TATA GUNA LAHAN
TATA GUNA LAHAN
1 Pengertian Dasar 1 Pengertian Dasar Lahan
Lahan ad adalalahah kesekeseluruhluruhan an kemakemampuan muka mpuan muka dardaratan atan besebeserta rta segasegala la gejagejala la di di bawabawahh permukaannya yang bersangkut paut dengan pemanfaatannya bagi manusia
permukaannya yang bersangkut paut dengan pemanfaatannya bagi manusia . Pengertian. Pengertian tersebut menunjukan bahwa lahan merupakan suatu bentang ala
tersebut menunjukan bahwa lahan merupakan suatu bentang ala m sebagai modal utama kegiatan,m sebagai modal utama kegiatan, seb
sebagaagai i temtempat pat di di manmana a seluseluruh ruh makmakhluhluk k hidhidup up berberada ada dan dan melamelangsngsungungkan kan kehkehiduidupanpannynyaa deng
dengan memanfaatkaan memanfaatkan lahan n lahan itu sendiri. Sedangitu sendiri. Sedangkankan penggunaan lahanpenggunaan lahan ad adalalahah suatu usahasuatu usaha pe
pemanmanfaafaatatan n lahlahan an dadari ri wakwaktu tu ke ke wakwaktu tu ununtuk tuk memmempeperrleh leh hashasilil. . LahLahan an mermerupaupakankan kesatuan berbagai sumberdaya daratan yang saling berinteraksi membentuk suatu sistem yang kesatuan berbagai sumberdaya daratan yang saling berinteraksi membentuk suatu sistem yang struktural dan fungsional. Sifat dan perilaku lahan ditentukan oleh berbagai macam sumberdaya struktural dan fungsional. Sifat dan perilaku lahan ditentukan oleh berbagai macam sumberdaya serta intensitas interaksi yang berlangsung antar sumberdaya. Faktor-faktor penentu sifat dan serta intensitas interaksi yang berlangsung antar sumberdaya. Faktor-faktor penentu sifat dan perilaku
perilaku lahan lahan tersebut tersebut terbatas terbatas ruang ruang dan dan waktu.waktu. Pengembangan lahanPengembangan lahan ad adalahalah pengubahanpengubahan gu
guna na lalahahan n dadari ri susuatatu u fufungngsi si memenjnjadadi i fufungngsi si lalain in dedengngan an tutujujuan an ununtutuk k memendndapapatat keuntungan dari nilai tambah yang terjadi karena perubahan guna lahan tersebut
keuntungan dari nilai tambah yang terjadi karena perubahan guna lahan tersebut..
Tata guna lahan
Tata guna lahan (l(lanand d ususe)e) adadalaalahh suatu upaya dalam meren!anakan penggunaan lahansuatu upaya dalam meren!anakan penggunaan lahan dalam suatu kawasan yang meliputi
dalam suatu kawasan yang meliputi pembagian wilayah untuk pengkhususan fungsi"fungsipembagian wilayah untuk pengkhususan fungsi"fungsi tertentu# misalnya fungsi pemukiman# perdagangan# industri# dll
tertentu# misalnya fungsi pemukiman# perdagangan# industri# dll.. $en!ana tata guna lahan$en!ana tata guna lahan merupakan
merupakan kerangka kerja yang menetapkan keputusan"keputusan terkait tentang lkasi#kerangka kerja yang menetapkan keputusan"keputusan terkait tentang lkasi# kapasitas dan jadwal pembuatan jalan# saluran air bersih dan air limbah# gedung seklah# kapasitas dan jadwal pembuatan jalan# saluran air bersih dan air limbah# gedung seklah# pusat kesehatan# taman dan pusat"pusat pelayanan serta fasilitas umum
pusat kesehatan# taman dan pusat"pusat pelayanan serta fasilitas umum lainnya%lainnya% Tata guna Tata guna lahan merupakan salah satu faktor penentu utama dalam pengelolaan lingkungan. eseimbangan lahan merupakan salah satu faktor penentu utama dalam pengelolaan lingkungan. eseimbangan an
antatarara kawakawasan san budidbudidayaaya d daann kawasan knser&asikawasan knser&asi merupamerupakan kunci kan kunci dari pembangudari pembangunannan berkelanjutan
berkelanjutan yang yang berwawasan berwawasan lingkungan. lingkungan. TaTata ta guna guna lahan lahan dan dan pengembangan pengembangan lahan lahan dapatdapat meliputi!
meliputi!
aa.. oottaa , , menurut definisi uni"ersal, adalah sebuah area urban sebagai pusat pemukiman yangmenurut definisi uni"ersal, adalah sebuah area urban sebagai pusat pemukiman yang berbeda
berbeda dari dari desa desa ataupun ataupun kampung berdasarkan kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan,penduduk, kepentingan, kegiatan dan atau status hukum.
kegiatan dan atau status hukum. b.
b. PerkotaanPerkotaan , , merupmerupakan pusat akan pusat pemukpemukiman yang iman yang secara administratsecara administratif if tidak harus tidak harus berdiberdiri ri sendirsendirii seb
sebagaagai i kotkota, a, namnamun un telatelah h menmenunjunjukkukkan an kegkegiataiatan n kotkota a secasecara ra umuumum m dan dan berberperperan an sebsebagaagaii wilayah pengembangan
cc.. ##iillaayyaahh , , mermerupupakaakan n kekesatsatuauan n ruaruang ng dedengngan an ununsusur-r-ununsusur r terterkaikait t yayang ng babatas tas dadann siste
sistemnymnya a diteditentukntukan an berdberdasarasarkan kan penpengamagamatan tan admadminisinistrattratif if pempemerinerintahatahan n atauataupunpun fungsional
fungsional d
d.. aawwaassaann , , mermerupaupakan kan wilwilayaayah h yanyang g memmempunpunyai yai funfungsi gsi dan dan atau atau aspeaspek$pk$pengengamaamatantan fungsional tertentu
fungsional tertentu
ee.. PPeerruummaahhaann , , adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggaladalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi sarana
atau lingkungan hunian yang dilengkapi sarana dan prasarana lingkungandan prasarana lingkungan
ff.. PPeerrmmuukkiimmaann , , adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasn lindung ,baik yangadalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasn lindung ,baik yang berupa
berupa perkotaan perkotaan maupu maupu pedesaan pedesaan yang yang berfungsi berfungsi sebagai sebagai lingkungan lingkungan tempat tempat tinggaltinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan
atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yangmendukung kehidupyangmendukung kehidupanan
Perencanaan tata guna lahan adalah inti praktek perencanaan perkotaan. Sesuai dengan Perencanaan tata guna lahan adalah inti praktek perencanaan perkotaan. Sesuai dengan kedudukannya dalam prencanaan fungsional, perencanaan tata guna lahan merupakan kunci kedudukannya dalam prencanaan fungsional, perencanaan tata guna lahan merupakan kunci untuk mengarahkan pembangunan kota. %al itu ada hubungannya dengan anggapan lama untuk mengarahkan pembangunan kota. %al itu ada hubungannya dengan anggapan lama bahwa
bahwa seorang seorang perencana perencana perkotaan perkotaan adalahadalah “seorang yang berpengetahuan secara umum“seorang yang berpengetahuan secara umum tetapi memili
tetapi memiliki suatu pengetahuki suatu pengetahuan khusus.an khusus.”” Pengetahuan khusus kebanyakan perencanaPengetahuan khusus kebanyakan perencana perkotaan
perkotaan ialah ialah perencana perencana tata tata guna guna lahan. lahan. Pengembangan Pengembangan tata tata guna guna lahan lahan yangyang disesuaiakan dengan meningkatkan perekonomian suatu kota atau wilayah.
disesuaiakan dengan meningkatkan perekonomian suatu kota atau wilayah.
&atanesse '()**! +*(, mengatakan bahwa secara umum ada kategori alat-alat &atanesse '()**! +*(, mengatakan bahwa secara umum ada kategori alat-alat perencanaan tata guna lahan untuk melaksanakan rencana, yaitu!
perencanaan tata guna lahan untuk melaksanakan rencana, yaitu! a.
a. PePenynyedediaiaan an FaFasisilitlitas as mumumm
Fasilitas umum diselenggarakan terutama melalui program perbaikan modal dengan cara Fasilitas umum diselenggarakan terutama melalui program perbaikan modal dengan cara melestarikan sejak dini menguasai lahan umum dan daerah milik jalan 'damija.
melestarikan sejak dini menguasai lahan umum dan daerah milik jalan 'damija. b.
b. Peraturan-peraturan PembangunanPeraturan-peraturan Pembangunan /rdon
/rdonansi yang mengatur pendaeransi yang mengatur pendaerahanahan (zo(zoninning),g), peraturan peraturan tentang tentang pengaplingan, pengaplingan, dandan kete
ketentuntuan-an-ketketententuan uan hukhukum um lain lain menmengengenai ai pempembanbangungunan, an, mermerupaupakan kan jamjaminainan n agaagar r kegiatan pembangunan oleh sektor swasta mematuhi standar dan tidak menyimpang dari kegiatan pembangunan oleh sektor swasta mematuhi standar dan tidak menyimpang dari rencana tata guna lahan.
rencana tata guna lahan. c.
c. %im%imbaubauan, an, epemepemimpimpinainan, dan, dan oon oordirdinasnasii Sekali
Sekalipun sedikit pun sedikit lebih informal daripada program perbaikan modal lebih informal daripada program perbaikan modal atau peraturan-atau peraturan- peraturan
peraturan pembangunan, pembangunan, hal hal ini ini dapat dapat menjadi menjadi lebih lebih efektif efektif untuk untuk menjamin menjamin agar agar ga
gagagasasan-n-gagagagasasan, n, dadatata-d-datata, a, ininfoformrmasasi i dadan n ririsasat t memengngenenai ai pepertrtumumbubuhahan n dadann perkembangan masyarakat dapat masuk dalam pembuatan keputusan kalangan
perkembangan masyarakat dapat masuk dalam pembuatan keputusan kalangan developer developer swasta dan juga instansi pemerintah yang melayani kepentingan umum.
d. 0encana Tata 1una Lahan
0encana saja sebenarnya sudah merupakan alat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan serta saran-saran yang dikandungnya selama itu semua terbuka dan tidak basi sebagai arahan yang secara terus-menerus untuk acuhan pengambilan keputusan baik bagi kalangan pemerintah maupun swasta. Suatu cara untuk melaksanakan hal itu adalah dengan cara meninjau, menyusun dan mensahkan kembali rencana tersebut dari waktu ke waktu. &ara lain adalah dengan menciptakan rangkaian bekesinambungan antara rencana tersebut dengan perangkat-perangkat pelaksanaan untuk mewujudkan rencana tersebut.
' Paradigma Penggunaan Lahan
2alam perencanaan penataan ruang suatu kawasan sangat perlu memperhatikan perencanaan penggunaan lahannya, karena dalam hakikatnya pada suatu lahan di dalamnya terjadi interaksi langsung dengan akti"itas manusia 'biologis, sosial, budaya dengan lingkungannya. Paradigma yang terjadi dalam penggunaan lahan bergeser dari waktu ke waktu karena adanya beberapa faktor, antara lain!
a. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman b. Perkembangan kapasitas teknologi
c. Pertumbuhan kesadaran sosial
3egitu pula dalam perencanaan tata guna lahan, paradigma-paradigma yang terjadi di dalam konteks perencanaan ruang suatu kawasan antara lain!
a. Pemujaan
Suatu penghormatan terhadap fitur-fitur alam 'gunung, bukit, hutan, laut di mana menganggap hal tersebut sesuatu yang sakral dan dipercaya mempunyai suatu nilai adat yang dianggap baik dalam kalangan masyarakatnya. etika lahan tersebut dianggap suci$sakral maka akan memunculkan polemik bahwa lahan tersebut tidak dapat diganggu gugat pemanfaatannya.
b. 4ksploitasi
Tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan lahan yang terus meningkat sedangkan ketersediaan akan lahan yang terbatas sehingga memaksa akan adanya perubahan alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah yang ada.
c. 5presiasi
Suatu penghargaan atau penilaian terhadap suatu lahan yang ada dengan cara mengenali, menilai dan membandingkan suatu lahan tersebut akan nilai guna lahan tersebut.
d. onser"asi
paya untuk mempertahankan, memelihara, memperbaiki atau merehabilitasi, dan meningkatkan jumlah daya tanah, agar berdayaguna optimum sesuai dengan
pemanfaatan atau fungsinya. onser"asi meliputi masalah-masalah sebagai berikut!
-
Benefisiasi, yaitu mempertahankan serta mempertinggi fungsi, manfaat, atau faedah sumberdaya tertentu.-
Preservasi, yaitu pemeliharaan untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas sumberdaya tertentu sepanjang waktu.-
estorasi, yaitu pemeliharaan dan perbaikan untuk meningkatkan manfaat serta perkembangan sumber-sumber biotik.-
eklamasi, yaitu mengubah sumber-sumber yang tidak produktif atau tidak berguna menjadi produktif dan bermanfaat kembali.-
!fisiensi, yaitu pemanfaatan atau pengeluaran sesuatu sumber yang tidak berlebihan tetapi sesuai dengan keperluan atau kebutuhan.( Urgensi Land Use Planning
6engingat pentingnya tanah bagi kelangsungan hidup manusia karena adanya beberapa nilai yang terkandung di dalamnya, maka penting pula dilakukan penataan atas segala jenis akti"itas di dalamnya. )erbagai ma!am akti&itas manusia# yang seringkali bertentangan satu sama lain# dapat mengakibatkan adanya ketidakseimbangan dalam penggunaan lahan% Pengembangan sebuah kawasan yang mulanya merupakan kawasan pertanian menjadi kawasan industri tentu saja akan membawa dampak yang tidak ringan. Selain dari segi lingkungan, dampak yang kemudian muncul adalah adanya perubahan jumlah bangkitan di kawasan tersebut, perubahan sosial masyarakatnya, hingga kesenjangan fungsi antara kawasan industri baru dengan kawasan permukiman penduduk di sekitarnya.
Perencanaan tata guna lahan juga diperlukan agar fungsi"fungsi yang diren!anakan dapat saling menunjang keberadaannya. &ontohnya adalah lahan yang dimanfaatkan sebagai kawasan perkantoran berada di dekat kawasan komersil atau pemerintahan yang relatif lebih mudah dijangkau.
Perencanaan tata guna lahan juga diharapkan mampu meminimalkan besarnya bangkitan pergerakan dari satu tempat ke tempat lain karena adanya akti&itas"akti&itas yang tidak bisa dipenuhi dalam satu tempat% arena itulah perencanaan tata guna lahan tidak dapat dipisahkan dengan sistem transportasi sebab dari adanya suatu guna lahan tertentu sering diikuti oleh adanya bangkitan transportasi di sekitarnya.
* Prses Dasar Land Use Planning
+ur&ey pendahuluan untuk memperleh data dasar# yang meliputi studi pustaka# sur&ey primer di lapangan# dan mengkmpilasi data dasar menggunakan paduan peta tematik% Studi pustaka ini dipergunakan untuk mengetahui tujuan, prinsip, dan standar minimal terkait penggunaan suatu guna lahan. 6isalnya guna lahan perumahan, perdagangan, industri, perkantoran, dsb yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
,elakukan penilaian kapabilitas lahan dari hasil sur&ey dan menganalisis kesesuaian lahan dengan akti&itas% %al ini dilakukan melalui analisis SL 'satuan kemampuan lahan yang melihat kondisi fisik dasar suatu wilayah, persebaran sarana, dan tata guna lahan eksisting untuk mengetahui pola akti"itas eksisting.
-dentifikasi sifat dan pla perkembangan kta. 5pakah terpusat atau bisa jadi meloncar 'leap"frog). Selain itu juga mengidentifikasi kawasan yang belum berkembang dan pusat-pusat akti"itas untuk membaca pola pertumbuhan kota dan memprediksi perkembangan di masa mendatang. 6enyiapkan rencana lokasi dan tujuan untuk peruntukkan guna lahan.
#ambar ($) Proses %nventarisasi !ksisting &ahan Perkotaan
. Teri Peren!anaan Tata Guna Lahan .%1 Teri /nsentris
Teori konsentris dikemukakan oleh 4.#. 3urgess dalam analisisnya pada ota &hicago pada tahun ()+7 dengan analogi dari dunia hewan di mana suatu daerah akan didominasi oleh suatu spesies tertentu. Seperti halnya pada wilayah perkotaan akan terjadi pengelompokan tipe penggunaan lahan tertentu. 3erikut
merupakan gambaran model 8ona konsentris oleh 3urgess!
#ambar () *odel +eori onsentris Burgess
eterangan!
(. 2aerah pusat kegiatan +. 9ona peralihan
:. 9ona perumahan pekerja
. 9ona permukiman yang lebih baik 7. 9ona para penglaju
6odel 3urgess merupakan suatu model yang diperuntukkan bagi kota yang mengalami migrasi besar-besaran dan pasar perumahan didominasi oleh sektor pri"at. 2engan demikian bagi kota yang tingkat migrasinya rendah dan peranan sektor public sangat besar, maka teori ini menjadi kurang rele"an. Teori onsentris 3urgess memiliki beberapa kelemahan antara lain!
a. Pada kenyataannya gradasi antar 8oona tidak terlihat dengan jelas b. 3entuk &32 kebanyakan memiliki bentuk yang tidak teratur
c. Perkembangan kota cenderung mengikuti rute strategis d. %omogenitas internal yang tidak sesuai dengan kenyataan e. Slum area tidak selalu berada di area pusat kota
.%' Teri /etinggian )angunan
Teori etinggian 3angunan dikemukakan oleh 3ergel pada tahun ()77 yang menyebutkan bahwa penggunaan lahan tidak hanya dipertimbangkan dari jaraknya dari pusat kota saja (distance decay principle from the center) melainkan juga jaraknya dari
kur"a hubungan antara penggunaan lahan dengan ketinggian bangunan menurut 3ergel!
#ambar (-) urva +eori etinggian Bangunan Bergel
.%( Teri +ektr
%omer %oyt pada tahun ():) menyebutkan bahwa pola sektoral yang terjadi pada suatu wilayah bukanlah suatu hal yang kebetulan tetapi merupakan asosiasi keruangan dari beberapa "ariabel yang ditentukan oleh masyarakat. ;ariabel yang dimaksud merupakan kecenderungan masyarakat dalam menempati daerah yang mereka anggap nyaman dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. 2engan demikian dapat dikatakan bahwa perkembangan kota secara sektoral tidak terjadi secara acak melainkan mengikuti pola atau perkembangan tertentu.
3erikut merupakan gambaran model teori sektor oleh %oyt!
eterangan!
(. 2aerah pusat kegiatan '&32 '. holesale light manufacturing :. Permukiman kelas rendah
. Permukiman kelas menengah 7. Permukiman kelas tinggi
.%* Teri Prs
Teori Poros dicetuskan oleh 3abcock pada tahun ():+ sebagai respon akan Teori onsentris 3urgess. Teori ini mendasarkan penggunaan lahan pada peranan sektor transportasi. eberadaan jalur transportasi akan menyebabkan distorsi pada pola konsentris, sehingga daerah yang dilalui oleh jalur transportasi akan memiliki perkembangan fisik yang berbeda dengan daerah yang tidak dilalui oleh jalur
transportasi. 3erikut merupakan gambaran model Teori Poros oleh 3abcock!
eterangan!
(. Pusat egiatan '&32
+. Transistion 9one! 6ajor 0oads :. Low <ncome %ousing! 0ailways . 6iddle <ncome %ousing
#ambar (2) *odel +eori Poros Babcock
.%. Teri Pusat /egiatan )anyak
Teori Pusat egiatan 3anyak (*ulti 3uclei) dikemukakan oleh %arris and lmann pada tahun ()7 yang menyebutkan bahwa pusat kegiatan tidak selalu berada pada posisi di tengah-tengah suatu wilayah (center). Lokasi-lokasi keruangan yang terbentuk tidak ditentukan dan dipengaruhi oleh factor jarak dari &32 sehingga membentuk persebaran 8ona-8ona yang teratur namun berasosiasi dengan sejumlah faktor yang akan menghasilkan pola-pola keruangan yang khas. 3erikut merupakan gambaran model Teori 6ulti =uclei oleh %arris and lmann!
eterangan!
(. &entral business district '&32 +. #holesale light manufacturing :. Low class residential
. 6edium class residential 7. %igh class residential >. %ea"y manufacturing ?. /utlying business district *. 0esidential suburb
). <ndustrial suburb
#ambar (4) *odel *ultiple 3uclei
.%0 Teri Ukuran /ta
Teori kuran ota menyebutkan bahwa kota memiliki 7 tingkatan pertumbuhan sebagai berikut!
a. %nfantile +o5ns, ditandai dengan distribusi pertokoan dan perumahan yang belum tertata rapi dan belum ada pabrik-pabrik maufaktur
b. 6uvenile +o5ns, ditandai dengan adanya gejala difirensiasi 8ona dan toko-toko serta perumahan sudah mulai terpisah
c. dolescent +o5ns, ditandai dengan kemunculan pabrik-pabrik manufaktur tetapi belum ada perumahan kelas tinggi
d. !arly *ature +o5ns, ditandai dengan sudah adanya segregasi yang jelas antara perumahan kelas tinggi dengan 8ona lainnya
e. *ature +o5ns, ditandai dengan adanya pemisahan daerah perdagangan, industri, serta daerah perumahan dengan kelas yang ber"ariasi.
.% Teri Histris
2alam Teori %istoris, perkembangan suatu kota dikaitkan dengan ageing structures, se7uent occupancy, population gro5th, serta available land.
Perkembangan kota terjadi dalam : fase, yaitu!
a. Fase (, perkembangan transportasi dan komunikasi namun perkembangan kota terjadi kea rah periphery atau pinggiran
b. Fase +, mulai merasakan dampak negati"e dari desentralisasi seperti pemborosan infrastruktur, spekulan tanah, dsb
.%2 Teri Lkasi 3n Thunen
;on Thunen mencetuskan teori mengenai lahan kota dalam perspektif ekonomi yaitu dengan pemodelan lokasi pertanian. 2asar dari Teori ;on Thunen adalah konsep sewa ekonomi (economic rent), yang menyebutkan bahwa!
a. Sewa ekonomi berbanding lurus dengan jarak, sehingga sewa ekonomi juga bisa disebut sebagai sewa lokasi (location rent).
b. Tipe lahan yang berlainan akan menghasilkan hasil bersih 'sewa yang berlainan pula.
c. Semua petani akan memproduksi jenis tanaman yang memungkinkannya menghasilkan sewa tertinggi dan memberikan keuntungan maksimal.
2engan demikian ;on Thunen juga menyebutkan bahwa adanya perbedaan dalam 8ona lahan dan struktur ruang kota mengindikasikan!
a. egiatan tertentu hanya mampu membayar pada tingkat tertentu
b. %arga pada tingkat tertentu dipengaruhi oleh lokasinya dari titik referensi yang biasanya adalah pusat kota atau &32.
#ambar (8) urva +eori &okasi 9on +hunen
.%4 Teri Nilai Lahan
Teori nilai lahan menyebutkan klasifikasi tinggi rendahnya suatu jenis penggunaan lahan berdasarkan beberapa faktor, sebagai contoh!
a. Lahan Pertanian, tinggi rendahnya nilai lahan bergantung pada!
-
Faktor kesuburan@-
Faktor drainase@b. Lahan Perkotaan, tinggi rendahnya nilai lahan bergantung pada!
-
Faktor aksesibilitas lokasi 'kemudahan pergerakan@-
Faktor potential shopper@-
Faktor kelengkapan infrastruktur, dsb. 0 ,del"mdel Peren!anaan Guna Lahan0%1 ,asa +ebelum Adanya UU tentang Peren!anaan Tata Guna Lahan
Sebelum pemerintah mengeluarkan PP =omor (> Tahun +AA tentang Penatagunaan Tanah, perencanaan tataguna lahan di <ndonesia kebanyakan mengacu pada Pertanahan 5graria yang dimuat dalam Pasal ( dan Pasal (7 P5 ' =o. 7 Tahun ()>A tentang Peraturan 2asar Pokok-Pokok 5graria. Pasal ( menentukan agar Pemerintah membuat Brencana umumC penggunaan tanah untuk berbagai macam kepentingan masyarakat dan negara. Sedang Pasal (7 P5 menentukan agar penggunaan tanah tidak menimbulkan kerusakan bagi lingkungan hidup termasuk terpeliharanya tingkat kesuburan tanah.
2alam undang-undang tersebut belum dijelaskan secara detil tentang teknis bagaimana pemanfaatan lahan dilakukan. 2alam Pokok 5graria hanya menekankan bahwa penggunaan lahn haruslah mensejahterakan masyarakat serta tidak merusak kesuburan tanah tersebut. Pernyataan ini menimbulkan berbagai persepsi di kalangan perencana di <ndonesia. Sebagian menganggap bahwa memanfaatkan tanah untuk mendapatkan hasil sebesar D besarnya demi kepenting masyarakat adalah hal yang harus dilakukan tanpa memikirkan dampak lingkungan dari kegiatan yang berlangsung di atas lahan tersebut.
Sebelum adanya PP =o. (> tahun +AA tentang Penatagunaan Tanah, selama ini Pemerintah <ndonesia menggunakan model perencanaan lahan yang diwarisi dari Pemerintah %india 3elanda.
0%' ,del Tata Guna Lahan ,enurut PP N% 10 Tahun '55* tentang Penatagunaan Tanah
a% ,del 6ning
6enurut model ini, tanah di suatu wilayah atau daerah tertentu dibagi dalam beberapa 8ona penggunaan atau kepentingan-kepentingan, kegiatan-kegiatan, dan atau usaha-usaha yang dilakukan. Sebagai contoh, model 8oning yang dikembangkan oleh 4rnest # 3orgess untuk kota &hicago antara l ain!
-
#ilayah “the loop” yang merupakan wilayah perdagangan yang sering disebut “do5nto5n”.-
“+he zona in transitions” merupakan wilayah yang disiapkan bagi perkembangan industri dan perdagangan.-
“+he zona of 5orking men:s homes” merupakan wilayah pemukiman bagi pekerja-pekerja kelas bawah.-
“+he residential zona” merupakan wilayah pemukiman bagi orang-orang kaya-
“+he commuters zona” merupakan wilayah diluar batas kota.6odel 8oning yang dikemukakan oleh 3urgess ini memiliki kelebihan dan kekurangan. elebihan model 8oning ini antara lain!
-
+ugas perencana penggunaan tanah cukup sederhana. Perencana memiliki tugas yang lebih mudah, melakukan 8oning berdasarkan pengelompokan kegiatan serta bagaimana caranya perencana meletakkan suatu kegiatan di atas lahan tertentu sehingga mendapat keuntungan ekomis maksimal tetapi juga tetap meperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan yang berlangsung diatasnya 'analisis lokasi-
danya ;aminan kepastian hukum terhadap hak"hak atas tanah 5arga masyarakat. 6odel 8oning juga diatur dalam T0 =omor +> Tahun +AA?. 2idalmnya tlah di atur hak dan kewajiban masyarakat yang menepati suatu 8ona tertentu serta telah diatur bagaimana teknis penggunaan lahan untuk suatu akti"itasSedangkan kekurangan dari perencanaan guna lahan dengan model 8oning antara lain adalah!
-
Tidak adanya ruang atas tanah yang dapat menampung kegiatan-kegiatan yang dipandang merugikan atau mengganggu apabila diletekkan pada 8ona-8ona tertentu.-
5kan terjadi perkembangan wilayah yang tidak merata. Pada suatu saat, suatu 8ona akan mengalami tingkat kepadatan yang tinggi. &ontoh umunya adalah 8ona ekonomi biasanya terletak di pusat-pusat kota dengan infrastruktur memadai. %al ini akan berbeda dengan missal 8ona pertanian dimana infrastrukturnya masih belum baik dan akses yang sulit.b% ,del Terbuka
<stilah terbuka mempunyai arti bahwa suatu ruang atas tanah dalam satu wilayah tertentu tidak terbagi-bagi dalam 8ona-8ona penggunaan sebagaimana dalam model 8oning. 6odel terbuka menitikberatkan pada usaha-usaha untuk
mencari lokasi yang sesuai bagi suatu kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta. 2alam menentukan lokasi penggunaan lahan dalam model
ini ada beberapa factor yang menentukan, antara lain!
-
2ata kemampuan fisik tanah2ata kemampuan fisik tanah dibuatlah pola penggunaan tanah. Pola penggunaan tanah perkotaan dibuatlah jaringan jalan dengan tetap memperhatikan asas 5TL5S. Sedangkan pola penggunaan tanah untuk pedesaan dibuat atas dasar tinggi dan tingkat kemiringan tanah. 5tas dasar ini maka suatu wilayah pedesaan dibedakan menjadi beberapa wilayah penggunaan utama yang disebut wilayah tanah usaha. #ilayah tanah usaha dibedakan menjadi wilayah tanah usaha terbatas dan tanah dengan ketinggian lebih dari (.AAA m. Perbedaan ketinggian tanah ini akan membedakan pula perbedaan pola penggunaan tanah.
-
eadaan sosial ekonomi masyarakateadaan social ekonomi meliputi! kepadatan penduduk, kegiatan yang dilakukan penduduk E mata pencaharian, rata-rata pendapatan perkapita, adat istiadat dll.
2ata ini penting untuk mencegah keresahan-keresahan masyarakat sebagai akibat adanya kegiatan pembangunan.
-
eadaan lingkungan hidupntuk mengetahui pengaruh pembangunan terhadap lingkungan hidup dilakukan dengan 5=25L 'analisa dampak lingkungan.
-
2ata mengenai penguasaan tanah yang ada di wilayah tersebut.Perlunya mengetahui kepemilikan lahan di wilayah yang diencanakan memudahkan perencana jika suatu ketika dalam rencana yang dibuat diperlukan pembelin lahan.
Perencananaan model ini memiliki prinsip yang harus ditaati oleh perencana. 2imana prinsip ini berperan sebagai penjaga hak
D
hak masyarakat yanglahannya menjadi objek perencanaan tata guna lahan. Pinsip
D
prinsip tersebut antara lain!-
3ahwa perencanaan penggunaan tanah tidak menggariskan kegiatan yang harus diletakkan, tetapi meletakkan kegiatan yang telah digariskan. ebalikan daari model 8oning dimana meletakkan kegiatan sesuai dengan tema apa yang telah di 8ona tertentu. 6odel ini berusaha mencarikan lahan sebagai wadah kegiatan yang sebelumnya telah ditentukan.-
Tersedianya peta penggunaan tanah bukan merupakan tujuan tetapi berfungsi sebagai alat atau sarana untuk mecapai tujuan pembangunan. 3erbeda denganmodel 8oning yang produk perencanaannya berupa peta tata guna lahan, model ini menjadikan peta tata guna lahan untuk memilih lahan yang tepat bagi aktiitas $ kegiatan yang telah ditentukan.
-
3ahwa tanah itu sendiri tidak dapat memberikan suatu bagi manusia, tetapi kegiatan yang ada di atasnyalah yang memberikan manfaat dan kemakmuran. Prinsip terakhir melihat bahwa tanah menjadi tidak bernilai jika tidak ada akti"itas di atasnya.Seperti halnya model perencanaan guna lahan dengan model 8oning, model perencanaan terbuka memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. elebihan dari
model terbuka ini antara lain adalah!
-
Semua kegiatan pembangunan baik pemerintah maupun swasta dilaksanakan dan tertampung, tanpa ada kekawatiran akan terjadi konflik dalam penggunaan tanah. arena model ini tidak mengelompokkan aktiitas sesuai 8oningnya maka akti"itas yang bertentangan, missal stasiun dengan seklah tidak akan terjadi konflik.-
Tanah dapat digunakan sesuai dengan asas-asas penggunaan tanah.Sedangkan kekurangan dari perencanaan guna lahan model terbuka antara lain adalah sebagai berikut!
-
urangnya jaminan kepastian hukum terhadap hak atas tanah warga masyarakat. %ak atas tanah warga masyarakat kurang mendapatkan jaminan hukum. arena model ini tidak mepermasalahkan jika ada dua aktiitas yang lahannya berdekatan, padahal jika dua akti"itas tersebut diletakkan berdekatan berotensi saling menghancurkan atau salah satu hancur dan yang lain menang. %al ini sulit diterapkan di <ndonesia mengingat kompleksitas kegiatan yang ada$ oleh karena itu Pemerintah <ndonesia tidak mebuat legalitas huum untuk model perencanaan huna lahan jenis ini.-
ntuk mengatasi ini maka hendaknya proses pembebasan tanah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.!% /nslidasi Lahan
Teknik penataan kembali lokasi dan batas-batas tanah serta sarana dan prasarana 'pelurusan jalan, sungai, saluran pembagian$pembuangan air sedemikian rupa, sehingga pengkaplingan menjadi berbentuk segi empat panjang dan setiap persil dapat dicapai secara efisien oleh penggarap atau saluran air.
Penatagunaan tanah juga mencakup arti pemeliharaan. Tanah itu harus dipelihara baik-baik menurut cara yang la8im dikerjakan di daerah yang
bersangkutan sesuai dengan petunjuk dari jawatan-jawatan yang bersangkutan agar bertambah kesuburan serta dicegah kerusakannya.
Tujuan onsolidasi tanah ialah untuk mencapai pemanfaatan tanah secara optimal melalui peningkatan efisiensi dan produktifitas penggunaan tanah. Sedangkan sasaran yang akan dicapai ialah terwujudnya suatu tatanan penguasaan dan penggunaan tanah yang tertib dan teratur.
2alam dictum peraturan epala 3adan Pertanahan =asional =omor Tahun ())( tentang onsolidasi Tanah dinyatakan bahwa tanah sebagai kekayaan bangsa <ndonesia harus dimanfaatnkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat. 4lemen-elemen penting yang harus diperhatikan dalam kosolidasi lahan antara lain!
-
ebijakan pertanahan@-
Penataan kembali penguasaan, penggunaan, dan usaha pengadaan tanah@-
3ertujuan untuk kepentingan pembangunan, meningkatkan kualitas lingkungan, pemeliharaan S25@-
6elibatkan pastisipasi aktif masyarakat.onsolidasi lahan dilakukan di daerah perkotaan maupun pedesaan yang wilayahnya akan menjadi lebih maji jika ada konsolidasi lahan. 5da beberapa daerah yang lahannya diijikan untuk dilakukan konsolidasi, antara lain!
( #ilayah perkotaan
-
#ilayah pemukiman kumuh@-
#ilayah yang tumbuh pesat secara alami@-
#ilayah pemukiman yang mulai tumbuh@-
#ilayah yang direncanakan menjadi pemukiman yang baru@-
#ilayah yang relati"e kosong di bagian pinggiran kota yang diperkirakan akan berkembang sebagai daerah pemukiman+ #ilayah perdesaan
-
#ilayah yang potensial dapat memperoleh pengairan tetapi belum tersedia jaringan irigasi@-
#ilayah yang jaringan irigasinya telah tersedia tetapi pemanfaatannya belum merata@-
#ilayah yang berpengairan cukup baik maupun masih perlu ditunjang oleh pangadaan jaringan jalan yang memadai.6enurut S4 3P= =o. (A-+7$())(, kegiatan konsolidasi tanah perkotaan harus melalui serangkaian kegiatan berikut, yaitu!
a. Pemilihan lokasi@ b. Penyuluhan@
c. Penjajakan kesepakatan@
d. Penetapan lokasi konsolidasi tanah dengan surat ep. 3upati$walikotamadya@ e. Pengajuan daftar usulan rencana kegiatan konsolidasi tanah@
f. <dentifikasi subjek dan objek@ g. Pemetaan dan pengukuran keliling@ h. Pengukuran dan pemetaan rincian@
i. Pengukuran topografi dan pemetaan penggunaan tanah@ j. Pembuatan blok plan$pradisain tata ruang@
k. Pembuatan desain tata ruang@
l. 6usyawarah tentang rencana penetapan kapling baru@ m. Pelepasan hak atas tanah oleh para peserta@
n. Penegasan tanah sebagai objek konsolidasi tanah@ o. Staking out$relokasi@
p. onstruksi$pembentukan badab jalan dll@
G. 0edistribusi tanah$penerbitan sk pemberian hak@ r. Sertifikat@
6enurut S4 3P= =o. (A-+7$())(, kegiatan konsolidasi tanah pedesaan harus melalui serangkaian kegiatan berikut, yaitu!
a. Pemilihan lokasi@ b. Penyuluhan@
c. Penjajakan kesepakatan@
d. Penetapan lokasi konsolidasi tanah dengan surat ep. 3upati$walikotamadya@ e. <dentifikasi subjek dan objek@
f. Pengajuan daftar usulan rencana kegiatan konsolidasi tanah@ g. Seleksi calon penerima hak
h. Pemetaan dan pengukuran kapling@ i. Pengukuran dan pemetaan rincian@
j. Pengukuran topografi dan pemetaan penggunaan tanah@ k. Pembuatan blok plan$pradisain tata ruang@
l. Pembuatan desain tata ruang@
m. 6usyawarah tentang rencana penetapan kapling baru@ n. Pelepasan hak atas tanah oleh pemilik tanah@
p. Staking out$relokasi@
G. onstruksi$pembentukan prasarana umum dll@ r. 0edistribusi tanah$penerbitan sk pemberian hak@ s. Sertifikat@
Peran Peren!ana dalam Peren!anaan Guna Lahan %1 Peren!ana sebagai Teknkrat atau 7ngineer
Peran ini dimainkan dengan mengambil posisi sebagai ad"isor bagi para pengambil kebijakan dengan berporos kepada rasionalitas dan pertimbangan ilmiah. <nformasi dimanfaatkan sebagai sebuah landasan dalam membangun kekuasaan dan kepentingan. Sedankan fungsinya, antara lain!
a. 0asionalitas yang hendak dibuat sebagai pemenuhan kepentingan publik
b. 6engartikulasikan kepentingan masyarakat umum kepada sebuah rasionalitas yang acceptable
c. 6engkomunikasikan rasionalitas dan kepentingan yang dibuat kepada aktor lain
%' Peren!ana sebagai )irkrat
Perencana sebagai seorang birokrat memiliki peran untuk menjaga stabilisasi organisasi dan jalannya roda pemerintahan. <nformasi dimanfaatkan sebagai sebuah alat dalam menjaga kepentingan dan keberlangsungan organisasi. Peran ini biasanya disertai oleh kekuasaan yang datang secara formal dan legal kepada perencana. Sedangkan fungsi dari peran ini antara lain!
a. 6enggunakan rasionalitas sebagai landasan dalam membuat kebijakan
b. 6emperlakukan masyarakat sebagai konstituen dan pihak yang terkena kebijakan c. 6engartikulasikan kepentingan publik dalam kebijakan yang dibuat
d. 6emberi informasi kepada masyarakat tentang kebijakan yang akan dibuat. e. 6elakukan komunikasi dengan legislatif
%( Peren!ana sebagai Akti&is dan Ad&kat
Peran ini merupakan sebuah manifestasi dari usaha menjembatani masyarakat terhadap hal-hal yang bersifat teknis dari sebuah produk rencana. Peran dalam melakukan mobilisasi kekuatan dan potensi masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap dominasi Pemerintah. <nformasi dan proses komunikasi diperlakukan sebagai usaha membangun pemahaman masyarakat dan counter-opinion terhadap kebijakan yang merugikan masyarakat. Peran ini lahir dari sebuah paradigma
bahwasanya kelompok tertindas harus membebaskan dirinya sendiri dari dominasi kelompok penguasa 'Freire, ()?+. ekuasaan didapatkan melalui mobilisasi kekuatan massa atau klaim dukungan masyarakat. Sedangkan untuk fungsi ad"okat, adalah!
a. 6engajukan rasionalitas sebagai argumen dalam memobilisasi dan menarik keberpihakan masyarakat
b. 6enjembatani pemahaman rasionalitas masyarakat
c. 6enggunakan infrastruktur kelembagaan yang ada sebagai media dalam melakukan ad"okasi
d. 6enggunakan tindakan-tindakan politik sebagai upaya memberi tekanan publik dan menarik dukungan dari kelompok lain
e. 6elakukan komunikasi dengan pihak lain
%* Peren!ana sebagai Plitikus
Politikus identik dengan tujuan pragmatis dan komunalis, sehingga perencana tidak diharapkan untuk bergabung dengan dunia politik. Perencana tidak bisa lepas dari kepentingan dan dalam memperjuangkan kepentingannya, perencana dituntut memiliki perspektif seorang politisi. Politikus memiliki insting dalam berkomunikasi dengan kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda lebih baik. ntuk fungsi dari politikus antara lain!
a. 6enjadikan rasionalitas lebih dari sekedar legitimator kepentingan politik b. 6elaksanakan fungsi perwakilan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat
c. 6enjembatani masyarakat dengan para pengambil kebijakan
2 Land Use Planning Issues
Pola penggunaan lahan dalam suatu daerah dapat berbeda satu dengan lainnya, hal ini dipengaruhi oleh banyak hal antara lain kondisi geografis serta kondisi sosial budaya dari masyarakat setempat. 5rahan atau rencana pengembangan suatu wilayah juga turut mempengaruhi perbedaan-perbedaan pola penggunaan lahan pada wilayah yang berbeda. Perbedaan pola penggunaan lahan ini tentunya juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. %al inilah yang kemudian mendasari munculnya teori-teori mengenai penggunaan lahan yang telah dibahas sebelumnya.
3erikut akan dibahas preseden mengenai perbedaan pola penggunaan lahan pada + negara yang memiliki letak geografis cukup berdekatan dan memiliki kultur budaya yang hampir mirip, namun memiliki pola penggunaan lahan yang jauh berbeda!
a. =egara <ndonesia
<ndonesia memiliki ciri khas antara wilayah bagian pusat serta pinggiran wilayah terjadi kesenjangan pembangunan. 2i kabupaten-kabupaten sendiri, untuk pusat wilayahnya mengalami perkembangan pesat yang ditunjang dengan sarana-prasarana yang lengkap dan mumpuni sehingga guna lahannya beragam tidak hanya terfokus pada satu jenis guna lahan. Sedangkan untuk daerah pinggiran yang jauh dari pusat wilayah, untuk jenis guna lahannya mayoritas ke arah pertanian di mana selaras dengan ciri khas =egara <ndonesia yaitu =egara 5graris.
ondisi alam yang berpotensi menjadi daerah wisata dan hasil alamnya dapat memberikan income yang menjanjikan bagi wilayah tersebut, yang dapat menumbuhkan daerah pinggiran untuk selaras dengan pusat wilayahnya. urangnya kualitas dan kuantitas jaringan jalan yang menjadi penghubung antara pusat dengan pinggiran untuk keperluan kegiatan-kegiatan pertumbuhan, minimnya sumber dana yang dimana wilayah-wilayah <ndonesia masih belum bisa mandiri, serta belum cukupnya sumber daya manusia yang mumpuni untuk mampu mengelola keselarasan konteks wilayah menjadi titik lemah pengembangan wilayah-wilayah di <ndonesia sehingga terkesan antara wilayah dan kota terjadi perbedaan padahal berdasar saluran interaksinya terhubung satu sama lain dan hasilnya adalah adanya daerah terpencil dan paradoks. b. =egara Thailand
3erbeda dengan <ndonesia, wilayah-wilayah di Thailand sendiri BterhubungC dengan kota-kota di sekitarnya. 2i Thailand sendiri yang menjadi tonggak pertumbuhan wilayahnya adalah adanya dana yang mencukupi, jaringan jalan yang terhubung dengan kota besar dengan baik serta pintu masuk dari berbagai jenis moda. Thailand sendiri adalah negara berbasis dengan pertanian sama dengan <ndonesia, namun untuk wilayahnya sendiri selain sektor pertanian untuk menopang kegiatan kota namun wilayah di Thailand sendiri berkembang menjadi daerah wisata yang mumpuni selaras dengan hasil alam dan kearifan lokalnya yang didukung dengan adanya pintu masuk moda transportasi "ia udara yang memudahkan untuk pergerakan.
2engan adanya dukungan yang cukup bahkan lebih menjadikan wilayah-wilayah di Thailand sendiri berkembang secara optimal dan menjadi perkotaan yang mampu mandiri. =amun, untuk Thailand sendiri tidak lepas dari adanya paradoks dimana adanya kesenjangan antara gedung-gedung tinggi dengan permukiman kumuh di sekitarnya.
3erikut merupakan ilustrasi perbedaan pola penggunaan lahan di <ndonesia dan Thailand dari citra satelit!
2ari gambar di atas dapat dilihat perbandingan pola penggunaan lahan dari
abupaten 3oyolali, <ndonesia dan ota &hiang 6ai, Thailand. #alaupun sama-sama berada pada wilayah lereng gunung, namun pola penggunaan lahan di Thailand memiliki jaringan transportasi yang lebih terjangkau dibandingkan dengan abupaten 3oyolali. epadatannya pun dapat dilihat bahwa daerah lereng gunung di ota &hiang 6ai lebih tinggi dibandingkan dengan 3oyolali.
#ambar (<) Peta 0truktur ilayah abupaten Boyolali, %ndonesia