• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gereja Diutus Membawakan "Damai Sejahtera" (Luk 10:1-12.17-20)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Gereja Diutus Membawakan "Damai Sejahtera" (Luk 10:1-12.17-20)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

No. 337/Thn. VI/04 Juli 2010

Th. C/ I I – Hari Minggu Biasa XI V Th. C/ I I

Th. C/ I I ––HariHariMingguMingguBiasaBiasaXI VXI V Tema Minggu I ni:

Tema

TemaMingguMingguI niI ni::

Warta Mingguan – Umat Paroki I bu Teresa Warta

Warta MingguanMingguan––UmatUmatParokiParokiI buI buTeresaTeresa

Inside This Issue:

Liputan Utama……… 2

I man Katolik……… 3

Berita Seputar Paroki……… 4

Renungan……… 4

Visi dan Misi PI TC……… 5

I nfo Kategorial……… 6

Mengenal Orang Kudus…… 7

Orang Muda Katolik………… 8

Warta Paroki……… 9

Jadwal Pelayanan………10

Kalender Liturgi………10

Mutiara I man……… 11

Sejenak Tersenyum………… 11

Gereja Diutus Membawakan

"Damai Sejahtera"

(Luk 10:1-12.17-20)

Gereja

Gereja

Diutus

Diutus

Membawakan

Membawakan

"

"

Damai

Damai

Sejahtera"

Sejahtera"

(

(

Luk

Luk

10:1

10:1

-

-

12.17

12.17

-

-

20)

20)

Penasihat

Penasihat: : RomoRomoY. Natalis, Pr. Y. Natalis, Pr. RedaksiRedaksi: Andreas E. S., : Andreas E. S., ArifinArifin, Bambang S. W., Caecilia, , Bambang S. W., Caecilia, FridusFridus RM, Martinus, Steven F., Nancy

(2)

Untuk Kalangan Sendiri

LIPUTAN UTAMA

LIPUTAN UTAMA

2

Kita Diangkat Menjadi Anak Allah Melalui Baptis

Babtisan Bayi, Minggu 17 Juni 2010

“Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” ini merupakan kutipan injil Yohanes yang dibacakan dalam upacara babtisan pada hari minggu 17 Juni 2010. Atas dasar keyakinan dari nats tersebut sekitar 29 bayi dan anak-anak dipersembahkan oleh orang tua mereka dihadapan altar, untuk menerima sakramen babtis sebagai tanda bahwa anak-anak tersebut diangkat menjadi anak Allah melalui rahmat babtisan ini. I ni juga merupakan ungkapan syukur dari para orang tua karena anak-anak mereka telah dipilih untuk menjadi anak-anak Allah.

Tidak lama setelah Misa Minggu pagi, bertempat di tempat misa di Trinitas, upacara babtisan ini dilaksanakan yang dipersembahkan oleh Romo Samuel Pangestu, Pr. Diawal kotbahnya romo Sam mengajak para orang tua untuk tersenyum dan berbahagia karena telah dipercaya mendapatkan keturunan oleh Tuhan. “Mulai sekarang tersenyum dan berbahagialah karena anda mempunyai anak. Jangan menganggap anak sebagai beban!, syukuri dengan penuh tanggung jawab!”

Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah dengan mempercayakan anak-anak mereka untuk dibabtis. Dengan menyerahkan anak-anak mereka untuk dibabtis, berarti orang tua juga bertanggung jawab untuk membina kehidupan iman anak-anak mereka, jadi babtis disini baru merupakan permulaan dari rasa syukur dan tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya. Selain itu dengan membabtiskan anak-anak mereka, orang tua juga mempunyai kewajiban dan tugas untuk mendidik iman mereka, dan mengantar mereka nantinya untuk menerima Komuni Pertama dan Krisma.

Hal lain yang disinggung adalah kecenderungan orang tua yang dengan semangat mengantar anak-anaknya untuk berbagai macam les/ kursus, tetapi tidak demikian jika untuk mengantar anak-anak ke kegiatan Bina I man. Orang tua jaman sekarang terlalu fokus terhadap pertumbuhan intelektual anak, tetapi mengesampingkan pertumbuhan rohani anak-anaknya. Kepandaian dan kecerdasan tidak akan berarti apa-apa jika tidak diimbangi dengan dasar iman yang kokoh. Selain intelektualitas dan iman anak, orang tua hendaknya juga harus memperhatikan faktor jasmani, seperti makanan yang bergizi dan imunisasi.

Setelah homili, maka acara dilanjutkan dengan ritual babtis yang terbagi beberapa sesi yaitu pemberian tanda

salib di dahi anak oleh pastor, orang tua dan wali babtis dan setelah itu dilanjutkan dengan pembabtisan anak-anak dengan air. Setelah satu persatu anak dibabtis dengan air, berikutnya adalah pengurapan minyak suci kepada anak-anak, lalu dilanjutkan penyematan kain putih, yang menandakan bahwa anak-anak ini adalah putih bersih dari dosa karena rahmat babtisan telah menghapuskan dosa-dosa mereka. Ritual selanjutnya adalah pemberian lilin babtis dari romo kepada wali babtis, lalu dari wali babtis menyerahkan kepada anak-anak atau orang tua mereka. Diakhir upacara, tidak lupa untuk menyerahkan anak-anak mereka kepada bunda Maria, Bunda Gereja untuk memohon rahmat dan bimbingan dari I bu Tuhan kita.

