i USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
OPTIMASI KONDISI SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION DALAM PEMBUATAN BIOETANOL GENERASI
KEDUA DARI BATANG KELAPA SAWIT SEBAGAI SUMBER ALTERNATIF BAHAN BAKAR RENEWABLE
BIDANG KEGIATAN: PKM PENELITIAN
Diusulkan oleh:
Bimbi Ayu Ristiya Ningsih (1214051014 angkatan 2012) Ferdian Dicky Permana (1317011026 angkatan 2013) Nur Ega (1314051034 angkatan 2013) Indah Purnama Sari (1414051046 angkatan 2014)
UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
2014
ii
and Fermentation dalam Pembuatan Bioetanol Generasi Kedua Dari Batang Kelapa Sawit Sebagai Sumber Alternatif Bahan Bakar Renewable.
2. Bidang Kegiatan : PKM-P 3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Bimbi Ayu Ristiya Ningsih
b. NPM :1214051014
c. Jurusan :Teknologi Hasil Pertanian d. Universitas : Universitas Lampung
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Jagad Buana, Gg. Pancasila RT 001/RW 004,Bungamayang, Lampung Utara/089672374111 f. Alamat email : [email protected]
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis: 4 orang 5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Ir. Sutikno, M.Sc., Ph.D
b. NIDN : 195614011986031002
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP :Rajabasa Permai Blok C/11 Bandar Lampung 35144/081541361121
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 12.414.000
b. Sumber lain : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 bulan Bandar Lampung, 26 September 2014
Menyetujui
Pembantu Dekan III Ketua Pelaksana Kegiatan
Ir. Susilawati, M.Si Bimbi Ayu Ristiya Ningsih NIP. 196108061987022001 NPM. 1214051014
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dosen Pendamping Dan Alumni
iii
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
DAFTAR ISI ... iii
RINGKASAN ... iv
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah ... 1
1.2 Tujuan Penelitian ... 2
1.3 Manfaat dan Luaran Peneliti ... 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bahan Bakar Minyak... 2
2.2 Bioetanol ... 3
2.3 Batang Kelapa Sawit ... 4
2.4 Simultaneous Saccharificiaton And Fermentation ... 5
BAB III. METODE PELAKSANAAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 6
3.2 Bahan dan Alat ... 6
3.3 Metode Penelitian... 6
3.4 Pelaksanaan Penelitian ... 6
3.5 Pengamatan ... 8
BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya ... 8
4.2 Jadwal Kegiatan ... 8 DAFTAR PUSTAKA
iv Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar minyak yang ramah lingkungan. Bioetanol yang diproduksi dari bahan nabati yang mengandung glukosa atau pati disebut bioetanol generasi pertama, sedang bioetanol yang diproduksi dari bahan yang mengandung selulosa atau hemiselulosa dinamakan bioetanol generasi kedua. Salah satu bahan nabati yang mengandung selulosa/hemiselulosa tinggi dan belum banyak dimanfaatkan masyarakat yaitu batang kelapa sawit (BKS). Untuk mengkonvesi BKS menjadi bioetanol generasi kedua, ada 4 tahapan yang harus dilalui, yaitu tahap perlakuan awal, tahap hidrolisis, tahap fermentasi, dan tahap destilasi. Pada awalnya tahap hidrolisis dan tahap fermentasi dilakukan secara terpisah (Separated Hydrolysis And Fermentation atau SHF) dan pada akhir-akhir ini kedua tahapan tersebut dilakukan secara serentak (Simultaneous Sacharification and Fermentation atau
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang dan Masalah
Sampai saat ini masyarakat masih sangat bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) yang bersumber dari fosil. Padahal, semakin lama produksi BBM akan semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh bahan baku yang digunakan dalam produksi BBM bukan merupakan bahan yang dapat diperbarui sehingga dapat habis pada saatnya nanti. Jumlah produksi BBM sebanyak 329.249 ribu barel per hari pada tahun 2010 dan turun menjadi 163.633 ribu barel per hari pada tahun 2011 (Direktorat Jenderal Migas, 2012). Sedangkan sepanjang tahun 2013, produksi BBM rata-rata mencapai 826.000 barel per hari dan pada tahun 2014
sebesar 870 ribu barel per hari (Dhany, 2013). Sementara itu, konsumsi BBM meningkat dari 388.241 ribu barel per hari pada tahun 2010 menjadi 394.052 ribu barel per hari pada tahun 2011 sehingga Indonesia harus mengimpor BBM sebesar 75.000 kilo liter per hari pada tahun 2011. Untuk itu, sumber alternatif bahan bakar pengganti BBM perlu dikembangkan.
