Socket dan Slot pada Motherboard
Socket Processor
Yaitu tempat untuk menempatkan processor.Selain system socket,ada pula tempat untuk meletakan processor berbentuk
slot
.Seperti penempatan pada processor P3 500
dan generasi sebelumnya,tetapi tidak semua processor P3 500 menggunakan processor
bersistem letak slot.Untuk processor keluaran terbaru,semua processor menggunakan system letak
Socket
.Yang harus anda perhatikan dalam pemasangan processor adalah,kecocokan antara jumlah pin pada processor dan socket yang ada pada
motherboard.Karena jika ada ketidak cocokan antara kedua komponen
tersebut,akan berakibat kurang baik pada system computer.Bahkan tidak dapat saling terhubung,atau tidak bisa dipasang.
Socket Memory (socket RAM)
Fungsi dari socket memory adalah untuk meletakkan memori atau RAM computer pada motherboard.Bentuk dari socket memory berbeda-beda,dapat disesuaikan dengan setiap jenis memory yang akan dipasang.Untuk
RAM EDO
menggunakan 72 pin
,untuk
168 pin dan untuk DDR
menggunakan 184 pin
.Silahkan anda menambahkan jenis ram yang lain pada kotak komentar
Socket IDE dan Socket Floppy
Socket IDE dignakan untuk knektor
kabel penghubung antara motherboard dengan harddisk
dan CD Drive
.Sedangkan untuk socket foppy,berguna jika anda ingin menghubungkan motherboard dengan
foppy drive.
Slot AGP dan Slot PCI
Accelerated Graphics Port (AGP),
berguna untuk menyalurkan data dari grafs ke processor tanpa melalui memory utama.Hal ini dapat mempercepat proses pengelolaan data yang berbasis pada grafs.Kebanyakan motherboard saat ini menyertakan bus
AGP 4X
ysng mampu bekerja pada frekuensi 266 MHZ
. Bagian - Bagian Motherboard
Wildan Ma'arif, Senin, November 16, 2009 Chipset
Chipset adalah sebuah sirkuit elektronik yang mengkoordinir transfer data antara berbagai komponen komputer (termasuk prosesor dan memori). Yang paling penting dalam pemilihan motherboard yaitu dari jenis chipsetnya. Karena chipset berpengaruh untuk memaksilmalkan komputer (upgrade). Beberapa chipset Mungkin menyertakan chip grafk atau chip audio, yang memungkinkan kita untuk tidak menginstal sebuah kartu grafs atau kartu suara. Namun,
kadang-kadang dianjurkan untuk menonaktifkan mereka (bila memungkinkan) di BIOS setup, untuk menginstal kartu grafk atau kartu suara yang berkualitas tinggi dalam kartu ekspansi slot yang sesuai. Bisa dilihat di gambar di atas. Pada umumnya, terdapat 2 chipset utama yang terdapat pada motherboard, yaitu:
SOUTHBRIDGE
Di bawah heatsink itu terdapat chipset southbridge yang berfungsi untuk melakukan pengaturan terhadap input dan output beberapa komponen seperti harddisk, optical drive, USB ports, dan slot tambahan PCI Express. Seiring dengan banyaknya tuntutan proses yang harus dilakukan, maka kini chipset ini dilengkapi dengan heatsink agar lebih stabil.
NORTHBRIDGE
Chipset yang terdapat di bawah heatsink yang dilengkapi kipas ini bekerja sama dengan chipset southbridge untuk melakukan pengaturan terhadap video card, processor, dan memory. Pada chipset ini memiliki beberapa ftur baru yang mampu memberikan port kecepatan tinggi untuk koneksi LAN dan tambahan ekstra PCI Express.
The real-time clock (RTC jangka pendek) adalah sirkuit yang synchronises dengan sistem sinyal. Yang dibuat dari kristal yang bergetar, dan memberikan off pulses (ticks bernama waktu) untuk memelihara elemen sistem yang berjalan pada waktu yang sama. Timer frekuensi (dinyatakan dalam MHz) jumlah kristal bergetar setiap detik, yaitu jumlah waktu ticks per detik. Semakin tinggi
frekuensi, semakin banyak informasi yang dapat memproses sistem. Ketika komputer dimatikan, maka komputer berhenti menyediakan pasokan daya listrik ke motherboard. Ketika komputer dihidupkan kembali, sistem ini masih berada di waktu yang tepat. Sirkuit elektronik, yang disebut CMOS (komplementer Metal-Oxyde Semiconductor, kadang-kadang disebut BIOS CMOS), menyimpan
beberapa sistem informasi, seperti waktu, sistem tanggal, dan beberapa sistem pengaturan penting. itu sebabnya tanggal pada komputer selalu tepat (sesuai dengan settingan), walaupun komputer dimatikan. Untuk penyimpanan tanggal dan waktu serta informasi perangkat keras yang terpasang, maka motherboard memerlukan yang namanya battre CMOS. yang diletakan di motherboard, battre ini sama dengan battre jam yang ukuran besar. Bisa dilihat di gambar di atas BIOS
BIOS (Basic Input / Output System) adalah program dasar yang digunakan sebagai antarmuka antara sistem operasi dan motherboard. BIOS yang disimpan dalam ROM (read-only memori), menggunakan data didalam CMOS untuk
mengetahui sistem konfgurasi hardware. BIOS dapat dikonfgurasi
menggunakan antarmuka (bernama BIOS setup), yang dapat diakses ketika proses booting komputer. BIOS setup hanya digunakan sebagai interface untuk konfgurasi data yang disimpan dalam CMOS. Untuk informasi lebih lanjut mengenai BIOS, baca disini. dan pengertian booting baca disini.
Socket/slot processor
Tentu saja motherboard memiliki tempat untuk berdiamnya processor, dan pada umumnya ada 2 jenis tipe untuk processor yaitu socket dan slot. Biasanya setiap motherboard memliki satu jenis saja misalkan socket saja, atau slot saja. tetapi ada juga yang memiliki lebih dari satu socket atau slot, biasanya
digunakan untuk multi processor. Penting sekali memasukan prosessor dengan hati-hati, sehingga tidak akan ada pin-nya yang bengkok (ada ratusan pin pada prosessor jenis socket). Untuk prosessor jenis socket, biasanya ada tuas kecil yang berfungsi sebagai pengunci prosessor tersebut. dan untuk prosessor jenis slot, biasanya bil akita masukan/tancapkan maka prosessor akan terkunci secara otomatis. Dan biasanya tipe slot ini digunakan pada prosessor jenis pentium 3 kebawah.
Slot RAM/memory
Seperti yang telah saya jelaskan mengenai pengertian RAM disini, motherboard memiliki slot khusus untuk RAM tersebut, seperti halnya prosessor. Dan setiap jenis motherboard berebda - beda jenis SLOT ram yang sisertakan dalam
Slot Expansion
Slot ini merupakan slot tambahan atau external pada komputer. Bila komputer anda ingin di upgrade atau ditambahkan fungsi - fungsinya, anda tinggal
menambahkan peralatan - peralatan yang anda butuhkan di expansion card ini. Seperti: VGA card, Sound card, Tv turner. Video receiver, Joystick dll. Ada
beberapa jenis atau tipe dari expansion card, baca disini untuk lebih lengkapnya. Graphic Slot Cards
Untuk Slot kartu grafs digunakan bila pada motherboard tidak ada VGA onboard atau anda berencana menggunakan kartu grafs terpisah agar
pemrosesan gambar menjadi lebih cepat daripada onboard. Saat ini, ada 3 tipe interface kartu grafs yang banyak dijumpai, yaitu AGP 8x, PCI Express x16, dan PCI Express 2.0 x16. AGP (Accelerated Graphics Port) merupakan tipe interface lama yang menggunakan jenis parallel. Kecepatan transfer maksimum AGP adalah sekitar 2 GB/s. Sejak pergantian tren dari parallel ke serial, kecepatan itu merupakan kecepatan yang pelan bila dibandingkan dengan PCI Express yang bisa mencapai 8 GB/s. Tanda x didepan PCI Express merupakan lanes, jalur data dengan kecepatan tiap lane-nya adalah 250 MB/s. PCI Express x16 mampu mengirim data sebesar 16x250MB/s = 4GB/s.
Slot Cards
Semua motherboard pasti memiliki slot PCI dan slot kartu grafs. Slot PCI
biasanya digunakan untuk modem, sound card, physx card, dan kartu tambahan lainnya. Untuk masa mendatang, beberapa motherboard menyediakan slot PCI Express x1 dan PCI Express x4 dimana nantinya akan menggantikan slot PCI. Controllers
Controller pada motherboard seperti IDE controller untuk harddisk mengalami perkembangan, dari PATA (Paralel Advance Technology Attachment) dengan bandwidth tertinggi 66
–
133 MB/s menjadi SATA (Serial Advance Technology Attachment) dengan bandwidth 150 MB/s dan 300 MB/s untuk SATA II. Selain itu beberapa
motherboard juga mendukung RAID. RAID adalah sistem penggunaan dua atau lebih harddisk yang identik dengan tujuan peningkatkan kinerja penyimpanan data atau sebagai back up data. Pertimbangkan pula banyaknya USB port yang terdapat pada motherboard anda serta dukungan Front Panel USB yang bisa dihubungkan ke chassis komputer. Perlu diketahui bahwa USB saat ini terdapat 2 versi, yaitu versi 1.1 yang memiliki transfer rate sekitar 50 KB/s dan versi 2.0 yang memiliki transfer rate maksimal 60 MB/s. Karena perbedaan kecepatan yang sangat mencolok, perhatikanlah jenis USB dari motherboard yang ingin anda gunakan.
I/O port merupakan singkatan dari Input / output. I/O port meliputi :
• Port Paralel (LPT), biasa digunakan untuk printer atau Joystick yang masih menggunakan kabel parallel
• Port COM, port untuk mouse atau keyboard yang berbasis Port COM
• Port PS/2, port ini berbentuk bulat, biasanya digunakan untuk mouse ball atau optical
dan keyboard yang berbasis Port PS/2
• Game Port, biasa digunakan untuk Game Pad
• Port USB 1.1 / USB 2.0 (Universal Serial Bus) karena besifat universal maka port ini
dapat digunakan untuk semua hardware seperti mouse, keyboard, printer, Flash disk, camera digital, dan lain
–
lain yang menggunakan kabel tipe USB • LAN, untuk konektiv itas jaringan
• Firewire, port yang memiliki transfer rate 400 Mb/s (versi a) & 800 Mb/s (versi b) biasa
untuk harddisk external
• eSATA, port baru sebagai pengganti harddisk eksternal dengan USB maupun frewire.
• Serial Port, port untuk VGA (hanya ada pa da motherboard dengan onboard VGA)
• Sound Port, terdiri dari beberapa port seperti: