Dividen Tunai per saham Prosentase Dividen Tunai terhadap Laba Bersih
Cash Dividend per Shares Percentage of Cash Dividend to Net Income Rp5 per saham
URAIAN 2010 2009 2008 2007 2006 2005 DESCRIPTION
Indonesia’s Balance of Payments surplus in the quarter-III increased from US$ 5.4 billion in 2009 to US$ 7.0 billion in 2010. Backed by 2010 economic factors and capital improvements in Indonesia’s rating to investment grade in 2011, the domestic market is expected to be an attractive investment destination in Asia.
Meanwhile, the Government (Ministry of Finance of the Republic of Indonesia) estimated Indonesia’s economic growth target in 2011 at the level of 6.4% and estimated inflation target in the range of 5.3%. Agribusiness sector along with other commodities such as mining, in 2011 is likely to continue its role as a driver of economic growth. Palm oil which has been the mainstay of agribusiness sector and Indonesia’s dominant position as the world’s largest producer and exporter of crude palm oil (CPO) will continue. CPO production in 2010 is estimated at 23 million tonnes per year, representing an increase compared to 20.7 million tonnes in 2009. At the same time, the price of other agricultural commodities such as cocoa, coffee, tea, sugar is expected to continuosly increase up to 2011. This certainly provides an incentive for farmers or investors to invest in the agribusiness sector.
Banking sector in 2010 also showed a stronger indication of growth. Total loans as of September 2010 grew by 21.2% (yoy) and is expected to exceed the level of 22% - 24% at the end of the year. The more encouraging growth in working capital loans has exceeded growth in consumer credit. This reflects that loans disbursement has turned to productive sector. In addition, the national banking liquidity may also be kept awake by the increasing third party funding, and otherwise Non-Performing Loans will be remained below 5%.
Referring to the external conditions and internal conditions Agro Bank, the Company’s Business Plan in 2011 still remain focused on the financing of both on-farm agribusiness (farming) and off farm or downstream industries. Credit is projected to grow by 24%, and Third Party Funds (TPF) by 26%. Whereas in 2012 and 2013, credit growth is projected at 24% and 26% and each of deposits growth is projected to 25%.
Surplus Neraca Pembayaran Indonesia pada triwulan-III meningkat dari US$ 5,4 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 7,0 miliar pada tahun 2010. Dengan modal faktor ekonomi 2010 dan upaya perbaikan rating Indonesia menuju investment grade pada 2011, maka pasar domestik diharapkan menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan Asia.
Sementara itu Pemerintah (Kementrian Keuangan Republik Indonesia) memperkirakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 berada pada level 6,4% dan target inlasi diprediksi berada pada kisaran 5,3%. Sektor agrobisnis bersama komoditas lainnya seperti tambang, pada tahun 2011 tampaknya akan melanjutkan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Kelapa sawit yang merupakan andalan sektor agrobisnis dan dominasi Indonesia sebagai negara produsen serta pengekspor terbesar crude palm oil (CPO) di dunia, masih akan terus berlanjut. Produksi CPO tahun 2010 diperkirakan mencapai 23 juta ton per tahun, meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2009 sebesar 20,7 juta ton. Sementara itu, harga komoditas pertanian lainnya seperti kakao, kopi, teh, gula diperkirakan terus meningkat hingga tahun 2011 mendatang. Hal ini tentu memberikan insentif bagi petani ataupun investor untuk menanamkan investasi di sektor agrobisnis.
Sektor Perbankan pada tahun 2010 juga menunjukkan indikasi pertumbuhan yang semakin kuat. Jumlah kredit hingga September 2010 tumbuh 21,2% (yoy) dan diperkirakan pada akhir tahun angka pertumbuhan dapat menembus level 22% – 24%. Bahkan yang lebih menggembirakan pertumbuhan kredit modal kerja telah melampui pertumbuhan kredit konsumsi. Hal ini mencerminkan penyaluran kredit telah mengarah ke sektor yang produktif. Disamping itu, likuiditas perbankan nasional juga dapat terus terjaga karena Dana Pihak ketiga terus meningkat dan sebaliknya
Non-Performing Loan dapat dipertahankan di bawah 5%.
Mengacu pada kondisi eksternal tersebut dan kondisi internal Bank Agro, maka Rencana Bisnis Perseroan pada tahun 2011 masih tetap fokus pada pembiayaan agrobisnis baik on farm
(budidaya) maupun off farm atau industri hilir. Kredit diproyeksikan tumbuh sebesar 24%, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 26%. Sedangkan pada tahun 2012 dan 2013, pertumbuhan Kredit diproyeksikan sebesar 24% dan 26% serta pertumbuhan DPK masing-masing diproyeksikan sama yaitu sebesar 25%.
All issued and fully paid shares have equal rights and equal in all respects with each other, including the right to dividends.
Since it has been listed on the Surabaya Stock Exchange (later merged with the Jakarta Stock Exchange Indonesia Stock Exchange) on 8 August 2003, the Company paid a cash dividend for the first time to all shareholders in 2005. Furthermore, the Company plans to pay cash dividends to all shareholders at least once a year by taking into account the Company’s financial condition in the relevant year, the soundness of the Company, the regulations that apply without prejudice to the right of the General Meeting of Shareholders of the Company to determine in accordance with the provisions of the Articles of Association.
In accordance with the stipulations, then in fiscal year 2010 onwards the Company management plans to distribute cash dividends at least 25% of Net Income After Tax including to the Shareholders.
Seluruh saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yang satu dengan yang lain, termasuk hak atas dividen.
Sejak tercatat di Bursa Efek Surabaya (kemudian merger dengan Bursa Efek Jakarta menjadi Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 8 Agustus 2003, Perseroan membayar dividen tunai untuk pertama kali kepada seluruh pemegang saham pada tahun 2005. Selanjutnya Perseroan merencanakan untuk membayar dividen tunai kepada seluruh pemegang saham sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan Perseroan dalam tahun yang bersangkutan, tingkat kesehatan Perseroan, peraturan perundang–undangan yang berlaku tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
Dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan di atas, maka pada tahun buku 2010 dan seterusnya manajemen Perseroan merencanakan untuk membagikan dividen tunai sekurang– kurangnya 25 % dari Laba Bersih Setelah Pajak termasuk kepada pemegang saham.
JENIS PENAWARAN
Plan Use of Funds according to Prospectus (Rp)
Cost of IPO
Ekspansi Kredit terutama Kredit Konsumsi
Ekspansi Kredit terutama Kredit Konsumsi Realization Use of Funds (Rp)
Total Net Credit Expansion particulary Consumption Credit dalam jutaan Rupiah in million Rupiah
9 Nov
Laporan Realisasi Dana Penawaran Umum
Report on Public Offering Realization
Kemas M. Arief
Caretaker Direktur Utama
Caretaker President Director
Jakarta, 13 Januari 2011 PT Bank Agroniaga Tbk LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS III
REPORTS PUBLIC OFFERING III REALIZATION
Nama Emiten/ Issuer : PT Bank Agroniaga Tbk.
