1 14 BAB I PROFIL DESA A. Kondisi Demografi a. Geografis
Secara Administratif Desa Arjawinangun adalah salah satu dari 6 Desa di Wilayah Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, yang mempunyai luas wilayah 268,580 Ha/m2, yang berada diketinggian laut 20 mdl. Desa Arjawinangun berbatasan dengan beberapa desa yaitu :
1) Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tegal Gubug Kecamatan Arjawinangun.
2) Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Jungjang Kecamatan Arjawinangun.
3) Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kebon Turi Kecamatan Arjawinangun.
4) Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bayalangu Kecamatan Gegesik.
Desa Arjawinangun yang beriklim kemarau dan hujan yang memiliki curah hujan + 2400 mm/tahun dengan suhu udara rata-rata + 24oC.
b. Jumlah Penduduk
1) Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk terhadap luas lahan yang ada di setiap RW, tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kepadatan masing - masing RW, sehingga bisa diketahui wilayah mana yang mempunyai kepadatan penduduk tinggi, sedang atau rendah.
Berdasarkan hasil pemetaan swadaya wilayah dilihat dari keseluruhan bahwa tingkat kepadatan penduduk Desa Arjawinangun adalah sebesar 9,830 orang dengan jumlah kepala keluarga 2,816 KK.
2
16 2) Struktur Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia
Dari total jumlah penduduk Desa Arjawinangun sebanyak 9,830% merupakan kelompok usia produktif yaitu usia 16 s.d 55 tahun, 56,5% kelompok usia belum produktif yaitu usia 0 s.d 15 tahun dan 3,5% kelompok usia yang tidak produktif lagi yaitu usia>55 tahun. 3) Jumlah Kepala Keluarga
Desa Arjawinangun terdiri dari 6 (enam) Dusun, 13 (tiga belas) RW dan 28 (duapuluh delapan) RT. sebaran penduduk merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan kemajuan suatu wilayah. Pada Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun
Kabupaten Cirebon, sebaran penduduk paling besar berada di Dusun 1 dan Dusun 4 . Hal ini disebabkan karena di kawasan tersebut, masih banyaknya lahan untuk areal persawaan.
Jumlah penduduk Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon berdasarkan Profil Desa pada tahun 2016, Jumlah jiwa perempuan sebesar 4,939 jiwa dan laki-laki sebesar 4,891 jiwa, dengan Jumlah KK sebesar 2,816 sedangkan jumlah penduduk di Desa Arjawinangun 9,830 jiwa.
4) Struktur Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Berdasarkan tingkat pendidikan penduduk di Desa Arjawinangun, sebagian besar merupakan lulusan SLTP/sederajat 1, 615 jiwa, lulusan SLTA / Sederajat sebanyak 1,426 jiwa, lulusan D-1 sebanyak 210 jiwa, lulusan D-2 sebanyak 104 jiwa, lulusan D-3/S1 sebanyak 97/71 jiwa. Sedangkan lulusan S2 sebanyak 10 jiwa. Jika dilihat dari tingkat pendidikan tersebut, masyarakat Desa Arjawinangun pada umumnya lebih dapat memiliki peluang untuk dapat bekerja pada sektor-sektor strategis. Namun dengan keterbatasan peluang kerjanya minimnya lapangan pekerjaan, maka sebagian penduduknya lebih dapat hanya sebagai buruh tani, petani maupun pedagang.
3 Namun perlu diperhatikan juga, dimana angka c a c a t m e n t a l d a n f i s i k sebanyak 52 jiwa dan tidak tamat sekolah sebesar 318,414 jiwa
5) Struktur Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Jumlah penduduk Desa Arjawinangun pada tahun 2016 sebesar 9,830 jiwa. Kegiatan penduduk di Desa Arjawinangun didominasi oleh Buruh Tani sebesar 720 jiwa dan Petani sebesar 140 jiwa umumnya sektor pertanian lebih besar dapat menampung tenaga kerja dan memiliki peluang lebih besar jika dibandingkan dengan sektor lainnya.
B. Pendidikan Formal
Nama Jumlah Kepemilikan
Pemerintah Swasta Play group - - - Tk 5 - 5 SD 6 6 - SMP 4 2 2 SMA 2 1 1 SLB 1 - -
C. Layanan Sarana dan Prasarana Penunjang lainnya
Sarana prasarana lainnya antara lain ada sarana peribadatan yaitu masjid dan mushola, sarana olah raga antara lain Gedung Olahraga lapangan sepak bola dan lapangan badminton dan futshal. Secara detail mengenai lokasi-lokasi sarana dan prasarana lainnya dapat di lihat pada tabel di bawah ini.
4 BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH DAN RENCANA KEGIATAN KKM
A. Identifikasi Permasalahan
Setelah kami melakukan survei lokasi KKM dan melakukan wawancara dengan Pamong Desa beserta masyarakat Desa Arjawinangun, kami mendapatkan beberapa permasalahan yang ada di desa tersebut. Selain permasalahan yang kami dapatkan, masyarakat pun mengharapkan perubahan didesanya demi kemajuan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada. Informasi yang kami dapat ini adalah sebagai berikut:
No Permasalahan Lokasi Narasumber
1. Kurangnya improvement dalam keterampilan berwirausaha. Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Masyarakat 2.
Kurang nya kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Masyarakat
3. Tidak adanya Plang nama pada setiap RT/RW. Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Perangkat Desa
5 4.
Tidak adanya wadah pendidikan diluar jam sekolah untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa. Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Masyarakat
5. Organisasi/ekskul di sekolah dasar tidak berjalan. Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Masyarakat 6.
Kurang nya kepedulian dan kesadaran masyarakat Home Industri tentang K3. Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Masyarakat 7.
Kurangnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Masyarakat
6 8. Minimnya ketrampilan masyarakat
dan perangkat desa mengenai IT.
Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Masyarakat
9. Tidak adanya pemanfaatan limbah dan pengelolaan sampah.
Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Perangkat Desa
B. Prioritas Pemilihan Permasalahan
No Masalah Alasan Pemilihan
1. Lemahnya kegiatan ekstra-kurikuler di sekolah
Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah merupakan ajang menumbuhkan potensi yang dimiliki oleh setiap siswa sehingga potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang.
2. Belum adanya kerajinan tangan di sekolah.
Dengan adanya program ini, diharapkan peserta didik dapat mengembangkan kreativitas dalam mengolah barang bekas sehingga dapat menghasilkan produk baru.
7 3. Kurangnya penerapan media
nyata pada siswa kelas rendah yang bisa membuat siswa lebih tertarik untuk belajar.
Dengan mengenalkan waktu pada anak kelas rendah melalui media nyata seperti jam dinding maka akan membuat anak menjadi lebih tertarik untuk belajar dan mudah untuk mengenal waktu serta memahaminya dengan cepat. 4. Kurangnya pengenalan pada anak
tentang pentingnya melestarikan budaya lewat musik tradisional dan cara memainkannya.
Melalui pengenalan alat musik tradisional dan cara memainkannya ini anak-anak akan lebih hafal tentang lagu-lagu kebangsaan karena menggunakan alat musik pianika dan recorder maka anak akan lebih tertarik untuk belajar dan termotivasi untuk mencoba.
5. Mengadakan kegiatan tensi gratis Agar masyarakat mengetahui tekanan darah masing-masing dan dapat meminimalisir tekanan darah tinggi
6. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit demam berdarah dengue (DBD) Dan cara pencegahannya
Berdasarkan hasil memungkinkan untuk di angkat sebagai program KKN PPM informasi akan perkembangan ilmu pengetahuan sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang demam berdarah dengue (DBD)
7. Belum adanya inovasi metode pengajaran dalam pembelajaran
Peserta didik terkadang jenuh atas kegiatan belajar mengajar klasikal
8 untuk meningkatkan prestasi
belajar peserta didik.
sehingga output prestasi yang diraih kurang optimal. Inovasi dalam metode pengajaran sangat berperan penting dalam peningkatan prestasi belajar peserta didik.
8. Kurangnya motivasi dan minat belajar peserta didik terhadap pembelajaran
Motivasi dan minat belajar merupakan tombak utama dalam proses kegiatan belajar mengajar dan sangat berpengaruh terhadap hasil output prestasi yang diperoleh. Peserta didik yang kurang bahkan tidak memiliki motivasi dan minat belajar akan mengalami kesulitan bahkan ketidakmampuan dalam mengikuti pembelajaran.
9. Keterampilan pembuatan video kegiatan keagamaan
Dengan adanya program keterampilan mengolah sumber daya manusia yang ada di desa yaitu dengan memanfaatkan sumber daya manusia menyangkut kegiatan keagamaan sehingga dapat diberdayakan secara maksimal.
10. Bimbingan belajar tambahan untuk anak-anak (pelajaran keagamaan)
Melalui program tambahan cara belajar pegajian lebih intens dan menyenangkan pada anak-anak kita dapat mengenalkan berbagai ilmu agama sehingga dapat
9 menumbuhkan kualitas kepada anak-anak Indonesia.
