33
BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung ke lapangan yaitu pada PT. Tripatra Engineers and Constructors. Pengumpulan data pada skripsi ini secara garis besar terdiri dari gambaran umum perusahaan, data-data perusahaan yang dibutuhkan dengan permasalahan yang akan diselesaikan.
4.1.1 TINJAUAN PERUSAHAAN
Tripatra didirikan oleh Putra-Putra terbaik Bangsa yang dilandasi oleh semangat luhur ingin menyejajarkan diri dengan bangsa lain serta ingin memberikan karya nyata kepada Negara dan Bangsa Tercinta. PT. Tripatra Engineering didirikan oleh Bapak Wiwoho Basuki Tjokronegoro dan Bapak Iman Taufik pada tanggal 10 Oktober 1973. Sejak saat itu maka setiap tanggal 10 Oktober dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Perusahaan.
PT. Tripatra Engineering didirikan kala itu sebagai pionir dalam
pengembangan engineering dan project management, khususnya dalam bidang
industri, petrochemical, oil & gas. Dalam perjalanannya, Perusahaan berkembang ke sektor lain seperti pengembangan fasilitas marine & offshore, petrochemicals & industrial plants, power generation & transmission dan sistem telekomunikasi. Mengingat kebutuhan jasa EPC (Engineering, Procurement, Construction) yang dalam perjalanannya akhirnya juga jasa O&M (Operation and Maintenance), maka pada tahun 1988 didirikan PT. Tripatra Engineers and Constructors (TPEC). Hal ini kemudian memperkuat posisi Tripatra sebagai penyedia EPC di tanah air khususnya untuk minyak, gas dan telekomunikasi. Mengingat satu dan lain hal, sektor telekomunikasi dilepas di awal tahun 2007. Akhirnya, hingga saat ini Tripatra dikenal sebagai pemain utama sebagai penyedia jasa terintegrasi pada sektor energi di Indonesia.
Tripatra memiliki pengalaman yang luas dengan skala internasional dalam memberikan konsultasi dan pengerjaan proyek EPC yang sumber pembiayaannya diperoleh baik dari pinjaman pemerintah, pinjaman bilateral dan multilateral maupun pribadi. Pengalaman yang luas dalam bekerja sama dengan mitra asing pada kontrak berskala internasional dikombinasikan dengan pengetahuan dan pengalaman dalam karakteristik industri sejenis di dalam negeri, telah memposisikan Tripatra sebagai perusahaan nasional dari Indonesia yang berkemampuan kelas dunia (world class).
Sejalan dengan tuntutan bisnis dalam bidang energi yang terintegrasi, Tripatra bergabung dengan PT Indika Energy Tbk pada tahun 2007. Pada tahun 2008, PT Indika Energy Tbk sebagai induk Tripatra melepas saham perdananya di
Bursa Efek Indonesia. Hal ini diyakini akan semakin memperkuat posisi Tripatra tidak hanya di Indonesia, namun dengan keyakinan penuh memasuki pasar internasional.
4.1.2 VISI DAN MISI
Visi PT. Tripatra Engineers and Constructors adalah “To be a world-class
company providing integrated innovative engineering solutions through excellent multidiscipline engineering”. Dengan misi sebagai berikut :
1. To provide world-class engineering, procurement, construction, O&M and project management solutions for energy & natural resources sectors. (Memberikan engineering, pengadaan, konstruksi, O & M dan solusi manajemen proyek kelas dunia untuk energi & sektor sumber daya alam).
2. To create synergy across our group’s integrated platform. (Menciptakan sinergi di seluruh platform perusahaan yang terintegrasi).
3. To create optimum shareholders value. (Menciptakan nilai optimum bagi pemegang saham).
4. To continuously develop its human capital. (Secara berkelanjutan mengembangkan sumber daya manusia).
4.1.3 BIDANG PEKERJAAN PERUSAHAAN
1. Minyak dan gas
Tripatra mulai debutnya pada tahun 1973 dalam mengembangkan daerah minyak di Irian Jaya untuk perusahaan Petromer Trend, dalam hal blok minyak dan gas; pengumpulan dan penyaluran melalui pipa; pengilangan; pemisahan dan fasilitas dehidrasi yang dirancang untuk 100.000 BOPD, termasuk six (6) – 313.000 Bbls setiap tankinya dan kegiatan pendukung lainnya. Sekarang, Jasa Rancang Bangun Tripatra telah meluas tidak hanya pada produksi dari sumur sampai pada stabilisasi crude, pemisahan air kondensasi, pemanisan dan persiapan
gas, pemberian tekanan pada gas, penyaluran crude dan gas, sistem pengukuran,
ke arah pantai dan lepas pantai. Sebagai tambahan, Tripatra mempunyai kemampuan dalam mengambil rancangan dari fasilitas penyimpanan untuk
minyak dan gas sebaik penyimpanan dengan pengamanan cathodic,
telekomunikasi dan sistem SCADA dan sistem pendukung lainnya yang penting untuk mengoparasikan wilayah minyak dan gas.
2. Petrokimia dan industri
Dengan membangun beberapa pabrik petrokimia selama puluhan tahun, Tripatra telah mencapai keterampilan konseptual dalam mengintegrasikan fasilitas pengolahan dan kegunaannya, termasuk pengamanan, pemadam kebakaran, dan sistem pengamanan lingkungan dalam setiap proyek petrokimia. Tripatra mempunyai kemampuan untuk bertanggung jawab secara penuh untuk setiap penyelesaian proyek petrokimia yang ada. Keterampilan rancang bangun diperoleh Tripatra dan dipakai sebagai fasilitas dalam industri besar dengan hasil
yang memuaskan, seperti proyek penggilingan Pulp di Porsea, Sumatra Utara dan pabrik asam Formic PT. Pupuk Kujang di Jawa Barat. Keahlian dalam bidang ini meliputi rancang bangun secara mendetail, perencanaan, pengawasan dan proyek manajemen seperti ekspansi, renovasi dan modernisasi pengepakan.
3. Lepas Pantai dan Kelautan
Tripatra memerlukan keterampilan teknis dan kemampuan untuk menyediakan rancangan rancang bangun untuk fasilitas kelautan dan lepas pantai. Hal tersebut menawarkan kesatuan dan paket rancang bangun yang komprehensif seperti rancangan platform lepas pantai, dermaga, dan lain sebagainya. Tipe proyek yang diambil oleh Tripatra adalah pengapungan tanki produksi, platform sumur lepas pantai, fasilitas penunjang hidup di lepas pantai, fasilitas pemuatan lepas pantai, dermaga dan fasilitas lainnya.
4. Tenaga Rancang Bangun
Tripatra diperlengkapi untuk menawarkan jasa dalam merancang dan mengimplementasikan dari tenaga rancang bangun. Termasuk dalam hal ini studi uji kelayakan dan rancangan rancang bangun dari tenaga generator, seperti dari transmisi listrik dan distribusinya.
5. Telekomunikasi
Para Insinyur Tripatra, spesialis dan perancang yang telah terbukti berpengalaman dalam bidang pengembangan fasilitas telekomunikasi, mereka mampu untuk menyediakan jasa rancang bangun yang berhubungan dengan proyek telekomunikasi seperti survey site, tesk pengembangan, basic dan
rancangan secara detail, analisis investasi, bantuan pengadaan, pengawasan dan proyek manajemen. Dalam rancangan rancang bangun, Tripatra telah sukses
menampilkan rancangan rancang bangun Telemetering dan sistem
Telekomunikasi untuk Pertamina, Huffco, Amoseas dan Marathon. Tripatra juga telah menampilkan rancangan detail dari jaringan kabel untuk kota-kota utama di Indonesia untuk Perumtel.
4.1.4 STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi yang ada di PT. Tripatra Engineers and Constructors adalah sebagai berikut.
4.1.5 PROSEDUR PEMBELIAN BARANG
Berdasarkan kepada dokumen perusahaan nomor PRO-TPEC-PROCCEG-001 revisi 0, prosedur pembelian barang adalah sebagai berikut:
1. Prepare and set-up vendor pre-qualification (Mempersiapkan dan mengatur pre-kualifikasi vendor). Tujuan dari pre-kualifikasi vendor adalah untuk memastikan vendor-vendor baru memiliki kualifikasi untuk menyediakan alat atau material yang memenuhi kebutuhan proyek.
