BUNGA DAN RIBA
Dalam Perspektif Sejarah dan Agama
Oleh : Dra. Oneng Nurul Bariyah, M.Ag
YUNANI
ARISTOTELES (384-322SM) Fungsi uang adalah sebagai alat tukar (medium of exchange) bukan alat menghasilkan tambahan melalui
Bunga “..istilah riba yang berarti lahirnya uang dari uang, diterapkan kepada pengembangbiakan uang karena analogi keturunan dan orang tua. Dibanding dengan semua cara mendapatkan uang, cara
seperti ini adalah yang paling tidak alami” (Politics, 1258)
Kitab Eksodus (Keluaran) 22:25
Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang
umatku, orang yang miskin diantramu, maka janganlah engkau berlaku sbg penagih hutang terhadap dia, janganlag engkau bebankan bunga kepadanya.”
Kitab Deuteronomy (Ulangan) 23:19
“Janglah engkau membungakan uang kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan, atau apa pun yg dapat dibungakan.”
• Kitab Levicitus (Imamat) 35:7
• Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba
darinya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu bisa hidup diantaramu. Jangan engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu jangan lah kau berikan dengan meminta riba.”
KRISTEN
“
Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang,karen akamu berharap akan mendapat sesuatu darpadanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kasihilah musuhmu dan berbuat
baiklah kepada merekadan pinjamkan dengan tidka
mengharap balasan, maka upahmu akan besar dan kamu
lanjutan
Karena tidak disebutkan secara jelas, timbul berbagai tanggapan dan tafsirantentang boleh tidaknya
melakukan praktek pembungaan. Pandangan para sarjana Kristen thdp praktek pembungaan terbagi tiga periode, yaitu:
- Pandangan pendeta awal (abad I-XII)
- Pandangan para sarja Kristen (abad XII-XV)
Kristen
Pandangan pendeta awal (abad I-XII) : Larangan mengambil bunga merujuk kepada Old Testament yang juga diimani oleh orang Kristen.
St Basil ((329-379)
St Gregory dari Nyssa (335-395)
St Ambrose
St Augustine
Larangan yang dikeluarkan gereja dlm bentuk undang-undang (Canon)
Council of Elvira (Spanyol tahun 306) Council of Arles (tahun 314)
First Council of Nicaea (Tahun 325)
Council of Carthage (th 345) & Council of Aix la (789) Council of Latern (1179)
Council of Lyons (1274) Council of Vienne (1311)
+ Kesimpulan pandangan Prndeta Awal (Abad I-XII)
- Bunga adalah semua bentuk yang diminta sbg imbalan yg
melebihi jumlah barang yang dipinjamkan di awal
- Mengambil bunga adalah suatu dosa yang dilarang baik dalam
Lanjutan…
Keinginan atau niat untuk mendapat imbalan melebihi apa
yang dipinjamkan adalah suatu dosa
Bunga harus dikembalikan kepada pemiliknya
Harga barang yang tinggi untuk penjualan secara kredit
Pandangan Par a Sarjana Kristen (Abad XII-XV)
Robert of Courcon (1152-1218)
William Auxxerre (1160-1220)
St Raymond of Pennafore (1180-1278)
St Bonaventure (1221-1274)
St Thomas Aquinas (1225-1274)
Bunga dibedakan menjadi interest dan usury
Niat atau perbuatan untuk mendapatkan keuntungan
dengan memberikan pinjaman adalah suatu dosa yang bertentangan dengan keadilan
Mengambil bunga dari pinjaman diperbolehkan, namun
Pandangan Para Reformis Kristen (Abad XVI-th 11836)
John Calvin (1509-1564)
Charles de Moulin (1500-1566)
Claude Saumaise (1588-1653)
Martin Luther (1483-1546)
Melancthon (1497-1560)
Zwingli (1484-1531)
Dosa apabila bunga memberatkan
Uang dapat membiak (kontra dgn Aristoteles)
Tidak menjadikan pengambil bunga sebagai profesi
ISLAM
Al-Ruum:39“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar ia bertambah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang yang melipatgandakannya (pahalanya)
Al-Nisa:160-161
Lanjutan
…
Ali Imran :130
‘hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan
riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”
Al-Baqarah:278-279
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada
Allahdan tinggalkanlah sisa riba (yg belum sempat dipungut) jika kamu (benar-benar) sbg orang-orang
ISLAM
Jabir berkata bahwa Rasulullah saw mengutuk orang yang
menerima riba, orang yang membayarnya dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian beliau bersabda:”Merka semuanya sama.” (HR Muslim)
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi saw
RIBA
Riba :- riba dayn (riba dalam pinjaman) - riba ba’i (riba dalam jual beli)
* Riba Ba’i:
- Riba Fadl: rib akarena pertukaran barang yang sejenis, tapi
jumlahnya tidak seimbang
- Riba nasiah: riba karena pertukaran yang sejenis dan
jumlahnya dilebihkan karena melibatkan jangka waktu
- Ulama sepakat bahwa riba haram. Namun, persoalannya
Bunga Bank Pandangan Dunia Islam
Dewan Studi Islam al-Azhar Cairo
Bunga dalam segala bentuk pinjaman adalah riba
Rabithah alam islamy
Bunga bank yang berlaku dalam perbankan konvensional adalah riba yang diharamkan (Keputusan no 6 sidang ke-9, Mekkah 12-19 Rajab 1406 H)
• Majma’ Fiqih Islamy, Organisasi Konferensi Islam
• Seluruh tambahan dan bunga atas pinajman yang jatuh tempo
dan ansabah tidak mampu membayarnya, demikian pula
BUNGA BANK PANDANGAN ULAMA INDONESIA
Nahdhatul Ulama
Sebagian ulam amengatakan sama dengan ria, sebagian lain mengatakan tidak sama dan sebagia menyatakan syubhat.
• Rekomendasi agar PBNU mendirikan bank Islam sengan
sistem tanpa bunga (Bahtsul Masail, Munas Bandar Lampung, 1992)
• Muhammadiyah
• Bunga yang diberikan oleh bank-bank milik negara kepada
nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku termasuk perkara mutasyabihat
• Menyarankan kepada PP Muhammadiyah untuk
BUNGA BANK PANDANGAN ULAMA INDONESIA
Majelis ulama Indonesia
1)
Bunga bank sama dengan riba; 2) tidak sama
dengan riba;3)syubhat. MUI harus mendirikan
bank alternatif (Lokakarya Alim Ulama Cisarua
1991)
2)
Lajnah Ulama Komisi Fatwa se Indonesia, MUI :
Alasan Pihak yang membolehkan
1. Boleh mengambil bunga karena darurat
2. Pada tingkat wajar, tidak mengapa bunga dibebankan
3. Opportunity Lost yang ditanggung pemilik dana disebabkan
penggunaan uang oleh pihak lain
4. Bunga untuk konsumtif dilarang, untuk produktif dibolehkan
5. Uang sebagai komoditi, karena itu ada harganya , dan harga
uang itu adalah bunga
6. Bunga sbg penyeimbang laju inflasi
7. Bunga sebagai upah menunggu
8. Nilai uang sekarang lebih besar daripada nilai uang pada
masa depan
9. Di zaman Nabi tidak ada bank, dan bank bukan
UPAYA ULAM A
Istinbath ulama terhadap sumebr-sumber
syariah merupakan upaya menghindari riba.
Diantara hasilnya adalah produk muamalah:
- Musyarakah, mudharabah (Qiradh),
muzara’ah, musaqat, mugharatsah.
- Murabahah, ba’I muajjal, salam, Istisna,
Sharf, Jazzaf
Alasan Jawaban Thdp Kebolehan Bunga
1. Kebolehan karena darurat lemah, karena ada tempat lain untuk
menyimpan uang selain bank. Apakah menyimpan uang di tempat lain selain bank itu menyebabkan darurat?
2. Bunga boleh jika “wajar” tidak jelas, karena kata wajar itu
kualitatif dan terikat pada jangka waktu dan tempat. Jika kita melihat pergerakan suku bunga, dikatakan wajar menurut siapa?
3. Opportunity cost (lost) akibat pinjaman unag oleh phak lain
sangat lemah. (Apabila uang dipakai sendiri selalu untung) .
Penggunaan uang oleh pemilik tidka selalu membawa keuntungan
4. Bunga hanya untuk produksi tidka untuk konsumsi tidak jelas,
lanjutan
5.
Uang sbg komoditi dan harga uang adalah bunga. Ini ungakpan para bankir. Jika komoditi mengapa harus dikembalikan. Akibat uang sebagai komoditi mengakatkan krisis dahsyat pada dunia.6. Bunag sebagai penyeimbang laju inflasi. Jika suku bunga naik, maka produsen pemakai dana pinjaman akan menaikan harga jual, sehingga akan terjadi kenaikan harga. Dengan demikian akan terjadi inflasi.
lanjutan
tidak akan dipinjamkan kepada orang lain. Untuk apa dipinjamkan jika ia sendiri membutuhkan. Jika menunggu harus dapat imbalan, ada sementara orang menitip dengan membayar . Artinya ada motif lain selain keuntunag yaitu keamanan dan likuiditas.
lanjutan
Bank sebagai lembaga baru yang tidka ada di zaman Nabi
Akad-Akad Syariah
1.
Murabahah
: jual beli yang keuntungannya
disepakati, bisa tunai bisa cicilan.
2.
Mudharabah
: Usaha bersama dimana salah satu
pihak menumbangkan modal dan pihak lain
memberika keahlian. Keuntunagn diperoleh dibagi
menurut kesepakatan di muka sedangkan apabila
rugi, pemilik modal menanggung semua kerugian.
3.
Musyarakah
: Usaha bersama dimana semua pihak
lanjutan
-
Salam
: jual beli yang harganya dibayar
dimuka seluruhnya, sedangkan barang
diberika kemudian, setelah jangka waktu
tertentu, barang sudah terstandar.
-