• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DI PROVINSI BALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DI PROVINSI BALI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.  Perkembangan  Luas  Panen,  Produksi  dan  Produktivitas  Padi  Sawah  di  Provinsi  Bali  Tahun 2005-2010
Tabel  2.  Hasil  Pendugaan  Fungsi  Produksi  Frontier  Stokhastik  dengan  Metode  MLE  pada  Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah di Provinsi Bali
Tabel 3.  Hasil Pendugan Fungsi Inefisiensi Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi sawah di Provinsi  Bali
Gambar  1.  Grafik  distribusi  tingkat  efisiensi  teknis usaha tani padi sawah  Variabel  umur  berpengaruh  nyata  dalam  inefisiensi  usaha  tani  padi  sawah,  dengan  koefisien  yang  bertanda  positif  (0,002)  yang  bermakna  bahwa  seakin  tua  um

Referensi

Dokumen terkait

Keuntungan ekonomi usahatani padi sawah pada musim kemarau sebesar Rp 3.052.706,47/ha dan musim hujan sebesar Rp 1.234.146,40/ha, dengan nilai SBCR masing-masing 1,28 dan

Berdasarkan struktur biaya usahatani padi sawah baik pada MH maupun MK pada petani SL-PTT maupun non SL- PTT ada beberapa temuan yang sejalan dengan hasil penelitian Nurasa

Tim Kegiatan Pengkajian Pengelolaan Tanaman Terpadu Tahun Anggaran

Peningkatan salinitas terjadi pada musim kemarau untuk kondisi daerah dengan curah hujan rendah, dekat pantai, input air irigasi yang mengandung garam, evaporasi dan

Hasil estimasi fungsi produksi stokhastik frontier menggunakan MLE pada MH (Tabel 2) menggungkapkan bahwa faktor-faktor produksi seperti strategi adaptasi/antisipasi

Mengacu pada kondisi usahatani padi daerah irigasi Mamak Kakiang yang terjadi pada musim hujan (1995/1996) dan musim kemarau (1996), maka peningkatan produksi

Efisiensi Teknis Usahatani Padi Menurut Musim No Petani Musim Hujan Musim Kemarau 1 Padi Ladang 0.931 1.000 2 Padi Sawah Hibrida 1.000 1.000 3 Padi Sawah Inbrida 0.994 0.967

Selama ini, umumnya petani bawang merah di Provinsi Aceh, baik yang berusaha tani pada musim kemarau maupun musim hujan, masih menggunakan benih dengan jumlah sedikit.. Selain itu,