Bidang Usaha/ Line of Business : Jasa Perbankan
Telepon/ Phone : (021) 5262570
Faksimili/ Fax : (021) 5262559
Catatan atas penempatan sisa dana hasil penawaran umum Notes to the placement of the remaining funds from public offering
a. Tempat penyimpanan Place of Deposits : PT Bank Agroniaga Tbk (Emiten Issuer/Perseroan Company)
b. Alokasi Investasi Allocation of Investment : Serti kat Bank Indonesia (SBI) Bank Indonesia Certificates (SBI)
c. Suku Bunga Interest Rate : 6,10%
d. Hubungan A liasi Affiliate Relations :
-e. Jangka Waktu Penyimpanan Deposit Period : 1 (satu) bulan, dan akan diperpanjang sampai seluruh dana dapat terserap untuk
pembiayaan kredit
1 (one) month, and will be extended until all the funds can be absorbed to credit financing
Notes to the costs of public offering:
Lawyer Fees 17.83%
Public Accountants Fees 13.83% Financial Advisor Fees 24.44%
Notary Fees 3.30%
Securities Administration Bureau Service Fee 3.00%
Catatan atas biaya penawaran umum:
Biaya Jasa Konsultan Hukum 17,83%
Biaya Jasa Akuntan Publik 13,83%
Biaya Jasa Penasihat Keuangan 24,44%
Biaya Jasa Notaris 3,30%
Biaya Jasa Biro Administrasi Efek 3,00%
In order to achieve the targets set in the Company Business Plan, the Bank will implement the strategic actions as follows:
• To cooperate with relevant institutions of agribusiness and its derivatives
• To open Branch Office and develop DPK and KYD products
• To cooperate with an Import-Export based company to improve trade foreign exchange
• To improve a Commercial Credit Line (CCL) with several Bank Counterpart
• To undergo restructuring and billing as well as accelerate the process of selling take-over assets
• To increase the frequency of education and training
• To increase promotion
• To increase paid-up capital through a Rights Issue / Rights Issue
• To increase fee based income
Dalam upaya mencapai target yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Perseroan, Bank akan melaksanakan langkah-langkah strategis sebagai berikut:
• Melakukan kerjasama dengan instansi terkait agrobisnis dan derivatifnya
• Membuka Kantor Cabang dan mengembangkan produk DPK
dan KYD
• Melakukan kerjasama dengan perusahaan yang berbasis
Ekspor-Impor untuk meningkatkan perdagangan valas
• Menambah Credit Commercial Line (CCL) dengan beberapa
Bank Counterpart
• Melakukan restrukturisasi dan penagihan serta mempercepat proses penjualan AYDA
• Meningkatkan frekuensi pendidikan dan pelatihan
• Meningkatkan promosi
• Menambah modal disetor melalui Right Issue / Penawaran Umum Terbatas (PUT)
• Meningkatkan fee based income
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
Corporate governance is the system by which companies are directed and managed. It influences how the company’s purpose are set and achieved, how risk is monitored and assessed, and how performance is optimized. Good corporate governance in the banking industry is becoming more important due to the increasing risks and challenges faced by the banking industry. Every business decision has an uncertainty element and carries a risk, however that can be managed through effective oversight and internal control. The Company fully recognizes the importance of embedding a risk awareness culture and a strong control environment within and also across all levels.
In the course of implementing corporate governance, as a bank, the Company to Bank Indonesia Regulations Number 8/4/PBI/2006 concerning the Implementation of Good Corporate Governance for Commercial Banks, which was amended through Bank Indonesia Regulation Number 8/14/PBI/2006 concerning Amendments to Bank Indonesia Regulation Number 8/4/PBI/2006, on the Implementation of Good Corporate Governance for Commercial Banks and Regulation of Indonesia Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency. Thus, the Company develops a conducive structure for Banking governance practice in accordance with principles of transparency, accountability, responsibility, independency and fairness values.
On the basis of the good corporate governance guidelines, we hereby convey the report of Good Corporate Governance in PT Bank Agroniaga Tbk in 2010.
Tata kelola perusahaan adalah sistem dimana perusahaan diarahkan dan dikelola. Hal ini mempengaruhi bagaimana tujuan perusahaan ditetapkan dan dicapai, bagaimana risiko dipantau dan dikaji, dan bagaimana kinerja dioptimalkan. Tata kelola perusahaan yang baik di industri perbankan semakin penting karena meningkatnya risiko dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan. Dalam setiap keputusan bisnis memiliki unsur ketidakpastian dan membawa risiko, tetapi hal tersebut dapat dikelola melalui pengawasan yang efektif dan pengendalian internal. Perseroan sepenuhnya memahami pentingnya menanamkan budaya kesadaran risiko dan pengendalian lingkungan yang kokoh di dalam dan di seluruh tingkatan
perusahaan.
Sebagai institusi yang bergerak di bidang perbankan, dalam melakukan implementasi tata kelola perusahaan, Perseroan berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 dan No. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI no 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi bank Umum dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan. Oleh karena itu, Perseroan senantiasa mengembangkan struktur yang kondusif bagi praktik tata kelola Bank sesuai dengan prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency), dan keadilan (fairness).
Berdasarkan pedoman pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik, berikut ini kami sampaikan Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan di PT Bank Agroniaga Tbk di tahun 2010.
The Company fully recognizes the importance of embedding a risk awareness culture and a
strong control environment within and also across all levels.
Perseroan sepenuhnya memahami pentingnya menanamkan budaya kesadaran
risiko dan pengendalian lingkungan yang kokoh di dalam dan di seluruh
Ikhtisar:
• Peningkatkan kapasitas kemampuan Manajemen Risiko dan
kelengkapan struktur dalam pengelolaan Risiko
• Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan auditor eksternal
• Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian intern
• Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank
Bank Agro telah mewujudkan langkah-langkah tersebut di atas melalui pengembangan struktur tata kelola sebagai berikut:
Highlights:
• Improvement of Risk Management capacity and its complete structure
• Implementation of compliance functions from internal and external auditors
• Implementation of risk management, including internal control system
• Transparency of financial and non-financial condition of the Bank
Bank Agro has conducted these actions through development of corporate governance structure as follows:
Selama tahun 2010 Perseroan telah menyelenggarakan dua Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang terdiri dari satu kali RUPS Tahunan dan satu kali RUPS Luar Biasa.
1. RUPS pada tanggal 26 Mei 2010 yang dihadiri oleh 96,46% saham Perseroan menghasilkan keputusan sebagai berikut:
• Menerima dan mengesahkan Laporan Tahunan Direksi
mengenai pengelolaan dan hasil usaha yang dicapai perseroan dan laporan pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2009
• Menerima dan mengesahkan Neraca dan perhitungan
Laba/Rugi usaha Perseroan tahun 2009 sesuai Laporan Audit Independen Kanaka Purnadiredja, Suhartono dalam surat nomor R-173/BA/AU/II/2010 tanggal 25 Februari 2010 dengan posisi total Aktiva/Passiva masing-masing sebesar Rp2.981.696.009.167 dan laba bersih sebesar Rp2.198.939.073 termasuk taksiran PPh sebesar Rp2.404.189.404
• Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggungjawab
(acquit at de charges) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama tahun 2010.
• Menerima dan mengesahkan Laporan Dewan Komisaris
atas pemberhentian dan pengangkatan anggota Komite Audit Perseroan
• Menyetujui Laba Bersih Perseroan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan
• Untuk melaksanakan audit atas buku-buku Perseroan tahun 2010, Rapat memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik yang telah memperoleh pengakuan Bank Indonesia dan terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal – Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dan dilaksanakan melalui mekanisme tender
• Menyetujui perubahan susunan kepengurusan Perseroan
sebagai berikut:
a. Direksi
Untuk sementara waktu, sampai dengan diadakannya Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya, susunan Direksi Perseroan diusulkan masih sama seperti saat ini yaitu: a. Direktur Pemasaran merangkap Caretaker Direktur Utama:
Kemas M Arief
b. Direktur Operasi: Sjah ri Gaffar
c. Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko: Lisa A. Wardhana
b. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris memberhentikan dengan hormat HS. Sutomo Sunartadirdja selaku Komisaris Independen Perseroan terhitung tanggal 26 Mei 2010 dan mengangkat Bachri Ansjori sebagai Komisaris Independen Perseroan dengan masa jabatan sampai dengan bulan Februari 2011 Apabila pengangkatan anggota Dewan Komisaris Perseroan tersebut di atas telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia maka susunan angggota Dewan Komisaris Perseroan selengkapnya sebagai berikut :
a. Komisaris Utama : Roswita Nilakurnia b. Komisaris Independen : Joseph Siswanto c. Komisaris Independen : Bachri Ansjori
Throughout 2010 the Company held two General Meeting of Shareholders (GMS), comprised of one Annual GMS and one Extraordinary GMS.
1. GMS held on May 26, 2010 attended by 96,46% of the Company’s shareholders with following resolutions:
• To approve and ratify the Director’s Annual Report
regarding management and the Company performance and oversight report from the Board of Commissioners for the year ended 2009
• To approve and ratify the Company’s Balance Sheet
and Statement of Income in 2009 in accordance with the Independent Audit’s Report Kanaka Purnadiredja, Suhartono in Letter No. R-173/BA/AU/II/2010 dated February 25, 2010 that stated the Company’s total assets amounted to Rp2,981,696,009,167 and net income amounted to Rp2,198,939,073 including Rp2,404,189,404 of income tax
• To give full settlement and discharge of responsibilities
(acquit at de charges) to the members of Directors and the Board of Commissioners for overall Company’s management and oversight duties throughout 2010
• To approve and ratify the Board of Commissioner’s Report
regarding the termination and appointment of members of the Company’s Audit Committee
• To approve the use of net income for supporting the
Company’s capital structure
• To audit the Company’s reports in 2010, the meeting
delegated the Board of Commissioners and the Directors of the Company to appoint Public Accountant, which is acknowledged by Bank Indonesia and listed in Indonesia Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM – LK). This appointment carried out through a bidding mechanism
• To approve the amendments of the company’s
management as follows:
a. Directors
Prior to the next General Meeting of Shareholders, composition of Directors are as follows:
a. Director of Marketing and concurrently serves as Caretaker President Director: Kemas M. Arief
b. Director of Operations: Sjahfiri Gaffar c. Director of Compliance & Risk Management: Lisa A. Wardhana
b. Board of Commissioners
The Board of Commissioners has honorably terminated HS. Sutomo Sunartadirdja as the Company’s Independent Commissioner as of May 26, 2010 and appointed Bachri Ansjori as the Company’s Independent Commissioner with the term of office up to February 2010. If Bank Indonesia has approved the appointment, the composition of the Board of Commissioners is comprised of the following members:
a. President Commissioner : Roswita Nilakurnia b. Independent Commissioner : Joseph Siswanto c. Independent Commissioner : Bachri Ansjori
Dewan Komisaris terdiri dari 3 (tiga) orang, yaitu 1 (satu) orang Komisaris Utama dan 2 (dua) orang Komisaris Independen atau ±66% dari jumlah Komisaris. Namun, salah satu Komisaris
Independen mengundurkan diri dan diterima dalam RUPS Perseroan pada tanggal 24 November 2010 sehingga pada akhir tahun anggota Dewan Komisaris perseroan terdiri dari 2 (dua) orang yang terdiri dari Komisaris Utama dan Komisaris Independen.
Secara garis besar Dewan Komisaris telah melaksanakan fungsi pengawasan terhadap operasional Bank, termasuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, serta memberikan nasihat kepada Direksi, mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank. Selama tahun 2010 Dewan Komisaris mengadakan 11 kali pertemuan bersama Direksi.
Komisaris dinominasikan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi untuk selanjutnya dipilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk masa jabatan 3 tahun dan para Pemegang Saham berhak untuk memberhentikan sewaktu-waktu melalui RUPS. Pada tahun 2010, total remunerasi Dewan Komisaris sebesar Rp1.555.375.000 menurun dibandingkan dengan tahun 2009 karena terdapat satu orang komisaris yang mengundurkan diri.
Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, Komite Pemantau Manajemen Risiko serta Komite Remunerasi dan Nominasi.
Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris
• Dewan Komisaris memiliki tugas sebagai berikut : 1. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan dan
pengurusan Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasehat mengenai rencana pengembangan, rencana kerja dan anggaran Perseroan (tahunan, tiga tahunan dan lima tahunan), sebagai pelaksanaan ketentuan Anggaran Dasar dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham serta peraturan perundang-undangan yang berlaku
2. Melakukan tugas wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, keputusan Rapat Umum Pemegang Saham serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan
3. Meneliti, menguji dan menelaah Laporan Tahunan Perseroan
• Dewan Komisaris memiliki wewenang sebagai berikut:
1. Mengesahkan rencana pengembangan serta rencana
kerja dan Anggaran Dasar Perseroan
2. Mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional dan memberikan nasihat mengenai langkah perbaikan yang seharusnya ditempuh dan melakukan evaluasi atas kinerja perusahaan
2. RUPS Luar Biasa diselenggarakan pada tanggal 24 November 2010 yang dihadiri oleh 95,92% saham Perseroan menghasilkan keputusan sebagai berikut:
• Akusisi sebanyak 3.030.239.023 (tiga milyar tiga puluh juta dua ratus tiga puluh sembilan ribu dua puluh tiga) lembar saham PT Bank Agroniga Tbk secara langsung dari DAPENBUN oleh PT BRI (Persero) Tbk setara dengan 88,65% (delapan puluh delapan koma enam lima persen) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan
• Menyetujui Rancangan Akuisisi dan Konsep Akta Akuisisi
• Menerima pengunduran diri Bachri Ansjori sebagai Komisaris Independen Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat. Dengan demikian susunan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
a. Komisaris Utama: Roswita Nilakurnia b. Komisaris Independen: Joseph Siswanto
• MemberikankuasakepadaDirekturPerseroanuntukmengurus
menyelesaikan dan menandatangani Akta Pernyataan Keputusan Rapat (PKR).
2. Extraordinary GMS was held on November 24, 2010 and
attended by 95,92% of Shareholders with the following resolutions:
• Direct Acquisition of 3.030.239.023 (three billion thirty million two hundred thirty nine and twenty three) of shares of PT Bank Agroniaga Tbk from DAPENBUN to PT BRI (Persero) Tbk, or equal to 88,65% (eighty eight point sixty five percent) of the Company’s issued and fully paid-up shares
• To approve the Acquisition Plan and Acquisition Concept Deed
• To approve the resignation of Bachri Ansjori as Independent
Commissioner as the closing of the meeting. Thus, the composition of the Company’s Board of Commissioners is comprised of the following members:
a. President Commissioner: Roswita Nilakurnia
b. Independent Commissioner: Joseph Siswanto
• ToauthorizetheCompany’sDirectorstomanage,complete and sign the Meeting Decision Statement Act (PKR).
