Doa Tuhan: Doa Bapa Kami

Teks penuh

(1)

- 1 - JADWAL MISA

Misa Harian: Senin s/d Jumat 06.00 wib

Hari Sabtu : 17.00 wib Hari Minggu : 06.30 - 09.00 - 17.00 wib

Misa Jumat Pertama : 06.00 - 12.00 - 19.30 wib

Adorasi Ekaristi : Setiap hari Senin 15.00 s/d 22.00 di Kapel ditutup pukul 22.00 dengan ibadat penutup (completorium)

PENYELIDIKAN KANONIK (dengan perjanjian) Hari Senin, 17.00 – 18.30 wib

Romo A.S. Gunawan, Pr. Hari Kamis, 17.00 – 18.30 wib

Romo Anton Baur, Pr.

PELAYANAN MISA REQUIEM DI GEREJA

Dapat diselenggarakan pada hari Senin hingga Jumat. Hubungi Sekretariat Paroki.

Website: www.parokisanmare.or.id

Facebook Group: SanMaRe

Kontribusi artikel, pengumuman, iklan: komsos@parokisanmare.or.id

24 Juli 2016 Tahun VII – No. 29

Doa Tuhan: Doa Bapa Kami

Yesus sedang berdoa di salah satu tempat, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Yesus Kristus mengajarkan kepada kita bagaimana kita berdoa. Ia memberikan kepada kita doa yang istimewa. Kita menyebutnya Doa Tuhan: Bapa Kami. Dalam doa ini Yesus Kristus mengajarkan kepada agar menyapa Allah sebagai Bapa kita dan dengan penuh iman mohon segala kebutuhan kita sebagai putri putra Bapa.

Syukur kepada Tuhan bahwa Allah memperlakukan kita sebagai anak-anaknya. Doa ini juga menyatakan kepada kita Allah adalah Bapa kekal kita. Dalam Yesus Kristus kita lahir kembali dan diangkat sebagai anak-anak Allah. Dalam terang doa ini kita pun menyadari bahwa kita adalah saudari-saudara dalam Kristus. Dalam kasih-Nya kita siap untuk saling mengampuni juga.

Doa Bapa Kami sebagaimana Yesus kepada murid-Nya merupakan doa yang sederhana, namun sangat lengkap dan indah. Oleh karena itu, doa “Bapa Kami”, sering menjadi

(2)

2

-referensi doa-doa kita. Apa isi doa Bapa Kami itu?

Pertama, kita diajak untuk mendahulukan kehendak Allah dengan memuliakan Dia.

“Bapa, dikuduskanlah Nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu”. Inilah rumusan bentuk awal doa yang seharusnya kita dahulukan. Jadi yang pertama-tama kita kedepankan dalam doa adalah ‘memuliakan Nama Allah, menghormati serta menyembah-Nya”. Selain itu, kita juga diajak untuk kerajaan Allah hadir di dunia, dalam hidup kita. Oleh karena itu, kita perlu menghilangkan halangan-halangan yang menghambat Kerajaan Allah yang terjadi di dunia.

Kedua, kita diajak untuk meminta hal yang sangat penting dalam hidup kita yaitu rezeki (makanan) untuk hidup hari ini. Kita diajak untuk mohon diberikan makanan yang

secukupnya, bukan yang berlebihan. “Cukup” artinya tidak berlebihan, sehingga orang lain juga berkesempatan memperoleh kesempatan yang sama. Di sini, ada prinsip keadilan, serta berbagi bagi orang lain. Oleh karena itu, sifat rakus harus dihindarkan dari hidup kita.

Ketiga, kita mohon ampun atas dosa dan kesalahan kita, namun yang tidak kalah pentingnya adalah kita juga harus mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Itu

menjadi syarat, agar Tuhan mengampuni kita. Dengan cara ini, kita lebih mengedepankan hukum kasih kepada sesama kita.

Keempat, kita mohon dijauhkan dari segala pencobaan. Untuk itulah, kita harus selalu

berada di dekat pada Allah.

