• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

II-1

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Material

Analisis yang dilakukan terhadap sistem yang ada sekarang di PT PLN (Persero) APJ Depok, dimaksudkan untuk mengetahui cara kerja sistem sehingga dapat diketahui permasalahan-permasalahan dalam sistem, hambatan-hambatan yang terjadi serta kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Analisis yang dilakukan terhadap sistem adalah analisis aliran data, analisis kamus sistem, analisis business rules, analisis pengkodean dan analisis dokumen.

Sesuai SED. 018/PST/87, tanggal 26 Desember 1987, material digolongkan ke dalam tiga kelompok jenis material sebagai berikut :

1. Material Persediaan untuk Pemeliharaan, selanjutnya disingkat Material Pemeliharaan;

2. Material Pekerjaan Dalam Pelaksanaan untuk Investasi selanjutnya disingkat Material PDP;

3. Material Cadangan untuk menjamin keandalan operasi, selanjutnya disingkat Material Cadang.

(2)

II-2 2.2 Pengertian dan Jenis Material

2.2.1 Material Pemeliharaan

Material Pemeliharaan adalah material yang digunakan untuk melaksanakan program pemeliharaan sesuai dengan syarat-syarat pemeliharaan yang ditetapkan oleh direksi.

Material Pemeliharaan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Digunakan untuk melaksanakan pemeliharaan;

2. Mudah diperoleh di pasaran bebas/lokal;

Berdasarkan sifat teknisnya berumur pendek sehingga memiliki ratio perputaran yang tinggi. Jenis material ini pengadaannya dilakukan dengan Anggaran Operasi (AO).

2.2.2 Material PDP

Material PDP adalah semua material yang diadakan untuk melaksanakan program Investasi yang proses pemasangan dan penyelesaiannya mengikuti jadwal pelaksanaan kegiatannya.

Pengakuan Material PDP dilakukan pada saat transaksi pengadaan material tersebut direalisasikan berdasarkan syarat-syarat transaksinya. Pengukuran Material PDP sesuai dengan jumlah rupiah harga beli atau harga perolehannya.

Khusus untuk Material PDP yang dibeli dengan Valuta Asing (Valas) pengukuran didasarkan atas kurs pada tanggal penerimaan barang, tanpa dibebani biaya pinjaman. Pengungkapan dalam Neraca berdasarkan jumlah rupiah persediaan material PDP menurut jenisnya. Sistem penerapan harga yang

(3)

II-3 dilakukan terhadap Material PDP di PLN yaitu Metoda First In First Out (FIFO). Jenis material ini pengadaannya dilakukan melalui Anggaran Investasi (AI) dengan Surat Kuasa Investasi (SKI).

2.2.3 Material Cadang

Material Cadang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

1. Diadakan untuk menjamin keandalan operasi dan akan digunakan untuk mengatasi kerusakan yang mungkin terjadi.

2. Jenis dan jumlahnya terbatas.

3. Proses pengadaanya memerlukan waktu cukup lama, karena tidak mudah diperoleh/dibeli di pasaran bebas/lokal.

4. Memiliki ratio perputaran yang lambat. Jenis material ini pengadaannya dilakukan melalui Anggaran Investasi dengan SKI. Material Cadang ditetapkan sebagai Aktiva Tetap yang disusutkan.

2.2.4 Jenis-jenis Bon Transaksi :

1. Kode-1 (Bon Penerimaan Barang-Barang Gudang), yaitu Bon Penerimaan Barang bilamana barang yang diterima berasal dari unit lain dalam satu Distribusi/Wilayah;

2. Kode-2 (Bon Penerimaan Barang Pesanan), yaitu Bon Penerimaan Barang Pesanan bilamana barang yang diterima berasal dari pembelian atau dari unit lain di luar Distribusi/Wilayah;

3. Kode-3 (Bon Pengembalian Barang), yaitu bon transaksi untuk penerimaan barang bilamana barang yang diterima berasal dari retur sisa pemakaian atau bongkaran Aktiva yang ditarik;

(4)

II-4 4. Kode-4 (Surat Pesanan Barang) yaitu Bon Pemesanan Barang kepada

pihak ketiga;

5. Kode-5 (Berita Acara Pemeriksaan Barang), yaitu berupa bon transaksi bilamana terjadi kesalahan dalam proses administrasi, penghapusan aktiva atau untuk pemindahan material dari Material PDP ke Material Pemeliharaan atau sebaliknya;

6. Kode-6 ( Bon Pengeluaran Barang ), yaitu bon transaksi yang digunakan untuk transaksi pengiriman Material ke Unit lain dalam satu Distribusi/Wilayah atau ke Distribusi/Wilayah lain;

7. Kode-7 ( Bon Pemakaian Barang ), yaitu bon transaksi yang digunakan untuk transaksi pemakaian barang baik untuk investasi maupun untuk pemeliharaan.

2.3 Analisis Aliran Data

Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui aliran data yang terjadi, baik yang masuk ke dalam sistem (dari eksternal entity ke sistem), ke luar sistem (dari sistem ke eksternal entity), maupun antar proses yang ada di dalam sistem. Untuk penggambaran aliran data ini digunakan Event list, Context Diagram, Data Flow Diagram dan Spesifikasi Proses.

2.4 Event List Analisis dan Evaluasi

Terdapat dua puluh satu Event table yang dianalisis dalam sistem yang ada sekarang yang terdiri dari :

(5)

II-5 1. Proses Penerimaan Material : 6 Event table

2. Proses Pengeluaran Material : 4 Event table 3. Proses Pelaporan Material : 4 Event table 4. Proses Pengelolaan Referensi : 3 Event table 5. Proses Berita Acara : 4 Event table Nama-nama Event table tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Event List Analisis

NO NAMA EVENT TABLE

1 Unit Lain mengirim data material

2 Petugas_Gudang membukukan transaksi KODE 1 3 Rekanan mengirim barang pesanan

4 Petugas_Gudang membukukan transaksi KODE 2 5 Unit Setempat mengembalikan material

6 Petugas_Gudang membukukan transaksi KODE 3

NO NAMA EVENT TABLE

7 Unit Lain menerima material

8 Petugas_Gudang membukukan transaksi KODE 6 9 Unit Setempat memakai material

10 Petugas_Gudang membukukan transaksi KODE 7

11 Management menerima Laporan Pergerakan per Normallisasi 12 Management menerima Laporan Persediaan Material

13 Management menerima Laporan Pergerakan Material 14 Management menerima Laporan Informasi Bon Transaksi 15 Akuntansi memberikan referensi

16 Kepegawaian memberikan referensi 17 Kepegawaian memberikan referensi

18 Petugas_Gudang mengisi KODE_5_PENERIMAAN 19 Petugas_Gudang membukukan KODE_5_PENERIMAAN

(6)

II-6 20 Petugas_Gudang mengisi KODE_5_PENGELUARAN

21 Petugas_Gudang membukukan KODE_5_PENGELUARAN

Untuk lebih jelasnya, semua Event table analisis dapat dilihat pada lampiran A.

Setelah dievaluasi ternyata diperlukan tambahan beberapa event, yaitu : 1. Terdapat event yang berulang yaitu proses pembukuan transaksi. Oleh

karena itu diperlukan event khusus untuk proses pembukuan seluruh transaksi;

2. Selain itu diperlukan juga event untuk proses pengesahan, agar keamanan data transaksi lebih terjaga;

3. Kemudian proses terakhir yaitu proses pencetakan seluruh bon transaksi dan pencetakan laporan akan dibuat event tersendiri.

Setelah dievaluasi ternyata diperlukan tambahan beberapa bubble seperti telah diutarakan pada evaluasi event list, yaitu :

1. Pada level 0, dibutuhkan tiga bubble lagi untuk Proses Pengesahan, Proses Pembukuan dan Proses Pencetakan;

2. Proses pengesahan dibutuhkan terdapat di dalam sistem untuk menjaga keamanan data transaksi;

3. Proses pembukuan di semua transaksi digabung menjadi satu proses; 4. Pada proses pelaporan dibutuhkan satu jenis laporan yaitu laporan untuk

mengetahui keberadaan bon transaksi;

5. Proses pencetakan seluruh bon transaksi digabung dalam satu proses dengan proses pencetakan laporan.

(7)

II-7 2.5 Spesifikasi Proses Analisis dan Evaluasi

Spesifikasi Proses di dalam sistem ini menjelaskan tentang proses bubble-bubble level terendah dalam Data Flow Diagram. Dalam sistem ini terdapat dua puluh satu bubble level terendah, sehingga terdapat dua puluh satu Spesifikasi Proses. Spesifikasi Proses tersebut terdapat pada lampiran B.

