• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 121/PHPU.D-XI/2013 PERKARA NOMOR 122/PHPU.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 121/PHPU.D-XI/2013 PERKARA NOMOR 122/PHPU."

Copied!
172
0
0

Teks penuh

(1)

MAHKAMAH KONSTITUSI

REPUBLIK INDONESIA

---RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 121/PHPU.D-XI/2013

PERKARA NOMOR 122/PHPU.D-XI/2013

PERIHAL

PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA

DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

KABUPATEN GUNUNG MAS TAHUN 2013

ACARA

PEMBUKTIAN

(IV)

J A K A R T A

(2)

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

---RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 121/PHPU.D-XI/2013 PERKARA NOMOR 122/PHPU.D-XI/2013 PERIHAL

Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2013

PEMOHON

1. Alfridel Jinu dan Ude Arnold Pisi Pemohon Perkara Nomor 121/PHPU.D-XI/2013

2. Jaya Samaya Monong dan Daldin Pemohon Perkara Nomor 122/PHPU.D-XI/2013

TERMOHON

KPU Kabupaten Gunung Mas

ACARA

Pembuktian (IV)

Rabu, 2 Oktober 2013, Pukul 13.37 – 15.35 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat

SUSUNAN PERSIDANGAN

1) M. Akil Mochtar (Ketua)

2) Anwar Usman (Anggota)

3) Maria Farida Indrati (Anggota)

(3)

Pihak yang Hadir:

A. Pemohon Perkara Nomor 121/PHPU.D-XI/2013:

1. Alfridel Jinu 2. Ude Arnold Pisi

B. Kuasa Hukum Pemohon Perkara Nomor 122/PHPU.D-XI/2013:

1. M. Nizar Tanjung 2. Syamsul Hadi 3. Citranu

C. Saksi dari Pemohon Perkara Nomor 122/PHPU.D-XI/2013:

1. Iswan

2. Kanisius Jehatu Mase 3. Aries Tanto

4. Kenedi

5. Surya Pranata 6. Andreas Arpenodie 7. Kanada

D. Kuasa Hukum Termohon:

1. Eduar Manuah

2. FX. Suminto Pujiraharjo 3. Agus Surono

E. Ahli dari Termohon:

1. I Gde Pantja Astawa

F. Saksi dari Termohon:

1. Irmanto 2. Saduri 3. Tenti 4. Puja. S 5. Salingkat 6. Wildin K. Laman 7. Janwar H. Embang G. Pihak Terkait: 1. Hambit Bintih 2. Arton S. Dohong

H. Kuasa Hukum Pihak Terkait:

1. Sadino

2. Dekie Kasenda 3. Zainal Arifin

(4)

4. Imron Halimy 5. Iwan Budisantoso

I. Saksi dari Pihak Terkait:

1. Akerman G. Sahidar 2. H. Gumer

(5)

1. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sidang dalam Perkara Nomor 121, 122/PHPU.D-XI/2013, Perselisihan Hasil Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Gunung Mas, saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.

Saudara Pemohon, Termohon, dan Terkait, hari ini kita melanjutkan pemeriksaan saksi dan kayaknya ada ahli juga. Berdasarkan catatan, dari Termohon mengajukan ahli 1 orang?

2. KUASA HUKUM TERMOHON: FX. SUMINTO PUJIRAHARJO

Terima kasih, Yang Mulia, mungkin bisa kami perjelas. Jadi, untuk Perkara Nomor 121 kami tidak menyampaikan saksi fakta, tapi ahli. Untuk Perkara Nomor 122 kami sebagaimana daftar, itu saksi fakta yang kami ajukan 12, tapi yang hadir 8, Yang Mulia, dan ahli 1.

3. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

8 apa 7?

4. KUASA HUKUM TERMOHON: FX. SUMINTO PUJIRAHARJO

8, Yang Mulia.

5. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Di sini catatannya 7, Saudara cek lagi. Tapi nanti kitarecheck deh, 1 ahli dan 7 saksi.

6. KUASA HUKUM TERMOHON: FX. SUMINTO PUJIRAHARJO

Terus begini, Yang Mulia kalau berkenan, Yang Mulia, ini ada 1 saksi yang enggak bisa hadir, yaitu Iceu kalau berkenan dan diperkenankan kami akan ganti dengan Ruli Setiawan, Yang Mulia.

SIDANG DIBUKA PUKUL 13.37 WIB

(6)

7. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nantilah itu sayarecheck dulu.

8. KUASA HUKUM TERMOHON: FX. SUMINTO PUJIRAHARJO

Yang Mulia, terima kasih.

9. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kalau enggak tadi masuk dulu, baru di … Pihak Terkait, saksi Saudara 3 orang? Betul?

10. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: SADINO

Betul, 3 orang.

11. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Pemohon, 7 orang?

12. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 122/PHPU.D-XI/2013: M. NIZAR TANJUNG

Terima kasih, Yang Mulia, kami menghadirkan saksi ada 10 sesuai Yang Mulia inginkan 7, kami ada menghadirkan 3 itu untuk mohon dipertimbangkan, Majelis.

13. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi, berapa 7 apa 3?

14. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 122/PHPU.D-XI/2013: M. NIZAR TANJUNG

10.

15. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oh, 10 akan menambah 3?

16. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 122/PHPU.D-XI/2013: M. NIZAR TANJUNG

(7)

17. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nanti dulu, ya ini terlalu banyak, waktunya saya harus sidang lagi nanti sebentar lagi Jawa Timur, kecuali Saudara nanti berulang-ulang menunggu kan lama. Kita efektivitas waktunya karena pada sidang sebelumnya kita sudah menetapkan itu dalam Berita Acara sidangnya, kita ikuti itu dulu, begitu.

18. KUASA HUKUM PEMOHON PERKARA NOMOR 122/PHPU.D-XI/2013: M. NIZAR TANJUNG

Terima kasih, Yang Mulia.

19. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Makanya saya sebelum mengakhiri selalu saya tanya saksi, dan lain sebagainya. Baiklah. Untuk pertama, kita akan mendengar ahli, tapi sebelumnya disumpah terlebih dulu Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa, S.H., M.H., saya persilakan ke depan untuk mengambil sumpah menurut tata cara agama Hindu. Silakan dengan tata cara, Bapak, nanti lafal sumpahnya akan dituntun oleh Ibu Maria. Saya persilakan.

20. HAKIM ANGGOTA: MARIA FARIDA INDRATI

Hindu, ya, Pak. Ikuti lafal yang saya ucapkan.

Om atah paramawisesa. Saya berjanji sebagai ahli akan memberikan keterangan yang sebenarnya sesuai dengan keahlian saya.

Om shanti shanti shanti om.”

21. AHLI BERAGAMA HINDU

Om atah paramawisesa. Saya berjanji sebagai ahli akan

memberikan keterangan yang sebenarnya sesuai dengan keahlian saya.

Om shanti shanti shanti om.

22. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Silakan kembali ke tempat duduk. Sebelumnya saya akan panggil saksi dulu untuk disumpah. Ini yang dari 122 Pemohon, ya.

23. KUASA HUKUM TERMOHON: FX. SUMINTO PUJIRAHARJO

Termohon.

(8)

Termohon, ya.

25. KUASA HUKUM TERMOHON: FX. SUMINTO PUJIRAHARJO

Jadi, 7 orang saksi, Yang Mulia (…)

26. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, ya, sabar dulu. Ini Saudara juga di sini enggak dikasih tahu … Termohon, ya. Irmanto ada Irmanto? Ya, maju ke depan. Saduri, Tenti, Puja. S, Selingkat, Widin K. Laman? Sudah tujuh?

Kemudian Pihak Terkait tiga orang. Akerman G. Sahidar, ada? Ya, maju di depan! H. Gumer? Kemudian Gandi?

Lalu dari Pemohon, Iswan? Kanisius Jehatu Mase? Aries Tanto? Kenedi? Surya Pranata? Andreas Arpenodie? Kanada? Sudah berapa itu? Tujuh sampai Kanada?

Baik, yang beragama Katolik mana? Ya, ambil tempat sebelah kiri sekali, jadi satu di situ Katolik!

Yang Kristen Protestan, Kristen Protestan. Rohaniwan? Yang beragama Islam, ya kiri! Ini yang Kristen Protestan, ya? Ini yang di belakang maju, pinggir! Ha, rata di situ, ya geser! Ya, satunya mundur ke belakang! Ya, biar pas. Itu tidak pas juga berdirinya.

Baik, yang Katolik sama Kristen Protestan bisa sekaligus ya, masing-masing Rohaniwannya. Silakan mempersiapkan! Yang Katolik tiga, yang Protestan dua.

27. HAKIM ANGGOTA: MARIA FARIDA INDRATI

Yang Protestan dua? Ya, tangannya diangkat ke atas dua! Ya.

28. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, melihat ke depan! Saudara jangan ngomong itu, tangannya diangkat ke atas! Saudara agamanya apa? Yang pakai baju putih itulah yang belakang, yang bingung ini. Apa agamanya? Ya, Kristen. Ikuti Hakim, ya!

Ikuti lafal janji yang akan dituntun oleh Hakim! Silakan, Bu Maria.

29. HAKIM ANGGOTA: MARIA FARIDA INDRATI

“Saya berjanji sebagai Saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya. Semoga Tuhan menolong

(9)

30. SAKSI YANG BERAGAM KRISTEN DISUMPAH:

Saya berjanji sebagai Saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya.

31. HAKIM ANGGOTA: MARIA FARIDA INDRATI

Terima kasih.

32. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke, yang beragama Islam. Silakan, Pak Anwar.

33. HAKIM ANGGOTA: ANWAR USMAN

Mohon ikuti saya!

“Bismillahirrahmaanirrahiim. Demi Allah saya bersumpah sebagai Saksi akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya.”

34. SAKSI YANG BERAGAMA ISLAM DISUMPAH:

Bismillahirrahmaanirrahiim. Demi Allah saya bersumpah sebagai Saksi, akan memberikan keterangan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya.

35. HAKIM ANGGOTA: ANWAR USMAN

Ya, terima kasih.

36. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Silakan duduk ke tempat duduk masing-masing! Ya, agak cepat, Pak!

Yang pertama kita mendengar Ahli terlebih dahulu. Untuk itu saya persilakan Ahli untuk menggunakan mimbar. Saya kira mungkin disingkat-singkat saja karena tertulisnya kita sudah terima dan akan kita baca. Silakan, Pak!

37. AHLI DARI TERMOHON: I GDE PANTJA ASTAWA

(10)

Sebagaimana Yang Mulia sampaikan barusan, saya juga akan menyampaikan pokok-pokoknya saja. Untuk selebihnya sudah saya sampaikan secara tertulis melalui Penasihat Hukum dari Pihak Termohon. Ketua dan Anggota Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi yang saya muliakan dalam perkara a quoyaitu Perkara Nomor 121/PHPU.D-XI/2013 bahwa yang dijadikan dasar posita permohonan Pemohon adalah Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palangka Raya Nomor 23/G/2013/PTUN.PLK tertanggal 20 Agustus 2013.

Terhadap dasar posita permohonan Pemohon tersebut dapat saya sampaikan pendapat sebagai berikut.

Yang pertama. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palangka Raya Nomor 23/G/2013/PTUN.PLK tertanggal 20 Agustus 2013 bukanlah putusan yang final dalam arti sudah mempunyai kekuatan hukum yang mengikat … maaf, sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Dikatakan bukan final dalam arti sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena Termohon telah mengajukan upaya hukum banding terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palangkaraya tersebut. Tepatnya itu seminggu sesudah terbitnya putusan a quo, yaitu tanggal 27 Agustus 2013.

Upaya hukum yang diajukan oleh Termohon dituangkan ke akta permohonan banding Nomor 23 dan seterusnya. Barangkali sudah disampaikan pada Yang Mulia oleh Pihak Pemohon ... Termohon maaf.

Kedua. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palangkaraya Nomor 23/G/2013/PTUN/PLK tanggal 20 Agustus adalah putusan yang berkenaan dengan sengketa tata usaha negara. Yang tidak perlu saya sampaikan ditertulis sudah dikemukakan apa yang dimaksud dengan sengketa tata usaha negara.

Yang ketiga. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palangkaraya Nomor 23/G/2013/PTUN/PLK tersebut selain belum memiliki kekuatan hukum tetap juga sangat tidak beralasan dan tidak relevan dijadikan dasar posita permohonan Pemohon dalam Perkara a quokarena terdapat perbedaan mendasar atau prinsipil, baik yang berkenaan dengan para pihak yang bersengketa, objek sengketa, maupun institusi yang berwenang memutus. Para pihak misalnya para pihak yang terlibat dalam sengketa tata usaha negara adalah antara orang atau badan hukum perdata sebagai Pemohon dengan badan atau pejabat tata usaha negara sebagai Termohon, kalau saya me-refer pada Pasal 1 angka 4 Undang-Undang tentang Pengadilan Tata Usaha Negara.