Oleh karena itu, ‘Doa Bapa Kami’, bila dihayati secara dalam, maka kita akan menjadi pribadi yang selalu meluhurkan dan mendahulukan kehendak Tuhan, bersikap adil pada sesama, dan selalu berusaha untuk mengasihi sesama, serta mohon dijauhkan dari segala perbuatan jahat. Inilah sedikit makna ‘doa Bapa Kami’, yang sering kita daraskan setiap saat.

Disadur dari http://www.sesawi.net/2015/10/06/doa-tuhan-bapa-kami-2/ dan

http://www.kuasadoa.com/2014/10/08/makna-doa-bapa-kami/#sthash.K8pWQGi0.dpuf

OMK DAYS 2016 – “The Spirit of God”

Dalam rangka memperingati ulang tahun St. Maria Regina keenam, Panitia HUT SanMaRe berkerjasama dengan OMK SanMaRe mengadakan kegiatan:

1) Olahraga

 Futsal (24 & 31 Juli)  Tenis Meja (6 & 7 Agustus)

 Badminton (23, 30 Juli & 6, 13 Agustus)  Gowes Sehat (30 Juli)

Informasi dan pendaftaran: Stefanie – 081289951170

2) Seni

 Lomba Fotografi (selama rangkaian HUT SanMaRe/OMK Days)  Lomba Mural (13 Agustus)

Informasi dan pendaftaran: Morla – 081316155595

3) Entrepreneurship Day

Info stand: Thalia – 081311332763

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: Instagram: @omksanmare

(3)

- 3 -

Romo, apakah yang dimaksud dengan

doa meditasi? Apakah kita memiliki

gerakan meditasi di SanMaRe?

Terimakasih untuk pertanyaannya. Meditasi adalah salah satu bentuk doa Kristiani yang khas. Doa ini adalah doa hening, di mana kita membiarkan diri kita berada di hadapan Allah. Ada dua jenis meditasi. Ada yang diawali dengan membaca dan merenungkan teks Kitab Suci. Ada juga yang hening total di hadapan Allah. Keduanya adalah baik adanya.

Meditasi ini adalah sarana kita berkomunikasi dengan Allah. Kalau kita ingat, I Raj 19:11—14, komunikasi antara Allah dengan Elia, inilah yang menjadi pintu inspirasi kita semua.

11Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka

TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. 12Dan

sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. 13Segera sesudah Elia mendengarnya, ia

menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"

14Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam…”

Kisah ini mengantar kita untuk menyadari bahwa Tuhan hadir dalam ketenangan dan keheningan. Persis, pada poin inilah, meditasi menjadi pengalaman iman kita untuk hening di hadapan Allah dan mendengarkan suara-Nya. Pastinya, keheningan ini tidak sekali jadi. Perlu ada proses dan latihan terus menerus. Dan, untuk itulah pengalaman meditasi juga dikenal sebagai pengalaman olah rohani layaknya kita berolah raga juga.

Di paroki kita tercinta, paroki Bintaro Jaya, Gereja Santa Maria Regina, gerakan ini tumbuh dari umat beriman yang ingin bertekun berdoa. Gerakan meditasi ini berlangsung setiap hari Selasa pagi di kapel adorasi SanMaRe. Mari kita ambil bagian dan ikut berdoa bersama.

Agenda Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah

1. Gerakan Rohani Pekan Pertama Juli & Agustus

Adorasi, Rekoleksi, Novena, Amal Kasih*

Rekoleksi 7 Agustus 2016. Kerahiman Allah dalam Dunia OMK dan Mahasiswa.

Rekoleksi 3 September 2016. Kerahiman Allah dalam Kehidupan Anak Sekolah dan Remaja.

*Amal Kasih dinyatakan dalam amplop putih, tersedia di pintu Gereja.

2. Sakramen Tobat (Mohon Partisipasi Umat)

 14 Juli 2016 di Wilayah 4, pkl. 19.00 – 22.00.* * Bila ada perubahan akan diberitahukan.

3. Ziarah 9 gereja di Keuskupan Agung Jakarta

Mengikuti Buku Panduan Gerakan Rohani Keuskupan Agung Jakarta.

