SEMINAR SEHARI
PEMBANGUNAN DESA MANDIRI DAN SEJAHTERA DALAM PERSPEKTIF UU NOMOR 06 TAHUN 2014.
Tangerang ; ………. Mei 2015 a. LATAR BELAKANG
Lahirnya Regulasitentang Desa melalui UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah No. 43/2014 serta PP No. 60/2014, yang mulai di implementasikan tahun 2015 ini, dipastikan akan mengubah Tata Kelola dan pola pembangunan Desa. Lembaga kemasyarakatan Desa sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemerintahan, kemasyarakatan, dan pemberdayaan yang mengarah terwujudnya demokratisasi dan transparansi di tingkat masyarakat serta menciptakan akses agar masyarakat lebih berperan aktif dalam kegiatan pembangunan memiliki peran startegis dalam pembanguan Desa. Azas partisipatif masyarakat dalam undang undang ini secara tegas disebutkan dari mulai Musyawarah Desa (116) hingga pada tataran pelaksanaan pembangunan disebutkan agar melibatkan unsur masyarakat baik secara personal maupun kelembagaan (Pasal 80).
Selainitu, lahirnya undang-undang Desa nomor 06 tahun 2014 menjadi spirit untuk melakukan akselarasi kesejahteraan masyarakat desa yang Mandiri. Spirit UU Desa dalam melahirkan desa maju dan mandiri tentu tak bisa dilakukan secara parsial. Jalan terjal membangun desa tentu akan menjadi bagian dari dinamika masyarakat dalam mengawal perubahan, membangun sinergi-koordinasidenganDesa lain dan Pemangku kepentingan lainya mutlak harus dilakukan pemimpin Desa demi mewujudkan Desa Sejahtera dan Mandiri.
Oleh karena itu, Menjadi keniscayaan bahwa mendorong desa menjadi sejahtera dan mandiri adalah tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, baik desa maupun pemerintah daerah saja, melainkan keterlibatan semua pihak menjadi mutlak adanya termasuk pihak swasta.
Berkenaan dengan hal tersebut kami memandang perlu diadakanya kesepahaman antara stekholders Pembangunan Desa dalam memahami konsep pembangunan kawasan perdesaan berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku, dan untuk melakukan itu kamu bermaksud mengadakan kegiatan seminar.
B. DESKRIPSI
termasuk melakukan elaborasi manjemen Tata Kelola pembangunan perdesaan.
Seminar ini akan di ikuti oleh stekholders Pembanguan Desak diantaranya kepala Desa Besertajajaran, LPM, PKK, PSM dan BKM serta dengan narasumber yang berkompeten dibidangnya seperti Unsur Kemendagri, Kementrian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan transmigrasi, DPR, BAPEDA provinsi Banten serta praktisi pembangunan Desa.
C. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Mendiskusikan Implikasi UU Desa No. 6 Tahun 2014 terhadap Tata Kelola Pemerintahan dan Pembangunan Desa.
2. Mendiskusikan peluang dan tantangan yang dihadapi dalam membangun Desa.
3. Optimalisasi kelembagaan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Desa.
D. TARGET
1. Tumbuhnya persepsi bersama antara stekholders pembanguan tentang konsepsi pembangunan Desa berdasarkan peraturan perundang undangan sehingga dapat mengaplikasikan sesuai TUFOKSI masing masing.
2. Menanamkan urgensi koordinasi dan sinergi antara Desa dan stekholder pembangunan lainya dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi peningkatan pelayanan dan kesejahteraan warga.
E. SASARAN PESERTA
Sasaran peserta adalah stekholders Pembangunan Desa yang ada di provinsi Banten, dengan estimasi peserta sebanyak 150 orang yang terdiri dari unsur.
1. Kementrian Desa PDT dan Transmigrasi
2. Wakil Ketua Komisi II DPR :
3. Praktisi Pembangunan Desa : Surta Wijaya
4. KEMENDAGRI :
5. BAPEDA Propinsi Banten :
G. MATERI SEMINAR
2. Pengaruh Pembangunan Kawasan Perdesaan pada peningkatan pelayanan dan kesejahteraan warga.
H. PELAKSANA
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Kajian Informasi Pembangunan Desa (PUKSIBA) bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kab Tangerang,. Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (APDESI) Banten
I. WAKTU DAN TEMPAT Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
J. ESTIMASI ANGGARAN Terlampir
L. PENUTUP
Demikianlah proposal ini kami sampaikan, atasperhatiandankerjasamnya kami ucapkanbanyakterimakasih.
Wassalamualaikumwr.wb.