• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODAL SOSIAL DALAM HUBUNGAN MUTUAL ISLAM - KRISTEN DI DESA PRANGAT BARU MARANG KAYU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "MODAL SOSIAL DALAM HUBUNGAN MUTUAL ISLAM - KRISTEN DI DESA PRANGAT BARU MARANG KAYU"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MODAL SOSIAL

DALAM HUBUNGAN MUTUAL ISLAM - KRISTEN

DI DESA PRANGAT BARU MARANG KAYU

TESIS

Diajukan kepada

Program Pascasarjana Magister Sosiologi Agama Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains

Oleh:

Liat Sihotang

752016209

FAKULTAS TEOLOGI

PROGRAM STUDI MAGISTER SOSIOLOGI AGAMA

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

(2)
(3)
(4)
(5)

MOTTO

Hidup adalah belajar

Belajar adalah hidup

(6)

HALAMAN PERSEMBAHAN

KUPERSEMBAHKAN KARYA ILMIAH INI UNTUK GEREJAKU, GPIB,

(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis persembahkan hanya kepada Tuhan Yesus

Sang Guru Agung yang berkenan memberikan kemurahan serta rahmat-Nya sehingga

proses studi lanjut ini dapat terselesaikan. Segala keadaan dan kondisi yang Tuhan

pakai dalam proses ini merupakan bagian bagaimana Tuhan hendak menyatakan

campur tangan-Nya kepada penulis. Ia selalu beserta, sekalipun saat penulis merasa

tidak ada seorang pun yang menemani.

Tuhan juga mengahadirkan banyak pribadi yang menjadi penyempurna

sehingga proses ini dapat dilalui. Oleh karena ini penulis menyampaikan terima kasih

terhadap: Rektor UKSW, Dekan Fakultas Teologi, Kaprogdi atas segala dukungan

yang diberikan. Penulis juga berterima kasih atas kesungguhan dan kesabaran para

dosen pembimbing yang luar biasa, Pdt. Izak Lattu, Ph.D. dan Dr. David Samiyono.

Kalian berdua merepakan ispirasi yang Tuhan anugerahkan di dalam proses ini. Selain

itu penulis juga menyampaikan terima kasih kepada Pdt. Dr. Rama Tulus Pilakoannu

yang bersedia membaca tesis ini dan mengujinya serta memberikan kontribusi yang

sangat berarti di dalamnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Majelis Sinode Gereja

Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang telah memberikan tugas kepada

penulis untuk berproses di dalam studi lanjut ini. Penulis juga berterima kasih kepada

Unit Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (UP2M) GPIB yang selalu setia

memberikan pendampingan kepada kami yang ditugaskan di dalam proses ini.

Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada GPIB Jemaat Jatipon Bekasi dan

(8)

studi ini berlangsug. Begitu juga kepada GPIB Jemaat Tamansari Salatiga yang selalu

setia menyediakan konsumsi selama kami tinggal di asrama. Ucapan terima kasih juga

penulis sampaikan kepada segenap Presbiter dan warga jemaat GPIB Jemaat Sola

Gracia Marang Kayu yang selalu mendukung dengan penuh semangat sehingga

penulis dapat menjalankan studi lanjut ini dengan baik.

Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada teman-teman MSA

2016 baik kelas khusus GPIB maupun kelas reguler yang telah bersedia menjadi

teman dan sahabat di dalam proses studi di kampus kita, UKSW. Selanjutnya penulis

juga berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan atas keberadaan kalian, Anneke

Samelina Odrie Sihotang-Aponno dan Araceli Immanuela Lidya Brieta Vinadeyani

br. Sihotang, isteri dan anak penulis. Kalian juga yang selalu setia memberikan

semangat serta dorongan agar penulis tetap kuat dan bersabar di dalam proses studi

lanjut ini. Semua keluarga besarku yang telah memberikan dukungan terlebih Papa

yang juga selalu memberikan dukungan. Mama telah tiada, namun semangatnya tetap

dirasa oleh penulis. Terima kasih Mama atas cinta kasihmu.

Penulis juga menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari kriteria baik apa lagi

sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat membuka diri terhadap kritik dan saran

yang membangun guna mengembangkan potensi diri dan peningkatan mutu karya

ilmiah ini di masa ke depan. Besar harapan penulis agar karya ilmiah ini dapat

memberikan kontribusi dan kebaikan yang berarti bagi pengetahuan dan khalayak

orang banyak.

Salatiga, 15 Januari 2018

(9)

ABSTRAK

Isu tentang hubungan antar agama merupakan suatu hal yang tidak akan pernah tuntas selama manusia yang beragama tersebut masih berinteraksi. Ketika hal tersebut dikelola dengan baik, akan menjadi suatu keuntungan bagi suatu komunitas, demikian sebaliknya. Hal ini jugalah yang menjadi pergumulan berat bagi Indonesia di dalam mengelola keberagaman hingga saat ini. Tulisan ini merupakan sebagian kecil yang hendak mengatakan bahwa Indonesia ternyata masih memiliki harapan yang baik di dalam mengelola hubungan lintas agamanya. Dalam hal ini hubungan mutual lintas agama di Desa Prangat Baru Kecamatan marang Kayu Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur yang penulis pilih sebagai contoh. Metode yang digunakan di dalam proses penulisan ini adalah kualitatif fenomenologi. Oleh kerena itu penulis melakukan wawancara dan diskusi dalam format FGD serta obeservasi yang mendalam di lingkungan masyarakat. Penulis juga menggunakan teori modal sosial yang dikembangkan oleh Robert Putnam sebagai sarana untuk meneliti mengapa hubungan mutual Islam-Kristen dapat terjadi di sana. Melalui penelitian ini dapat diketahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kondisi tersebut dapat terjadi sehingga diharapkan dapat menjadi kontribusi berarti bagi kelangsungan hidup lintas agama yang lebih baik.

Kata kunci: mutual, Islam-Kristen, modal sosial, desa Prangat Baru

ABSTRACT

The issue of interfaith relations is something that will never be finished as long as the religious people are still interacting. When it is well managed, it will be an advantage for a community, and vice versa. It is also a tough struggle for Indonesia in managing

diversity to date. This paper is a small part who want to say that Indonesia still has a good hope in managing relationships between religions. In this case the mutual interreligious relationship in Prangat Baru Village, Kutai Kutanegara Subdistrict, East Kalimantan Province, the authors choose as an example. The method used in this writing process is qualitative phenomenology. Therefore, the authors conduct interviews and discussions in the format of FGD and deep obeservasion in the community. The author also uses social capital theory developed by Robert Putnam as a means to examine why Islamic-Christian mutual relationships can occur there. Through this research can be known what factors that cause these conditions can occur so it is expected to be a meaningful contribution to the survival of inter-faith better.

(10)

MOTTO ... i

1.3. Beberapa Penelitian Sebelumnya ... 16

1.4. Rumusan Masalah ... 18

1.5. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 20

1.6. Metode Penelitian ... 20

1.7. Sistematika Penulisan ... 21

BAB II ... 23

Hubungan Lintas Agama Dan Modal Sosial ... 23

2.1. Pengantar... 23

2.2. Hubungan Lintas Agama ... 25

2.3. Modal Sosial Menurut Para Ahli ... 27

2.2.1. Bourdieu ... 28

2.2.2. Coleman ... 29

2.2.3. Putnam ... 30

2.2.4. Fukuyama ... 32

(11)

BAB III ... 37

Hubungan Lintas Agamadi Prangat Baru Marang Kayu ... 37

3.1. Desa Prangat Baru Sebagai Teks dan Konteks ... 37

3.1.1. Pengantar ... 37

3.1.2. Geografis, Monografis dan Demografis Desa Prangat Baru ... 38

3.2. Hubungan Mutual Lintas Agama di Prangat Baru ... 41

3.2.1. Mutual dalam Kehidupan Lintas Agama ... 41

3.2.2. Mutual dalam Kesempatan Berpartisipasi di Ruang Publik ... 44

3.2.3. Mutual dalam Urusan Kematian ... 45

3.2.4. Peran Pemerintah dalam Hubungan Mutual ... 48

3.2.5. Kesimpulan ... 50

BAB IV ... 53

Kala Putnam Datangke Desa Prangat Baru ... 53

4.1. Pengantar... 53

4.2. Mengapa Terjadi Hubungan Mutual di Desa Prangat Baru? ... 54

4.3. Modal Sosial Putnam di Prangat Baru ... 58

4.3.1. Kepercayaan (Trust) di Desa Prangat Baru ... 58

4.3.2. Norma (Norm) di Desa Prangat Baru ... 60

4.3.3. Jaringan (Network) di Desa Prangat Baru ... 61

BAB V ... 64

P e n u t u p ... 64

5.1. Kesimpulan ... 64

5.2. Saran ... 67

(12)

Lampiran-Lampiran ... 77

Lampiran 1: Buku Data Monografi Desa Prangat Baru ... 77

Lampiran 2 : Lokasi desa Prangat Baru ... 91

Lampiran 3: Kebersamaan dalam acara “Bersih Desa” ... 93

Lampiran 4: Pentas Kesenian Rakyat ... 94

Referensi

Dokumen terkait