Pemerintah sedang mengembangkan bakan bakar nabati (BBN) sebagai alternatif pengganti BBM. Pemerintah telah mencanangkan penggunaan energi alternatif melalui Peraturan Menteri Energi Dan Sumberdaya Mineral No. 32 Tahun 2008 tentang Pentahapan Kewajiban Pemakaian BBN. Salah satu energi alternatif BBN yang banyak dikembangkan saat ini yaitu bioetanol. Kelebihan bioetanol dibandingkan dengan BBM fossil yaitu ramah lingkungan dan dapat diperbarui. Bahan baku untuk memproduksi bioetanol generasi pertama yaitu bahan yang mengandung glukosa atau dan pati seperti ubi kayu, jagung, ubi jalar, dan sorgum (Hayun, 2008; Lennartsson et al, 2014). Melalui proses sakarifikasi (pemecahan gula komplek menjadi gula sederhana), fermentasi, dan distilasi, bahan-bahan tersebut dapat dikonversi menjadi bahan bakar bioetanol. Untuk menjaga kestabilan pasokan bahan pangan, bioetanol generasi kedua yang bahan bakunya limbah padat agaroindustri yang mengandung lignoselulosa seperti bagas tebu, jerami padi, tandan kosong kelapa sawit, dan batang kelapa sawit mulai dikembangkan (Komarayati dan Gusmailina, 2010; Wahono et al, 2014).
fermentasi gula oleh mikroba untuk menghasilkan ethanol, dan (4) pemisahan dan pemurnian ethanol yang dihasilkan.
Optimasi perlakuan awal dan hidrolisis BKS untuk memproduksi bioetanol generasi kedua telah dilakukan oleh Septiani (2014). Septiani (2014) menemukan bahwa kondisi optimum perlakuan awal BKS yaitu perendaman tepung BKS dalam larutan NaOH 1 M pada suhu 121oC selama 15 menit dan kondisi optimum hidrolisisnya yaitu hidrolisis secara enzimatis dengan 30 FPU enzim selulase pada konsentrasi substrat 7,5% dan suhu 50oC selama 18 jam.
Untuk menghasilkan bioetanol dari BKS, kondisi optimum fermentasi perlu diteliti dan ditemukan. Metode fermentasi yang sering digunakan saat ini yaitu metode Separated Hydrolysis and Fermentation (SHF) (Lau et al, 2009) dan
Simultaneous Saccharificiaton and Fermentation (SSF) (Wahono et al., 2014). Pada metode SHF, BKS dihidrolisis dulu dan kemudian gula reduksi yang dihasilkan baru difermentasi secara terpisah; sedangkan metode SFF, hidrolisis dan fermentsi BKS dilakukan serentak pada wadah yang sama.
1.2 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan kondisi optimum SSF BKS untuk memproduksi bioetanol generasi kedua. Kondisi optimum SSF ini nantinya digunakan untuk mengembangkan pabrik bioetanol generasi kedua dari limbah agroindustri skala mikro, kecil, menengah, dan besar.
1.3. Manfaat dan Luaran Penelitian
Manfaat dilakukannya penelitian ini adalah mengatasi kelangkaan energi khususnya BBM, mengatasi masalah lingkungan akibat dari limbah agroindustri, dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setelah teknologi tepat guna ini diterapkan untuk mendirikan industri bioetanol skala mikro, kecil, menengah, dan skala besar di pedesaan dan sentra agroindustri.
Luaran yang diharapkan dari pelaksanaaan penelitian ini yaitu ditemukannya konsentrasi substrat, kosentrasi enzim selulase dan xylanase, suhu, kecepatan goyangan, waktu penambahan starater Saccharomyces cerevisiae, dan lama inkubasi sakarifikasi dan fermentasi yang optimum pada metode SFF BKS. Disamping itu, hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada jurnal ilmiah.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bahan Bakar Minyak
lambat laun akan habis, sedangkan proses terbentuknya memakan waktu jutaan tahun. Saat ini, cadangan minyak Indonesia hanya tinggal sekitar 3,6 miliar barel dan pemakaian minyak bumi mencapai 1,43 juta barel per harinya (Direktorat Jendral Migas, 2012). Ketidaksesuaian antara cadangan minyak bumi yang tersedia dengan pemakaiannnya, membuat Indonesia harus mengimpor minyak bumi sekitar 350 ribu barel per hari (Fajriah, 2014). Karena itu, bukan tidak mungkin pada tahun-tahun selanjutnya Indonesia akan sangat tergantung kepada impor BBM.
