MOTIVASI BELAJAR UNTUK PRESTASI DAN JIWA NEGERI Oleh : Desi Puspita Sari
Prestasi seseorang itu berasal dari bakat dan minatnya sendiri, bukan karena tuntutan dari orang lain, biasanya orang tua yang menuntut seorang siswa untuk melanjutkan suatu pekerjaan orang tua tersebut. Prestasi muncul karena adanya motivasi.
Motivasi belajar dalam diri seseorang siswa sangat dipengaruhi oleh faktor yang sangat terkait dengan perkembangan kehidupannya, yaitu lingkungan budaya atau kebiasaan di lingkungan, keluarga dengan tuntutannya, sekolah dengan sistem yang diberlakukannya, selain siswa itu sendiri ( Gufron N.M., 2005 )
Lingkungan sering menuntut seorang siswa untuk melakukan ini dan itu, serta kelak menjadi orang yang sukses. Ketika seorang siswa dapat secara bijak menanggapi tuntutan ini, maka ia akan termotivasi untuk mewujudkannya, yaitu dengan cara belajar sungguh-sungguh. Namun, apabila tuntutan itu dianggap terlalu berlebihan dan membebani, maka sebaliknya seorang siswa akan kesulitan belajar dengan baik. Dalam hal ini, kedewasaannya dalam menyikapi lingkungan sangat diperlukan.
Bagaimana caranya agar motivasi belajar menjadi panggilan jiwa seorang siswa? Ada beberapa pemahaman yang perlu dicamkan oleh para siswa, antara lain sebagai berikut.
Siswa hendaknya mau menerima realitas diri apa adanya. Siswa masih membutuhkan bimbingan untuk menghargai
Siswa hendanya mau berdialog dengan guru dan teman. Saling memahami akan melahirkan perasaan diterima dan mengerti kesulitan masing-masing. Hal ini dapat membantu mencari jalan keluar terbaik atas persoalan yang dihadapi, yang dapat membantu motivasi belajar.
kemampuan atas dasar siswa sehingga siswa tidak merasa terbebani.
Bagi siswa yang terbebani dan merasa bahwa dirinya tidak bisa berprestasi tinggi, mereka bisa terdorong untuk berlaku curang pada saat ketika adanya ulangan atau ujian. Apabila sistem tuntutan yang tidak sesuai realitas masih berlaku untuk sekolahnya, maka para siswa seharusnya belajar dengan sungguh-sungguh sesuai kemampuannya dan tidak memikirkan tuntutan tetapi memikirkan harapan diri sendiri untuk mencapai tujuan dirinya. Pihak sekolah juga perlu memberikan pengertian pada orang tua bahwa seharusnya siswa diberi motivasi sesuai kemampuan siswa.
Motivasi yang sesuai dapat menumbuhkan karaktermu dan menjadikan dirimu seorang pemberani. Dengan begitu, prestasi akan bangkit atas dasar motivasi dan jiwa cinta negeri.
Daftar Pustaka
Hadiyanto, Yusup Purnomo, dkk. 2006. Bimbingan Konseling SMA. Jakarta:Esis
Fakharuddin, Asef Umar. 2009. Bertanyalah, Bertanyalah. Yogyakarta: Garailmu