BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG.
Munculnya pemimpin dalam islam dilacak keberadaan manusia di muka bumi yang dimulai dari Allah menciptakan Adam dan Hawa. Kepemimpinan islam meliputi banyak hal, karena seorang pemimpin dalam perspektif islam yang memiliki fungsi ganda yaitu sebagai seorang
khalifatullah ( wakil Allah ) dimuka bumi yang harus mereleasasikan misi sucinya sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta. Dan segaligus sebagai abdullah ( hamba Allah ) yang patuh serta senantiasa terpanggil untuk mengabdikan segenap dedikasinya di jalan Allah. Jika lihat teori-teori tentang fungsi dan peran seorang pemimpin yang hanya menemukan bahwa aspek kepemimpinan itu sebagai sebuah konsep relasi, proses otoritas maupun kegiatan mempengaruhi secara horizontal.1
sebagai umat islam tentunya contoh yang paling ideal untuk di ikuti adalah Rasulullah Muhammad saw beliau merupakan sososk manusia yang paripurna diselami lautannya sepanjang zaman.2
Peran Kepemimpinan dalam model pembaharuan sekolah disini sangat diperlukan, sebab dalam kenyataannya apa yang kita lakukan setiap waktunya arus lebih baik dari sebelumnya. Dan setiap saatnya harus berkembang. Disini kami akan membahas tenang peranan kepemimpinan dalam sekolah dan bagaimana model pembaharuan itu dalam sekolah.
B . RUMUSAN MASALAH
1. Jelaskan apa yang dimaksutkan dengan kepemimpinan pendidikan (kepala sekolah) ?
2. Bagaimana peran kepemimpinan dalam membangun sekolah ? 3. Bagaimana model pembaharuan dalam sekolah ?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan kepemimpinan pendidikan (kepala sekolah).
2. Untuk mengetahui peran seorang pemimpin dalam membangun sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kepemimpinan Pendidikan ( Kepala Sekolah ).
Sebagaimana lembaga pendidikan dipahami suatu organisasi, kepemimpinan dan menejemen menjadi menarik untuk dikaji. Sebagai suatu organisasi, lembaga pendidikan memerlukan tidak hanya seorang menejer untuk mengelola sumber daya lembaga pendidikan yang lebih banyak berkonsentrasi pada permasalahan anggaran dan persoalan administrasi lainnya, tetapi juga memerlukan pemimpin yang mamapu menciptakan sebuah visi dan mengilhami staf dan semua komponen individu yang terkait dengan lembaga pendidikan.
Lembaga pendidikan merupakan bentuk organisasi moral yang berbeda dengan bentuk organisasi lainnya, terutama yang beriorentasi pada keuntungan ( laba ). Sebagai suatu organisasi , menurut Wahjosumidjo, kesuksesan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan pendidikan, tetapi juga oleh tenaga kependidikan lainnya dan proses lembaga itu sendiri. Hal tersebut membawa konsekuensi logis bahwa kepemimpinan pendidikan berkewajiban untuk mengoorganisasikan ketenagaan pendidikan di lembaga pendidikan untuk menjamin teraplikasinya peraturan dan perundangan lembaga pendidikan. Dalam peran tersebut kepemimpinan pendidikan dapat berfungsi sebagai motivator, direktur dan evaluator.
persyaratan untuk menciptakan sekolah yang mereka pimpin menjadi efektif, antara lain:
Memiliki kesehatan jasmani dan ruhani yang baik.
Berpegang teguh pada tujuan yang dicapai.
Bersemangat
Cakap dalam memberi bimbingan.
Jujur.
Cerdas
Cakap di dalam hal mengajar dan menaruh perhatian kepercayaanyang baik dan berusaha untuk mencapainya.