(3)

Untuk Kalangan Sendiri

IMAN KATOLIK

IMAN KATOLIK

Gereja di Keuskupan Agung Jakarta patut bersyukur karena pada saat perayaan HUT I mamat ke-76 Bp. Uskup Julius Kardinal Dharmaatmaja, pada hari Selasa 29 Juni 2009 yang lalu, adalah sekaligus saat bersejarah bagi Keuskupan Jakarta karena pada saat itu pulalah secara resmi berlangsung serah terima pimpinan penggembalaan di Keuskupan Agung Jakarta. Karena tepat pada satu hari sebelumnya secara resmi Tahta Suci melalui Paus Benedictus XVI mengeluarkan surat yang isinya mengabulkan permohonan pengunduran diri Bp. Uskup Julius Kardinal Dharmaatmaja dan sekalagus juga mengangkat Uskup Koajutor Mgr. I gnatius Suharyo menjadi Uskup Agung KAJ. Sungguh adalah rahmat yang mengagumkan bahwa tongkat penggembalaan secara estafet diserahkan sebagai kelanjutan dari tugas penggembalaan imamat Yesus Kristus dalam Gereja-Nya melalui seorang Uskup. Hal ini tentunya sejalan dengan tradisi Gereja Apostolik yang berkembang dalam sejarahnya.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang kegembalaan Gereja kita perlu memahami arti dari istilah “Uskup”

Uskup: Mempersatukan & Mempertemukan Umat

dalam suatu hierarki terlebih dahulu. I stilah “Uskup” [episkopos; penilik jemaat] berarti sebuah istilah profan dan kurang jelas artinya dalam kerangka Gereja dan agama (Kis 20:28, Flp 1: 1, 1 Tim 3:2, Tit 1: 7). Sama halnya dengan kata “diakonos”, yang sebenarnya hanya berarti pelayan, tetapi dalam Rm 16:1; Ef 6:21; Flp 1: 1, Kol 4: 7 dan terutama dalam 1Tim 3: 8 jelas mempunyai arti gerejawi dan sudah menjadi semacam “tahbisan”. Meskipun dalam sejarahnya memang banyak hal yang tidak jelas, namun dalam perkembangannya ada struktur dari Gereja St. I gnatius di Antiokhia yang mengenal “penilik” (episkopos), “penatua” (presbiteros; imam), dan “ pelayan” (dioakonos). Struktur ini selanjutnya menjadi struktur hierarkis yang terdiri dari Uskup, I mam, dan Diakon. Yang penting bukanlah bagaimana kepemimpinan Gereja dibagi atas aneka fungsi dan peran, tetapi bahwa tugas pewartaan Para Rasul lama-kelamaan menjadi tugas kepemimpinan jemaat Umat Allah yang dipercayakan kepada Gereja.

Tugas hierarki yang pertama dan utama adalah mempersatukan dan mempertemukan umat Tugas ini boleh disebut tugas kepemimpinan, dan para uskup “dalam arti yang sesungguhnya disebut pemebsar umatyang mereka bombing” (LG, art. 27). Konsili menegaskan bahwa “tugas yang oleh Tuhan diserahkan kepada para gembala umat-Nya, sungguh-sungguh merupakan pengabdian, yang dalam Kitab Suci disebut diakonia atau pelayanan” (LG, art. 24). Tugas pemersatu itu selanjutnya dibagi menjadi tiga tugas khusus menurut tiga bidang kehidupan Gereja, dimana komunikasi iman Gereja terjadi dalam pewartaan, pelayanan, dan parayaan. Dalam ketiga bidang itulah para Uskup, dan Paus untuk seluruh dunia, menjalankan tugas kepemimpinannya. Dan melalui ketiga bidang kehidupan Gereja, Uskup bertindak sebagai pemersatu yang mempertemukan umat dalam komunikasi iman. ( ynk)

(4)

Untuk Kalangan Sendiri

4 BERITA SEPUTAR PAROKI

BERITA SEPUTAR PAROKI

RENUNGAN RENUNGAN

Mistagogi untuk Para Baptisan Angkatan Ke-17

Setelah Menjalani Masa Praketekumenat, Masa Katekumenat, Masa Persiapan Terakhir (yaitu dengan upacara penerimaan sakramen baptis/ inisiasi) maka para baptisan angkatan ke-17 Paroki I bu Teresa Cikarang menjalani Masa Mistagogi mengingat setelah pembatisan belum berarti orang Katolik tersebut sudah memahami semua rahasia iman Katolik, juga belum sepenuhnya mantap sebagai orang Katolik, maka masih perlu disediakan sejumlah bahan lanjutan yaitu mistagogi setiap bulannya. Masa Mistagogi ditutup dengan rekoleksi pendalaman iman.

Kegiatan yang diadakan pada Hari Minggu, 13 Juni 2010 selepas Misa pagi sampai kurang lebih jam 11.30 siang di PI TC tersebut dihadiri oleh kurang dari separuh peserta yang seharusnya hadir. Dimana dari 37 orang yang dibaptis pada Malam Paskah, 3 April yang lalu hanya dihadiri oleh 15 orang (11 perempuan dan 4 orang laki-laki). Sedangkan pada Mistagogi sebelumnya (bulan Mei) hanya dihadiri oleh 25 orang. Hal ini menjadi catatan penting bagi para baptisan yang baru saja menjadi anggota Gereja Katolik ini terutama dalam hal motivasinya untuk dibaptis.

