Analisis Unsur dan Konstruksi Dramatik
Film “Vantage Point“
Ditulis oleh : Widad Ainun Nikmah
A14.2015.02055
PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG
1. Resensi Film
g. Aktor atau Pemeran : Dennis Quaid, Matthew Fox, Fores Whitaker, Sigourney Weaver, William Hurt, Edgar Ramirez, Ayelet Zurer
h. Sinematografi : Amir M. Mokri i. Distributor : Sony Pictures
j. Sinopsis :
Film Vantage point menceritakan tentang kronologi terbunuhnya presiden AS Henry Ashton (William Hurt) yang diurai oleh sang sutradara melalui kronologi waktu. Film Vantage Point ini menggunakan alur flashback. Jadi setelah pengelihaan satu orang selesai kembali ke awal dengan sudut pandang orang yang berbeda. Satu per satu tokoh yang ada pada film tersebut terlibat pada alur flashback yang ada pada skenario. Film Vantage Point menceritakan tentang kronologi terbunuhnya berceritakan tentang seorang pesiden Amerika serikat yang berkunjung ke eropa untuk membentuk terobosan baru dalam perang teror yang sedang berlangsung.
disana, ditengah-tengah kepanikan itu bom meledak dari bawah podium. Sang sutradara berita, Rex kaget saat melihat Angie tidak bergerak. Hal tersebut terjadi karena kamera live mereka masih dalam keadaan menyala atau on. Rex menyadari hal itu. Dia memutuskan untuk mematikan scene dari kamera Angie dan beralih pada kameramen dan reporter yang lain.
Cerita kedua diambil sudut padang Thomas. Thomas adalah seorang bodyguard yang melindungi presiden. Thomas termasuk bodyguard presiden yang telah lama absen dalam menjaga presiden karena masalah yang ditimpa oleh dirinya. Kinerjanya sangat rapi dan mampu mengawal presiden dengan baik. Pada waktu yang telah tiba, ia napak siap untuk mengawal preside. Dia sangat berhati-hati agar presiden tidak diserang seperti tahun lalu. Pada kala itu sang presiden tertembak, namun ada Thomas yang menghalang tebakan itu. Presidenpun tidak jadi tertembak, melainkan Thomas. Mengingat kejadian tersebut Thomas nampak jeli dalam berjaga-jaga. Ketika diatas panggung, Thomas melihat ada hal aneh yang ada pada jendela kamar. Dia terus mengamati kamar itu. Berjaga dan menyuruh anak buahnya tentang keadaan yang ada pada kamar tersebut. kawanan bodyguardpun mengeceknya, tapi hal aneh tersebut hanyalah sebuah kipas angin yang dibiarkan menyala oleh pemilik kamar tersebut. dia merisaukan hal tersebut. Tetap tenang dalam berjaga. Tetapi ketika presiden menaiki podium dan hendak berpidato dia tertembak. Thomas langsung menyergap orang yang mencurigakan. Dia melihat video yang direkam oleh pengunjung yang membawa sebuah kamera recorder. Dari video tersebut, Thomas melihat ada bom yang dimasukan ke bawah podium. Dia berteriak dan menginstruksi semua orang untuk lari. Tak sempat ia menyuruh semua orang untuk lari dan menjinakkan peledak tersebut, bom pun meledak. Untuk mendapatkan informasi dia segera berlari ke stasiun TV yang menyiarkan acara tersebut dari awal. Melalui stasiun TV tersebut, Thomas menemukan sesuatu yang mengkagetkan.
kejauhan. Ketika saat presiden mulai ke atas podium, ia melihat presiden ditembak. Erix lari keatas panggung dan berusaha memberitahu bahwa pelakunya juga melemparkan bom kebawah podium tetapi justru ia ditangkap karena dianggap mencurigakan. Dia berusaha memberitahu kepada petugas yang berjaga untuk preside. Namun, semua bodyguard mengindahkan ocehannya. Saat bom meledak dia kabur dan dikejar oleh polisi lain. Sampai disuatu tempat polisi kehilangan jejak Erik dan Erik berada di suatu tempat untuk bertemu seseorang.
Cerita keempat diambil sudut pandang Howard. Howard adalah seorang warga Amerika yang berlibur ke Eropa untuk seorang diri. Dia datang dengan membawa kamera. Kamera recorder yang merekam semua kejadian pada hari itu dari awal hingga akhir. Howard nampak senang dalam liburannya kali ini walaupun hanya seorang diri. Ia nampak senang pada situasi tersebut. berkenalan dan ramah dengan orang sekitar. Ketika presiden ditembak dia melihat pelakunya dibalik jendela dan merekamnya. Secara tak sengaja Howard juga merekam orang yang memasukan bom kebawah podium. Setelah bom meledak, dia panik. Tak kenal lelah dan ikut mengusut masalah tersebut ia mengikuti pengejaran polisi terhadap Erik dan terus merekamnya. Disuatu tempat Erik yang sedang dikejar oleh polisi nampak berhenti disuatu tempat. Howard melihat lencana polisi Erik yang tertempel disaku celananya. Konsentrasinya sempat buyar karena ia melihat seorang anak perempuan bernama Ana yang ia temui saat dikeramaian ketika presiden hendak berpidato. Howard berlari dan hendak menolong anak yang hampir ketabrak tersebut.
Cerita keenam diambil sudut pandang orang-orang yang jahat. Kawanan orang jahat tersebut tidak disangka oleh sebelumnya. Kawanan tersebut telah menyiapkan segala strategi dan perelatannya dengan rapi. Kawanan tersebut ingin menembak presiden. Kelompok tersebut juga mengetahui bahwa yang berada diatas podium bukanlah presiden yang sebenarnya. Mereka bekerja dengan sangat profesional. Mampu mengalihkan pandangan Thomas melalui bergeraknya korden dari sebuah jendela yang sebenarnya dari menyalanya kipas angin. Semua hal tersebut, termasuk pistol yang menembak presiden diarahkannya dari sebuah gadget. Mengontrol semua strateginya dari sebuah gadget tersebut. Kerjanya tampak mulus dan rapi. Kawanan tersebut juga nampak rapi dalam penyamarannya sebagai petugas kesehatan. Mereka bekerja sama dengan karyawan hotel tempat presiden bersembunyi. Bekerja sama untuk memasukkan seorang anggotanya untuk masuk kedalam hotel dan bekerja sama untuk meledakkan hotel tersebut. Rapi dan sangat terkonsep mereka melakukannya. Mereka berhasil membunuh semua bodyguard yang menjaga presiden di hotel tersebut. Berhasil membawa dan menculik presiden demi sebuah misinya.
Diakhir cerita, keenam sudut pandang digabung dan diselesaikan ceritanya. 2. Unsur Dramatik
A. Konflik
Konflik pada film Vantage Point terjadi ditengah cerita. Konflik tersebut hadir karena adanya salah dugaan dan tebakan dalam cerita mengenai sang pelaku kejahatan. Selain itu konflik dalam alur cerita dihadirkan karena adanya kesenjangan komunikasi dan berdebatan antar agent. Ketidak percayaan antara agent satu dengan agent lain yang menghambat proses pengejaran dan pencarian tokoh jahat. Selain itu konflik juga terjadi karena adanya adegan perkhianatan antar agent.
B. Ketegangan (Suspense)
suasana tegang pada cerita. Dari awal hingga akhir. Diawal mereka dibuat tegang karena adanya kejadian-kejadian teror pada skenario film tersebut. ketegangan tersebut ikut dirasakan dikala Thomas mengusut siapa pelaku yang berada di balik kejadian perkara. Ketegangan tersebut mulai menanjak ketika Thomas mengetahui bahwa Kent adalah orang yang berada dibalik peristiwa tersebut. Ketegangan lain terjadi ketika presiden Ashton mulai diculik oleh rombongan Veronica. Ketegangan mulai memuncak ketika Thomas mengejar Kent bersama teman-temannya. Thomas mengejar untuk menyelamatkan presiden Ashton. Melalui adegan-adegan action didalam mobil ketegangan tersebut muncul. Dan mulai berakhir ketika presiden Ashton berhasil diselamatkan oleh Thomas dan tewasnya kelompok yang menculik presiden.
