Konsep Negara Hukum
• Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 Negara Indonesia adalah negara hukum.
Negara Hukum Demokartis
• Negara berdasarkan hukum yang ditopang dengan sistem demokrasi
Prinsip-Prinsip Demokrasi
• Robert A. Dahl : Pejabat yang dipilih, Pemilu berkala yang jurdil, kebebasan berpendapat,
transparansi, hak kewarganegaraan yang inklusif.
Pemilu Demokratis
• Kepastian
hukum,
Penyelenggara
Pemilu
Independen,
Partisipasi
Masyarakat,
Penegakan hukum.
Elemen Sistem
Pemilu
PEMILU 2004
PEMILU 2009
PEMILU 2014
PEMILU 2019
Alokasi Kursi
3-12 kursi
3-10 kursi
3-12 kursi
3-10 kursi
3-12 kursi
3-10 kursi
3-12 kursi
Pencalonan
Mekanisme internal
Parpol,
demokratis
dan transparan ;
Daftar Calon
Mekanisme
internal
Parpol,
demokratis
dan transparan ;
Daftar Calon
Mekanisme internal
Parpol, demokratis
dan transparan ;
Daftar Calon
Mekanisme internal
Parpol, demokratis dan
transparan ;
Daftar Calon
Pemberian Suara
Coblos
tanda
gambar parpol atau
tanda gambar parpol
dan nama calon
Centang tanda gambar
parpol
atau
tanda
gambar
parpol
dan
nama calon
Coblos tanda gambar
parpol
atau
tanda
gambar parpol dan
nama calon
Coblos tanda gambar
parpol atau tanda gambar
parpol dan nama calon
Konversi Suara
BPP
BPP
BPP
Sainte Lague
Calon Terpilih
Mencapai BPP, jika
tdk mencapai BPP
berdasarkan
suara
terbanyak.
Suara Terbanyak
Suara Terbanyak
Suara Terbanyak
Kerangka Hukum Pemilu
Kebijakan Afirmatif
Jenis kebijakan afirmatif untuk meningkatkan keterwakilan perempuan:
Adanya jaminan partai politik untuk menempatkan kuota 30-50% perempuan
dalam daftar calon tetap maupun dalam kepengurusan semua Parpol.
Adanya
ketentuan
zipper
(selang-seling)
antara
calon
laki-laki
dan
perempuan.
Zipper
di sini bukan bermakna satu orang perempuan dari tiap tiga
orang calon (seperti di Indonesia tahun 2009), melainkan minimal satu
perempuan dari tiap dua calon.
Menetapkan sanksi yang tegas terhadap partai yang melanggar ketentuan kuota
di atas.
Menerapkan kuota jatah kursi yang memang khusus diperuntukkan bagi
perempuan di Parlemen. Afirmasi ini lebih pada hasil pemilihan, bukan
prosesnya.
METODE PENCALONAN
ISU
PEMILU 2014
RUU PENYELENGGARAAN
PEMILU
Seleksi internal parpol
Parpol melakukan seleksi secara
demokratis & terbuka sesuai
AD/ART
Parpol melakukan seleksi secara
demokratis & terbuka sesuai
AD/ART
Jumlah calon
Paling banyak 100% dari jumlah
kursi setiap dapil. Nama calon
dalam DCT disusun berdasarkan
nomor urut
Paling banyak 100% dari jumlah
kursi setiap dapil. Nama calon
dalam DCT disusun berdasarkan
nomor urut
Keterwakilan perempuan dalam
DCT
Paling sedikit 30% keterwakilan
perempuan
Paling sedikit 30% keterwakilan
perempuan
Penempatan dalam DCT
Dalam setiap 3 calon ditempatkan
1 orang calon perempuan pada
urutan 1 atau 2 atau 3, tidak hanya
pada nomor 3, 6, dst
Dalam setiap 3 calon ditempatkan
1 orang calon perempuan pada
urutan 1 atau 2 atau 3, tidak hanya
pada nomor 3, 6, dst
KEBIJAKAN KPU PADA PEMILU 2014
ISU
PEMILU 2014
Jumlah calon
Paling banyak 100% dari jumlah kursi setiap dapil. Nama calon dalam Daftar
Calondisusun berdasarkan nomor urut
Keterwakilan
perempuan dalam DCT
Paling sedikit 30% keterwakilan perempuan
Penempatan dalam
DCT
•
Parpol wajib memenuhi syarat 30% keterwakilan perempuan & menempatkan
sekurang-kurangnya 1 orang calon perempuan dalam setiap 3 calon pada nomor
urut yang lebih kecil
•
Parpol dinyatakan memenuhi syarat 30% keterwakilan perempuan apabila
menempatkan calon perempuan pada nomor urut lebih kecil
•
KPU memberikan pedoman penyusunan penempatan 30% keterwakilan
perempuan dalam Daftar Calon
Sanksi
partai politik dinyatakan tidak memenuhi syarat
pengajuan daftar bakal calon pada suatu dapil
PEREMPUAN ANGGOTA DPR RI TERPILIH PEMILU 2014
NO. NAMA PARPOL JUMLAH KURSI
PARPOL JUMLAH PEROLEHAN KURSI CALEG PEREMPUAN % PEROLEHAN KURSI CALEG PEREMPUAN 1. PARTAI NASDEM 35 4 11,43% 2. PKB 47 10 21,28% 3. PKS 40 1 2,5% 4. PDI PERJUANGAN 109 21 19,27% 5. PARTAI GOLKAR 91 16 17,58% 6. PARTAI GERINDRA 73 11 15,07% 7. PARTAI DEMOKRAT 61 13 21,31% 8. PAN 49 9 18,37% 9. PPP 39 10 25,64% 10. PARTAI HANURA 16 2 12,5% 560 97 17,32%
PARPOL CALON NOMOR URUT CALON PEREMPUAN L P JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PARTAI NASDEM 333 226 559 12 25 53 19 33 41 16 17 9 1 PKB 348 210 558 10 19 54 12 22 47 19 14 13 0 PKS 301 191 492 1 22 56 12 28 41 14 12 5 0 PDI PERJUANGAN 360 200 560 10 15 56 11 13 47 16 18 14 0 PARTAI GOLKAR 358 202 560 9 21 52 18 9 46 20 13 14 0 PARTAI GERINDRA 355 203 558 11 16 56 19 41 17 17 13 13 0 PARTAI DEMOKRAT 355 205 560 16 22 47 14 19 41 21 13 12 0 PAN 351 208 559 20 17 47 7 17 48 23 11 16 2 PPP 335 213 548 22 19 49 10 23 42 21 19 5 3 PARTAI HANURA 355 203 558 14 8 57 11 18 48 17 19 11 0 PBB 351 205 556 8 16 56 12 21 45 24 12 10 1 PKPI 342 200 542 7 25 51 15 31 29 20 12 9 1 JUMLAH 4144 2466 6610 140 225 634 160 275 492 228 173 131 8 % 62,69 % 37,31% 100% 5,68% 9,12% 25,71% 6,49% 11,15% 19,95% 9,25% 7,02% 5,31% 0,32%
CALON PEREMPUAN BERDASAR NOMOR URUT
0
50
100
150
200
250
300
350
400
333
348
301
360
358
355
355
351
335
355
351
342
226
210
191
200
202
203
205
208
213
203
205
200
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
12 10 1 10 9 11 16 20 22 14 8 7 25 19 22 15 21 16 22 17 19 8 16 25 53 54 56 56 52 56 47 47 49 57 56 51 0 10 20 30 40 50 60
CALON PEREMPUAN BERDASARKAN NOMOR URUT 1-3
NO URUT 1 NO URUT 2 NO URUT 3
5.68% 9.12% 25.71% 6.49% 11.15% 19.95% 9.25% 7.02% 5.31% 0.32% NOMOR URUT 1 NOMOR URUT 2 NOMOR URUT 3 NOMOR URUT 4 NOMOR URUT 5 NOMOR URUT 6 NOMOR URUT 7 NOMOR URUT 8 NOMOR URUT 9 NOMOR URUT 10
Spirit pembentuk UU ingin meningkatkan derajat
kesetaraan & keadilan peserta pemilihan:
Larangan menerima mahar politik;
Beberapa metode kampanye difasilitasi negara;
Larangan menggunakan fasilitas negara,
penggantian jabatan & menggunakan program
& kegiatan Pemda;
Pembatasan dana kampanye.
Syarat pencalonan perseorangan :
Jumlah dukungan tersebar di lebih dari 50% jumlah
kabupaten/kota di provinsi atau 50% kecamatan di
kabupaten/kota dimaksud.
% DUKUNGAN
PALING
SEDIKIT
JUMLAH PEMILIH
PROVINSI
JUMLAH PENDUDUK
KABUPATEN/KOTA
10%
sampai dengan 2 juta
sampai dengan 250 ribu
8,5%
lebih dari 2 – 6 juta
lebih dari 250 – 500 ribu
7,5%
lebih dari 6 – 12 juta lebih dari 500 ribu – 1 juta
6,5%
lebih dari 12 juta
lebih dari 1 juta
Ketentuan UU Pilkada tidak lagi
mengatur mekanisme seleksi bakal
calon yang diajukan oleh parpol
atau gabungan parpol secara
demokratis dan transparan.
Ketentuan UU mengatur larangan
politik uang namun tidak mengatur
sanksi.
Syarat calon yang mempengaruhi
partisipasi WN sebagai peserta pemilihan:
Pengunduran diri sebagai Anggota DPR,
DPD & DPRD, BUMN/BUMD, TNI/Polri,
PNS yang dibuktikan dengan surat
keputusan pemberhentian.
Jenis
Kelamin
Calon
Kepala
Daerah
%
Calon
Wakil
Kepala
Daerah
%
Jumlah
Calon
%
Laki-Laki
772
93%
760
92%
1532
93%
Perempuan
55
7%
67
8%
122
7%
Jumlah
Calon
827
100.00%
827
100.00% 1.654 100.00%
Tingkat
Calon Kepala Daerah Calon Wakil Kepada
Daerah
Jumlah
%
Jumlah
%
Provinsi
1
1,82 %
0
0,00%
Bupati
46
83,64 %
53
79,10 %
Walikota
8
14,55 %
14
20,90 %
Jumlah
55
100%
67
100%
Jenis
Dukungan
Calon Kepala Daerah
Provinsi
%
Bupati
%
Walikota
%
Jumlah
%
Partai Politik
1
100,00%
42
91,30%
6
75,00%
49
89,09%
Perseorangan
0
0,00%
4
8,70%
2
25,00%
6
10,91%
Jumlah
1
100,00%
46
100,00%
8
100,00%
55
100,00%
Jenis Dukungan
Calon Wakil Kepala Daerah
Provinsi % Bupati % Walikota % Jumlah %
Partai Politik 0 0,00% 44 83,02% 12 85,71% 56 83,58%
Perseorangan 0 0,00% 9 16,98% 2 14,29% 11 16,42%
Jumlah 0 0,00% 53 100,00% 14 100,00% 67 100,00%
Kategori
Jumlah
%
Calon Kepala Daerah Perempuan
55
100%
Calon Kepala Daerah Perempuan
Terpilih
22
40%
Calon Wakil Kepala Daerah Perempuan
67
100%
Calon Wakil Kepala Daerah Perempuan
Terpilih
22
32,84%
Tingkat
Calon Kepala Daerah
Perempuan Terpilih
Calon Wakil Kepala
Daerah Perempuan
Terpilih
Jumlah
%
Jumlah
%
Provinsi
0
0 %
0
0 %
Bupati
19
86,36 %
19
86,36 %
Walikota
3
13,64 %
3
13,64 %
JUMLAH
22
100%
22
100%
Asal
Dukungan
Calon
Kepala
Daerah
Terpilih
%
Partai Politik
21
95,45 %
Perseorangan
1*)
4,55 %
Jumlah
22
100.00%
Asal
Dukungan
Calon Wakil
Kepala
Daerah
Terpilih
%
Partai Politik
21
95,45 %
Perseorangan
1**)
4,55 %
Jumlah
22
100.00%
*) Kab. Kutai Kertanegara
**) Kota Tomohon
KABUPATEN/KOTA CALON KADA PEREMPUAN TERPILIH PEROLEHAN SUARA %
Kab. Lampung Timur Hj. Chusnunia, M.Si, M.Kn 263.926 52,24% Kab. Indramayu Hj. Anna Sophanah 452.032 55,93% Kab. Karawang dr. Cellica Nurrachadiana 533.240 51,06% Kab. Pandeglang Hj. Irna Narulita, S.E., M.M. 367.547 69,44% Kab. Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah, SE, M. Ak 319.696 60,52% Kota Tangerang Selatan Hj.Airin Rachmi Diany,SH.,MH 305.322 59,62% Kab. Grobogan Sri Sumarni, SH, MM 505.507 73,06% Kab. Kediri Haryanti 470.918 67,35% Kab. Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si 289.970 62,22% Kab. Klaten Hj. Sri Hartini, SE 321.593 48,90% Kab. Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati 221.366 40,67% Kab. Gunung Kidul Hj. Badingah,S.Sos 167.915 39,53% Kab. Jember dr. Hj. Faida, MMR 525.519 53,76%
Kota Surabaya Ir. Tri Rismaharini, M.T. 893.087 86,34%
Kab. Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos., MAP 104.560 41,75% Kab. Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos 170.869 64,37% Kab. Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri 105.506 40,12%
Kab. Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos., MM., Ph.D 263.335 89,44%
Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp. OG 44.300 55,85% Kab. Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, SE 36.023 41,40% Kab. Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu 83.799 67,94% Kab. Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani, S.IP, M.SI 90.824 53,60%
KABUPATEN/KOTA PARTISIPASI PEMILIH
PEREMPUAN %
Kab. Lampung Timur 254.474 50,37% Kab. Indramayu 428.998 52,15% Kab. Karawang 549.096 51,46% Kab. Pandeglang 295.635 54,13% Kab. Serang 313.300 55,73% Kota Tangerang Selatan 275.445 52,06% Kab. Grobogan 397.744 56,61% Kab. Kendal 267.817 52,21% Kab. Klaten 367.597 53,32% Kab. Sragen 294.529 53,32% Kab. Gunung Kidul 230.651 53,09%
KABUPATEN/KOTA PARTISIPASI PEMILIH
PEREMPUAN % Kab. Jember 547.613 55,06% Kab. Kediri 400.822 55,19% Kota Surabaya 567.794 53,97% Kab. Karangasem 121.053 47,56% Kab. Tabanan 138.241 50,23% Kab. Bima 138.234 52,26% Kab. Kutai Kartanegara 151.590 49,89% Kota Bontang 40.170 49,73% Kab. Nunukan 41.740 47,98% Kab. Minahasa Selatan 62.215 49,45%
Kab. Luwu Utara 86.642 50,82%
NO.
NAMA PROVINSI
JUMLAH
%
1
LAMPUNG
1
4,55%
2
BANTEN
3
13,64%
3
JAWA BARAT
2
9,09%
4
JAWA TENGAH
4
18,18%
5
D.I. YOGYAKARTA
1
4,55%
6
JAWA TIMUR
3
13,64%
7
BALI
2
9,09%
8
NTB
1
4,55%
9
KALIMANTAN TIMUR
2
9,09%
10
KALIMANTAN UTARA
1
4,55%
11
SULAWESI UTARA
1
4,55%
12
SULAWESI SELATAN
1
4,55%
JUMLAH
22
100%
PEKERJAAN
JUMLAH
%
ANGGOTA DPR RI
3
13,64%
KETUA/WAKIL KETUA DPRD
2
9,09%
ANGGOTA DPRD
2
9,09%
BUPATI/PLT. BUPATI
5
22,73%
WAKIL BUPATI
3
13,64%
WALIKOTA
2
9,09%
SWASTA
4
18,18%
DOKTER
1
4,55%
JUMLAH
22
100%
KABUPATEN/KOTA CALON WAKADA PEREMPUAN TERPILIH PEROLEHAN SUARA %
Kab. Karo Cory Sriwati Sebayang 44.742 24,68% Kab. Musi Rawas Hj. Suwarti 83.236 45,06% Kab. Batanghari Hj. Sofia Joesoef, SH 50.781 36,51% Kab. Kaur Hj. Yulis Suti Sutri 31.342 44,94% Kab. Kepahiang Netti Herawati, S.Sos 35.248 49,85% Kab. Pesisir Barat Erlina, SP, MH 25.534 32,05% Kab. Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti 17.180 41,21% Kab. Klaten Hj. Sri Mulyani 321.593 48,90% Kab. Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti 250.523 50,30% Kab. Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi 228.037 54,51% Kab. Purworejo Yuli Hastuti, S.H. 183.687 49,69% Kota Magelang Dra. Windarti Agustina 30.751 48,61% Kota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu 320.237 46,36% Kab. Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes. 297.267 56,63%
Kab. Lamongan Dra. Hj. Kartika Hidayati, MM., M.HP. 448.833 71,14%
Kab. Manggarai Barat drh. Maria Geong, Ph.D 29.358 25,45% Kab. Sambas Hj. Hairiah, SH, MH 126.600 52,82% Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan 27.127 42,92% Kab. Banggai Laut Dra. Hj. Tuty Hamid 9.970 28,77% Kab. Sigi Paulina, S.E., M.Si. 37.083 30,05% Kab. Kolaka Timur Hj. Andi Merya Nur, S.IP
Kab. Wakatobi Ilmiati Daud, SE, M.Si 28.873 50,36%
KABUPATEN/KOTA
PARTISIPASI PEMILIH
PEREMPUAN %
Kab. Karo 95.734 52,07% Kab. Musi Rawas 95.881 50,32% Kab. Batanghari 72.660 50,03%
Kab. Kaur 35.933 49,26%
Kab. Kepahiang 37.231 49,33%
Kab. Pesisir Barat 38.614 47,90%
Kab. Natuna 20.931 49,32%
Kab. Klaten 367.597 53,32% Kab. Pekalongan 274.997 53,95% Kab. Purbalingga 256.153 57,72% Kab. Purworejo 208.766 53,38%
KABUPATEN/KOTA PARTISIPASI PEMILIH PEREMPUAN % Kota Magelang 36.346 53,61% Kota Semarang 393.962 53,86% Kab. Sleman 299.267 53,15% Kab. Lamongan 361.323 55,29% Kab. Manggarai Barat 59.083 50,79% Kab. Sambas 134.267 55,11% Kota Tomohon 32.046 50,30%
Kab. Banggai Laut 17.565 49,99%
Kab. Sigi 62.284 49,25%
Kab. Kolaka Timur 32.294 48,50%
Kab. Wakatobi 31.540 55,01%