TUGAS KOMUNIKASI MASSA MEDIA MASSA DAN GLOBALISASI
NURDINI TSABITUL CHUSNA
S221508009/RISET PENGEMBANGAN TEORI
GLOBALISASI BUDAYA KOREA MELALUI NEW MEDIA A. Latarbelakang
Baran (2011:7) mengartikan komunikasi massa sebagai proses menciptakan kesamaan arti antara media massa dengan khalayak. Dalam proses komunikasi massa akan ada proses timbal balik yang terjadi antara komunikator dengan komunikan. Hal tersebut dapat dilihat dalam model komunikasi yang dikemukakan oleh Schramm yang menyatakan bahwa terjadi encoding dan decoding dan interpretasi pesan atau informasi yang diterima dan menimbulkan efek timbal balik yang tidak langsung atau tertunda. Timbal balik tertunda atau yang disebut dengan timbal balik inferensial ini terjadi ketika komunikator terlambat dalam menerima pesan balasan dari komunikan, atau bisa juga dikatakan bahwa komunikator tidak hanya berkedudukan sebagai penyampai pesan melainkan juga sebagai penerima pesan. Begitu juga dengan komunikan juga bisa menjadi komunikator. Timbal balik yang merupakan hasil dari interpretasi khalayak tersebut tersebut bisa berupa kritik ataupun hal yang bermanfaat dan bisa memajukan penyampai pesan (komunikator).
Timbal balik tersebut merupakan hasil dari interpretasi khalayak. Interpretasi yang dilakukan dalam komunikasi massa berbeda antara satu individu dengan lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki oleh setiap individu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pengetahuan yang dimiliki setiap individu akan membentuk interpretasi yang berbeda yang bisa memunculkan pertentangan ataupun bisa juga relevan dengan isi pesan.
media massa memiliki peran yaitu sebagai media pembelajaran, media untuk memperoleh informasi, dan media massa sebagai media hiburan.
Media massa dewasa ini tidak hanya televisi, koran, majalah, radio saja, melainkan muncul media baru (new media) akibat dari ditemukannya internet. Seperti yang diungkapkan Tamburaka (2013:76) yang menyebutkan bahwa internet merupakan perubahan besar dalam media massa. Internet menjadi salah satu media massa yang dewasa ini lebih banyak digunakan untuk mendapatkan informasi untuk mendapatkan pengetahuan ataupun hiburan.
Globalisasi banyak dipengaruhi oleh new media. Hal ini dikarenakan new media menjadi salah satu media massa yang bisa menghubungkan satu individu yang berbeda negara dengan lebih mudah atau bisa dikatakan bahwa melali new media akan terbentuk global vilage. Globalisasi sendiri dapat diartikan sebagai proses mendunia bisa berupa produk, pemikiran ataupun aspek budaya lainnya. globalisasi bisa terjadi melalui media massa khususnya new media karena dapat dengan mudah diakses oleh setiap individu dimanapun dan kapanpun. Selain itu melalui new media globalisasi menjadi lebih mudah diterima oleh setiap orang dimanapun karena dapat dikemas dengan cara yang lebih menarik bisa berupa gambar, suara, dan video.
Melalui komunikasi massa yang disampaikan melalui media massa juga bisa bisa mengakibatkan transformasi budaya. Transformasi budaya terkait dengan memunculkan budaya global dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan bahwa perubahan-perubahan budaya yang disebabkan karena perkembangan telematika menjadi perhatian utama semua masyarakat di dunia. Transformasi budaya ini akan mengikutsertakan fungsi hiburan sebagai bagian penting karena fungsi hiburan dalam komunikasi massa saling mendukung fungsi-fungsi lainnya dalam proses komunikasi massa (bungin, 2013: 81).
TUGAS KOMUNIKASI MASSA MEDIA MASSA DAN GLOBALISASI
NURDINI TSABITUL CHUSNA
S221508009/RISET PENGEMBANGAN TEORI
budaya tradisional yang disebutnya sebagai peradaban berharga, sedangkan kalangan neokonservatif memandang bahwa budaya populer akan menuntun pada perkembangan budaya. Akan tetapi ditengah perdebatan tersebut budaya populer semakin kuat dan berpengaruh besar pada manusia. Menurut Ben Angger dalam Bungin (2013:101) menyebutkan bahwa budaya populer sangat mempengaruhi kelompok muda dan menjadi pusat ideologi masyarakat dan kebudayaan.
Salah satu budaya populer yang menjadi budaya global adalah Korean Wave (gelombang Korea) atau bisa juga disebut dengan Hallyu. Gelombang korea yang mendunia ini menjadi suatu fenomena yang menarik karena muncul dan langsung dapat diterima oleh kalangan muda hampir diseluruh dunia. Fenomena budaya korea yang dapat diterima oleh masyarakat dunia dibuktikan dengan banyaknya konser musik korea yang tiketnya terjual habis dalam waktu singkat. Pada tahun 2013 misalnya situs web kapanlagi.com mencatat bahwa tiket konser VIP untuk group musik korea U-Kiss di San Fransisco terjual habis dalam waktu 30 detik (kapanlagi.com, 2013).
Bigbang juga berhasil mendapatkan penghargaan best worldwide act di ajang MTV European Music Award pada tahun 2014 lalu (koreanindo.com, 2014). Tidak hanya sampai disitu, ditahun 2015 konser musik korea juga masih diminati oleh masyarakat dunia, terbukti dari berita dari wowkeren.com yang mengutip dari the New York Times, menyebutkan bahwa konser bigbang adalah konser musik korea tersukses di Amerika Konser Big Bang membuktikan bahwa pengaruh dari Amerika telah menurun di industri musik dengan power dari band Asia yang semakin besar.
dengan musisi dari barat, seperti 2NE1 yang berhasil berkolaborasi dengan Will.i.am dalam lagu berjudul Take On The Word.
Read more:
http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00087706.html#ixzz3tGGjBBDH
Media massa?
Media massa dan globalisasi? Globalisasi?
Dampak dan efek globalisasi melalui media massa? adanya perubahan budaya (transformasi budaya)? Hiburan?
Pengenalan budaya ke masyarakat global? New media? B. Korean Wave
Globalisasi budaya korea yang kemudian menjadi dikenal di dunia? Budaya korea? Kpop?korean wave?hallyu?
Teori uses and efect media?
Penyebaran budaya korea melalui new media (internet)?
cara pengemasan budaya yang menarik?keteraturan dan tema yang berganti setiap tahun?