SESI 5 PERENCANAAN SMK3;
KEPATUHAN PERATURAN
Kepatuhan Terhadap Peraturan Persyaratan Hukum dan Persyaratan
Lainnya
Contoh Undang-Undang yang terkait K3 Penggunaan sumber eksternal
Contoh Prosedur Perundangan-Undangan SMK3 di Perusahaan
PERENCANAAN SMK3;
KEPATUHAN PERATURAN
❑ Mengikuti persyaratan peraturan hukum terkait K3 dan lainnya adalah salah satu persyaratan penting dalam menerapkan SMK3 di organisasi atau perusahaan ❑ Dalam rangka Perusahaan menjaga dalam menjalankan bisnis yang lancar
harus memerhatikan tingkat kepatuhan terhadap peraturan hukum terkait K3 di Indonesia. Oleh karena itu penting bagi Perusahaan untuk memahami peraturan hukum dan persyaratan lain untuk memastikan operasional aktivitas perusahaan dilakukan secara benar dan memenuhi peraturan hukum terkait K3 khususnya yang ada di Indonesia.
❑ SMK3 seperti ISO 45001 menyediakan kerangka kerja yang baik untuk mengindentifikasi dan memantau kepatuhan dengan semua Undang-Undang setempat tentang keselamatan dan Kesehatan kerja. Langkah pertama adalah mengklarifikasi apakah itu kepatuhan hukum.
❑ Patuh terhadap peraturan atau persyaratan hukum K3 berarti mengimplementasikan penuh dari peraturan hukum kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku dan hal tersebut terjadi ketika persyaratan dipenuhi (compliance) dan perubahan perusahaan yang diinginkan terpenuhi.
❑ Organisasi perlu memahami dan mengerti bagaimana aktibitasnya dipengaruhi oleh peraturan Perundangan terkait K3 dan hal ini harus dikomunikasikan kepada para pekerja yang membutuhkannya.
❑ Organisasi harus membuat komitmen kebijakan untuk memenuhi persyaratan hukum dan persyaratan K3 lain yang berhubungan dengan bahayanya.
❑ Persyaratan hukum dapat mengambil banyak bentuk, seperti :
a. Peraturan Perundang-Undangan, termasuk Undang-Undang, regulasi dan kode-kode praktik
b. Keputusan dan arahan
c. Perintah yang dikeluarkan oleh regulator d. Izin, lisensi atau bentuk otorisasi lainnya
e. Keputusan pengadilan atau pengadilan administras f. Perjanjian, konvensi, protokol.
CONTOH UNDANG-UNDANG YANG BERKAITAN DENGAN K3
❑ Banyak sekali peraturan yang dibuat terkait dengan K3 yang dikeluarkan oleh Pemerintah, seperti :
❑ Undang-Undang nomer 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja → dimana UU ini mengatur dengan jelas tentang kewajiban pimpinan tempat kerja dan pekerja dalam melaksanakan keselamatan kerja.
❑ Undang-Undang nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan → perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja wanita wajib memperhatikan pekerja tersebut untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya dan menyediakan ruangan, peralatan yang cukup untuk pemerasan ASI dan Terkait K3 upaya perusahaan untuk pencegahan dan perlindungan terhadap risiko pekerjaan atau tempat kerja, pemeriksaan kesehatan (MCU) dan menanggung biaya pengobatan pekerjanya bila terganggu kesehatannya akibat kerja.
❑ Undang-Undang nomer 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan → mengatur mengenai sehaga hal yang berhubungan dengan ketenagakerjaan mulai dari upah kerja, jam kerja, hak maternal, cuti sampai dengan keselamatan dan kesehatan kerja.
CONTOH PERSYARATAN HUKUM TERBARU (UPDATE) TERKAIT
DENGAN K3 YANG DIKELUARKAN OLEH KEMENTERIAN
❑ Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2019 tentang penyakit akibat kerja
❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 tahun 2018 tentang keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan kerja
❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 9 tahun 2016 tentang keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan pada ketinggian
❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 37 tahun 2016 tentang keselamatan dan kesehatan kerja bejana tekanan dan tangki timbun
❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 9 tahun 2016 tentang keselamatan dan
kesehatan kerja pesawat tenaga dan produksi
❑ Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 6 tahun 2017 tentang tentang keselamatan dan kesehatan kerja elevator dan eskalator
❑ Peraturan Menteri Kesehatan nomer 46 tahun 2016 tentang standar K3 di areal perkantoran
❑ Peraturan Menteri Kesehatan nomer 70 tahun 2016 tentang standar persyaratan lingkungan kerja industri.
CONTOH STANDAR PERATURAN YANG TERKAIT K3
❑ Standar Nasional Indonesia (SNI)
❑ The Threshold Limit Value - American Conference Of Governmental Industrial Hygienists (TLV-ACGIH)
❑ Konvensi mengenai Kerangka Kerja Peningkatan K3 (Convention Concerning The Promotional FrameWork for Occupational Safety and Health 187) tahun 2006.
❑ Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional nomor 120 mengenai Hygine dalam Perniagaan dan kantor-kantor tahun 1964.
❑ Contoh “Persyaratan Lain” dapat mencakup : a. Kondisi kontrak
b. Perjanjian dengan pekerja
c. Perjanjian dengan pihak yang berkepentingan d. Perjanjian dengan otoritas kesehatan
e. Pedoman selain regulasi
f. Prinsip sukarela, praktik terbaik atau kode praktik
g. Komitmen publik organisasi atau organisasi induknya h. Persyaratan perusahaan atau organisasi.
❑ Untuk memenuhi komitmen kebijakan, organisasi harus memiliki pendekatan terstruktur untuk memastikan bahwa persyaratan hukum dan persyaratan lainnya dapat diidentifikasi, dievaluasi untuk penerapan, diakses, dikomunikasikan dan dimutakhirkan secara terus-menerus, bergantung pada sifat bahaya, operasi, peralatan, bahan, dan lain-lain, suatu organisasi harus mencari persyaratan peraturan perundang-undangan atau persyaratan lainnya yang relevan.
❑ Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan pengetahuan dalam organisasi atau melalui penggunaan sumber eksternal seperti :
a. Internet, b. Perpustakaan c. asosiasi perdagangan d. Regulator e. Layanan hukum f. Lembaga K3 g. Konsultan K3 h. Produsen peralatan i. Pemasok bahan j. Kontraktor k. Pelanggan.
❑ Sumber eksternal, seperti yang sebelumnya tercatat, dapat membantu dalam menemukan dan mengevaluasi persyaratan ini. Setelah persyaratan yang berlaku teridentifikasi, prosedur organisasi perlu menyertakan informasi tentang bagaimana organisasi dapat mengakses persyaratan hukum dan persyaratan lainnya tersebut.
❑ Prosedur organisasi harus memastikan bahwa organisasi dapat menentukan perubahan yang mempengaruhi penerapan persyaratan hukum dan persyaratan lain yang relevan dengan bahayanya. Prosedur organisasi perlu mengidentifikasi siapa yang harus menerima informasi tentang persyaratan hukum dan persyaratan lainnya serta memastikan bahwa informasi yang relevan dikomunikasikan kepada pekerja.
❑ Dari hasil tinjauan awal, organisasi harus mempertimbangkan persyaratan hukum dan persyaratan lain yang berlaku terhadap :
a. Sektornya,
b. Kegiatannya,
c. Produk, proses, fasilitas, peralatan, bahan dan pekerjanya
serta
❑ Dalam ISO 45001 Dokumen pertama yang menyebutkan
Pertimbangan Persyaratan Hukum adalah Kebijakan K3,
standar Kebijakan K3 ini jelas menuntut dimasukkannya setidaknya komitmen untuk mematuhi Persyaratan Hukum yang berlaku dan dengan Persyaratan Lainnya dimana organisasi atau perusahaan harus mematuhi peraturan tersebut untuk kepentingan operasional aktivitasnya.
❑ Di ISO 45001 menyatakan ketika suatu organisasi menetapkan tujuan dan rencana K3 untuk pencapaiannya, organisasi tersebut harus mempertimbangan persyaratan yang berlaku mencakup persyaratan hukum terkait K3.
❑ Dalam fase implementasi organisasi harus memiliki instrumen untuk memenuhi persyaratan hukum (misalnya; dokumen-dokumen yang cukup untuk menunjukkan kepatuhan, tanggung jawab dan wewenang untuk memenuhi persyaratan terkait kepatuhan, proses komunikasi terkait kepatuhan, pelatihan dan kesadaran akan proses terkait).
❑ Organisasi perlu melakukan evaluasi kepatuhan secara berkala dengan persyaratan hukum dan lainnya, walaupun suatu organisasi tingkat kepatuhannnya sudah cukup baik pada saat ini, tidak menutup kemungkinan dalam waktu beberapa bulan ke depan hasil kepatuhannya tetap sama.
❑ Bila ketidakpatuhan dengan persyaratan hukum terkait K3 ditemukan di aktivitas dan lingkungan organisasi, organisasi diharuskan untuk mengambil Tindakan Korektif segera, yang dapat mencakup tindakan untuk segera memberikan info kepada pihak berwenang, tergantung dari persyaratan hukum spesifik dan besarnya ketidakpatuhan terkait K3, seperti halnya ketidaksesuaian, prosedur untuk tindakaan perbaikan harus diikuti dan dijalankan.
❑ Dalam ISO 45001 mengsyaratkan penuinjauan SMK3 oleh manajemen puncak melalui proses peninjauan manajemen tentang hasil evaluasi kepatuhan dan kemungkinan perubahan dalam persyaratan hukum.
❑ Hal ini untuk memastikan bahwa manajemen puncak sadar akan potensi risiko dan ketidakpatuhan dan telah mengambil langkah yang tepat untuk memenuhi komitmen manajemen puncak terhadap kepatuhan hukum.
❑ Hasil evaluasi kepatuhan dengan persyaratan hukum dan lainnya adalah salah satu input wajib dalam tinjauan manajemen.
❑ Secara keseluruhan ketentuan ini berarti organisasi atau perusahaan yang menerapkan ISO 45001 harus secara sistematis mengidentifikasikan dan mengelola kewajiban kepatuhannnya dalam SMK3nya.
Penerapan Persyaratan Peraturan K3 dalam klausul di SMK3 Contoh Persyaratan Hukum:
- UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
- PP No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3
Contoh persyaratan lain dari perusahaan :
Prosedur keselamatan kerja untuk bekerja di ketinggian yang disusun oleh organisasi atau perusahaan.