Dalam kegiatan Mistagogi tersebut diisi oleh Romo Samuel Pangestu, Pr. yang mengajak para babtisan tersebut untuk merefleksikan hidupnya yang terasa mengesankan, baik mengenai hal yang sedih ataupun yang gembira. Untuk itu dipertemuan Mistagogi berikutnya Beliau akan mengajak para peserta untuk mau mengungkapkan refleksinya dalam bentuk sharing. Selain itu dijelaskan pula bahwa dalam I badah Misa dalam gereja Katolik yang menjadi inti dari perayaan tersebut adalah Ekaristi dimana disitu Tuhan hadir melalui : Sabda, Tubuh dan Darah Kristus, I mam dan Umat yang hadir. Dijelaskan pula bahwa urutan langkah-langkah dalam Misa adalah jelas dan mudah dipahami serta baku (dimanapun di gereja Katolik adalah sama). Dalam Doa Syukur Agung umat Katolik mengimani perubahan roti/ hosti menjadi Tubuh Kristus dan anggur menjadi Darah Kristus. Seperti yang diucapkan oleh I mam

“Terimalah dan makanlah I nilah Tubuh-ku yang diserahkan bagimu” dan “Terimalah dan minumlah, I nilah darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan kekal, Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku." Kalimat "lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku" -lah yang menjadi dasar terselenggaranya Perayaan Ekaristi.

Diakhir kegiatan ini Romo Sam (panggilan akrab dari Romo Samuel) memberikan refleksi dengan membuat pengandaian apabila kita berjumpa dengan seorang pengemis, dimana masing-masing peserta memberikan respon yang berbeda-beda apabila dihadapkan dalam situasi tersebut. Ada yang langsung memberikan sedekah tanpa alasan apapun, ada yang masih melihat kondisi fisiknya, ada yang bahkan tidak mau memberi sama sekali dengan alasan jaman sekarang banyak pengemis adalah penipu, dan sebagainya. Romo Sam berpesan, untuk kondisi seperti itu kita harus cermat. Jangan-jangan dari antara pengemis yang berjumpa dengan kita, salah satunya adalah Yesus itu sendiri.

( BSW)

Gereja Diutus Membawakan Damai Sejahtera

(Lukas 10:1-12. 17-20)

(5)

Untuk Kalangan Sendiri 5

VISI DAN MISI PITC VISI DAN MISI PITC

Tetapi sejarah membuktikan bahwa manusia tetap selalu menghendaki damai sejahtera dan keselamatan. Sejak zaman para nabi hingga masa Kristus kita menyaksikan ketidak taatan manusia pada Allah yang berakhir pada kebinasaan manusia itu sendiri. Manusia selalu seja tidak percaya akan keselamatan dan damai sejahtera Allah. Namun Allah tidak pernah berhenti untuk mencintai manusia. Allah hadir dalam berbagai bentuk dan wujud serta sosok manusia. Sekarang ini Allah hadir dalam GerejaNya. Gereja sebagai kelompok orang yang percaya akan keselamatan Allah dalam Yesus Kristus. Anggota Gereja berarti siapa saja yang telah menerima Kristus sebagai penyelamat. Dan secara bersama-sama berusaha untuk mewujudkan keselamatan dan damai sejahtera di dunia ini. Mengakui diri sebagai anggota Gereja berarti juga menyadari sepenuhnya akan tugas dan tanggung jawabnya untuk mewujudkan kehendak Allah di dunia ini yaitu menjadikan dunia yang penuh damai dan cinta kasih. Masih banyak orang yang tidak pernah mengenal dan merasakan damai dan cinta kasih. Dan masih banyak orang yang merasa bahwa damai dan cinta kasih dirampas oleh orang lain. Hal ini merupakan pengalaman kita setiap hari baik dilingkungan, tetangga bahkan keluarga kita sendiri. Begitu banyak orang yang teralienasi

dari kedamaian dan cinta. Tugas kita masing-masing sebagai anggota Gereja untuk mewujudkan dan mengembalikan damai sejahtera dan cinta tersebut.

Namun kita menyadari bahwa mewartakan damai sejahtera dan cinta kasih tidak semudah membalikan telapak tangan. Menjadi pewarta damai sejahtera sering kali diremehkan bahwa dihina. Hal ini sudah diingatkan oleh Kristus sendiri pada para muridNya, “Aku mengutus kamu seperti domba di tengah serigala” (Luk 10:3). Ada banyak tantangan dan rintangan. Tetapi kita tidak perlu takut atau mundur karena kita selalu disertai oleh Kristus sendiri (Luk 10:4-11). Mewartakan damai dan cinta tidak perlu dengan kegiatan yang besar dan muluk-muluk, tetapi dengan tindakan yang sederhana tapi dengan sepenuh hati. Beata Teresa berkata “I t is not how much we do, but how much love we put in the doing. I t is not how much we give, but how much love we put in the giving”. Jadi bukan berapa besar dan banyaknya yang kita buat atau berikan tetapi berapa besar cinta yang kita sertakan dalam tindakan kita, itulah yang penting. Dengan tindakan dan perbuatan yang kecil tapi penuh cinta, kita sudah membuka sedikit harapan dan kebahagiaan pada orang lain. Dengan demikian kita sudah menunjukan wajah Allah pada mereka. I bu Teresa berpesan “spread love everywhere you go. Let no one ever come to you without leaving happier. Sebagai anggota Gereja kita diminta untuk menyebarkan damai dimana saja kita berada. Berusahalah supaya setiap orang yang bertemu dengan kita merasa bahagia. Karena kita perlu menyadari bahwa dalam diri setiap manusia ada Kristus di dalamnya (Each one of them is Jesus in disguise).

Jadi kita semua yang telah menerima Kristus lewat Pembaptisan adalah anggota-anggota Gereja. Tugas kita adalah memperkenalkan Kristus kepada siapa saja. Dan karena Kristus adalah damai dan sejahtera itu sendiri, maka memperkenalkan Kristus berarti memperkenalkan damai. Damai adalah kebahagiaan dan sukacita. Membawa damai berarti membawa sukacita. I ni adalah tugas Gereja, tugas kita semua. ( J.Raco)

Gereja Paroki I bu Teresa berkehendak kuat untuk membangun paguyuban umat beriman ( komunitas basis beriman penuh harapan) dalam ikatan persaudaraan sejati murid-murid Kristus, yang dijiw ai oleh Roh Kudus, berani berkata ‘cukup’ kepada godaan duniawi, mempunyai

spiritualitas berbagi dan jiw a merakyat ( inkarnatoris)

, sehingga kehadirannya merupakan rahmat bagi masyarakat sekitar.

Visi

Visi Paguyuban umat beriman yang mau berbagi dan merakyat.

(6)

Untuk Kalangan Sendiri

6

Jenis

Jenis HariHari, , tgltglpelaksanaanpelaksanaan JamJam Gerak Jalan Santai Sabtu,10 Juli 2010 08.00 Catur Beregu Minggu,11 Juli 2010 10.00 INFO KATEGORIAL

INFO KATEGORIAL

Perpisahan Tim Lingkungan Hidup dengan Fr. Julius

Hari Kamis 24 Juni 2010 bertempat di Rumah Putih adalah hari yang mengharukan bagi kami Tim Lingkungan Hidup, karena kami akan berpisah dengan teman kami yang “SUPER BI G” yaitu Fr. Julius. Namun, juga membahagiakan bagi kami, karena Fr. Julius akan melanjutkan studi teologi.

Kami mengadakan acara perpisahan secara sederhana dengan tumpengan dan penuh kebersamaan. Acara ini dihadiri oleh I bu Elly dan Bp.Tri Wicoro sebagai DP Pendamping Bidang Pelayanan, Bp.Laurent sebagai Koordinator Tim Lingkungan Hidup serta anggota Tim Lingkungan Hidup yang terdiri dari teman-teman OMK.

Acara dimulai jam 19.30 dan dibuka dengan doa singkat oleh Pak Laurent, dilanjutkan dengan foto bersama, pemberian kenang-kenangan kepada Fr. Julius, penyematan pin, pemotongan tumpeng dan dilanjutkan dengan makan nasi tumpeng bersama.

Di acara ini juga kami sharing dan mengevaluasi kegiatan Tim Lingkungan Hidup serta membicarakan program kerja selanjutnya.

Fr.Julius memberikan pesan kepada kami

“Semoga

teman-teman semakin berkomitmen dan bertanggung jaw ab

dalam setiap tugas yang dipercayakan kepada kita. Karena

orang

yang mempunyai

rasa tanggung

jaw ab

dan

komitmen akan selalu dicari orang. Serta untuk pelayanan

jangan melakukan hanya setengaah-setengah saja karena

pelayanan tidak memilih siapa yang akan dilayani”.

Menurut Fr.Julius bahwa apapun beban dan masalah yang kita hadapi, terimalah dengan senyuman maka kita akan mendapatkan kemudahan.

Kami pun mengucapkan terima kasih yang tak terhingga

kepada Fr. Julius karena sudah banyak membantu Bidang Pelayanan terutama Tim Lingkungan Hidup. Selamat bertugas dan melanjutkan studi untuk Fr. Julius, semoga rahmat dan bimbingan Tuhan selalu menyertai dalam setiap karya dan langkah hidupmu. ( Tim Lingkungan Hidup PI TC)

Panitia ‘Pesta’ Nama Pelindung

Lingkungan yang bertanding Jam

Maria vs Theresia 10.00

Veronika Vs Kel Kudus 10.00

Jadw al

Jadw alPertandinganPertandinganVolley Putra, Volley Putra, 4

4 JuliJuli2010 (2010 (TempatTempat: : Lap.BeverlyLap.Beverly, , Lippo

LippoCikarangCikarang)) LingkunganLingkunganyang yang bertandingbertanding JamJam

Mikael Vs Gembala Baik 10.00

Yakobus Vs Ratu Rosari 10.00

I gnatius Vs Elisabeth 10.00

Angela Vs Stefanus 10.00

Pemenang Mikael-G.Baik Vs Pemenang Yakobus-Ratu Rosari 10.00

Jadw al

Jadw alPertandinganPertandinganVolley Volley PutriPutri, 4 , 4 JuliJuli20102010 (

(TempatTempat: : Lap.BeverlyLap.Beverly, , LippoLippoCikarangCikarang))

Jadw al

Jadw al PertandinganPertandinganCaturCaturdandanGerakGerak Jalan

JalanSantaiSantai((PesertaPeserta: 37 : 37 lingkunganlingkungan))

Lingkungan

Lingkunganyang yang bertandingbertanding PemenangPemenang SkoreSkore

Elisabeth Vs Theresia Elisabeth 2-1

FX Vs Veronika FX 2-0

Vincentius Vs K Kudus K Kudus 3-0

Hasil

HasilPertandinganPertandinganBola Volley Bola Volley PutriPutri,, 27

(7)

Untuk Kalangan Sendiri 7

Juara 1 : Lingk Stefanus Juara 2 : Lingk Ratu Rosari Juara 3 : Lingk Elisabeth

Juara 1 : Lingk Stefanus Juara 2 : Lingk Theresia Juara 3 : Lingk Yakobus

MENGENAL ORANG KUDUS MENGENAL ORANG KUDUS

Kegembiraan Adalah Doa

~Catatan Ibu Teresa~

KEGEMBI RAAN ADALAH DOA, tanda keramahan hati kita, tanda tidak mementingkan diri sendiri dan tanda kedekatan serta kesatuan dengan Kristus. Kegembiraan adalah doa; kegembira adalah kekuatan; kegembiraan adalah cinta, suatu jala cinta yang dapat engkau pakai untuk menangkap jiwa-jiwa. Allah mencintai seorang pemberi yang penuh gembira. Dia memberi dengan berlimpah kepada orang-orang yang memberi dengan gembira. Cara terbaik untuk menunjukkan terima kasih kepada Allah dan sesama adalah menerima segala sesuatu dengan gembira. Hati yang gembira adalah hasil normal dari sebuah hati yang penuh cinta. Marilah kita tiggalkan bom dan senjata untuk menaklukkan dunia. Marilah kita memakai cinta dan belas kasih. Perdamaian mulai dengan suatu senyuman - senyuman lima kali sehari kepada seseorang yang sama sekali tidak engkau sukai - lakukan ini bagi perdamaian.

Jadi marilah kita memancarkan perdamaian Allah dan karenanya menyalakan cahaya-Nya dan mematikan semua kebencian dan cinta akan kuasa di dalam dunia dan di dalam hati semua orang. Penderitaan dalam dirinya sendiri tidak berguna: tetapi penderitaan yang disatukan dengan penderitaan Kristus adalah suatu karunia yang besar. Ya, suatu karunia dan tanda cinta-Nya, karena ini merupakan cara Bapa membuktikan bahwa Dia mencintai dunia, yaitu dengan menyerahkan Putera-Nya untuk mati bagi kita. Penderitaan, kalau diterima bersama, ditanggung bersama, merupakan kegembiraan. I ngatlah bahwa penderitaan Kristus selalu berakhir dalam kegembiraan kebangkitan-Nya; jadi bila engkau merasakan penderitaan Kristus dalam hatimu, ingatlah bahwa kebangkitan masih akan datang - kegembiraan Paskah akan datang. Jangan biarkan sesuatu igun memenuhi hatimu dengan kesedihan sehingga engkau lupa akan kegembiraan Kristus yang bangkit.

Kita semua merindukan surga tempat Allah berada, tetapi kita sebenarnya memilikinya dalam kekuatan kita untuk berada di surga bersama Dia sekarang ini juga, menjadi bahagia bersama Dia saat ini. Tetapi menjadi bahagia bersama Dia sekarang berarti mencintai sebagaimana Dia mencintai, menolong bagaimana Dia menolong, memberi sebagaimana Dia memberi, melayani sebagaimana Dia melayani, menyelamatkan sebagaimana Dia menyelamatkan. Karena itu, sekalipun engkau menulis sepucuk surat kepada seorang buta atau engkau hanya pergi dan duduk dan mendengar, atau engkau mengambil surat untuknya, atau engkau mengunjungi seseorang atau membawa setangkai bunga kepada seseorang ... hal ini tidak pernah merupakan suatu perbuatan yang sangat remeh, karena perbuatan itu merupakan cinta kita akan Kristus dalam wujud tindakan.

Doa adalah kegembiraan ... Doa adalalah cinta ... Doa adalah perdamaian... Engkau tidak dapat menjelaskannya; engkau harus mengalami doa itu. Hal ini bukan sesuatu yang mustahil. Allah memberinya kepada mereka yan meminta. "Mintalah dan kamu akan menerima." Jika seorang ayah tahu apa yan harus diberikan kepada anak-anaknya - betapa Bapamu di surga lebih mengetahui!

Hasil

HasilPertandinganPertandinganBalapBalap Karung

KarungPutriPutri,, 27

27 JuniJuni20102010

Hasil

HasilPertandinganPertandinganTarikTarik Tambang, 27

Tambang, 27 JuniJuni20102010

Lingkungan

Lingkunganyang yang bertandingbertanding PemenangPemenang SkoreSkore

Mikael Vs Gembala Baik Mikael 2-0

Thomas Vs Stefanus Stefanus 2-0

Yakobus Vs Ratu Rosari Ratu Rosari 2-0

Elisabeth Vs Theresia Theresia 2-1

Vincentius Vs K.Kudus K.Kudus 2-0

Maria Vs Jgnatius Maria 2-0

Pemenang Mikael-G.Baik Vs Pemenang Yakobus –R.Rosari Mikael 2-0 Pemenang Thomas-Stefanus Vs Angela Stefanus 2-0

Hasil

(8)

Untuk Kalangan Sendiri

8 ORANG MUDA KATOLIK

ORANG MUDA KATOLIK

Membentuk Karakter Pemimpin

-Kumpul Bareng Mudika PITC, 26 Juni

2010-I ni dia acara yang ditunggu-tunggu oleh muda-mudi Katolik PI TC: kumpul bareng, tapi acara kumpul bareng kan tidak seru tanpa adanya suatu topik yang akan dibahas serta terasa garing banget. Kumpul bareng kali ini, yang dilaksanakan pada tgl. 26 Juni 2010 dari pk. 19.00 - 21.00 di Rumah Putih, bertemakan tentang kepemimpinan atau bahasa gaulnya Leadership yang dibawakan oleh psikolog handal PI TC, Mbak Dian. Walaupun terjadi kesalahan teknis yang mengakibatkan acara tertunda cukup lama dan baru mulai pk. 19.45, muda-mudi Katolik yang datang hampir mencapai 25 orang ini, dengan sabar menunggu di depan Rumah Putih sambil ngobrol bareng.

Acara ngumpul bareng yang kedua ini diharapkan sekali oleh Pak I wan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap Sabtu di minggu ke-4 di tiap bulan sebab muda-mudi PI TC jarang sekali kelihatan bareng dan kalau berkumpul pasti itu-itu saja. Dan puji syukur, kali ini ada beberapa wajah baru yang kelihatan dalam acara kali ini. Sebelum acara dimulai, tentu saja acara harus dibuka dengan doa pembukaan dan setelah itu, dimulai lah dengan I ce Breaking yang dipimpin oleh Mbak Dian. Entah kebetulan atau tidak, I ce Breaking ini mirip dengan I ce Breaking saat retret kemarin dimana kami semua harus mengikuti gerakan yang dibawakan oleh teman-teman kita yang ditunjuk ke depan.

Setelah puas ber-I ce Breaking ria, Mbak Dian pun mulai menerangkan apa itu leadership yang dimulai dengan dasar kepemimpinan: karisma dan pelayanan tanpa pamrih. Apa itu karisma? Karisma merupakan inner beauty atau sesuatu yang tampak dari kita dan untuk membentuk karisma itu diperlukalah ketulusan dalam setiap kegiatan atau pelayanan tanpa pamrih. Dengan ketulusan, kita dapat menjadikan diri kita ‘apa adanya’ yakni membentuk totalitas diri bukan ‘ada apanya’ atau kesombongan. Untuk itu, perlulah difokus apa yang menjadi dasar dari kepemimpinan yakni: apa yang diketahui dan apa yang dilakukan. Pemimpin itu perlu mengetahui apa yang diperlukan dan dengan seberat apapun yang telah kita ketahui tersebut, harus dilaksanakan sehingga orang-orang yang kita pimpin akan melaksanakan apa yang kita perintahkan.

Di samping itu, disebutkan juga kunci-kunci dalam pembentukan jiwa kepemimpinan: kepercayaan dan keyakinan serta komunikasi. Banyak dari kita, umumnya tidak bisa memimpin karena kurang percaya pada diri sendiri, karena itu Mbak Dian memberikan sebuah pengarahan bagaimana kita harus menjadi lebih percaya diri tapi tidak sampai pada tingkat terlalu yang akan menimbulkan kesombongan, melainkan membentuk kepercayaan pada diri kita sehingga kita merasa nyaman. Setelah kita percaya apa yang kita lakukan barulah kita bisa meyakinkan orang lain untuk melakukan bukan hanya menerima pengetahuan kita.

Tak terasa, malam pun semakin larut. Sudah saatnya kita pulang ke rumah masing-masing. Diharapkan juga acara ini yang masih setengah jalan, dapat berlangsung di bulan depan. Sebelum pulang, muda-mudi menikmati nasi goreng yang telah disiapkan oleh panitia dan juga tidak lupa kebiasaan muda-mudi, narsis dan foto-foto bareng. ( HAA)

Tuhan Yesus, buatlah kami menyadari bahwa hanya dengan berulang kali mematikan diri kami sendiri dan keinginan-keinginan kami yang egois, kami dapat hidup lebih penuh; karena hanya melalui kematian bersama-Mu, kami dapat bangkit- bersama-Mu.

(9)

Untuk Kalangan Sendiri 9

JADWAL KEGIATAN PAROKI JADWAL KEGIATAN PAROKI

PDKK ( Persekutuan

PDKK ( Persekutuan DoaDoaKarismatikKarismatikKatolikKatolik) )

• PDKK ELZA (Elisabeth Zakaria)

Tgl. 07 Juli ‘10, pk. 19.30, di Ruko Roxy B. 52, Lippo Cikarang, diadakan Persekutuan Doa Karismatik Katolik Elza( Seminar Hidup Dalam Roh Kudus – session 1) dengan tema: Cinta Kasih Allah, pembicara: Al. Haryanto

• PDKK Santa Maria

Tgl. 07 Juli ‘10,pk. 19.30, diadakan Persekutuan Doa Karismatik Katolik Santa Maria di Ruko Thamrin Blok F No. 12, Lippo Cikarang, pembicara: Bp. Binner Simanjuntak (dari Paroki Arnoldus -Bekasi)

Orang

OrangMudaMudaKatolikKatolik( OMK)( OMK)

Setiap Sabtu I V, 19: 00 - 21: 00 di Rumah Putih. I nformasi lebih lanjut, hubungi: Anes (0878-8232-2338)

Balai

BalaiLatihanLatihanKerjaKerja( BLK)( BLK)

Jadw al Kursus:

Setiap Selasa, 10: 00 – 12: 00 di Rumah Putih

Misa

MisaSenakelSenakel

Setiap Sabtu I , 06: 00 di Trinitas WARTA PAROKI

Dibuka pendaftaran baru bagi Putra Altar dan Putri Sakristi. Pendaftaran di depan lobby

setelah Misa atau di Sekretariat Paroki.

2

2

Sekretariat

SekretariatParokiParoki

Jadwal Kurus Persiapan Perkawinan tgl 10

dan 11 Juli ‘10. di Paroki St. Arnoldus Bekasi. Pendaftaran di Sekretariat Paroki paling lambat tgl4 Juli ‘10.

3

3

Tim

Tim Pew artaanPew artaan

• Dibuka pendaftaran untuk calon komuni pertama periode 2010 – 2011. Dengan melampirkan data-data sebagai berikut: 1. Foto copi surat nikah gereja katolik orang

tua

2. Foto copi kartu keluarga gereja 3. Foto copi surat baptis calon komuni 4. Minimal kelas I V SD

5. Formulir pendaftaran dapat diambil pada pengurus lingkungan.

Formulir dan persyaratan lainnya dapat di serahkan pada sekretariat paroki.

• Baptisan bayi Minggu tgl 01 Agustus 2010. pembinaaan orang tua dan wali baptis Minggu tgl 25 Juli 2010, pukul 09.00 Wib, bertempat Trinitas.

4

4

Tim

Tim PelayananPelayanan

• Akan dibagiakan makanan bergizi bagi balita dan I bu Hamil, didepan lobby Trinitas setelah misa minggu pagi.

5

5

Dew an

Dew anParokiParoki

• Mengundang para anggota dewan pleno paroki untuk hadir pada Rapat Pleno Minggu tgl 11 Juli 2010, pukul 10.00 sampai dengan 13.00, bertempat di Rumah Putih Jl. Pinus Hijau 3 No.24 Meadow Green Lippo Cikarang. Undangan dapat diambil di kotak komunikasi masing-masing. Lingkungan, bidang, seksi.

6

6

Tim Persekutuan

Tim Persekutuan

• Akan diadakan Misa Remaja pada hari Minggu, tgl 18 Juli ‘10, pkl 10.00 bertempat di Trinitas, dengan tema

“Ucapan Syukur atas Kenaikan Kelas”. Bagi remaja yang meraih peringkat 1 (satu) di sekolah masing-masing akan mendapatkan hadiah (harap menyerahkan surat keterangan dari sekolah) untuk informasi hubungi Ferina (087882285699) dan Octa (021-99524202). Bagi Para Remaja diharapkan ikut berpartisipasi.

Tanggal Lingkungan

06-Jul-2010 Lk. Theresia & Lk. Dominikus

13-Jul-2010 Lk. Agustinus & Lk. Maria

Mohon Pengurus Lingkungan menginformasikan tempat dan alamat yang akan digunakan untuk tempat kunjungan ke sekretariat paroki.

JADWAL KUNJUNGAN DEWAN PAROKI JADWAL KUNJUNGAN DEWAN PAROKI KE LINGKUNGAN BULAN JULI 2010 KE LINGKUNGAN BULAN JULI 2010

Tanggal Lingkungan

20-Jul-2010 Lk. Gembala Baik

(10)

Untuk Kalangan Sendiri

10 JADWAL PELAYANAN

JADWAL PELAYANAN

Hari Tgl. Pk. Koor

Sabtu 10-Jul-10 17: 30 Veronika Minggu 11-Jul-10 7: 30 Dominikus Minggu 11-Jul-10 16: 00 Caecilia Sabtu 17-Jul-10 17: 30 Kristus Raja Minggu 18-Jul-10 7: 30 Vincentius Minggu 18-Jul-10 16: 00 Gabriel

Hari Tgl. Pk. Koor

Sabtu 24-Jul-10 17: 30 Paulus Minggu 25-Jul-10 7: 30 Mikael Minggu 25-Jul-10 16: 00 Theresia Sabtu 31-Jul-10 17: 30 Yohanes Bosco Minggu 01-Agu-10 7: 30 Aloysius Gonzaga Minggu 01-Agu-10 16: 00 Stephanus

Jadw al Perayaan Ekaristi & Petugas Liturgi

Hari Minggu Biasa XV

Sabtu, 10 Juli 2010

17.30 WI B Minggu, 11 Juli 201007.30 WI B Minggu, 11 Juli 201016.00 WI B

Lektor / Lektris Dyah, Wisnu Herman, Syca Yono, I ke

Komentator Tyas R. Nana Putri

Prodiakon Y. R. Kurniawan, L. A. Sukirna, P. Budiono, T. A. Catiarso Nugroho, M. Ody

A. P. Ram Rosanto, A. Haryanto, A. Husein Seitanegara, S. Tappi Mellese, A. Z. Sardjono, Lucia M. Suwita, Y. R. Reming, Fr. Yulius

A. Dorman Hutabarat, Josef R. Raco

Putra Altar Adri Sinaga, Wisnu, Julius, Petrus, Fandi, Gregi

Leo, Virgiawan, Kevin, Goldy,

Rommy, Albert Ryandi, Deo, Pandya, Evan, Stevandy

Tata Tertib &

Koor Lk. Veronika Lk. Dominikus de Guzman Lk. Caecilia

Organis Bpk. Hermanto

Petugas Balai Kesehatan Masyarakat & Dokter Jaga ( Juli 2010)

Tanggal Lingkungan Dokter Jaga Apoteker Peraw at / Bidan

04-Jul-10 Lk. Elisabeth dr. Ferry Anastasia P., Endang,

Lidwina FX. Mariati, Anna

11-Jul-10 Lk. Agustinus dr. I skandar Meta Kurniasih, San San Emerita, Sisil

18-Jul-10 Lk. Fransiskus Xaverius dr. I mam P. Yovita, Lina, Fransiska Rika Amalia, C. Novi I ndri

Tanggal Hari Raya/ Pesta - Bacaan Liturgi 05-Jul-10 Hari Biasa

Hos. 2: 13,14b-15,18-19; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 9: 18-26

06-Jul-10 Hari Biasa

Hos. 8: 4-7,11-13; Mzm. 115: 3-4,5-6,7ab-8,9-10; Mat. 9: 32-38

07-Jul-10 Hari Biasa

Hos. 10: 1-3,7-8,12; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Mat. 10: 1-7

08-Jul-10 Hari Biasa

Hos. 11: 1-4,8c-9; Mzm. 80: 2ac,36,15-16; Mat. 10: 7-15

09-Jul-10 Hari Biasa

Hos. 14: 2-10; Mzm. 51: 3-4,8-9,12-13,14,17; Mat. 10: 16-23 10-Jul-10 Hari Biasa

Yes. 6: 1-8; Mzm. 93: 1ab,1c-2,5; Mat. 10: 24-33 11-Jul-10 Hari Minggu Biasa XV

(11)

Untuk Kalangan Sendiri 11

MUTIARA IMAN MUTIARA IMAN

SEJENAK TERSENYUM SEJENAK TERSENYUM

Tidak Ada Kasih

yang Lebih Besar

Apapun sasaran yang mereka tuju, peluru mortir itu mendarat di sebuah panti asuhan yang dikelola oleh sebuah kelompok misionaris disebuah perkampungan kecil Vietnam. Misionaris dan satu atau dua anak langsung tewas secara mengerikan, sedangkan beberapa anak lain terluka, termasuk seorang gadis kecil sekitar delapan tahun. Orang-orang dari kampung itu segera meminta pertolongan medis dari sebuah kota terdekat yang memiliki hubungan radio dengan tentara Amerika. Akhirnya, seorang dokter dan seorang perawat dari Angkatan Laut Amerika tiba di situ dengan sebuah Jeep yang hanya membawa obat-obatan dan peralatan medis. Mereka menemukan bahwa cedera anak perempuan itu paling kritis. Tanpa tindakan cepat, ia akan meninggal karena shock dan kehabisan darah.

Transfusi darah merupakan sesuatu yang tidak dapat ditawar, dan untuk itu diperlukan darah yang jenisnya sama. Pengujian secara cepat menunjukkan bahwa di antara orang Amerika tidak ada yang memiliki golongan darah sama, tetapi beberapa anak panti yang tidak terluka memilikinya.

Sang dokter tidak begitu menguasai bahasa Vietnam, sedangkan bahasa Perancis sang perawat hanya sebatas yang diperolehnya di SMU. Dengan kombinasi itu, ditambah bahasa isyarat, mereka mencoba menerangkan kepada anak-anak yang masih ketakutan itu bahwa kecuali bila darahnya yang banyak keluar itu diganti, gadis kecil itu akan meninggal. Kemudian mereka bertanya apakah ada di antara mereka yang bersedia memberikan darah. Permintaan itu ditanggapi dengan diam seribu bahasa. Setelah agak lama, seorang anak mengacungkan tangannya perlahan-lahan tetapi dalam keraguannya ia menurunkannya lagi, walaupun kemudian mengacungkan tangannya lagi. "Oh, terima kasih," kata sang perawat dalam bahasa Perancis. "Siapa namamu?" "Heng," jawab anak itu. Heng dengan cepat berbaring di atas tandu, lengannya diusap dengan alkohol, dan kemudian sebatang jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darahnya. Selama proses ini Heng berbaring kaku, tidak bergerak.

Namun beberapa saat kemudian, ia menangis terisak-isak, dan dengan cepat menutup wajahnya dengan tangannya yang bebas. "Apakah kau kesakitan, Heng?" tanya dokter itu. Heng menggelengkan kepalanya, tetapi tidak lama kemudian ia terisak lagi, walaupun berusaha menahan tangisnya itu. Sekali lagi sang dokter bertanya apakah jarum yang dipakai membuatnya sakit, dan sekali lagi Heng menggelengkan kepala.

Akan tetapi, sekarang isak yang tertahan-tahan berubah menjadi tangisan yang memilukan. Matanya dipejamkannya rapat-rapat, sedangkantangannya berusaha menutup mulutnya untuk menahan isak. Tim medis itu menjadi khawatir. Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Untunglah, sang perawat Vietnam segera datang. Melihat anak kecil yang begitu tertekan, ia berbicara dengan cepat dalam bahasa Vietnam, mendengarkan jawaban anak itu, kemudian membalas dengan suara yang menghibur.

Tak lama kemudian, anak itu berhenti menangis dan memandang dengan mimik bertanya kepada sang perawat Vietnam. Ketika perawat itu mengangguk, tampak sinar kelegaan menyebar pada seluruh wajahnya. Sambil melihat ke atas, perawat itu berkata lirih kepada tim medis Amerika, "I a mengira bahwa ia akan mati. I a salah paham. I a mengira Anda memintanya memberikan seluruh darahnya supaya gadis kecil itu dapat hidup." "Tapi mengapa ia bersedia melakukannya?" tanya perawat angkatan laut. Perawat Vietnam itu kembali bertanya kepada anak lelaki yang sedang menyumbangkan darah, yang menyahut singkat, "I a sahabat saya.“ (By : Suharli@sejenakbijak)

Tiga orang biarawati mengalami kehabisan bensin mobil yg mereka tumpangi dimana mereka tidak memiliki jerigen untuk beli dan membawa bensin kembali kekendaraannya, akhirnya mereka menggunakan pispot yg ada di bagasi sebagai sarana dan wadah bensin yg dibeli.

(12)

Paroki

Ibu Teresa Cikarang

2010

Paroki

Ibu Teresa Cikarang

2010

Referensi

Dokumen terkait

Membangun program diploma kebidanan yang unggul dalam menghasilkan lulusan, dengan kemampuan profesional untuk bertindak sebagai bidan mahir dalam pelayanan klinis

Ÿ Secara visual sangat dekoratif karena pengolahan dengan menggunakan simulasi pola serat pada kayu ini menghasilkan efek permukaan aluminum yang lebih baik dari kayu

 A Healthy Food Market is a setting in which all stakeholders collaborate to provide safe and nutritious food for the community... Who benefits from a Healthy Food

mengunakan uji t untuk mengetahui secara persial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dapat disimpulkan bahwa variabel modal tetap, modal

Setelah dilakukan uji validitas, uji skala kecil, uji coba skala besar serta perbaikan terhadap perkembangan alat foldable nets tersebut, maka menghasilkan produk akhir

Ongkos/biaya produksi adalah rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan oleh rumah tangga untuk usaha satu hektar tanaman hortikultura per musim tanam untuk tanaman semusim

Dengan berjalannya program Revolusi Hijau di daerah pedesaan, menyebabkan perubahan lapisan masyarakat Jawa yang semakin jelas. Perubahan ini menyebabkan perubahan

Di awal tahun 1998 mereka mulai mengelola lahan yang lebih dekat dengan pemukimam penduduk (desa mereka tinggal). Sejak itu krisis kebutuhan mulai sedikit