• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wajah Australia diantara Indonesia dan O

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Wajah Australia diantara Indonesia dan O"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

WAJAH AUSTRALIA DIANTARA INDONESIA DAN OPM

Gerakan separatisme yang bertujuan memisahkan diri merupakan salah satu bentuk ancaman kedaulatan dan keamanan suatu negara. Dewasa ini, Indonesia masih menghadapi ancaman tersebut. Gerakan separatisme yang masih hidup di Indonesia sampai sekarang adalah gerakan separatisme di Papua, atau yang kita kenal dengan sebutan OPM. OPM (Organisasi Papua Merdeka) sendiri adalah sebutan yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk menyebut pergerakan atau organisasi baik di Irian Jaya maupun di luar negeri yang dipimpin oleh putra-putra Irian Jaya pro Papua Barat dengan tujuan memisahkan atau memerdekakan Irian Jaya (Papua Barat) lepasdari Negara Kesatuan Republik Indonesia.1OPM yang mencuat di Manokwari pada tahun 1964,2 kemunculan dan

perkembangannya tidak lepas dari faktor kekecewaan terhadap pemerintah Indonesia serta adanya campur tangan asing. Kita ketahui, bahwasannya Papua – yang dulu disebut Irian Jaya - melalui jalan yang panjang untuk menjadi bagian NKRI, sejak Konferensi Meja Bundar, perjalanan panjang itu diwarnai dengan adanya campur tangan asing, terutama pihak kolonial Belanda.

Melihat adanya faktor eksternal atau intervensi asing dalam gerakan separatisme di Indonesia, maka membangun hubungan dengan negara tetangga menjadi prioritas untuk mencegah meluasnya gerakan tersebut. Australia sebagai salah satu negara tetangga Indonesia, serta letaknya yang dekat yakni di selatan Papua , menjadikannya penting bagi Indonesia untuk menjaga keamanan. Selain itu, dilihat dari kasus terdahulu yang melanda Indonesia, yaitu adanya keterlibatan Australia dalam lepasnya Timor-Timur, sudah sepatutnya menjadi pembelajaran tersendiri.Terlebih lagi, di era globalisasi saat ini, sangat mudah bagi gerakan separatisme untuk menyuarakan suara serta menggalang bantuan di negara lain, khusunya negara tetangga.Sehingga mengetahui posisi Australia terhadap gerakan separatisme atau OPM diperlukan untuk memberi reaksi atau kebijakan politik luar negeri yang tepat. Oleh karena itu, pada makalah ini saya berusaha menjawab permasalahan apakah Australia mendukung gerakan separatisme di Papua atau Organisasi Papua Merdeka? Dalam menjawab permasalahan tersebut, akan saya paparkan mengenai sikap resmi yang diberikan Pemerintah Australia serta fakta-fakta yang terjadi dilapangan baik dari komponen pemerintahan hingga aktor non-negara.

(2)

2013/347053/SP/25627/Z Konsep mengenai Sovereignty atau kedaulatan terbentuk semenjak Perjanjian Wetsphalia pada tahun 1648. Kedaulatan berarti bahwa negara memiliki otoritas tertinggi di dalam negeri serta kemandirian secara internasional.3Sehingga setiap negara yang berdaulat bebas

bertindak untuk mengatur urusan dalam dan luar negerinya. Selanjutnya, prinsip mengenai

sovereign equality memberikan hak kepada setiap negara untuk secara penuh dihormati oleh negara lain sesuai dengan perlindungan yang sama oleh sistem peraturan legal.4Sejalan

dengan konsep neutrality yang memungkinkan negara untuk tidak ikut campur dalam konflik dan koalisi negara lain, serta prinsip nonintervention norm dimana mewajibkan negara untuk menahan diri dalam kegiatan yang tidak undang dalam wilayah negara lain.5Dari

konsep-konsep diatas, dapat kita simpulkan bahwa negara yang berdaulat berhak mengurusi urusan dalam dan luar negerinya dan tanpa campur tangan atau intervensi asing.

Pengertian ancaman dalam konsep negara adalah setiap upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan, baik dari dalam negeri maupun luarnegeri, yang dinilai dan/atau dibuktikan dapat membahayakan keselamatan bangsa, keamanan,kedaulatan, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan kepentingan nasional diberbagai aspek, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan.6 Sesuai dengan

pengertian tersebut, maka gerakan separatisme merupakan ancaman bagi negara.

