• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan sila ke 4 pancasila

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penerapan sila ke 4 pancasila"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

PENERAPAN SILA KE-

4 PANCASILA “KERAKYATAN YANG

DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM

PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN” DALAM DEMOKRASI

DI INDONESIA

Dosen Pembimbing : Drs. Tahajudin Sudibyo

Oleh :

Nama : Yudi Ardiansah NIM : 11.11.4748 Kelompok : C

Prog. Studi : STRATA 1

Jurusan : TEKNIK INFORMATIKA

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

(2)

ABSTRACT

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah semakin tergeser dari fungsi dan

kedudukannya dalam era demokrasi ini. Hal ini terlihat jelas pada pelaksaan pemilu yang

berbeda jauh dari pelaksanaan pemilu pada saat Orde Baru. Pemilu saat ini, baik pemilihan

Caleg, Bupati, Gubernur, bahkan sampai tingkatan Presiden semua warga negara Indonesia

diberi hak sepenuhnya untuk ikut memilih.

Nilai - nilai pancasila yang seharusnya di aplikasikan dalam kehidupan bernegara

ataupun kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari belum sepenuhnya dilaksanakan. Banyak

penyimpangan – penyimpangan yang terjadi terhadap hilai – nilai pancasila sehingga bisa

menimbulkan dampak negatif. Dalam hal ini dapat diambil contoh penyimpangan sila ke-4,

yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /

perwakilan. Penyimpangan sila ke-4 tersebut dapat disebabkan oleh faktor seperti, kurangnya

penghayatan terhadap pancasila ataupun mulai lunturnya nilai – nilai pancasila di dalam jati

diri bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai kesatuan yang utuh, ada kebutuhan melihat Pancasila sebagai suatu

keutuhan, tidak dapat melihat Pancasila satu persatu sila yang ada, karena jika hanya melihat

sila dalam Pancasila satu persatu, kita tidak akan bisa melihat sesuatu yang unik di Pancasila.

Tentunya harus melihat Pancasila dalam bentuk kesatuan atau benang merah yang

terangkai dalam sila-sila Pancasila, sehingga maknanya adalah sebuah prinsip

dasar yang unik dan hanya dipunyai o leh bangsa Indonesia yang berbeda dengan

prinsip yang mendasari demokrasi barat yang mendasari negara – negara Eropa Timur, Cina, dll. Karena itu kita dapat membentuk persepsi baru tentang Pancasila

sebagai konsep dasar bangsa Indonesia dalam melaksanakan Negara Kesatuan Republik

Indonesia yang merdeka dan berdaulat dengan sistem penyelenggaraan Negara secara

demokratis, yaitu sesuai dengan sila ke-4 dari Pancasila. Tetapi sistem demokrasi

yang dibangun harus dalam koridor atau dalam ruang lingkup sila-sila yang lain dalam

(3)

BAB I PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG MASALAH

Seluruh warga negara kesatuan Republik Indonesia sudah seharusnya

mempelajari, mendalami dan mengembangkannya serta mengamalkan Pancasila

dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan

kemampuan masing-masing. Tujuan pendidikan Pancasila adalah membentuk

watak bangsa yang kukuh, juga untuk memupuk sikap dan perilaku yang sesuai

dengan nilai-nilai dan norma-norma Pancasila. Tujuan perkuliahan Pancasila

adalah agar mahasiswa memahami, menghayati dan melaksanakan Pancasila dan

UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara RI, juga menguasai

pengetahuan dan pemahaman tentang beragam masalah dasar kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi dengan pemikiran

yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam tugas akhir ini, akan dijelaskan mengenai demokrasi sekarang ini yang

ada di Indonesia. Yang akan dihubungkan dengan sila ke-4 dalam Pancasila yang berbunyi “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”.

Pada faktanya penerapannya di Indonesia belum tepat. Paham demokrasi ini

sebelumnya sudah dianut oleh negara Amerika dan Eropa. Indonesia pun ikut

serta dalam menganut paham ini. Dapat diambil contoh, bentuk pemerintahan

yang paling bawah di Indonesia yaitu kepala desa, juga telah menggunakan

sistem pemilihan langsung oleh rakyat yang seperti model demokrasi modern di

Eropa dan Amerika Serikat. Termasuk juga sistem pemilihan ketua adat dibanyak

daerah di Indonesia, pada umumnya dipilih secara langsung oleh masyarakat.

Dipilih diantara mereka yang dianggap tetua yang bijaksana dengan pemilihan

melalui permusyawaratan dikalangan yang mewakili masyarakat maupun

(4)

II. RUMUSAN MASALAH

Dalam teorinya Indonesia menganut paham demokrasi, namun masih terdapat

bukti yang memperlihatkan bahwa penerapan demokrasi belum sesuai dengan isi

dan makna dari sila ke-4 pancasila. Apa fakta yang belum sesuai dengan

penerapan sila ke-4 dan penyebabnya penyimpangan sila ke-4 terhadap paham

demokrasi yang dianut bangsa Indonesia? Apakah sistem demokrasi ini yang

dimaksudkan dalam Pancasila? Jadi apa bedanya prinsip dasar Pancasila dengan

sistem demokrasi yang telah ada di negara-negara barat?

III. PENDEKATAN HISTORIS

Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang sejak

zaman kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit sampai datangnya bangsa lain yang

menjajah serta menguasai bangsa Indonesia. Beratus-ratus tahun bangsa Indonesia dalam

perjalanan hidupnya berjuang untuk menemukan jati dirinya sebagai suatu bangsa yang

merdeka, mandiri serta memiliki suatu prinsip yang tersimpul dalam pandangan hidup

serta filsafat hidup bangsa. Setelah melalui suatu proses yang cukup panjang dalam

perjalanan sejarah bangsa Indonesia menemukan jati dirinya, yang di dalamnya

tersimpul ciri khas, sifat dan karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain, oleh para

pendiri negara kita dirumuskan dalam suatu rumusan yang sederhana namun mendalam,

yang meliputi 5 prinsip (lima sila) yang kemudian diberi nama Pancasila.

Dalam hidup berbangsa dan bernegara dewasa ini terutama dalam masa reformasi,

bangsa Indonesia sebagai bangsa harus memiliki visi serta pandangan hidup yang kuat

agar tidak terombang-ambing di tengah-tengah masyarakat internasional. Dengan kata

lain perkataan bangsa Indonesia harus memiliki nasionalisme serta rasa kebangsaan yang

kuat. Hal ini dapat terlaksana bukan melalui kekuasaan atau hegemoni ideologi

melainkan suatu kesadaran berbangsa dan bernegara yang berakar pada sejarah bangsa.

Jadi secara historis bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila pancasila

sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar negara Indonesia secara objektif

historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Sehingga asal nilai-nilai Pancasila

tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, atau dengan kata lain bangsa

Indonesia sebagai kausa materialis Pancasila. Oleh karena itu berdasarkan fakta objektif

(5)

Pancasila. Atas dasar pengertian dan alasan historis inilah maka sangat penting bagi para

generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual kampus untuk mengkaji,

memahami dan mengembangkan berdasarkan pengembangan ilmiah, yang pada

gilirannya akan memiliki suatu kesadaran serta wawasan kebangsaan yang kuat

berdasarkan nilai-nilai yang dimilikinya sendiri. Konsekuensinya Pancasila dalam

kedudukannya sebagai dasar filsafat negara serta ideologi bangsa dan negara bukannya

suatu ideologi yang menguasai bangsa, namun justru nilai-nilai dari sila-sila Pancasila

itu melekat dan berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

FAKTA YANG BELUM SESUAI DENGAN MAKNA PANCASILA SILA KE-4

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah semakin tergeser dari fungsi dan

kedudukannya dalam era demokrasi ini. Hal ini terlihat jelas pada pelaksaan pemilu yang

berbeda jauh dari pelaksanaan pemilu pada saat Orde Baru. Pemilu saat ini, baik pemilihan

Caleg, Bupati, Gubernur, bahkan sampai tingkatan Presiden semua warga negara Indonesia

diberi hak sepenuhnya untuk ikut memilih. Padahal dalam sila ke-4 Pancasila jelas- jelas

disebutkan bahwa Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan / perwakilan. Artinya yaitu :

1. Kerakyatan. Yang dimaksud adalah rakyat Indonesia itu sendiri.

2. Hikmat kebijaksanaan yaitu sebuah lembaga perwakilan kerakyatan, seperti DPD,

DPRD, DPR. Yang mempunnyai kewenangan dan kebijaksanaan serta berperan

sebagai wakil rakyat pada saat pemilu.

3. Permusyawaratan perwakilan adalah musyawarah pada saat pemilihan yang

hendaknya dalam proses itu, rakyat diwakilkan oleh lembaga yang lebih mempunyai

kebijaksanaan.

Namun, dalam kenyataannya,pelaksanaan pemilu (permusyawaratan perwakilan)

dalam pelaksaan demokrasi di Indonesia, seluruh rakyat ikut serta dalam pemilihan tersebut.

Hal ini ada baiknya, ada buruknya pula. Baiknya yaitu kita bisa belajar menghargai pendapat

orang lain. Namun buruknya adalah yang menjadi pemenang bukan dilihat dari kualitas,

tetapi menang karena kuantitas. Hal ini disebabkan karena pemilih sebagian besar adalah

rakyat biasa. Karena hal inilah mengapa dalam Pancasila (sila ke-4) sudah diatur bahwa yang

berhak memilih hanyalah wakil- wakil rakyat yang mempunyai kebijakan

(DPD,DPRD,DPR), pendidikan dan pemahaman tentang calon- calon yang akan dipilih yang

lebih tinggi dan luas dari kebanyakan rakyat di Indonesia,para wakil rakyat tentunya akan

memilih calon berdasarkan kualitas dan berusaha memilih yang terbaik untuk rakyatnya.

Dapat diambil contoh jika lebih dari 80% penduduk Indonesia yang berpendidikan

rendah dan belum paham betul siapa dan bagaimana karakteristik calon yang akan dipilih,

mereka semua diberi hak untuk memilih, tentu saja mereka tidak akan memilih berdasarkan

kualitas, mereka akan memilih karena ajakan teman atau tetangga, memilih calon yang telah

(7)

ini sangat menyedihkan karena bisa saja jika sudah terpilih nanti,calon tadi tidak

melaksanakan tugasnya dengan baik, malah bisa saja melakukan korupsi dan kejelekan-

kejelekan lain yang bisa menjatuhkan namanya atau bahkan institusinya bahkan partai yang

mengusungnya.

Memang dalam pemilihan caleg DPD, DPRD, dan DPR, rakyat harus ikut memilih,

tetapi dalam pemilihan bupati,gubernur dan presiden,yang berhak memilih hanyalah

wakil-wakil rakyat saja(sesuai dengan sila ke-4). Namun dalam pelaksanaannya, baik memilih

bupati,gubernur, maupun presiden semua rakyat Indonesia saat ini diberi hak untuk memilih.

Mungkin Indonesia meniru sistem politik Amerika. Namun dalam hal ini Amerika sendiri

sudah sejak berabad- abad yang lalu menerapkan demokrasi dan jelas bahwa demokrasi di

Amerika sudah tertata rapi dibandingkan dengan Indonesia.

PENYEBAB PENYIMPANGAN

Nilai - nilai pancasila yang seharusnya di aplikasikan dalam kehidupan bernegara

ataupun kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari belum sepenuhnya dilaksanakan. Banyak

penyimpangan – penyimpangan yang terjadi terhadap hilai – nilai pancasila sehingga bisa menimbulkan dampak negatif. Dalam hal ini dapat diambil contoh penyimpangan sila ke-4,

yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /

perwakilan. Penyimpangan sila ke-4 tersebut dapat disebabkan oleh faktor seperti, kurangnya

penghayatan terhadap pancasila ataupun mulai lunturnya nilai – nilai pancasila di dalam jati diri bangsa Indonesia.

Walaupun sila ke-4 ini yang paling sering di interpretasikan secara salah oleh para

pemimpin bangsa, bahkan oleh pemimpin yang telah menggali dan mempresentasikan

Pancasila di depan PPPK, hal ini dikarenakan UUD 1945 pada awalnya tidak secara jelas

menjabarkan sila ini dalam bentuk operasional yang mencerminkan sila ke-4 secara tegas dan

rinci. Oleh karena itu sebelum amandemen UUD 1945, amandemen dilakukan pada masa

reformasi yaitu dari tahun 1999 s/d2 0 0 2 .

C e r m in a n s i la k e - 4 d a r i p a n c a s i la ya n g a d a d i U U D 1 9 4 5 s a a t it u

me m b e r ik a n k e k u a s a a n ya n g h a mp ir t id a k t e r b a t a s p a d a P r e s id e n t e r p i l i h

u nt u k me n ja la n k a n roda pemerintahan, dan ini betul-betul terjadi dengan

(8)

1. Presiden Soekarno ditunjuk oleh MPR yang anggotanya ditunjuk oleh

Presiden, bahkan anggota kabinet juga menjadi anggota MPR, suatu

k e r a n c u a n k e t a t a n e g a r a a n ya n g a k u t s a a t it u me n ja d i p r e s id e n seumur

hidup. Pemerintahannya dijatuhkan secara tragis dengan trigger peristiwa 30

September 1965.

2. Presiden Soeharto bisa memerintah selama 32 tahun dan memasukkan unsur

ABRI yang ditunjuk begitu saja kedalam DPR dan MPR. Hanya bisa

dijatuhkan setelah terjadi krisis ekonomi yang tidak bisa diatasi maupun

gejolak perubahan yang berkembang secara informal diluar sistem

demokrasi itu sendiri.

K e d u a p e me r i nt a h a n t e r se b u t s e la lu me ng a n g g a p t id a k p e r n a h

melanggar UUD 1945 bahkan merasa telah mejalankan ideologi Pancasila secara

baik.

Setelah empat kali amandemen, sila ke 4 dari Pancasila yang bisa diartikan

sebagai sistem pemerintahan yang demokratis yaitu sistem pemerintahan yang

mendasarkan diri kepada kerakyatan yang dipimpino leh hikmat kebijaksanaan dala m

Permusyawaratan/Perwakila n, telah tercermin dalam pasal-pasal di UUD 1945, sebagai

berikut:

1. BAB II – MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, pasal 2 s/d pasal 3. 2. BAB III – KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA, pasal 4 s/d pasal 16.

3. BAB IV – DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG, dihapus pada amandemen IV – 2002.

4. BAB V – KEMENTERIAN NEGARA, pasal 17.

5. BAB VI – PEMERINTAH DAERAH, pasal 18, 18A, dan 18B

6. BAB VII – DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. Pasal 19 s/d pasal 22B 7. BAB VIIA - DEWAN PERWAKILAN DAERAH, pasal 22C, 22D

8. BAB VIIB – PEMILIHAN UMUM, pasal 22E

9. BAB VIII - HAL KEUANGAN, pasal 23 s/d 23D

10.B A B V I I I A - B A D A N P E ME R I KS A KE U A N G A N , p a sa l 2 3 E s / d

2 3 G

11.B A B I X – KE K U A S A A N K E H A K I M A N , p a sa l 2 4 s / d p a sa l 2 5

Pasal-pasal tersebut telah mengalami empat kali amandemen untuk sampai pada

bentuk yang sekarang ini yang pada hakekatnya membagi kekuasaan negara untuk

(9)

Mahkamah Agung) sehingga kekuasaan tidak terpusat terlalu besar di Presiden (Eksekutif)

saja seperti yang tercermin pada UUD 1945 sebelum amandemen. Jika diterjemahkan sila

ke-4 dari Pancasila “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan” adalah sistem demokrasi untuk penyelenggaraan Negara, sudah barang tentu a ma nd e me n U U D 1 9 4 5 ya n g b e r k a it a n d e n g a n

k e t a t a n e g a r a a n i n i a d a la h kemajuan yang sangat besar dibandingkan dengan UUD

1945. Versi aslinya yang kekuasaan Negara terlalu besar berada di Presiden (Eksekutif).

PRINSIP DASAR PANCASILA DENGAN SISTEM DEMOKRASI DI NEGARA BARAT

Prinsip pokok demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut:

1. Perlindungan terhadap hak asasi manusia

2. Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah

3. Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan yang

merdeka, artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain

contoh Presiden, BPK, DPR atau lainnya

4. adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi untuk menyalurkan

aspirasi rakyat

5. Pelaksanaan Pemilihan Umum

6. Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar

(pasal 1 ayat 2 UUD 1945)

7. Keseimbangan antara hak dan kewajiban

8. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME,

diri sendiri, masyarakat, dan negara ataupun orang lain

9. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional

10.Pemerintahan berdasarkan hukum, dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan:

(a). Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan

kekuasaan belaka (machtstaat) (b). Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (hukum

dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan tidak terbatas) (c). Kekuasaan yang

(10)

Pancasila sebagai kesatuan yang utuh, ada kebutuhan melihat Pancasila sebagai suatu

keutuhan, tidak dapat melihat Pancasila satu persatu sila yang ada, karena jika hanya melihat

sila dalam Pancasila satu persatu, kita tidak akan bisa melihat sesuatu yang unik di Pancasila.

Tentunya harus melihat Pancasila dalam bentuk kesatuan atau benang merah yang

terangkai dalam sila-sila Pancasila, sehingga maknanya adalah sebuah prinsip

dasar yang unik dan hanya dipunyai o leh bangsa Indonesia yang berbeda dengan

prinsip yang mendasari demokrasi barat yang mendasari negara – negara Eropa Timur, Cina, dll. Karena itu kita dapat membentuk persepsi baru tentang Pancasila

sebagai konsep dasar bangsa Indonesia dalam melaksanakan Negara Kesatuan Republik

Indonesia yang merdeka dan berdaulat dengan sistem penyelenggaraan Negara secara

demokratis, yaitu sesuai dengan sila ke-4 dari Pancasila. Tetapi sistem demokrasi

yang dibangun harus dalam koridor atau dalam ruang lingkup sila-sila yang lain dalam

Pancasila.

S u a t u s i s t e m d e m o k r a s i y a n g b e r K e t u h a n a n M a h a E s a ( s i l a

-1 , sebagai prinsip keharusan mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan

kebebasan memilih agama dan kepercayaan masing-masing), yang ber-P e r i

K e ma n u s ia n Y a n g B e r a d a b ( s i la - 2 s e b a g a i p r i n s ip k e h a r u s a n b a g i Negara

dan rakyat Indonesia untuk mematuhi dan melaksanakan prinsip-prinsip hak-hak azasi

manusia), yang tetap menjaga Persatuan Indonesia( s i la k e - 3 p r in s ip k e h a r u sa n b a g i

ideologi yang universal kalau negara dan bangsa Indonesia mampu merealisasikan dalam

bentuk n ya t a .

P r in s ip d e mo k r a s i ya n g p u n ya k o r id o r ya n g sa n g a t je la s p a d a

batas-batas sila yang lain dalam Pancasila. Bukan prinsip demokrasi untuk demokrasi tapi

demokrasi yang punya tujuan mulia. Bukan juga demokrasi Barat yang berpasangan

(11)

BAB III SIMPULAN

I. KESIMPULAN

Penyimpangan pancasila dalam demokrasi di Indonesia ini memang terjadi

dan banyak fakta dan penyebab dari penyimpangan sila ke-4 dalam pancasila ini.

Penyimpangan ini terjadi karena kurangnya sosialisasi tentang makna dan arti

dari sila ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”.

Penyebab dari penyimpangan ini dapat dikatakan bahwa kurangnya

penghayatan terhadap pancasila ataupun mulai lunturnya nilai – nilai pancasila di

dalam jati diri bangsa Indonesia.

Tantangan dari para penyelengara NKRI maupun rakyat Indonesia

adalah untuk merealisasikan mimpi atau impian konsep dasar Pancasila

yang telah diletakkan oleh para pejuang kemerdekaan ini menjadi suatu

kenyataan, bisa terwujud dalam penyelenggaraan NKRI maupun terwujud dalam

tata masyarakat bangsa Indonesia secara keseluruhan.

P e n g a ma la n n i la i – n i la i p a n c a s i la sa n g a t me m i l ik i n i la i p e nt in g b a g i k e h id u p a n bangsa Indonesia karena pancasila merupakan

cerminan bangsa Indonesia dan merupakan jatid ir i b a n g sa in d o n e s ia .

P e n y i mp a n g a n–p e n y i mp a n g a n ya n g t e r ja d i d is e b a b k a n k a r e n a lunturnya kesadaran bangsa Indonesia akan pentingnya nilai – nilai pancasila serta banyaknya pihak yang mencari keuntungan pribadi sehingga melupakan

pedoman dasar bangsaindonesia yaitu pancasila.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Abduh Muhammad “Penyimpangan Pancasila”,(online), (http// Penyimpangan Pancasila « the ARTicles.htm, diakses 17 Oktober 2011)

“Demokrasi sebagai Bentuk Pemerintahan”, (online), (http//Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan _ peutuah.htm, diakses 23 Oktober 2011)

Referensi

Dokumen terkait

Akhirnya, dimungkinkan timbulnya status hukum anak sebagai akibat dari hubungan antar-individu tersebut menjadi tidak jelas dan meragukan, seperti anak lahir di luar

Pada kali ini simulasi yang dibuat adalah simulasi lampu lalu lintas pada 4 jalur, cara kerjanya sendiri kali ini simulasi yang dibuat adalah simulasi lampu lalu lintas pada 4

Pada penelitian prospektif c ross sectional yang dilakukan selama 4 bulan diperoleh 5 pasien kanker serviks sel skuamosa stadium IIB-IIIB sebelum dan sesudah

Setelah user memilih generate , perangkat lunak akan langsung memainkan dan menampilkan nada-nada yang dihasilkan dari konversi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.6..

“Laju pertumbuhan pelanggan pada kuartal ketiga mengalami perlambatan, karena para kompetitor menawarkan produk TV-berbayar dengan promosi- promosi yang sangat agresif, dan

kasus, di sektor perkebunan konflik pertanahan dalam banyak dipicu oleh.. proses pengalihan dan penerbitan HGU (Hak Guna

“jadi kalau terkait sanitasi sekolah ini di kabupaten pringsewu ini pada tahun anggaran 2017 kami menganggarkan bantuan perbaikan untuk 29 sekolah untuk SD dan 4 sekolah untuk

Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang mempunyai arti yang berlawanan dengan kata yang dicetak dengan huruf kapital dengan cara menghitamkan bulatan yang sesuai dengan