• Tidak ada hasil yang ditemukan

Askep Gagal Ginjal Kronik Aplikasi Nanda NIC NOC

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Askep Gagal Ginjal Kronik Aplikasi Nanda NIC NOC"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Askep Gagal

Askep Gagal Ginjal Kronik

Ginjal Kronik Aplikasi Nanda

Aplikasi Nanda

NIC NOC

NIC NOC

Ana Nurkhasanah Sunday, October 18, 2015

Ana Nurkhasanah Sunday, October 18, 2015 Askep KMBAskep KMB

img by gagalginjalkronik.com img by gagalginjalkronik.com Definisi

Definisi

Kegagalan ginjal kronis terjadi bila ginjal sudah tidak mampu mempertahankan Kegagalan ginjal kronis terjadi bila ginjal sudah tidak mampu mempertahankan lingkungan internal yang konsisten dengan kehidupan dan pemulihan fungsi tidak lingkungan internal yang konsisten dengan kehidupan dan pemulihan fungsi tidak dimulai. Pada kebanyakan individu transisi dari sehat ke status kronis atau penyakit dimulai. Pada kebanyakan individu transisi dari sehat ke status kronis atau penyakit yang menetap sangat lamban dan menunggu beberapa tahun. Barbara C Long, yang menetap sangat lamban dan menunggu beberapa tahun. Barbara C Long, 1996).

1996).

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) (Brunner & Suddarth, 2001).

(Brunner & Suddarth, 2001).

Gagal ginjal kronis adalah kegagalan fungsi ginjal untuk mempertahankan Gagal ginjal kronis adalah kegagalan fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi struktur ginjal metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi struktur ginjal yang progresif dengan manifestasi penumpukan sisa metabolit (toksik uremik) di yang progresif dengan manifestasi penumpukan sisa metabolit (toksik uremik) di dalam darah (Arif Muttaqin,2011).

dalam darah (Arif Muttaqin,2011).

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan Gagal ginjal kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif, dan cukup lanjut. Hal ini fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif, dan cukup lanjut. Hal ini

(2)

terjadi apabila laju filtrasi glomerulus kurang dari 50 ml/menit (Arjatmo terjadi apabila laju filtrasi glomerulus kurang dari 50 ml/menit (Arjatmo Tjokonegoro,2001).

Tjokonegoro,2001). Etiologi

Etiologi

Begitu banyak kondisi klinis yang bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal kronis. Begitu banyak kondisi klinis yang bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal kronis.  Akan

 Akan tetapi tetapi apapun apapun sebabnya, sebabnya, respon respon yang yang terjadi terjadi adalah adalah penurunan penurunan fungsi fungsi ginjalginjal secara progresif. Kondisi klinis yang memungkinkan dapat mengakibatkan GGK bisa secara progresif. Kondisi klinis yang memungkinkan dapat mengakibatkan GGK bisa disebabkan dari ginjal sendiri dan dari luar

disebabkan dari ginjal sendiri dan dari luar ginjal.ginjal. Penyakit dari ginjal 

Penyakit dari ginjal 

 penyakit pada saringan (glomerulus) : glomerulonefritispenyakit pada saringan (glomerulus) : glomerulonefritis 

 infeksi kuman : pyelonefritis, ureteritisinfeksi kuman : pyelonefritis, ureteritis 

 batu ginjal : nefrolitiasisbatu ginjal : nefrolitiasis 

 kista di ginjal : polcystis kidneykista di ginjal : polcystis kidney 

 trauma langsung pada ginjaltrauma langsung pada ginjal 

 keganasan pada ginjalkeganasan pada ginjal 

 sumbatan : tumor, batu, penyempitan/striktur sumbatan : tumor, batu, penyempitan/striktur 

Penyakit umum di luar ginjal  Penyakit umum di luar ginjal 

 penyakit sistemik : diabetes mellitus, hipertensi, kolesterol penyakit sistemik : diabetes mellitus, hipertensi, kolesterol tinggitinggi 

 dyslipidemiadyslipidemia 

 infeksi di badan : tbc paru, sifilis, malaria, hepatitisinfeksi di badan : tbc paru, sifilis, malaria, hepatitis 

 preeklamsipreeklamsi 

 obat-obatanobat-obatan 

 kehilangan banyak cairan yang mendadak (luka bakar)kehilangan banyak cairan yang mendadak (luka bakar)

