ix
Halaman Sofware
264 - 269
Hilda Nurul Hikmah
Open Ended
270 - 273
Ichsan
274 - 278
Soetam Rizky Wicaksono, Tri Mariono
279 - 286
Jackson Pasini Mairing
287 – 293
I Wayan Puja Astawa
Pedagogical Content Knowledge
294 – 299
Usman HB.
300 - 312
Imam Rofiki
Self-Regulated Learning Problem-Centered Learning Hands-On-Activity
313 - 319
Lala Nailah Zamnah
320 - 325
Mayor M.H. Manurung
326 - 330
Ginanjar Abdurrahman, Mukti Sintawati
MENUMBUHKAN KREATIVITAS DAN
KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI
SISWA MELALUI PENGEMBANGAN
KONJEKTUR MATEMATIKA
I Wayan Puja Astawa
—Pertumbuhan dan perkembangan matematika sangat pesat sehingga menghasilkan beragam cabang matematika. Salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan matematika adalah kemampuan matematikawan dalam membuat konjektur. Konjektur yang telah terbukti kebenarannya akan menjadi suatu pernyataan yang valid berupa teorema atau lemma. Selama ide-ide yang bersifat hipotetik belum menjadi pernyataan matematika maka ide-ide tersebut tetap merupakan konjektur. Disamping dalam matematika, konjektur juga mempunyai peranan penting dalam pembelajaran matematika. Dengan mengkonstruksi konjektur, siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan membuat dugaan-dugaan yang rasional dengan menentukan karakteristik suatu objek matematika, mencari keterkaitan antar objek-objek matematika, dan menyatakannya dalam suatu konjektur. Mengkonstruksi konjektur matematika mendorong kreativitas dan proses berfikir tingkat tinggi siswa. Pentingnya kemampuan membuat konjektur dalam pembelajaran matematika mendorong NCTM menetapkannya dalam standar penalaran dan bukti sebagai salah satu standar-standar matematika sekolah. Di samping dalam pembelajaran matematika, kemampuan membuat dugaan (konjektur) sangat penting dalam kehidupan siswa baik dalam proses pembelajaran di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Metode ilmiah yang umum digunakan untuk menyelidiki fenomena alam menuntut kemampuan membuat dugaan (hipotesis) sebagai salah satu langkah awal yang sangat penting. Kemampuan membuat dugaan (prediksi) dari fenomena sosial merupakan langkah antisipatif untuk menghindari dampak negatif dari fenomena sosial tersebut.
—konjektur, penalaran dan bukti, kreativitas, berfikir tingkat tinggi