Selain beberapa persyaratan tersebut kepemimpinan pendidikan sebagai seorang menejerdi lembaga pendidikan juga harus memiliki tiga kecerdasan pokok yaitu kecerdasan profesional, kecerdasan proposal dan kecerdasan manajerial agar dapat bekerja sama dan mengerjakan sesuatu dengan orang lain. Dede Rosyada dalam hal ini mengklasifikasikan kemampuan manajerial yang harus dipertimbangkan sebagai langkah awal mengerjakan tugas menejerial sebagi berikut :
1. Kemampuan menciptakan yang meliputi : selalu mempunyai ide-ide bagus, selalu mempunyai solusi-solusi untuk bebagai macam probelm yang biasa dihadapi,mampu mengantisipasi berbagai konsekonsuen dari berbagai pelaksanaan keputusan dan mampu mempergunakan kemampuan befikir imajnatif ( lateral thinking ) untuk menghubungkan sesuatu dengan yang lainnya yang tidak bisa muncul dari analisis dan pemikiran-pemikiran empiris.
2. Kemampuan membuat perencanaan yang meliputi : mampu menghubungkan kenyataan sekarang dan hari esok, mampu mengenali apa-apa yang penting saat itu dan apa-apa yang bener-benar mendesak, mampu mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan akan datang dan mampu melakukan analisis.
4. Kemampuan berkomunikasi yang meliputi : mampu memahami orang lain, mampu dan mau mendengar orang lain, mampu menjelaskan sesuatu pada orang lain, mampu berkomunikasi melalui tulisan, mampu membuat orang lain berbicara,mampu mengucapkan terimakasih pada orang lain,selalu mendorong orang lain untuk maju dan selalu mengikuti serta memanfaatkan teknologi informasi.
5. Kemampuan membereri motivasi meliputi : mampu memberi inspirasi pada orang lain, menyampaikan tantangan yang realistis, membantu orang lain untuk mencapai tujuan dan target, dan membantu orang lain menilai konstribusi dan pencapaiannya sendiri.
6. Kemampuan melakukan evaluasi yang meliputi : mampu membandingkan antara hasil yang dicapai dengan tujuan, mampu melakukan evaluasi diri, mampu melakukan evaluasi terhadap pekerjaan orang lain, dan mampu melakuakan tindakan pembenaran saat diperlukan.3
B. Peran Kepemimpinan dalam membangun sekolah.
Pada masa sekarang, kita harus menjadi pemilik irama yang harmonis dan bersinegis. Kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan dan mengetahui bagaimanamemberikan pengaruh kepada orang lain. Saat ini kita hidup dibawah bayang-bayang hilangnya orang berbakat dan pemilik irama kepemimpinan. Dalam kondisi seperti ini, kita bisa mencetak kepemimpinan, yaitu dengan memfokuskan kepada peran-peran baru bagi pemimpin.
a. Kepala Sekolah Sebagai Inovator
Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai innovator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan sekolah, dan mengembangkan model model pembelajaran yang inofatif. Kepala sekolah sebagai inovator akan
tercermin dari cara cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kreatif, delegatif, integratif, rasional, objektif, pragmatis, keteladanan.
b. Pemimpin yang bermoral
Pemimpin yang bermoral memiliki etika yang tinggi melalui sentuhan -sentuhan yang halus, seperti senyuman, perkataan yang menarik, serta sentuhan yang kasih sayang.hal ini yang menjadikan tindakan - tindakan seseorang lebih fleksibel dan elegan, sehingga perasaannya terhadap orang lain meningkat.
Rasulullah SAW, bersabda “kalian jangan mengatakan, ‘betapa kotornya jiwa ku’ namun ucapkanlah, ‘betapa kerasnya hatiku.’” ( HR Bukhari muslim ).
Jiwa yang kotor dan hati yang keras adalah semakna, namun sentuhan keindahan perkataan yang ditimbulkan berbeda. Pemimpin yang bermoral memiliki kejujuran, kasih sayang, bijaksanaan, kesabaran, dan kerendahan hati. Ia sangat teliti dalam hubungannya dengan orang lain.