Patofisiologi Patofisiologi

Pada waktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (termasuk glomerulus dan Pada waktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (termasuk glomerulus dan tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). Nefron-nefron yang utuh hipertrofi dan memproduksi volume filtrasi yang meningkat disertai nefron yang utuh hipertrofi dan memproduksi volume filtrasi yang meningkat disertai reabsorpsi walaupun dalam keadaan penurunan GFR/daya saring. Metode adaptif reabsorpsi walaupun dalam keadaan penurunan GFR/daya saring. Metode adaptif ini memungkinkan ginjal untuk berfungsi sampai ¾ dari nefron

ini memungkinkan ginjal untuk berfungsi sampai ¾ dari nefron – –nefron rusak. Bebannefron rusak. Beban bahan yang harus dilarut menjadi lebih besar daripada yang bisa direabsorpsi bahan yang harus dilarut menjadi lebih besar daripada yang bisa direabsorpsi berakibat diuresis osmotik disertai poliuri dan haus.

berakibat diuresis osmotik disertai poliuri dan haus.

Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak bertambah banyak oliguri timbul Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak bertambah banyak oliguri timbul disertai retensi produk sisa. Titik dimana timbulnya gejala-gejala pada pasien disertai retensi produk sisa. Titik dimana timbulnya gejala-gejala pada pasien menjadi lebih jelas dan muncul gejala-gejala khas kegagalan ginjal bila kira-kira menjadi lebih jelas dan muncul gejala-gejala khas kegagalan ginjal bila kira-kira fungsi ginjal telah hilang 80%-90%. Pada tingkat ini fungsi renal yang demikian nilai fungsi ginjal telah hilang 80%-90%. Pada tingkat ini fungsi renal yang demikian nilai kreatinin clearance turun sampai 15 ml/menit atau lebih rendah itu. ( Barbara C kreatinin clearance turun sampai 15 ml/menit atau lebih rendah itu. ( Barbara C Long, 1996)

(3)

Fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein (yang normalnya Fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein (yang normalnya diekskresikan ke dalam urin) tertimbun dalam darah. Terjadi uremia dan diekskresikan ke dalam urin) tertimbun dalam darah. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. Semakin banyak timbunan produk sampah mempengaruhi setiap sistem tubuh. Semakin banyak timbunan produk sampah maka gejala akan semakin berat. Banyak gejala uremia membaik setelah dialisis. maka gejala akan semakin berat. Banyak gejala uremia membaik setelah dialisis. (Brunner & Suddarth, 2001)

(Brunner & Suddarth, 2001)

Perjalanan umum gagal ginjal progresif dapat dibagi menjadi tiga

Perjalanan umum gagal ginjal progresif dapat dibagi menjadi tiga stadium yaitu:stadium yaitu:

 Stadium 1 (penurunan cadangan ginjal). Di tandai dengan kreatinin serumStadium 1 (penurunan cadangan ginjal). Di tandai dengan kreatinin serum

dan kadar Blood Ureum Nitrogen (BUN) normal

dan kadar Blood Ureum Nitrogen (BUN) normal dan penderita asimtomatik.dan penderita asimtomatik.

 Stadium 2 (insufisiensi ginjal). Lebih dari Stadium 2 (insufisiensi ginjal). Lebih dari 75% jaringan yang berfungsi telah75% jaringan yang berfungsi telah

rusak (Glomerulo filtration Rate besarnya 25% dari normal). Pada tahap ini rusak (Glomerulo filtration Rate besarnya 25% dari normal). Pada tahap ini Blood Ureum Nitrogen mulai meningkat diatas normal, kadar

Blood Ureum Nitrogen mulai meningkat diatas normal, kadar kreatinin serumkreatinin serum mulai meningkat melebihi kadar normal, azotemia ringan, timbul

mulai meningkat melebihi kadar normal, azotemia ringan, timbul nokturia dannokturia dan poliuri.

poliuri.

 Stadium 3 (Gagal ginjal stadium akhir/uremia). Timbul apabila 90% massaStadium 3 (Gagal ginjal stadium akhir/uremia). Timbul apabila 90% massa

nefron telah hancur, nilai glomerulo filtration rate 10% dari normal, kreatinin nefron telah hancur, nilai glomerulo filtration rate 10% dari normal, kreatinin klirens 5-10 ml permenit atau

klirens 5-10 ml permenit atau kurang. Pada tahap ini kreatinin serum dankurang. Pada tahap ini kreatinin serum dan kadar blood ureum nitrgen meningkat sangat mencolok dan timbul oliguri. kadar blood ureum nitrgen meningkat sangat mencolok dan timbul oliguri. (Price, 1992)