Hubungan bilateral adalah suatu bentuk kerjasama diantara kedua negara baik yang berdekatan secara geografis ataupun yang jauh diseberang lautan dengan sasaran utama untuk menciptakan perdamaian dengan memerhatikan kesamaan politik, kebudayaan, dan struktur eknonomi.7Berdasarkan pengertian diatas, hubungan bilateral bisa kita simpulkan bertujuan

menciptakan perdamaian. Selain itu, hubungan bilateral berhubungan dengan kebijakan politik luar negeri suatu negara dimana tujuannya adalah mencapai kepentingan nasional. Dalam hal ini, dalam melaksanakan hubungan bilateral dibutuhkan kerja sama yang baik agar kepentingan nasional yang hendak dicapai tetap dapat mewujudkan perdamaian. Hal ini, tentu saja berlaku pada hubungan bilateral Indonesia-Australia dimana dalam mencapai kepentingan nasionalnya masing-masing tidak boleh mengancam perdamaian, sehingga berlaku mengenai konsep kedaulatan dan ancaman. Dimana gerakan separatisme merupakan 3John Baylis dan Steve Smith,The Globalization of World Politics,Oxford University Press Inc,New

York,2001,hlm.158.

4Charles W.Kegley,JR. dan Shannon L. Blanton, World Politics Trend and Transformation, Wadsworth Cengage Learning,Boston,2011,hlm.354

5Ibid.

6ICNL,Undang Undang RI NO 17 TAHUN 2011 Tentang Intelijen

(3)

ancaman kedaulatan negara, maka negara lain dalam berhubungan bilateral tidak boleh mendukung gerakan separatisme tersebut.

Selanjutnya hubungan diplomasi pada era globalisasi tidak hanya dilakukan negara seperti dalam hubungan bilateral. Melainkan, aktor-aktor non-negara juga terlibat aktif. Aktor non-negara tersebut salah satunya adalah LSM (NGO), Perusahaan Multinasional(MNC), serta Individu. Selain itu, media juga terlibat dalam hubungan internasional.

Perjalanan hubungan bilateral yang terjadi antara Indonesia dan Australia mengalami pasang surut. Pada awal kemerdekaan, hubungan antara Australia dan Indonesia terbilang baik. Serikat Buruh Australia menekan pemerintah Australia untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.8 Lalu, pemerintah Australia menjadi wakil Indonesia dalam Komisi Tiga Negara,

serta pada tahun 1950, Australia mensponsorimasuknya Indonesia ke PBB.9 Namun, setelah

itu sempat terjadi ketegangan akibat perselisihan mengenai status Irian Jaya, Australia pada awalnya mendukung kolonial Belanda karena takut akan pengaruh komunisme di Indonesia, selain itu juga terdapat perselisihan mengenai konfrontasi Indonesia dengan Malaysia. Dan hubungan bilateral Indonesia-Australia mengalami keterpurukan ketika Timor-Timur lepas dari Indonesia. Namun, setelah kejadian tersebut, Indonesia dan Australia berusaha memperbaiki hubungannya, dengan menjain berbagai macam kerja sama yang berjalansampai sekarang.Memilih Indonesia sebagai destinasi pertama yang dikunjungi oleh Perdana Menteri terbaru Australia Tonny Abbott juga merupakan petanda keinginan Australia untuk memperkuat hubungan bilateralnya dengan Indonesia, serta petanda pentingnya Indonesia dimata Australia. Meskipun begitu, dalam kedatangan Tonny Abbott ke Indonesia disertai masalah pencari suaka, serta setelah itu terkuak kabar bahwa Australia memata-matai Indonesia. Kedua masalah tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi hubungan yang terakhir ini telah berjalan baik di antara kedua negara tersebut. Oleh karena itu, bisa kita simpulkan, bahwa hubungan bilateral Indonesia-Australia bukan hubungan yang mulus, melainkan hubungan diplomatik yang mengalami pasang surut. Melihat hal tersebut, celah yang dapat membawa kerenggangan antara Indonesia-Australia dapat dijadikan peluang bagi OPM untuk menggalang bantuan di negara kangguru tersebut.

Sejalan dengan hubungan bilateral Indonesia-Australia yang mengalami pasang surut, hubungan kedua negara tersebut mengenai Papua mengalami hal serupa. Australia

8Australia-Indonesia Institute,Hubungan antara Australia dan Indonesia,

(4)

