BAB 4
HASIL PENELITIAN
4.1 Penyajian Data Penelitian
4.1.1 Penyajian Data Wawancara
Berdasarkan wawancara yang sudah dilakukan kepada Sound Engineer (Kharisma, 2012) dan pemilik Basement (Music and Recording Studio) Sound Production House (Gondokusumo, 2012) penulis mendapatkan hasil sebagai berikut:
1. Definisi Sound Engineer
Sound Engineer merupakan sebuah profesi yang melakukan kegiatan mengolah suara, baik itu recording, mixing, ataupun mastering untuk menghasilkan sebuah karya suara yang berkualitas dan dapat mencapai tujuan tertentu. Maksud dari tujuan tertentu tersebut adalah setiap tugas yang dilakukan oleh Sound Engineer memiliki tujuan yang berbeda, tergantung dari pihak yang memintanya. Tujuan sebuah pihak menggunakan jasa Sound Engineer dapat untuk merekam saja, juga dapat bertujuan untuk mengedit suara yang sudah mereka hasilkan. Untuk tujuan yang berdasarkan hasilnya, ada pihak yang bertujuan menghasilkan suara yang menjual seperti lagu dan jingle, ada yang untuk kesenangan pribadi, juga dapat bertujuan untuk memenuhi karakter dan persyaratan pekerjaan mereka. Dengan tujuan yang berbeda-beda tersebut, maka
ukuran kualitasnya juga berbeda, sesuai dengan tujuan yang telah mereka tentukan sebelumnya.
2. Faktor memilih pekerjaan Sound Engineer
Dari sekian banyak yang dapat dijadikan faktor untuk menjadi SE, Karis memiliki faktor kesenangannya terhadap meramu sound menjadi layak didengar orang banyak. Selama menjadi SE di perusahaan ini selama kurang lebih tiga tahun, produksi yang sudah dihasilkan antara lain adalah lagu, baik per lagu, mini album, dan album, juga berbagai voice over yang diperlukan perusahaan dan pertunjukan, lalu ada jingle untuk event, dan iklan.
3. Hal yang dilakukan oleh Sound Engineer
Pada perusahaan seperti Basement, yang merupakan rumah produksi suara, peran SE sangat penting karena recording, termasuk pengaturan microphone, juga sound editing, termasuk di dalamnya adalah balancing, mixing, dan mastering, merupakan tugas dari seorang SE. Karis menjelaskan bahwa recording adalah proses perekaman atau pengambilan, biasa juga disebut take, dilakukan dengan bantuan alat-alat seperti microphone atau instrumen lainnya sebagai input suara lalu suara tersebut masuk dan terekam di dalam software komputer untuk dilihat gelombang suaranya, dan dengan adanya output yaitu speaker dan headphone dapat terdengar suara tersebut sudah sesuai atau belum. Mixing itu membuat hasil rekaman menjadi lebih detail dan mengeluarkan karakter dari lagu atau projet tersebut.
Untuk mixing lagu, hal pertama yang diperhatikan orang adalah penyanyi utama. Pastikan bahwa mereka terdengar baik dan cukup keras, baru kemudian kita mengolah gitar, keyboard, drum, dan sebagainya. Sedangkan mastering berfungsi untuk memperkuat hasil yang sudah di-mixing.
SE Basement melayani yang sudah memiliki konsep, tujuan, dan talent pihak mereka masing-masing. Untuk pembuatan dari tahap ide untuk lagu atau project lainnya merupakan tugas arranger. Namun sebagai SE tentunya tetap memberikan guide dan saran bagi pelanggan.
4. Perbedaan kualitas hasil produksi
Kualitas sebuah karya suara tergantung terhadap tujuan dibuatnya project, namun proses balancing itu penting agar suara yang dihasilkan enak didengar terutama yang menggunakan lebih dari satu instrumen. Untuk project yang ditujukan untuk pribadi dan tidak diedarkan biasanya cukup di-balance atau tergantung dari permintaan pelanggan, misalnya menginginkan satu instrumen lebih terdengar dari yang lain. Untuk mendapatkan kualitas terbaik tentunya yang melakukan proses perekaman juga tidak hanya mengandalkan sound editing tapi juga berperforma sebaik mungkin. Dalam penggunaan equalizer (EQ), sebelum menggunakan EQ tentukan dulu kebutuhannya, sebaiknya menggunakan EQ seperlunya, bukan untuk memanipulasi sound.
Dalam pembuatan lagu terdapat kualitas standar demo dengan standar edar. Secara garis besar, standar demo itu tidak terlalu detail mixing dan mastering nya, dalam pemenuhan standar demo yang diutamakan adalah lagu tersebut sudah enak didengar dan sudah melalui proses penyeimbangan dari tiap-tiap sumber suara
yang direkam yang disertai dengan penyesuaian permintaan si perekam. Sedangkan sebuah karya suara yang memenuhi standar edar memiliki kualitas suara yang lebih bagus sehingga layak untuk diedarkan.
5. Peran dari pihak yang melakukan proses rekaman
Hasil rekaman merupakan tanggung jawab moral bagi si perekam, apalagi untuk hasil yang akan didengar oleh orang lain. Misalnya dalam perekaman vokal baik untuk pembuatan lagu, sebaiknya sudah mengusai teknik yang diperlukan seperti apa. Suara vokal memang bisa diedit sedemikian rupa sehingga terdengar jauh lebih baik, namun tentunya lebih baik jika vokalis tersebut dapat mempertanggungjawabkan hasil karya tersebut, dengan kata lain ia dapat bernyanyi dengan bagus pula secara langsung di depan orang banyak. Begitu juga dengan penambahan efek pada instrumen pada lagu, saat tampil di depan penonton tentunya penonton mengetahui bila terjadi perbedaan yang sangat besar terhadap sebuah lagu. Lain hal nya dengan perekaman yang tidak akan dibandingkan dengan aslinya, seperti pembulatan suara pada VO untuk disiarkan di perusahaan, pertunjukan, atau di media massa, hal tersebut perlu dilakukan agar meningkatkan kejelasan vokal dan menimbulkan kesan tertentu terhadap si pembicara.
6. Teknik dalam proses perekaman
Penting untuk memperhatikan teknik dalam merekam vokal, penguasaan mic dan speaker monitor bagi pembicara harus dipahami oleh seorang SE. Banyak pembicara terbiasa mendengar suara mereka lewat speaker monitor dan menyesuaikan volume serta kualitas suara mereka sesuai apa yang mereka dengar.
Suara monitor yang terlalu kecil akan menyebabkan pembicara mendekatkan diri ke mic atau berteriak, sedangkan terlalu keras akan menyebabkan mereka menjauh dari mic dan berbicara lembut. Oleh karena itu, selain memperhatikan jarak mic, perlu diperhatikan juga kerasnya suara yang terdengar oleh pembicara. Menggunakan speaker yang recommended untuk recording sangat memprioritaskan akurasi.
7. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam produksi
Selain kualitas suara, bila ada hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk memenuhi standar edar, tergantung dari pihak yang meminta nya, misalnya untuk pemenuhan standar edar bagi karya musisi, biasanya produser yang memproduksi album tersebut memiliki kebijakan tersendiri, diikuti tanggung jawab moral dari musisi itu sendiri, karena seperti yang dijelaskan sebelumnya, karya suara tersebut dibuat sedemikian rupa dengan tujuan untuk diedarkan. Begitu juga dengan karya lainnya, perusahaan memiliki kebijakan tersendiri. Beberapa perusahaan menggunakan jasa recording disini namun tidak sampai tahap proses editing karena standar edar nya akan diolah oleh perusahaan tersebut dengan standar tertentu. Perekaman project untuk siaran radio, jingle, VO pertunjukan, dan iklan masing-masing tentunya membawa kebijakan tersendiri dari instansi mereka yang harus dipenuhi.
8. Peran Sound Engineer terhadap perusahaan
Sound Engineer berperan dalam meningkatkan hubungan kerja sama Basement dengan perusahaan ataupun pihak lainnya, dengan menghasilkan
produksi yang berkualitas dan berkuantitas. Oleh karena itu, turut berperan dalam mencapai visi dan misi perusahaan dengan menghasilkan produksi yang berkualitas.
4.1.2 Penyajian Data Observasi
Penyajian hasil dari observasi yang dilakukan di Basement Sound Production House berikut dikategorikan berdasarkan tabel tindakan yang dilakukan dalam observasi (Berger, 2000 dalam Kriyantono, 2006):
1. Tindakan (actions)
Peran dari Sound Engineer di perusahaan ini adalah memproduksi sounds sesuai dengan permintaan dari para pelanggan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengoperasikan teknologi recording, mixing, dan mastering yang langsung dioprasikan oleh SE tersebut. Selain kegiatan mixing yang dilakukan di dalam studio, SE Basement ini dapat melakukan pengaturan sound untuk pertunjukan langsung.
2. Perilaku (behavior)
Sound Engineer datang ketika dihubungi oleh pemilik ataupun Operational Manager. Perilaku yang sering terlihat adalah meskipun tidak sedang bertugas SE Basement ini seringkali datang dan membantu pekerjaan lainnya. Selama wawancara mendalam berlangsung, sikap yang diperlihatkan santai dan terlihat menguasai bidangnya.
3. Interaksi (interactions)
Interaksi meliputi interaksi vertikal dan horizontal. Interaksi atau hubungan (relationship) SE secara vertikal dan horizontal sesuai dengan struktur dan kebijakan perusahaan. SE dihubungi secara vertikal oleh Operational Manager tentang tugas yang harus ia lakukan dan secara horizontal bekerjasama dengan baik dengan audio operator dan studio operator.
4.2 Pengolahan Terhadap Data yang Terkumpul
Pengolahan data ini dilakukan dengan meletakkan data hasil wawancara yang telah melalui proses pengkodean terpilih dengan hasil observasi. Penulis membuat pembatasan masalah, yaitu membuat poin-poin permasalahan yang berhubungan dengan topik permasalahan utama, meringkas dan menyajikan data tersebut ke dalam tabel dengan masing-masing poin pembahasan. Dengan melakukan hal tersebut maka data hasil wawancara mendalam dan observasi dapat sekaligus mulai dibandingkan atau mulai saling melengkapi.
4.2.1 Definisi Sound Engineer
Wawancara Sound Engineer merupaka profesi yang melakukan kegiatan mengolah suara, menghasilkan sebuah karya suara yang berkualitas dan dapat mencapai tujuan pelanggan dan perusahaan
Observasi Sound Engineer adalah orang yang bertemu dan melayani langsung pelanggan yang datang untuk menggunakan jasa perekaman dan sound editing. Oleh karena itu, Sound Engineer
turut membangun citra yang baik bagi perusahaan. Penting bagi Sound Engineer untuk mendengarkan permintaan pelanggan secara detail dan memberikan masukan yang berguna bagi project yang ia lakukan. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan hasil produksi yang memuaskan serta citra yang baik bagi perusahaan.
Tabel 4.2.1.1 Pengolahan Data “Definisi dan Peran Sound Engineer”
4.2.2 Tugas Sound Engineer
Wawancara 1. Sound Engineer harus dapat melakukan proses recording, mixing, dan mastering.
2. Memberikan guide
3. Melakukan tugas sesuai dengan permintaan pelanggan
Observasi Selain melakukan tugasnya memproduksi sound project, SE juga melakukan interaksi secara vertikal dan horizontal sesuai dengan struktur dan kebijakan perusahaan. SE dihubungi secara vertikal oleh Operational Manager tentang jadwal dan tugas yang harus ia lakukan, serta secara horizontal bekerjasama dengan baik dengan audio operator dan studio operator.
4.2.3 Hasil Produksi
Wawancara Sound Engineer menghasilkan lagu, mini album dan album, iklan, bermacam-macam voice over, dan jingle.
Seluruh hasil produksi tersebut dibuat sesuai dengan
permintaan pihak yang datang, apakah Sound Engineer hanya perlu melakukan proses recording atau hingga proses editing. Observasi Sesuai dengan hasil wawancara, peneliti mendapatkan data
produksi karya suara yang telah dihasilkan oleh Sound Engineer. Hasil produksi tersebut terdiri dari berbagai lagu, album, jingle, voice over untuk berbagai kepentingan, dan iklan
Tabel 4.2.3.1 Pengolahan Data “Hasil Produksi”
4.2.4 Perbedaan Kualitas Produksi
Wawancara 1. Tergantung pada tujuan awal dibuatnya project tersebut. 2. Dalam pembuatan lagu terdapat kualitas standar demo dengan standar edar, yang membedakannya adalah detail dari sound editing nya, serta pertimbangan dari pihak musisi ataupun produser nya.
3. Kualitas dan performa talent
Observasi Kualitas produksi juga tergantung pada kinerja Sound Engineer.
4.2.5 Peran Sound Engineer terhadap Perusahaan Basement Sound Production House
Wawancara Menambah produktifitas perusahaan, menjaga kualitasnya, dan menjalin kerja sama Basement dengan perusahaan dan pihak lainnya.
Observasi Bertambahnya jumlah dan keragaman hasil produksi beserta kualitasnya memperluas target pasar yang terdapat dalam visi dan misi dasar dari berdirinya perusahaan ini.
Tabel 4.2.5.1 Pengolahan Data “Pengarus Kinerja Sound Engineer terhadap Perusahaan”
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan penelitian berikut ini dilakukan dengan penyesuaian hasil penelitian yang sudah diperoleh dan diolah, dengan teori yang penulis gunakan dan data yang penulis peroleh selama melakukan observasi.
4.3.1 Definisi Sound Engineer
Basement (Music and Recording studio) Sound Production House memiliki Sound Engineer yang berperan sebagai penghasil produksi, karena itu untuk menjadi seorang Sound Engineer memerlukan keahlian dan pemahaman tentang microphone, sound system, software serta hardware, yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.
Sound Engineer juga berperan dalam menjaga citra perusahaan. Dengan pekerjaan yang dilakukannya, ia berhubungan langsung dengan pelanggan dan mendengar permintaan pelanggan atas karya suara yang akan dibuat. Oleh karena itu Sound Engineer memiliki peran penting di perusahaan ini.
4.3.2 Tugas Sound Engineer
Berdasarkan proses pengambilan dan pengolahan data yang telah dilakukan, tugas dari seorang Sound Engineer di Basement adalah sebagai berikut:
4.3.2.1 Recording dan sound editing.
Recording merupakan proses perekaman atau pengambilan, biasa juga disebut take, dilakukan dengan bantuan alat-alat seperti microphone atau instrumen lainnya sebagai input suara lalu suara tersebut masuk dan terekam di dalam software komputer untuk dilihat gelombang suaranya. Untuk pengaturan microphone dan speaker monitor bagi pembicara atau vokalis, memperhatikan jarak microphone, Sound Engineer perlu memperhatikan juga kerasnya suara yang terdengar oleh pembicara di headphone atau speaker monitor yang digunakan.
Tugas berikutnya bagi Sound Engineer adalah mixing, yang merupakan kelanjutan dari proses recording yang bertujuan untuk menyeimbangkan, mengedit, dan memberi karakter pada sound yang direkam, berdasarkan sumber literatur dan data penelitian, tahapnya adalah sebagai berikut:
1. Balancing
Menyeimbangkan volume masing-masing track. Contohnya pada pembuatan lagu adalah adalah membuat vokal lebih besar dari gitar, lalu snare dan vokal sama levelnya, kick drum sama dengan level gitar, bass sama dengan level vocal. Balancing sangat penting untuk dilakukan karena ini adalah tahap pertama yang harus dilakukan ole Sound Engineer dalam mengedit suara yang sudah direkam. Sound Engineer akan menyesuaikan level vokal terlebih dahulu sebelum akhirnya mulai mengedit instrument lainnya bila ada.
2. Panning
Penempatan kiri-kanan atau biasa disebut panorama. Contoh dalam pembuatan lagu adalah cymbal yang melebar kiri dan kanan, vocal, bass, snare dan kick drum di tengah.
3. Stagging
Penempatan masing-masing instrument didalam ‘ruangan atau panggung buatan’. Di posisi depan atau ditengah atau dibelakang panggung/ruangan. Dengan menambahkan reverb dan delay dengan perhitungan tertentu, instrument dapat ditempatkan sesuai panggung buatan tersebut. Stagging sangat diperhatikan dalam sound editing pembuatan drama pertunjukan, juga untuk suara yang diambil untuk acara di radio. Hal tersebut membantu penciptaan theatre of mind yang memancing imajinasi pendengar.
4. Efek insert
Pada pembuatan lagu ataupun jingle, penggunaan efek misalnya adalah guitar diberi flanger, vocal diberi chorus dan lain-lain. Equalizer berfungsi memberi separasi tiap track dan menempatkan instrument pada jangkauan frekuensinya masing-masing, contoh vocal lebih bright, bass tebal, snare lebih bright dari guitar dan lain-lain. Dalam pembuatan karya suara dengan standar edar, dikenal sebuah tanggung jawab moral bagi yang membuat karya tersebut. Sebaiknya saat melakukan mixing menggunakan efek seperlunya, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kualitas yang dihasilkan saat nantinya diperdengarkan secara langsung didepan pendengar, terutama bagi para musisi.
5. Auto dynamic
Merupakan ( compress, limit ) / manual dynamic ( automation ) : contoh drum player kadang memukul snare tidak rata, ada yang terdengar keras ada juga yang lirih, snare akan di compress hingga dynamicnya terdengar rata. Begitu juga di track lainnya termasuk vokal. Setelah tiap track tercompress, arransement lagu dilakukan mengikuti dynamic lagu tersebut, contoh ketika reff biasanya player memainkan instrumentnya lebih kencang, maka tiap track yang sudah dicompress tadi akan di atur level dynamic-nya sesuai kebutuhan lagu tersebut.
Auto Dynamic sangat membantu dalam proses perbaikan suara, biasanya vokal sering menggunakan auto dynamic, namun menurut Sound Engineer sendiri, sebaiknya tetap suara asli harus dikeluarkan sebaik-baiknya, agar hasilnya lebih maksimal dan memuaskan.
6. Final touch up
Untuk project yang disediakan jangka waktu yang panjang, sound Engineer biasanya akan mendengar ulang hasil mixing esok harinya atau beberapa waktu setelah mixing untuk checking, dan membenahi beberapa sentuhan yang luput dari pendengaran. Namun karena tidak semua karya suara memiliki ketersediaan waktu yang lama, seringkali Sound Engineer harus menyelesaikan tugasnya sesegera mungkin. Oleh karena itu, sangat penting untuk talent tersebut memiliki kemampuan dan konsep yang jelas, dibantu Sound Engineer yang mahir, serta alat yang memadai, untuk akhirnya memiliki hasil sound yang memuaskan.
7. Capture/rendering
Render merupakan proses menjadikan project ke dalam satu format lalu disimpan menjadi sebuah file. Lama nya proses render tergantung dari jumlah layer, efek, dan editing lainnya yang dilakukan. Dengan berakhirnya proses rendering, maka tugas Sound Engineer dalam mixing selesai.
Mastering merupakan penyempurnaan hasil mixing. Mastering lebih bersifat relatif, namun pada umumnya, mastering dilakukan untuk membuat suara menjadi lebih lebar atau luas.
4.3.2.2 Penguasaan Software dan Hardware
Sound Engineer di perusahaan ini menggunakan Software Cubase seri ke lima untuk melakukan pekerjaannya. Cubase dikembangkan oleh Steinberg sebagai software yang dapat digunkan untuk merekam musik, tracking, mixing, editing sebagai bagian dari Digital Audio Workstation (DAW).
Gambar 4.3.2.2.1 Cubase 5 (Sumber: www.rumahrekam.com)
Selain digunakan untuk merekam, software Cubase 5 memiliki fitur drum mesin, editing vokal, pitch koreksi, alat ekspresi VST untuk mengedit artikulasi instrumen dengan mudah, peningkatan penanganan data otomatisasi, dan reverb konvolusi VST3 plugin. Versi ini juga mendukung teknologi 64-bit pada Windows Vista dan Windows 7.
Fitur yang sering digunakan dalam Cubase 5 adalah pitch koreksi. Pitch koreksi merupakan fitur yang digunakan untuk mengoreksi suara fals yang
keluar dari perekaman vokal. Secara teknis, proses dari pitch koreksi adalah sebagai berikut:
1. Pilih vocal track bar yang akan dikoreksi di Cubase 5
2. Klik gambar segitiga yang berada di samping tulisan Pitch & Warp
3. Edit vokal yang fals dengan mengklik salah satu bar yang fals, dan turun atau dinaikan sesuai dengan pitch sebenarnya.
Gambar 4.3.2.2.2 Koreksi Pitch pada Cubase 5
Kemudahan dan keragaman yang diberikan Cubase 5 pada fitur-fiturnya seperti contoh pengoreksian pitch tersebut membuat Cubase 5 menjadi pilihan Sound Engineer di Baesment.
Masih tentang penguasaan software, seorang Sound Engineer juga harus menguasai teknik equalizer agar menghasilkan suara yang enak didengar. Beberapa manfaat equalizer adalah sebagai berikut:
1. Menghilangkan Suara-Suara Yang Tidak Dibutuhkan
Sebuah equalizer dapat digunakan untuk mengurangi suara yang didapat dari kesalahan ketika merekam, seperti suara noise, bising, kotor dan sebagainya, yang tetap masuk ke dalam rekaman walaupun Sound Engineer dan talent sudah melakukan tugasya secara maksimal saat proses recording berlangsung.
2. Meningkatkan Kejelasan Suara Instrument
Hal ini bergantung pada kebutuhan proyek yang di-mixing. Penciptaan sebuah karakter pada karya yang dibuat dapat lebih dipertajam dengan menggunakan equalizer.
3. Untuk Membuat Visualisasi Ruang dan Memposisikan Instrument
Untuk memvisualisasikan lagu yang anda mixing, anda memerlukan equalizer untuk menentukan instrument mana yang lebih high dan mana yang lebih low. Dengan mengatur frequency tersebut menggunakan equalizer, akan membuat lagu menjadi seimbang secara visualisasi ruangannya.
4. Membuat Separasi Tiap Instrument
Antara tiap instrument selalu memiliki frequency yang mirip dan bertabrakan, apa lagi untuk lagu yang aransementnya buruk. Contoh: suara kick drum dan bass gitar mirip, suara hi hat dan tamborin tidak dapat dibedakan, suara vocal dan gitar bertabrakan/saling menutupi, dan lain-lain. Masalah tersebut membuat lagu menjadi terkesan crowded dan menumpuk. Solusinya
adalah dengan memberikan separasi untuk tiap suara tersebut menggunakan equalizer.
Untuk hardware, salah satu perlatan yang penting adalah audio interface. Audio Interface adalah alat pengubah suara digital menjadi analog yang kemudian mengeluarkan suara tersebut lewat speaker. Alat ini direkomendasikan untuk digaunakan saat proses perekaman dengn tujuan meminimalisasi adanya noise dan delay. Noise merupakan gangguan uara yang dapat muncul saat proses perekaman berjalan, dan delay adalah keterlambatan keluarnya output suara setelah di-input.
Perusahaan Basement menggunakan audio interface Presonus Firestudio dan Behringer Ultragain Pro-8 Digital. Pemilihan audio interface dalam melakukan pekerjaan sound engineering merupakan selera dari masing-masing sound engineer karena seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa setiap sound engineer memiliki interpretasi berbeda tentang sound dan pengolahannya.
Gambar 4.3.2.2.3 Audio Interface Presonus Firestudio (Sumber: www.presonus.com)
Gambar 4.3.2.2.4 Audio Interface Behringer Ultragain Pro-8 Digital (Sumber: www.behringer.com)
Peralatan lain yang digunakan adalah sound system seperti speaker berstandar kualitas recording, monitor ataupun headphone yang juga standar recording yang berguna bagi talent untuk mendengarkan dengan jelas suara yang dikeluarkannya. Biasanya headphone digunakan saat recording dan mendengarkn hasil akhir, sedangkan saat mixing dan mastering sebaiknya menggunakan monitor speaker agar dapat mendengarkan suara dengan range yang lebih lebar.
4.3.2.3 Menguasai Akustik Ruang
Selain recording dan sound editing tersebut, seorang Sound Engineer juga harus memahami tentang akustik ruang di studio nya. Bersumber dari wikipedia Indonesia, akustik ruang merupakan bentuk dan bahan dalam suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. Akustik sendiri berarti gejala perubahan suara karena sifat pantul benda atau objek pasif dari alam. Akustik ruang sangat berpengaruh dalam reproduksi suara. Pada dasarnya, akustik ruang banyak dikaitkan dengan dua hal mendasar, yaitu :
1. Perubahan suara karena pemantulan
Seorang sound engineer harus mengerti kondisi studio rekamannya. Dalam hal ini pengaturan tata letak peralatan studio juga perlu diperhatikan dan diletakkan dengan statis, karena pemindahan, penambahan, atau pengurangan isi studio rekaman akan mempengaruhi perubahan daya pantul di studio dan akan menghasilkan suara yang berbeda dengan penataan atau sebelumnya. 2. Gangguan suara ketembusan suara dari ruang lain
Suara yang masuk dari luar ke dalam ruangan studio rekaman tentunya dapat mengganggu jalannya proses rekaman. Diperlukan materi peredam suara yang memiliki ketebalan yang tepat untuk melapisi seluruh dinding studio, juga ditambah dengan ruang kosong di antara dinding dan peredam dengan jarak yang tepat juga, sehingga suara tidak ada yang masuk ataupun keluar dari studio.
4.3.2.4 Memahami Cara Melayani Talent
Tugas lain dari seorang Sound Engineer adalah memperhatikan bagaimana cara melayani talent. Beberapa cara untuk menciptakan sound yang berkualitas adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui dan paham apa yang akan dikerjakan sebelum memulai pekerjaan tersebut.
2. Membicarakan dan merencanakan konsep dengan pelanggan. 3. Memiliki peralatan yang memadai.
5. Melakukan proses yang sangat teliti sebelum akhirnya melakukan sound editing. Penting untuk tidak terlalu banyak melakukan sound editing yang tidak terlalu diperlukan. Hal tersebut akan menjadi tanggung jawab moral bagi talent.
6. Mendengarkan dengan seksama saat melakukan mixing. Kejelasan output suara sangat dipentingkan disini
(Rose, 2002)
Sound Engineer turut serta dalam memahami hal-hal tersebut agar memperlancar pekerjaannya dan dapat menghasilkan produksi suara yang berkualitas serta dapat meminimalisasi gangguan saat proses produksi berlangsung.
4.3.3 Hasil Produksi
Keberhasilan seorang Sound Engineer di Basement Sound Production House dalam menjalankan perannya dalam meningkatkan kualitas produksi tentunya terkait dengan produksi yang sudah dihasilkannya. Peningkatan jumlah produksi dan keragaman hasil produksi yang dipercarayakan pelanggan kepada perusahaan merupakan cermin dari keberhasilan Sound Engineer tersebut. Berdasarkan data yang telah diperoleh, jenis produksi yang dihasilkan oleh Sound Engineer adalah lagu, baik dalam bentuk single, mini album, hingga album, juga iklan, jingle, berbagai voice over yang diperlukan oleh media massa, perusahaan, pembelajaran, serta pertunjukan seperti drama dan festival. Berikut merupakan tabel yang berisikan data sebagian besar hasil produksi yang dihasilkan oleh kinerja Sound Engineer di Basement:
No Tanggal Sound Projects yang Terselesaikan oleh SE 1 4/10/2010 Iklan dan jingle dari Jazz Go To Campus
2 5/10/2010 Jingle Jazz Exhibition
3 5/10/2010 Jingle Jazz Roadshow Click Cafe
4 6/10/2010 Jingle Jazz Roadshow Jogja Gallery
5 6/10/2010 Jingle Jazz Roadshow UGM
6 18/8/2011 Puzzled Mixing
7 21/8/2011 Final Anthem Mastering
8 26/8/2011 Recording Agitator
9 18/9/2011 Stealth Band Recording
10 12/10/2011 VO Hotel Ciputra
11 25/10/2011 Devine Band Recording
12 7/11/2011 VO Siklus Pemeriksaan Pajak
13 10/11/2011 Axel Band mini album
14 26/11/2011 Iklan Perfect Chef
15 26/11/2011 VO modul fisika
16 27/11/2011 VO Pekan Olahraga Nasional (PON)
17 29/11/2011 Jingle radio streaming
18 29/11/2011 VO Indie Movie
19 7/12/2011 Part Time Band Recording
20 11/12/2011 Lust For War mastering
No Tanggal Sound Projects yang Terselesaikan oleh SE
22 3/1/2012 Rekaman musik anak-anak
23 3/1/2012 Mastering lagu band Oracle
24 3/1/2012 VO Perusahaan Air Minum
252 5/1/2012 VO iklan Djarum
26 5/1/2012 VO iklan Nexian
27 10/1/2012 VO Siklus Pemeriksaan Pajak
28 20/1/2012 Iklan Loreal
29 22/1/2012 Mixing lagu Burning Legion
30 24/1/2012 VO BRI
31 31/1/2012 Dreamer Band Recording-Mastering
32 7/2/2012 VO Askrida
33 22/2/2012 VO promo produk Speed Up
34 8/3/2012
VO E-learning PT. Learning Recources Darmawangsa
35 10/3/2012 VO Marketing Isuzu Elf
36 18/3/2012 VO modul kinerja
37 21/3/2012
VO E-learning PT. Learning Recources Darmawangsa
38 2/4/2012
VO E-learning PT. Learning Recources Darmawangsa
No Tanggal Sound Projects yang Terselesaikan oleh SE
40 6/4/2012 VO Siklus Pemeriksaan Pajak
41 4/5/2012 Recording drama SD Gemala
42 12/5/2012
Mixing lagu pertunjukan anak-anak TK GBK Cinere
Tabel 4.3.3.1 Hasil Produksi Basement Sound Production House oleh Sound Engineer (sumber: database Basement)
4.3.4 Perbedaan kualitas hasil produksi
Pembahasan penelitian berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan kualitas hasil produksi:
1. Permintaan dari pihak pelanggan
Sesuai dengan penjabaran tabel 4.3.3.1, perbedaan hasil karya tersebut menandakan salah satu faktor perbedaan hasil kualitas produksi, faktor tersebut adalah permintaan dari pihak pelanggan terhadap bentuk hasil. Faktor ini menjelaskan bahwa tidak semua pihak menginginkan proses dari awal hingga akhir, beberapa dari mereka memiliki kebijakan tersendiri untuk membuat awalnya ataupun mengolah akhirnya di tempat mereka.
Untuk pembuatan lagu, terdapat kualitas standar demo dengan standar edar, yang membedakannya adalah detail dari sound editing nya, serta pertimbangan dari pihak musisi ataupun produser nya.
2. Kualitas dan Performa talent
Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kualitas produksi adalah kualitas dari performa talent. Walapun teknologi mixing memungkinkan untuk membuat hasil recording menjadi lebih baik, seperti misalnya menggunakan auto dynamic, namun akan menjadi lebih baik lagi bila talent juga melakukan proses recording dengan sebaik-baiknya, tidak hanya mengandalkan teknologi yang terdapat dalam sound editing.
3. Kinerja Sound Engineer
Perusahaan ini memiliki fasilitas perekaman yang memadai untuk menghasilkan sebuah karya suara. Kreasi dari seorang Sound Engineer memperngaruhi kualitas dari hasil sebuah karya suara. Berikut adalah kutipan dari buku yang berjudul “A Practical Guide to Television Sound Engineering” (Baxter, 2007):
“Audio requires a hefty understanding of sounds, electronincs, and system engineering. But mixing television sound requires a creative construction of aural architecture plus a little artistic voodoo! If you have two different sound engineers mixing identical content, it will sound different because of their subjective interpretation of sound. It should sounds different, but it had better sound good! It takesa special creative talent to construct a good-sounding television show under difficult and subjective conditions. The job responsibilities are varied and demanding, but most importantly the sound mixer has deliver and promote good sound.”
Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap Sound Engineer memiliki interpretasi tentang sound dan pengolahannya secara berbeda. Sebuah perusahaan yang memiliki lebih dari satu Sound Engineer dapat menghasilkan sound yang berbeda, sama hal nya dengan perusahaan yang satu dan yang lainnya. Hal tersebut dapat
berakibat terciptanya hasil yang unik, namun juga dapat mengaibatkan berkurangnya ciri khas.
Basement memiliki seorang Sound Engineer yang menghasilkan karya suara yang dapat mencirian perusahaan. Hal tersebut mempengaruhi perbedaan kualitas hasil produksi yang dihasilkan Basement bila dibandingkan dengan sebelum perusahaan ini berganti nama.
4.3.5 Peran Sound Engineer terhadap perusahaan Basement Sound Production House
Jenis usaha yang dimiliki Basement meliputi penyewaan sound system, studio musik, serta jasa recording dan sound editing yang merupakan tugas dari Sound Engineer. Berdasarkan hasil observasi, kegiatan yang berjalan di Basement adalah sebagai berikut:
Berdasarkan grafik kegiatan yang berlangsung ditinjau dari lamanya hitungan waktu jam pelaksanaan kegiatan tersebut, dapat dilihat bahwa kegiatan di Basement didominasi oleh penyewaan studio musik, lalu disusul dengan recording, kemudian sound editing, dan tidak ada penyewaan sound system dalam periode terebut. Grafik tersebut juga memperlihatkan kegiatan yang rutin di lakukan setiap minggunya, yaitu recording (instrumen maupun voice over) dan penyewaan studio. Dengan demikian sudah terlihat bahwa pekerjaan Sound Engineer sangat berperan di perusahaan ini. Data yang akan diperlihatkan berikutnya adalah daftar harga yang berlaku di Basement:
DAFTAR HARGA Penyewaan Studio Tracking/Recording Sound Editing Studio 1: Rp.50.000 / Jam Studio 2: Rp. 60.000 / 1 Jam
Demo Live: Rp.150.000 / 2 Jam Semi Track: Rp.200.000 / 2 Jam
Tracking: Full Track Rp.400.000/Shift (1 Shift=6 jam) Track (Vocal Only/Voice Over) Rp.75.000 / Jam Track (2 Instruments Up) Rp.100.000 / Jam
Mixing: Rp.500.000 / Lagu
Mastering: Standar Demo: Rp.250.000 / Lagu Standar Edar : Rp.500.000 / Lagu.
T A B E L 4 . 4 . 4 . 1 D D
DAFTAR HARGA JASA BASEMENT (SUMBER: DATABASE BASEMENT 2012)
Sehubungan dengan pengaruh peran kerja Sound Engineer terhadap produksi di Basement Sound Production House, bila dilihat dari grafik dan tabel yang telah disajikan sebelumnya dapat diketahui bahwa perkerjaan Sound
Paket Produksi Album
Paket Penyewaan Sound System dan lighting
Harga Paket:Paket Mix + Master Standar Demo: Rp.500.000 / Lagu.
Paket Mix + Master Standar Edar : Rp.600.000 / Lagu.
1. Paket Mini Album (3-5 Lagu) : Rp.3.500.000 2. Paket Album (8-10 Lagu) : Rp.7.000.000 3. Paket Tracking Mini Album : Rp.1.800.000 4. Paket Tracking Album : Rp.3.500.000
5. Paket Mix + Master Mini Album: Rp.2.500.000 6. Paket Mix + Master Album : Rp.5.000.000 1. 2 Bar, 1 Smoke Rp. 1.000.000
2. 2 Bar, 1 Smoke, 2 Merving, 2 Follow Spot Rp. 2.250.000
3. 4 Bar, 1 Smoke, 2 Merving, 1 Follow Spot Rp. 2.800.000
Kontak:
Bayu Djody Gondokusumo
Jl.BDN I No.18, Cilandak Barat, Jakarta Selatan Telepon: 021-92570900
Email [email protected]
Engineer dalam periode tersebut menghasilkan jumlah produksi recording dan sound editing yang turut menaikkan pemasukan bagi perusahaan. Perinciannya adalah sebagai berikut:
1. Pemasukan yang didapatkan dari hasil penyewaan studio adalah Rp 5.725.000,- 2. Pemasukan yang didapatkan dari hasil recording adalah Rp 3.600.000,-
3. Di periode tersebut hanya ada jasa sound editing balancing yang biayanya sudah termasuk jasa recording
Selain itu, berdasarkan informasi yang didapat saat melakukan obsrvasi, proyek recording dan sound editing yang besar seperti album biasanya terdapat di akhir tahun dan awal tahun. Hal tersebut sesuai dengan data yang diperoleh dan dituliskan dalam tabel hasil produksi Sound Engineer sebelumnya. Di awal dan akhir tahun tersebut, sound project yang dihasilkan biasanya merupakan proyek besar seperti mini album, album, berbagai keperluan sebuah event, seperti jingle dan iklan yang diperlukan sebagai media promosi dan informasi. Proyek tersebut memberikan pemasukan yang berjumlah besar bagi perusahaan dan Sound Engineer yang bersangkutan.
Dilihat dari jumlah pemasukan yang dapat dihasilkan oleh pekerjaan seorang Sound Engineer, memperlihatkan bahwa Sound Engineer memiliki peran penting dalam menaikkan kualitas produksi serta pemasukan di Basement. Kepercayaan yang dibangun oleh kinerja baik seorang Sound Engineer menanamkan kepercayaan (trust) dan kenyamanan pelanggan untuk kembali menggnakan jasa di perusahaan ini. Bila dillihat dari tabel 4.3.3.1 yang berisikan data proyek yang masih tersimpan, dapat mengahasilkan grafik sebagai berikut:
Grafik 4.4.1 Jumlah Hasil Produksi
Grafik tersebut memperlihatkan bahwa di awal tahun 2012, jumlah produksi meningkat, dilihat dari tingginya kurva yang hampir menyamai hasil produksi si pertengahan hingga akhir tahun 2011 yang datanya masih tersimpan di database perusahaan. Hal ini memberikan gambaran dari trust pelanggan dan bertambanya pelanggan baru. Perusahaan ini sudah mengalami perpindahan tempat sebanyak tiga kali namun tidak mengalami penurunan hasil produksi.
Jumlah dan keragaman hasil produksi, selain memperlihatkan tugas dari seorang Sound Engineer, juga memperlihatkan berbagai kerja sama Basement dengan perusahaan lainnya yang juga tidak sedikit jumlahnya serta beragam jenis nya, seperti yang ada dalam tabel 4.3.3.1. Bentuk kerja sama yang meluas dapat membantu perusahaan dalam mencapai visi dan misi nya. Hal ini menjelaskan bahwa Sound Engineer turut berperan dalam pencapaian hal tersebut.