1
BERITA DAERAH
KOTA BEKASI
NOMOR : 60 2016 SERI : E
PERATURAN WALI KOTA BEKASI NOMOR 60 TAHUN 2016
TENTANG
PENJABARAN URUSAN PEMERINTAHAN, FUNGSI PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAN URUSAN PEMERINTAHAN UMUM YANG
DISELENGGARAKAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALI KOTA BEKASI,
Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Kota
Bekasi Nomor 06 Tahun 2016 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Daerah Kota Bekasi dan Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 07 Tahun 2016 tentang Susunan dan Pembentukan Perangkat Daerah Kota Bekasi, perlu adanya pengaturan lebih lanjut berupa penjabaran urusan pemerintahan, fungsi penunjang urusan pemerintahan dan urusan pemerintahan umum yang
diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi, dan
dijabarkan lebih lanjut kedalam sub urusan atau sub bidang, sub-sub urusan atau uraian sub bidang dan uraian sub-sub urusan;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud huruf a, maka perlu menetapkan
Peraturan Wali Kota Bekasi tentang Penjabaran Urusan Pemerintahan, Fungsi Penunjang Urusan Pemerintahan dan Urusan Pemerintahan Umum yang Diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi.
2
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1996 tentang
Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3663);
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang
Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 114);
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun
2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036);
3
8. Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 06 Tahun 2016
tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi
Kewenangan Daerah Kota Bekasi (Lembaran Daerah Kota Bekasi Tahun 2016 Nomor 6 Seri E);
9. Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 07 Tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Bekasi (Lembaran Daerah Kota Bekasi Tahun 2016 Nomor 7 Seri D).
Memperhatikan : Berita Acara Rapat Pembahasan Rancangan Peraturan
Wali Kota Bekasi tentang Penjabaran Urusan
Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Daerah Kota Bekasi Nomor: 100/332/Bipem, tanggal 9 November 2016.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN WALI KOTA TENTANG PENJABARAN
URUSAN PEMERINTAHAN, FUNGSI PENUNJANG
URUSAN PEMERINTAHAN DAN URUSAN
PEMERINTAHAN UMUM YANG DISELENGGARAKAN PEMERINTAH KOTA BEKASI.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Wali Kota ini, yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kota Bekasi.
2. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah sebagai unsur penyelenggara
Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan Urusan
Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah Otonom.
3. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan
oleh pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
4. Wali Kota adalah Wali Kota Bekasi.
5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD
4
6. Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Bekasi.
7. Urusan Pemerintahan Daerah adalah Urusan Pemerintahan Wajib dan
Pilihan yang menjadi kewenangan Daerah, dan Tugas Pembantuan.
8. Urusan Pemerintahan Wajib adalah Urusan Pemerintahan yang wajib
diselenggarakan oleh Daerah.
9. Urusan Pemerintahan Pilihan adalah Urusan Pemerintahan yang wajib
diselenggarakan oleh Daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki Daerah.
10. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah Pusat kepada
daerah otonom untuk melaksanakan sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat atau dari Pemerintah Daerah Provinsi kepada Kota untuk melaksanakan sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah Provinsi.
11. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Wali Kota dan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
12. Pelayanan Dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan
dasar warga negara.
13. Standar Pelayanan Minimal adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu
Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal.
14. Dinas Daerah merupakan unsur pelaksana Urusan Pemerintahan yang
menjadi kewenangan Daerah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Wali Kota melalui Sekretaris Daerah.
15. Badan merupakan unsur penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi
kewenangan Daerah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Wali Kota melalui Sekretaris Daerah.
16. Kecamatan merupakan perangkat Daerah yang dibentuk dalam rangka
meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat desa atau sebutan lain dan kelurahan.
17. Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah yang selanjutnya disebut
Forkopimda adalah forum yang digunakan untuk membahas
penyelenggaraan urusan pemerintahan umum di Kota.
18. Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan yang selanjutnya disebut
Forkopimcam adalah forum yang digunakan untuk membahas penyelenggaraan urusan pemerintahan umum Kota di Kecamatan.
5
BAB II
URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI KEWENANGAN DAERAH KOTA BEKASI
Pasal 2
(1) Dalam menyelenggarakan pemerintahan, Kota Bekasi menerima
penyerahan Urusan Pemerintahan Konkuren yang terdiri atas Urusan Pemerintahan Wajib dan Urusan Pemerintahan Pilihan.
(2) Urusan Pemerintahan Wajib sebagaimana dimaksud ayat (1) terdiri atas
Urusan Pemerintahan yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar dan Urusan Pemerintahan yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar.
(3) Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah Urusan Pemerintahan Wajib yang sebagian substansinya merupakan Pelayanan Dasar.
Pasal 3
(1) Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar
sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1), meliputi:
a. pendidikan;
b. kesehatan;
c. pekerjaan umum dan penataan ruang;
d. perumahan rakyat dan kawasan permukiman;
e. ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat; dan
f. sosial.
(2) Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan Pelayanan
Dasar Pasal 2 ayat (2), meliputi:
a. tenaga kerja;
b. pemberdayaan, perempuan dan pelindungan anak;
c. pangan;
d. pertanahan;
e. lingkungan hidup;
f. administrasi kependudukan dan pencatatan sipil;
g. pemberdayaan masyarakat dan Desa;
h. pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
i. perhubungan;
j. komunikasi dan informatika;
k. koperasi, usaha kecil, dan menengah;
l. penanaman modal;
m. kepemudaan dan olah raga;
n. statistik;
6
p. kebudayaan;
q. perpustakaan; dan
r. kearsipan.
(3) Urusan Pemerintahan Pilihan meliputi:
a. kelautan dan perikanan,;
b. pariwisata;
c. pertanian;
d. kehutanan;
e. energi dan sumberdaya mineral;
f. perdagangan;
g. perindustrian; dan
h. transmigrasi.
Pasal 4
(1) Setiap urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
terbagi ke dalam sub urusan dan sub-sub urusan.
(2) Sub-sub urusan pemerintahan dijabarkan lebih lanjut ke dalam uraian
sub-sub urusan.
(3) Rincian urusan, sub urusan, sub-sub urusan dan uraian sub-sub
urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I Peraturan Wali Kota ini.
BAB III
FUNGSI PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN YANG MENJADI KEWENANGAN DAERAH KOTA BEKASI
Pasal 5
(1) Selain menjabarkan urusan wajib dan urusan pilihan yang menjadi
kewenangan Daerah Kota Bekasi sebagaimana tercantum pada pasal 2 diatas, Pemerintah Kota Bekasi juga menjabarkan fungsi penunjang Urusan Pemerintahan.
(2) Fungsi penunjang Urusan Pemerintahan merupakan fungsi yang
diselenggarakan oleh Badan Daerah untuk membantu Wali Kota pelaksanaan tugas dukungan teknis atas urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah Kota Bekasi.
(3) Fungsi penunjang Urusan Pemerintahan sebagaimana dimaksud ayat (2)
meliputi:
a. perencanaan;
7
c. kepegawaian;
d. pendidikan dan pelatihan;
e. penelitian dan pengembangan; dan
f. fungsi penunjang lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 6
(1) Setiap bidang fungsi penunjang urusan pemerintahan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 terbagi ke dalam sub bidang.
(2) Sub bidang fungsi penunjang urusan pemerintahan dijabarkan lebih
lanjut ke dalam uraian sub bidang.
(3) Rincian bidang, sub bidang dan uraian sub bidang fungsi penunjang
urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran II Peraturan Wali Kota ini.
BAB IV
URUSAN PEMERINTAHAN UMUM Pasal 7
(1) Selain menjabarkan urusan pemerintahan dan fungsi penunjang urusan
pemerintahan sebagaimana tercantum pada Pasal 2 dan Pasal 5, Pemerintah Kota Bekasi juga menjabarkan urusan pemerintahan umum.
(2) Urusan pemerintahan umum merupakan urusan yang menjadi
kewenangan Presiden sebagai kepala pemerintahan yang dalam pelaksanaanya di wilayah Daerah kota dilaksanakan oleh Wali Kota.
(3) Urusan pemerintahan umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
meliputi:
a. pembinaan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional dalam
rangka memantapkan pengamalan Pancasila, pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pelestarian Bhinneka Tunggal Ika serta pemertahanan dan pemeliharaan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa;
c. pembinaan kerukunan antarsuku dan intrasuku, umat beragama,
ras, dan golongan lainnya guna mewujudkan stabilitas keamanan lokal, regional, dan nasional;
d. penanganan konflik sosial sesuai ketentuan peraturan
8
e. koordinasi pelaksanaan tugas antar instansi pemerintahan yang ada
di wilayah daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul dengan memperhatikan prinsip demokrasi, hak asasi manusia, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan, potensi serta keanekaragaman Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
f. pengembangan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila; dan
g. pelaksanaan semua Urusan Pemerintahan yang bukan merupakan
kewenangan daerah dan tidak dilaksanakan oleh instansi vertikal. Pasal 8
(1) Urusan pemerintahan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7
terbagi ke dalam sub urusan dan uraian sub urusan.
(2) Wali Kota dalam melaksanakan urusan pemerintahan umum
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), di tingkat kecamatan
melimpahkan pelaksanaannya kepada camat.
(3) Rincian urusan, sub urusan, sub-sub urusan dan uraian sub-sub
urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran III Peraturan Wali Kota ini.
Pasal 9
(1) Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan urusan pemerintahan
umum, dibentuk Forkompimda, dan Forkompimcam.
(2) Forkompimda dan Forkompimcam. sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diketuai oleh Wali Kota untuk Kota dan oleh Camat untuk Kecamatan.
(3) Anggota Forkopimda terdiri atas pimpinan DPRD, pimpinan kepolisian,
pimpinan kejaksaan, dan pimpinan satuan teritorial Tentara Nasional Indonesia di Daerah.
(4) Anggota Forkompimcam terdiri atas pimpinan kepolisian dan pimpinan
kewilayahan Tentara Nasional Indonesia di Kecamatan.
(5) Forkopimda dan Forkompimcam sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat mengundang pimpinan Instansi Vertikal sesuai dengan masalah yang dibahas.
Pasal 10
Selain urusan pemerintahan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 3, Pemerintah Kota Bekasi dapat melaksanakan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi
9
BAB V KEGUNAAN
Pasal 11
Rincian urusan dan sub urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, dijadikan landasan dalam:
a. penyusunan dan penetapan produk hukum daerah dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah;
b. penyusunan organisasi perangkat daerah sesuai kewenangan,
kebutuhan dan potensi daerah;
c. penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan
masyarakat;
d. perencanaan dan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah;
e. penilaian kinerja, pembinaan dan pengawasan serta evaluasi
pelaksanaan pemerintahan daerah.
BAB VII
PENYELENGGARAAN URUSAN Pasal 12
(1) Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan
dengan pelayanan dasar mengacu pada standar pelayanan minimal dan norma, standar, prosedur serta kriteria yang telah ditetapkan.
(2) Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar,
Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, dan Urusan Pemerintahan Pilihan yang menjadi kewenangan Daerah Kota Bekasi dilaksanakan oleh Dinas Daerah.
(3) Fungsi penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan
Daerah Kota Bekasi dilaksanakan oleh Badan Daerah.
(4) Fungsi penunjang Urusan Pemerintahan unsur Staf dilaksanakan oleh
Sekretariat Daerah.
(5) Fungsi penunjang Urusan Pemerintahan unsur pelayanan administrasi
dan pemberian dukungan terhadap tugas dan fungsi DPRD dilaksanakan oleh Sekretariat DPRD.
10
(6) Sebagian Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan pelayanan
dasar, Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, dan Urusan Pemerintahan Pilihan yang menjadi kewenangan Daerah Kota Bekasi dapat dilaksanakan oleh Kecamatan melalui pelimpahan sebagian kewenangan dari Wali Kota kepada Camat dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Peraturan Wali Kota ini.
(7) Urusan Pemerintahan Umum dilaksanakan oleh Wali Kota di tingkat
Kota dan di tingkat Kecamatan melimpahkan pelaksanaannya kepada Camat.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP Pasal 13
Peraturan Wali Kota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Wali Kota ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Bekasi.
Ditetapkan di Bekasi
pada tanggal 10 Nopember 2016
WALI KOTA BEKASI, Ttd/Cap
RAHMAT EFFENDI
Diundangkan di Bekasi
pada tanggal 10 Nopember 2016
SEKRETARIS DAERAH KOTA BEKASI, Ttd/Cap
RAYENDRA SUKARMADJI