2013/347053/SP/25627/Z

dimanasejak tahun 1962 telah mengakui Papua .-yang dulunya bernama Irian Jaya- sebagai bagian integral dari Republik Indonesia,10 terlihat seakan tidak konsisten dengan sikapnya

tersebut. Berbagai pernyataan resmi yang dikeluarkan pemerintah Australia yang bersifat mendukung kedaulatan Indonesia atas Papua kebanyakan terjadi setelah adanya sikap dari pemerintah atau aktor non-negara Australia yang mendukung OPM.Pernyataan Perdana Menteri Australia, John Howard pada tahun 2006 yang menegaskan sikap Australia akan kedaulatan Indonesia dikeluarkan setelah keputusan negaranya memberikan visa sementara kepada 42 pencari suaka Papua. 11Pemberian visa tersebut melibatkan senator Kerry Nettle,

anggota parlemen dari Partai Hijau, bahkan ia mendapatkan penghargaan “Mahkota Papua” darikelompok pro-separatis di Sydney, pada tanggal 2April 2006. 12Akibat dari pemberian

visa sementara tersebut, pemerintah Indonesia memprotes dengan menarik dutabesarnya dari Canberra.13Setelah itu, pada 13 November 2006 Indonesia dan Australia menandatangani

Perjanjian Lombok (Lombok Treaty) yang diratifikasi pada 7 Februari 2008.14Perjanjian yang

berupa kerja sama keamanan ini diharapkan bisa menjadi jaminan Australia untuk tidak akan merecoki urusan dalam negeri Indonesia lagi, serta perjanjian ini menjadi landasan hukum yang lebih kuat terhadap pengakuan Australia terhadap kedaulatan Indonesia atas Papua.15

Namun, setelah adanya Lombok Treaty, sikap Australia terhadap OPM dan Indonesia yang tidak konsisten terulang kembali. Hal ini dapat kita lihat dari munculnya kekhawatiran terhadap parlemen Australia yang akan mengintervesi NKRI. Menurut Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI-P, Tubagus Hasanuddin, aktivis dan anggota parlemen Australia dan negara sekitar pasifik akan berkumpul dalam kaukus Parlementarian For West, selain itu Tubagus mengutip pernyataan anggota Parlemen Australia, Richard, mengatakan, bahwa Papua harus diberi kesempatan menentukan pilihannya sebagai bangsa.16Selain itu, pada tahun yang sama (2012), terjadi pengibaran bendera OPM di

10Ibid.

11BBC Indonesia,Howard Soal Visa bagi Warga Papua,

<http://www.bbc.co.uk/indonesian/learningenglish/story/2006/03/060326_bilingual.shtml>, diakses 6 November 2013.

12M.Fathoni Hakim,Perjanjian Keamanan Indonesia-Australia;Upaya Indonesia untuk Mencegah Gerakan Separatisme di Indonesia Timur,<http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/135537-T%2027969-Perjanjian

15Kementerian Dalam Negeri,Australia Resmi Akui Papua,

<http://www.kemendagri.go.id/news/2006/05/22/australia-resmi-akui-papua>, diakses 6 November 2013. 16Sandro Gatra,DPR: Parlemen Australia Akan Intervensi

(5)

etalasetokokosmetik Lush di Perth, Australia.17 Selanjutnya, pada tahun 2013, Benny Wenda

(pemimpin pergerakan “kemerdekaan” Papua Barat) hadir dan berbicara pada forum TEDx Sydney yang diselenggarakan di Sydney Opera House,Australia serta didampingi pengacaranya Jennifer Robinson yang juga merupakan asisten dosen hukum di University Of Sydney.18Pada forum tersebut, Jennifer Robinson menyatakan keprihatinannya terhadap

Benny Wenda serta rakyat Papua, dan dengan maksud untuk mengajak para hadirin disana untuk mendukung pergerakan “kemerdekaan” di Papua. Tentu saja, forum tersebut menjadi penanda bahwa aktor non-negara yang merupakan akademisi di Australia telah terang-terangan mendukung gerakan separatisme tersebut. Hal ini, tentu saja menandai sikap Australia yang tidak konsisten dan terkesan membiarkan masyarakatnya untuk mendukung gerakan separatisme. Selain itu, pada tahun 2013 ini, sebuah pelayaran bernama “Freedom Flotilla”dengan sekitar 50 orang bertujuan ke Merauke.19Di antara mereka terdapat seorang

warga Aborigin Australia, Kevin Buzzacott, danpemimpin Papua Barat, Jacob Rumbiak.20Atas aksi ini, Bob Carr selaku menteri luar negeri Australia menegaskan bahwa

pelayaran tersebut tidak didukung oleh Australia.21

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott dalam kunjungannya ke Indonesiatelah menegaskan kembali sikap Australia yang mendukung kedaulatan Indonesia atas Papua. Tony Abbott juga menganggap aksi tiga mahasiswa Papua yang memanjat konsulat Australia di Bali sebagai aksi perlawanan, dan hal ini berlainan dengan anggapan Senator Australia dari PartaiHijau, Richard Di Natale yang berencanamengunjungi Papua, ia yang akan mengajak kalangan jurnalis dan aktivis HAM ingin bertemu dengan aktivis Papua.22 Dari hal ini,

tampak bahwa adanya perbedaan pandangan antar partai di Australia, Tonny Abbott yang

>, diakses 6 November 2013.

17Chairul Akhamd,BenderaOPM Berkibar, Kemhan Pertanyakan Komitmen

Australia,< http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/08/23/m97mmb-bendera-opm-berkibar-kemhan-pertanyakan-komitmen-australia>, diakses 6 November 2013.

18Office of Benny Wenda,Benny Wenda Speaks at TEDxSidney< http://bennywenda.org/2013/benny-wenda-speaks-at-tedx-in-sydney-australia/>, atau <http://www.youtube.com/watch?v=WbkHkjg5Kac>, diakses 6 November 2013.

19Henri Salomo Siagian,TNI Diperintahkan Bersiap Hadapi Kedatangan Kapal Pembawa Aktivis

Australia, http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/08/18/1/175647/TNI-Diperintahkan-Bersiap-Hadapi-Kedatangan-Kapal-Pembawa-Aktivis-Australia, diakses 6 November 2013.

20Ibid.

21Kedutaan Besar Australia Indonesia,Interview: Senator the Hon. Bob Carr, Australian Minister for Foreign Affairs,<http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/SM13_030.html>, diakses 3 November 2013.

22ABC Radio Australia,Senator Australia Rencana Bawa Jurnalis ke

(6)

2013/347053/SP/25627/Z

berasal dari Partai Liberal telah menyerahkan mengenai masalah Papua termasuk permasalahan HAM nya ditangan Indonesia.

Selain, aktor non-negara dan komponen pemerintahan sendiri yang terlibat dalam mendukung gerakan separatisme di Papua, media massa juga berpengaruh dalam menggiring opini masyarakat. Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, mengkritik pemberitaan media Australia soal Papua yang berat sebelah dan tidak pernah menyiarkan keberhasilan pembanguan serta kekejamaan anggota Organisasi Papua Merdeka.23Selain itu, redaktur New Internationalist Magazine,Christ Richard, menulis tulisan yang profokatif dan mendukung OPM dengan judul West Papua Rising, didalamnya terdapat tulisan “West Papua Rising.West Papuans want

Independence,Indonesians gun them down. But dead spirits free hearts.”24

Sesuai dengan konsep kedaulatan negara, negara lain tidak berhak ikut campur dalam urusan negara lain. Australia sebagai negara tetangga Indonesia yang juga memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Indonesia sudah seharusnya mematuhi kedaulatan Indonesia, termasuk terhadap Papua.Namun, sikap pemerintah Australia seperti dengan hubungan bilateral dengan Indonesia yang pasang surut, mengalami inkonsistensi dalam menyikapi persoalan Papua. Walau, pernyataan resmi dari Pemerintah Australia selalu mendukung kedaulatan Indonesia, komponen pemerintah Australia justru berpandangan dan bertindak tak sejalan dengan hal itu. Selain itu, munculnya peran-peran non-negara yang berisi warga Australia juga semakin membuat posisi Australia menjadi tidak jelas. Kita tahu sebagai sebuah negara yang berdaulat, Australia seharusnya dapat mempertegas posisi nya terhadap OPM dan Indonesia dihadapan rakyatnya, sehingga tidak akan didapati lagi aktor non-negara yang mendukung gerakan separatisme tersebut. Pada akhirnya, posisi atau wajah Australia di antara OPM dan Indonesia bisa kita katakan tidak konsisten. Oleh karena itu, perlu penegasan kembali baik terhadap Pemerintah Australia dan elemen masyarakatnya untuk mendukung kedaulatan Indonesia secara penuh.

Daftar Pustaka

23Rilis KBRI Australia,Dubes RI Kritik Media Australia soal Papua,<http://webcache.googleusercontent.com/search?

q=cache:http://www.tempo.co/read/news/2013/05/20/078481881/Dubes-RI-Kritik-Media-Australia-soal-Papua>, diakses 4 November 2013.

24News Internationalist Magazine,West Papua

(7)

ABC Radio Australia.2013.Senator Australia Rencana Bawa Jurnalis ke Papua .http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-10-10/senator-australia-berencana-bawa-jurnalis-ke-papua/1202980.6 November 2013.

Akhamd,Chairul.2012.Bendera OPM Berkibar, Kemhan Pertanyakan Komitmen Australia

.http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/08/23/m97mmb-bendera-opm-berkibar-kemhan-pertanyakan-komitmen-australia.diakses 6 November 2013.

Australia-Indonesia Institute.Hubungan antara Australia dan Indonesia. http://www.dfat.gov.au/AII/publications/bab11/index.html.6 November 2013.

Baylis,John dan Steve Smith.2001.The Globalization of World Politics.New York: Oxford University Press Inc.

BBC Indonesia.Howard Soal Visa bagi Warga Papua.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/learningenglish/story/2006/03/060326_bilingual.shtm l.6 November 2013.

Fathoni Hakim,M.2010.Perjanjian Keamanan Indonesia-Australia;Upaya Indonesia untuk Mencegah Gerakan Separatisme di Indonesia Timur. http://lontar.ui.ac.id/file? file=digital/135537-T%2027969-Perjanjian%20keamanan-Tinjauan%20literatur.pdf. 4 November 2013.

Gatra,S.2012.DPR: Parlemen Australia Akan Intervensi

NKRI.http://nasional.kompas.com/read/2012/02/25/19333935/DPR.Parlemen.Australia. Akan.Intervensi.NKRI.6 November 2013.

ICNL, Undang Undang RI NO 17 TAHUN 2011 Tentang Intelijen Negara,http://www.icnl.org/research/library/files/Indonesia/UU.pdf. 5 November 2013.

IMA.2008.Perjanjian Keamanan RI-Australia Resmi

Berlaku.http://internasional.kompas.com/read/2008/02/07/16475529/Perjanjian.Keama nan.RIAustralia.Resmi.Berlaku.6 November 2013.

(8)

2013/347053/SP/25627/Z

Kedutaan Besar Australia Indonesia.2013.

Interview: Senator the Hon. Bob Carr, Australian Minister for Foreign Affairs.http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/SM13_030.html.3

November 2013.

Kementerian Dalam Negeri.2006.Australia Resmi Akui Papua.

http://www.kemendagri.go.id/news/2006/05/22/australia-resmi-akui-papua.6November 2013.

Kusumohamudjojo.1993.Pengantar Ilmu Hubungan Internasional.Jakarta:Gramedia.

News Internationalist Magazine.2002.West Papua Rising.

http://www.newint.org/issue344/keynote.htm.6 November 2013.

Office of Benny Wenda.2013.Benny Wenda Speaks at

TEDxSidney .http://bennywenda.org/2013/benny-wenda-speaks-at-tedx-in-sydney-australia/, atau http://www.youtube.com/watch?v=WbkHkjg5Kac.6 November 2013.

Rilis KBRI Australia.2013.Dubes RI Kritik Media Australia soal Papua.http://webcache.googleusercontent.com/search?

q=cache:http://www.tempo.co/read/news/2013/05/20/078481881/Dubes-RI-Kritik-Media-Australia-soal-Papua,4 November 2013.

Robert, Jean dan Feilleux Legeuy.2009.The Dynamic Of Diplomacy.London:Lynne Rienner Publishers,Inc.

S,Henri Salomo.2013.TNI Diperintahkan Bersiap Hadapi Kedatangan Kapal Pembawa AktivisAustralia.http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/08/18/1/175647/T NI-Diperintahkan-Bersiap-Hadapi-Kedatangan-Kapal-Pembawa-Aktivis-Australia.6 November 2013.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menjalankan bisnis bunga potong, saat ini didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat terutama jejaring sosial seperti sosial media yang

Sehubungan dengan rencana penunjukan akuntan publik untuk memeriksa laporan keuangan dari PT PETA tahun buku 2012, bersama ini kami sampaikan Proposal Audit untuk

Masalah yang akan di bahas dalam Tugas Akhir ini yaitu mengetahui jenis-jenis koleksi fiksi apa saja yang dimiliki Perpustakaan SMP Negeri 1 Bantul, bagaimana

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara Spiritual Leadership yang dimiliki pemimpin dengan komitmen afektif

Unit Simpan Pinjam membuat Surat Permohonan Pinjaman / Kredit Koperasi (SPPKK), Surat persetujuan, Tanda Terima dibuat rangkap dua, sehingga bagian bendahara, dan

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). dengan pendekatan kualitatif, dengan sumber data dari manajer dan nasabah KSPPS NU Sejahtera

Nilai tambah pertumbuhan ekonomi Aceh dari kegiatan usaha hulu Migas yang baik dan benar akan mampu membangun peradaban moderen yang sesuai dengan prinsip-prinsip, teori-teori

1) Menyeimbangkan antara teori dan praktik ilmu serta meyatukan antara teori dan praktik. 2) Memberikan keterampilan kerja ilmiah. 3) Memberikan dan memupuk keberanian