Untuk mengatasi masalah menyusutnya cadangan minyak bumi dan meningkatnya BBM, pemerintah telah melakukan beberapa upaya. Salah satu upaya dari pemerintah adalah dengan mengeluarkan kebijakan yang dituangkan untuk membatasi pamakaian BBM dan mengurangi BBM bersubsidi. Namun upaya ini masih belum dapat dijalankan oleh masyarakat Indonesia. Akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan lainnya yaitu mengamanatkan pengembangan dan penggunaan bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan dan menggantikan BBM. Bahan bakar alternatif tersebut dapat berupa biofuel seperti, biogas, biodiesel, biobutanol, dan bioethanol yang diproduksi dengan menggunakan biomasa tanaman sebagai bahan bakunya.
2.2 Bioetanol Generasi Kedua
Bioetanol generasi kedua adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi biomassa berlignoselulosaa dengan bantuan mikroorganisme (Howard et al, 2003). Bioetanol bermanfaat sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak. Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang mempunyai kelebihan dibandingkan BBM. Bioetanol dianggap lebih ramah lingkungan karena CO2 yang dihasilkan oleh hasil buangan mesin akan diserap oleh tanaman dan selanjutnya tanaman tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol sehingga tidak terjadi akumulasi karbon di atmosfer. Keunggulan lainnya adalah bioetanol mempunyai angka oktan tinggi 135. Angka oktan premium yang dijual sebagai bahan bakar hanya 98. Makin tinggi bilangan oktan, bahan bakar makin tahan untuk tidak terbakar sendiri sehingga menghasilkan kesetabilan proses pembakaran untuk memperoleh daya yang lebih stabil. Proses pembakaran dengan daya yang lebih sempurna akan mengurangi emisi gas karbon monoksida. Disamping itu, bioetanol generasi kedua juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah agroindustri karena limbah tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatannya.
memanfaatkan limbah-limbah padat agroindustri yang mengandung lignoselulosa bahan bakunya. Bahan baku bioetanol generasi kedua yang sudah dapat dikonversi menjadi bioetanol salah satunya adalah BKS (Septiani, 2014). Bioetanol generasi kedua diproduksi melalui 4 tahap (Gambar 1). Tahapan tersebut yaitu tahap perlakuan awal, tahap hidrolisis, tahap fermentasi, dan tahap destilasi. Tahap perlakuan awal dilakukan untuk melepas lignin pada ikatan lignoselulosa. Tahap hidrolisis bertujuan untuk memecah selulosa dan hemiselulosa menjadi gula sederhana. Tahap fermentasi bertujuan untuk mengkonversi gula sederhana menjadi bioethanol; dan tahap destilasi yaitu untuk memisahkan bioethanol dari air.
Gambar 1. Tahapan proses produksi bioetanol generasi kedua. Sumber: Knauf and Moniruzzaman (2004)
2.3 Batang Kelapa Sawit
BKS merupakan bagian dari pohon kelapa sawit yang serupa dengan nyiur, tetapi tertutup secara sempurna oleh pelepah daun. BKS tidak bercabang dan terdiri dari serat dan parenkim. Komposisi kimia batang sawit terdiri dari lignin 18,1%, selulosa 45,9%, hemiselulosa 25,3%, holoselulosa 76,3%, abu 1,1%, dan Alcohol benzene solubility 1,8% (Farhana, 2010). Setiap hektar perkebunan kelapa sawit dapat ditanami tanaman kelapa sawit sebanyak 130 pohon (Mathius
et al., 2010) dengan berat masing-masing batang rata-rata 300-500 Kg (Primarini, 2012) dan menurut Dinas Perkebunan Provinsi Lampung (2010), luas areal perkebunan kelapa sawit di Provinsi Lampung pada tahun 2010 adalah seluas 120.035 Ha sehingga jumlah batang sawit dari keseluruhan perkebunan sawit di Provinsi Lampung pada tahun 2010 adalah sebanyak 15.604.550 batang. Dengan demikan, jika kadar selulosa batang kelapa sawit sebesar 38,54 % dan waktu peremajaan tanaman sawit adalah periode 20 tahun maka selulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol adalah sebanyak 3.581.244,23 ton per 20 tahun atau 179.061 ton selulosa per tahun.