Diasuh oleh Romo Anton Baur, Pr

Pertanyaan silakan dikirimkan ke: umatbertanya@parokisanmare.or.id

umat bertanya

(4)

4

-Berbagi Pengalaman Mengenai Kerahiman Allah

di Dunia Sosial Politik

Kaum awam umumnya tidak tertarik pada hal-hal yang berbau politik. Politik diasosiasikan dengan hal negatif, seperti cari kedudukan, kekuasaan, kepalsuan, kolusi, korupsi dan nepotisme. Kerap terdengar ucapan bernada nasehat: “Politik itu kotor. Karena itu kalau mau menjadi orang Katolik yang baik, jauhilah politik”.

Tetapi, Paus Fransiskus meminta umat Katolik berpartisipasi dalam politik. Paus menolak gagasan bahwa orang Katolik yang baik tidak ikut campur dalam politik. “Seorang Katolik yang baik hendaknya ikut terlibat dalam bidang politik, dengan

memberikan yang terbaik dari dirinya sendiri. Tak satu pun dari kita mengatakan, saya tidak ada hubungannya dengan politik,” kata Bapa Suci dalam homili misa di

Domus Santa Martha, 16 September 2013.

Bapa Suci menegaskan, bahwa umat Katolik harus merasa ikut bertanggung jawab untuk berpartisipasi dalam politik sesuai dengan kemampuan mereka. “Jika tidak memungkinkan terjun dalam dunia politik, umat Katolik agar tetap peduli dengan memberikan nasehat, serta doa-doa mereka agar para pemimpin mereka dapat memberikan yang terbaik dengan rendah hati dan cinta”, demikian Paus Fransiskus. Persepsi bahwa politik itu kotor ditambah lagi dengan carut marutnya praktik politik di DPR, tak ditampik oleh Aria Bimo. Meski demikian, Bimo mengingatkan bahwa situasi politik dan sistem kepartaian saat ini adalah hasil konsensus, keputusan yang telah kita pilih dan sepakati bersama. Ia mengajak para hadirin untuk tidak mudah apriori dengan politik. Ia menandaskan partai politik banyak memetik pelajaran dari kasus-kasus yang mencoreng citra partai dan terjadi proses pendewasaan. “Kita tidak bisa lagi mundur kebelakang”, ujar Bimo dalam Sarasehan Kerahiman Allah di Dunia Sosial Politik di Aula SanMaRe, 3 Juli, 2016.

Isu calon independen juga mengemuka dalam sarasehan ini. Fenomena tersebut diakui sebagai bentuk kritik terhadap partai politik tetapi di sisi lain juga memiliki resiko jika dibiarkan terus berkembang. Oleh karena itu perlu kearifan dan kedewasaan masyarakat dalam melihat isu tersebut secara tepat.

Dalam kesempatan yang sama, pegiat media R. Kristiawan atau lebih dikenal dengan Wawan, menyoroti bagaimana media massa telah menyiarkan berita secara tidak proporsional. Pria yang terpilih sebagai salah satu dari 27 kandidat anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengambil contoh ketika Pemilu 2014, bagaimana

Ditulis oleh Wahyu Indriyo

(5)

- 5 -

masyarakat terbelah bahkan sampai di tingkat keluarga, gara-gara pemberitaan dua stasiun televisi yang saling bertolak belakang. Wawan memberi contoh acara ludruk yang harus ditonton orang Minahasa, atau iklan Big Sale Jakarta ditonton orang Trenggalek. Sebuah kajian menunjukkan, bahwa hampir separuh pemberitaan televisi masih berasal dari Jakarta. Oleh karenanya Wawan mengajak, kesadaran politik kita dimulai dengan sikap kritis dalam mengkonsumsi berita.

Pada sesi testimoni, Tiarsen seorang master hukum yang memilih bertugas di Kostrad dan Theo Nugroho seorang PNS di Kemenlu berbagi pengalaman. Bagi sebagian orang, menjadi PNS adalah sebuah zona nyaman. Namun agaknya tidak demikian bagi orang dengan predikat Katolik. Tiarsen merasakan Kekatolikannya ketika bertugas dalam misi pasukan perdamaian PBB di Sudan. Penduduk

setempat terheran, ketika mengetahui ia seorang pemeluk Katolik dengan bertanya, “mengapa kamu Katolik?” Lain lagi dengan Theo yang banyak bertugas di Kedubes RI di berbagai negara. Ia merasa tidak hanya menjadi duta sang merah putih, tetapi juga duta kekatolikan. Bentuk testimoni lain juga diungkapkan oleh Stanica yang bekerja di TV parlemen. Ia kerap mendapat sindiran, bekerja di tempat yang

memakan uang rakyat. Padahal sebagai pewarta berita, ia merasa tugasnya adalah memberikan informasi yang benar bagi masyarakat.

Nampak beberapa figur publik turut hadir dalam acara ini, seperti Edward Depari (pertelevisian) dan Djoko Murdama (aktivis gerakan reformasi dan demokrasi).

Beberapa butir kesimpulan diskusi :

 Gereja hadir dan mendapat tugas perutusan untuk menggerakkan umat dalam kegiatan-kegiatan dengan tema sentral martabat manusia, termasuk bidang sosial politik.

 Umat harus mampu menjadi pelopor dan agen perubahan dengan berpegang pada kabar sukacita Injil. Bukan sekedar paham akan hak dan kewajiban. Tetapi bagaimana dalam usaha-usaha mensejahterakan dan mewujudkan keadilan bagi masyarakat, merupakan untuk memuliakan Allah.

 Kita masing-masing dapat terlibat dalam kehidupan sosial politik dengan memberikan yang terbaik dari kita. Sesuai Arah Dasar KAJ 2016-2020, kita diajak menjadi pembawa sukacita Injil, mewujudkan Kerajaan Allah yang Maharahim dengan mengamalkan Pancasila.

Romo Anton Baur, menutup acara sarasehan ini dengan mengutip nas Injil Lukas yang menjadi bacaan hari Minggu itu, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit!

Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, agar Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” (Lukas 10,2 -3). Bahwa kita semua

diutus ke tempat-tempat yang sulit. Semoga kita senantiasa diteguhkan untuk menjadi garam dan terang.

(6)
(7)

- 7 -

 JADWAL LITURGI 

HARI MINGGU BIASA XVIII, 31 Juli

Bacaan:Pkh. 1:2; 2:21-23; Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17; Ul:1; Kol. 3:1-5,9-11; Luk. 12:13-21

Saran Lagu: PS 328, 424, 425, 376 (1, 4-6), 646,

696, 847, 955

HARI MINGGU BIASA XIX, 07 Agustus

Bacaan:Keb.18: 6-9; Mzm 33:1,12,18-19,20,22 ; Ibr 11:1-2, 8-19 (ibr. 11:1-2,8-12); Luk 12:32-48 (Luk 12:35-40)

Saran Lagu: PS 535, 381, 690, 691, 840, 960

Sabtu, 30 Juli, pukul 17.00 Koor dan Tatib: St. Fransiskus Maria

Lektor: Anastasia Tri Wulansari / C.M Ninuk

Djonowardjoko

Putra/i Altar: Helena Keren Imanuela, Rafael

Chistian, Bernadette Nathania Sukieche, Benedict Matthew Sukieche, Maria Carolina Itu Leba, Nicholas Yabes Condi, Gabriela Alexander Putri, Immanuel Xestopongiamura, Giacinta Maretha Prita Pradita, Gregorius Rio Alfrian

Prodiakon: Donanta Octaviardi, Noegroho Tjiptorahardjo, Joachim Sulistyo, Kamilus Arifin, Maria Yoke Edna, Petrus Lazarus Mardjono, Hadi Susanto, Heru Yuniriyanto

Sabtu, 06 Agustus, pukul 17.00 Koor dan Tatib: St. Yohanes de Brito

Lektor: Benedicta Gita Adinda / Mariska Vergina Putra/i Altar: Andreas Widiatmoko Prabowo,