C. Rasa Ingin Tahu (Curiousity)
Film Vantage Point memiliki alur cerita yang sulit ditebak oleh penonton. Pada film tersebut terdapat misteri-misteri yang menuntun penonton untuk ikut mengulas tragedi yang ada pada film tersebut. Alur skenario yang rapi mampu membangkitkan rasa keingin tahuan mereka untuk menebak siapa yang menjadi pelaku kejahatan pada film Vantage Point. Ikut memilih siapa kawanan penjahat yang ingin menembak dan membunuh presiden dalam cerita tersebut.
D. Kejutan (Suprise)
berada di atas podium bukanlah presiden yang asli, melainkan seseorang yang memiliki wajah mirip dengan presiden Ashton. Alex ditugaskan untuk menggantikan presiden diatas podium. Selain adanya penembakan yang sudah terjadi ada bom dibawah podium. Setelah adanya peristiwa yang terjadi disekitar lokasi presiden berpidato, kejutan tersebut hadir ditempat yang berbeda. Yakni ditempat hotel sang presiden Ashton yang asli sedang bersembunyi. Kejutan tersebut hadir berupa adanya pengeboman dilantai bawah sebuah gedung. Lalu kawanan penjahat tersebut menyergap prsiden Ashton yang sedang bersembunyi. Pada akhir cerita di film Vantage point sudah terulas bahwa tokoh yang melakukan kejahatan adalah rekan kerja dari Thomas. Kent adalah rekan kerja dari Thomas yang berkhianat. Ia menyusun strategi bersama teman-temannya untuk membunuh presiden Ashton. Kent, Veronica, dan Javier bekerja sama untuk membunuh presiden Ashton. Tokoh-tersebut membuat kaget para penonton, karena diawal cerita mereka kurang terlibat dalam cerita film.
3. Konstruksi Dramatik A. Gerakan (Action)
Gerakan dan action dalam film ini didukung dengan pengambilan adegan, angle, dan pengambilan shoot yang tepat. Action-action tersebut juga didukung dengan adegan tokoh-tokoh yang ada pada film tersebut. Mimik wajah, gerakan, ucapan dan tindakan yang dilakukan. Gerakan action berupa kejar-kejaran dan tembak-tembakan menambah dramatis film action tersebut.
a. Ketergangguan
Adegan ketergangguan pada film Vantage Point dimulai dari adanya adegan berupa penembakan presiden Ashton. Selain itu karena adanya peristiwa pengeboman di berbagai tempat diantaranya podium dan tempat presiden Ashton asli bersembunyi.
b. Alasan (Motive)
presiden Ashton. Mereka semua berkhianat dan ingin membunuh presiden Ashton karena sudah tidak percaya dengan Kent terhadap kinerjanya selama ini. Dia merasa tersaingi dan dikudeta oleh presiden.
c. Kehendak (Action)
Hal-hal yang dilakukan oleh tokoh utama seperti Thomas adalah berusaha mencari informasi tentang siapa pelaku dibalik peristiwa ini. Dibantu dengan seorang pengunjung bernama Howard ia mengusut peristiwa pengeboman dan penembakan ini. Mengusut tuntas pelaku yang menculik presiden. Serta melakukan aksi untuk menyelamatkan presiden.
d. Tujuan
Tujuan dalam film ini adalah menangkap perilaku yang menembak dan menculik presiden. Selain itu, dalam film ini bertujuan untuk mengulas tentang peristiwa tertembaknya presiden Ashton.
B. Hambatan
Hambatan yang terjadi pada cerita tersebut terjadi karena sulitnya menangkap tokoh yang ingin menembak dan menculik presiden. Seringnya salah dugaan terhadap pelaku menghambat cerita pada film tersebut cepat berakhir. Selain itu, cerita tersebut terhambat karena adanya peralihan isu oleh temannya Thomas yang berkhianat. Dia adalah Kent teman seprofesinya yang berkhianat dan menghalang-halangi langkah Thomas untuk menyelidiki peristiwa tersebut. Hambatan lain terjadi karena susahnya mencari informasi untuk mengulas kejadian-kejadian pada film tersebut.
C. Kehendak Tidak Langsung