Spesifikasi proses ini setelah dievaluasi akan berubah sesuai perubahan Event list dan Data Flow Diagram.

2.6 Analisis Kamus Sistem

2.6.1 Kamus Data Analisis

Kamus Data menjelaskan data-data, baik fungsi/arti maupun struktur datanya yang terdapat dalam Event list, Context Diagram, Data Flow Diagram dan Spesifikasi Proses, baik data komposit maupun data elementer. Kamus Data terdapat pada lampiran C.

2.6.2 Kamus Entity Analisis

Kamus Entity menjelaskan semua eksternal entity yang terkait dalam sistem ini. Entity-entity tersebut tampak pada Context Diagram maupun Data Flow Diagram. Entity-entity tersebut adalah sebagai berikut :

1. Unit Lain : Unit PLN lain yang berinteraksi dalamtransaksi penerimaan dan pengeluaran material

2. Unit Setempat : Petugas Seksi Penyambungan dan Seksi Pemeliharaan di unit setempat

(8)

II-8 3. Rekanan : Pihak ketiga yang men-supply

barang pesanan

4. Management : Pejabat yang mengesahkan transaksi dan menerima laporan

5. Petugas Gudang : User yang membuat Berita Acara 6. Akuntansi : Seksi Akuntansi yang memberikan

referensi untuk pembuatan storage 7. Kepegawaian : Seksi Kepegawaian yang

memberikan referensi untuk pembuatan storage

2.7 Analisis Business Rules

Business Rules adalah aturan-aturan yang ditetapkan oleh perusahaan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Bussiness Rules pada SAM ini adalah :

1. Pada proses penerimaan material dari unit lain, data material yang diterima dari unit lain diisikan oleh petugas gudang ke dalam Bon Penerimaan Barang (form KODE 1) untuk disahkan oleh Pejabat Pemeriksa, kemudian disimpan ke dalam storage Transaksi

2. Pada proses pembukuan transaksi KODE 1, hanya dilakukan oleh Petugas_Gudang setelah disahkan oleh Pejabat_Pemeriksa. Pada transaksi ini akan menambah saldo material yang ada pada storage Persediaan Material.

(9)

II-9 3. Pada proses penerimaan barang pesanan dari rekanan, data material yang diterima dari rekanan diisikan oleh petugas gudang ke dalam Bon Penerimaan Barang Pesanan (form KODE 2) untuk disahkan oleh Pejabat Pemeriksa, kemudian disimpan ke dalam storage transaksi

4. Pada proses pembukuan transaksi KODE 2, hanya dilakukan oleh Petugas_Gudang setelah disahkan oleh Pejabat_Pemeriksa. Pada transaksi ini akan menambah saldo material yang ada pada storage persediaan material.

5. Pada proses penerimaan material Retour dari unit setempat, Unit Setempat mengisi Bon Pengembalian Barang (form KODE 3) dan menyimpan data tersebut di storage Transaksi untuk disahkan Pejabat_Pemeriksa

6. Pada proses pembukuan transaksi KODE 3, hanya dilakukan oleh Petugas_Gudang setelah disahkan oleh Pejabat_Pemeriksa. Pada transaksi ini akan menambah saldo material yang ada pada storage persediaan material.

7. Pada proses pengeluaran material untuk unit lain, data material yang dikeluarkan untuk unit lain diisikan oleh petugas gudang ke dalam Daftar Pengeluaran Barang untuk Unit Lain (form KODE 6) untuk disahkan oleh Pejabat Pemeriksa, kemudian disimpan ke dalam storage Transaksi

8. Pada proses pembukuan transaksi KODE 6, hanya dilakukan oleh Petugas_Gudang setelah disahkan oleh Pejabat_Pemeriksa. Pada transaksi

(10)

II-10 ini akan menambah saldo material yang ada pada storage Persediaan Material.

9. Pada proses pengeluaran material yang dipakai oleh unit setempat, Unit Setempat mengisi Bon Pemakaian (form KODE 7) dan menyimpan data tersebut di storage Transaksi untuk disahkan Pejabat_Pemeriksa

10. Pada proses pembukuan transaksi KODE 7, hanya dilakukan oleh Petugas_Gudang setelah disahkan oleh Pejabat_Pemeriksa. Pada transaksi ini akan menambah saldo material yang ada pada storage persediaan material.

11. Pada proses Pelaporan Pergerakan per Normallisasi, Management bisa melihat pergerakan setiap material yang telah dibuat transaksi.

12. Pada proses Pelaporan Persediaan Material, Management bisa melihat jumlah persediaan seluruh material

13. Pada proses Pelaporan Pergerakan Material, Management bisa melihat pergerakan seluruh material yang sudah dibuat transaksi.

14. Pada proses Pelaporan Informasi Bon Transaksi, Management bisa melihat posisi terakhir Bon Transaksi, apakah sudah selesai atau masih dalam proses.

15. Pada proses Referensi Akuntansi, bagian Akuntansi memberikan referensi untuk pembentukan storage Daftar Gudang, PDP, SPK, Daftar Material 16. Pada proses Referensi Kepegawaian, bagian Kepegawaian memberikan

(11)

II-11 17. Pada proses Referensi Kepegawaian, bagian Kepegawaian memberikan

referensi untuk pembentukan storage Pegawai

18. Pada proses pembuatan Berita Acara, Petugas_Gudang mengisi Berita Acara dengan mengisi data material yang diterima untuk disahkan oleh Tim Berita Acara

19. Pada proses pembukuan transaksi KODE_5_PENERIMAAN, hanya dilakukan oleh Petugas_Gudang setelah disahkan oleh Pejabat_Pemeriksa. Pada transaksi ini akan menambah saldo material yang ada pada storage persediaan material

20. Pada proses pembuatan Berita Acara, Petugas_Gudang mengisi Berita Acara dengan mengisi data material yang diterima untuk disahkan oleh Tim Berita Acara

21. Pada proses pembukuan transaksi KODE_5_ PENGELUARAN, hanya dilakukan oleh Petugas_Gudang setelah disahkan oleh Pejabat_Pemeriksa. Pada transaksi ini akan menambah saldo material yang ada pada storage persediaan material.

2.8 Analisis Pengkodean

Analisis pengkodean merupakan proses mengidentifikasi penomoran atau kode yang digunakan dalam formulir. Nomor-nomor yang digunakan dalam formulir diantaranya :

(12)

II-12

1 2 3

4

TAHUN BULAN

• 2 angka (digit) yang pertama, menunjukan bulan

• 2 angka (digit) berikutnya , menunjukkan tahun CONTOH : Juni 2006 0606

2. BLTH : bulan dan tahun pekerjaan (VARCHAR(5))

1 2 ‘-‘ 3 4

TAHUN BULAN

• 2 angka (digit) yang pertama, menunjukan bulan

1 angka (digit) berikutnya , menunjukkan tanda sambung ‘-‘

2 angka (digit) berikutnya , menunjukkan tahun CONTOH : Juni 2006 06-06

(13)

II-13 3. KD_GUDANG : kode gudang/rekanan (VARCHAR(4))

4. NO_INDUK : Nomor induk pegawai (VARCHAR(10))

1 2 3 4

5 6 7 8 9 10

KODE WILAYAH NO URUT TAHUN MASUK TAHUN LAHIR

• 2 angka (digit) yang pertama, yaitu tahun lahir

• 2 angka (digit) berikutnya , yaitu tahun masuk kerja

• 3 angka (digit) berikutnya , yaitu digit kelima, keenam dan ketujuh adalah nomor urut

• 3 angka (digit) berikutnya , yaitu digit kedelapan, kesembilan dan kesepuluh adalah kode wilayah

CONTOH :

7293091L lahir 1972, masuk 1993, no. 091, kd wil. L 6786030LMK lahir 1967, masuk 1986, no. 030, kd wil. LMK

(14)

II-14 5. NO_NORM : kode untuk identitas barang/material (VARCHAR(9))

1

2 3

4 5

6 7 8 9

SELF CHECK DIGIT NOMOR URUT/ SPESIFIKASI MATERIAL/ BARANG DLM SUB KELOMPOKNYA.

NOMOR SUB KELOMPOK MATERIAL / BARANG DLM KEADAAN BAIK

NOMOR KELOMPOK BARANG

(15)

II-15

• 1 angka (digit) yang pertama, yaitu Kelompok Material (Har, PDP)

• 2 angka (digit) berikutnya , yaitu angka (digit) urutan kedua dan ketiga untuk Nomor Kelompok Barang.

• 2 angka (digit) berikutnya , yaitu angka (digit) keempat dan kelima untuk Nomor Sub Kelompok Barang/Material.

• 3 angka (digit) yang berikutnya, yaitu angka (digit) keenam, ketujuh dan kedelapan untuk Nomor Barang/Material dalam Sub Kelompok yang telah dirinci spesifikasinya.

• 1 angka (digit) yang terakhir, adalah angka (digit) urutan yang kesembilan untuk Self Check digit, yaitu suatu angka (digit) yang ditentukan oleh komputer dengan program tertentu atau dapat ditentukan secara manual

• dengan cara perhitungan tertentu berdasarkan 7 (tujuh) angka (digit) didepannya, gunanya untuk mengetahui bila terjadi kesalahan dalam penulisan ketujuh angka (digit) didepannya.

CONTOH :

Sebuah barang/material dengan nama : Travers UNP8 panjang 1.200 mm. Nomor Normalisasi Barang/Material tersebut : 402070134.

- Kelompok Barang/Material tersebut 4 (Material PDP). - Nomor Kelompok barang/material tersebut :

02. - Konstruksi SUTT dan SUTM.

- Nomor Sub Kelompok barang/material tersebut : 07. - Travers dan Perlengkapannya.

- Nomor urut barang/material (Nomor spesifikasi) :

013 - Panjang dari Travers yang terbuat dari baja UNP8 adalah 1.200 mm.

- Self Check digit nya : 4

(16)

II-16

1 2 3 4

5 6 7 8 9 10

NOMOR URUT KODE UNIT TAHUN TERBIT KODE ANGGARAN

• 2 angka (digit) yang pertama, yaitu kode anggaran

• 2 angka (digit) berikutnya , yaitu tahun terbit

• 2 angka (digit) berikutnya , yaitu digit kelima dan keenam adalah kode unit

• 4 angka (digit) berikutnya , yaitu digit ketujuh, kedelapan, kesembilan dan kesepuluh adalah nomor urut.

CONTOH : 53 06 14 0001 Kode anggaran : 53 Tahun terbit : 06 Kode unit : 14 Nomor urut : 0001 2.9 Analisis Dokumen

Analisis dokumen bertujuan untuk mengetahui spesifikasi dan informasi apa saja yang didapat dalam dokumen tersebut. Untuk memperoleh informasi

(17)

II-17 yang diharapkan, maka dokumen tersebut dapat ditinjau dari beberapa keterangan yang terkandung dalam dokumen, seperti :

1. Kode-1 (Bon Penerimaan Barang-Barang Gudang), yaitu Bon Penerimaan Barang bilamana barang yang diterima berasal dari Unit lain dalam satu Distribusi/Wilayah, berisi :

• Nomor Formulir Kode 1

• Nomor Formulir Kode 6

• Tanggal Formulir Kode 6

• Tanggal Diterima

• Gudang Pengirim

• Kode Gudang Pengirim

• Gudang Penerima

• Kode Gudang Penerima

• { No. Urut + Nama Barang + Kode Jurnal + No. Normalisasi + Satuan + Banyaknya barang + Harga Satuan (Rp.) + Jumlah Harga (Rp.) }

• Nomor Nota

• Perintah Kerja

• Fungsi

• Diperiksa oleh Kepala Gudang

2. Kode-2 ( Bon Penerimaan Barang Pesanan ), yaitu Bon Penerimaan Barang Pesanan bilamana barang yang diterima berasal dari pembelian atau dari Unit lain di luar Distribusi/Wilayah.

(18)

II-18

• Nomor Formulir Kode 2

• Nomor Formulir Kode 4

• Tanggal Formulir Kode 4

• Tanggal Diterima

• Gudang Pengirim

• Kode Gudang Pengirim

• Gudang Penerima

• Kode Gudang Penerima

• { No. Urut + Nama Barang + Kode Jurnal + No. Normalisasi + Satuan + Banyaknya barang + Harga Satuan (Rp.) + Jumlah Harga (Rp.) }

• Nomor Nota

• Perintah Kerja

• Fungsi

• Diperiksa oleh

• Kepala Gudang

3. Kode-3 ( Bon Pengembalian Barang ), yaitu Bon transaksi untuk penerimaan barang bilamana barang yang diterima berasal dari retur sisa pemakaian atau bongkaran Aktiva yang ditarik.

• Nomor Formulir Kode 3

• Tanggal Formulir Kode 3

• Tanggal Diterima

(19)

II-19

• Alamat ( Alamat Pekerjaan / Proyek )

• Gudang Penerima

• Kode Gudang Penerima

• { No. Urut + Nama Barang + Kode Jurnal + No. Normalisasi + Satuan + Banyaknya yang dikembalikan (dengan angka + dengan huruf )+ Banyaknya yang diterima ( dengan angka + dengan huruf ) + Kode kondisi barang

• Banyaknya jenis barang

• Sifat Pekerjaan

• Nomor PDP/PPJI/PKP/PFK/PAT

• Pengembalian ( Pengawas pekerjaan yang mengembalikan barang )

• Setuju ( Pejabat yang menyetujui )

• Kepala Gudang

• Pemeriksaan ( Pejabat yang memeriksa )

4. Kode-5 (Berita Acara Pemeriksaan Barang), yaitu berupa Bon transaksi bilamana terjadi kesalahan dalam proses administrasi, penghapusan aktiva atau untuk pemindahan material dari Material PDP ke Material Pemeliharaan atau sebaliknya.

• Nomor Formulir Kode 5

• Tanggal Formulir Kode 5

• Tim Pemeriksa { No + Nama + Jabatan + Tanda tangan )

(20)

II-20

• Kode Gudang Penerima

• { No. Urut + Nama Barang + Kode Jurnal + No. Normalisasi + Satuan + Banyaknya barang + plus_minus + Kode kondisi barang }

• Banyaknya jenis barang

• Sifat Pekerjaan

• Nomor PDP/PPJI/PKP/PFK/PAT

• Kepala Gudang

• Pemeriksaan ( Pejabat yang memeriksa )

5. Kode-6 (Bon Pengeluaran Barang), yaitu Bon transaksi yang digunakan untuk transaksi pengiriman Material ke Unit lain dalam satu Distribusi/Wilayah atau ke Distribusi/Wilayah lain.

• Nomor Formulir Kode 6

• Tanggal Formulir Kode 6

• Gudang Pengirim

• Kode Gudang Pengirim

• Kode Jurnal

• { No. Urut + Nama Barang + No. Normalisasi + Satuan + Jumlah Dikirim + Harga Satuan (Rp.) + Jumlah Harga (Rp.) + Keterangan }

• Nomor Nota

• Perintah Kerja

• Fungsi

(21)

II-21

• Diperiksa oleh

• Kepala Gudang

6. Kode-7 ( Bon Pemakaian Barang ), yaitu Bon transaksi yang digunakan untuk transaksi pemakaian barang baik untuk investasi maupun untuk pemeliharaan.

• Nomor Formulir Kode 7

• Tanggal diminta

• Tanggal diberikan

• Nama ( Nama Pekerjaan / Proyek )

• Alamat ( Alamat Pekerjaan / Proyek )

• Gudang

• Kode Gudang

• { No. Urut + Nama Barang + Kode Jurnal + No. Normalisasi + Satuan + Banyaknya yang diminta (dengan angka + dengan huruf )+ Banyaknya yang diterima ( dengan angka + dengan huruf ) + Kode kondisi barang

• Banyaknya jenis barang

• Sifat Pekerjaan • No. PK • No. PDL • Nomor PDP/PPJI/PKP/PFK/PAT • Penerima 2.10 Automation Boundary

Automation Boundary merupakan penentuan proses-proses mana saja yang akan dikomputerisasi . Proses-proses itu adalah sebagai berikut :

(22)

II-22 Tabel 2.2 Automation Boundary

NO PROSES

NAMA PROSES DIKOMPUTERISASI

YA TIDAK SEBAGIAN 1.1.1 1.1.2 1.2.1 1.2.2 1.3.1 1.3.2 2.1.1 2.1.2 2.2.1 2.2.2 3.1 3.2 3.3 3.4 4.1 4.2 4.3 5.1.1 5.1.2 5.2.1 5.2.2

Pembuatan Penerimaan 1 (dari unit lain) Pembukuan Penerimaan 1

Pembuatan Penerimaan 2 (Rekanan) Pembukuan Penerimaan 2

Pembuatan Penerimaan 3 (Unit

setempat) Pembukuan Penerimaan 3 Pembuatan Pengeluaran 6 Pembukuan Pengeluaran 6 Pembuatan Pengeluaran 7 Pembukuan Pengeluaran 7

Laporan Pergerakan per Normalisasi Laporan Persediaan Material

Laporan Pergerakan Material Laporan Transaksi Bon per Tanggal Referensi Akuntansi

Referensi Kepegawaian Referensi Berita Acara Pembuatan Penerimaan 5 Pembukuan Penerimaan 5 Pembuatan Pengeluaran 5 Pembukuan Pengeluaran 5 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 2.11 Requirement Sistem

Requirement sistem adalah hal-hal yang harus ada dalam sistem yang akan dikembangkan untuk memenuhi tujuan dari sistem tersebut. Berdasarkan hasil analisis Sistem Aplikasi Material ini, maka Requirement-Requirement sistem akan dibahas dalam Software Requirement Spesification (SRS), yang terdiri dari :

(23)

II-23 1. SRS Pengelolaan Penerimaan Material (PTM);

2. SRS Pengelolaan Pengeluaran Material (PKM); 3. SRS Pengelolaan Pelaporan Material (PLM); 4. SRS Pengelolaan Referensi (PR);

5. SRS Pembuatan Berita Acara (PBA). 6. SRS-SRS tersebut terdapat pada lampiran D.

Gambar

Tabel  2.1  Event List Analisis

Referensi

Dokumen terkait

Tesis yang berjudul “Pengembangan Materi Ajar Pencegahan, Pertolongan dan Perawatan Cedera Olahraga Berbasis Media Adobe Flash Player bagi Guru Pendidikan Jasmani Sekolah

Keberanian siswa untuk bertanya jika mengalami kesulitan dalam memecahkan soal ataupun kesulitan dalam menerima pelajaran juga mengalami peningkatan dari sebelumnya pada kondisi

Setelah rangkaian proses asuhan gizi yang dimulai dari pengkajian gizi, penentuan diagnosis gizi, dan pelaksanaan intervensi gizi, kegiatan berikutnya adalah monitoring

dengan OR=3.5857 yang artinya pemberian stimulasi mekanik pada kasus inertia uteri 3.5857 kali lebih tinggi berpeluang akan melahirkan secara normal daripada pemberian

mengumpulkan data sekunder dengan jalan mengumpulkan sejumlah data atau fakta melalui buku-buku, dokumen-dokumen, mengenai pelaksanaan dan kendala serta upaya

>leh arena itu) penggunaan Javascript merupaan salah satu pilihan terbai untu >leh arena itu) penggunaan Javascript merupaan salah satu pilihan terbai

Seyogyanya suatu perkembangan bisnis juga harus diikuti dengan perkembangan hukum yang mengaturnya, namun di Indonesia bisnis franchise ternyata tidak diikuti dengan

Dengan demikian maka dalam rentangan sejarah Filsafat Ilmu, Rene Descartes adalah tokoh Filsafat Ilmu pada zaman Pra-Positivisme, Auguste Comte adalah tokoh Filsafat Ilmu