• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rhinitis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rhinitis"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KASUS : RHINITIS ALERGI KASUS : RHINITIS ALERGI IDENTITAS PASIEN

IDENTITAS PASIEN  Nama

 Nama : Tn. Joko: Tn. Joko Jenis

Jenis Kelamin Kelamin : : Laki-laki.Laki-laki. Usia

Usia : : 60 60 tahuntahun Pekerjaan

Pekerjaan : : Pegawai Pegawai Swasta.Swasta. Alamat

Alamat : : JogjaJogja Tanggal Pemeriksaan

Tanggal Pemeriksaan : 20 Maret : 20 Maret 20152015  No. Rekam Medik

 No. Rekam Medik : 678546 RM: 678546 RM ANAMNESA

ANAMNESA Keluhan

Keluhan : Sering bersin bersin dan gatal di hidung dan cairan bening ingus yang banyak.: Sering bersin bersin dan gatal di hidung dan cairan bening ingus yang banyak. Riwayat Penyakit Sekarang:

Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan bersin-bersin sejak 5 hari yang lalu sebelum datang Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan bersin-bersin sejak 5 hari yang lalu sebelum datang ke RS. Keluhan bersin bersin dirasakan dan terjadi lebih sering pada pagi hari. Keluhan diatas ke RS. Keluhan bersin bersin dirasakan dan terjadi lebih sering pada pagi hari. Keluhan diatas disertai rasa gatal di hidung dan diikuti dengan keluarnya cairan encer bening dari hidung yang disertai rasa gatal di hidung dan diikuti dengan keluarnya cairan encer bening dari hidung yang  banyak

 banyak dan dan tidak tidak berhenti. berhenti. Pasien Pasien juga juga mengeluh mengeluh hidung hidung tersumbat, tersumbat, sehingga sehingga kemampuankemampuan membedakan bau menjadi ber

membedakan bau menjadi berkurang, namun pasien maskurang, namun pasien masih dapat bernapas. ih dapat bernapas. Kadang-kadang Kadang-kadang nyerinyeri  pada daerah sekitar hidung

 pada daerah sekitar hidung dan pipi terutama bila dan pipi terutama bila menunduk tetapi tidak menunduk tetapi tidak selalu. Tidak ada keluarselalu. Tidak ada keluar cairan dan nyeri pada telinga.Gatalgatal pada kulit tidak ada. Tidak mengi, pasien tidak memiliki cairan dan nyeri pada telinga.Gatalgatal pada kulit tidak ada. Tidak mengi, pasien tidak memiliki alergi terhadap makanan apapun, tetapi ia memiliki riwayat alergi debu. Pasien sering mengalami alergi terhadap makanan apapun, tetapi ia memiliki riwayat alergi debu. Pasien sering mengalami keluhan serupa sejak pasien masih kecil. Namun dirasakan hilang timbul, biasanya keluhan keluhan serupa sejak pasien masih kecil. Namun dirasakan hilang timbul, biasanya keluhan muncul pagipagi. Bersin-bersin yang terlalu sering dirasakan mengganggu pasien bekerja. Ia muncul pagipagi. Bersin-bersin yang terlalu sering dirasakan mengganggu pasien bekerja. Ia mengatakan bahwa dapat mengalami keluhan seperti ini 4-5x dalam sebulan.

mengatakan bahwa dapat mengalami keluhan seperti ini 4-5x dalam sebulan. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Riwayat penyakit dengan keluhan serupa diakui, dan memang sering kambuh. Ia juga memiliki Riwayat penyakit dengan keluhan serupa diakui, dan memang sering kambuh. Ia juga memiliki riwayat alergi debu. Riwayat alergi terhadap makanan dan obat tertentu tidak ada. Riwayat asma riwayat alergi debu. Riwayat alergi terhadap makanan dan obat tertentu tidak ada. Riwayat asma sebelumnya tidak pernah. Pasien sering mengalami mabuk perjalanan (

sebelumnya tidak pernah. Pasien sering mengalami mabuk perjalanan (motion sicknessmotion sickness).). RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Riwayat keluhan serupa dalam anggota keluarga tidak ada. Tidak ada asma dan alergi makanan Riwayat keluhan serupa dalam anggota keluarga tidak ada. Tidak ada asma dan alergi makanan atau obat dalam keluarga. Tetapi ibu memiliki riwayat alergi terhadap laktosa pada susu s

atau obat dalam keluarga. Tetapi ibu memiliki riwayat alergi terhadap laktosa pada susu s api. Adikapi. Adik memiliki riwayat alergi terhadap protein telur.

memiliki riwayat alergi terhadap protein telur. DIAGNOSIS BANDING

DIAGNOSIS BANDING

Rinitis alergi intermiten sedang-berat. Rinitis infeksi. Rinitis non-alergi dengan sindrom Rinitis alergi intermiten sedang-berat. Rinitis infeksi. Rinitis non-alergi dengan sindrom eosinofilia.

eosinofilia.

DIAGNOSIS KERJA DIAGNOSIS KERJA

Rinitis alergi intermiten sedang-berat. Rinitis alergi intermiten sedang-berat. Motion sickness.

(2)

PENATALAKSANAAN Non-farmakologi:

Menghindari kontak dengan alergen, misalnya dengan cara memakai masker saat akan berkontak dengan debu. Mengganti seprai dan sarung bantal/guling 1x sebulan. Menjemur kasur tidur 1x sebulan.

Farmakologi:

Klorfeniramin maleat1 x 1 tab Trifed 3 x 1 tab

Mucoxol 3 x 1 tab

 Nasonex nasal spray 1 fl S 3 d d 1 dext at sint Dexamethasone 3 x 2 mg

Amoxan 4 x 1 tab

Karena pasien akan pulang dari RS menggunakan mobil dan berdasarkan riwayat motion sickness, maka dokter memberikan obat untuk diminum sebelum pulang :

Simetidin 200 mg Metoklorpramid 10 mg

Pertanyaan

(3)

PENYELESAIAN 1. Identitas pasien

 Nama : Tn. Joko

Jenis Kelamin : Laki-laki.

Usia : 60 tahun

Pekerjaan : Pegawai Swasta.

Alamat : Jogja

Tanggal Pemeriksaan : 20 Maret 2015  No. Rekam Medik : 678546 RM 2. Subjektif

a. Keluhan bersin bersin dirasakan dan terjadi lebih sering pada pagi hari.

 b. Gatal di hidung dan diikuti dengan keluarnya cairan encer bening dari hidung yang banyak dan tidak berhenti.

c. Hidung tersumbat

d. Kadang-kadang nyeri pada daerah sekitar hidung dan pipi terutama bila menunduk tetapi tidak selalu

e. Pasien sering mengalami keluhan serupa sejak pasien masih kecil f. Mengalami keluhan seperti ini 4-5x dalam sebulan.

Riwayat penyakit dahulu

Riwayat penyakit dengan keluhan serupa diakui, dan memang sering kambuh. Ia juga memiliki riwayat alergi debu. Riwayat alergi terhadap makanan dan obat tertentu tidak ada. Riwayat asma sebelumnya tidak pernah. Pasien sering mengalami mabuk  perjalanan (motion sickness).

Riwayat penyakit keluarga

Riwayat keluhan serupa dalam anggota keluarga tidak ada. Tidak ada asma dan alergi makanan atau obat dalam keluarga. Tetapi ibu memiliki riwayat alergi terhadap laktosa  pada susu sapi. Adik memiliki riwayat alergi terhadap protein telur.

3. Objektif

PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran umun

Parameter Hasil Normal Keterangan

Kesan sakit Tampak sakit ringan -

(4)

Tanda Vital

Tekanan darah 140/100 mmHg 120/80 mmHg Hipertensi

 Nadi 80 kali/ menit 60-80 kali/ menit Normal

Respirasi 20 kali/ menit 16-20 kali/ menit Normal

Suhu 37,2oC per aksila 36,7

 –  37, 3 ̊C Normal

Status general Dalam batas normal -

-Status THT (Bagiab Telinga)

Bagian Kelainan Auris Keterangan

Dextra Sinistra Preaurikula Kongenital

Radang dan tumor Trauma - Normal  Normal  Normal Aurikula Kongenital

Radang dan tumor Trauma - Normal  Normal  Normal Retroaurikula Edema Hiperemis - Normal  Normal  Nyeri Tekan Sikatriks Fistula Fluktuasi - Normal  Normal  Normal  Normal Canalis Acusticus Externa Kongenital Kulit Sekret Serumen Edema Jaringan granulasi -Tenang -Tenang - Normal  Normal  Normal  Normal  Normal  Normal Membran Timpani Warna Intak Refleks cahaya  putih keabuan intak +  putih keabuan intak +  Normal  Normal  Normal

(5)

Status THT (Hidung)

Pemeriksaan Kelainan

Cavum Nasalis Keterangan Dextra Sinistra

Keadaan Luar Bentuk dan Ukuran D.b.n D.b.n Normal Rhinoskopi Anterior Mukosa Sekret Edema Kruska Septum deviasi Polip/ Tumor Pasase udara Pucat + (Serosa) + -+ Pucat + (Serosa) + -+

Masalah pada rhinos Masalah pada rhinos Masalah pada rhinos

 Normal  Normal  Normal

Masalah pada rhinos Rhionoskopi Posterior Tidak dilakukan Tidak dilakukan . Mulut

Tidak ada kelainan pada mulut

Maksilofasial : bentuk simetris, nyeri tekan (-), paresis saraf kranial (-)

 Normal

4. Assesment Problem Medik

Subjektif Objektif Terapi DRP Analisis

Rhinitis alergi

a.  bersin sering  pada pagi hari.  b. Gatal dihidung dan diikuti dengan keluar cairan encer  bening dari hidung yang  banyak dan tidak berhenti. c. Hidung tersumbat Rhinoskopi Anterior: Mukosa (Pucat), Sekret (+) Edema (+) CTM Ada interkasi Cara kerja  berlawanan antara satu sama lain Mucoxol Ada interaksi Trifed Tepat -Amoxan Dosis  berlebih Aturan amoxan 3 x 1

 Nasonex nasal Tepat -Dexamethasone Tepat

(6)

-Motion Sickness Simetidin 200 mg Metoklorpramid 10 mg Terapi tidak tepat obat tidak sesuai indikasi 5. Plan care

1) Untuk Trifed, Nasonex nasal, Dexamethasone, penggunaannya sudah tepat 2) Untuk aturan pakai Amoxan dapat diberika 3 kali sehari saja

3) Untuk pemakaian Klorfeniramin maleat tidak perlu karena antihistamin sudah terdapat di dalam trifed yaitu Triprolidine HCl

4) Untuk pemakaian Mucoxol juga tidak perlu, dimana mekanisme kerjanya mengencerkan dahak, sedangkan untuk triprolidine HCl, mengentalkan dahak, agar ingus cair berhenti keluar

5) Untuk terapi Motion Sickness lebih tepat menggunakan Dimenhidrinat Terapi Non Farmakologi :

1) Menghindari kontak dengan alergen, misalnya dengan cara memakai masker saat akan berkontak dengan debu.

2) Mengganti seprai dan sarung bantal/guling 1x sebulan. 3) Menjemur kasur tidur 1x sebulan.

4) Menghindari minuman dingin dan bersoda

5) Mengkonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur yang mengandung aktioksidan tinggi

6) Mengurangi mengkonsumsi makanan asin (diet garam), kerena tekanan darah tinggi, lebih baik ke dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat

Monitoring :

1) Melakukan uji kultur lebihg baik

2) Melihat gejala gejala pada pasien ketika sudah minum obat, apakah masih menimbulkan gejala atau tidak

3) Memonitoring Efek samping obat yang digunakan KIE :

1) Terangkan kepada pasien tentang aturan pakai obat dan cara penggunaannya yang  benar, terutama Nasonex Nasal Spay.

2) Anjurkan Kepada pasiean untuk menghabiskan obat antibiotiknya (amoxan), dan  berikan konseling tentang penggunaan dexamethasone dan efek sampingnya

3) Memberitahu pasien untuk minum air putih yang banyak mengkonsumsi buah dan sayur sehat.

Referensi

Dokumen terkait

Burung Layang-layang Asia yang dijumpai di wilayah Bantul, Kulonprogo dan Sleman diduga merupakan populasi satwa tersebut yang berasal dari koloni di Daerah

Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas V pada materi pesawat sederhana antara yang menggunakan model Pembelajaran Berbasis

Pen*adukan pada masin*masin* tan*ki dilakukan se,a#a kontinu sehin**a dipe#oleh suatu keadaan dimana komposisi ,ampu#an didalam #ea,to# ena#ena#  se#a*am.. <ika

Dengan rujukan inilah, maka diduga cendawan penyebab penyakit hawar daun tanaman buah merah dapat disebabkan oleh Fusarium, karena gejala hawar daun yang nampak di

Kendaraan yang berada pada sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dilarang melintasi garis ganda

Pelayanan Manajemen tersebut adalah rangkaian kegiatan dalam melayani semua karyawan baik untuk semua hak dan kewajiban karyawan, serta merupakan salah upaya peningkatan sumber

Puji dan syukur Penulis naikan kehadirat Allah SWT atas anugerah dan penyertaan-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul Analisis dan Perancangan Sistem Informasi

 pada setiap contoh soal dan latihan soal didasari dengan pendekatan matematika realistik..  dalam uraian materi dan contoh soal diperjelas dengan menggunakan software Geometers