• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah paratifoid

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "makalah paratifoid"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

 DEFINISIDEFINISI

Infeksi paratifoid (paratifoid) merupakan suatu penyakit pada unggas Infeksi paratifoid (paratifoid) merupakan suatu penyakit pada unggas yang disebabk

yang disebabkan an oleh kelomoleh kelompok pok baktebakteriri salmonella sp.salmonella sp. Yang tidak termasuk Yang tidak termasuk salmonella pullorum

salmonella pullorum ddaann salmonella gallinarium.salmonella gallinarium. PePenyakinyakit t ini dikenal jugaini dikenal juga dengan nama salmonellosis. Paratifoid menimbulkan penyakit yang bersifat dengan nama salmonellosis. Paratifoid menimbulkan penyakit yang bersifat sptisemik akut pada ayam muda ataupun infeksi pencernaan kronis pada sptisemik akut pada ayam muda ataupun infeksi pencernaan kronis pada ayam dewasa.penyakit ini ditandai dengan adanya diare dan nekrosis fokal ayam dewasa.penyakit ini ditandai dengan adanya diare dan nekrosis fokal pada berbagai organ.

pada berbagai organ.

Salmonellosis mempunyai arti penting secara ekonomi karena penyakit ini Salmonellosis mempunyai arti penting secara ekonomi karena penyakit ini me

menyenyebabkbabkan an mormortaltalitaitas s tintinggi ggi padpada a ungungas as mudmuda. a. PPada ada petpeterernak nak harharusus m

meennggeelluuararkkan an bbiiaayya a yyanang g ttiinnggggi i uunnttuuk k mmeennaanngggguullananggi i ppeennyyaakikitt ter

tersebsebut.ut.salsalmonmonelelosiosis s cencenderderung ung memenimnimbulbulkan kan penpenyakyakit it yanyang g berbersifsifatat kronis,dan sulit untuk dilakukan eradikasi,maka kelompok penyakit ini dapat kronis,dan sulit untuk dilakukan eradikasi,maka kelompok penyakit ini dapat menimbulkan ker

menimbulkan kerugian yang ugian yang besar bagi peternakan pembibitan karena harusbesar bagi peternakan pembibitan karena harus mengeluarkan biaya pengobtan,sanitasi atau disinfeksi,perbaikan manjemen mengeluarkan biaya pengobtan,sanitasi atau disinfeksi,perbaikan manjemen da

dan n rrehehabiabililitatasi si ununtutuk k kkelelomompopok k ayayam am yayang ng sasakikit. t. SaSalmlmononelellolosisis s akakanan meni

menimbulkmbulkan an ganggugangguan an pertupertumbuhambuhan, n, gangguagangguan n proproduksi, duksi, menimeningkatngkatkankan  jumlah

 jumlah ayam ayam afkir afkir dan dan meningkatkan meningkatkan kepekaan kepekaan ayam ayam terhadap terhadap berbagaiberbagai penyakit lainya.

penyakit lainya.

ETIOLOGI ETIOLOGI

emam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau

emam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau SalmonellaSalmonella paratyphi dari !enus Salmonella. "akteri ini berbentuk batang,

paratyphi dari !enus Salmonella. "akteri ini berbentuk batang, gramgram negatip, tidak membentuk spora, motil, berkapsul dan

negatip, tidak membentuk spora, motil, berkapsul dan mempunyai #agellamempunyai #agella (bergerak dengan rambut getar). "akteri ini dapat hidup

(bergerak dengan rambut getar). "akteri ini dapat hidup sampai beberapasampai beberapa minggu di alam bebas seperti di dalam air, es, sampah dan debu. "akteri ini minggu di alam bebas seperti di dalam air, es, sampah dan debu. "akteri ini dapat mati dengan pemanasan

dapat mati dengan pemanasan (suhu $%%&) selama '  *% menit,(suhu $%%&) selama '  *% menit,

pasteurisasi, pendidihan dan khlorinisasi. Salmonella typhi mempunyai + pasteurisasi, pendidihan dan khlorinisasi. Salmonella typhi mempunyai + macam antigen, yaitu 

macam antigen, yaitu  ')

') -ntigen  -ntigen  (-ntigen (-ntigen somatik), yaisomatik), yaitu terlettu terletak pada lapisak pada lapisan luar an luar dari tubuhdari tubuh kuman. "agian ini mempunyai struktur kimia lipopolisakarida atau disebut kuman. "agian ini mempunyai struktur kimia lipopolisakarida atau disebut  juga endotoksin. -ntigen ini tahan ter

 juga endotoksin. -ntigen ini tahan terhadap panas dan alkohol tetapihadap panas dan alkohol tetapi tidak tahan terhadap formaldehid.

tidak tahan terhadap formaldehid. *)

*) -ntigen / (-ntigen / (-ntigen 0lagell-ntigen 0lagella), yang tera), yang terletak pada #agellletak pada #agella, 1mbriae a, 1mbriae atau piliatau pili dari kuman. -ntigen ini mempunyai struktur kimia suatu protein dan

dari kuman. -ntigen ini mempunyai struktur kimia suatu protein dan tahan terhadap formaldehid tetapi tidak tahan terhadap panas

tahan terhadap formaldehid tetapi tidak tahan terhadap panas dandan alkohol.

alkohol. +)

+) -ntigen 2-ntigen 2i yang teri yang terletak pada kletak pada kapsul (en3elopeapsul (en3elope) dari k) dari kuman yang dapatuman yang dapat melindungi kuman terhadap fagositosis. 4etiga macam antigen tersebut melindungi kuman terhadap fagositosis. 4etiga macam antigen tersebut

(2)

di atas di dalam tubuh penderita akan menimbulkan pula pembentukan + macam antibodi yang la5im disebut aglutinin.

 PATOFISIOLOGI

6asuknya kuman Salmonella typhi (S.7yphi) dan Salmonella parathypi (S.Parathypi) ke dalam tubuh manusia terjadi melalui mekanisme makanan yang terkontaminasi kuman. Sebagian kuman dimusnahkan dalam lambung, sebagian lolos masuk ke dalam usus dan selanjutnya berkembang biak. "ila respon imunitas humoral mukosa (Ig-) usus kurang baik, maka kuman akan menembus sel8sel epitel (terutama sel 6) dan selanjutnya ke lamina propria. i lamina propria kuman berkembang biak dan difagosit oleh sel8sel fagosit terutama oleh makrofag. 4uman dapat hidup dan berkembang biak di dalam makrofag dan selanjutnya dibawa ke plak Peyeri ileum distal dan kemudian ke kelenjar getah bening mesenterika. Selanjutnya melalui duktus torasikum kuman yang terdapat pada makrofag ini masuk ke dalam sirkulasi darah (mengakibatkan bakterimia pertama yang asimptomatik) dan menyebar ke seluruh organ retikuloendothelial tubuh terutama di hati dan limfa. i organ ini kuman meninggalkan sel8sel fagosit dan kemudian berkembang biak di luar sel atau ruang sinusoid dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi sehingga mengakibatkan bakterimia kedua kalinya dengan disertai tanda8tanda dan gejala penyakit infeksi sistemik.

i dalam hati, kuman masuk ke dalam kandung empedu, berkembang biak, dan bersama cairan empedu diekskresikan secara intermiten ke lumen usus. Sebagian kuman dikeluarkan melalui feses dan sebagian masuk lagi ke dalam sirkulasi setelah menembus usus. Proses yang sama terulang kembali, berhubung makrofag telah terakti3asi dan hiperaktif maka saat fagositosis kuman Salmonella terjadi pelepasan beberapa mediator in#amasi yang

(3)

selanjutnya akan menimbulkan gejala reaksi in#amasi sistemik seperti demam, malaise, mialgia, sakit kepala, sakit perut, instabilitas 3askuler, gangguan mental, dan koagulasi.

i dalam plak Peyeri makrofag hiperaktif menimbulkan reaksi hiperplasia jaringan. Perdarahan saluran cerna dapat terjadi akibat erosi pembuluh darah sekitar plak Peyeri yang sedang mengalami nekrosis dan hiperplasia akibat akumulasi sel8sel mononuklear di dinding usus. Proses patologi jaringan limfoid ini dapat berkembang hingga ke lapisan otot, serosa usus, dan dapat menghasilkan perforasi.

 Manifestasi Klinis

6enifestasi klinis demam tifoid sangat luas dan ber3ariasi, dari manifestasi yang atipikal hingga klasik, dari yang ringan hingga complicated. Penyakit ini memiliki kesamaan dengan penyakit demam yang lainnya terutama pada minggu pertama sehingga sulit dibedakan, maka untuk menegakkan diagnosa demam tifoid perlu ditunjang pemeriksaan laboratorium penunjang. emam tifoid pada umumnya menyerang penderita kelompok umur   +% tahun, laki  laki sama dengan wanita resikonya terinfeksi. 9arang pada umur dibawah * tahun maupun diatas $%. 6asa inkubasinya umumnya +8$% hari.

6anifestasi klinis secara umum bekaitan dengan perjalanan infeksi kuman. ') Panas badan. Pada demam typhoid, pola panas badan yang khas

adalah tipe step ladder pattern dimana peningkatan panas terjadi secara perlahan8lahan, terutama pada sore hingga malam hari. "iasanya pada saat masuk rumah sakit didapatkan keluhan utama demam yang diderita kurang lebih 8: hari yang tidak berhasil diobati dengan antipiretika.

(4)

*) ;idah tifoid. Pada pemeriksaan 1sik, lidah tifoid digambarkan sebagai lidah yang kotor pada pertengahan, sementara hiperemi pada tepinya, dan tremor apabila dijulurkan.

+) "radikardi relatif. Pada penderita tifoid peningkatan denyut nadi tidak sesuai dengan peningkatan suhu, dimana seharusnya peningkatan '%&

diikuti oleh peningkatan denyut nadi sebanyak < kali=menit. "radikardi relatif adalah keadaan dimana peningkatan suhu '%& diikuti oleh

peningkatan nadi < kali=menit.

>) !ejala saluran pencernaan (anoreksia, mual, muntah, obstipasi, diare, perasaan tidak enak di perut dan kembung, meteorismus).

) /epatosplenomegali.

$) !ejala infeksi akut lainnya ( nyeri kepala, pusing, nyeri otot, batuk, epistaksis).

:) !angguan mental berupa somnolen, stupor, koma, delirium, atau psikosis

 Pemeriksaan Diagnostik  a) Pemeriksaan darah

• Pemeriksaan darah untuk kultur (biakan empedu) Salmonella typhosa

dapat ditemukan dalam darah penderita pada minggu pertama sakit, lebih sering ditemukan dalam urine dan feces dalam waktu yang lama.

• Pemeriksaan widal

Pemeriksaan widal merupakan pemeriksaan yang dapat menentukan diagnosis thypoid abdominalis secara pasti. Pemeriksaan ini perlu dikerjakan pada waktu masuk dan setiap minggu berikutnya. (diperlukan darah 3ena sebanyak  cc untuk kultur dan widal)

b) Pemeriksaan sumsum tulang belakang

 7erdapat gambaran sumsum tulang belakang berupa hiperaktif  ?eticulum @ndotel System (?@S) dengan adanya sel makrofag.

(5)

Prinsip penatalaksanaan demam tifoid masih menganut trilogi penatalaksanaan yang meliputi  istirahat dan perawatan, diet dan terapi penunjang (baik simptomatik maupun suportif), serta pemberian antimikroba. Selain itu diperlukan pula tatalaksana komplikasi demam tifoid yang meliputi komplikasi intestinal maupun ekstraintestinal.

I. Istirahat dan Peraatan

"ertujuan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan.  7irah baring dengan perawatan dilakukan sepenuhnya di tempat seperti makan, minum, mandi, dan "-"="-4. Posisi pasien diawasi untuk mencegah dukubitus dan pnemonia orthostatik serta higiene perorangan tetap perlu diperhatikan dan dijaga.

II. Diet dan Tera!i Pen"n#ang

6empertahankan asupan kalori dan cairan yang adekuat.

a. 6emberikan diet bebas yang rendah serat pada penderita tanpa gejala meteorismus, dan diet bubur saring pada penderita dengan meteorismus. /al ini dilakukan untuk menghindari komplikasi perdarahan saluran cerna dan perforasi usus. !i5i penderita juga diperhatikan agar meningkatkan keadaan umum dan mempercepat proses penyembuhan.

b. &airan yang adeAuat untuk mencegah dehidrasi akibat muntah dan diare.

(6)

c. Primperan (metoclopramide) diberikan untuk mengurangi gejala mual muntah dengan dosis + B  ml setiap sebelum makan dan dapat dihentikan kapan saja penderita sudah tidak mengalami mual lagi.

III. Pem$erian Antimikro$a

bat  obat antimikroba yang sering digunakan dalam melakukan tatalaksana tifoid adalah

a. Pada demam typhoid, obat pilihan yang digunakan adalah chloramphenicol dengan dosis > B %% mg per hari dapat diberikan secara oral maupun intra3ena, diberikan sampai dengan : hari bebas panas. &hloramphenicol bekerja dengan mengikat unit ribosom dari kuman salmonella, menghambat pertumbuhannya dengan menghambat sintesis protein. &hloramphenicol memiliki spectrum gram negati3e dan positif. @fek samping penggunaan klorampenikol adalah terjadi agranulositosis. Sementara kerugian penggunaan klorampenikol adalah angka kekambuhan yang tinggi (8:C), penggunaan jangka panjang ('> hari), dan seringkali menyebabkan timbulnya karier.

b. 7iamfenikol, dosis dan efekti1tasnya pada demam tofoid sama dengan kloramfenikol yaitu > B %% mg, dan demam rata8rata menurun pada hari ke8 sampai ke8$. 4omplikasi hematologi seperti kemungkinan terjadinya anemia aplastik lebih rendah dibandingkan dengan kloramfenikol.

c. -mpisillin dan -moksisilin, kemampuan untuk menurunkan demam lebih rendah dibandingkan kloramfenikol, dengan dosis %8'% mg=kg"" selama * minggu.

(7)

d. 7rimetroprim8sulfamethoBa5ole, (76P8S6D) dapat digunakan secara oral atau intra3ena pada dewasa pada dosis '$% mg 76P ditambah <%% mg S6D dua kali tiap hari pada dewasa.

e. Sefalosforin !enerasi 4etiga, yaitu ceftriaBon dengan dosis +8> gram dalam dekstrosa '%% cc diberikan selama E jam perinfus sekali sehari, diberikan selama +8 hari.

f. !olongan 0lurokuinolon (For#oksasin, sipro#oksasin). Secara relatif  obat  obatan golongan ini tidak mahal, dapat ditoleransi dengan baik, dan lebih efektif dibandingkan obat  obatan lini pertama sebelumnya (klorampenicol, ampicilin, amoksisilin dan trimethoprim8 sulfamethoBa5ole). 0luroAuinolon memiliki kemampuan untuk menembus jaringan yang baik, sehingga mampu membunuh S. 7hypi yang berada dalam stadium statis dalam monosit=makrophag dan dapat mencapai le3el obat yang lebih tinggi dalam gallblader dibanding dengan obat yang lain. bat golongan ini mampu memberikan respon terapeutik yang cepat, seperti menurunkan keluhan panas dan gejala lain dalam + sampai  hari. Penggunaan obat golongan #uriAuinolon juga dapat menurunkan kemungkinan kejadian karier pasca pengobatan.

4ombinasi * antibiotik atau lebih diindikasikan pada keadaan tertentu seperti toksik tifoid, peritonitis atau perforasi, serta syok septik. Pada wanita hamil, kloramfenikol tidak dianjurkan pada trimester ke8+ karena menyebabkan partus prematur, kematian fetus intrauterin, dan grey  syndrome pada neonatus. 7iamfenikol tidak dianjurkan pada trimester pertama karena memiliki efek teratogenik. bat yang dianjurkan adalah ampisilin, amoksisilin, dan ceftriaBon.

(8)

DIAGNOSA

'. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi Salmonella 7yphii *. !angguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia

+. Intoleransi akti3itas berhubungan dengan kelemahan=bedrest.

>. !angguan keseimbangan cairan (kurang dari kebutuhan) berhubungan dengan pengeluaran cairan yang berlebihan (diare=muntah).

INTE%&ENSI DAN IMPLEMENTASI

'. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi salmonella typhsi  7ujuan  suhu tubuh normal=terkontrol.

4riteria hasil  Pasien melaporkan peningkatan suhu tubuh 6encari pertolongan untuk pencegahan peningkatan suhu tubuh.

Inter3ensi 

• "erikan penjelasan kepada klien dan keluarga tentang peningkatan

suhu tubuh

• -njurkan klien menggunakan pakaian tipis dan menyerap keringat • "atasi pengunjung

•  bser3asi 772 tiap > jam sekali

•  -njurkan pasien untuk banyak minum, minum G *, liter = *> jam • 6emberikan kompres hangat

• 4olaborasi dengan dokter dalam pemberian tB antibiotik dan

antipiretik

*. !angguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia

 7ujuan  Pasien mampu mempertahankan kebutuhan nutrisi adekuat 4riteria hasil  8 Fafsu makan meningkat

8

•  9elaskan pada klien dan keluarga tentang manfaat makanan=nutrisi. •  7imbang berat badan klien setiap * hari.

•   "eri nutrisi dengan diet lembek, tidak mengandung banyak serat,

tidak merangsang, maupun menimbulkan banyak gas dan dihidangkan saat masih hangat.

(9)

• 4olaborasi dengan dokter untuk pemberian antasida dan nutrisi

parenteral.

+. !angguan keseimbangan cairan (kurang dari kebutuhan) berhubungan dengan cairan yang berlebihan (diare=muntah)

 7ujuan  tidak terjadi gangguan keseimbangan cairan 4riteria hasil  7urgor kulit meningkat

Inter3ensi 

• "erikan penjelasan tentang pentingnya kebutuhan cairan pada pasien

dan keluarga.

• bser3asi pemasukan dan pengeluaran cairan.

• -njurkan pasien untuk banyak minum G *, liter = *> jam. • bser3asi kelancaran tetesan infuse.

• 4olaborasi dengan dokter untuk terapi cairan (oral = parenteral).

 T%ANSMISI DAN FAKTO% %ISIKO

emam typhoid ditularkan atau ditransmisikan kebanyakan melalui  jalur fecal8oral. Penyebaran demam typhoid dari orang ke orang sering terjadi pada lingkungan yang tidak higienis dan pada lingkungan dengan  jumlah penduduk yang padat' hal ini dikarenakan pola penyebaran kuman

S.typhi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi biasanya melalui feses penderita. Sepeti yang sudah disebutkan, transmisi terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi salmonella thypi yang masuk ke dalam tubuh manusia. "ila terpapar S. 7hypi sebanyak '%, potensi

serangan relatif ringan dengan masa inkubasi yang panjang. engan meningkatnya organisme atau H '% potensi serangan meningkat menjadi

C dengan masa inkubasi yang lebih singkat. 7ransmisi di negara berkembang terjadi secara water-borne dan food-borne.

emam typhoid bisa terjadi pada setiap orang, namun lebih banyak diderita oleh anak8anak dan orang muda. emam tifoid pada umumnya

(10)

menyerang penderita kelompok umur   +% tahun, laki  laki sama dengan wanita resikonya terinfeksi. 9arang pada umur dibawah * tahun maupun diatas $%. Pada anak8anak hal ini dikarenakan antibodi yang belum terbentuk sempurna dan dari segi sosial, pola makanan anak8anak tidak baik yang didapat di lingkungan. Pada populasi orang muda, penyebaran demam typhoid dapat disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak mempertimbangkan faktor kebersihan dan tidak terbiasanya mencuci tangan sebelum makan.

0aktor resiko lainnya adalah orang dengan status imunocompromised dan orang dengan produksi asam lambung yang terdepresi baik dibuat, misalnya pada pengguna antasida, /* blocker, PPI, maupun didapat, misalnya orang dengan achlorhydia akibat proses penuaan

 PEN(EGA)AN

Pencegahan dibagi menjadi beberapa tingkatan sesuai dengan perjalanan penyakit, yaitu pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier.

a. Pencegahan Primer

Pencegahan primer merupakan upaya untuk mempertahankan orang yang sehat agar tetap sehat atau mencegah orang yang sehat menjadi sakit. Pencegahan primer dapat dilakukan dengan cara imunisasi dengan 3aksin yang dibuat dari strain Salmonella typhi yang dilemahkan. i Indonesia telah ada + jenis 3aksin tifoid, yaitu 

') 2aksin oral 2i3otif "erna. 2aksin ini tersedia dalam kapsul yang diminum selang sehari dalam ' minggu satu jam sebelum makan. 2aksin ini kontraindiksi pada wanita hamil, ibu menyusui, demam, sedang mengkonsumsi antibiotik. ;ama proteksi  tahun.

*) 2aksin parenteral sel utuh  7ypa "io 0arma. ikenal * jenis 3aksin yakni, 4 3accine (-cetone in acti3ated) dan ; 3accine (/eat in acti3ated8 Phenol preser3ed). osis untuk dewasa %, ml, anak $  '* tahun %,* ml dan anak '   tahun %,' ml yang diberikan * dosis dengan inter3al > minggu. @fek samping adalah demam, nyeri kepala, lesu, bengkak dan nyeri pada tempat suntikan. 4ontraindikasi demam,hamil dan riwayat demam pada pemberian pertama.

(11)

+) 2aksin polisakarida 7yphim 2i -3entis Pasteur 6errieuB. 2aksin diberikan secara intramuscular dan booster setiap + tahun. 4ontraindikasi pada hipersensitif, hamil, menyusui, sedang demam dan anak umur * tahun.

Indikasi 3aksinasi adalah bila hendak mengunjungi daerah endemik, orang yang terpapar dengan penderita karier tifoid dan petugas laboratorium=mikrobiologi kesehatan.

b. Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan cara mendiagnosa penyakit secara dini dan mengadakan pengobatan yang cepat dan tepat. Jntuk mendiagnosis demam tifoid perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. -da + metode untuk mendiagnosis penyakit demam tifoid, yaitu 

8 iagnosis klinik.

8 iagnosis mikrobiologik=pembiakan kuman. 8 iagnosis serologik.

Pencegahan sekunder dapat berupa 

8 Penemuan penderita maupun carrier secara dini melalui penigkatan usaha sur3eilans demam tifoid.

8 Perawatan umum dan nutrisi yang cukup.

8 Pemberian anti mikroba (antibiotik) -nti mikroba (antibiotik) segera diberikan bila diagnosa telah dibuat. pada wanita hamil, terutama pada trimester III karena dapat menyebabkan partus prematur, serta janin mati dalam kandungan. leh karena itu obat yang paling aman diberikan pada wanita hamil adalah ampisilin atau amoksilin.

c. Pencegahan 7ersier

Pencegahan tersier adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi keparahan akibat komplikasi. -pabila telah dinyatakan sembuh dari penyakit demam tifoid sebaiknya tetap menerapkan pola hidup sehat, sehingga imunitas tubuh tetap terjaga dan dapat terhindar dari infeksi ulang demam tifoid. Pada penderita demam tifoid yang carier perlu dilakukan pemerikasaan laboratorium pasca penyembuhan untuk mengetahui kuman masih ada atau tidak.

Referensi

Dokumen terkait

sebagai kelanjutan atas pemilikan rumah tunggal oleh orang asing di atas tanah hak pakai atas hak milik yang perjanjiannya didasarkan dengan akta PPAT dapat menciptakan

Keterbatasan Penelitian Penelitian Efektivitas Pemberian Reward Melalui Metode Token Ekonomi Untuk Meningkatkan kebersihan diri pada anak pantiasuhan dilakukan sesuai dengan

• Graf (Graph) adalah struktur data yang memiliki relasi many to many, yaitu tiap element dapat memiliki 0 atau lebih dari 1 cabang.. • Sama seperti Tree, Graph terbentuk dari 2

Tabrani (1996:14) “metode pemberian tugas merupakan salah satu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas agar siswa giat belajar. Metode pemberian tugas

Hasil penelitian menunjukan sebagian besar peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dalam kategori sangat optimal yaitu sebanyak 52,2%.. Peran sebagai care provider

Setelah proses kliping Berita Nasional, Regional dan Kota Cimahi dipindahkan ke komputer, lalu penulis mendistribusikan ke bagian terkait seperti : Asisten

selama 2 menit, hal ini disebabkan karena pada heat treatment 200 o C selama 2 menit lebih mendekati suhu transisi glass polimer PI (Tg = 320 o C), sehingga pemanasan asimetris

Bagian ini membahas mengenai rencana program investasi infrastruktur Bidang Cipta Karya untuk masing-masing sektor, yaitu sektor Pengembangan Kawasan Permukiman, Penataan Bangunan