• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN TEKNIK PEMBENIHAN IKAN KERAPU MA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN TEKNIK PEMBENIHAN IKAN KERAPU MA"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung
  • Mata Pelajaran: Budidaya Perikanan
  • Topik: Laporan Teknik Pembenihan Ikan Kerapu Macan
  • Tipe: laporan praktek kerja lapangan
  • Tahun: 2014
  • Kota: Lampung

I. PENDAHULUAN

Laporan ini menjelaskan tentang teknik pembenihan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang, memiliki potensi besar dalam budidaya laut. Ikan kerapu macan, yang merupakan salah satu komoditas unggulan, memiliki daya adaptasi tinggi dan telah menjadi fokus pengembangan sejak tahun 1990. Laporan ini juga mencakup analisis usaha pembenihan ikan kerapu macan serta hasil kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan.

1.1. Latar Belakang

Indonesia memiliki potensi laut yang sangat besar, terutama dalam budidaya laut. Budidaya ikan kerapu macan merupakan salah satu usaha yang menjanjikan, mengingat harga jual yang tinggi. Kerapu macan mudah dibudidayakan karena adaptasinya yang baik. Sejak 1990, upaya pembenihan ikan ini telah dilakukan meskipun menghadapi berbagai kendala. Laporan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai teknik dan hasil pembenihan ikan kerapu macan di BBPBL Lampung.

1.2. Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan PKL ini adalah untuk memperdalam pengetahuan tentang budidaya ikan kerapu macan, mempelajari teknik pembenihan, serta mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang muncul dalam usaha pembenihan. Selain itu, laporan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan peserta PKL mengenai analisis usaha pembenihan ikan kerapu.

1.3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan

PKL dilaksanakan dari tanggal 16 Januari hingga 28 Mei 2014 di BBPBL Lampung, yang terletak di Desa Padang Cermin, Kecamatan Hanura, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Lokasi ini dipilih karena merupakan pusat pengembangan budidaya laut di Indonesia, khususnya untuk ikan kerapu.

1.4. Manfaat

Manfaat dari PKL ini adalah untuk menambah wawasan peserta dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pengembangan budidaya ikan kerapu macan. Selain itu, hasil dari PKL ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk kegiatan budidaya ikan di daerah lain.

II. KEADAAN UMUM LOKASI

Bagian ini membahas tentang sejarah, lokasi, dan fasilitas yang ada di BBPBL Lampung yang mendukung kegiatan pembenihan ikan kerapu macan. Sejarah BBPBL menunjukkan perkembangan lembaga ini dari BBL menjadi BBPBL, dengan dukungan dari berbagai pihak. Lokasi yang strategis dan fasilitas lengkap menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembenihan.

2.1. Sejarah BBPBL Lampung

BBPBL Lampung didirikan pada tahun 1982 dengan dukungan dari FAO/UNDP. Sejak diresmikan pada tahun 1986, BBPBL telah mengalami berbagai perkembangan, termasuk peningkatan status menjadi BBPBL pada tahun 2006. Sejarah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam pengembangan budidaya laut di Indonesia.

2.2. Lokasi BBPBL Lampung

BBPBL Lampung terletak di kawasan teluk Hurun, dengan kondisi perairan yang bersih dan bebas pencemaran. Lokasi ini strategis untuk kegiatan budidaya ikan, dengan kedalaman yang sesuai dan aksesibilitas yang baik. Keberadaan sungai-sungai di sekitar teluk juga mendukung ekosistem perairan yang baik.

2.3. Fasilitas BBPBL Lampung

BBPBL Lampung dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti laboratorium kesehatan, hatchery, dan bangsal pemeliharaan. Laboratorium kesehatan berfungsi untuk mendiagnosa penyakit ikan, sedangkan hatchery digunakan untuk menetaskan telur dan memelihara larva. Fasilitas ini sangat mendukung kegiatan pembenihan ikan kerapu macan.

III. TEKNIK PEMBENIHAN KERAPU MACAN

Bagian ini menjelaskan tentang teknik pembenihan ikan kerapu macan, mulai dari biologi ikan, sarana dan prasarana yang digunakan, hingga pemeliharaan induk dan larva. Penjelasan ini mencakup aspek teknis yang diperlukan untuk menghasilkan benih ikan kerapu yang berkualitas.

3.1. Biologi Ikan Kerapu Macan

Ikan kerapu macan memiliki klasifikasi biologis yang jelas dan karakteristik morfologi yang unik. Bentuk tubuhnya memanjang dengan warna cokelat dan bercak hitam. Ikan ini hidup di habitat berkarang dan memiliki pola makan karnivora. Pengetahuan tentang biologi ikan sangat penting dalam pengelolaan pembenihan.

3.2. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang digunakan dalam pembenihan ikan kerapu macan meliputi bak pemeliharaan induk, larva, dan pendederan. Setiap fasilitas dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik ikan, seperti kualitas air dan sirkulasi. Pengelolaan sarana ini sangat penting untuk keberhasilan pembenihan.

3.3. Pemeliharaan Induk

Pemeliharaan induk dilakukan untuk memastikan ketersediaan induk yang matang gonat. Induk dapat berasal dari alam atau dari BBPBL. Pakan yang diberikan harus berkualitas, dan pengelolaan kualitas air sangat penting untuk menjaga kesehatan induk. Proses pematangan gonat juga melibatkan manipulasi lingkungan.

3.4. Penanganan Telur

Penanganan telur meliputi pemanenan, penghitungan, seleksi, dan perendaman dengan iodine untuk mencegah jamur. Telur yang berkualitas baik akan mengapung dan berwarna transparan. Proses ini sangat penting untuk memastikan tingkat penetasan yang tinggi dan kualitas larva yang dihasilkan.

3.5. Pemeliharaan Larva

Pemeliharaan larva dilakukan setelah telur menetas. Proses ini meliputi penebaran larva ke dalam bak pemeliharaan dan pemantauan perkembangan larva. Kualitas air dan pakan yang diberikan harus diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan larva. Penanganan yang baik pada fase ini akan meningkatkan kelangsungan hidup larva.

Gambar

Gambar 1.  Bangsal Pendederan
Gambar 3. Keramba Jaring Apung (KJA)
Gambar 5. Blower
Gambar 6. Regulator, Selang aerasi, Pemberat, dan Batu aerasi
+7

Referensi

Dokumen terkait