Sementara itu para pihak yang terlibat dalam sengketa pemilukada adalah pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagai peserta pemilukada selaku Pemohon dengan KPU provinsi dan/atau KPU kabupaten/kota sebagai penyelenggara pemilu

(11)

Yang Mulia, sudah paham di sini dalam Pasal 3 Peraturan Mahkamah Konstitusi (suara tidak terdengar jelas) Tahun 2008. Sementara objek sengketa dalam sengketa tata usaha negara yang menjadi objek sengketa adalah beschikking, yaitu keputusan pejabat tata usaha negara yang bersifat individual, konkrit, dan final, sedangkan dalam sengketa pemilukada yang menjadi objek sengketa adalah hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon yang mempengaruhi penentuan pasangan calon yang dapat mengikuti putaran kedua pemilukada, atau terpilihnya pasangan calon sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Yang terakhir, yang paling mendasar adalah institusi yang berwenang memutus pada sengketa tata usaha negara maka institusi yang berwenang memutus adalah merupakan kompetensi absolut PTUN, sedangkan sengketa pemilukada adalah menjadi kompetensi absolut Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus.

Selain dari pada itu dengan berdasar pada ketentuan Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 6 ayat (2) huruf b Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 15 Tahun 2008, serta menunjuk fakta hukum dalam Perkara a quo, maka menjadi nyata dan jelas bahwa permohonan yang diajukan oleh Pemohon bukanlah objek sengketa di Mahkamah Konstitusi, dalam hal ini terdapat Error in Objection. Dan oleh karenanya bukan pula kompetensi absolut Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus Perkaraa quo.

Sementara dalam Perkara Nomor 122/PHPU.D-XI/2013, khususnya yang berkenaan dengan objek dan pokok-pokok permohonan maka sekurang-kurangnya saya ingin menanggapi atau memberikan pendapat terhadap dua hal yang utama, yaitu yang pertama ini berkenaan dengan kekaburan objek permohonan Pemohon (obscuur libel). Kenapa? Kalau kita mengacu pada bunyi Pasal 4 Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 15 Tahun 2008, di situ dengan jelas dan terang ditegaskan bahwa objek sengketa pemilukada adalah penghitungan suara dan seterusnya.

Selain ketentuan di atas Mahkamah Konstitusi dalam beberapa putusannya diantaranya Putusan Nomor 23 dan seterusnya sampai dengan Putusan Nomor 74 dalam beberapa putusan itu dengan jelas dan tegas dinyatakan bahwa objek sengketa pemilukada adalah keputusan komisi pemilihan umum tentang penetapan hasil perolehan suara, bukan penetapan pasangan calon terpilih.

Atas dasar itu dengan memperhatikan permohonan Pemohon menjadi tidak jelas apa yang menjadi objek permohonan Pemohon dalam Perkara a quo. Artinya apakah terkait dengan keberatan Pemohon terhadap hasil pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Gunung Mas ataukah pembatalah terhadap surat keputusan Termohon Nomor 19/KPTS/KPU Gunung Mas, tanggal 11 September, dan Berita Acara Nomor 193/BA/KPU-GM/IX/2013, tanggal 11 September 2013.

(12)

Namun mencermati petitum yang diajukan oleh Pemohon dalam permohonannya, maka Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi agar membatalkan ... saya garis bawahi agar membatalkan Berita Acara Nomor 193/BA/KPU-GM/IX/2013, tanggal 11 September, dan Surat Keputusan Termohon Nomor 19/KPTS/KPU Gunung Mas, tanggal 11 September 2013.

Dengan demikian menjadi jelas bahwa objek permohonan Pemohon adalah terkait dengan pembatalan terhadap keputusan Termohon, seperti yang saya kemukakan tadi. Berikut (suara tidak terdengar jelas) yang diterbitkan oleh Termohon. Keduanya saya pandang, keduanya di sini saya maksud adalah keputusan Termohon maupun berita acara, dua-duanya merupakan satu tindakan hukum sepihak dari Termohon. Dalam ini Termohon selaku pejabat tata usaha negara yang di dalam ranah hukum administrasi negara disebut

beschikking. Karena itu keberatan Pemohon terhadap beschikking yang didapat oleh Termohon sebagai sengketa tata usaha negara seharusnya diajukan kepada pengadilan tata usaha negara, bukan kepada Mahkamah Konstitusi. Apa yang dimaksud dengan sengketa tata usaha negara dengan beberapa penjelasannya sudah juga saya tuangkan secara tertulis, secara panjang lebar.

Hal yang kedua yang ingin saya tanggapi atau memberikan pendapat di sini adalah berkenaan dengan electoral process, yaitu pelanggaran dalam proses pemilukada. Di sini secara tertulis di antaranya saya mengutip pendapat Yang Mulia, Bapak Dr. Akil Mochtar dalam salah satu makalah, sebagaimana yang telah diuraikan di atas bahwa objek perselisihan pemilukada adalah hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon yang mempengaruhi penentuan pasangan calon yang dapat mengikuti putaran kedua pemilukada atau terpilihnya pasangan calon sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah vide Pasal 4 Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 15 Tahun 2008. Ketentuan tersebut tanpa limited, artinya terkesan bahwa masalah perselisihan hasil pemilukada hanya terbatas pada persoalan angka-angka suara peserta pemilu yang ditetapkan oleh KPU sehingga tidak mencakup proses yang mempengaruhi hasil perolehan suara. Dengan kata lain, tidak mencakup berbagai pelanggaran baik yang bersifat administratif maupun pidana dalam proses pemilu atau electoral process. Padahal Mahkamah Konstitusi dengan kedudukan dan fungsinya sebagai pengawal konstitusi atau guarantor of constitution mempunyai tanggung jawab yang lebih luas substansial sifatnya terbatas pada angka-angka hasil perolehan suara peserta pemilu yang ditetapkan oleh KPU.

Dalam konsteks pemilukada, proses yang mempengaruhi hasilnya pun merupakan bagian yang penting yang menjadi pertimbangan MK di dalam memutus perselisihan hasil pemilukada. Berkenaan dengan proses

(13)

yang elemental dalam pemilukada yang demokratis, juga menggali kebenaran, keadilan materiil, termasuk hal-hal yang bersifat prosedural, yaitu apakah pelanggaran-pelanggaran pemilukada dilakukan secara sistemik, terstruktur, dan masif, serta secara signifikan mempengaruhi perolehan suara peserta pemilu sehingga dapat mengubah perolehan kursi atau pemenang pemilu.

Berdasarkan uraian di atas, maka dengan me-refer putusan-putusan Mahkamah Konstitusi yang pernah dikeluarkan berkaitan dengan sengketa pemilukada dapat disimpulkan bahwa dalam menilai proses terhadap hasil pemilukada tersebut, Mahkamah Konstitusi membedakan berbagai pelanggaran sekurang-kurangnya ke dalam tiga kategori. Ini di antaranya saya kutip pendapat dari Yang Mulia dalam suatu makalah dan saya bersetuju terhadap tiga kategori ini. Berdasarkan kategori pelanggaran tersebut di atas, maka dengan menunjuk berbagai pelanggaran yang disebut oleh Pemohon dalam pokok-pokok permohonannya, saya berasumsi bahwa pelanggaran ini disebutkan oleh Pemohon lebih bersifat sporadis, parsial, dan perseorangan yang jauh dari pelanggaran yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif, serta signifikan mempengaruhi hasil pemilukada.

Demikian, Yang Mulia, yang dapat saya kemukakan. Terima kasih.

38. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Silakan duduk! Saya kira nanti … cukup ya keterangan ahli dari … ahli dari Termohon dan tidak untuk diperdebatkan, nanti makalahnya bisa diberikan. Karena itu domainnya ada pada penilaian Hakim karena ahli bebas untuk berpendapat. Dan untuk itu ahli bisa meninggalkan ruang sidang ini, silakan, Pak!

Kita memeriksa saksi dari urutnya, Pihak Terkait dulu ya, Termohon ya? ya Termohon, sori. Irmanto, ada Irmanto?

39. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, Yang Mulia.

40. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Alamat Saudara di mana? Ini Saudara PPS ya?

41. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

(14)

42. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

PPS … PPS mana ini?

43. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Desa Dandang.

44. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Desa Dandang, kecamatan?

45. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Kahayan Hulu Utara.

46. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kahayan Hulu Utara. Berapa … berapa TPS di tempat Saudara itu?

47. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

2 TPS.

48. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

2 TPS saja?

49. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, dua.

50. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Satu desa dua TPS ya?

51. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

52. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(15)

53. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

821 pemilih. Seluruh, dua TPS.

54. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, dua TPS itu 821.

55. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

56. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang menggunakan hak pilihnya? Ada catatan? Ada enggak?

57. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Tidak, Pak.

58. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi datang ke sini ngapain enggak bawa catatan anu. C-1-nya mana? Boleh dibuka.

59. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Enggak dibawa.

60. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ha? Enggak dibawa?

61. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, memang di dalam … enggak punya arsip.

62. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak punya arsip.

63. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

(16)

64. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Miskin sekali orang Kalimantan ini. Masih ingat enggak yang memilih berapa kira-kira?

65. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Kalau untuk jumlah pemilihnya Pasangan Urut Nomor 1 itu 430 dan untuk Urut Nomor 2=190 dan Pasangan Nomor 3=3 suara, dan Pasangan Nomor Urut 4=41 suara.

66. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Hasilnya ya.

67. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

68. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu yang diingat itu.

69. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Itu yang diingat.

70. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tanggal berapa Saudara rekap di tiga desa?

71. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Tanggal (…)

72. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada rekap enggak?

73. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

(17)

74. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tanggal 4 apa?

75. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

4 September.

76. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

4 September. Coblosnya tanggal?

77. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Tanggal 4.

78. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tanggal 4, tanggal 4 juga Saudara rekap di desa?

79. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, memangnya tempat kami itu dekat dengan PPK. Pada hari itu juga kami antar ke PPK.

80. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Bukan, kan hari ini nyoblos nih.

81. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

82. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tanggal 4.

83. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

84. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(18)

85. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

86. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dibawa ke PPS kan?

87. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

88. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saudara kan ketua PPS? PPS?

89. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, ketua PPS.

90. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Berarti Saudara membawahi dua TPS?

91. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

92. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Di tingkat desa dihitung lagi kan, direkap lagi kan?

93. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, direkap.

94. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Hari itu juga?

95. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

(19)

96. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jam berapa?

97. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Lewat jam 13.00, 13.30.

98. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Bagaimana ini. Di TPS jam berapa merekap?

99. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Jam 13.00.

100. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu kan di TPS?

101. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

102. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Selesai, bisa selesai jam 14.00, jam 15.00 kali. Nah, sekarang menghitung dua TPS jadi satu itu kapan?

103. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, tanggal 4.

104. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tanggal 4 itu juga?

105. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

106. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(20)

107. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Jam … kira-kira jam 15.00 selesai.

108. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Selesai?

109. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

110. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada saksi pasangan calon di tingkat desa?

111. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ada.

112. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Hadir semua, 1, 2, 3, 4?

113. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Satu pasangan yang tidak hadir, Yang Mulia.

114. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Pasangan nomor berapa?

115. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Nomor 3.

116. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nomor 3 tidak hadir?

117. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

(21)

118. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang lain 2, 1, 2, 4 hadir?

119. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, hadir.

120. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tanda tangan?

121. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Tanda tangan semua.

122. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada yang keberatan, enggak ada?

123. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Enggak ada.

124. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Terima semua?

125. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

126. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

400, 500, 600 lebih. Terus ada kartu pemilih yang enggak dibagikan, bagaimana Saudara PPS ini?

127. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Tidak benar itu, Pak.

128. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(22)

129. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Setelah kami menerima dari PPK. Kami langsung membagikan kepada pemilih dan sudah saya umumkan juga bagi yang tidak terdaftar dalam DPT silakan membawa KTP sama KK.

130. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada enggak yang memilih pakai KTP?

131. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ada, Pak.

132. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Di TPS itu. Berapa jumlahnya dua TPS itu? Makanya ada catatannya. Saudara datang ke Jakarta jalan-jalan saja, padahal mau sidang di MK suratnya enggak dibawa. Ingat berapa?

133. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Lupa, Pak.

134. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Bukan ingat artinya, lupa.

135. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

136. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tapi ada?

137. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ada, ada.

138. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(23)

139. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, ada.

140. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Lalu berapa banyak yang tidak dibagi kartu memilih itu? Kartu undangan memilih?

141. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Tidak tahu saya, Pak.

142. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak tahu?

143. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Enggak tahu, Yang Mulia.

144. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kenapa enggak tahu?

145. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Karena semua sudah dibagi.

146. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kan pasti juga enggak dibagi, ada tidak. Ada kali satu, dua, ada yang sudah meninggal, kerja keluar daerah. Ada enggak?

147. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ada yang enggak datang ke anu … ke kampung.

148. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak datang di situ kan?

149. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

(24)

150. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi pada prinsipnya sudah Saudara bagikan itu?

151. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, sudah.

152. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saudara membagi atau KPPS-nya?

153. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, saya undang teman-teman dari PPS, KPPS, Sekretariat. Saya suruh mereka bagi.

154. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu jauh enggak dari kampung itu? Dua kampung itu jauh enggak?

155. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Enggak, satu saja.

156. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Satu kampung dua TPS?

157. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, dua TPS.

158. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak jauh-jauh kan?

159. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Enggak.

(25)

161. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, ada juga yang (…)

162. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Di kebun, di ladang kan jauh itu.

163. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, di sungai.

164. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tapi enggak semuanya. Itu diantar juga, dikasih juga itu? Tahu enggak Saudara?

165. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ulang, Yang Mulia.

166. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang tinggal di ladang itu lho, yang jauh enggak dari kampung. Dipanggil juga enggak, dikasih enggak kartu undangannya?

167. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, dikasih.

168. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Benar?

169. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Benar, Yang Mulia.

170. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kan yang tinggal di kebun itu jauh tuh di kampung itu, enggak tinggal di kampung.

(26)

171. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

172. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kalau dua hari jalan kaki, ada yang begitu itu? Saking jauhnya itu?

173. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, pas mereka pulang kita kasih ada yang (…)

174. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sudah selesai pemilu pulangnya?

175. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Dari tanggal 1 sampai tanggal 3 membaginya.

176. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Membaginya?

177. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Bagi yang enggak ada waktu kita datangi, ya (…)

178. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yalah. Ya, makanya ongkosnya harus besar jadi PPS, PPK di sana itu, jauh jalannya.

179. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya.

180. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi, prinsipnya itu, ya?

(27)

182. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke. Cukuplah. Cukup?

183. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya, cukup.

184. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saduri?

185. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

186. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saudara PPS di mana ini?

187. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Kelurahan Tumbang Talaken, Yang Mulia.

188. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kelurahan Tumbang Talaken?

189. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.

190. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kecamatan?

191. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.

192. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(28)

193. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Enam TPS.

194. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enam TPS?

195. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, enam.

196. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enam TPS itu DPT-nya berapa?

197. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

DPT-nya 2.546.

198. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang menggunakan hak pilih?

199. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Yang menggunakan … laki-laki yang menggunakan hak pilih (…)

200. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang laki-laki, perempuanlah digabung jadi satu, berapa?

201. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, 2.456 laki-laki sama perempuan, yang laki-laki=1.435, perempuannya=1.111.

202. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi, berapa?

(29)

204. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu DPT. Yang menggunakan hak pilih? Kan DPT-nya katanya 2.546?

205. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

206. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu DPT, kan?

207. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, jumlah yang enam TPS itu.

208. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya. Makanya dengar baik-baik! Lalu yang menggunakan hak pilih berapa orang? Apa semuanya memilih? Yang memilih itu semuanya?

209. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Yang memilihnya TPS 2 yang dari … dari … dari enam TPS itu yang memilih TPS 2 … TPS 2. Semua TPS, gitu.

210. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, Saudara ini PPS, kan?

211. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, PPS.

212. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dibimtek, enggak?

213. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

(30)

214. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dibimtek?

215. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

216. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dikasih bimbingan teknis sama KPU?

217. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

218. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saudara kurang jelas lagi pertanyaan saya.

219. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, minta diulang (…)

220. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saya tanya, di tempat Saudara itu di PPS yang Saudara ketua … menjadi ketua, itu jumlah TPS-nya berapa? Enam?

221. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

TPS … enam.

222. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jumlah DPT enam TPS itu berapa?

223. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

(31)

224. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya. Sekarang, yang menggunakan hak pilih berapa orang? Kurang jelas lagi pertanyaannya! Enggak tahu Saudara berapa orang yang memilih?

225. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, belum jelas, Pak.

226. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Mana prinsipalnya di sini? KPU-nya? Enggak, ada? Bagaimana kok dibimtek! Ini benar ketua PPS atau bukan? Apanya yang kurang jelas? Coba Saudara dengar baik-baik omongan saya! DPT tadi Saudara bilang 2.546?

227. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

228. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Apakah semuanya 2.546 itu menggunakan hak pilih?

229. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Memang sekian, Pak.

230. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu yang memilih?

231. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

232. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

DPT? Jadi, 100% memilih semua?

233. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

(32)

234. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, kalaundak juga kan ada angkanya di situ!

235. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

236. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saudara pegang ndak D-1 nya? Coba dilihat, taruh di atas meja C-1 nya! Coba dilihat!

237. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

D-1 nya kemarin kita (…)

238. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nah, itu (…)

239. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Serahkan ke bapaknya.

240. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, rekapnya itu! Itu yang pegang Saudara apa?

241. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, ini jumlah … jumlah yang keseluruhannya dari (…)

242. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, ya. Enam TPS itu DPT-nya 2.546?

243. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

(33)

245. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Yang punya hak pilihnya laki-laki 1.435, yang perempuan=1.111.

246. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi?

247. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Yang seluruhnya 2.456.

248. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nah, itu kan katanya DPT? Dari orang yang ada dalam DPT itu yang jumlahnya 2.546 itu semuanya memilih?

249. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Tidak juga, Pak.

250. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, berapa yang memilih?

251. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Yang punya hak pilihnya … jumlah … jumlah yang hadirnya (…)

252. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Berapa?

253. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Jumlah yang hadirnya (…)

254. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu kan pekerjaan Saudara, saya cuma tanya saja! Kok susah benar! Yang hadir sekian. Suara sah berapa? Lebih parah lagi! Suara tidak sah berapa? Ada catatan di situ? Sisa surat suara berapa? Kalau 2.546-nya memilih semua, berarti yang tinggal 2,5% itu saja, yang lain dipakai semua.

(34)

Bagaimana ini Termohon? Mengajukan PPS yang kayak begini! Pertanyaan ini saja enggak bisa menjawab!

Suara sah ada di situ suara sah? Ya, sudahlah Saudara enggak bisa jawab itu.

Desa Saudara apa, Talaken?

255. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, Tumbang Talaken.

256. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ha?

257. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, Tumbang Talaken.

258. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tumbang Talaken.

259. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Kelurahan Tumbang Talaken.

260. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya. Jumlah yang memilih=1.529. Betul, enggak?

261. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Betul.

262. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kok Saudara bilang jawab betul saja? Suara tidak sah=41?

263. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, ya 41.

(35)

265. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

1.148.

266. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

1.488?

267. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

1.488.

268. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Betul, enggak itu? Ya, suara sah? Betul?

269. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

270. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kenapa kok enggak jawab dari tadi? Yang Saudara lihat apa di situ? Catatan utang?

271. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ndak.

272. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kok ndak dijawab? DPT=2.000 lebih, yang milih=1.529, suara sah=1.488, suara tidak sah=41. Kenapa kok susah sekali jawabnya? Ha? Ah, kacau sudah. Ini saya tidak melihat rekap Saudara. Saya melihat dari rekap kecamatan ini. Bisa dikontrol di situ! Bagaimana Saudara bisa jadi PPS kayak begitu!

Honor sudah diterima? Sudah belum?

273. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

(36)

274. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, kalau sudah kerjanya harus lancar dong! Ini honor sudah terima, enggak lancar. Ada masalah di tempat Saudara?

275. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Enggak ada.

276. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kartu pemilih dikasih semua?

277. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Dikasih semua.

278. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Benar?

279. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

280. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kok ada pengaduan katanya enggak dikasih?

281. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Memang … memang kemarin sudah dibagi, tapi orang yang milihnya ada sebagian enggak datang, ada yang pindah.

282. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oh.

283. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Kita kasih untuk mereka yang milih dari jam 13.00 … dari jam 12.00 sampai jam 13.00 yang ndakndak ada surat panggilannya pakai kartu (…)

(37)

284. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

KTP?

285. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, KTP dan KK.

286. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

He em,tapi yang … yang ada dalam DPT sudah dipanggil semua?

287. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

288. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Soal datang, enggak datang, ndaktahu, kan gitu?

289. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya, enggak tahu.

290. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Karena ada yang pindah?

291. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

292. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jam 12.00 sampai jam 13.00 diperuntukan bagi yang memilih pakai KTP atau KK?

293. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

294. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(38)

295. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

296. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada yang memilih pakai KTP, KK di TPS … PPS Saudara? Jumlahnya berapa?

297. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Jumlahnya (…)

298. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada kan di situ di Berita Acara Saudara? Pemilih dari TPS lain namanya. Coba dilihat di situ ada, ndak? Taruh di atas meja! Ini bukan ujian, boleh dilihat itu dokumennya, memang itu yang harus dilihat. Ini kan menguji data saja ini.

299. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Kemarin sudah dikasihkan ke Bapak mereka ini, Pak.

300. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itulah.

301. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Jadi, belum ada punya arsip anu … itu … kopinya.

302. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ndakada? Sudah dikasih dengan Pengacara?

303. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Ya.

304. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(39)

305. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Sudah.

306. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke, cukuplah!

307. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Terima kasih.

308. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Berikutnya, Saudara Tenti! Saudara PPS Kampuri?

309. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya, Yang Mulia.

310. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kapan rekap di Kampuri? Tanggal berapa?

311. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Tanggal 4 September 2013, Yang Mulia.

312. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jam?

313. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Jam 08.00 … jam 18.00.

314. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sampai? Sampai jam berapa selesai?

315. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

(40)

316. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Satu jam saja?

317. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Satu jam.

318. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saksi hadir?

319. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Hadir.

320. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Semuanya atau hanya tertentu saja?

321. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Tertentu saja karena salah satu Pasangan Calon Nomor Urutan 3 tidak hadir.

322. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi, saksi dari Pasangan Nomor Urut 3 tidak hadir?

323. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya.

324. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang lain hadir?

325. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Hadir.

(41)

327. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Tanda tangan semua.

328. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Hasilnya?

329. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Hasil (…)

330. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Menerima, maksud saya.

331. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya.

332. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak ada masalah?

333. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Tidak ada masalah.

334. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Pada hari pencoblosan ada masalah enggak?

335. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Tidak ada.

336. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Katanya di tempat Saudara itu rekapitulasinya sebelum jadwal?

337. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya, memang sebelum jadwal karena kami mengingat seluruh rekapitulasi dari berita acara sudah rampung dan semua sudah ditandatangani oleh semua saksi yang ada pada saat itu.

(42)

Kedua, kami menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak.

338. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Apa itu? Yang enggak diinginkan itu kita-kita apa?

339. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ada gangguan dari gangguan keamanan.

340. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya.

341. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Dari semua pihak, misalnya mereka itu mondar-mandir bahkan foto-foto kami dalam pekerjaan itu sehingga kami sangat terganggu.

342. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Lalu?

343. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Lalu kami menyerahkan hasil rekapitulasi itu dari PPS ke PPK Kecamatan Mihing Raya, dan diterima oleh pihak mereka.

344. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oleh PPK?

345. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Oleh PPK.

346. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Hari itu juga? Malam itu juga?

(43)

348. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ini di ibukota kecamatan, ya?

349. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ibukota kecamatan sekitar 50 meter dari sekretariat PPK dengan PPS.

350. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

PPK dengan PPS. Ya, sekaligus numpang di PPK kan boleh juga kalau 50 meter.

351. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya, Pak.

352. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dari sini sampai ke depan itu saja, ya? Kan dekat sekali, kan?

353. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Dekat, Pak.

354. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Artinya dari sekretariat PPK pun bisa melihat apa yang dikerjakan di PPS itu, kan?

355. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Tidak, Pak.

356. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oh, tidak bisa?

357. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

(44)

358. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oh, PPK-nya enggak ada di situ?

359. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Tidak ada.

360. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Waktu Saudara menyerahkan ada?

361. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ada.

362. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Lalu Kampuri itu berapa TPS?

363. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

4 TPS, Pak.

364. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oh, 4 TPS. Pemilihnya berapa berdasarkan DPT?

365. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Berdasarkan DPT pemilihnya 1.177 orang.

366. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

1.177.

367. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

1.177.

368. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(45)

369. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Nah, ini Pak berkas saya itu lupa ketinggalan di kampung. Yang di satu sampai di enam ketinggalan, mungkin ada arsip di KPU.

370. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Gitu?

371. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya.

372. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saking semangat mau ke Jakarta ditinggal arsip itu? Harusnya arsip itu yang penting kamu bawa ke MK ini, kan mempertanggungjawabkan pekerjannya.

373. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya, Yang Mulia.

374. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi persis Saudara enggak tahu jumlahnya yang menggunakan hak pilih? Kalau perolehan hasil masing-masing pasangan calon tahu? Ingat?

375. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ketinggalan juga, Pak.

376. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tapi enggak ingat?

377. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Enggak ingat.

378. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kampuri , Nihing Raya, TPS 1, TPS 1 itu. Di TPS 1 itu dari TPS lain, tidak ada. Tidak terdaftar dalam DPT=10, 4, 2, 3, jumlah pemilih ...

(46)

jumlah DPT 295 yang TPS 1, jumlah yang menggunakan hak pilih 234, yang tidak menggunakan hak pilih 61. TPS 2 DPT=295, yang menggunakan hak pilih 249, yang tidak menggunakan hak pilih=46. Ada ini, berapa TPS Saudara?

379. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

4 TPS, Pak.

380. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

4. Di tempat saya kok ada catatannya?

381. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Terima kasih, Yang Mulia.

382. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Bukan soal terima kasihnya, saya saja siapkan berkasnya, Saudara enggak siapkan berkas.

Jadi itu yang sesuai jadwal itu yang lebih dulu itu?

383. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya, Yang Mulia.

384. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Pada tanggal 4 itu?

385. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Pada tanggal 4.

386. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dipermasalahkan?

387. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

(47)

388. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saksi-saksi waktu itu terima juga?

389. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Terima juga.

390. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kapan Saudara tahu dipermasalahkan? Setelah ada gugatan di sini?

391. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya.

392. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Baru ada yang mempermasalahkan, begitu?

393. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya, Yang Mulia.

394. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Selama berlangsungnya pemilihan ada masalah enggak?

395. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Tidak ada, Yang Mulia.

396. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Aman, lancar?

397. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Aman lancar dan tertib.

398. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kecuali yang foto-foto itu bikin risau Saudara lalu takut menghindari hal-hal yang tidak diinginkan?

(48)

399. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya, Yang Mulia.

400. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak apa-apa kalau foto. Kalau perlu di-shooting sama tv, kan. Kenapa kok risau difoto begitu?

401. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Karena mereka identitasnya enggak jelas, Yang Mulia.

402. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak jelas, minta identitasnya, periksa dahulu, kan begitu. Jangan main foto-foto bilang, minta dahulu identitasnya. Siapa tahu nanti setelah difoto tahu-tahu sampai Jakarta, di sini ada tempel DPO kan gawat urusannya, kita kan enggak tahu difoto sama orang. Sehingga itu … tapi Saudara memberitahu bahwa rekap pada hari itu kepada saksi-saksi semua?

403. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Ya, Yang Mulia.

404. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke dan mereka terima?

405. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Terima, Yang Mulia.

406. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke, cukuplah ya.

407. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Terima kasih, Yang Mulia.

(49)

409. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Betul, Pak.

410. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kapan rekapnya di Hurung?

411. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Pada tanggal 4 juga, 4 September 2013.

412. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sore?

413. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Sore.

414. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jam berapa?

415. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Jam 15.30.

416. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Selesai jam 17.00? saksi hadir?

417. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Semua hadir kecuali Nomor 3 yang tidak hadir.

418. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang hadir tanda tangan?

419. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

(50)

420. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Lalu ada masalah?

421. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Tidak ada sama sekali.

422. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saksi dari Nomor 1 siapa?

423. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Mulyadi kalau tidak salah.

424. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Mulyadi.

425. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya.

426. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nomor 2?

427. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Nomor 2 Cewot.

428. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Cewot, Nomor 3?

429. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ernawati … eh, enggak ada yang Nomor 3.

430. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(51)

431. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ernawati.

432. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ernawati, begitu ya.

433. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya.

434. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Berapa TPS?

435. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Dua, Pak.

436. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dua TPS saja.

437. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya.

438. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jumlah pemilihnya tahu?

439. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Kalau jumlah pemilihnya kemarin 792.

440. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

792. Lalu yang suara sahnya berapa?

441. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Nah, itu yang lupa Pak karena berkas saya, saya serahkan kepada bapak-bapak pengacara kemarin.

(52)

442. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Begitu? Kompak sekali alasan kalian?

443. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya, memang saya punya satu berkas saja kemarin, Pak.

444. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sama alasannya maksudnya?

445. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Tidak ada foto kopi di saya lagi.

446. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Begitu ya.

447. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya.

448. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi enggak ingat? Tapi yang menang di situ ingat?

449. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya, yang menang (…)

450. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nomornya maksudnya.

451. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Nomor 2.

452. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(53)

453. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya.

454. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kalau di TPS Tumbang Talaken yang menang nomor berapa?

455. SAKSI DARI TERMOHON: SADURI

Nomor 2.

456. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nomor 2. Kampuri?

457. SAKSI DARI TERMOHON: TENTI

Nomor 2, Pak.

458. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dandang? Di Dandang Nomor berapa?

459. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Nomor 1.

460. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nomor 1.

461. SAKSI DARI TERMOHON: IRMANTO

Ya,

462. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kok lama sekali jawabnya, pelan lagi, Nomor 1, gitu ya. Lalu ada yang memprotes enggak waktu rekap itu?

463. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

(54)

464. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, di tempat Saudara pada saat rekap ada yang protes enggak?

465. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Tidak ada.

466. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oh, tidak ada sama sekali. Semua terima?

467. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Semua terima.

468. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tanda tangan?

469. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Tanda tangan.

470. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Diberikan salinannya?

471. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya.

472. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke.

473. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Setiap saksi sampai ke pengawas lapangannya sudah diterima semua mereka.

(55)

475. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya.

476. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada pengawas lapangan juga?

477. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ada.

478. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Begitu ya. Ini berapa jauh dari ibu kota kecamatan?

479. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

23 kilo, Pak.

480. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

27 kilo?

481. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

23 kilo.

482. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Naik apa?

483. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Naik mobil kemarin.

484. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Naik mobil ya.

485. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

(56)

486. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya waktu mengantar kotak suara.

487. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya.

488. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kalau hari … sudah diaspal itu belum?

489. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Sudah.

490. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sudah ya. Ya syukurlah. Cukuplah ya.

491. SAKSI DARI TERMOHON: PUJA. S

Ya.

492. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Salingkat.

493. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya, Yang Mulia.

494. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saudara Ketua TPS 12?

495. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

496. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(57)

497. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Kurun.

498. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kuala Kurun?

499. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

500. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Lalu berapa isi DPT di TPS Saudara ini?

501. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

313.

502. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

313, yang memilih berapa?

503. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Yang memilih 278.

504. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang tidak memilih?

505. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Yang tidak memilih 43 eh … 58 kemarin, Pak.

506. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kan DPT-nya 313 kan?

507. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

(58)

508. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang menggunakan hak pilih 278 ya.

509. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya, ya.

510. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Suara sah berapa?

511. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Suara sah kemarin itu 276 oleh dua golput.

512. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jangan bilang golput dahulu. 276 suara sah, yang tidak sah berapa, dua?

513. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

514. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dua, jadi kan totalnya 278.

515. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

516. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sisa surat suara yang tidak terpakai?

517. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Yang tidak terpakai 58.

(59)

519. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

520. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sudah masuk di situ?

521. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Sudah.

522. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saksi hadir?

523. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Hadir semua.

524. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

1, 2, 3, 4?

525. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

1, 2, dan 4.

526. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

1, 2, dan 4. 3 tidak hadir?

527. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Tidak ada … tidak hadir.

528. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tanda tangan di C-1 nya?

529. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

(60)

530. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sudah diberikan C-1 itu ke masing-masing saksi?

531. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Sudah.

532. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sudah diterima atau tanda tangan sebelum dimulai?

533. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Tanda tangani dahulu.

534. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tanda tangani dulu.

535. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

536. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sebelum mulai ya?

537. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

538. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Terus? Waktu belum mulai tanda tangan formulirnya kan belum diisi tuh.

539. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Bukan.

(61)

541. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Sebelum tanda tangan anu (…)

542. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dia saksinya tanda tangan … jangan lihat kiri, kanan, lihat sama hakim sini, yang samping enggak boleh mempengaruhi. Saudara sudah berjanji kan tadi, jadi masing-masing saja, gitu.

Tanda tangan C-1 nya pada saat sudah diisi apa sebelum diisi?

543. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Sudah diisi, Pak.

544. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sudah diisi baru tanda tangan?

545. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

546. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

C-2 Plano yang besar adatally nya?

547. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ada, Pak.

548. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada, tanda tangan juga?

549. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Tanda tangan juga kemarin.

550. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sama enggak formulir yang besar dengan yang kecil angkanya, jumlahnya?

(62)

551. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Sama.

552. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sama. Enggak berubah-ubah itu?

553. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Enggak.

554. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada yang keberatan enggak.

555. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Enggak, Pak.

556. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Lalu itu surat suara yang dibolong besar-besar itu bagaimana?

557. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Itu saya enggak tahu, Pak, yang itu.

558. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya maksudnya kan di TPS Saudara pada waktu menghitung kan ada surat suaranya, di bolong pakai apa?

559. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Nah itu enggak tahu, Pak. Kita enggak melihat, soalnya mereka bikinkan di bilik.

560. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Bukan, waktu … Saudara kan menghitung surat suara kelihatan tuh?

(63)

561. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya, betul itu.

562. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada yang dicoblos besar.

563. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya, ada.

564. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada yang pakai api rokok, ada?

565. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Enggak ada kalau yang pakai api rokok.

566. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak ada. Pakai bolong besar saja?

567. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya, Cuma tiga.

568. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tiga (…)

569. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Tiga lobang saja.

570. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang besar tuh cuma tiga?

571. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

(64)

572. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu kepalanya diambil?

573. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

574. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu buat bukti bahwa saya memilih Bapak ini katanya, “Nih, kepalanya saya ambil di surat suara,” biasanya begitu itu. Hanya tiga saja?

575. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

576. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dan itu disahkan?

577. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Disahkan oleh saksi kemarin.

578. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saksi mengesahkan?

579. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

580. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Mau mereka juga? Ditanya kepada saksi?

581. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Kan diperlihat ginikemarin.

(65)

583. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

“Sah,” bilang mereka.

584. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

“Ya, sudah sah,” begitu kan?

585. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

586. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Begitu, ya?

587. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

588. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Yang penting enggak ribut. Dan itu memang tidak mengganggu kepada yang lain?

589. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Tidak, Pak.

590. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Artinya, di dalam … di dalam kolom gambar dia memang?

591. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

592. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Hanya itu? Hanya tiga lembar saja?

593. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

(66)

594. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Lalu yang memperoleh suara terbanyak di situ nomor berapa?

595. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Nomor 2, Pak.

596. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nomor 2. Itu, ya?

597. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

598. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada masalah lain?

599. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Enggak ada, Pak.

600. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tapi masalah yang gambar besar … eh, gambar besar, dibolong besar itu tidak masalah, ya?

601. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Tidak masalah, Pak.

602. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tidak sempat ribut atau apa itu, tidak?

603. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Tidak ada, Pak.

(67)

605. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya.

606. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, sudah. Cukup, ya?

607. SAKSI DARI TERMOHON: SALINGKAT

Ya, Yang Mulia.

608. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Wildin K. Laman?

609. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Ya, Yang Mulia.

610. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ketua TPS 13, betul?

611. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Betul, Yang Mulia.

612. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kuala Kurun juga ini?

613. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Betul, Yang Mulia.

614. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kalau tadi TPS 12, berarti tetangga ini TPS-nya?

615. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

(68)

616. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Berapa DPT di situ?

617. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

485, Yang Mulia.

618. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

485. Yang memilih?

619. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

482.

620. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

482?

621. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Ya, Yang Mulia.

622. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Suara sah?

623. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Suara sah=476.

624. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

476. Yang tidak sah?

625. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Yang tidak sah=6.

626. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

(69)

627. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Sisa surat suara habis terbagi, cuma yang cadangan ada 12 (…)

628. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, surat suara cadangan itu kan yang enggak … masih ada sisa itu?

629. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Ya.

630. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Berapa?

631. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Sisa 12.

632. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

12. Saksi hadir?

633. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Hadir semua, dari saksi Pasangan Nomor 1, Pasangan Nomor 2, Pasangan Nomor 4, tidak orang.

634. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, berarti Nomor 3 enggak hadir, kan?

635. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Ya, yang Nomor 3 enggak hadir.

636. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, berarti tidak semua. Ada panwas lapangan datang ke situ, enggak?

(70)

637. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Saya tidak kenal (…)

638. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak kenal?

639. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Yang Mulia.

640. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ada polisi di TPS situ, enggak?

641. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Ada, Yang Mulia.

642. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Hansip ada juga?

643. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Ada, Yang Mulia.

644. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kalau pengawas lapangan, Saudara enggak tahu panwas?

645. SAKSI DARI TERMOHON: WILDIN K. LAMAN

Saya tidak tahu dan tidak kenal, Yang Mulia.

646. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tapi biasanya kan panwas datang memperkenalkan diri ke situ ada, enggak ada di TPS? Ada enggak pada saat itu?

Referensi

Dokumen terkait

Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan semua pihak yang membutuhkan informasi yang berkaitan dengan masalah yang

Begitu pula dengan hasil uji F yang menunjukkan bahwa nilai F sebesar 1.021 dengan signifikasi lebih kecil dari 0.05 maka diputuskan ada pengaruh nyata dan signifikan variabel

• Setelah menerima laporan adanya kejadian bencana, maksimal 2 hari, Bupati harus sudah membentuk Tim Investigasi. Tim Investigasi beranggotakan minimal 5 orang

Salah satu material yang berpotensi adalah komposit matriks keramik, keramik dipilih sebagai matriks karena ketahanan terhadap tekanan tinggi dan titik leleh

Dari keempat variabel tersebut sebaiknya pemimpin Produk Sari Apel Siiplah menggunakan variabel Kesan Kualitas dikarenakan dengan melakukan upaya dalam

Dengan penjelasan yang sama, kalau tidak ada faktor lainnya yang berpengaruh, minimum p a d a Maret dan September p a d a fluks meteor yang terdeteksi pada MWR Kototabang

Metode perancangan kreatif dan Design For Manufacturing (DFM) dipergunakan dalam penelitian ini untuk membantu Bengkel Metric dalam upaya mendapatkan satu unit rancangan mesin

Dengan demikian berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa lingkungan kerja fisik yang ada pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan