yang dilakukan.

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan teknologi mobile payment pada teknologi pembayaran OVO.

(20)

E. Manfaat Penelitian 1. Bagi masyarakat :

a. Dapat memperkenalkan teknologi terbaru OVO kepada masyarakat.

Tidak semua masyarakat sudah mengetahui teknologi terbaru OVO sehingga melalui penelitian ini diharapkan pembaca dapat mendapat informasi mengetahui teknologi pembayaran non-tunai terbaru OVO.

b. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan metode non-tunai khususnya OVO sebagai alat pembayaran

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan metode pembayaran non -tunai sebab semakin hari pembayaran menggunakan metode -tunai perlahan mulai ditinggalkan. Masyarakat diharapkan beralih menggunakan teknologi OVO karena teknologi ini dapat memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi pembayaran. 2. Bagi Universitas Sanata Dharma

a. Dengan penelitian ini diharapkan dapat menambah koleksi penelitian dari Universitas Sanata Dharma khususnya penelitian yang berkaitan dengan teknologi terbaru OVO.

b. Penelitian ini diharapkan juga dapat menjadi referensi bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan penelitian terkait OVO.

(21)

3. Bagi penulis :

a. Berkontribusi dalam memberikan informasi mengenai alat pembayaran OVO

Melalui penelitian ini, penulis ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat dalam memberikan informasi terkait teknologi terbaru OVO.

b. Semakin memahami teknologi pembayaran non-tunai

Melalui penelitian ini, penulis ingin mendapatkan informasi dan pengetahuan tambahan mengenai teknologi pembayaran non -tunai.

c. Mengetahui persepsi konsumen dalam menggunakan OVO

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil terkait persepsi konsumen dalam penggunaan teknologi OVO, sehingga penulis berharap mendapatkan manfaat berupa hasil persepsi konsumen dalam penggunaan teknologi OVO.

4. Sistematika Penulisan

Bab I : Pendahuluan

Bab I menjelaskan terkait latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

Bab II : Landasan Teori

Bab II menjelaskan teori yang digunakan untuk mendukung penelitian dan perumusan hipotesis penelitian.

(22)

Bab III : Metode Penelitian

Bab III menjelaskan terkait jenis penelitian, subyek dan obyek penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode dan desain penelitian, teknik pengumpulan data, variabel penelitian, teknis analisis data, dan uji validitas dan reliabilitas.

Bab IV : Analisis Data dan Pembahasan

Bab IV menjelaskan terkait deskripsi data, analisis data, serta pembahasan.

Bab V : Penutup

Bab V terdiri dari kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran.

(23)

8

BAB

II LANDASAN TEORI A. Financial Technology (Fintech)

Menurut Bank Indonesia (www.bi.go.id), “fintech merupakan hasil gabungan jasa keuangan dengan teknologi yang mengubah model bisnis tunai menjadi non-tunai serta dapat mengubah sistem pembayaran di masyarakat dan membantu perusahaan menekan biaya yang terlalu tinggi.”

Selanjutnya menurut Kim et al. (2015) fintech adalah industri yang menggunakan teknologi informasi yang berpusat seluler dan digunakan untuk meningkatkan efisiensi sistem keuangan, sementara itu menurut Leong dan Sung (2018) fintech didefinisikan sebagai “sarana yang menggabungkan keuangan, manajemen teknologi, dan manajemen inovasi. Fintech dalam aspek keuangan mengatakan bahwa pembayaran non-tunai menjadi kunci dalam perkembangan suatu tren. Banyak perusahaan yang mengembangkan sistem pembayarannya bagi konsumen.”

B. Mobile Payment

Menurut Antovski dan Gusev (2003) mobile payment merupakan alternatif pembayaran menggunakan perangkat elektonik, sementara itu menurut Mallat (2007) mobile payment didefinisikan sebagai penggunaan perangkat seluler untuk transaksi pembayaran atau transfer dana ke penerima secara langsung maupun dengan perantara. Selanjutnya, teori lainnya mendefinisikan “mobile payment adalah alat penyelesaian pembayaran dan

(24)

transaksi antara dua pihak dengan cepat, nyaman, aman, sederhana, dan dapat digunakan kapan dan dimana saja dengan perangkat seluler.” (Liébana-cabanillas et al., 2014).

1. Perkembangan Mobile Payment

Menurut Liu et al. (2015) 20 tahun terakhir, tepatnya mulai tahun 1994 hingga tahun 2014, menjadi masa perkembangan teknologi diantaranya yaitu mengubah praktik bisnis dan inovasi dalam sistem informasi keuangan. Mobile payment dipandang secara luas sebagai revolusi berikutnya dalam teknologi pembayaran. Kemajuan komunikasi dan teknologi informasi menjadi peran penting dalam melakukan inovasi pembayaran ini.

Evolusi mobile payment dimulai dengan diperkenalkan mobile payment melalui SMS pada tahun 1997. Pada tahun yang sama, dua mesin penjual otomatis Coca Cola di Finlandia juga sudah mulai menggunakan SMS sebagai alat pembayaran dan layanan perbankan berbasis ponsel juga diluncurkan di Finlandia. Selanjutnya, pada tahun 2001 penggunaan perbankan online semakin meluas. Di tahun tersebut perusahaan jaringan 3G diluncurkan. Pada tahun 2002 eBay’s mengakuisisi Paypal. Pada tahun 2004 NFC (near Field Communication) forum dibentuk dan Mobilelime mulai menawarkan pembayaran seluler berbasis NFC.

Pada tahun 2005, NTT DoCoMo meluncurkan layanan pembayaran seluler DCMX di Jepang. Di tahun berikutnya, mobil WiMax standar untuk jaringan 4G hadir di Korea dan pada tahun yang sama layanan cloud

(25)

computing pertama kali ditawarkan oleh Amazon Web Services (AWS). Pada tahun 2007, Apple memperkenalkan iphone original berbasis layanan transfer uang yang tersebar di Afrika. Pada tahun 2008 HTC memperkenalkan smartphone pertama yang berbasis android. Setahun kemudian, Long Term Evolution (LTE) 4G pertama kali diluncurkan di Eropa. Pada tahun 2010 aplikasi square untuk membaca kartu kredit diluncurkan di smartphone berbasis iOS dan android. Pada tahun tersebut penggunaan layanan perbankan berbasis seluler mulai tersebar luas.

Pada tahun 2011 google wallet, mobile payment berbasis NFC, diluncurkan di Amerika Serikat dan perusahaan handset meluncurkan lebih dari 40 smartphone berbasis NFC. Di tahun 2012 Paypal bekerja sama dengan 15 toko retail yang menggunakan pembayaran berbasis cloud, pada tahun yang sama Apple memberikan paten untuk teknologi iWallet miliknya dan Softcard menggunakan mobile payment berbasis NFC di Austin dan Salt Lake City di Amerika Serikat.

Aplikasi seluler dapat digunakan untuk transfer uang, mobile payment berbasis NFC dan card readers menjadi milik AT&T, Vantiv untuk penerimaan mobile payment, dan platforms NFC mulai diluncurkan. Nasabah bank menggunakan kembali pembayaran kartu kredit virtual dan pembayaran QR-code di Cina. Apple juga meluncurkan iPhone 6 yang didukung NFC dan menggunakan Apple Pay sebagai layanan pembayaran. Apple pay juga bekerja sama dengan MasterCard, Visa, dan American Express NFC POS

(26)

2. Mobile Payment Characteristics

Kim et al. (2010) membagi karakteristik mobile payment menjadi empat yaitu mobility, reachability, compatibility, dan convenience.

a. Mobility

Menurut Tai dan Liu (2015) “mobility adalah penentu yang digunakan untuk mengukur sejauh mana seseorang merasakan manfaat yang diterima dalam konteks waktu, ruang, dan akses layanan.” Sementara itu, menurut Schierz et al. (2010) tren umum masyarakat yang menggunakan perangkat seluler (mobile) terhadap penggunaan mobile payment memiliki sikap positif dan niat yang timbul untuk menggunakan. Selanjutnya, menurut Kim et al. (2010) mobility dapat memperluas jaringan dan memungkinkan untuk melakukan akses informasi, komunikasi, dan layanan dimana dan kapan saja.

b. Reachability

Menurut Liang dan Wei (2004) reachability dikategorikan sebagai “layanan waktu krisis” dimana penyedia layanan memberikan pemberitahuan melalui pesan singkat pada perangkat seluler. Di sisi lain, menurut Kim et al. (2010) reachability adalah layanan seluler yang disediakan oleh penyedia layanan yang dapat dijangkau dengan mudah oleh pengguna perangkat seluler.”

(27)

c. Compatibility

Schierz et al. (2010) menyatakan compatibility menjadi pertimbangan seseorang menggunakan mobile payment karena penggunaan mobile payment akan berpengaruh terhadap perilaku pengguna. Sementara itu, menurut Yang et al. (2012) apabila seseorang dapat menyesuaikan mobile payment dalam kehidupan sehari-harinya dengan baik, hal ini mempengaruhi niat seseorang untuk mau menggunakan mobile payment.

d. Convenience

Menurut Xu dan Zealand (2006) kenyamanan menjadi salah satu faktor pengguna mau menggunakan mobile payment karena pengguna dapat mengakses layanan dimana saja dan kapan saja. Selanjutnya teori lain menurut Kim et al. (2010), “kenyamanan adalah kombinasi dari kepuasan waktu dan tempat.” Sementara itu, menurut Liu et al. (2015) kenyamanan yang dirasakan oleh pengguna dapat meningkatkan potensi penerimaan pengguna akan mobile payment.

C. Technology Acceptance Model (TAM)

Technology Acceptance Model (TAM) menurut Davis et al. (1986) merupakan suatu model penerimaan sistem teknologi informasi yang akan digunakan oleh pemakai. Technology Acceptance Model (TAM) memiliki 5 konstruk dengan 2 konstruk utama yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use serta 3 konstruk lainnya yaitu attitude toward using, behavioral

(28)

intention, dan actual use. Perceived usefulness adalah suatu keyakinan bahwa seseorang yang menggunakan sistem atau teknologi dalam bekerja akan meningkatkan performa pekerjaannya, sedangkan perceived ease of use adalah suatu keyakinan bahwa seseorang yang menggunakan suatu sistem atau teknologi akan bebas dari usaha. Sementara itu, attitude toward using adalah perasaan positif atau negatif seseorang ketika harus melakukan suatu perilaku dalam penggunaan teknologi. Behavioral intention to use adalah keinginan dari seseorang untuk melakukan suatu hal terhadap teknologi. Actual use adalah tindakan atau penggunaan sesungguhnya yang dilakukan seseorang terhadap teknologi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perceived of usefulness dan perceived ease of use dapat mempengaruhi pengguna teknologi dalam minat perilaku yang berarti pengguna akan menggunakan teknologi bila merasa bahwa teknologi tersebut dirasakan bermanfaat dan mudah dalam penggunaannya.

Selanjutnya terdapat penelitian lain terkait dengan TAM yang dilakukan oleh Masrom pada tahun 2007. Dalam penelitian tersebut, Masrom (2007) mengungkapkan TAM terdiri dari 4 konstruk yaitu perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward using, dan behavioral intention. Sementara itu, penelitian Masrom (2007) menyatakan bahwa perceived usefulness dan perceived ease of use lebih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap behavioral intention dibandingkan attitude toward using. Di sisi lain, Masrom (2007) juga menyatakan bahwa TAM lebih bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi penerimaan teknologi.

(29)

D. Perceived Trust

Definisi menurut Gefen et al. (2003) kepercayaan adalah aspek sentral dalam transaksi ekonomi karena kebutuhan manusia yang mendalam untuk memahami lingkungan sosial yang ada dengan mengidentifikasi apa, kapan, mengapa, dan bagaimana orang berperilaku. Gefen et al. (2003) menambahkan bahwa kepercayaan dapat membantu mengurangi kekhawatiran konsumen dalam menggunakan e-commerce.

Sementara menurut Ennew dan Sekhon (2007), kepercayaan pengguna tergantung dengan adanya resiko, dimana peran kepercayaan penting untuk menghadapi tingkat resiko yang mungkin terjadi. Sementara itu, menurut Kim et al. (2008) kepercayaan didefinisikan sebagai strategi penting bagi konsumen dalam mengurangi resiko yang mungkin terjadi, dimana pengguna akan mempercayai resiko yang ditimbulkan lebih sedikit apabila pengguna memiliki kepercayaan.

Gambar 1. Technology Acceptance Model

(30)

E. Perceived Security and Privacy

Definisi perceived security and privacy menurut Bhimani (1996) menyatakan bahwa keamanan dan privasi bergantung pada rasa menghormati antar pengguna. Sementara itu, Sayar dan Wolfe (2007) mengungkapkan bahwa keamanan dan privasi adalah pertimbangan keputusan pengguna untuk menggunakan teknologi agar terhindar dari kerugian finansial dalam penggunaan internet banking. Selanjutnya menurut Sohail dan Shaikh (2007) keamanan dan privasi melindungi pengguna dari resiko penipuan dan kerugian finansial dalam penggunaan internet. Sementara itu, menurut Teo et al. (2015) pengguna memiliki keraguan terhadap keamanan dan privasi pembayaran jika terjadi penipuan dan pencurian identitas. Apabila sistem tersebut bebas dari penipuan dan pencurian, maka pengguna tertarik untuk menggunakannya. F. Hasil Penelitian Terdahulu

Davis et al. (1989) meneliti tentang pengembangan dan pengujian model teoritis dari karakteristik sistem pada penerimaan pengguna komputer yang berbasis sistem informasi. Model tersebut adalah Technology Acceptance Model (TAM). Tujuan dari model tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang persepsi penerimaan pengguna terhadap teknologi dan melakukan evaluasi penerimaan tersebut.

TAM memiliki konstruk utama yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use. Perceived usefulness didefinisikan sebagai seseorang akan menggunakan suatu sistem apabila mereka percaya bahwa sistem tersebut dapat membantu dalam meningkatkan performa kinerja mereka, sementara

(31)

perceived ease of use didefinisikan sebagai seseorang akan percaya bahwa dengan menggunakan suatu sistem mereka akan terbebas dari usaha. Sistem yang mudah digunakan akan lebih diterima dan disukai oleh pengguna.

Kim et al. (2010) meneliti tentang analisis faktor adopsi mobile payment menggunakan user-centric factors (inovasi individu dan pengetahuan terkait mobile payment) dan karakteristik pengguna. Karakteristik mobile payment terdiri dari empat faktor yang digunakan yaitu mobility, reachability, compatibility, dan convenience. Hasilnya, pengguna yang memiliki faktor inovasi yang tinggi merasa mudah dalam menggunakan mobile payment dan pengguna yang memiliki pengetahuan terkait mobile payment tidak sulit untuk beradaptasi dalam penggunaan mobile payment. Selain itu, pengguna yang memiliki pengetahuan terkait mobile payment tidak akan mengalami kesulitan untuk menggunakan mobile payment.

Hasil dari karakteristik mobile payment yaitu mobility memiliki pengaruh signifikan terhadap perceived ease of use tetapi tidak memiliki pengaruh terhadap perceived usefulness. Selanjutnya, reachability dan convenience memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap perceived usefulness dan perceived ease of use, sementara compatibility tidak memiliki pengaruh terhadap perceived usefulness maupun perceived ease of use.

Yi & Hwang (2003) meneliti terkait perluasan model penerimaan teknologi dengan menggabungkan konstruk self-efficacy, kenikmatan (enjoyment), dan tujuan pembelajaran dengan orientasi (learning goal) untuk memprediksi penggunaan sistem informasi berbasis web. Dalam penelitian ini

(32)

menyertakan 109 subyek dengan menggunakan sistem blackboard yaitu sistem kelas manajemen yang berbasis web. Survei dilakukan dengan melakukan percobaan selama 2 minggu dan pencatatan sebenarnya dilaksanakan lebih dari 8 minggu.

Hasilnya, sebagian besar mendukung model yang diusulkan yaitu self-efficacy, enjoyment, dan learning goal menunjukkan peranan penting yang berguna sebagai keputusan untuk menggunakan teknologi berbasis web dan penggunaan aktual selanjutnya.

Gardner dan Amoroso (2004) meneliti terkait pengembangan model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model) dengan membuat modifikasi instrumen untuk mempelajari penerimaan teknologi oleh pengguna. Pada penelitian ini, konstruksi asli dari technology acceptance model dipertahankan dan menambah konstruk jenis kelamin, pengalaman, kompleksitas, dan kesukarelaan yang digunakan untuk memprediksi perceived usefulness, perceived ease of use, dan behavioral intention. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengalaman pengguna dalam menggunakan suatu teknologi akan berpengaruh secara positif terhadap kegunaan yang dirasakan dan niat perilaku. Kesukarelaan juga mempengaruhi secara positif niat untuk menggunakan internet, kompleksitas mempengaruhi secara signifikan terhadap kegunaan yang dirasakan, serta jenis kelamin juga memainkan peran penting dalam penggunaan internet.

Gefen et al. (2003) meneliti terkait kepercayaan konsumen terhadap perceived usefulness dan perceived ease of use. Penelitian ini terkait

(33)

konsumen yang sudah secara berulang melakukan pembelian secara online dan menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen sama pentingnya dengan perceived usefulness dan perceived ease of use yang dirasakan konsumen. Dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana aspek trust dan Technology Acceptance Model (TAM) yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use mempengaruhi intensitas pembelian secara online. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan untuk membeli barang secara online dibangun melalui keyakinan bahwa vendor tidak menipu, keyakinan bahwa ada mekanisme keamanan dan privasi dalam web, dan mudah untuk digunakan.

Nasri dan Charfeddine (2012) meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi nasabah Bank Tunisia dalam mengadopsi internet banking dengan menggunakan dasar Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Planned Behavior (TPB). Konstruk yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konstruk keamanan dan privasi, self-efficacy, dukungan pemerintah, perceived usefulness, perceived ease of use, norma sosial, kontrol perilaku dan niat dalam menggunaan internet banking. Hasilnya memungkinkan bank untuk mengembangkan internet banking. Namun, bank juga harus meningkatkan keamanan dan privasi data nasabah serta pemerintah harus berperan mendukung adanya internet banking dengan undang-undang (UU) yang jelas. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konstruk keamanan dan privasi, self-efficacy, dukungan pemerintah, perceived usefulness, perceived ease of use, norma sosial, kontrol perilaku dan niat

(34)

dalam menggunaan internet banking menjadi faktor yang signifikan untuk memprediksi niat nasabah dalam menggunakan internet banking.

Agag dan El-Masry (2016) meneliti terkait pengembangan dan pengujian niat pelanggan untuk melakukan pembelian tiket online dimana kehadiran online travel semakin berkembang dan mengarah dalam industri perjalanan. Penelitian ini berusaha untuk mengembangkan dan menguji secara empiris niat pelanggan untuk melakukan pembelian online travel dengan menggunakan dasar The Innovation Diffusion Theory (IDT) dan Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IDT dan TAM yang dihubungkan dengan kepercayaan dapat meningkatkan niat konsumen untuk memiliki niat positif melakukan pembelian online travel. Kepercayaan konsumen untuk melakukan pembelian online travel dipengaruhi pula oleh kegunaan (perceived usefulness) dan kemudahan (perceived ease of use).

Schierz et al. (2010) meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi niat konsumen dalam menggunakan mobile payment. Mobile payment menjadi semakin umum dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih terdapat kurangnya penerimaan mobile payment dikalangan konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh compatibility, mobility, dan subjective norm dalam meningkatkan niat konsumen dalam menggunakan mobile payment. Penelitian ini menggunakan 6 faktor konstruk yaitu compatibility, mobility, subjective norm, perceived usefulness, perceived security and privacy, dan perceived ease of use yang dikaitkan dengan niat seseorang

(35)

dalam menggunakan mobile payment. Hasilnya, compatibility memiliki nilai yang paling tinggi, disusul dengan mobility dan subjective norm. Sementara itu, perceived usefulness, perceived security and privacy, dan perceived ease of use memiliki nilai terendah yang berarti memiliki pengaruh paling kecil dalam meningkatkan niat seseorang dalam menggunakan mobile payment. Compatibility memiliki pengaruh terbesar pada niat seseorang untuk menggunakan mobile payment, dimana seseorang harus dapat menyesuaikan dengan pola perilaku yang ada. Kedua, mobility menjadi pendorong penerimaan mobile payment dimana pengguna cenderung akan mendapatkan keuntungan signifikan dimasa mendatang.

G. Kerangka Berpikir dan Hipotesis

Munculnya teknologi ponsel dan smartphone pada awal tahun 2000-an menunjukkan bahwa Indonesia sudah memasuki era fintech 3.0. Menurut Kim et al. (2010) mobile payment memiliki beberapa karakteristik yaitu mobilitas (mobility), kemudahan untuk dijangkau (reachability), adanya kesesuaian (compability), dan kenyamanan (convenience). Karakteristik dari mobile payment ini perlu untuk dipahami karena akan berpengaruh terhadap kemudahan dalam penggunaan mobile payment serta akan berpengaruh kepada peningkatan kinerja pengguna.

Dalam penggunaan mobile payment perlu untuk memiliki rasa percaya di dalamnya, karena rasa percaya itu akan mempengaruhi niat pengguna dalam menggunakan mobile payment (Marakarkandy:2016). Selain itu pengguna yang memiliki rasa percaya terhadap suatu mobile payment akan memiliki

(36)

sikap yang positif terhadap mobile payment tersebut. Kepercayaan juga akan mempengaruhi manfaat yang dirasakan pengguna. Kemudahan penggunaan mobile payment juga akan berpengaruh terhadap kepercayaan pengguna. Selain itu, keamanan dan privasi dalam penggunaan mobile payment juga menjadi penting sebab jika pengguna merasa tidak aman dalam menggunakan mobile payment, maka dapat mempengaruhi sikap pengguna terhadap mobile payment.

Sementara itu, pengguna akan menerima manfaat mobile payment ketika dapat meningkatkan performa kinerja pengguna serta mudah untuk dipahami dan digunakan. Ketika mobile payment tersebut mudah untuk dipahami dan digunakan, maka pengguna cenderung akan merasakan manfaat atas penggunaan mobile payment tersebut. Apabila mobile payment tersebut dirasa dapat meningkatkan performa kinerja pengguna dan penggunaannya mudah, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap sikap pengguna terhadap mobile payment.

Selain itu, jika sistem atau teknologi tersebut dapat meningkatkan performa kinerja pengguna dan mudah dalam penggunaannya maka hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap niat dari pengguna untuk menggunakan mobile payment. Perilaku individu didorong oleh niat perilaku, dimana niat perilaku adalah fungsi dari sikap individu terhadap perilaku dan norma subyektif. Dengan demikian ketika seseorang sudah memiliki niat untuk menggunakan mobile payment, maka seseorang tersebut akan

(37)

melakukan niat tersebut. Kerangka berpikir tersebut dituangkan dalam bentuk model penelitian sebagai berikut:

H. Perumusan Hipotesis

1. Mobility berpengaruh terhadap Perceived usefulness

Menurut Davis et al. (1986) perceived usefulness adalah suatu keyakinan apabila seseorang menggunakan suatu teknologi, maka akan teknologi tersebut akan membantu meningkatkan kinerjanya. Sementara itu, menurut Tai dan Liu (2015) definisi mobility adalah kondisi dimana suatu teknologi dapat digunakan dimana saja. Pernyataan didukung dengan penelitian yang dilakukan Schierz et al. (2010) yang menyatakan

Gambar 2. Model Penelitian yang Diusulkan

(38)

apabila suatu teknologi dapat digunakan dimana saja, maka akan meningkatkan niat pengguna dalam menggunakan teknologi tersebut.

Selanjutnya berdasarkan pernyataan tersebut, mobile payment pada teknologi pembayaran OVO dapat membantu pengguna untuk meningkatkan kinerjanya, sementara itu teknologi pembayaran OVO juga dapat digunakan dimana saja. Dengan demikian, OVO dapat meningkatkan kinerja penggunanya karena aplikasi ini dapat digunakan dimana saja. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H1: Mobility berpengaruh terhadap Perceived usefulness 2. Mobility berpengaruh terhadap Perceived ease of use

Davis et al. (1986) mengungkapkan bahwa perceived ease of use adalah keyakinan bahwa seseorang yang menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha, sementara itu menurut Tai dan Liu (2015) mobility adalah suatu kondisi bahwa suatu teknolgi dapat digunakan kapan saja. Pernyataan tersebut juga sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Schierz et al. (2010) yang menyatakan bahwa seseorang yang dapat menggunakan suatu teknologi kapan saja dapat meningkatkan niat dalam penggunaan teknologi tersebut.

Berdasarkan pernyataan tersebut, OVO merupakan mobile payment yang dapat memberi kemudahan dalam bertransaksi serta OVO juga merupakan mobile payment yang dapat digunakan kapan saja. Dengan demikian, OVO dapat mempermudah pengguna dalam bertransaksi karena

(39)

dapat digunakan kapan saja. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H2: Mobility berpengaruh terhadap Perceived ease of use 3. Reachability berpengaruh terhadap Perceived usefulness

Menurut Davis et al. (1986) perceived usefulness adalah keyakinan bahwa penggunaan suatu sistem akan meningkatkan kemampuan kinerjanya, sementara itu menurut Kim et al. (2010) reachability adalah kemudahan pengguna untuk menjangkau layanan suatu teknologi. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian Kim et al. (2010) menyatakan bahwa teknologi yang mudah dijangkau dapat meningkatkan kemampuan kinerjanya dan dapat meningkatkan niat seseorang untuk mau menggunakan teknologi tersebut.

Berdasarkan pernyataan diatas, teknologi OVO memberikan fasilitas layanan seluler yang mudah dijangkau oleh penggunanya, serta penggunaan teknologi OVO dapat meningkatkan kinerja pengguna dalam bertransaksi menggunakan OVO. Dengan demikian, teknologi tersebut dapat meningkatkan kinerja pengguna karena layanan seluler OVO mudah dijangkau oleh pengguna. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H3: Reachability berpengaruh terhadap Perceived usefulness 4. Reachability berpengaruh terhadap Perceived ease of use

Menurut Davis et al. (1986) perceived ease of use adalah keyakinan bahwa seseorang yang menggunakan suatu sistem akan

(40)

memberi kemudahan dalam bekerja, sementara itu menurut Kim et al. (2010) mengungkapkan bahwa reachability adalah jangkauan terhadap layanan yang disediakan oleh penyedia teknologi tersebut. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian dari Kim et al. (2010) menyatakan apabila layanan dari suatu teknologi dapat dijangkau pengguna, maka akan memberi kemudahan bagi pengguna.

Selanjutnya, pengguna mobile payment OVO dapat menjangkau fasilitas layanan seluler yang disediakan OVO dan memberikan kemudahan pengguna dalam bertransaksi menggunakan OVO. Dengan demikian, aplikasi tersebut dapat mempermudah pengguna dalam bertransaksi karena pengguna dapat menjangkau layanan seluler OVO. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H4: Reachability berpengaruh terhadap Perceived ease of use 5. Compatibility berpengaruh terhadap Perceived usefulness

Davis et al. (1986) mengungkapkan bahwa perceived usefulness adalah suatu keyakinan bahwa penggunaan sistem akan memberikan manfaat dalam pekerjaan seseorang, sementara itu menurut Schierz et al. (2010) menyatakan compatibility adalah kondisi dimana suatu sistem dapat disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari pengguna. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian Kim et al. (2010) yang menyatakan bahwa mobile payment yang mudah untuk disesuaikan dengan kehidupan pengguna akan memberikan manfaat dalam pekerjaan pengguna.

(41)

Berdasarkan penyataan tersebut, OVO adalah mobile payment yang mudah untuk disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari pengguna, selain itu penggunaan mobile payment OVO juga memberikan manfaat pada pekerjaan pengguna. Dengan demikian, OVO memberikan manfaat bagi pengguna dalam bertransaksi karena mudah disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari pengguna. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis berikut:

H5: Compatibility berpengaruh terhadap Perceived usefulness 6. Compatibility berpengaruh terhadap Perceived ease of use

Menurut Davis et al. (1986) perceived ease of use adalah keyakinan bahwa penggunaan sistem dapat mempermudah pekerjaan, sementara itu menurut Schierz et al. (2010) compatibility adalah keadaan dimana suatu sistem dapat disesuaikan dengan aktivitas pengguna. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian Kim et al. (2010) yang menyatakan bahwa sistem yang dapat disesuaikan dengan aktivitas akan mempermudah pekerjaan penggunanya.

Berdasarkan pernyataan diatas, OVO merupakan sistem yang mudah untuk disesuaikan dengan aktivitas penggunanya. OVO juga merupakan suatu sistem yang dapat mempermudah transaksi pembayaran. Dengan demikian, OVO dapat mempermudah transaksi pembayaran atas pembelian barang karena mudah disesuaikan dengan aktivitas penggunanya. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hippotesis sebagai berikut:

(42)

H6: Compability berpengaruh terhadap Perceived ease of use 7. Convenience berpengaruh terhadap Perceived usefulness

Davis et al. (1986) mengungkapkan bahwa perceived usefulness adalah kepercayaan seseorang bahwa penggunaan suatu sistem dapat meningkatkan kinerjanya, sementara itu menurut Xu dan Zealand (2006)

convenience adalah kondisi dimana seseorang nyaman dalam

menggunakan suatu sistem. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian dari Kim et al. (2010) yang menyatakan bahwa suatu sistem yang nyaman digunakan maka dapat meningkatkan kinerja pengguna.

Atas pernyataan diatas, OVO adalah suatu sistem yang dapat meningkatkan kinerja penggunanya serta OVO adalah suatu sistem yang nyaman untuk digunakan. Dengan demikian, OVO merupakan suatu sistem yang nyaman digunakan dan dapat meningkatkan kinerja pengguna dalam melakukan transaksi pembayaran. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis berikut:

H7: Convenience berpengaruh terhadap Perceived usefulness 8. Convenience berpengaruh terhadap Perceived ease of use

Menurut Davis et al. (1986) perceived ease of use adalah keyakinan bahwa suatu teknologi dapat mempermudah pekerjaan, sementara itu menurut Xu dan Zealand (2006) convenience adalah kondisi dimana suatu teknologi nyaman untuk digunakan. Hal tersebut didukung oleh penelitian Kim et al. (2010) yang menyatakan bahwa teknologi yang nyaman digunakan akan mempermudah pekerjaan pengguna.

(43)

Berdasarkan pernyataan diatas, OVO merupakan suatu teknologi yang mempermudah pekerjaan dan juga merupakan teknologi yang nyaman digunakan. Dengan demikian, pengguna akan merasakan kemudahan dalam bertransaksi menggunakan OVO karena teknologi tersebut nyaman untuk digunakan. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis berikut:

H8: Convenience berpengaruh terhadap Perceived ease of use

9. Perceived ease of use berpengaruh terhadap Perceived usefulness Davis et al. (1986) menyatakan perceived usefulness adalah kepercayaan pengguna bahwa suatu teknologi dapat memberikan manfaat bagi pekerjaannya, sementara itu Davis et al. (1986) juga mengungkapkan perceived ease of use kepercayaan bahwa suatu teknologi dapat mempermudah pengguna dalam bekerja. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian dari Davis et al. (1986) yang menyatakan bahwa teknologi yang mudah untuk digunakan dapat memberikan manfaat bagi penggunanya.

Berdasarkan pemaparan diatas, OVO adalah teknologi yang dapat memberi manfaat bagi penggunanya dan OVO adalah teknologi yang mudah untuk digunakan. Dengan demikian, OVO akan memberikan manfaat bagi pengguna dalam melakukan transaksi karena merupakan teknologi yang mudah untuk digunakan. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis sebagai berikut:

(44)

10.Perceived usefulness berpengaruh terhadap Attitude Towards Using Menurut Davis et al. (1986) perceived usefulness didefinisikan sebagai kepercayaan seseorang bahwa penggunaan sistem dapat meningkatkan performa kerjanya, sementara itu menurut Davis et al. (1986) attitude towards using didefinisikan sebagai perasaan seseorang jika harus melakukan suatu hal. Selanjutnya dalam penelitian Schierz et al. (2010) menyatakan bahwa pengguna suatu sistem akan memiliki sikap positif apabila sistem tersebut dapat meningkatkan performa kerja pengguna.

Berdasarkan pernyataan tersebut, OVO merupakan suatu sistem yang dapat digunakan untuk meningkatkan performa kerja pengguna serta OVO dapat memberikan sikap positif terhadap penggunanya. Dengan demikian, pengguna memiliki sikap positif terhadap OVO karena dapat digunakan untuk meningkatkan performa atas transaksi yang dilakukan. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis berikut:

H10: Perceived usefulness berpengaruh terhadap attitude towards using 11.Perceived ease of use berpengaruh terhadap Attitude Towards Using

Menurut Davis et al. (1986) perceived ease of use didefinisikan sebagai kepercayaan seseorang bahwa menggunakan suatu sistem akan mempermudah aktivitasnya, sementara itu menurut Davis et al. (1986) attitude toward using didefinisikan sebagai perasaan positif dan negatif dari seseorang jika harus suatu tindakan. Pernyataan tersebut didukung

(45)

oleh penelitian Schierz et al. (2010) yang menyatakan bahwa sikap pengguna atas suatu sistem terbentuk karena sistem tersebut mempermudah aktivitasnya.

Atas pernyataan tersebut, OVO merupakan sistem yang dapat mempermudah aktivitas pengguna serta dapat menimbulkan sikap positif atas penggunaan sistem tersebut. Dengan demikian, OVO dapat menimbulkan sikap positif dari pengguna karena dapat mempermudah aktivitas. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H11: Perceived ease of use berpengaruh terhadap attitude towards using 12.Perceived usefulness berpengaruh terhadap Behavioral intention

Menurut Davis et al. (1986) perceived usefulness adalah keyakinan bahwa penggunaan sistem memberikan manfaat bagi pekerjaannya, sementara itu menurut Davis et al. (1986) behavioral intention adalah keinginan yang timbul untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Selanjutnya penjelasan tersebut didukung oleh penelitian Gardner dan Amoroso (2004) yang menyatakan bahwa suatu sistem yang bermanfaat akan mempengaruhi niat pengguna untuk mau menggunakan sistem tersebut.

Berdasarkan pemaparan tersebut, OVO merupakan sistem yang dapat memberikan manfaat bagi pekerjaan pengguna dan dapat menimbulkan keinginan seseorang untuk mau menggunakannya. Dengan demikian, seseorang yang merasa bahwa OVO memberikan manfaat bagi

(46)

pekerjaannya akan memiliki keinginan untuk mau menggunakannya. Berdasarkan pengungkapan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H12: Perceived usefulness berpengaruh terhadap behavioural intention 13.Perceived ease of use berpengaruh terhadap Behavioral intention

Menurut Davis et al. (1986) perceived ease of use adalah suatu keyakinan seseorang bahwa teknologi mempermudah kehidupannya, sementara itu menurut Davis et al. (1986) behavioral intention adalah niat seseorang untuk mau melakukan suatu hal. Penjelasan tersebut didukung oleh penelitian dari Gardner dan Amoroso (2004) menyatakan bahwa seseorang yang merasa bahwa suatu teknologi mempermudah kehidupannya, maka akan memiliki niat untuk menggunakan teknologi tersebut.

Atas pemaparan diatas, OVO merupakan suatu teknologi yang dapat mempermudah kehidupan pengguna dan dapat menimbulkan niat untuk menggunakannya. Dengan demikian, seseorang yang merasa OVO mempermudah kehidupan transaksi pengguna maka akan mempengaruhi niat pengguna untuk mau menggunakan aplikasi tersebut. Atas pengungkapan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis sebagai berikut:

(47)

14.Attitude Towards Using berpengaruh terhadap Behavioral intention Menurut Davis et al. (1986) attitude toward using adalah perasaan yang timbul jika seseorang harus melakukan suatu tindakan, sementara itu Davis et al. (1986) juga mengungkapkan bahwa behavioral intention adalah suatu minat seseorang untuk melakukan perilaku tertentu. Pemaparan tersebut didukung oleh penelitian Davis et al. (1986) yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki sikap positif terhadap suatu teknologi akan berpengaruh terhadap minatnya untuk mau menggunakan teknologi tersebut.

Berdasarkan pemaparan diatas, penggunaan OVO dapat menimbulkan sikap positif dari pengguna dan OVO juga dapat mempengaruhi minat pengguna dalam menggunakan OVO. Dengan demikian, seseorang yang memiliki sikap positif terhadap OVO akan memiliki minat untuk mau menggunakannya. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H14: Attitude towards using berpengaruh terhadap behavioural intention 15.Perceived Security and privacy berpengaruh terhadap Attitude Towards

Using

Menurut Davis et al. (1986) attitude toward using didefinisikan sebagai perasaan positif atau negatif yang ditimbulkan dari seseorang jika harus melakukan perilaku, sementara itu menurut Sayar dan Wolfe (2007) security and privacy adalah keyakinan pengguna bahwa penggunaan teknologi akan bebas dari penipuan dan pencurian. Penjelasan tersebut

(48)

didukung oleh penelitian Nasri dan Charfeddine (2012) yang menyatakan bahwa seseorang akan memiliki sikap positif terhadap suatu teknologi apabila teknologi tersebut bebas dari penipuan dan pencurian.

Berdasarkan penjelasan diatas, OVO merupakan teknologi yang aman dan terbebas dari penipuan dan pencurian serta dapat mempengaruhi sikap pengguna atas penggunaan teknologi tersebut. Dengan demikian, seseorang yang merasa aman dalam menggunakan OVO akan mempengaruhi sikapnya terhadap aplikasi tersebut. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis berikut:

H15: Perceived security and privacy berpengaruh terhadap attitude towards using

16.Trust berpengaruh terhadap Attitude Toward Using

Menurut Davis et al. (1986) attitude toward using didefinisikan sebagai perasaan seseorang jika harus melakukan suatu tindakan, sementara itu Gefen et al. (2003) juga mengungkapkan bahwa kepercayaan adalah suatu strategi untuk menghadapi resiko yang mungkin terjadi. Penjelasan tersebut didukung oleh penelitian Gefen et al. (2003) yang menyatakan bahwa seseorang akan memiliki suatu sikap atas teknologi apabila teknologi tersebut terpercaya.

Atas pernyataan diatas, OVO merupakan suatu teknologi yang terpercaya dan dapat menimbulkan sikap yang positif atas penggunaannya. Dengan demikian, seseorang yang percaya dalam menggunakan aplikasi OVO akan memiliki sikap yang positif terhadap aplikasi tersebut.

(49)

Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis berikut :

H16 : Trust berpengaruh terhadap attitude toward using 17.Trust berpengaruh terhadap Behavioral intention

Menurut Davis et al. (1986), behavioral intention adalah suatu keinginan seseorang untuk melakukan suatu hal tertentu, sementara menurutGefen et al. (2003) menyatakan bahwa kepercayaan adalah suatu keyakinan seseorang dalam menggunakan suatu teknologi. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian Gefen et al. (2003) yang menyatakan bahwa seseorang yang percaya terhadap suatu teknologi akan memiliki niat untuk mau menggunakan teknologi tersebut.

Atas pernyataan tersebut, OVO merupakan aplikasi yang dapat dipercaya dan dapat mempengaruhi niat seseorang untuk mau menggunakannya. Dengan demikian, seseorang yang memiliki rasa percaya dalam menggunakan OVO akan berpengaruh terhadap niatnya untuk mau menggunakan OVO. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengajukan hipotesis berikut:

H17: Trust berpengaruh terhadap behavioural intention 18.Perceived ease of use berpengaruh terhadap Trust

Menurut Davis et al. (1986) perceived ease of use didefinisikan sebagai keyakinan seseorang bahwa dengan menggunakan suatu sistem akan membuatnya terbebas dari usaha, sementara itu Gefen et al. (2003) juga menyatakan bahwa kepercayaan adalah suatu keyakinan pengguna

(50)

dalam menggunakan suatu sistem. Pernyataan tersebut didukung penelitian Gefen et al. (2003) yang menyatakan bahwa suatu sistem yang mudah untuk digunakan akan mempengaruhi kepercayaan pengguna atasnya.

Atas pemaparan diatas, OVO merupakan suatu sistem yang mudah untuk digunakan dan merupakan sistem yang terpercaya. Dengan demikian, seseorang yang mudah dalam menggunakan OVO akan memiliki kepercayaan atas aplikasi tersebut. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H18: Perceived ease of use berpengaruh terhadap trust 19.Trust berpengaruh terhadap Perceived usefulness

Davis et al. (1986) menyatakan perceived usefulness didefinisikan sebagai keyakinan pengguna bahwa suatu sistem akan meningkatkan aktivitasnya, sementara menurut Gefen et al. (2003) kepercayaan adalah keyakinan pengguna bahwa suatu sistem tersebut terpercaya. Pernyataan tersebut didukung penelitian dari Gefen et al. (2003) yang menyatakan bahwa suatu sistem yang dipercaya oleh pengguna akan dapat meningkatkan aktivitas pengguna.

Atas penjelasan tersebut, OVO merupakan suatu sistem yang terpercaya dan dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas penggunna. Dengan demikian, seseorang yang percaya terhadap OVO akan memiliki kepercayaan untuk mau menggunakan aplikasi tersebut. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

(51)

36 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan teknik survei. Menurut itu Sekaran (2016) menyatakan bahwa penelitian survei memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Dengan demikian, penelitian ini melakukan teknik survei kepada seluruh responden pengguna OVO yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan cara menyebarkan kuesioner online melalui google form dan wawancara melalui telepon.

B. Subyek dan Obyek Penelitian

1. Subyek dalam penelitian ini merupakan pengguna teknologi OVO di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). 2. Obyek dalam penelitian ini adalah sistem pembayaran aplikasi OVO. C. Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono (2004: 72), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik terrtentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna OVO di wilayah Jabodetabek.

(52)

Sementara itu menurut Sugiyono (2004: 72), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Apabila peneliti tidak dapat memperoleh semua populasi yang ada karena jumlahnya terlalu besar, maka peneliti dapat mengambil sampel dari populasi tersebut dengan acuan menurut Hair et al (2006) apabila jumlah sampel tidak diketahui, maka dapat menggunakan ketentuan bahwa jumlah sampel untuk tiap indikator butuh setidaknya 10 sampel untuk tiap konstruk yang diukur.

D. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Dengan menggunakan acuan yang diungkapkan Cooper dan Schindler (2014) snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan saat responden sulit untuk diidentifikasi dan ditempatkan melalui jaringan rujukan. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online melalui komunitas dan kerabat penulis yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

E. Konstruk Penelitian dan Definisi Operasional

Menurut Sugiyono (2004: 31), konstruk penelitian adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga memperoleh informasi yang nantinya akan ditarik kesimpulan. Konstruk yang digunakan dalam penelitian ini adalah perceived usefulness, perceived ease of use, attitude towards using, behavioral intention, mobility,

(53)

reachability, compatibility, convenience, trust, dan security and privacy. Definisi operasional masing-masing konstruk akan dijabarkan sebagai berikut: 1. Perceived usefulness

Menurut Davis et al. (1986), perceived usefulness didefinisikan sebagai keyakinan pengguna bahwa penggunaan suatu teknologi dapat memberikan manfaat dalam pekerjaannya.

2. Perceived ease of use

Menurut Davis et al. (1986), perceived ease of use adalah keyakinan pengguna bahwa penggunaan suatu sistem akan terbebas dari usaha.

3. Attitude towards behavior

Menurut Davis et al. (1986), attitude toward using didefinisikan sebagai perasaan yang timbul akibat seseorang diharuskan untuk melakukan sesuatu.

4. Behavioral intention

Menurut Davis et al. (1986), behavioral intention adalah niat yang muncul dalam diri pengguna untuk melakukan suatu tindakan.

5. Mobility

Menurut Tai dan Liu (2015), mobility adalah kondisi dimana suatu sistem dapat digunakan dimana saja dan kapan saja.

(54)

6. Reachability

Menurut Kim et al. (2010), reachability adalah kemudahan pengguna untuk menjangkau suatu layanan teknologi.

7. Compatibility

Menurut Schierz et al. (2010), compatibility didefinisikan bahwa suatu sistem mudah untuk disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari pengguna.

8. Convenience

Menurut Xu dan Zealand (2006), convenience didefinisikan sebagai kondisi dimana pengguna suatu teknologi merasa nyaman dalam menggunakannya.

9. Security and privacy

Menurut Sayar dan Wolfe (2007), keamanan dan privasi adalah keyakinan bahwa penggunaan suatu sistem akan terbebas dari pencurian dan penipuan.

10. Trust

Menurut Teo et al. (2015), kepercayaan adalah strategi dari pengguna untuk menghadapi resiko yang mungkin terjadi atas penggunaan sistem.

Gambar

Gambar 1. Technology Acceptance Model
Gambar 2. Model Penelitian yang Diusulkan  Sumber: Kerangka Berpikir Peneliti (2019)
Tabel 1. Indikator Konstruk
Tabel 1. Indikator Konstruk (Lanjutan)
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dan dari hasil pengujian juga dapat diketahui bahwa tingkat pemahaman berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi berbasis teknologi, hal ini menunjukan bahwa perubahan

Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel keahlian dan penggunaan sistem teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan, sedangkan

Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel keahlian dan penggunaan sistem teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan, sedangkan

Anda sudah mengetahui teknologi dalam sistem pembayaran non tunai sebelum Anda memiliki kartu tersebut.. Anda mengetahui cara menggunakan teknologi kartu

UTAUT dikembangkan oleh ( Kusuma, A,2003) untuk menjelaskan bagaimana perilaku pengguna terhadap teknologi informasi yang merupakan penyempurnaan dari delapan

Berdasarkan pernyataan tersebut maka diketahui bahwa variabel karakteristik teknologi informasi kualitas sistem X1, kepuasan informasi X2, kualitas layanan X3, kepuasan pengguna X4,

Dengan diterimanya hipotesis 1, dapat diketahui untuk meningkatkan perilaku penggunaan e-filling dapat dilakukan dengan cara meningkatkan faktor-faktor dalam ekspektasi kinerja yang

5 sebelumnya Margareta 2017 yang dilakukan di Semarang menunjukkan bahwa ekspektansi kinerja berpengaruh positif terhadap minat penggunaan Go-Jek, ekspektansi usaha berpengaruh positif