(Price, 1992)

Manifestasi klinis Manifestasi klinis

Karena pada gagal ginjal kronis setiap

Karena pada gagal ginjal kronis setiap sistem tubuh dipengaruhi oleh kondisi uremia,sistem tubuh dipengaruhi oleh kondisi uremia, maka pasien akan memperhatikan sejumlah tanda dan

maka pasien akan memperhatikan sejumlah tanda dan gejala. Keparahan tanda dangejala. Keparahan tanda dan gejala bergantung pada bagian dan tingkat kerusakan ginjal, kondisi lain yang gejala bergantung pada bagian dan tingkat kerusakan ginjal, kondisi lain yang mendasari, dan usia pasien.

mendasari, dan usia pasien.

Manifestasi kardiovaskuler, pada gagal ginjal kronis mencakup hipertensi (akibat Manifestasi kardiovaskuler, pada gagal ginjal kronis mencakup hipertensi (akibat retensi cairan dan natrium dari aktivasi system rennin-angiotenin-aldosteron), gagal retensi cairan dan natrium dari aktivasi system rennin-angiotenin-aldosteron), gagal  jantung

 jantung kongestif, kongestif, dan dan edema edema pulmoner pulmoner (akibat (akibat cairan cairan berlebihan), berlebihan), dan dan perikarditisperikarditis (akibat iritasi pada lapisan pericardial oleh

(akibat iritasi pada lapisan pericardial oleh toksin uremik).toksin uremik).

Gejala dermatologi yang sering terjadi mencakup rasa gatal yang parah (pruritis). Gejala dermatologi yang sering terjadi mencakup rasa gatal yang parah (pruritis). Butiran uremik, suatu penumpukan kristal urea di kulit, saat ini jarang terjadi akibat Butiran uremik, suatu penumpukan kristal urea di kulit, saat ini jarang terjadi akibat penanganan dini dan agresif terhadap penyakit ginjal tahap akhir. Gejala penanganan dini dan agresif terhadap penyakit ginjal tahap akhir. Gejala gastrointestinal juga sering terjadi dan mencakup anoreksia, mual, muantah dan gastrointestinal juga sering terjadi dan mencakup anoreksia, mual, muantah dan cegukan. Perubahan neuromuskuler mencakup perubahan tingkat kesadaran, cegukan. Perubahan neuromuskuler mencakup perubahan tingkat kesadaran, ketidak mampuan berkonsentrasi, kedutan otot

(4)

Manifestasi klinik antara lain (Long, 1996 : 369) : Manifestasi klinik antara lain (Long, 1996 : 369) :

 Gejala dini : Gejala dini : lethargi, sakit kepala, kelelahan fisik dan mental, berat badanlethargi, sakit kepala, kelelahan fisik dan mental, berat badan

berkurang, mudah tersinggung, depresi berkurang, mudah tersinggung, depresi

 Gejala yang lebih lanjut : Gejala yang lebih lanjut : anoreksia, mual disertai muntah, nafas anoreksia, mual disertai muntah, nafas dangkal ataudangkal atau

sesak nafas baik waktui ada kegiatan atau tidak, udem

sesak nafas baik waktui ada kegiatan atau tidak, udem yang disertai lekukan,yang disertai lekukan, pruritis mungkin tidak ada tapi m

pruritis mungkin tidak ada tapi mungkin juga sangat parah.ungkin juga sangat parah.

Manifestasi klinik menurut (Smeltzer, 2001) antara lain : hipertensi, (akibat retensi Manifestasi klinik menurut (Smeltzer, 2001) antara lain : hipertensi, (akibat retensi cairan dan natrium dari aktivitas sisyem renin-angiotensin

cairan dan natrium dari aktivitas sisyem renin-angiotensin – –aldosteron), gagal jantungaldosteron), gagal jantung kongestif dan udem pulmoner (akibat cairan berlebihan) dan perikarditis (akibat kongestif dan udem pulmoner (akibat cairan berlebihan) dan perikarditis (akibat iriotasi pada lapisan perikardial oleh toksik, pruritis, anoreksia, mual, muntah, dan iriotasi pada lapisan perikardial oleh toksik, pruritis, anoreksia, mual, muntah, dan cegukan, kedutan otot, kejang, perubahan tingkat kesadaran, tidak mampu cegukan, kedutan otot, kejang, perubahan tingkat kesadaran, tidak mampu berkonsentrasi).

berkonsentrasi).