Ignatius Prayogo, Fransisca Mariana Rasendrya Z., Maria Kiara Anindita, Josephine Marie Yohana, Patricia Dias Riandari, Jonathan Mark, Lidwina Gea Ekartama, Andreas Mado Laba, Fortunatus Narendra Narthapandya

Prodiakon: Heribertus Darno, Agus Munandar,

Esther Meinelsa Manurung, Rinto Setiono, Royandi Ernestus DP, Gunawan Wibowo, Agustinus Fadjar AS, Haryono Widarta

Minggu, 31 Juli, pukul 06.30 Koor dan Tatib: Sta. Theresia

Lektor: Maria Linda Sulistyo / Anastasia Raras Putra/i Altar: Timotius Patrick Lie Leonard, Kerri

Maria Gunawan, Timothy Luke Lumy, Maria Aurelia Larasati Hendrarto, Mikael Josafat, Maria Audriana Saraswati, Thomas Nicholas Sulistyo, Theresia Aurora Rosarian Adliana, Rodulfus David Dharmautama, Gabriella Putri

Prodiakon: Hendrawan Thiodorus, Yoseph Martahan

Sitorus, Ignatius Sudarmadi, Adrianus Nggala, George Pangemanan, Andreas FK

Minggu, 07 Agustus, pukul 06.30 Koor dan Tatib: St. Albertus Agung Lektor: Frederica P.J.M / Maria F. Kristiono

Putra/i Altar: Robertus Darren Radyan, Timotius

Gerwyn, Joety Johannes Aaron Bongku, Margaretha Velicia, Aurelia Anindita Herputri, Michael Rama Aviandri Santoso, Marcus Aurelius Brehatamaja D.D., Genoveva Audrey Divavolney D., Katarina Sari Kusuma Dewi Mursito, Elisabeth Novadiana Kurniasavitri

Prodiakon: Daniel Bala Batti, Lily Irene Tantra,

Hartawan Makmur, Heru Santosa, Georgino Godong, Temmy Royani

Minggu, 31 Juli, pukul 09.00 Koor dan Tatib: St. Andreas

Lektor: Mahendra / Lidya K Marlyan Pemazmur: Ignatius Eddy Wijaya Harijanto

Putra/i Altar: Maria Kinarkinanti Aditya, Petrus Jason

Bhaskara, Renata Majandra Aditya, YM Jonathan Glenn Paskalis, Dennise Joyliem, Maximillian Guido Yosa Adiyatma, Jesslyn, Albertus Alexander Goenawan, Claudia Michelle Ivane, Christopher Satrio Binatoro

Prodiakon: Gunawan Gunarso, Didik Wiryawan AP,

Floribertus Rismantoro, Gregorius Suyanto Utomo, Agustinus Fadjar AS, Lucas Hanifa Natahusada, Yadi

Minggu, 07 Agustus, pukul 09.00 Koor dan Tatib: Sta. Yosephine Bakhita Lektor: L Wiyono / Chresentia Flavia D Pemazmur: Diandra Forceila

Putra/i Altar: Michael Cathney, Rafael Christian,

Giacinta Maretha Prita Pradita, Gabriela Alexander Putri, Helena Keren Immanuela, Yohanna Emarina, Nicholas Yabes Condi, Gregorius Rio Alfrian

Prodiakon: Paul August Liqui, Soetojo Dharmadi,

Tjhong Vincentius, Hesti Purbaningsih, Gatot Kusumo Atmojo, Bayu Rajasa, Arden Andreas Barus, Fifi Amaliawaty, Florentina Ratna Supeni H., Grace Theresia Supit, Yasinta Fatmawati, Saly

(8)

8

-Djuhandi, Ping Julianto Widjaja, Willem Dagi, Agnes A. Sayan Rampisela, Albertus Sugianto Supriadi, Wahid Gunawan, Saras Damai Susetyo, Irwan Wijaya, Agustono Widjaja, Helfina M. Tisnakusuma, Indri Prijatmodjo, Maryono Suwargo, Romualdus Ponidjan, Hesti Purbaningsih, Yasinta Fatmawati

Listiyadhi, Didi Hartanto, Yosep Yendi, Rudyanto Gunawan, Dwi Respati, F. A. Soedjarno, Donanta Octaviardi, Noegroho Tjiptorahardjo, Kamilus Arifin, Petrus Lazarus Mardjono, Hendrawan Thiodorus

Minggu, 31 Juli, pukul 17.00 Koor dan Tatib: Sta. Khatarina

Lektor: Carin Faradina / Yasinta Dhyaning

Putra/i Altar: Patricia Kayla Putri Cahyono, Yohanes

Purba Sangga Becik, Abraham Arindra Sarwonawadya, Alexandra Ashley Soetardi, Theresia Avila Revabelle Maharani, Andreas Kevin Bagasksatria, Catherine Inez Maharani P., Caroline Susan Mahadewi Gadis Amara, Agata Anjani Cita Permata Kusuma, Maria Fransiska Chelsea Novelia Prodigma Gunawan, Seraphine Archangela Girlani Oktafandi

Prodiakon: Yustinus F. Irjayanto, Agnes Bertha

Tabarani, Alfonsus Haryanto, Anna Retno Hapsari, Yustinus T. Mudjihardjo, Agustinus Darmawan, Metty Suprapti, Antonius E. Nelwan, Agung Wahyu Wibowo, Fransiskus P. Narendra

Minggu, 07 Agustus, pukul 17.00 Koor dan Tatib: St. Fransiskus Xaverius Lektor: Henrica Nugraheni / Marcellina Kullit Putra/i Altar: Feodora Susan, Devosia Klaudia A.S,

Antonius Adrian Nathaniel, Ferdinand Harly Kusnadi, DeBritto Maurizt Angara Sitorus, Anselmus Abimayung Prayudi, Antonius Rangga Hapsoro W, Gabriela Liviana, Benedikta Awinna Resy Cristi Br. Pinem

Prodiakon: Yoseph Martahan Sitorus, Ignatius

Sudarmadi, Adrianus Nggala, George Pangemanan, Andreas FK, Gunawan Gunarso, Didik Wiryawan AP, Floribertus Rismantoro, Gregorius Suyanto Utomo, Joannes Suharno

 PENGUMUMAN 

1. Pendaftaran Putra Putri Altar baru dibuka dari tanggal 3 Juli s/d 14 Agustus 2016, tempat

pendaftaran di depan aula SanMaRe setelah misa.

2. PDKK mengundang bapak/ibu untuk Adorasi yang dipimpin oleh Romo Alp. Setya

Gunawan, Pr. pada hari Kamis, 28 Juli 2016 pukul 19.30 di Kapel SanMaRe. Diundang

semua umat.

3. Baptis bayi akan dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2016, penyuluhan baptis bayi pada

tanggal 7 Agustus 2016. Formulir pendaftaran dapat diambil di Sekretariat SanMaRe.

4. Misa HUT perkawinan untuk bulan Juli akan diadakan pada hari Sabtu 30 Juli 2016. Bagi

yang merayakannya dapat mendaftar di Sekretariat Paroki SanMaRe.

Dibutuhkan karyawan part time sebagai Asisten dokter gigi di daerah Bintaro utama 3, syarat: Wanita, SMA/SMK diutamakan yang single. Untuk Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi drg. Lannita H. 0812 8606 6660

Dibutuhkan: 1. Accounting, Wanita, usia max 35 tahun, min D3 Accounting, berpengalaman min. 2 th. | 2. Tenaga Administrasi, Wanita, usia max 35 th, bisa Komputer, berpengalaman. | 3. Supervisor Sipil, Pria, usia max 40 th,

Pend min. D3, latar belakang Tehnik Bangunan, pengalaman min 4 th, pernah mengawasi proyek, mampu menganalisa bangunan dan penangannya, mampu membuat RAB. Surat lamaran, CV dan foto kirim ke email hrd.housecareindonesia@gmail.com atau ke alamat: PT House Care Indonesia, Komp. Pertokoan Emerald Avenue Blok EB/B-07, Bintaro Jaya, Tangerang.

IKLAN BARIS – Wahana bagi umat yang ingin mengiklankan informasi lowongan pekerjaan atau mencari pekerjaan.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :