• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biokonsentrasi Logam Berat Pb pada Karang Lunak Sinularia polydactyla di Perairan Pulau Laelae, Pulau Bonebatang dan Pulau Badi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Biokonsentrasi Logam Berat Pb pada Karang Lunak Sinularia polydactyla di Perairan Pulau Laelae, Pulau Bonebatang dan Pulau Badi"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Gambar  1.  Proses  yang  terjadi  bila  logam  berat  masuk  ke  lingkungan  laut  (Hutagalung, 1991)
Tabel  1.Kadar  normal  dan  maksimum  logam  berat  yang  masuk  ke  lingkungan   laut  Unsur  Kadar (ppm)  Normal A  Maksimum B  Kandium (Cd)  0,00011  0,01  Timbal (Pb)  0,00003  0,01  Tembaga (Cu)  0,002  0,05       Sumber : Hutagalung, (1991)
Tabel 2. Jenis-jenis logam berat dan rata-rata konsentrasinya yang terkandung di  air laut
Tabel 3. Kisaran dan status Kandungan Logam Berat Pb pada air
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan Azolla microphylla menyerap logam berat Pb pada konsentrasi yang berbeda dipengaruhi

Hal ini berkaitan dengan sifat-sifat logam yaitu sulit didegradasi, sehingga mudah terakumulasi dalam lingkungan perairan dan keberadaannya secara alami sulit

Pari yang dekat dengan daratan utama memiliki jumlah jenis karang lunak tertinggi, disusul Pulau Pramuka yang menengah jarak- nya dari daratan utama, dan terendah didapat- kan

Pulau Sisi (1), Pulau Yos (2), Warakareket (3),Sagaf (4), Waaf (5),dan Wayalibatan (6), adalah lokasi penelitian dilakukan.Semua stasiun penelitian tersebut

51 Berdasarkan hasil pengambilan data di lokasi penelitian, keanekaragaman tinggi ditemukan pada zona reef crast dan reef slope dan sedikit ditemukan di zona

Beberapa jenis karang yang sama memiliki bentuk pertumbuhan yang berbeda pada setiap zona terumbu karang, menurut Mustakim (2012) bahwa Acropora tabulate atau

Pari yang dekat dengan daratan utama memiliki jumlah jenis karang lunak tertinggi, disusul Pulau Pramuka yang menengah jarak- nya dari daratan utama, dan terendah didapat- kan

Beberapa jenis karang yang sama memiliki bentuk pertumbuhan yang berbeda pada setiap zona terumbu karang, menurut Mustakim (2012) bahwa Acropora tabulate atau