Manifestasi klinik menurut Suyono (2001) adalah sebagai berikut : Manifestasi klinik menurut Suyono (2001) adalah sebagai berikut : Sistem kardiovaskuler 

Sistem kardiovaskuler 

 HipertensiHipertensi 

 Pitting edemaPitting edema 

 Edema periorbitalEdema periorbital 

 Pembesaran vena leher Pembesaran vena leher  

 Friction sub pericardialFriction sub pericardial

Sistem Pulmoner  Sistem Pulmoner 

 KrekelKrekel 

 Nafas dangkalNafas dangkal 

 KusmaullKusmaull 

 Sputum kental dan liatSputum kental dan liat

Sistem gastrointestinal  Sistem gastrointestinal 

  Anoreksia, mual dan munta Anoreksia, mual dan muntahh 

 Perdarahan saluran GIPerdarahan saluran GI 

 Ulserasi dan pardarahan mulutUlserasi dan pardarahan mulut 

 Nafas berbau ammoniaNafas berbau ammonia

Sistem musculoskeletal  Sistem musculoskeletal 

(5)

 Kram ototKram otot 

 Kehilangan kekuatan ototKehilangan kekuatan otot 

 Fraktur tulangFraktur tulang

Sistem Integumen Sistem Integumen

 Warna kulit abu-abu mengkilatWarna kulit abu-abu mengkilat 

 PruritisPruritis 

 Kulit kering bersisikKulit kering bersisik 

 EkimosisEkimosis 

 Kuku tipis dan rapuhKuku tipis dan rapuh 

 Rambut tipis dan kasar Rambut tipis dan kasar 

Sistem Reproduksi  Sistem Reproduksi 

  Amenore Amenore 

  Atrofi testis Atrofi testis

Mekanisme yang pasti untuk setiap manifestasi tersebut belum dapat

Mekanisme yang pasti untuk setiap manifestasi tersebut belum dapat diidentifikasi.diidentifikasi. Namun demikian produk sampah uremik

Namun demikian produk sampah uremik sangat dimungkinkan sebagaisangat dimungkinkan sebagai penyebabnya

penyebabnya Komplikasi Komplikasi

 Hiperkalemia, Akibat penurunan eksresi asidosis metabolic, katabolisme Hiperkalemia, Akibat penurunan eksresi asidosis metabolic, katabolisme dandan

masukan diit berlebih masukan diit berlebih

 Perikarditis, efusi perincalkdial dan temponade jantungPerikarditis, efusi perincalkdial dan temponade jantung 

 Hipertensi, Akibat retensi cairan dan natrium serta Hipertensi, Akibat retensi cairan dan natrium serta mal fungsi sistem renninmal fungsi sistem rennin

angioaldosteron angioaldosteron

  Anemia, Akibat penurunan  Anemia, Akibat penurunan eritroprotein, rentang usia sel darah meritroprotein, rentang usia sel darah merah,erah,

pendarahan gasstrointestina akibat iritasi pendarahan gasstrointestina akibat iritasi

 Penyakit tulang, Akibat retensi fosfat kadar kalium Penyakit tulang, Akibat retensi fosfat kadar kalium serum yang rendahserum yang rendah

metabolisme vitamin D, abnormal dan peningkatan kadar aluminium metabolisme vitamin D, abnormal dan peningkatan kadar aluminium

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang Laboratorium :

Laboratorium :

 Laju Endap Darah : Meninggi yang diperberat oleh Laju Endap Darah : Meninggi yang diperberat oleh adanya anemia, danadanya anemia, dan

hipoalbuminemia. Anemia normositer normokrom, dan jumlah retikulosit

hipoalbuminemia. Anemia normositer normokrom, dan jumlah retikulosit yangyang rendah.

rendah.

 Ureum dan kreatini : Meninggi, biasanya perbandingan antara ureum danUreum dan kreatini : Meninggi, biasanya perbandingan antara ureum dan

kreatinin kurang lebih 20 : 1.

(6)

saluran cerna, demam, luka bakar luas, pengobatan steroid, dan

saluran cerna, demam, luka bakar luas, pengobatan steroid, dan obstruksiobstruksi saluran kemih. Pe

saluran kemih. Perbandingan ini berkurang rbandingan ini berkurang ketika ureum lebketika ureum lebih kecil dariih kecil dari kreatinin, pada diet rendah protein, dan tes

kreatinin, pada diet rendah protein, dan tes Klirens Kreatinin yang menurun.Klirens Kreatinin yang menurun.