Peranan pemimpin dalam suatu organisasi sangat diperlukan, sebab tanpa peran pemimpin suatu organisasi tidak bisa berjalan sebagaimana layaknya roda. Untuk menjalankan roda ini peranan pemimpin sangat diperlukan agar tujuan-tujuan organisasi dapat tercapai.
Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sekolah memiliki peran dalam meningkatkan mutu serta memajukan pendidikan di sekolah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kepemimpinan dapat berperan dengan baik, antara lain: (1) Dasar utama dalam efektivitas kepemimpinan bukan pengangkatan atau penunjukannya, melainkan penerimaan orang lain terhadap kepemimpinan yang bersangkutan. (2) Efektivitas kepemimpinan tercermin dari kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang. (3) Efektivitas kepemimpinan menuntut kemahiran untuk “membaca” situasi. (4) Skill dan Kemampuan tidak tumbuh begitu saja melainkan melalui pertumbuhan dan perkembangan. (5) Kehidupan organisasi yang dinamis dan serasi dapat tercipta bila setiap anggota mau menyesuaikan cara berfikir dan bertindaknya untuk mencapai tujuan organisasi.
menciptakan iklim sosial yang baik. (2) Membantu kelompok untuk mengorganisasikan diri. (3) Membantu kelompok dalam menetapkan prosedur kerja. (4) Mengambil tanggung jawab untuk menetapkan keputusan bersama dengan kelompok. (5) Memberi kesempatan pada kelompok untuk belajar dari pengalaman.
Adapun dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas, 2006), terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yaitu, sebagai: (1) educator (pendidik); (2) manajer; (3) administrator; (4) supervisor (penyelia); (5) leader (pemimpin); (6) pencipta iklim kerja; dan (7) wirausahawan.
Keberhasilan pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola organisasi pendidikan dipengaruhi oleh kemampuan untuk melakukan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap semua operasional tingkat satuan pendidikan. Keberhasilan sekolah dalam meraih mutu pendidikan yang baik banyak ditentukan melalui peran kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini disebabkan peran kepala sekolah sangat kuat mempengaaruhi perilaku sumber daya ketenagaan dalam hal ini guru, dan sumber-sumber daya pendukung lainnya.
C. Karakteristik Pembaharuan Sekolah dan Pembaharuan dalam Sekolah.
Salah satu usaha untuk pengembangan sekolah adalah dengan pengenalan model pembaharuan sekolah. Model pembaharuan sekolah perlu diasosialisasikan dan implementasinya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing. Untuk mengetauhi lebih jauh tentang model pembaharuan sekolah, maka perlu diketauhi karakteristik-karakteristiknya.
Adapun beberapa karakteristik yang mendasari pembaharuan sekolah adalah sebagai berikut :
1. Komunikasi yang lebih terbuka
pendekatan yang dikomunikasikan pada tiap sekolah. Pada beberapa sekolah, semua yang terlibat masalah-masalah disampaikan untuk menjadi perhatian para pemegang peran melalui rapat, diskusi informal dan surat (kepada orang tua siswa) atau melalui kegiatan sekolah biasa (misalnya pada upacara bendera setiap senin). Pada sekolah lain frekuensi dan kesempatan untuk menerima umpan balik sangat kurang, walaupun pemegang peran merasa bahwa keadaan sekarang lebih baik daripada sebelumnya. Dengan adanya komunikasi yang lebih terbuka/ transparan, maka para pemegang peran akan merasa lebih positif mengenai sekolah.
2. Pengambilan keputusan bersama
Secara umum para pemegang peran mengalami lebih banyak tanggung jawab dalam pengambilan keputusan . tingkat pengambilan keputusan yang harus diambil oleh para pemegang peran berbeda satu sekolah dengan sekolah yang lain. Seluruh pemegang peran mengalami peningkatan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan dibandingkan dengan sebelumnya. Para pemegang peran merasa lebih terlibat didalam proses tersebut dan yakinbahwa Kepala Sekolah menghargai pendapat mereka.
3. Memperhatikan Kebutuhan Guru
Perhatian dan kemampuan sekolah terhadap hal inidapat memberikan berbagai tingkatan motivasi pada guru. Kebutuhan guru termasuk juga kesejahteraan pribadi, pengembangan profesional dan bantuan dalam pengajaran. Apabila kesejahteraaguru terjamin, guru dapat memberi perhatian yang lebih terhadap pengajaran. Guru didukung untuk meningkatkan kualifikasi ke tingkat S1 dan didorong untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Dukungan dari kepala sekolah mengenai kenaikan pangkat bagi pegawai negeri dan kebutuhan pengembangan profesional dikomunikasikan kepada guru, bahwa hal tersebut penting demi tercapainya tujuan pendidikan sekolah.
4. Memperhatikan kebutuhan Siswa
peningkatan pengajaran, memberikan waktu pengajaran tambahan untuk persipan Ebtanas, menambah kegiatan ekstra kulikuler, melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan mengenai masalah-masalah mereka. Semua sekolah yang melakukan pembaharuan yakin, bahwa sekolah perlu dijadikan tempat yang menyenangkan bagi para siswa sehingga merasa betah berada disana. Dengan memberikan ketrampilan yang menarik dan peningkatan kegiatan ekstra, siswa akan lebih termotivasi untuk pergi ke sekolah.
5. Keterpaduan sekolah dan Masyarakat
Sekolah mempunyai peran sosial yang penting dalam masyarakat. Yang termasuk masyarakat dalam konteks ini adalah orang tua siswa dan masyarakat setempat. BP3 adalah alat utama untuk saling bertemu bagi kepala sekolah dan orang tua siswa biasanya rekomendasi kepala sekolah dikaji ulang dalam rapat BP3 dan anggotanya memutuskan rekomendasi mana yang akan didukung sebagai masalah utama yang perlu didanai. Rekomendasi kepala sekolah didasarkan pada perhatia tersebut, namun tercermin dalam pemikiran guru, siswa, orangtua siswa dan masyarakat.
Salah satu keuntungan dari model ini adalah apabila sekolah sudah mencapai tingkat-tingkat komunikasi terbuka yang optimal dan pengambilan keputusan bersama, sekolah dapat menjadi mandiri . Hal ini secara tidak langsung menyatakan bahwa kepala sekolah berfungsi sebagai koordinator pada fungsi sekolah yang berbeda. Masalah utama adalah arah pengembangan sekolah dan identifikasi sumber keuangan untuk membantu pengembangan sekolah yang dapat terus menerus dalam kegiatan kepala sekolah. Dalam sistem pendidikan dimana kepala sekolah secara periodik diganti, pendekatan ini membuat pengembangan sekolah tetap dilanjutkan meskipun kepala sekolah sekolah yang baru, baru diperkenalkan dengan sekolahnya .
Model ini merupakan tinjauan yang menyeluruh terhadap semua yang terlibat dalam proses pengembangan kondisi untuk pembaharuan di sekolah. Ketika sekolah menengah umum berjalan menuju peningkatan mutu berbasis sekolah, hal ini menunjukkan kepala sekolah bahwa proses pengembangan akan tercapai.4
Penjelasan Model Pengembangan Sekolah
Berdasarkan gambar 1 Model Pembaharuan dalam Pengembangan Sekolah dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Kepala Sekolah.
kepala sekolah merupakan pribadi yang menjadi inti dalam peningkatan dan pengembangan sekolah. Para Konsutan melihat bahwa dalam PengembanganSekolah model kepala sekolah mempunyai keinginan untuk memperbarui sekolah. Tujuannya adalah memperhatikan kebutuhan pembelajaran siswa. Hal ini merupakan inti dari berbagai usaha pengembangan.
Kepala sekolah memandu pemegang peran menuju pengembangan visi dan misi sekolah. Melalui diskusi yang diadakan bagi guru dan orang tua siswa, tujuan tertentu telah teridentifikasi
untuk tiap tahun pelajaran. Melalui berbagai alat komunikasi, kebutuhan guru dan siswa telah diketauhi dan dimasukkan dalam rencana pengembangan. Sebagai pemimpin dalam pengajaran, kepala sekolah menetapkan peranan dalam setiap pemegang peran ( orang tua siswa, siswa, guru dan staf). Standar kedisiplinan telah dibuat dan didiskusikan sehingga tiap orang mengetauhi pentingnya menciptakan lingkungan belajar. Untuk membantu kepala sekolah, pihak-pihak lain telah diundang untuk memikul bersama tanggung jawab bagi keseluruhan pengembangan sekolah.guru diberi keleluasaan untuk mengawasi yang lebih dalam proses pembelajaran, namun harus menunjukan adanya peningkatan prestasi siswa. Gagasan-gagasan telah didiskusikan dengan kepala sekolah lalu diujicobakan.
Program yang berhasil akan dilanjutkan, dan yang tidak berhasil akan dibatalkan. Pemberian kesempatan kepada guru untuk menguji gagasan-gagasan baru mendukung sejumlah pengembangan kritis.
Guru dianggap sebagai orang yang profesional dan menganggap sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang dinamis dan tidak membosankan. Pada akhirnya, hal ini akan membuat guru merasa diberdayakan.
5
2. Kebutuhan Guru.
guru merupakan dasar bagi semua usaha pendidikan. Mendukung mereka dalam berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah sangat penting. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu : kesejahteraan guru, pengembangan profesional dan bantuan dalam pengajaran. Untuk mendorong motivasi guru, semua itu perlu diperhatikan.
Model pembaharuan mencatat adanya keterbukaan dan komunikasi antara kepala sekolah dan para pemegang saham lainnya. Melalui proses ini, kebutuhan guru dapat diketauhi dan dukungan yang memadai diperlukan dari kepala sekolah dan para orangtua siswa.
Pengalaman dari pengembangan Sekolah Model memperjelas adanya beragam cara untuk membantu guru. Kesejahteraan guru dapat ditingkatkan melalui pemberian biaya transort, makan siang gratis, pemberian honor tambahanuntuk kelebihan jam mengajar atau mengikuti pelatihan khusus.kepala sekolah mempunyai perhatian lebih dalam pengembangan profesional guru dengan mengkaji ulang kreteria kenaikan pangkat pegawai negeri dan membantu guru dalam hal ini dan mendukung semua jenjang pelatihan.
Semua sekolah menitiberatkan pada peningkatan pendidikan guru, agar sekurang-kurangnya berpendidikan S1. Hal ketiga adalah memperhatikan penyediaan bahan tambahan untuk mata pelajaran yang diajarkan, tambahan sumber perpustakaan, peningkatan laboratorium bahasa dan IPA, penyediaan laboratorium komputer dan perlengkapan audio-visual.
3. Kebutuhan siswa.
Tujuan utama sekolah adalah memberikan pendidikan yang baik bagi generasi muda indonesia. Oleh karena itu pencapaian hasil belajar siswa merupakan perhatian utama dalam semua usaha pengembangan. Prestasi siwa tergantung pada banyak faktor. Salah satu yang sangat menentukan adalah motivasi belajar. Semua sekolah model menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Hal ini dapat tercapai melalui peranan masing-masing pemegang peran termasuk siswa dan orang tua siswa. Siswa bertanggung jawab dalam belajar sedangkan yang lainnya membantu mereka. Guru dan kepala sekolah menaruh harapan yang tinggi kepada masing-masing siswa. Apabila seluruh pemegang peran mempunyai pandangan yang sama mengenai pentingnya pembelajaran, keajekan dalam memberikan perhatian untuk keberhasilan siswa, hal itu merupakan pesan yang kuat kepada siswa.
ekstrakulikuler yang menarik bagi siswa. Hal ini dapat bervariasi, mulai dari kegiatan olahraga, pendidikan keagamaan, program pelatihan ketrampilan untuk persiapan kerja. Peran serta siswa dalam pengambilan keputusan merupakan sarana lain untuk memotivasi siswa. Beberapa kepala sekolah membentuk OSIS yang terdiri atas wakil dari setiap kelas untuk mendiskusikan kepada kepala sekolah yang menjadi perhatian siswa.
Dalam hal ini siswa mengidentifikasi sendiri apa kebutuhan mereka yang dapat memberi sumbangan kepada pengembangan sekolah. Beberapa usulan kegiatan, pelaksanaannya menjadi tanggung jawab siswa, masalah-masalah lain yang menjadi perhatian dari semua sekolah adalah kebutuhan akan adanya lingkungan yang aman bagi siswa dan guru yang datang kesekolah.
4. Keterpaduan Masyarakat.
Orang tua siswa dan masyarakat setempat seringkali tidak dilihat sebagai aset yang berharga dalam peningkatan mutu pendidikan. Dengan melibatkan orang tua siswa, kantor pendidikan dan pemerintah, serta pengusaha setempat, sekolah memperoleh sumber tambahan untuk pengembangan sekolah. Terdapat variasi fungsi BP3, namun program yang paling efektif dapat memberikan pertanggungjawaban terhadap organisasi dalam memutuskan program mana yang akan didanai.6
Pengembangan manajemen pendidikan dan sosialisasi model pembaharuan sekolah diharapkan dapat mengembangkan sekolah-sekolah yang ada sehingga mutu pendidikan dapat diperbaiki. Implementasi pengembangan manajemen pendidikan dan sosialisasi model pembaharuan sekolah sedapat mungkin disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Hal ini harus diperhatikan sebab antara sekolah yang satu dengan yang lain memiliki situasi dan kondisi yang berbeda sehingga memerlukan model pembaharuan dan manajemen pendidikan yang berbeda pula.
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan.
Kepemimpinan pendidikan adalah pemimpin pada satu lembaga satuan pendidikan. Tanpa kehadiran kepemimpina pendidikan, proses pendidikan termasuk pembelajaran tidak berjalan efektif. Kepemimpinan pendidikan adalah pemimpin yang proses keberadaannya dapat dipilih secara langsung, ditetapkan oleh yayasan atau ditetapkan oleh pemerintah.
. Kepemimpinan islam meliputi banyak hal, karena seorang pemimpin dalam perspektif islam yang memiliki fungsi ganda yaitu sebagai seorang khalifatullah ( wakil Allah ) dimuka bumi yang harus mereleasasikan misi sucinya sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta. Dan segaligus sebagai abdullah ( hamba Allah ) yang patuh serta senantiasa terpanggil untuk mengabdikan segenap dedikasinya di jalan Allah. Jika lihat teori-teori tentang fungsi dan peran seorang pemimpin yang hanya menemukan bahwa aspek kepemimpinan itu sebagai sebuah konsep relasi, proses otoritas maupun kegiatan mempengaruhi secara horizontal
peran-peran baru bagi pemimpin yaitu : Kepala Sekolah Sebagai Inovator, pemimpin yang bermoral. Karakteristik yang mendasari pembaharuan sekolah adalah sebagai berikut :
Komunikasi yang lebih terbuka
Pengambilan keputusan bersama.
Memperhatikan kebutuhan siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Aunur Rohim Fakih. Kepemimpinan Islam. Yogjakarta: UII Press ( 2001 )
Drs. H. Abd. Wahab H.S & Umiarso, M.Pd.I. Kepemimpinan Pendidikan dan Kecerdasan Spiritual.Jogjakarta : Ar-Ruzz Media ( 2011 ).
Dasim B.(2003). Indikator kinerja dewan pendidikan dan komite sekolah.
Diambil tanggal 07 mei dari : http://www.depdiknas.go.id/serba serbi/dpks/kinerja.htm
Prayitno dan Erman Anti. (1994). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.