• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUNGA DAN RIBA.ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BUNGA DAN RIBA.ppt"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BUNGA DAN RIBA

Dalam Perspektif Sejarah dan Agama

Oleh : Dra. Oneng Nurul Bariyah, M.Ag

(2)

YUNANI

ARISTOTELES (384-322SM) Fungsi uang adalah sebagai alat tukar (medium of exchange) bukan alat menghasilkan tambahan melalui

Bunga “..istilah riba yang berarti lahirnya uang dari uang, diterapkan kepada pengembangbiakan uang karena analogi keturunan dan orang tua. Dibanding dengan semua cara mendapatkan uang, cara

seperti ini adalah yang paling tidak alami” (Politics, 1258)

(3)

Kitab Eksodus (Keluaran) 22:25

 Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang

umatku, orang yang miskin diantramu, maka janganlah engkau berlaku sbg penagih hutang terhadap dia, janganlag engkau bebankan bunga kepadanya.”

Kitab Deuteronomy (Ulangan) 23:19

Janglah engkau membungakan uang kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan, atau apa pun yg dapat dibungakan.”

Kitab Levicitus (Imamat) 35:7

• Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba

darinya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu bisa hidup diantaramu. Jangan engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu jangan lah kau berikan dengan meminta riba.”

(4)

KRISTEN

Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang,

karen akamu berharap akan mendapat sesuatu darpadanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kasihilah musuhmu dan berbuat

baiklah kepada merekadan pinjamkan dengan tidka

mengharap balasan, maka upahmu akan besar dan kamu

(5)

lanjutan

 Karena tidak disebutkan secara jelas, timbul berbagai tanggapan dan tafsirantentang boleh tidaknya

melakukan praktek pembungaan. Pandangan para sarjana Kristen thdp praktek pembungaan terbagi tiga periode, yaitu:

 - Pandangan pendeta awal (abad I-XII)

 - Pandangan para sarja Kristen (abad XII-XV)

(6)

Kristen

 Pandangan pendeta awal (abad I-XII) : Larangan mengambil bunga merujuk kepada Old Testament yang juga diimani oleh orang Kristen.

 St Basil ((329-379)

 St Gregory dari Nyssa (335-395)

 St Ambrose

 St Augustine

(7)

Larangan yang dikeluarkan gereja dlm bentuk undang-undang (Canon)

 Council of Elvira (Spanyol tahun 306)  Council of Arles (tahun 314)

 First Council of Nicaea (Tahun 325)

 Council of Carthage (th 345) & Council of Aix la (789)  Council of Latern (1179)

 Council of Lyons (1274)  Council of Vienne (1311)

+ Kesimpulan pandangan Prndeta Awal (Abad I-XII)

- Bunga adalah semua bentuk yang diminta sbg imbalan yg

melebihi jumlah barang yang dipinjamkan di awal

- Mengambil bunga adalah suatu dosa yang dilarang baik dalam

(8)

Lanjutan…

 Keinginan atau niat untuk mendapat imbalan melebihi apa

yang dipinjamkan adalah suatu dosa

 Bunga harus dikembalikan kepada pemiliknya

 Harga barang yang tinggi untuk penjualan secara kredit

(9)

Pandangan Par a Sarjana Kristen (Abad XII-XV)

 Robert of Courcon (1152-1218)

 William Auxxerre (1160-1220)

 St Raymond of Pennafore (1180-1278)

 St Bonaventure (1221-1274)

 St Thomas Aquinas (1225-1274)

 Bunga dibedakan menjadi interest dan usury

 Niat atau perbuatan untuk mendapatkan keuntungan

dengan memberikan pinjaman adalah suatu dosa yang bertentangan dengan keadilan

 Mengambil bunga dari pinjaman diperbolehkan, namun

(10)

Pandangan Para Reformis Kristen (Abad XVI-th 11836)

 John Calvin (1509-1564)

 Charles de Moulin (1500-1566)

 Claude Saumaise (1588-1653)

 Martin Luther (1483-1546)

 Melancthon (1497-1560)

 Zwingli (1484-1531)

 Dosa apabila bunga memberatkan

 Uang dapat membiak (kontra dgn Aristoteles)

 Tidak menjadikan pengambil bunga sebagai profesi

(11)

ISLAM

 Al-Ruum:39

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar ia bertambah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang yang melipatgandakannya (pahalanya)

Al-Nisa:160-161

(12)

Lanjutan

Ali Imran :130

 ‘hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan

riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”

Al-Baqarah:278-279

 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada

Allahdan tinggalkanlah sisa riba (yg belum sempat dipungut) jika kamu (benar-benar) sbg orang-orang

(13)

ISLAM

 Jabir berkata bahwa Rasulullah saw mengutuk orang yang

menerima riba, orang yang membayarnya dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian beliau bersabda:”Merka semuanya sama.” (HR Muslim)

 Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi saw

(14)

RIBA

 Riba :

- riba dayn (riba dalam pinjaman) - riba ba’i (riba dalam jual beli)

* Riba Ba’i:

- Riba Fadl: rib akarena pertukaran barang yang sejenis, tapi

jumlahnya tidak seimbang

- Riba nasiah: riba karena pertukaran yang sejenis dan

jumlahnya dilebihkan karena melibatkan jangka waktu

- Ulama sepakat bahwa riba haram. Namun, persoalannya

(15)

Bunga Bank Pandangan Dunia Islam

Dewan Studi Islam al-Azhar Cairo

Bunga dalam segala bentuk pinjaman adalah riba

Rabithah alam islamy

Bunga bank yang berlaku dalam perbankan konvensional adalah riba yang diharamkan (Keputusan no 6 sidang ke-9, Mekkah 12-19 Rajab 1406 H)

Majma’ Fiqih Islamy, Organisasi Konferensi Islam

• Seluruh tambahan dan bunga atas pinajman yang jatuh tempo

dan ansabah tidak mampu membayarnya, demikian pula

(16)

BUNGA BANK PANDANGAN ULAMA INDONESIA

 Nahdhatul Ulama

Sebagian ulam amengatakan sama dengan ria, sebagian lain mengatakan tidak sama dan sebagia menyatakan syubhat.

• Rekomendasi agar PBNU mendirikan bank Islam sengan

sistem tanpa bunga (Bahtsul Masail, Munas Bandar Lampung, 1992)

Muhammadiyah

• Bunga yang diberikan oleh bank-bank milik negara kepada

nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku termasuk perkara mutasyabihat

• Menyarankan kepada PP Muhammadiyah untuk

(17)

BUNGA BANK PANDANGAN ULAMA INDONESIA

Majelis ulama Indonesia

1)

Bunga bank sama dengan riba; 2) tidak sama

dengan riba;3)syubhat. MUI harus mendirikan

bank alternatif (Lokakarya Alim Ulama Cisarua

1991)

2)

Lajnah Ulama Komisi Fatwa se Indonesia, MUI :

(18)

Alasan Pihak yang membolehkan

1. Boleh mengambil bunga karena darurat

2. Pada tingkat wajar, tidak mengapa bunga dibebankan

3. Opportunity Lost yang ditanggung pemilik dana disebabkan

penggunaan uang oleh pihak lain

4. Bunga untuk konsumtif dilarang, untuk produktif dibolehkan

5. Uang sebagai komoditi, karena itu ada harganya , dan harga

uang itu adalah bunga

6. Bunga sbg penyeimbang laju inflasi

7. Bunga sebagai upah menunggu

8. Nilai uang sekarang lebih besar daripada nilai uang pada

masa depan

9. Di zaman Nabi tidak ada bank, dan bank bukan

(19)

UPAYA ULAM A

Istinbath ulama terhadap sumebr-sumber

syariah merupakan upaya menghindari riba.

Diantara hasilnya adalah produk muamalah:

- Musyarakah, mudharabah (Qiradh),

muzara’ah, musaqat, mugharatsah.

- Murabahah, ba’I muajjal, salam, Istisna,

Sharf, Jazzaf

(20)

Alasan Jawaban Thdp Kebolehan Bunga

1. Kebolehan karena darurat lemah, karena ada tempat lain untuk

menyimpan uang selain bank. Apakah menyimpan uang di tempat lain selain bank itu menyebabkan darurat?

2. Bunga boleh jika “wajar” tidak jelas, karena kata wajar itu

kualitatif dan terikat pada jangka waktu dan tempat. Jika kita melihat pergerakan suku bunga, dikatakan wajar menurut siapa?

3. Opportunity cost (lost) akibat pinjaman unag oleh phak lain

sangat lemah. (Apabila uang dipakai sendiri selalu untung) .

Penggunaan uang oleh pemilik tidka selalu membawa keuntungan

4. Bunga hanya untuk produksi tidka untuk konsumsi tidak jelas,

(21)

lanjutan

5.

Uang sbg komoditi dan harga uang adalah bunga. Ini ungakpan para bankir. Jika komoditi mengapa harus dikembalikan. Akibat uang sebagai komoditi mengakatkan krisis dahsyat pada dunia.

6. Bunag sebagai penyeimbang laju inflasi. Jika suku bunga naik, maka produsen pemakai dana pinjaman akan menaikan harga jual, sehingga akan terjadi kenaikan harga. Dengan demikian akan terjadi inflasi.

(22)

lanjutan

tidak akan dipinjamkan kepada orang lain. Untuk apa dipinjamkan jika ia sendiri membutuhkan. Jika menunggu harus dapat imbalan, ada sementara orang menitip dengan membayar . Artinya ada motif lain selain keuntunag yaitu keamanan dan likuiditas.

(23)

lanjutan

 Bank sebagai lembaga baru yang tidka ada di zaman Nabi

(24)

Akad-Akad Syariah

1.

Murabahah

: jual beli yang keuntungannya

disepakati, bisa tunai bisa cicilan.

2.

Mudharabah

: Usaha bersama dimana salah satu

pihak menumbangkan modal dan pihak lain

memberika keahlian. Keuntunagn diperoleh dibagi

menurut kesepakatan di muka sedangkan apabila

rugi, pemilik modal menanggung semua kerugian.

3.

Musyarakah

: Usaha bersama dimana semua pihak

(25)

lanjutan

-

Salam

: jual beli yang harganya dibayar

dimuka seluruhnya, sedangkan barang

diberika kemudian, setelah jangka waktu

tertentu, barang sudah terstandar.

-

Istisna

: Jual beli yang barangnya dibayar

berdasarkan kesepakatan. Barang

Referensi

Dokumen terkait

Tafsirnya adalah : kalau ayat yang lalu telah menyebutkan salah satu bentuk kezaliman orang-orang yahudi yaitu menghalangi manusia menuju jalan Allah, maka ayat ini

menjelaskan kalau ayat yang lalu telah menyebutkan salah satu bentuk kezaliman orang-orang yahudi yaitu menghalangi manusia menuju jalan Allah, maka ayat ini menyebut sebagian yang

Makanan Halal adalah makanan yang datangnya dari sumber-sumber yang halal dari segi syara, suci, baik, dan tidak mengandung mudhorot bagi orang yang

Hal ini disebabkan oleh keseharian mereka di jalanan berkontak dengan lingkungan kotor, memakan makanan dan minuman yang tidak higienis, serta kurangnya pengetahuan

bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang

Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir (baik dari kalangan Yahudi maupun Nashroni) dan orang musyrik, atau ragu terhadap kekufuran mereka (orang kafir, orang

Dalam hal ini, Allah SWT mengungkapkan supaya umat Islam yang beriman menjaga pemakanan mereka dan mengambil makanan yang lazat daripada sesuatu yang telah dihalalkan kepada

Gereja adalah satu umat perjanjian Allah, semua orang yang diselamatkan oleh satu injil, yang mencakup orang percaya Yahudi maupun bukan Yahudi --baik mereka yang dengan