 Hiponatremi : Umumnya karena kelebihan cairan. Hiperkalemia : biasanyaHiponatremi : Umumnya karena kelebihan cairan. Hiperkalemia : biasanya

terjadi pada gagal ginjal lanjut

terjadi pada gagal ginjal lanjut bersama dengan menurunya dieresisbersama dengan menurunya dieresis

 Hipokalemia dan hiperfosfatemia: terjadi karena Hipokalemia dan hiperfosfatemia: terjadi karena berkurangnya sintesisberkurangnya sintesis

vitamin D3 pada GGK. vitamin D3 pada GGK.

 Phosphate alkaline : meninggi akibat Phosphate alkaline : meninggi akibat gangguan metabolisme tulang, terutamagangguan metabolisme tulang, terutama

isoenzim fosfatase lindi tulang. isoenzim fosfatase lindi tulang.

 Hipoalbuminemia dan hipokolesterolemia : umunya Hipoalbuminemia dan hipokolesterolemia : umunya disebabkan gangguandisebabkan gangguan

metabolisme dan diet rendah protein. metabolisme dan diet rendah protein.

 Peninggian gula darah, akibat Peninggian gula darah, akibat gangguan metabolisme karbohidrat pada gagalgangguan metabolisme karbohidrat pada gagal

ginjal (resistensi terhadap pengaruh insulin pada jaringan perifer). ginjal (resistensi terhadap pengaruh insulin pada jaringan perifer).

 Hipertrigliserida, akibat gangguan metabolisme lemak, diHipertrigliserida, akibat gangguan metabolisme lemak, di sebabkansebabkan

peninggian hormone insulin dan menurunnya lipoprotein

peninggian hormone insulin dan menurunnya lipoprotein lipase.lipase.

  Asidosis metabolic den Asidosis metabolic dengan kompensasi respirgan kompensasi respirasi menunjukan Ph yasi menunjukan Ph yangang

menurun, BE yang menurun, HCO

menurun, BE yang menurun, HCO33yang menurun, PCOyang menurun, PCO22 yang menurun,yang menurun, semuanya disebabkan retensi asam-asam organic pada gagal

semuanya disebabkan retensi asam-asam organic pada gagal ginjal.ginjal.

Radiology  Radiology 

 Foto polos abdomen untuk menilai bentuk dan besar ginjal (adanya batu atauFoto polos abdomen untuk menilai bentuk dan besar ginjal (adanya batu atau

adanya suatu obstruksi). Dehidrasi karena proses

adanya suatu obstruksi). Dehidrasi karena proses diagnostic akandiagnostic akan

memperburuk keadaan ginjal, oleh sebab itu penderita diharapkan tidak memperburuk keadaan ginjal, oleh sebab itu penderita diharapkan tidak puasa.

puasa.

 Intra Vena Pielografi (IVP)Intra Vena Pielografi (IVP) 

 Untuk menilai system pelviokalisisdan ureter.Untuk menilai system pelviokalisisdan ureter.

USG USG

Untuk menilai besar dan bentuk ginjal, tebal parenkim ginjal, kepadatan parenkim Untuk menilai besar dan bentuk ginjal, tebal parenkim ginjal, kepadatan parenkim ginjal, anatomi system pelviokalises, ureter proksimal, kandung kemih dan prostat. ginjal, anatomi system pelviokalises, ureter proksimal, kandung kemih dan prostat. EKG

EKG

Untuk melihat kemungkinan hipertropi ventrikel kiri, tanda-tanda perikarditis, aritmia, Untuk melihat kemungkinan hipertropi ventrikel kiri, tanda-tanda perikarditis, aritmia, gangguan elektrolit (hiperkalemia)

gangguan elektrolit (hiperkalemia)

Penatalaksanaan Penatalaksanaan

Tujuan penatalaksanaan pada gagal ginjal kronik adalah untuk mempertahankan Tujuan penatalaksanaan pada gagal ginjal kronik adalah untuk mempertahankan fungsi ginjal dan homeostasis selama mungkin. Semua factor yang berperan dalam fungsi ginjal dan homeostasis selama mungkin. Semua factor yang berperan dalam terjadinya gagal ginjal kronik dicari dan

(7)

 Adapun

 Adapun penatalaksanpenatalaksanaannya aannya yaitu yaitu : : Penatalaksanaan Penatalaksanaan konservatif, konservatif, MeliputiMeliputi pengaturan diet, cairan dan garam, memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan pengaturan diet, cairan dan garam, memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa, mengendalikan hiperensi, penanggulangan asidosis, pengobatan asam basa, mengendalikan hiperensi, penanggulangan asidosis, pengobatan neuropati, deteksi dan mengatasi komplikasi. Dan penatalaksanaan pengganti neuropati, deteksi dan mengatasi komplikasi. Dan penatalaksanaan pengganti diantaranya dialysis (hemodialisis, peritoneal dialysis) t

diantaranya dialysis (hemodialisis, peritoneal dialysis) transplantasi ginjal.ransplantasi ginjal.

Selain itu tujuan penatalaksanaan adalah menjaga keseimbangan cairan dan Selain itu tujuan penatalaksanaan adalah menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dan mencegah komplikasi yaitu sebagai berikut :

elektrolit dan mencegah komplikasi yaitu sebagai berikut : Dialisis

Dialisis

Dialysis dapat dlakukan untuk mencegah komplikasi gagal ginjal yang serius, seperti Dialysis dapat dlakukan untuk mencegah komplikasi gagal ginjal yang serius, seperti hiperkalemia, perikarditis, dan kejang. Dialysis memperbaiki abnormalitas biokimia, hiperkalemia, perikarditis, dan kejang. Dialysis memperbaiki abnormalitas biokimia, menyebabkan cairan, protein, dan natrium dapat dikonsumsi secara bebas, menyebabkan cairan, protein, dan natrium dapat dikonsumsi secara bebas, menghilangkan kecenderungan pendarahan

menghilangkan kecenderungan pendarahan, dan , dan membantu menyembuhkan luka.membantu menyembuhkan luka. Koreksi hiperkalemi 

Koreksi hiperkalemi 

Mengendalikan kalium darah sangat penting karena hiperkalemi dapat menimbulkan Mengendalikan kalium darah sangat penting karena hiperkalemi dapat menimbulkan kematian mendadak. Hal yang pertama harus diingat adalah jangan menimbulkan kematian mendadak. Hal yang pertama harus diingat adalah jangan menimbulkan hiperkalemia. Selain dengan pemeriksaan darah, hiperkalemia juga dapat hiperkalemia. Selain dengan pemeriksaan darah, hiperkalemia juga dapat didiagnosis dengan EEG dan EKG. Bila terjadi hiperkalemia, maka pengobatannya didiagnosis dengan EEG dan EKG. Bila terjadi hiperkalemia, maka pengobatannya adalah dengan mengurangi intake kalium,

adalah dengan mengurangi intake kalium, pemberian Na Bikarbonat, dan pemberianpemberian Na Bikarbonat, dan pemberian infuse glukosa.

infuse glukosa. Koreksi anemia Koreksi anemia

Pengendalian gagal ginjal pada keseluruhan akan dapat meninggikan Hb. Transfusi Pengendalian gagal ginjal pada keseluruhan akan dapat meninggikan Hb. Transfusi darah hanya dapat diberikan bila ada indikasi yang kuat, misal pada adanya darah hanya dapat diberikan bila ada indikasi yang kuat, misal pada adanya insufisiensi koroner.

insufisiensi koroner. Koreksi asidosis. Koreksi asidosis.

Pemberian asam melalui makanan dan obat-obatan harus dihindari. Natrium Pemberian asam melalui makanan dan obat-obatan harus dihindari. Natrium bikarbonat dapat diberikan peroral atau parenteral. Hemodialisis dan dialysis bikarbonat dapat diberikan peroral atau parenteral. Hemodialisis dan dialysis peritoneal dapat juga mengatasi

peritoneal dapat juga mengatasi asidosis.asidosis. Pengendalian hipertensi 

Pengendalian hipertensi 

Pemberian obat beta bloker, alpa metildopa, dan vasodilator dilakukan. Mengurangi Pemberian obat beta bloker, alpa metildopa, dan vasodilator dilakukan. Mengurangi intake garam dalam mengendalikan hipertensi harus hati-hati karena tidak semua intake garam dalam mengendalikan hipertensi harus hati-hati karena tidak semua gagal ginjal disertai retensi natrium.

gagal ginjal disertai retensi natrium. Transplantasi ginjal 

Transplantasi ginjal 

Dengan pencangkokan ginjal yang sehat ke pasien GGK, maka seluruh faal ginjal Dengan pencangkokan ginjal yang sehat ke pasien GGK, maka seluruh faal ginjal diganti oleh ginjal yang baru.

diganti oleh ginjal yang baru.

Data Fokus Peng

(8)

Promosi kesehatan Promosi kesehatan

K

K esesadadaaran perhadran perhadap kesap kes ehaehatatan atn ataau mengu meng urus urus kkesesehaehatatann

Subjektif: Subjektif:

Tidak tahu tentang penyakitnya Tidak tahu tentang penyakitnya

Objektif: Objektif:

Tampak sakit sedang hingga Tampak sakit sedang hingga berat berat TD biasanya tinggi TD biasanya tinggi Nutrisi Nutrisi K

K onsons umsumsi/i/digdig esesti/ti/ababss ormsorms i/i/memetatabolbolisis me/me/hidrhidrasi asi 

Subjektif: Subjektif:

BB biasanya menurun BB biasanya menurun

Nafsu makan juga menurun Nafsu makan juga menurun

Objektif: Objektif: BB turun BB turun

Tampak tidak nafsu makan Tampak tidak nafsu makan

Eliminasi Eliminasi

 S

 S iiss tem tem ururiinarinari usus

Subjektif: Subjektif:

Kencing biasanya sedikit Kencing biasanya sedikit

Objektif: Objektif:

-- S

 S iiss tem tem gg asastroitroi ntesntes tintinalal

Subjektif: Subjektif:

Biasanya tidak ada masalah Biasanya tidak ada masalah

Objektif: Objektif:

-- S

 S iiss tem tem iintegnteg umenumen

Subjektif: Subjektif:

Kulit tampak berwarna gelap Kulit tampak berwarna gelap

Objektif: Objektif:

--Aktivitas dan istirahat Aktivitas dan istirahat

Tidur

Tidur dadan in iss tiratirahahat t 

Subjektif: Subjektif:

Tidur biasanya terganggu Tidur biasanya terganggu

Objektif: Objektif:

-- A

(9)

Subjektif: Subjektif:

Kelemahan karena kondisi Kelemahan karena kondisi penyakit

penyakit

Objektif: Objektif:

Tampak tidak mampu melakukan Tampak tidak mampu melakukan aktivitas aktivitas Kasdiovaskular  Kasdiovaskular  Subjektif: Subjektif:

Memiliki riwayat Hipertensi Memiliki riwayat Hipertensi Tdbiasanya tinggi Tdbiasanya tinggi Objektif: Objektif: TD tinggi TD tinggi Takikardi Takikardi Respirasi  Respirasi  Subjektif: Subjektif:

Napas terkadang sesak Napas terkadang sesak

Objektif: Objektif: takipneau takipneau

Persepsi atau kognisi Persepsi atau kognisi

P

Perhaterhatian daian dan orin ori ententaass i i 

Subjektif: Subjektif: --Objektif: Objektif: --Persepsi/sensasi  Persepsi/sensasi  Subjektif: Subjektif: BAK sedikit BAK sedikit Objektif: Objektif:

Tampak BAK sedikit Tampak BAK sedikit

Komunikasi  Komunikasi 

Subjektif: Subjektif: Klien

Klien mengungkapkanmengungkapkan masalahnya dan meminta masalahnya dan meminta bantuan untuk bantuan untuk penyembuhannya penyembuhannya Objektif: Objektif:

Bercerita dengan petugas Bercerita dengan petugas kesehatan

kesehatan

Persepsi diri Persepsi diri

K

K onsonsep daep dan gn g aambmbaaran diri ran diri 

Subjektif:

(10)

Klien mengatakan dirinya sudah Klien mengatakan dirinya sudah tidak berdaya

tidak berdaya

Tampak putus asa Tampak putus asa

Peranan hubungan Peranan hubungan

P

Peran daeran dalalam km keleluauargrg aa

Subjektif: Subjektif: --Objektif: Objektif: --Seksualitas Seksualitas Subjektif: Subjektif: --Objektif: Objektif: --Koping/toleransi stress Koping/toleransi stress Subjektif: Subjektif:

Klien biasanya gelisah dan tidak Klien biasanya gelisah dan tidak kooperatif  kooperatif  Objektif: Objektif: Tampak gelisah Tampak gelisah Prinsip hidup Prinsip hidup Ni

Ni lalai dan keperci dan keperc ayaayaanan

Subjektif: Subjektif:  Agama klien  Agama klien Objektif: Objektif: --Keamanan/perlindungan Keamanan/perlindungan Subjektif: Subjektif: --Objektif: Objektif: --Kenyamanan Kenyamanan Subjektif: Subjektif:

Klien biasanya tidak nyaman Klien biasanya tidak nyaman dengan penyakitnya dengan penyakitnya Objektif: Objektif: Tampak gelisah Tampak gelisah

(11)

Pertumbuhan/perkembangan Pertumbuhan/perkembangan Subjektif: Subjektif: --Objektif: Objektif: --DATA PENUNJANG DATA PENUNJANG Laboratorium Laboratorium

Pada pemeriksaan ureum dan creatinin

Pada pemeriksaan ureum dan creatinin biasanya didapatkan meningkatbiasanya didapatkan meningkat Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul

Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul 1.

1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan keluaran urine, dietKelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan keluaran urine, diet berlebih dan retensi cairan dan natrium

berlebih dan retensi cairan dan natrium 2.

2. Perubahan nutrisi kurang dari Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengankebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual, muntah, pembatasan diet

anoreksia, mual, muntah, pembatasan diet dan perubahan membranedan perubahan membrane mukosa mulut.

mukosa mulut. 3.

3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, rIntoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi produketensi produk sampah dan prosedur 

sampah dan prosedur  4.

4. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi , prognosis, dan Kurangnya pengetahuan tentang kondisi , prognosis, dan kebutuhankebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.

pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.

Intervensi Keperawatan NIC Intervensi Keperawatan NIC

Untuk melihat intervensi keperawatan NIC diagnosa diatas silahkan klik diagnosa Untuk melihat intervensi keperawatan NIC diagnosa diatas silahkan klik diagnosa dibawah ini.

dibawah ini. 1.

1. Kelebihanvolume cairan berhubungan dengan penurunan keluaran urine, dietKelebihanvolume cairan berhubungan dengan penurunan keluaran urine, diet

berlebih danretensi cairan dan natrium

berlebih danretensi cairan dan natrium

2.

2. Perubahannutrisi kurang dari kebutuhan Perubahannutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengantubuh berhubungan dengan

anoreksia, mual, muntah,pembatasan diet dan

anoreksia, mual, muntah,pembatasan diet dan perubahan membrane mukosaperubahan membrane mukosa

mulut

mulut.. 3.

3. Intoleransiaktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi Intoleransiaktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi produkproduk

sampah danprosedur 

sampah danprosedur 

4.

4. KurangnyapengetKurangnyapengetahuan tentang kondisi ahuan tentang kondisi , prognosis, dan , prognosis, dan kebutuhankebutuhan

pengobatan berhubungandengan kurangnya informasi.

pengobatan berhubungandengan kurangnya informasi.

Sumber: Sumber:

https://banyumasperawat.wordpress.com/2009/07/22/form-pengkajian-13-domain-nanda/

(12)

Carpenito, Lynda Juall. (2000).

Carpenito, Lynda Juall. (2000). Buku Saku Diagnosa KeperawatanBuku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Jakarta :. Edisi 8. Jakarta : EGC

EGC

Doenges E, Marilynn, dkk. (1999).

Doenges E, Marilynn, dkk. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman UntukRencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perancanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3

Perancanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3. Jakarta : EGC. Jakarta : EGC Long, B C. (1996).

Long, B C. (1996). Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan ProsesPerawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan Proses Keperawatan) Jilid 3

Keperawatan) Jilid 3. Bandung : Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan. Bandung : Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Price, Sylvia A dan Lorraine M Wilson. (1995).

Price, Sylvia A dan Lorraine M Wilson. (1995). Patofisiologi Konsep Kllinis Proses-Patofisiologi Konsep Kllinis Proses- proses Penyakit. Edisi 4

 proses Penyakit. Edisi 4. Jakarta : EGC. Jakarta : EGC

Smeltzer, Suzanne C dan Brenda G Bare. (2001).

Smeltzer, Suzanne C dan Brenda G Bare. (2001). Buku Ajar Keperawatan MedikalBuku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8.

Bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8. Jakarta :EGC Jakarta :EGC Doenges, Marilynn E. (1999).

Doenges, Marilynn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan.Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGCJakarta : EGC Supartondo. ( 2001 ).

Supartondo. ( 2001 ). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta : Balai Penerbit FKUIJakarta : Balai Penerbit FKUI http://id.shvoong.com/medicin

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-historye-and-health/medicine-history/2128674-komplikasi-

/2128674-komplikasi-gagal-ginjal-kronis-dan/#ixzz2MQRKcZRs gagal-ginjal-kronis-dan/#ixzz2MQRKcZRs 0 0 inShare inShare

Silahkan submit emai Silahkan submit emai

Referensi

Dokumen terkait

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk

Gagal ginjal kronik (GGK) biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap (Doenges, 1999; 626) Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan

Gagal ginjal kronik (GGK) atau penyakit renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana terjadi kegagalan kemampuan tubuh untuk

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme