• Tidak ada hasil yang ditemukan

Maklah Ekologi Tumbuhan Produktivitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Maklah Ekologi Tumbuhan Produktivitas"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH EKOLOGI TUMBUHAN

MAKALAH EKOLOGI TUMBUHAN

PRODUKTIVITAS EKOLOGI TUMBUHAN

PRODUKTIVITAS EKOLOGI TUMBUHAN

DISUSUN OLEH :

DISUSUN OLEH :

R

RA

AT

TIIH R

H RA

AF

FA

AN

NIIN

NG A

G AY

YU

U

((E

E1

1A

A0

01

13

30

04

40

0))

R

RO

OS

SIIT

TA

A W

WA

AT

TII

((E

E1

1A

A0

01

13

30

04

44

4))

Z

ZA

AH

HR

RA

AT

TU

UL

L A

AIIN

NII

((E

E1

1A

A0

01

13

30

05

5

))

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FA

FAKULT

KULTAS KEGURUAN

AS KEGURUAN DAN I

DAN ILMU P

LMU PENDIDIKAN

ENDIDIKAN

UNIVE

UNIVERSITAS M

RSITAS MAT

ATARAM

ARAM

!01"

(2)

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang memberi rahmat dan karunianya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Dimana tugas makalah ini penulis sajikan dalam bentuk baku dan sederhana.

Adapun judul tugas makalah ini adalah “Produktivitas kologi Tumbuhan!  Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan kita tentang sistem sirkulasi.

Penulis menyadari bah"a makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersi#at membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan man#at bagi kita semua. Terima $asih.

%ataram, &'()

(3)

DAFTAR ISI

$ATA P*+A*TA...( DA-TA S...&

/A/  P*DA0121A*...3

(.( 2atar /elakang...3

(.& umusan %asalah...3

(.3 Tujuan...4

/A/  P%/A0ASA*...5

&.( Pengertian Produktivitas ...5

&.& 6enis7jenis Produktivitas ...8

&.3 kosistem 9ang %empunyai Produkti#itas Tinggi...: &.4 -aktor7-aktor 9ang %empengaruhi Produktivitas kosistem...(& &.5 Pengukuran Produktivitas kosistem...(5 /A/  P*1T1P...(;

(. $esimpulan...(; &. Saran...(; DA-TA P1STA$A...(:

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1#1 L$%$& B'$$*+

<rganisme tidak akan dapat hidup mandiri dimanapun ia berada. Suatu organisme akan bergantung pada kehadiran organisme lain dan sumber daya alam yang ada disekitarnya dalam memenuhi berbagai kebutuhan untuk kelangsungan hidupnya seperti, keperluan  pangan, perlindungan, pertumbuhan, pekembangbiakan, dan sebagainya. 0ubungan antara suatu individu dengan lingkungannya sangat rumit dan bersi#at timbal balik. 0ubungan individu dengan lingkunagannya dapat membentuk rantai makanan, dimana dalam rantai makanan ini terjadi aliran energy dan perpindahan materi. nergy dan materi inilah yang erat kaitannya dengan suatu sistem produksi.

Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan aliran materi. Produksi merupakan istilah umum bagi para ahli ekologi yang digunakan untuk   proses pemasukan dan penyimpanan energy di dalam ekosistem. Pemasukan energi dalam

ekosistem yang dimaksud adalah pengubahan=pengolahan energi cahaya menjadi energi kimia yang dilakukan oleh produsen. Sedangkan penyimpanan energi ialah penggunaan energi yang dilakukan oleh konsumen dan mikroorganisme. Produktivitas ekosistem yaitu keseluruhan sistem yang dinyatakan dengan biomassa atau bioenergi dalam kurun "aktu tertentu. Produktivitas ekosistem dapat menjadi parameter pengukuran yang penting dalam  penentuan aliran energi total yang melalui semua tingkat tro#i dari suatu ekosistem.

Produktivitas adalah laju produksi suatu makhluk hidup dalam ekosistem. Apabila  produktivitas suatu ekosistem hanya berubah sedikit dalam jangka "aktu yang lama maka hal itu menandakan kondisi lingkungan yang stabil, tetapi jika perubahan yang dramatis maka telah terjadi perubahan lingkungan yang nyata atau terjadi perubahan yang penting dalam interaksi di antara organisme penyusun eksosistem. Terjadinya perbedaan produktivitas pada  berbagai ekosistem dalam bios#er disebabkan oleh adanya #aktor pembatas dalam setiap

ekosistem. -aktor yang paling penting dalam pembatasan produktivitas bergantung pada jenis ekosistem dan perubahan musim dalam lingkungan.

(5)

Adapun rumusan masalah penulisan makalah ini adalah sebagai berikut> (. Apakah pengertian produktivitas dalam ekosistem?

&. Apa saja macam7macam produktivitas dalam ekosistem? 3. Apa saja contoh ekosistem yang produktivitasnya tinggi?

4. Apa saja #aktor7#aktor yang mempengaruhi produktivitas ekosistem?

5. /agaimana cara mengukur produktivitas ekosistem?

1#3 T,,$* P'*,.$*

Adapun tujuan penulisan makalah adalah sebagai berikut>

(. 1ntuk mengetahui apa itu pengertian produktivitas dalam ekosistem. &. 1ntuk mengetahui macam7macam produktivitas dalam ekosistem. 3. 1ntuk mengetahui contoh ekosistem yang produktivitasnya tinggi.

4. 1ntuk mengetahui #actor7#aktor yang mempengaruhi produktivitas ekosistem.

5. 1ntuk mengetahui cara pengukuran produktivitas ekosistem.

1#4 M$*2$$% P'*,.$*

Adapun man#aat penulisan makalah adalah sebagai berikut> 1# Sebagai sumber belajar dan acuan dalam penulisan karya ilmiah.

!# 1ntuk memahami lebih dalam tentang makna dan tujuan produktivitas ekosistem.

3# Agar dapat menambah ilmu pengetahuan untuk pembaca baik kalangan mahasis"a maupun masyarakat umum.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

!#1 P'*+'&%$* P&,%%$.

Sistem produksi dalam ekosistem erat hubungannya dengan daur materi dan aliran materi. Produksi merupakan istilah umum bagi para ahli ekologi yang digunakan untuk   proses pemasukan dan penyimpanan energy di dalam ekosistem. Produktivitas ekosistem

yaitu keseluruhan sistem yang dinyatakan dengan biomassa atau bioenergi dalam kurun "aktu tertentu. Produktivitas ekosistem merupakan parameter pengukuran yang penting dalam penentuan aliran energi total melalui semua tingkat tro#i dari suatu ekosistem.

Produktivitas merupakan parameter ekologi yang sangat penting. Produktivitas ekosistem adalah suatu indeks yang mengintegrasikan pengaruh kumulati# dari banyak proses dan interaksi yang berlangsung simultan di dalam ekosistem. 6ika produktivitas pada suatu ekosistem hanya berubah sedikit dalam jangka "aktu yang lama maka hal ini menandakan kondisi lingkungan yang stabil, tetapi jika terjadi perubahan yang dramatis, maka menunjukkan telah terjadi perubahan lingkungan yang nyata atau terjadi perubahan yang  penting dalam interaksi di antara organisme7organisme yang menyusun ekosistem @6ordan,

(:;5.

Produktivitas adalah laju produksi makhluk hidup dalam ekosistem. Produksi bagi ekosistem merupakan proses pemasukan dan penyimpanan energi dalam ekosistem. Pemasukan energi dalam ekosistem yang dimaksud adalah pemindahan energi cahaya menjadi energi kimia oleh produsen. Sedangkan penyimpanan energi yang dimaksudkan adalah penggunaan energi oleh konsumen dan mikroorganisme.

Aliran energi di dalam ekosistem berhubungan dengan konsep produktivitas. Tumbuh7tumbuhan berkloro#il mampu menangkap energi cahaya dan mengolah serta menyimpannya menjadi energi kimia berupa bahan organik. nergi kimia yang disimpan oleh tumbuh7tumbuhan @produsen disebut produksi atau lebih khusus lagi produksi primer. nergi kimia ini merupakan energi pertama dari bentuk penyimpanan energi. $ecepatan akumulasi energi pada produsen @autotro# dikenal sebagai produktivitas primer. Produktivitas primer adalah jumlah total energi kimia berupa bahan organik yang dibentuk  oleh tumbuh7tumbuhan per satuan luas, per satuan "aktu, sering ditulis dengan calori=cm&=tahun atau bahan organik kering dalam gram=m&=tahun .

(7)

6umlah bahan organik pada "aktu tertentu persatuan luas disebut hasil ba"aan @ standing crop) atau biomassa. 0asil ba"aan selalu dituliskan sebagai berat kering dalam gram=m& atau kg=m& atau (') gram=hektar. Produktivitas primer merupakan hasil #otosintesis

oleh tumbuhan berkloro#il termasuk ganggang. -otosintesis oleh bakteri dan kemosintesis  juga menyokong produktivitas primer "alupun hasil keduanya sangat kecil. 6umlah total

yang ditangkap dalam bentuk bahan makanan oleh tumbuhan dengan proses #otosintesis disebut produktivitas primer kotor.

Sebagian hasil produksi primer digunakan oleh tumbuh7tumbuhan di dalam proses respirasi. 6umlah total energi kimia berupa bahan organik per satuan luas, per satuan "aktu setelah dikurangi energi untuk resprasi disebut produktivitas primer bersih. Produktivitas  primer bersih inilah yang berguna untuk manusia dan he"an @Dirdjosoemarto, (::3.

<rganisme heterotro# mensintesis kembali energi yang diperolehnya dan disimpan dalam jaringan heterotro# disebut produktivitas sekunder. Produktivitas sekunder merupakan  produktivitas he"an dan saproba dalam komunitas. Produktivitas komunitas diartikan sebagai jumlah bahan organik yang tersimpan dan tidak digunakan oleh heterotro#. Bontohnya produksi primer bersih dikurangi konsumen heterotro#. 0e"an adalah organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri @heterotro#, oleh sebab itu kebutuhannya akan energi tergantung pada produksi primer bersih.

%enurut 6ordan @(:;5 dalam Wiharto @&''8, 6ika produktivitas suatu ekosistem hanya berubah sedikit dalam jangka "aktu yang lama maka hal itu menandakan kondisi lingkungan yang stabil, tetapi jika perubahan yang dramatis maka menunjukkan telah terjadi  perubahan lingkungan yang nyata atau terjadi perubahan yang penting dalam interaksi di antara organisme penyusun eksosistem. %enurut Bampbell @&''&, terjadinya perbedaan  produktivitas pada berbagai ekosistem dalam bios#er disebabkan oleh adanya #aktor   pembatas dalam setiap ekosistem. -aktor yang paling penting dalam pembatasan  produktivitas bergantung pada jenis ekosistem dan perubahan musim dalam lingkungan.

!#! 6'*.7'*. 8&,%%$.

Produktivitas merupakan laju pemasukan dan penyimpanan energi di dalam ekosistem. Produktivitas dapat dibedakan menjadi &, yaitu> Produktivitas primer dan produktivitas sekunder. Produktivitas primer merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh  produsen. Produktivitas primer dibedakan atas produktivitas primer kasar @bruto yang

(8)

merupakan hasil asimilasi total, dan produktivitas primer bersih @neto yang merupakan  penyimpanan energi di dalam jaringan tubuh tumbuhan. Produktivitas primer bersih ini juga

adalah produktivitas kasar dikurangi dengan energi yang digunakan untuk respirasi.

%enurut Bampbell @&''&, produktivitas primer menunjukkan jumlah energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia oleh autotro# suatu ekosistem selama suatu periode "aktu tertentu. Total produktivitas primer dikenal sebagai produktivitas primer kotor @ gross  primary productivity, +PP. Tidak semua hasil produktivitas ini disimpan sebagai bahan organik pada tubuh organisme produsen atau pada tumbuhan yang sedang tumbuh, karena organisme tersebut menggunakan sebagian molekul tersebut sebagai bahan bakar organic dalam respirasinya. Dengan demikian, Produktivitas primer bersih @net primary productivity,  *PP sama dengan produktivitas primer kotor dikurangi energi yang digunakan oleh  produsen untuk respirasi @s>

NPP 9 GPP  R.

Dalam sebuah ekosistem, produktivitas primer menunjukkan simpanan energi kimia yang tersedia bagi konsumen. Pada sebagian besar produsen primer, produktivitas primer   bersih dapat mencapai 5'C  :'C dari produktivitas primer kotor. %enurut Bampbellet 

al @&''&, asio *PP terhadap +PP umumnya lebih kecil bagi produsen besar dengan struktur non#otosintetik yang rumit, seperti pohon yang mendukung sistem batang dan akar  yang besar dan secara metabolik akti#.

Produktivitas primer dapat dinyatakan dalam energi persatuan luas persatuan "aktu @6=m&=tahun, atau sebagai biomassa @berat kering organik vegetasi yang ditambahkan ke ekosistem persatuan luasan per satuan "aktu @g=m&=tahun. *amun demikian, produktivitas  primer suatu ekosistem hendaknya tidak dikelirukan dengan total biomassa dari autotro# 

#otosintetik yang terdapat pada suatu "aktu tertentu, yang disebut biomassa tanaman tegakan(standing crop biomass). Produktivitas primer menunjukkan laju di mana organisme7 organisme mensintesis biomassa baru. %eskipun sebuah hutan memiliki biomassa tanaman tegakan yang sangat besar, produktivitas primernya mungkin sesungguhnya kurang dari  produktivitas primer beberapa padang rumput yang tidak mengakumulasi vegetasi

@Bampbellet al ., &''&.

T$;' 1# P&,%%$. P&-'& B.2'&

 *o Tipe kosistem /ahan $ering @g=m&=tahun

( 0utan 0ujan Tropis ('''  35''

(9)

3 0utan klim Sedang > 7 Selalu 0ijau 7 2uruh

)''  &5'' )''  &5''

4 0utan /oreal 4''  &'''

5 Savana &''  &'''

) Padang umput klim Sedang &''  (5'' 8 Tundra dan Alvin ('  4'' ; +urun dan Semak +urun ('  &5'

Produktivitas sekunder adalah penggunaan energi pada he"an dan mikroba @heterotro#. Produktivitas sekunder merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh konsumen. Pada produktivitas sekunder ini tidak dibedakan atas produktivitas kasar dan  bersih. Produktivitas sekunder pada dasamya adalah asimilasi pada aras atau tingkatan

konsumen.

$ecepatan penyimpangan energi potensial pada tingkat tro#ik dan pengurai disebut produktivitas sekunder. Dengan sendirinya energi ini akan semakin kecil pada tingkat tro#ik berikutnya. Arus energy total pada tingkat heterotro#ik yang analog dengan produktivitas kotor pada tingkat atau tro#ik, sebaiknya dinamakan asimilasi bukan produksi @esoedarmo, (:;). Bara paling sederhana mengukur produktivitas sekunder adalah dengan memperkirakan pertambahan bobot atau ukuran tumbuhan selama jangka "aktu tertentu.

E 9 E*8 < E8 $eterangan >

i > pemasukkan energi dalam bentuk pemasukan makanan np > energi yang digunakan dalam membangun jaringan tubuh p > >me"akili produksi sekunder @%ichael, (::4

Produksi bagi ekosistem merupakan proses pemasukan dan penyimpanan energy dalam ekosistem. Pemasukan energy dalam ekosistem yang dimaksud adalah pemindahan energy cahaya menjadi energy kimia oleh produsen. Sedangkan penyimpanan energy yang dimaksudkan adalah penggunaan energy oleh konsumen dan mikroorganisme. 2aju produksi makhluk hidup dalam ekosistem disebut sebagai produktivitas.

!#3 E..%'- =$*+ -'-8,*=$ P&,%2%$. T*++

kosistem yang paling produkti# adalah ekosistem terbuka, memiliki komunikasi yang intensi# terhadap ekosisitem lainnya @adanya masukan. %isalnya estuaria, ra"a dan koral

(10)

dan kesemuanya, mendapatkan masukan nutrisi dari daerah sekitarnya. Sistem setengah tertutup dengan siklus nutrisi yang mandiri umumnya kurang produkti#. /erikut ini ekosistem yang mempunyai produkti#itas tinggi yaitu >

$# E..%'- '.%,$&

stuari @muara merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. stuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau ra"a garam. kosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi. $omunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput ra"a garam, ganggang, dan #itoplankton. $omunitas he"annya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.

;# E..%'- %'&,-;, $&$*+

kosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai. #isiensi ekosistem ini sangat tinggi. 0e"an7he"an yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. /erbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. 0erbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita,  bintang laut, dan ikan karnivora. $ehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.

Terumbu karang merupakan ekosistem yang khas dan terdapat di daerah tropis. kosistem ini mempunyai produktivitas organik yang sangat tinggi dan tempat  berkumpulnya beraneka ragam jenis7jenis ikan karang, udang, alga, teripang, karang,

mutiara dan sebagainya.

Terumbu karang selain ber#ungsi sebagai tempat kehidupan ikan yang produkti#   juga merupakan pelindung #isik yang penting bagi keutuhan pantai. Apabila terumbu

karang rusak, akibatnya pantai akan torus terkikis oleh pukulan ombak, bahkan pulau karang kecil dapat hilang tenggelam seperti yang terjadi di Pulau 1bi di Teluk 6akarta.

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang amat penting bagi keberlanjutan sumberdaya yang terdapat di ka"asan pesisir dan lautan, dan umumnya tumbuh di daerah tropis, serta mempunyai produktivitas primer yang tinggi @(' kg B=m&=tahun. Tingginya produktivitas primer di daerah terumbu karang ini menyebabka n terjadinya pengumpulan he"an7he"an yang beranekaragam sepertiE ikan, udang, mollusca, dan lainnya. Dari hasil inventarisasi yang dilakukan ditemukan kelompok  karang hard coral dengan berbagai tipe yaitu > branching, tabulate, sub massi#, dan lainnya. 6enis ikan karang ditemukan sekitar &) #amili diantaranya #amili Bhaetodontidae, Pomacentridae dan 2abridae.

(11)

Aktivitas manusia dalam meman#aatkan potensi sumberdaya terumbu karang sering tumpang tindih dan bahkan banyak diantara aktivitas tersebut menyebabkan kerusakan terumbu karang. Pembukaan hutan mangrove sering menyebabkan  penggelontoran sedimen yang tinggi ke perairan karang, lalu lintas kapal diatas perairan

karang dapat menyebabkan smashing karang, demikian pula aktivitas pari"isata sering menimbulkan dampak terhadap kehidupan karang. Apabila kondisi ini terus berlangsung, maka dikha"atirkan ekosistem terumbu karang akan musnah.

># E..%'- $-,*

Padang lamun merupakan ekosistem perairan dangkal yang kompleks, memiliki  produktivitas hayati yang tinggi, dan merupakan sumberdaya laut yang penting baik 

secara ekologis maupuin secara ekonomis. 0asil penelitian menunjukkan bah"a  penutupan lamun yang tinggi tidak memberikan kelimpahan dan jumlah jenis juvenil ikan yang tinngi, dan ternyata pada saat bulan gelap kelimpahan juvenil ikan lebih tinggi dari pada saat bulan terang. /erdasarkan jenis7jenis juvenil ikan yang ditemukan ternyata  padang lamun memiliki potensi yang besar sebagai daerah asuban berbagi jenis juvenil ikan ekonomis penting diantaranya ikan kerapu, beronang, ikan merah, ikam ekor kuning dan berbagai jenis udang putih.

Tanaman yang biasa disebut seagrass ini merupakan tumbuhan berbunga @Angiospermae yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup terbenam di dalam laut. $arena kemampuan adaptasinya, tumbuhan ini mampu hidup di lingkungan laut atau medium air asin. Disebut padang lamun, karena ia tumbuh dalam satu ka"asan luas, yang jika dilihat mirip dengan bentangan padang rumput di darat.Tanaman lamun bisa hidup normal dalam keadaan terbenam, dan mempunyai sistem perakaran jangkar  @rhiFoma yang berkembang baik. %engingat pada dasarnya tak berbeda dengan tanaman darat, maka lamun punya keunikan yaitu memiliki bunga dan buah yang kemudian berkembang menjadi benih. Semuanya dilakukan dalam keadaan terbenam di  perairan laut. 0al inilah yang menjadi perbedaan nyata lamun dengan tumbuhan yang hidup terbenam di laut lainnya seperti makro7alga atau rumput laut @sea"eed.1ntuk bisa hidup normal, akar tanaman lamun cukup kuat menghujam ke dasar perairan tempat tumbuh. Akar ini tidak ber#ungsi penting dalam pengambilan air sebagaimana tanaman darat77 karena daun dapat menyerap nutrien @Fat giFi secara langsung dari dalam air laut. Tudung akarnya dapat menyerap nutrien dan melakukan #iksasi nitrogen. Sementara itu,

(12)

untuk menjaga agar tubuhnya tetap mengapung dalam kolom air, lamun dilengkapi dengan rongga udara.

Di samping itu, padang lamun melindungi pantai dari erosi dan abrasi serta menangkap sedimen yang diba"a oleh air laut, dan menjadi pendaur Fat hara. Tumbuhan lamun yang lebat ber#ungsi memperlambat gerakan air yang disebabkan oleh arus dan ombak, sehingga dapat mencegah erosi dan menjadi penyaring limbah= Fat7Fat pencemar  yang berbahaya.

# E..%'- M$*+&'

%angrove merupakan suatu #ormasi hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, lantai hutannya tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut. kosistem mangrove merupakan ekosistem inter#ace antara ekosistem daratan dengan ekosistem lautan. <leh karena itu, ekosistem ini mempunyai #ungsi yang spesi#ik yang keberlangsungannya bergantung pada dinamika yang terjadi di ekosistem daratan dan lautan. kosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang mempunyai  produktivitas yang tinggi yang memproduksi sumber makanan untuk sebagian besar   berbagai jenis ikan, udang, kepiting dan berbagai biota perairan pantai lainnya.

Disamping itu dari segi perikanan, mangrove juga berperan sebagai spa"ning dan nursery grounds. $esemua #ungsi mangrove tersebut tetap ada selama vegetasi mangrove dapat dipertahankan keberadaannya. $eberlangsungan #ungsi ekosistem mangrove ditentukan oleh proses ekologi internal yang secara signi#ikan dipengaruhi oleh proses eksternal sebagai berikut>

(. Pasokan yang seimbang dari jumlah air ta"ar dan air laut, &. Suplai nutrien yang cukup, dan

3. $ondisi substrat yang stabil.

Apabila salah satu #aktor eksternal ini terganggu, maka proses ekologis internal dari ekosistem mangrove akan terganggu yang pada akhirnya mengakibatkan kerusakan=hilangnya mangrove tersebut.

0utan angrove merupakan ekosistem yang unik dan ra"an. kosistem ini mempunyai #ungsi ekologis dan ekonomis. -ungsi ekologis hutan mangrove antara lain>  pelindung garis pantai, mencegah intrusi air laut, habitat @tempat tinggal, tempat mencari makan @#eeding ground, tempat asuhan dan pembesaran @nursery ground, tempat pemijahan @spa"ning ground bagi aneka biota perairan, serta sebagai pengatur  iklim mikro. Sedangkan #ungsi ekonominya antara lain> penghasil keperluan rumah

(13)

tangga dan penghasil keperluan industri. Sebagian manusia dalam memenuhi keperluan hidupnya dengan mengintervensi ekosistem mangrove. 0al ini dapat dilihat dari adanya alih #ungsi lahan @mangrove menjadi tambak, pemukiman, industri, dan sebagainya maupun penebangan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan. Dampak ekologis akibat berkurang dan rusaknya ekosistem mangrove adalah hilangnya berbagai spesies #lora dan #auna yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove, yang dalam jangka  panjang akan mengganggu keseimbangan ekosistem mangrove khususnya dan

ekosistem pesisir umumnya

!#4 F$%&72$%& =$*+ -8'*+$&,/ 8&,%%$.

'..%'-%enurut Bampbell @&''&, terjadinya perbedaan produktivitas pada berbagai ekosistem dalam bios#er disebabkan oleh adanya #aktor pembatas dalam setiap ekosistem. -aktor yang paling penting dalam pembatasan produktivitas bergantung pada jenis ekosistem dan perubahan musim dalam lingkungan. Produktivitas pada ekosistem dipengaruhi oleh  beberapa #aktor antara lain>

$# S,/,

/erdasarkan gradasi suhu rata7rata tahunan, maka produktivitas akan meningkat dari "ilayah kutub ke ekuator. *amun pada hutan hujan tropis, suhu bukanlah menjadi #aktor dominan yang menentukan produktivitas, tapi lamanya musim tumbuh. Adanya suhu yang tinggi dan konstan hampir sepanjang tahun dapat bermakna musim tumbuh  bagi tumbuhan akan berlangsung lama, yang pada gilirannya meningkatkan  produktivitas.

Suhu secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh pada produktivitas. Secara langsung suhu berperan dalam mengontrol reaksi enFimatik dalam proses #otosintetis, sehingga tingginya suhu dapat meningkatkan laju maksimum #otosintesis. Sedangkan secara tidak langsung, misalnya suhu berperan dalam membentuk strati#ikasi kolom perairan yang akibatnya dapat mempengaruhi distribusi vertikal #itoplankton. ;# ?$/$=$

Bahaya merupakan sumber energi primer bagi ekosistem. Bahaya memiliki peran yang sangat vital dalam produktivitas primer karena hanya dengan energi cahaya tumbuhan dan #itoplankton dapat melakukan #otosintesis. 0al ini berarti bah"a "ilayah yang menerima lebih banyak dan lebih lama penyinaran cahaya matahari tahunan akan memiliki kesempatan ber#otosintesis yang lebih panjang sehingga mendukung  peningkatan produktivitas primer.

(14)

Pada ekosistem terestrial seperti hutan hujan tropis memiliki produktivitas primer  yang paling tinggi karena "ilayah hutan hujan tropis menerima lebih banyak sinar  matahari tahunan yang tersedia bagi #otosintesis dibanding dengan iklim sedang @Wiharto, &''8. Sedangkan pada eksosistem perairan, laju pertumbuhan #itoplankton sangat tergantung pada ketersediaan cahaya dalam perairan. 2aju pertumbuhan maksimum #itoplankton akan mengalami penurunan jika perairan berada pada kondisi ketersediaan cahaya yang rendah.

># A&@ >,&$/ /,$*@ $* ''-;$;$*

Produktivitas pada ekosistem terestrial berkorelasi dengan ketersediaan air. Air  merupakan bahan dasar dalam proses #otosintesis, sehingga ketersediaan air merupakan #aktor pembatas terhadap aktivitas #otosintetik. Secara kimia"i air berperan sebagai  pelarut universal, keberadaan air memungkinkan memba"a serta nutrient yang

dibutuhkan oleh tumbuhan.

Air memiliki siklus dalam ekosistem. $eberadaan air dalam ekosistem dalam  bentuk air tanah, perairan, dan air di atmos#er dalam bentuk uap. 1ap di atmos#er dapat mengalami kondensasi lalu jatuh sebagai air hujan. nteraksi antara suhu dan air hujan yang banyak yang berlangsung sepanjang tahun menghasilkan kondisi kelembaban yang sangat ideal tumbuhan terutama pada hutan hujan tropis untuk meningkatkan  produktivitas.

%enurut 6ordan @(::5dalam Wiharto @&''8, tingginya kelembaban pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas mikroorganisme. Selain itu, proses lain yang sangat dipengaruhi proses ini adalah pelapukan tanah yang berlangsung cepat yang menyebabkan lepasnya unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Terjadinya petir dan  badai selama hujan menyebabkan banyaknya nitrogen yang ter#iksasi di udara, dan turun

ke bumi bersama air hujan.

 *amun demikian, air yang jatuh sebagai hujan akan menyebabkan tanah7tanah yang tidak tertutupi vegetasi rentan mengalami pencucian yang akan mengurangi kesuburan tanah. Pencucian adalah penyebab utama hilangnya Fat hara dalam ekosistem. # N,%&'*

Tumbuhan membutuhkan beragam nutrient anorganik, beberapa dalam jumlah yang relati# besar dan yang lainnya dalam jumlah sedikit, akan tetapi semuanya penting. Pada beberapa ekosistem terestrial, nutrient organik merupakan #aktor pembatas yang  penting bagi produktivitas. Produktivitas dapat menurun bahkan berhenti jika suatu

(15)

nutrient spesi#ik atau nutrient tunggal tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi.  *utrient spesi#ik yang demikian disebut nutrient pembatas(limiting nutrient).Pada  banyak ekosistem nitrogen dan #os#or merupakan nutrient pembatas utama, beberapa  bukti juga menyatakan bah"a B<& kadang7kadang membatasi produktivitas.

'# T$*$/

Potensi ketersedian hidrogen yang tinggi pada tanah7tanah tropis disebabkan oleh diproduksinya asam organik secara kontinu melalui respirasi yang dilangsungkan oleh mikroorganisme tanah dan akar @respirasi tanah. 6ika tanah dalam keadaan basah, maka karbon dioksida @B<& dari respirasi tanah beserta air @0&< akan membentuk asam karbonat @0&B<3  yang kemudian akan mengalami disosiasi menjadi bikarbonat @0B<37 dan sebuah ion hidrogen bermuatan positi# @0G. on hidrogen selanjutnya dapat menggantikan kation hara yang ada pada koloid tanah, kemudian bikarbonat bereaksi dengan kation yang dilepaskan oleh koloid, dan hasil reaksi ini dapat tercuci ke ba"ah melalui pro#il tanah @Wiharto, &''8.

0idrogen yang dibebaskan ke tanah sebagai hasil aktivitas biologi, akan bereaksi dengan liat silikat dan membebaskan aluminium. $arena aluminium merupakan unsur  yang terdapat dimana7mana di daerah hutan hujan tropis, maka aluminiumlah yang lebih dominan berasosiasi dengan tanah asam di daerah ini. Sul#at juga dapat menjadi sumber   pembentuk asam di tanah. Sul#at ini dapat masuk ke ekosistem melalui hujan maupun  jatuhan kering, juga melalui aktivitas organisme mikro yang melepaskan senya"a gas sul#ur. Asam organik juga dapat dilepaskan dari aktivitas penguraian serasah @6ordan, (:;5dalam Wiharto, &''8 .

2# H'&;&$

0erbivora adalah #aktor biotik yang mempengaruhi produktivitas vegetasi. Sekitar  (' C dari produktivitas vegetasi darat dunia dikonsumsi oleh herbivor bio#ag. Persentase ini bervariasi menurut tipe ekosistem darat @/arbourat al ., (:;8. *amun demikian, menurut %c*aughton dan Wol# @(::; bah"a akibat yang ditimbulkan oleh herbivora  pada produktivitas primer sangat sedikit sekali diketahui. /ahkan hubungan antara herbivora dan produktivitas primer bersih kemungkinan bersi#at kompleks, di mana konsumsi sering menstimulasi produktivitas tumbuhan sehingga meningkat mencapai tingkat tertentu yang kemudian dapat menurun jika intensitasnya optimum.

(16)

6ordan @(:;5dalamWiharto @&''8 menyatakan, bah"a "alaupun de#oliasi pada individu pohon secara menyeluruh sering sekali terjadi, hal ini disebabkan oleh tingginya keanekaragaman di daerah hutan hujan tropis. Selain itu, banyak pohon mengembangkan alat pelindung terhadap herbivora melalui produksi bahan kimia tertentu yang jika dikonsumsi oleh herbivora memberi e#ek yang kurang baik bagi herbivora.

!#5 P'*+,,&$* P&,%%$.

E..%'-Bara yang ideal untuk mengukur produktivitas adalah dengan jalan mengukur arus energi yang melalui sistem, tetapi dalam kenyataannya cara ini sulit untuk dilaksanakan. Pengukuran produktivitas yang sering dilakukan berdasarkan kuantitas tidak langsung antara lain dengan mengukur >

a. 6umlah senya"a yang dihasilkan  b. /ahan mentah yang diperlukan

c. 0asil samping

/eberapa metode pengukuran produktivitas antara lain > (. %etode panen

Dilakukan dengan menimbang hasil panen. %etode ini kurang teliti jika sebagian hasil dimakan oleh herbivora. %etode ini digunakan pada tanaman budidaya. %etode ini digunakan untuk mengukur produksi komunitas bersih.

&. Pengukuran oksigen

<ksigen yang dikeluarkan atau diproduksi dapat dipakai sebagai dasar pengukuran  produktivatas suatu komunitas. %etode ini biasanya dipakai untuk mengukur   produktivitas perairan.

3. %etode karbondioksida

Digunakan untuk tanaman atau organisme darat. Pada siang hari terdapat #otosintesis dan respirasi, sedangkan pada malam hari hanya terjadi respirasi. Produktivutas primer adalah  jumlah karbondioksida pada siang hari ditambah karbondioksida pada malam hari.

4. %etode p0

%etode ini digunakan pada ekosistem periaran. Pada ekosistem perairan, p0 air  merupakan #ungsi dari kadar karbodioksida terlarut. %etode ini baik dilakukan di laboratorium karena mudah dikontrol.

5. Pengukuran berkurangnya bahan mentah

/erkurangnya kandungan bahan  bahan mentah yang tersedia menggambarkan tingkat  produktivitas. %etode ini baik dilakukan pada ekosistem peraiaran. %etode ini mengukur   produksi bersih komunitas.