11. Belum menyatukannya tim keamanan dari masyarakat dengan pemerintah desa Arjawinangun (Karang Taruna dan LINMAS)
Kompak atau bersatu sangatlah penting antara pemuda (Karang Taruna dan LINMAS) yang ada di desa Arjawinangun untuk secara bersxama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan agar selalu damai, sejahtera dan tertib bagi masyarakat
12. Perlu meningkatkan kesejahteraan petugas Kantibmas (LINMAS dan Karang Taruna) dari swadaya masyarakat
Karena pemuda sangat dominan dibutuhkan untuk membantu kepala desa dan perangkat desa juga LINMAS/HANSIP secaara bersama-sama unutk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan juga kemajuan disegala bidang.
13. Kurangnya anak-anak dalam berkreatifitas dalam bermain permainan tradisional.
Berdasarkan analisis kuat memungkinkan untuk diangkat sebagai program KKM PPM Individu untuk meningkatkan kreatifitas dalam bermain permainan tradisional.
14. Kurangnya anak-anak dalam minat membaca
Dengan meningkatkan minat membaca, diharapkan dapat cerdas dalam membaca.
10 16. Pembelajaran Microsoft Office
17. Mengupayakan Continues Improvement di dalam suatu Home Industry
Continuos Improvement sangatlah penting untuk mengembangkan dan memperbaiki produk, pelayanan ataupun proses. Untuk itu, perlu kesadaran untuk berwirausaha pada masyarakat sehingga dapat menciptakan budaya wirausaha yang mendorong peningkatan produktivitas masyarakat desa. 18. Kurangnya kepedulian dan
kesadaran masyarakat terhadap Home Industry tentang K3
Karena masih rendahnyab pendidikan dan pengenalan ilmu K3 di desa Arjawinangun. Mengingat betapa pentingnya ilmu K3 di suatu industry.
19. Pengenalan Pemanfaatan E-Commerce
1. Semakin banyak masyarakat
yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan
internet berarti mengurangi
perjalanan untuk bekerja,
belanja dan aktifitas lainnya,
sehingga mengurangi
kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.
2. Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produksi/service yang terbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk/
11
service dapat menjualnya lebih murah karena biaya produksi yang rendah.
3. Mengurangi pengangguran
karena masyarakat semakin
bergairah untuk berbisnis
karena cara kerja yang
gampang dan tanpa modal yang besar.
4. Meningkatkan daya kreatifitas
masyarakat, berbagai jenis
produk dapat dipasarkan
dengan baik, sehingga akhirnya
juga membantu pemerintah
untuk menggairahkan
perdagangan khususnya usaha kecil menengah.
20. Pelatihan Perakitan Komputer 1. Mengenalkan masyarakat tentang hardware dan software komputer untuk dapat mengetahui fungsi dari masing-masing perangkat komputer yang ada.
2. Mengajarkan dan mengenalkan kemudahan komputer dalam proses belajar bagi siswa.
3. Mengenalkan dunia internet yang positif untuk masa depan mereka agar kelak di masa yang
12 akan datang, anak-anak tersebut dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang memang saat ini sudah banyak yang menggunakan IT dimanapun dan kapanpun. 4. Mengenalkan dan mengajarkan
siswa agar dapat membuka wirausaha / wiraswasta dengan menggunakan fasilitas teknologi saat ini yang biasa disebut E-Business.
21. Belum adanya home industry /usaha rumahan yang di jalankan oleh kelompok ibu-ibu yang memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada didesa.
Dengan adanya program keterampilan mengolah sumber daya alam yang ada di desa yaitu membuat makanan olahan dari beras ketan dengan tujuan agar sumber daya manusia (ibu-ibu) dapat diberdayakan dan sumber daya alam dapat di manfaatkan dengan baik
22. Belum adanya program cara belajar bahasa inggris dengan menyenangkan pada anak-anak usia sekolah.
Melalui program cara belajar bahasa inggris dengan menyenangkan kepada anak-anak kita dapat mengenalkan berbagai ilmu dalam berbahasa asing, sehingga dapat menumbuhkan kualitas berbahasa asing pada anak-anak Indonesia
13 23. Mengupayakan Continuous
Improvement di dalam suatu home industri.
Continuous Improvement sangatlah penting untuk mengembangkan dan memperbaiki produk, pelayanan, ataupun proses. Untuk itu, perlu kesadaran berwirausaha pada masyarakat sehingga dapat menciptakan budaya wirausaha yang dapat mendorong peningkatan produktifitas masyarakat desa.
24. Minimnya ketrampilan
masyarakat dan perangkat desa mengenai IT.
Dengan adanya program pengnalan ilmu daras komputer diharapkan anka-anak mendapatkan pembelajaran dan menambah ilmu
pengetahuan tentang
komputerisasi.
25. Belum adanya keterampilan anak SD
Dengan kegiatan keterampilan tarikan benang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan anak.
26.
Belum adanya keterampilan anak SD
Dengan kegiatan keterampilan tarikan benang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan anak.
27. Kurangnya kemampuan berbahasa Inggris.
Di era globalisasi, penggunaan Bahasa Inggris akan diperlukan dalam pengembangan diri anak-anak.
14 28. Anak-anak terlalu pemalu dan
kurang percaya diri saat berbicara dengan orang asing.
Public speaking tidak hanya berbicara di depan orang banyak, tetapi juga cara berbicara kepada orang asing yang baru ditemui.
C. Program KKM
Program kuliah kerja mahasiswa ini berdasarkan prioritas permasalahan yang kami pilih. Adapun program kerja yang akan dikerjakan antara lain sebagai berikut:
1. Program Inti
No Kegiatan Bahan Sumbangan Tempat
1. Pembuatan Bak Sampah Drum Semen Cat Tiner Kuas Mahasiswa Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon 2 Pembuatan Plang nama setiap gang desa Arjawinangun Kayu kaso Seng Paku Cat Besi Cat Kayu 5kg Semen Pasir Mahasiswa Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon 3. Pelatihan kerajinan membatik denagan teknik jumputan Kain mori Pewarna tekstil (3 warna) Tali Rafia Batu Mahasiswa Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon
15 2. Program Tambahan
No Kegiatan Bahan Sumbangan Tempat
1. Keagamaan Al Qur’an Perlengkapan Alat Sholat Buku Yasin Mahasiswa Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon 2. Sosialisasi tentang kebersihan dan bahaya DBD In focus Laptop Speaker aktif Aqua Mahasiswa Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon 3. Turut Memeriahkan HUT RI Ke-71 Kamera Laptop Dana Sumbangan Mahasiswa Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon 4. Jalan Sehat Laptop
Soundsystem Mic Mahasiswa Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon
16 D. Rencana Anggaran Dana KKM
1. Program Inti
No Kegiatan Bahan Jumlah Anggaran
1. Pembuatan Bak Sampah Drum Semen Cat Tiner Kuas 3 buah 1 sak 1 kaleng 2 botol 5 buah Rp. 1.500.000,- Rp. 65.000,- Rp. 50.000,- Rp. 15.000,- Rp. 35.000,- Jumlah Rp. 1.665.000,- 2. Pembuatan Plang nama setiap gang desa Arjawinangun Kayu kaso Seng Paku Cat Besi Cat Kayu 5kg Semen Pasir 2 ikat 10 meter 1 kg 5 kaleng 1 ember 2 sak 0,5 m3 Rp. 720.000,- Rp 100.000,- Rp 15.000,- Rp. 250.000,- Rp. 50.000,- Rp. 130.000,- Rp. 200.000,- Jumlah Rp. 1.465.000,- 3. Pelatihan kerajinan membatik dengan teknik jumputan Kain mori Pewarna tekstil (3 warna) Tali Rafia Batu 4 meter 3 ons 4 ikat - Rp. 65.000,-Rp. 20.000,- Rp. 15.000,- - Jumlah Rp. 100.000,- Total Rp. 3.230.000,- 2. Program Tambahan
17
No Kegiatan Bahan Jumlah Anggaran
1. Keagamaan Al Qur’an Perlengkapan Alat Sholat Buku Yasin 15 buah 15 buah 15 buah - - - Jumlah Rp. - 2. Sosialisasi tentang kebersihan dan bahaya DBD In focus Laptop Speaker aktif Aqua 1 unit 1 unit 1 set 3 dus - - - Rp. 50.000,- Jumlah Rp. 50.000,- 3. Turut Memeriahkan HUT RI Ke-71 Kamera Laptop Dana Sumbangan 1 unit 1 unit Sejumlah Mahasiswa - - Rp. 300.000,- Jumlah Rp. 300.000,-
4. Jalan Sehat Laptop Soundsystem Mic 1 buah 1 buah 2 buah - - - Jumlah Rp. - Total Rp. 350.000,-
18 BAB III
PENUTUP
Demikianlah proposal atau kerangka acuan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Cirebon ini kami buat, semoga tujuan kegiatan ini dapat tercapai guna membangun dan meningkatkan produktifitas Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon dalam berbagai aspek dan dapat memberikan manfaat pembelajaran bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon berupa pengalaman langsung pengabdian langsung kepada masayarakat.
Cirebon, 31 Juli 2016
Ketua Kelompok
Casdik