Padahal jika dilihat dari tingginya kadar selulosa batang kelapa sawit sebesar 45,9% dan banyaknya jumlah produksi batang kelapa sawit, maka batang kelapa sawit sangat berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol generasi kedua. Mengingat menyusutnya cadangan minyak bumi yang dihadapkan dengan meningkatnya konsumsi BBM, batang kelapa sawit akan sangat berguna dan bernilai ekonomi tinggi apabila dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol generasi kedua yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti BBM.
Usaha memproduksi bioetanol dari BKS telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Ishihara et al (1990) menghidrolisis BKS secara enzimatis. Mori et al
(2007) telah meneliti potensi BKS sebaga bahan baku bioetanol. Farhana (2010) mengunakan Saccharomyces cerevisiae untuk meproduksi bioetanol dari BKS. Jung et al (2011) memproduksi bioetanol dari BKS dengan amonia dan enzim selulase. Daud dkk (2012) memprodksi bioetanol dengan menggunakan proses kraft sebagai perlakuan awal. Primarini (2012) memanfaatkan BKS untuk memproduksi bioetanol. Septiani (2014) telah melakukan optimasi perlakuan awal BKS dan hidrolisis holoselulosa BKS secara enzimatis dalam memproduksi bioetanol.
2.4 Simultaneous Saccharificiaton And Fermentation
Simultaneous Sacharification and Fermentation (SSF) yaitu metode hidrolisis holoselulosa limbah agroindustri dan fermentasi hasil hidrolisis tersebut menjadi bioetanol dilaksanakan bersamaan dan dalam wadah yang sama (Gambar 2). SSF pertama kali dikenalkan oleh Takagi et al, 1977. Keuntungan menggunakan SSF yaitu enzim yang digunakan sedikit dan waktu untuk pembentukan etanol lebih cepat (Kerstein et al, 2000). Selain itu, polisakarida yang terkonversi menjadi monosakarida tidak kembali menjadi poliskarida karena monosakarida langsung difermentasi menjadi etanol. Keuntungan lain yaitu biaya lebih murah karena hidrolisis dan fermentasi dilakukan dalam satu. Kelemahan SFF yaitu suhu optimum untuk selulase dan mikroorganisme berbeda (Oktavia dkk, 2013) sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menemukan suhu yang cocok baik untuk enzim maupun mikroorganisme agar bioetanol yang dihaslikan maksimum.
BAB III. METODE PELAKSANAAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Biokimia Hasil Pertanian, Laboratorium Mikrobiologi Hasil Pertanian dan Laboratorium Instrumen Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) dan di Laboratorium Biomasa Fakultas MIPA Unila. Waktu pelaksanaan penelitian yaitu pada April- Juli 2014.
3.2 Bahan dan Alat
Bahan yang akan digunakan adalah biomasa limbah agoindustri berupa batang kelapa sawit yang diperoleh dari PT. Tunas Baru Lampung, Desa Way Kekah Terbanggi Besar, Lampung Tengah, enzim sellulase (SQzyme CS P-acid cellulase), ragi roti- Sacharomyces ceriviceae (merk: Fermipan, produksi PT. Sangra Ratu Boga) dan bahan-bahan kimia yang diperoleh dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian.
Alat-alat yang digunakan antara lain waterbath (Polyscience), mikropipet 1000µL (Thermo Scientific, Finnpipette F3), oven (Philip Harris Ltd), timbangan 4 digit (Mattler M3000 Swiszerlan), ginder, ayakan (40 mesh), hot plate (Cimerec3), sentrifuge (Thermo Electron Corporation, Model IEC Centra CL2, made in China), autoklaf, spektrofotometer (Milton Ray Company) dan glasswares.
3.3 Metode Penelitian
Metode SSF akan dilakukan dalam 2 tahap; yaitu optimasi konsentrasi enzim selulosa dan xylanase dan optimasi waktu penambahan starter. Masing-masing tahap menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor dan tiga kali ulangan. Data kadar bioetanol dan jumlah holoselulosa/gula reduksi yang terkonversi menjadi bioetanol disajikan dalam bentuk grafik dan dibahas secara deskriptif.
3.4 Pelaksanaan Penelitian
3.4.1 Persiapan bahan
3.4.2 Perlakuan awal BKS
Perlakuan awal dengan menggunakan basa dilakukan dengan menggunakan metode Sutikno dkk (2010) dan bertujuan untuk menghilangkan lignin agar holoselulosa mudah didegradasi oleh enzim menjadi glukosa yang kemudian difermentasi menjadi etanol oleh khamir. Sampel BKS dengan berat konstan dan ukuran 40 mesh ditimbang sebanyak 20 g dimasukan dalam erlenmayer ukuran 1000 mL, kemudian ditambahkan larutan NaOH sebanyak 400 mL. Setelah itu, batang kelapa sawit dihomogenisasi menggunakan shaker dengan kecepatan 100 rpm selama 3 menit dan dipanaskan dalam autoclave pada suhu 121oC. Setelah itu, sampel disaring dan dibilas mengunakan air suling sebanyak 4000 mL. Kemudian bagian padat (holoselulosa) dikeringkan dalam oven pada suhu 105oC sampai berat konstan dan kemudian digunakan sebagai substrat pada SSF.
3.4.3 Persiapan Starter
Starter Saccharomyces cerevisiae dilakukan menurut metode yang diuraikan oleh Scholar and Benedidikte (1999) dan Suh et al., (2007). Satu gram tepung ragi roti ditumbuhkan pada media agar Yeast Peptone Dextrose (YPD) miring, kemudian diinkubasi selama 48 jam pada suhu 30oC untuk mengaktifkan ragi dan mengecek ada tidaknya kontaminasi. Satu lop koloni yeast diinokulasikan pada 100 mL media cair yang mengandung 5% agar YPD dan kemudian diinkubasi pada suhu ruang dengan goyangan 130 rpm selama 48 jam.
3.4.4 Optimasi Kondisi SSF
3.5 Pengamatan
Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kadar komponen lignoselulosa BKS sebelum dan sesudah pretreatment (Metode Chesson dalam Datta, 1981), kadar gula reduksi hidrolisat BKS (Metode Nelson – Somogyi dalam Sudarmadji, 1984) dan kadar bioetanol kadar serta gula reduksi setelah fermentasi (Milati et al., 2008)
.
BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya
Tabel 2.1 Format Ringkasan Anggaran Biaya PKM-P
No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan Penunjang 3.990.000
2. Bahan Habis Pakai 6.604.000
3. Transportasi 700.000
3. Lain – lain 1.120.000
Total 12.414.000
4.2 Jadwal Kegiatan
Kegiatan akan dilaksanakan selama empat bulan dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
Kegiatan
Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 Bulan ke-4 Minggu ke- Minggu ke- Minggu ke- Minggu ke- 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Konsultasi ke Dosen √ √ √ √ √ √ √ √ Persiapan Bahan/ Peralatan √ √
Pelaksanaan Penelitian √ √ √ √ √ √ √ √
Pengujian Produk √ √ √ √ √ √ √ √
Pengolahan Data √ √ √
Pembuatan laporan akhir √ √ √
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Pengertian Minyak Bumi. http://www.bimbingan.org/pengertian- minyak-bumi.html Diakses pada 9 September 2014 pukul 20.00 WIB
Dhany, R.R. 2013. Produksi Minyak 2013 dibawah Target.
Daud, M., Syafi’i, W. dan Syamsu, K. 2012. Pemanfaatan Batang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Menjadi Biotanol Dengan Perlakuan Pendahuluan Menggunakan Proses Kraft. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Jawa Barat. Direktorat Jendral Migas, 2012. Produksi Minyak Bumi.
http://www.migas.esdm.go.id. Diakses pada tanggal 11 September 2014 pada pukul 19.00 WIB
Dowe N, McMillan JD. 2008. SSF Experimental Protocols — Lignocellulosic Biomass Hydrolysis and Fermentation. National Renewable Energy Laboratory. Report no. NREL/TP-510-42630.
Fajriah, L.R, 2014. Kebutuhan BBM RI. Lily Rusna Fajriah http://ekbis.sindonews.com/read/898365/34/kebutuhan-bbm-ri-2-2-juta-barel-hari-di-2020 diakses pada 10 September 2014 pukul 20.00 WIB Farhana, N. 2010. Study On Bioethanol Production From Oil Palm Trunk (OPT)
Sap by Using Saccharomyces cerevisiae Kyokai NO.7 (ATCC 26422). Thesis. Faculty of Chemical & Natural Resources Engineering. Universiti Malaysia Pahang.
Hayun A., 2008. Prioritas pengembangan energy alternative biofuel di Indonesia. http://mmt.its.ac.id/library/wp-content/uploads/2008/12/4-anggara-hayun-a.pdf, Diunduh pada tanggal 11 September 2014.
Hikmiyati N dan Yanie N.S.; 2008; ‖ Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong melalui Proses Hidrolisa Asam‖ Skripsi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.
Howard, R.L., Abotsi, E., Jansen van Rensburg, E.L., and Howard, S. 2003. Lignocellulose biotechnology: issue of bioconversion and enzyme production. African Journal of Biotechnology (2003), Vol. 2 (12) pp 602-619.
Investor Daily, 2014. Gapki: Industri Sawit Masih Berprospek Cerah.
http://www.investor.co.id/agribusiness/gapki-industri-sawit-masih-berprospek-cerah/79087. Dikases 10 September 2014.
Ishihara, T., Putri, F.A., Ismail, A.R. and Khoo, K.C.; 1991; Enzymatic saccharification of oil palm trunks. Journal of Tropical Forest Science vol :3. Hal : 356–360
Jung, Y., Kim, I., Kim, J., Oh, K., Han, J., Choi, I dan Kim, K. 2011. Ethanol production from oil palm trunks treated with aqueous ammonia and cellulase. Bioresource Technology vol : 102. Hal : 7307-7312.
Kerstein Stenberg, M. G., Guido Zacchi, The influence of lactic acid formation on the simultaneous saccharification and fermentation (SSF) of softwood to ethanol. 2000, Enzyme and Microbial Technology, Vol 26. No 2, pp. 71-79. Knauf, M. and Moniruzzaman,M. 2004. Lignocellulosic biomass processing: A
perspective. Iinternational Sugar Journal (2004) Vol. 106, No. 1263: 147-150.
Lau, M.W., Gunawan, C., and Dale, B.E.; 2009;The impacts of pretreatment on the fermentability of pretreated lignocellulosic biomass: a comparative evaluation between ammonia fiber expansion and dilute acid pretreatment; Biotechnology for Biofuels 2009, 2:30
Lennartsson, P.R., erlandsson, P., Taherzadeh, M.J., 2014. Integration of the first and second generation bioethanol processes and the importance of by product; Bioresource Technology 165:2-8.
Mathius, I-W. 2010. Produk samping industri kelapa sawit dan teknologi pengayaan bahan pakan sapi yang terintegrasi. Didalam: FAGI, A.M. dan SUBANDRYO dan I-W. RUSASTRA. Sistem Integrasi Ternak Tanaman Padi, Sawit dan Cacao. LIPI, Press, Jakarta. hlm. 65-103.
Milati, R., Karimi, K., Edebo, L., Niklasson, C., and Taherzadeh, M. 2008. Ethanol production from xylose and wood hydroluzate by Mucor indicus at different aeration rates. BioReseources 3(4):1020-1029
Mori, Y, Ryohei, T., Sojitz, M., Nor, M., Yusuf, M. and Sulaiman O. 2007. Potential of oil palm trunk as a source for ethanol production. Japan International Research Center for Agricultural Sciences.
Oktavia, Mitra dkk. 2013. Produksi Bioetanol Dari Tongkol Jagung Dengan Metoda Simultan Sakarifikasi Dan Fermentasi. (Jurnal Kimia Unand (ISSN No. 2303-3401), Volume 2 Nomor 1, Maret 2013 107.
Olofsson et al,. 2008. A Short Review on SSF- An Interesting Process Option For Ethanol Production From Lignocellulosic Feedstock. BioMed Central Ltd. http://www.biotechnologyforbiofuels.com/content/1/1/7.
Primarini, D. 2012. Penerapan Teknologi Kilang Nabati Kelapa Sawit : Produksi bioetanol dari Batang Pohon Kelapa Sawit Tua. Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi. Lampung
Samsuri, M., Gozan1, M., Mardias, R., Baiquni, M., Hermansyah1, Prasetya, B, Nasikin, M., and Watanabe, T.; 2007; Ethanol production from bagasse with combination of cellulose-cellubiase in simultaneous saccharification and fermentation (SSF) using white rot fungi pre-treatment. Journal of Chem and Nat Resources Engineering, 3:20-32.
Septiyani, R. 2014. Optimasi Proses Perlakuan Awal dan Hidrolisis Batang Kelapa Sawit dalam Produksi Bioetanol, Tesis; Program Magister Teknologi Industri Pertanian, Jurusan THP FP Univeristas Lampung.
Sutikno., Hidayati, S., Nawansih, O., Nurainy, F., Rizal, S., Marniza., dan Arion, R. 2010. Tingkat Degradasi Lignin Bagas Tebu Akibat Perlakuan Basa Pada Berbagai Kondisi. http://blog.unila.ac.id/sutiknounila/category/ research- activities. Diakses pada tanggal 5 September 2014 pada pukul 19.20 WIB.
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok
1. Biodata Ketua Kelompok A.Identitas Diri
1 Nama Lengkap Bimbi Ayu Ristiya Ningsih
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian
4 NPM 1214051014
5 Tempat dan Tanggal Lahir Negara Tulang Bawang, 5 April 1994
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Hp 089672374111
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi
SDS PG Bungamayang
SMP PG Bungamayang
SMA Negeri 1 Seputih Agung
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus
2000-2006 2006-2009 2009-2012
C. Pemakalah Seminar Ilmiah No. Nama pertemuan
ilmiah/ seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1. Seminar Nasional
Technopreneurship
Technopreneurship GSG UNILA, 1 Mei 2013
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1. -
2. Biodata Anggota Kelompok
A.Identitas Diri
1 Nama Lengkap Ferdian Dicky Permana
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Kimia
4 NPM 1317011026
5 Tempat dan Tanggal Lahir Kalianda, 13 Juli 1995
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Hp 089631281718
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD N 1 Rama Gunawan
SMP N 1 Seputih Raman
SMA N 1
Seputih Raman
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah
No. Nama pertemuan ilmiah/
seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Tempat
1. - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan
Tahun
1. -
3. Biodata Anggota Kelompok
A.Identitas Diri
1 Nama Lengkap Nur Ega
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian
4 NPM 1314051034
5 Tempat dan Tanggal Lahir Seputih Banyak, 11 Desember 1994
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Hp 085669692728
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD N 2 Tanjung Harapan
SMP N 1 Seputih Banyak
SMA N I Seputih Banyak
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah No. Nama pertemuan
ilmiah/ seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1. - - -
2. - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1. -
4. Biodata Anggota Kelompok
A.Identitas Diri
1 Nama Lengkap Indah Purnama Sari
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian
4 NPM 1414051046
5 Tempat dan Tanggal Lahir Adijaya, 26 Agustus 1996
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Hp 08566386169
B.Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD N 3 Bandar Jaya
SMP N 3 Terbanggi Besar
SMA N 1
Seputih Agung
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2002-2008 2008-2011 2011-2014
C. Pemakalah Seminar Ilmiah
No. Nama pertemuan ilmiah/
seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Tempat
1. - - -
2. - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan
Tahun
1. -
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Biaya
1. Peralatan Penunjang
Satuan Jumlah
1 Lampu bunsen (buah) buah 1 50.000 50.000
2 Rak tabung, (buah) buah 2 50.000 100.000
3 Tips pipet mikro biru (pak) pak 1 200.000 200.000
4 Tips pipet mikro kuning (pak) pak 1 200.000 200.000
5 Jarum ose (buah) buah 2 12.000 24.000
6 Tabung semprot ( buah) buah 2 8.000 16.000
7 Cawan petri (buah) buah 12 40.000 480.000
8 Gelas Beker 250 mL (buah) buah 4 60.000 240.000
9 Erlenmeyer 1000 mL (buah) buah 4 200.000 800.000
10 Erlenmeyer 500 mL (buah) buah 2 100.000 200.000
11 Erlenmeyer 250 mL (buah) buah 16 80.000 1.280.000
12 Tabung reaksi bertutup ulir (buah) buah 20 20.000 400.000
Total Biaya Peralatan Penunjang 3.990.000
Harga (Rp)
No Nama Bahan PemakaianJustifikasi Kuan
titas
2.Bahan Habis Pakai
2. Biaya bahan habis pakai
Satuan Total
1 Ragi fermipan pak 2 50.000 100.000
2 Batang Kelapa Sawit kg 50 5000 250.000
3 Tissue gulung buah 8 3.000 24.000
4 NaOH (@ 1 kg) kg 1 550.000 550.000
5 KH2PO4 (@ 500g) pak 1 850.000 850.000
6 Ammonium acetat (@ 500g) pak 1 950.000 950.000
7 Ensim selulase (paket @ 100g) pak 1 750.000 750.000
8 Ensim xylanase (pakeat @ 100g) pak 1 500.000 500.000
9 Sodium sitrat pak 1 450.000 450.000
10 Asam Asetat botol 1 400.000 400.000
11 Analisis hasil fermentasi dg HPLC/GC sample 40 40.000 1.600.000
12 Kertas 70 g rim 2 30.000 60.000
13 Log book buah 1 20.000 20.000
14 Tinta refill buah 4 25.000 100.000
Total biaya bahan habis pakai & peralatan 6.604.000
Keb utuh
3.Perjalanan
3 Biaya Perjalanan
Satuan Total
1 Beli batang sawit ke Lampung Tengah paket 1 500.000 500.000
2 Beli peralatan dan bahan kimia paket 5 40.000 200.000
Total biaya perjalanan 700.000
No Nama Bahan Justifikasi
Pemakaian Keb utuh
Harga (Rp)
4. Lain-lain
Satuan Total
1 Pemeliharaan lab bulan 2 110.000 220.000
2 Penelusuran pustaka bulan 1 100.000 100.000 3 Analisis data paket 1 300.000 300.000 4 Publikasi jurnal internasional artikel 1 250.000 250.000 6 Penggandaan laporan jilid 5 50.000 250.000
Total biaya lain-lain 1.120.000
4. Biaya lain-lain
Harga (Rp)
No Nama Bahan Satuan Keb
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Kegiatan
No Nama/ NPM Program
Studi Bidang Ilmu
Biodata Dosen Pendamping
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar)
Ir. Sutikno, M.Sc., Ph.D
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian
4 NIM/NIP 195601141986031002
NIDN 0014015602
5 Tempat dan Tanggal Lahir
Kediri, 14 Januari, 1956
6 E-mail [email protected] 7 Nomor Telepon/HP 081541361121/ 081369233221
B. Riwayat Pendidikan
2.1 Program: S-1 S-2 S-3
Nama PT IPB Bogor Michigan Stahge University, USA
Michigan Stahge University, USA Bidang Ilmu Teknologi Hasil
Pertanian Food Science
Food Science-
bing/ Promotor Suhardiharjo Dr. T. Wishnetsky
Prof. Dr. James J. Pestka
C. Pengalaman Penyampaian Makalah Secara Oral Pada Pertemuan/ Seminar Ilmiah Dalam 5 Tahun Terakhir
No Nama Pertemuan
Ilmiah/ Seminar Judul Artikel
Waktu dan
Pengaruh Kosenrasi Natrium Hidroksida dan Enzim selulase dalam Menghidrolisis tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Gula Reduksi Sebagai Bahan baku Produksi Bioetanol
No Nama Pertemuan
Ilmiah/ Seminar Judul Artikel
Waktu dan
Efect of Chiotosan Solution and Cold Storage Time to the Shelflife of Boiled-Meat Crab
18-19 Sulfat, Suhu dan Lama Perendaman terhadap Kadar Gula Reduksi Jerami Padi
2010 di Bagas Tebu akibat Perlakuan Basa pada Berbagai Kondisi
2010 di
Effect of Starter Concentration and Incubation Tim on Nata Depina Characteristics Produced from Liquid Waste of Pine Apple Canning Factory
June 22-23, Characteristics of Lactic Fermented Drink
from Turi (Sesbania grandiflora (L.) Poir) Seed
June 22-23, 2010, at Bandar Lampung
8
Research Workshop on Sustainable Biofuel Development in Indonesia: Progress so Far and Future applied Research
No Nama Pertemuan
Ilmiah/ Seminar Judul Artikel
Waktu dan Tempat
10 Asian University Presidents Forum 2009
Quality Assurance System for Teaching Process at The University Of Lampung Indonesia
October 19-21, 2009, Borobudur Hotel, Jakarta.
G. Pengalaman Penulisan Buku dalam 5 Tahun terakhir
No. Tahun Judul Buku Jumlah
Halaman
Penerbit
1 2011 Model Pendidikan Karakter Entrepreneur Melalui Program Kreatif Mahasiswa di Universitas Lampung
100 ISBN: 978-602-9326-04-8
2 2012 Buku Ajar Entrepreneur Dalam proses
H. Pengalaman Perolehan HKI HKI Dalam 5 – 10 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul/Tema HKI Jenis Nomor P/ID
Belum ada
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-P mahasiswa