(17)

Dengan adanya unsur  unsur radioakti# dapat digunakan dalam pengukuran  produktivitas, yaitu dengan menggunakan B, <, atau P radioakti#. %etode ini digunakan

untuk mengukur produktivitas bersih, 8. %etode kloro#il

%etode ini berdasar pada kandungan kloro#il per area dalam suatu komunitas. %etode ini digunakan untuk mengukur produktivitas kotor.

(18)

BAB III PENUTUP 3#1 K'.-8,$*

Adapun dari tujuan dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bah"a >

a. Produktivitas merupakan laju pemasukan dan penyimpanan energi di dalam ekosistem.  b. Produktivitas dapat dibedakan menjadi &, yaitu> produkti#itas primer dan produkti#itas

sekunder.

c. kosistem yang paling produkti# adalah ekosistem terbuka, memiliki komunikasi yang intensi# terhadap ekosisitem lainnya @adanya masukan. %isalnya estuaria, terumbu karang, mangrove, lamun dan kesemuanya, mendapatkan masukan nutrisi dari daerah sekitarnya.

d. Produktivitas pada ekosistem dipengaruhi oleh beberapa #aktor antara lain> suhu, cahaya, air, curah hujan dan kelembaba, nutrie, tanah, dan herbivora.

e. /eberapa metode pengukuran produkstivitas antara lain> metode panen, pengukuran oksigen, metode karbondioksida, metode p0, pengukuran berkurangnya bahan mentah, metode radioaktivitas, dan metode kloro#il.

3#! S$&$*

Semoga dengan penulisan makalah ini pembaca baik dari kalangan mahasis"a maupun masyarakat umum dapat memahami makna produktivitas ekologi tumbuhan dan dapat dijadikan sumber belajar untuk merangsang cara berpikir kreati# dalam melestarikan lingkungan.

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Praktikum Ekologi Tumbuhan Produktivitas.&'((. Diakses di http>==alsensalo.blogspot.

co.id=&'((=(&=praktikum7ekologi7tumbuhan7produktivitas.html. Pada hari senin, &( %aret &'() pukul &'.(' "ita.

Anonim. Produktivitas ekosistem.&'(&. Diakses di http>==sobatbio.blogspot.co.id=&'(&=(&=

 produktivitas 7ekosistem.html. Pada hari senin, &( %aret &'() pukul &'.(5 "ita.

Anonim. &'(&.  Pengelolaan ekosistem padang lamun.

http>==nabilaari#annisa.blogspot.com=&'(& =')=pengelolaan7ekosistem7padang7

lamun.html. Pada hari senin, &( %aret &'() pukul &'.3' "ita.

/arbour, %. +., 6.0. /urk., and W.P. Pitts. (:;8. Terrestrial Plant Ecology. The

/enjamin=Bumming Publishing Bompany ns, Bali#ornia.

Bampbell, *. A., 6. /. eece, 2. +. %itchell. &''&. Biologi (terjemahan), disi kelima 6ilid 3.

Penerbit rlangga. 6akarta.

6ordan, B. -. (::5. Nutrient Cycling in Tropical Ecosystem.6ohn Wiley and Sons, *e" 9ork.

%ichael, P. (::4. etode Ekologi untuk Penyelidikan !apangandan !aboratorium.6akarta > 1

Press.

ososoedarmo, S., $. $arta"inata, dan A. Soegiarto. (:;). Pengantar Ekologi. /andung

>emadja osda $arya.

Referensi

Dokumen terkait

1) Kondisi kejiawaan yang tidak stabil atau sering berubah- ubah, sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Pada waktu tertentu kaum remaja menjadi sosok pendiam, suka

Kondisi Ekosistem Mangrove Berdasarkan Indikator Kualitas Lingkungan dan Ukuran Morfometrik Daun di Sebelah Utara dan Selatan Sungai Kembang Kuning, Cilacap, Jawa Tengah

Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap produktivitas kerja karyawan memiliki arti bahwa karyawan akan merasa nyaman dengan kondisi lingkungan kerja yang ada, jika kondisi

Menurut Prawirowardoyo (1986), kondisi stabil adalah kondisi yang terjadi pada saat suhu paket udara lebih kecil daripada suhu udara lingkungan sehingga massa udaranya menjadi

Pada akhirnya terjadi pengikisan kelenturan evolusi sehingga suatu spesies tidak mampu beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah (Nilsson 1983; Haig &amp; Nordstrom

Kondisi lingkungan ekosistem sungai lebih sesuai dengan habitat Pteridophyta karena memiliki suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara, dan intensitas cahaya yang lebih rendah dibanding

Artikel ini membahas hubungan antara status gizi dan kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas pekerja di Kantor KetenagalISTRikan di

Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 20 hal yang dapat memengaruhi produktivitas tenaga kerja, dianatranya adalah 1 kondisi tempat kerja; 2 upah; 3 lingkungan sosial tempat