2. Prepare and issue Request for Quotation (RFQ) (Mempersiapkan dan
menerbitkan permintaan penawaran kepada vendor). Tim engineering
mempersiapkan bagian teknikal dari dokumen RFQ dan buyer
mempersiapkan bagian komersialnya. Meskipun begitu, bagian teknikal dan komersial dari dokumen RFQ akan digabung menjadi paket RFQ. Tanggung jawab dari buyer adalah menerbitkan paket RFQ tersebut kepada vendor yang terdapat pada daftar penawar. Daftar penawar terdiri dari vendor yang disetujui oleh klien.
3. Prepare and set-up Commercial Bid Analysis (CBA) (Mempersiapkan dan mengatur analisis penawaran komersial). Dalam penerimaan proposal dari vendor, buyer akan mengirimkan salinan proposal vendor yang telah
dihilangkan harganya untuk diulas oleh tim engineering dan tim
engineering akan menerbitkan Technical Bid Evaluation (TBE) dimana disertakan rekomendasi seleksi vendor dari sisi teknikal. Untuk seluruh vendor rekomendasi di TBE, buyer akan menyelesaikan evaluasi
penawaran komersial. Evaluasi penawaran komersial harus disajikan dalam CBA.
4. Prepare and issue Purchase Order (PO) (Mempersiapkan dan
menerbitkan pesanan pembelian). Engineering akan menerbitkan bagian
teknikal dari Material Requisition Sheet (MRS) dan memberikannya
kepada manajer proyek untuk mendapatkan persetujuan. Tim pembelian akan menerima paket MRS (MRSP) dimana terdiri dari MRS, BQ dan kontrol budget.
Setelah menerima MRSP, maka buyer akan mempersiapkan PO. Setelah itu, PO akan dibuat dan akan dijalankan kepada manajemen untuk persetujuan. Setelah PO disetujui, maka buyer akan menerbitkan PO
tersebut kepada vendor dan meminta PO acknowledgement.
5. Vendor Performance Evaluation (Evaluasi kinerja vendor). Evaluasi kinerja vendor dilakukan setelah seluruh pembelian alat atau material telah dipenuhi oleh vendor.
4.1.6 HASIL WAWANCARA DAN KUISIONER
Wawancara dilakukan kepada 2 responden dari divisi Procurement
Mechanical. Hal ini disebabkan eksekutor dari pemilihan vendor khusus pressure vessel adalah divisi tersebut. Wawancara berfokus pada 3 vendor yang melakukan fabrikasi atas pressure vessel yang digunakan untuk Senoro Gas Development Project. Vendor-vendor tersebut adalah DKME, PHE dan MFG. Adapun kriteria
yang dinilai adalah dari sisi harga, kualitas, lokasi fabrikator dan teknologi, kualitas komunikasi, pengiriman yang sesuai dengan jadwal, profesionalisme dari tim sales dan workload pekerjaan di fabrikator tersebut.
Dari hasil wawancara, didapatkan kriteria yang akan dinilai adalah sebagai berikut:
1. Harga : Harga merupakan suatu bagian yang penting dalam pemilihan
vendor, hal ini dikarenakan harga berhubungan dengan keuntungan dari perusahaan.
2. Kualitas : Kualitas menjadi hal yang sangat penting untuk dinilai dalam pemilihan vendor. Hal ini disebabkan alat yang akan dibeli dari vendor merupakan alat yang akan digunakan dalam jangka waktu puluhan tahun, sehingga dibutuhkan alat-alat yang berkualitas baik untuk dilakukan pembelian. Selain itu, alat dengan kualitas buruk, dapat menambah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan apabila terjadi kerusakan dan lain-lain.
3. Lokasi fabrikator dan teknologi : Lokasi fabrikator dan teknologi juga harus dievaluasi oleh perusahaan dalam melakukan pemilihan vendor. Lokasi fabrikator sebaiknya berada di tempat yang mudah di akses, terlebih barang yang akan dibeli adalah barang berdimensi besar sehingga dibutuhkan lokasi yang dapat dijangkau oleh trailer-trailer besar. Dari sisi teknologi, hal ini berkaitan dengan pengerjaan fabrikasi yang dilakukan. Dengan teknologi yang memadai, maka pekerjaan akan dilakukan dengan baik, lebih efisien dan hemat waktu.
4. Kualitas komunikasi : Komunikasi yang baik antara perusahaan dengan vendor maupun sebaliknya akan meningkatkan produktivitas kerja. Hal ini disebabkan persepsi yang diterima bisa jadi berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, maka kualitas komunikas menjadi salah satu yang juga penting untuk dinilai dalam evaluasi.
5. Pengiriman sesuai jadwal : Jadwal menjadi hal yang dijadikan sebagai
dasar dalam pengerjaan proyek. Apabila jadwal dari vendor mengalami keterlambatan, maka pengerjaan pemasangan alat di proyek akan mengalami kemunduran pula. Dengan begitu maka dapat merubah time frame schedule penyelesaian proyek pula dan menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dalam hal biaya, nama baik perusahaan dan lain-lain.
6. Professionalisme dari tim sales : Sales sebaiknya memiliki pengetahuan dan keterampilan terhadap alat yang mereka tawarkan ke perusahaan. Sales yang professional akan mempermudah proses pembelian dan penawaran yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
7. Workload : Workload dari vendor dapat menunjukkan kemampuan vendor
dalam melakukan pekerjaan yang akan diberikan dari perusahaan ke vendor. Vendor dengan workload yang sangat padat, dapat memberikan kesulitan pada vendor untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan.
Ada 3 vendor yang dijadikan alternatif yaitu A1 = DKME, A2 = PHE dan A3 = MFG. 7 kriteria yang dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu C1 = Harga, C2 = Kualitas, C3 = Lokasi fabrikator dan teknologi, C4 = Kualitas komunikasi, C5 = Pengiriman sesuai jadwal, C6 = Profesionalisme dari tim sales dan C7 = Workload. Hasil dari kuisioner adalah sebagai berikut.
Tabel 4.1 Hasil Kuisioner Responden 1
Alternatif Kriteria
C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7
A1 3 5 5 4 4 4 5
A2 4 2 3 3 2 3 2
A3 3 3 5 3 3 3 3
Tabel 4.2 Hasil Kuisioner Responden 2
Alternatif Kriteria C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 A1 4 5 5 4 5 4 4 A2 5 3 2 3 2 3 3 A3 3 4 3 4 4 4 4 4.2 PENGOLAHAN DATA
4.2.1 MEMBENTUK MATRIKS KEPUTUSAN
Matriks keputusan dibuat berdasarkan hasil kuisioner yang telah dibagikan kepada buyer diatas. Karena sumber responden lebih dari satu maka dilakukan
perhitungan geometric mean untuk mendapatkan satu nilai tertentu dari semua nilai tersebut. Geometric mean didapatkan dengan rumus sebagai berikut.
W = n√x1.x2.x3. . . . xnatau W = n√∏ xiatau Log (U) = ∑log(xi) / n
Adapun contoh perhitungan geometric mean adalah sebagai berikut.
W (A1C1) = √x1.x2 = √3.4 = √12 = 3,4 ≈ 3 W (A2C2) = √x1.x2 = √2.3 = √6 = 2,4 ≈ 2 W (A3C3) = √x1.x2 = √5.3 = √15 = 3,9 ≈ 4 W (A2C5) = √x1.x2 = √2.2
= √4 = 2 W (A3C7) = √x1.x2 = √3.4 = √12 = 3,4 ≈ 3
Setelah dilakukan perhitungan menggunakan geometric mean, maka didapatkan matriks keputusan sebagai berikut.
Tabel 4.3 Matriks keputusan
Alternatif Kriteria C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 A1 3 5 5 4 4 4 4 A2 4 2 2 3 2 3 2 A3 3 3 4 3 3 3 3
4.2.2 MELAKUKAN NORMALISASI MATRIKS KEPUTUSAN
Normalisasi matriks keputusan didapatkan dengan rumus sebagai berikut.
rij = xij
Contoh perhitungan. r11 = xij √∑ xij2 r11 = 3 √(32+42+32) r11 = 3 √(9+16+9) r11 = 3 √34 r11 = 3 5,8309 r11 = 0,5145 r22 = xij √∑ xij2 r22 = 2 √(52+22+32) r22 = 2 √(25+4+9) r22 = 2 √38
r22 = 2 6,1644 r22 = 0,3244 r33 = xij √∑ xij2 r33 = 4 √(52+22+42) r33 = 4 √(25+4+16) r33 = 4 √45 r33 = 4 6,7082 r33 = 0,5963 r25 = xij √∑ xij2 r25 = 2 √(42+22+32)
r25 = 2 √(16+4+9) r25 = 2 √29 r25 = 2 5,3852 r25 = 0,3714 r37 = xij √∑ xij2 r37 = 3 √(42+22+32) r37 = 3 √(16+4+9) r37 = 3 √29 r37 = 3 5,3852 r37 = 0,5571
Dari rumus tersebut maka didapatkan hasil normalisasi sebagai berikut.
Tabel 4.4 Matriks keputusan normalisasi
Alternatif Kriteria C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 A1 0,5145 0,8111 0,7454 0,6860 0,7428 0,6860 0,7428 A2 0,6860 0,3244 0,2981 0,5145 0,3714 0,5145 0,3714 A3 0,5145 0,4867 0,5963 0,5145 0,5571 0,5145 0,5571
4.2.3 MEMBERIKAN BOBOT PADA MATRIKS
Dari hasil matriks yang telah dinormalisasi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemberian bobot pada matriks. Pemberian bobot dilakukan dengan menggunakan rumus dibawah ini.
vij = wirij Contoh perhitungan. v11 = w1r11 v11 = 3x0,5145 v11 = 1,5435 v22 = w2r22 v22 = 2x0,3244 v22 = 0,6489
v33 = w3r33 v33 = 4x0,5963 v33 = 2,3851 v25 = w3r33 v25 = 2x0,3714 v25 = 0,7428 v37 = w3r37 v37 = 3x 0,5571 v37 = 1,6713
Dengan rumus tersebut, maka didapatkan hasil sebagai berikut.
Tabel 4.5 Matriks hasil pembobotan
Alternatif Kriteria C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 A1 1,5435 4,0555 3,7268 2,7440 2,9711 2,7440 2,9711 A2 2,7440 0,6489 0,5963 1,5435 0,7428 1,5435 0,7428 A3 1,5435 1,4600 2,3851 1,5435 1,6713 1,5435 1,6713
4.2.4 TENTUKAN SOLUSI IDEAL POSITIF DAN SOLUSI IDEAL NEGATIF
Penentuan solusi ideal positif dan solusi negatif didapatkan dengan rumus sebagai berikut.
A* = {(max vij│jєJ), (min vij│jєJ’)}
A- = {(min vij│jєJ), (max vij │jєJ’)}
Dengan syarat :
J = 1,2,3,….,n dimana J berkaitan dengan kriteria keuntungan J’ = 1,2,3,….,n dimana J’ berkaitan dengan kriteria biaya.
4.2.4.1 SOLUSI IDEAL POSITIF
A* = {(max vij│jєJ), (min vij│jєJ’)} y1* = min {1,5435; 2,7440; 1,5435} = 1,5435 y2* = max {4,0555; 0,6489; 1,4600} = 4,0555 y3* = max {3,7268; 0,5963; 2,3851} = 3,7268 y4* = max {2,7440; 1,5435; 1,5435} = 2,7440 y5* = max {2,9711; 0,7428; 1,6713} = 2,9711 y6* = max {2,7440; 1,5435; 1,5435} = 2,7440
y7* = max {2,9711; 0,7428; 1,6713} = 2,9711
A* = {1,5435; 4,0555; 3,7268; 2,7440; 2,9711; 2,7440; 2,9711}
4.2.4.2 SOLUSI IDEAL NEGATIF
A- = {(min vij│jєJ), (max vij │jєJ’)} y1- = max {1,5435; 2,7440; 1,5435} = 2,7440 y2- = min {4,0555; 0,6489; 1,4600} = 0,6489 y3- = min {3,7268; 0,5963; 2,3851} = 0,5963 y4- = min {2,7440; 1,5435; 1,5435} = 1,5435 y5- = min {2,9711; 0,7428; 1,6713} = 0,7428 y6- = min {2,7440; 1,5435; 1,5435} = 1,5435 y7- = min {2,9711; 0,7428; 1,6713} = 0,7428 A- = {2,7440; 0,6489; 0,5963; 1,5435; 0,7428; 1,5435; 0,7428}
4.2.5 HITUNG UKURAN PEMISAHAN
Ukuran pemisahan untuk solusi ideal positif dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Dari rumus diatas didapatkan hasil ukuran pemisahan untuk solusi ideal positif sebagai berikut.
S1* = √∑ (Vij – Vj*)2 S1* = √ ((1,5435 – 1,5435)2 + (4,0555 – 4,0555)2 +(3,7268 – 3,7268)2 + (2,7440 – 2,7440)2 + (2,9711 – 2,9711)2 + (2,7440 – 2,7440)2 + (2,9711 – 2,9711)2) S1* = √ ((0)2 + (0)2 +(0)2 +(0)2 + (0)2 + (0)2 + (0)2) S1* = 0 S2* = √∑ (Vij – Vj*)2 S2* = √ ((2,7440 – 1,5435)2 + (0,6489 – 4,0555)2 +(0,5963 – 3,7268)2 + (1,5435 – 2,7440)2 + (0,7428 – 2,9711)2 + (1,5435 – 2,7440)2 + (0,7428 – 2,9711)2) S2* = √ ((1,2005)2 + (-3,4066)2 +(-3,1305)2 +(-1,2005)2 + (-2,2283)2 + (-1,2005)2 + (-2,2283)2) S2* = 5,9716 S3* = √∑ (Vij – Vj*)2 S3* = √ ((1,5435 – 1,5435)2 + (1,4600 – 4,0555)2 +(2,3851 – 3,7268)2 + (1,5435 – 2,7440)2 + (1,6713 – 2,9711)2 + (1,5435 – 2,7440)2 + (1,6713 – 2,9711)2) S3* = √ ((0)2 + (-2,5955)2 +(1,3417)2 +(-1,2005)2 + (-1,2998)2 + (-1,2005)2 + (-1,2998)2) S3* = 3,8469
Sedangkan ukuran pemisahan untuk solusi ideal negatif dihitung dengan rumus sebagai berikut.
S1- = √∑ (Vij – Vj*)2 S1- = √ ((1,5435 – 2,7440)2 + (4,0555 – 0,6489)2 +(3,7268 – 0,5963)2 + (2,7440 – 1,5435)2 + (2,9711 – 0,7428)2 + (2,7440 – 1,5435)2 + (2,9711 – 0,7428)2) S1- = √ ((-1,2005)2 + (3,4066)2 + (3,1305)2 + (1,2005)2 + (2,2283)2 + (1,2005)2 + (2,2283)2) S1- = 5,9716 S2- = √∑ (Vij – Vj*)2 S2- = √ ((2,7440 – 2,7440)2 + (0,6489 – 0,6489)2 +(0,5963 – 0,5963)2 + (1,5435 – 1,5435)2 + (0,7428 – 0,7428)2 + (1,5435 – 1,5435)2 + (0,7428 – 0,7428)2) S2- = √ ((0)2 + (0)2 +(0)2 +(0)2 + (0)2 + (0)2 + (0)2) S2- = 0 S3- = √∑ (Vij – Vj*)2 S3- = √ ((1,5435 – 2,7440)2 + (1,4600 – 0,6489)2 +(2,3851 – 0,5963)2 + (1,5435 – 1,5435)2 + (1,6713 – 0,7428)2 + (1,5435 – 1,5435)2 + (1,6713 – 0,7428)2) S3- = √ ((-1,2005)2 + (0,8111)2 + (1,7888)2 + (0)2 + (0,9285)2 + (0)2 + (0,9285)2)
S3- = 2,6501
4.2.6 HITUNG RELATIF KEDEKATAN SOLUSI IDEAL
Perhitungan relatif kedekatan solusi ideal didapatkan dengan rumus sebagai berikut.
Ci* = Si-/(Si* + Si-), 0 ≤ Ci* ≤ 1
Dari rumus diatas maka perhitungan relatif kedekatan solusi ideal dihasilkan angka Ci sebagai berikut.
C1* = S1-/(S1* + S1-) C1* = 5,9716/(0 + 5,9716) C1* = 1 C2* = S2-/(S2* + S2-) C2* = 0/(5,9716 + 0) C2* = 0 C3* = S3-/(S3* + S3-) C3* = 2,6501/(3,8469 + 2,6501) C3* = 0,4079
4.2.7 PERINGKAT URUTAN PILIHAN
Dari hasil nilai C yang telah dihitung diatas, maka urutan peringkat dari yang terbesar ke yang terkecil adalah :
1. C1 dengan vendor DKME memiliki nilai C = 1.
2. C3 dengan vendor MFG memiliki nilai C = 0,4079.