The Board of Commissioners comprised of 3 (three) members i.e., 1 (one) President Commissioner and 2 (two) Independent Commissioners or ± 66% of the members of the Board of Commissioners. Adversely, one of Independent Commissioners resigned and had been approved by the Company’s GMS on November 24, 2010. Thus, composition of the Board of Commissioners by end of the year 2010 is comprised of 2 members, including President Commissioner and Independent Commissioner.
Overall, the Board of Commissioners has performed the oversight functions within the Bank operations, including supervising the Directors performance, providing advice, directing, monitoring and evaluating the implementation of the Bank’s strategic policies. During 2010 the Board of Commissioners held 11 joint meetings with the Directors.
The Commissioners were nominated by the Remuneration Committee and appointed through the Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) for a three-year term of office and shall be dismissed by the Shareholders through the GMS. In 2010, total remuneration of the Board of Commissioner amounted to Rp1,555,375,000 lower than 2009 due to one commissioner’s resignation.
The Board of Commissioners was assisted by Audit Committee, Risk Management Monitoring Committee and Remuneration and Nomination Committee.
Duties and Authorities the Board of Commissioners
• Duties of the Board of Commissioners
1. To supervise oversight dealing with the Company’s policies and management conducted by the Directors and to provide advice on the Company’s development plan, business plan and budget (annual, three-year, and five-year plans) as the implementation of the Articles of Association and the General Meeting of Shareholders’ Resolutions and the prevailing law
2. To perform authorities and responsibilities according to the stipulation of the Articles of Association, and the prevailing law for the Company’s goals and interests
3. To analyze, examine, and review the Company annual report
• Authorities of the Board of Commissioners:
1. To ratify the Company’s development plan, business plan and Articles of Association
2. To monitor operational activities and provide advice on improvement actions and to evaluate the company’s performance
Direksi Bank Agro saat ini terdiri dari tiga orang, yaitu Caretaker
Direktur Utama merangkap Direktur Marketing, Direktur Operasi dan Direktur Kepatuhan. Direksi dinominasikan oleh Komite Remunerasi kemudian diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk masa kerja 4 tahun dan Pemegang Saham berhak untuk memberhentikan melalui RUPS. Pada tahun 2010, total remunerasi Direksi sebesar Rp3.010.834.021.
Direksi mengemban amanah untuk menjalankan pengelolaan Bank Agro seperti menyusun dan melaksanakan Rencana Bisnis Bank, termasuk menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain, mengungkapkan kepada pegawai kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian, menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris, serta mengelola reputasi Bank.
Tugas dan Wewenang Direksi
1. Mengurus, mengelola dan memimpin jalannya Perseroan serta memelihara dan mengembangkan harta kekayaan Perseroan sesuai dengan tujuan Perseroan
2. Menjalankan tugas sesuai Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab
3. Mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan tentang segala hal dan kejadian, antara Perseroan dengan pihak lain dan pihak lain dengan Perseroan, serta menjalankan segala tindakan, baik mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, dengan pembatasan tugas sebagai berikut:
a. Mengambil bagian baik sebagian atas seluruhnya atau ikut serta dalam perusahaan atau dalam badan-badan lain atau menyelenggarakan perusahaan baru yang tidak dalam rangka penyelamatan piutang, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Melepaskan sebagian atau seluruh penyertaan Perseroan dalam perusahaan atau badan lain, membubarkan atau melikuidasi perusahaan atau badan lain dimana Perseroan memiliki penyertaan.
c. Mengadakan kerjasama dengan badan usaha atau pihak lain, dalam bentuk kerjasama operasi, kontrak manajemen, kerjasama lisensi Bangunan Guna Serah (Built Operate and Transfer /BOT), Bangunan Guna Milik (Built Operate and Own/BOO) dan perjanjian-perjanjian lain yang mempunyai sifat yang sama yang berlaku untuk jangka waktu lebih dari 3 (tiga) tahun atau perpanjangannya mengakibatkan jangka waktu lebih dari 3 (tiga) tahun.
Adapun perbuatan untuk tidak menagih kembali, mengalihkan dan melepaskan hak atas:
a. Piutang pokok macet dalam rangka restrukturisasi kredit; dan/atau
The Company’s Directors comprised of three members i.e, Caretaker President Director (serving concurrently as Director of Marketing), Director of Operations and Director of Compliance. The Directors were nominated by the Remuneration Committee and appointed in the Annual General Meeting of Shareholders for four-year term of office and shall be dismissed by the Shareholders through the GMS. In 2010, total Remuneration of the Directors amounted to Rp 3,010,834,021.
The Directors is responsible for the management of the Company such as organizing and conducting the Bank’s Business Plan including following up on audit findings and recommendations of the Bank’s internal audit unit, external auditors, the results of Bank Indonesia supervision and/or other supervisory authorities, disclosing the Bank strategic policies on employment, providing accurate, relevant and on time data information to the Board of Commissioners, as well as maintaining the Bank reputation.
Duties and Authorities of the Directors
1. To run, manage and direct the Company as well as maintain and develop the Company’s assets according the Company’s goal
2. To perform duties according to Company Articles of Association and prevailing law with goodwill and responsibility
3. To represent the Company inside and outside the court regarding any matters and events, between the Company and other parties, or vice versa, also to conduct any actions, dealing with management or ownership, with following limited duties:
a. To take part in part of the whole or participate in Companies or in other agencies or to organize a new company which is not aimed for debt settlement, in accordance with prevailing stipulation.
b. To release some or entire participation of the corporation in the company or other parties, to dismiss or liquidate the company or other parties where the investment in stock included.
c. To cooperate with corporation or other parties, include joint operation, management contract, Built Operate and Transfer (BOT) license, Built Operate and Own (BOO) and other agreements with maturity period longer than 3 (three) years or extentions of terms exceeded (three) years. The Directors must seek prior approval in case the letters were signed by the Board of Commissioners.
Any activity dealing with claim back, transfer and release the rights of:
a. Non performing loans in term of loans restructuring; and/or
Direksi
Directors
3. Memberikan saran dan pendapat kepada Rapat Umum
Pemegang Saham mengenai persoalan yang dianggap penting bagi pengurusan perusahaan
4. Menyampaikan pendapat dan rekomendasi mengenai
hasil penelitian, pengujian, dan penelaahan atas Laporan Tahunan Perseroan kepada Rapat Umum Pemegang Saham
5. Melakukan tugas-tugas pengawasan lainnya yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham
• Para anggota Dewan Komisaris, baik bersama-sama maupun
sendiri-sendiri setiap waktu dalam jam kerja Perseroan, berhak memasuki bangunan dan halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas dan lain-lain serta berhak untuk mengetahui segala yang telah dijalankan Direksi.
• Apabila dianggap perlu, Dewan Komisaris berhak atas biaya Perseroan untuk meminta bantuan tenaga ahli dalam melakukan pemeriksaan tersebut.
3. To provide advice and opinion in the General Meeting of Shareholders regarding essential issues dealing with the company’s management
4. To convey opinion and recommendation regarding results of analysis, examination, and review of the company’s Annual Report to the General Meeting of Shareholders
5. To perform the other supervision functions stated by the General Meeting of Shareholders
• The members of the Board of Commissioners, either
collectively or individually at any time in the Company’s working hours, is entitled to enter the building and yard or other place used or controlled by the Company and is entitled to review all books, letters and other evidence, review and compare the cash flow, etc. and entitled to recognize all matters regarding to the performance of the Directors.
• If necessary, the Board of Commissioners is entitled to propose
b. Piutang pokok macet yang telah dihapus buku dalam rangka penyelesaian kredit harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari rapat Umum Pemegang Saham, yang mana kewenangan ini dapat dilimpahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham kepada Dewan Komisaris.
4. Meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham untuk perbuatan hukum mengalihkan kekayaan bersih Perseroan dalam 1 (satu) tahun buku atau menjadikan lebih dari 50% (lima puluh persen) jumlah kekayaan bersih Perseroan dalam 1 (satu) transaksi atau lebih, baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak, sebagai jaminan hutang kekayaan Perseroan sebagaimana dinyatakan dalam neraca perseroan terakhir yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik. RUPS dihadiri atau diwakili para pemegang saham paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dan disetujui oleh paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan secara sah dalam rapat. 5. a. Melakukan tindakan untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.
b. Dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, dimana hal tersebut tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka salah seorang anggota Direksi lainnya memiliki hak dan wewenang melakukan tindakan untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan.
c. Dalam rangka pengendalian umum, Direksi
bertanggungjawab menciptakan struktur pengendalian internal, menjamin terlaksananya fungsi audit internal di setiap tindakan manajemen dan menindaklanjuti temuan audit sesuai dengan kebijakan dan pengarahan yang diberikan oleh Dewan Komisaris.
6. Direksi, tanpa mengurangi tanggung jawabnya, berhak untuk mengangkat satu orang atau lebih sebagai kuasanya dengan memberikan mereka wewenang untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu melalui Surat Kuasa Khusus. Wewenang ini harus dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar. 7. Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Direksi
ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan wewenang tersebut dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris.
8. Perbuatan hukum berupa transaksi yang memuat benturan kepentingan antara kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Komisaris atau Pemegang Saham Utama dengan kepentingan ekonomis Perseroan, Direksi membutuhkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan suara terbanyak dari pemegang saham yang tidak mempunyai benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat 9 huruf a, b, c, d Anggaran Dasar ini.
9. Dalam hal Perseroan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan pribadi seorang anggota Direksi, maka Perseroan diwakili oleh anggota Direksi lainnya; dalam hal Perseroan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan seluruh anggota Direksi, maka Perseroan diwakili oleh Dewan Komisaris sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
10. Sesuai Anggaran Dasar, segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Direktur Utama berlaku pula atas anggota Direksi.
Dalam melaksanakan tugasnya Direksi membentuk komite eksekutif seperti Komite Kredit, Komite Kebijakan Perkreditan, Komite Manajemen Risiko dan Komite Aset dan Kewajiban/ALCO untuk menunjang pengambilan keputusan yang tepat bagi manajemen.
Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia, Bank Agro menugaskan salah satu Direksi sebagai Direktur Kepatuhan dengan melaporkan aktivitas kepatuhan kepada Dewan Komisaris dan Direktur Utama serta kepada Bank Indonesia. Untuk menjaga independensinya, Direktur Kepatuhan tidak terlibat dalam kegiatan operasional perbankan seperti pencapaian kredit, dana pihak ketiga, aktivitas
treasury, keuangan dan audit.
Tabel berikut menunjukkan jumlah rapat Dewan Komisaris dan rapat Direksi selama tahun 2010 dan kehadiran masing-masing Komisaris dan Direktur:
b. Written-off non performing loans in term of loan settlements must seek prior approval from the General Meeting of Shareholder whereas the authority is delegated to the Board of Commissioners.
4. To seek General Meeting of Shareholders approval for legal actions of transferring the Company’s net assets in 1 (one) fiscal year or allowed more than 50% (fifty percents) of the Company’s net assets in 1 (one) transaction or more, related to or not related to each other, as guarantee of the company’s loans that stated in the Company’s final balance sheet audited by public accountant. GMS was attended or represented by Shareholders or at least ¾ (three quarter) of total shares with valid voting rights and approval of at least ¾ (three quarter) of total voters in the meeting.
5. a. To act for and on behalf of Directors and the Company.
b. In term of the attendance of the President Director due to any reasons, whereas it shall not be proven to the third parties, then one of the other directors have the right and authority to act for and on behalf of the Directors and the Company.
c. In term of general control, the Directors are responsible for creating internal control structure, ensuring the implementation of internal audit functions in management action and following up audit findings according to policy and direction of the Board of Commissioners.
6. The Directors, without prejudicing their responsibility, would be eligible for appointing one or more persons by power of attorney to do certain actions through proxy form in accordance with Articles of Association.
7. Duties and authorities of each member of the Director stipulated by General Meeting of Shareholders and the authorization can be given to the Board of Commissioners.
8. Legal action in form of transaction containing conflicts of interest between the personal economic interest of Director, Commissioner or prominent Shareholders with the economic interest of the Company, Directors seek prior approval of General Meeting of Shareholders which have no conflict of interest as stated in article 23, paragraph 9, alphabet a,b,c, d of Articles of Association.
9. In term of conflict of interest between Company and a member of Directors, the Company is represented by other member of Directors; in term of conflict of interest between Company and all members of Directors, the Company is represented by the Board of Commissioner in accordance with the prevailing law.
10. Based on Articles of Association, all duties and authorities delegated to the President Director are also valid for other member of Directors.
In conducting their tasks, the Directors establish executive committees, including Credit Committee, Credit Policy Committee, Risk Management Committee and Asset sand Liabilities Committee/ ALCO to support the right decision making for the management.
In accordance with Regulation of Bank Indonesia, the Company delegates one of Directors to be Director of Compliance who provides compliance activities report to the Board of Commissioners, President Director and Bank Indonesia. To maintain the
independency, Director of Compliance does not in charge with banking operation acivities such as credit performance, third party funds, activities of treasury, finance and audit.
KomisarisCommissioners
Rapat Komisaris & Direksi
Commissioners and Directors Meetings
11 Rapat (11 meetings)
Rapat Direksi
Directors Meetings
13 Rapat (13 meetings)
Rapat ALCO
ALCO Meetings
12 Rapat (12 meetings)
Rapat Kolektibilitas & NPL
Collective & NPL Meetings
12 Rapat (12 meetings)
Rapat Kebijakan Perkreditan
Loan Policy Meetings
5 Rapat (5 meetings)
Rapat Manajemen
*) Become effective upon approval of Bank Indonesia, however on 24 November 2010 which concerned resigned before effectively on duty as Commissioner.
*) Berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan Bank Indonesia, namun demikian pada tanggal 24 November 2010 yang bersangkutan mengundurkan diri sebelum efektif sebagai Komisaris Perseroan.
Pelatihan untuk Direksi
Untuk meningkatkan kompetensi dan mendukung pelaksanaan tugas Direksi Perseroan, para anggota Direksi ikut serta dalam berbagai program pelatihan, lokakarya, konferensi, seminar pada tahun 2010, seperti:
Trainings for Directors
To enhance the Directors competency and support the task implementation the member of Directors took part in a series of programs covering training, workshop, conference, seminar, in 2010 as follows:
Seminar: Perang kurs dan dampaknya pada arus modal, suku bunga, perekonomian Indonesia 2011
Seminar: FKDP prinsip kehati-hatian, Manajemen Risiko, serta Transparansi guna menghadapi Tantangan dan Inovasi Globalisasi
Seminar: FKDP prinsip kehati-hatian, Manajemen Risiko, serta Transparansi guna menghadapi Tantangan dan Inovasi Globalisasi
Seminar: Transformasi fungsi kepatuhan guna peningkatan kesehatan Bank yang berkelanjutan
Seminar: meperkuat manajemen bank dalam rangka mewujudkan sistem perbankan yang sehat
Seminar: OJK solusi atau simalakama bagi perbankan Indonesia
Seminar: Currency wars and its impacts on capital inflow, interest rate, Indonesian economic in 2011
Seminar: FKDP prudent banking principle, Risk Management, and also Transparency towards Globalization Challenges and Innovation
Seminar: FKDP prudent banking principle, Risk Management, and also Transparency towards Globalization Challenges and Innovation
Seminar: Transformation on compliance functions to enhance the sustainable sound bank
Seminar: strengthening bank management in term of the sound banking system
Seminar: OJK solution or Indonesia Banking dilemma.
NamaName PelatihanPelatihan WaktuTime
Kemas M. Arief,
Caretaker Direktur Utama / Direktur Marketing
Caretaker President Director / Marketing Director
Sjahfiri Gaffar, Direktur Operasi
Operation Director Desember 2010
Desember 2010 Lisa Andani Wardhana,
Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Director of Complience &
Risk Management
Struktur dan Independensi
Komposisi, kuali kasi, dan independensi Komite Audit sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan peraturan Bapepam-LK. Komite Audit terdiri dari tiga orang dan diketuai oleh seorang Komisaris Independen dengan dua orang anggota dari pihak independen yang memiliki keahlian dalam bidang keuangan dan perbankan.
Structure and Independence
Composition, qualification, and independence of the Audit Committee based on Regulation of Bank Indonesia and Indonesia Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency. Audit Committee comprised of three members and chaired by an Independent Commissioner and assisted by two members of independent party with finance and banking expertise.
Komite Audit
Audit Committee
Seminar: Perang kurs dan dampaknya pada arus modal, suku bunga, perekonomian Indonesia 2011
Susunan Komite Audit
1. Bachri Ansjori, Ketua Komite Audit
Menjabat Ketua Komite Audit merangkap Komisaris
Independen Perseroan. Namun sejak 24 November 2010 tidak aktif di komite audit karena yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen PT Bank Agroniaga Tbk.
2. Vita Silvira, Anggota Komite Audit
Menjabat anggota Komite Audit dari pihak Independen. Meraih gelar MBA bidang akuntansi dari Drexel University, Philadelpia, Amerika Serikat.
3. Setiawan Kriswanto, Anggota Komite Audit
Menjabat Anggota Komite Audit dari pihak independen dengan keahlian bidang keuangan dan audit. Pendidikan terakhir Magister Manajemen dari Universitas Krisna Dwipayana, Jakarta.
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit
• Memantau dan mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan
audit.
• Memantau tindak lanjut hasil audit.
• Menilai tingkat kecukupan pengendalian internal termasuk proses pelaporan keuangan.
Kehadiran dan Frekuensi Rapat
Selama tahun 2010, Komite Audit mengadakan 20 kali pertemuan, baik internal maupun dengan pihak eksternal. Tabel berikut menunjukkan jumlah rapat Komite Audit selama tahun 2010 dan kehadiran masing-masing anggota:
The Structure of the Audit Committee
1. Bachri Ansjori, Chairman of the Audit Committee
Appointed as Chairman of the Audit Committee and Independent Commissioner. Has been inactive in the Audit Committee since November 24, 2010, along with his resignation as Independent Commissioner of PT Bank Agroniaga Tbk.
2. Vita Silvira, Member of the Audit Committee
Appointed as member of the Audit Committee from Independent party. Earned MBA in Accounting from Drexel University, Philadelphia, USA.
3. Setiawan Kriswanto, Member of the Audit Committee
Appointed as member of the Audit Committee from independent party with finance and auditing backgrounds. Earned a Master degree in Management from University of Krisna Dwipayana, Jakarta.
The Duties and Responsibilities of the Audit Committee
• To monitor and evaluate audit planning and implementation.
• To monitor follow-up audit results.
• To assess the adequacy level of internal controls including
financial reporting process.
Attendance and Frequency of Meeting
Throughout 2010, the Audit Committee held 20 meetings, both internally and externally. Number of Audit Committee meetings and members attendance are as follows:
Vita Silvira
Setiawan Kriswanto
Bachri Ansjori
Anggota (Pihak Independen)
Member (Independen Party)
Anggota (Pihak Independen)
Member (Independen Party)
Ketua
Chairman
ttd
Komite Audit Perseroan
Nama Name
Kehadiran Presence
Bachri Ansjori
4
Vita Silvira
20
Setiawan Kriswanto
20
Struktur dan Keahlian dan Independensi
Struktur, keanggotaan, tanggungjawab dan rapat KPR sesuai dengan peraturan Bank Indonesia mengenai Tata Kelola Perusahaan. Komite Pemantau Risiko Perseroan diketuai oleh Komisaris Independen dengan dua orang anggota Profesional Independen. Komite ini terdiri dari tiga orang dengan latar belakang bidang perbankan & keuangan, serta manajemen risiko.
Susunan Komite Pemantau Risiko
1. Joseph Siswanto, Ketua Komite Pemantau Risiko merangkap Komisaris Independen.
2. Lilis Sujanarto, Anggota Komite Pemantau Risiko (Pihak Independen) yang memiliki keahlian di bidang Manajemen Risiko dan Keuangan.
3. Adrian Rusmana, Anggota Komite Pemantau Risiko (Pihak Independen), yang memiliki keahlian di bidang Analisis Pasar Modal dan Investasi.
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Pemantau Risiko
• Melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan manajemen risiko
• Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas
Komite Manajemen Risiko
• Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas
Satuan Kerja Manajemen Risiko
Structure and Expertise and Independency
Structure, composition, responsibilities and Risk Monitoring Committee meeting comply with the Regulation of Bank Indonesia on Good Corporate Governance. Risk Monitoring Committee is chaired by one independent commissioner with two members of the Independent Proffessional. This committee consists of three members with banking & finance, and risk management backgrounds.
Composition of Risk Monitoring Committee
1. Joseph Siswanto, Chairman of Risk Monitoring Committee and Independent Commissioner.
2. Lilis Sujanarto, Member of Risk Monitoring Committee (Independent Party) with Risk Management and Finance expertise.
3. Adrian Rusmana, Member of Risk Monitoring Committee (Independent Party) with Capital Market Analysis and Investment expertise.
Duties and Responsibilities of Risk Monitoring Committee
• To evaluate the level of sufficiency between risk management
policy and its implementation
• To monitor and evaluate the implementation of Risk
Management Committee functions
• To monitor and evaluate the implementation of the Risk
Management Unit functions
Pada tahun 2010, Komite Pemantau Risiko Perseroan telah melakukan aktivitas sebagai berikut:
• Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris untuk fokus
pengawasan Manajemen Risiko Tahun 2010.
• Mengadakan rapat dengan Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Manajemen Risiko untuk membahas Mekanisme Kerja antara Komite Pemantau Risiko, Dewan Komisaris, Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Manajemen Risiko .
• Mengadakan rapat dengan Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Manajemen Risiko untuk memantau Governance Structure dan Gap Analysis Risk Management.
• Mengadakan rapat dengan satuan kerja Manajemen Risiko untuk memantau pengelolaan risiko dan status kesehatan Bank dan memberikan masukan kepada Dewan Komisaris tentang isu signi kan di Perseroan atau merekomendasikan perubahan kebijakan dan jika diperlukan meminta persetujuan Dewan Komisaris Perseroan.
• Mengadakan rapat dengan Komite Audit Perseroan untuk meninjau temuan signi kan terkait risiko dan pelaksanaan kebijakan risiko di Perseroan.
• Mengadakan rapat secara berkala dengan satuan kerja terkait untuk memantau aspek risiko likuiditas dan risiko pasar (suku bunga) Perseroan.
• Mengadakan rapat dengan satuan kerja terkait untuk membahas dampak penerapan kebijakan PSAK 50-55 terhadap pengelolaan risiko di Perseroan.
In 2010, Agro Bank Risk Monitoring Committee has conducted the following activities:
• To provide recommendation to the Board of Commissioners
concerning Risk Management oversight focus in 2010.
• To convene meeting with the Director of Compliance and Risk
Management Team to discuss the Working Mechanism among Risk Monitoring Committee, Board of Commissioners, Director of Compliance, and Risk Management Team.
• To convene meeting with the Director of Compliance and Risk
Management Team to monitor the Governance Structure and Risk Management Gap Analysis.
• To convene meeting with the Risk Management Unit to
monitor the Bank’s risk management and health status and also to provide recommendation on significant issues in the Company to the Board of Commissioners or changes in policy and, if necessary, seeking for the approval of the Board of Commissioners.
• To convene meeting with the Audit Committee to review
significant findings related to the risk and the implementation of risk policy in the Company.
• To convene regular meeting with related work unit to monitor
the aspect of liquidity risk and market risk (interest rate).
• To convene meeting with related group to discuss the impacts
of SFAS 50-55 policy implementation to risk management.
Analisis dan Evaluasi
Berdasarkan sumber-sumber informasi Perseroan, anggota Komite Pemantau Risiko menyampaikan hasil analisis dan evaluasi atas implementasi manajemen risiko Perseroan pada rapat Komite. Analisis lebih mendalam dan komprehensif meliputi risiko-risiko yang menjadi fokus tugas setiap anggota komite.
Selama tahun 2010 Komite Pemantau Risiko (KPR) Perseroan mengadakan tujuh kali pertemuan, dengan kehadiran sebagai berikut:
Analysis and Evaluation
Members of the Risk Monitoring Committee submitted the results of analysis and evaluation on the implementation of risk management to the Committee meeting. Deep and comprehensive analysis included the risks that the committee members focused on.
Throughout 2010, the Risk Monitoring Committee held seven meetings with number of attendance as follows:
Struktur dan Keahlian
Komite Remunerasi dan Nominasi terdiri dari tiga orang dan saat ini diketuai oleh Komisaris Independen dengan anggota Komisaris Utama dan Kepala Divisi SDM selaku pejabat eksekutif.
Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan Nominasi adalah membuat formulasi kriteria pemilihan dan prosedur nominasi untuk Komisaris dan Direksi.
Susunan Komite Remunerasi dan Nominasi 1. Joseph Siswanto, Ketua
Saat ini menjabat Komisaris Independen Perseroan.
2. Roswita Nilakurnia, Anggota
Saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan.
3. Indra Subhan Nasution, Anggota
Saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Sumber Daya Manusia.
Structure and Expertise
Remuneration and Nomination Committee comprised of three members and chaired by Independent Commissioner served by President Commissioner and Head of Human Resources Division as executive officer.
Remuneration and Nomination Committee is responsible for formulate selection criteria and nomination procedures for Commissioners and Directors.
Composition of the Remuneration and Nomination Committee
1. Joseph Siswanto, Chairman
Currently serves as Independent Commissioner.
2. Roswita Nilakurnia, Member
Currently serves as President Commissioner.
3. Subhan Indra Nasution, Member
Currently serves as Head of Human Resources Division.
Komite Remunerasi dan Nominasi
Remuneration and Nomination Committee
Joseph Siswanto
6
Lilis Sujanarto
7
Adrian Rusmana
5
Joseph Siswanto
Lilis Sujanarto
Adrian Rusmana
Ketua (Komisaris Independen)
Chairman (Independent Commissioner)
Anggota (Pihak Independen)
Member (Independent Party)
Anggota (Pihak Independen)
Member (Independent Party)
Komite Pemantau Risiko (KPR) Perseroan Risk Monitoring Committee
Nama Name
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan Nominasi
a. Terkait dengan kebijakan remunerasi
1. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: a. Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi
untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
b. Memastikan bahwa kebijakan remunerasi telah mempertimbangkan kinerja keuangan dan pemenuhan cadangan, prestasi kerja individual, kewajaran dengan
peer group, serta sasaran dan strategi jangka panjang Bank.
b. Terkait dengan kebijakan nominasi
• Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem
serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
• Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan
Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
• Memberikan rekomendasi mengenai Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite kepada Dewan Komisaris.
Selama tahun 2010, Komite Remunerasi dan Nominasi telah melakukan aktivitas sebagai berikut:
• Pembahasan dan rekomendasi pencalonan Direktur utama Perseroan.
• Pembahasan dan rekomendasi calon anggota Komite Audit.
• Pembahasan dan rekomendasi calon anggota Komisaris Independen.
• Rekomendasi dan pembahasan usulan kenaikan gaji karyawan.
• Pembahasan dan rekomendasi calon anggota Komite Pemantau Risiko.
• Pembahasan dan rekomendasi calon Komisaris Independen.
• Koordinasi dan pembahasan serta rekomendai calon anggota Komite Pemantau Risiko, Calon Komisaris Independen, Calon Direktur Utama Perseroan, Penggantian anggota Komite Remunerasi dan Nominasi, perubahan remunerasi Direksi dan Komisaris.
• Pembahasan dan rekomendasi kandidat Komisaris Independen Perseroan.
• Pembahasan dan rekomendasi penunjukkan Pejabat pelaksana tugas caretaker Direktur Utama.
Selama tahun 2010 Komite Remunerasi dan Nominasi Bank Agro mengadakan tujuh kali pertemuan, dengan kehadiran sebagai berikut:
Duties and Responsibilities of the Remuneration and Nomination Committee
a. In relation to remuneration policy 1. To evaluate the remuneration policy
2. To provide recommendations to the Board of Commissioners on: a. The remuneration policy for the Board of Commisioners
and Directors to be conveyed to the General Meeting of Shareholders.
b. Ensuring the remuneration policy has considered the financial performance and reserve compliance, individual achievement, fairness among peer group and the Bank’s long-term goals and strategies.
b. In relation to nomination policy
• To formulate and provide recommendations to the General
Shareholders Meeting regarding the system and election procedures and/or replacement of the members of BOC and BOD.
• To provide recommendations regarding the candidate
members of the Board of Commissioners and/or Directors to be conveyed to the General Meeting of the Shareholders.
• To provide recommendations regarding Independent Party as
candidate of Committee member.
Throughout 2010, the Remuneration and Nomination Committee has conducted following activities:
• Discussion and recommendation on the nomination of the
Company President Director.
• Discussion and recommendation on candidate of Audit
Committee members.
• Discussion and recommendation on candidate members of
Independent Commissioner.
• Discussion and Recommendation on employee’s salary
adjustment.
• Discussion and Recommendation on candidate members of
Risk Monitoring Committee.
• Discussion and recommendation on candidate members of
Independent Commissioner.
• Coordination, discussion and recommendation on candidate
members of Risk Monitoring Committee, Independent Commissioner, President Director, Replacement of members of Remuneration and Nomination Committee, changes in remuneration of Directors and Commissioners.
• Discussion and recommendation on candidate members of
Independent Commissioner.
• Discussion and recommendation on appointment of executive
officer for caretaker President Director
During 2010, the Remuneration and Nomination Committee held seven meetings with the following attendance:
Joseph Siswanto
6
Roswita Nilakurnia
6
Indra Subhan Nasution
3
Joseph Siswanto
Roswita Nilakurnia
Indra Subhan Nasution
Ketua
Chairman
Anggota
Member
Anggota
Member
Komite Pemantau Risiko (KPR) Bank Agro with the following attendance:
Nama Name
Susunan Komite Manajemen Risiko
Ketua : Direktur Utama
Anggota : Direksi Kepala Satuan Kerja Kepatuhan, Kepala Satuan Kerja Kerja Audit Intern, Kepala Satuan Kerja Manajemen Risiko.
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Manajemen Risiko
• Menyusun kebijakan, strategi dan pedoman pelaksanaan manajemen risiko.
• Memantau pro l risiko perseroan.
• Meninjau efektivitas pelaksanaan manajemen risiko Perseroan.
Susunan Komite Kebijakan Perkreditan
Ketua : Direktur Utama
Anggota : Direksi Perseroan, Kepala Satuan Kerja Kebijakan perkreditan dan operasi, Kepala Satuan Kerja kepatuan, Kepala Divisi Kredit Agrobisnis, Kepala Divisi Kredit Non Agro, Kepala Satuan Kerja Audit Intern, dan Kepala Satuan Kerja Manajemen Risiko.
Tugas dan Kewajiban Komite Kebijakan Perkreditan
• Menyusun kebijakan perkreditan Perseroan terutama terkait dengan prinsip kehati-hatian dan perbankan yang sehat.
• Memantau praktik perkreditan terutama terkait dengan ketentuan BMPK, kewenangan kredit.
• Melaksanakan pemantuan berkala atas pertumbuhan dan
kualitas portofolio kredit serta penyelesaian kredit bermasalah.
Susunan Komite Asset and Liabilities Committee (ALCO)
Ketua : Kepala Treasury
Anggota : Kepala Divisi Kredit Agro, Kepala Divisi Kredit Non Agro, Kepala Satuan Kerja Perencanaan Akuntansi, Kepala Satuan Kerja Supervisi Cabang, Kepala Satuan Kerja Jasa Perbankan Dalam Negeri, Kepala Divisi Consumer & Institutional Banking, dan Kepala Satuan Kerja Manajemen Risiko.
Komite bertanggungjawab langsung kepada Direksi. Tugas dari Komite ALCO adalah menetapkan kebijakan dan pengelolaan atas aset dan kewajiban (liabilities) Perseroan.
Susunan Komite Pengarah Teknologi Informasi
Ketua I : Direktur Operasi Ketua II : Direktur Kepatuhan Sekretaris : Kepala Teknologi Informasi
Anggota : Kepala Divisi Kredit Non Agro, Kepala Kantor Pusat Operasional, Kepala Supervisi cabang dan Kepala Manajemen Risiko.
Tugas dan Tanggung jawab Komite Pengarah Teknologi dan Informasi adalah memberikan rekomendari kepada Direksi terkait rencana strategis teknologi informasi Perseroan, kebijakan teknologi informasi, dan kesesuaian atas pelaksanaan pengembangan tekonologi informasi dengan rencana strategis.
Composition of Asset and Liabilities Committee (ALCO) Chairman : Head of Treasury
Members : Head of Agricultural Credit Division, Head of Non Agricultural Credit Division, Head of Accounting Plan Unit, Head of Branch Supervision Unit, Head of Domestic Banking Services Unit, Head of Consumer & Institutional Banking Division, and Head of Risk Management Unit.
The Committee is responsible to the Directors. ALCO is responsible for establishing policies and management of Company’s assets and liabilities.
Composition of Information Technology Steering Committee Chairman I : Director of Operations
Chairman II: Director of Compliance Secretary : Head of Information Technology
Members : Head of Non-Agricultural Credit Division, Chief of Operational Head Office, Head of Supervision branch, and Head of Risk Management.
Information Technology Steering Committee is responsible for providing recommendations to the Board of Directors related to the Company’s strategic plan on information technology, information technology policy, and adequate implementation of information technology development and strategic plans.
Composition of the Credit Policy Committee Chairman : President Director
Members : Board of Directors, Head of the Loan Policy and Operations Group, Head of Compliance Group, Head of Agribusiness Credit Division, Head of Non Agricultural Credit Division, Head of Internal Audit Group, and Head of Risk Management Group.
Duties and Liabilities of the Credit Policy Committee
• To formulate credit policy largely related to prudent banking
principle and sound banking.
• To monitor credit practices largely related to BPMK regulation,
credit authority.
• To perform regular monitoring on growth and quality of credit
portfolio and the settlement of non-performing loans. Composition of the Risk Management Committee Chairman : President Director
Members : Director of Compliance, Head of Internal Audit Unit, Head of Risk Management Unit.
Duties and Responsibilities of the Risk Management Committee
• To formulate policy, strategy and guidelines for the
implementation of risk management. • To monitor the risk profile.
• To review the effectiveness of risk management
implementation.
Komite Manajemen Risiko
Komite Kebijakan Perkreditan
Asset and Liabilities Committee (ALCO)
Komite Pengarah Teknologi Informasi
Risk Management Committee
Credit Policy Committee
Asset and Liabilities Committee (ALCO)
Information Technology Steering Committee
Komite-Komite di bawah Direksi
Committees under the Directors
Direksi Bank Agro dalam menjalankan tugasnya dibantu olehKomite Eksekutif yaitu Komite Manajemen Risiko, Komite Kebijakan Perkreditan dan Komite ALCO.
In performing their duties, the Directors assisted by Executive Committee comprised of the Risk Management Committee, Loans Policy Committee and ALCO Committee assist.
Bank Agro menempatkan Sekretaris Perusahaan dalam struktur setingkat di bawah Direksi dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
The Corporate Secretary is under the Directors level and is responsible to the President Director.