• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI SUKOHARJO BULAN OKTOBER 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI SUKOHARJO BULAN OKTOBER 2015"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sukoharjo No.39/11/3311/Th. II, 24 November 2015

No.39/11/3311/Th.II, 24 November 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

SUKOHARJO BULAN OKTOBER 2015

NILAI TUKAR PETANI (NTP) OKTOBER 2015 SEBESAR 100,06 ATAU TURUN 3,33 PERSEN

 Nilai Tukar Petani (NTP) Sukoharjo Bulan Oktober 2015 mengalami penurunan 3,33 persen yaitu dari posisi 103,51 menjadi 100,06. Hal ini disebabkan karena perubahan indeks harga yang diterima petani (lt) lebih rendah dari pada perubahan indeks harga yang dibayar petani (lb). lt mengalami penurunan 3,06 persen dari posisi 103,12 pada Bulan September 2015 menjadi 99,96 pada Bulan Oktober 2015. Sementara lb mengalami kenaikan 0,28 persen, dari posisi 99,63 menjadi 99,90.

 Dari 5 (lima) sub sektor pertanian komponen penyusun NTP, semua sub sektor mengalami penurunan indeks yaitu: NTP sub sektor Peternakan turun 7,86 persen, NTP sub sektor Tanaman Pangan turun 5,88 persen, NTP sub sektor Perikanan turun sebesar 0,58 persen, NTP sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun 0,41 persen, dan NTP sub sektor Hortikultura turun 0,02 persen.

 Secara umum, Indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan indeks sebesar 3,06 persen dibandingkan dengan lt September 2015, yaitu dari 103,12 menjadi 99,96. Penurunan lt terjadi pada 3 (tiga) sub sektor, yaitu sub sektor Peternakan turun 8,41 persen, sub sektor Tanaman Pangan turun sebesar 5,33 persen, dan sub sektor perikanan turun sebesar 0,63 persen. Sedangkan sub sektor Hortikultura naik sebesar 0,17 persen. Sementara itu sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat tidak mengalami perubahan indeks/ relatif stabil.

 Indeks harga yang dibayar petani pada Bulan Oktober 2015 mengalami kenaikan 0,28 persen bila dibandingkan dengan Bulan September 2015. Kenaikan itu dipengaruhi oleh kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik sebesar 0,20 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,43 persen.

 Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Kabupaten Sukoharjo mengalami penurunan sebesar 3,47 persen dari posisi 102,78 menjadi 99,21.

 Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) atau IHK perdesaan di Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan atau terjadi inflasi sebesar 0,20 persen. Inflasi dipicu oleh naiknya indeks harga kelompok Bahan Makanan sebesar 0,20 persen, kelompok Perumahan naik sebesar 2,20 persen, kelompok sandang naik sebesar 0,68 persen, dan kelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,89 persen. Sedangkan kelompok Makanan Jadi turun sebesar 0,12 persen, dan kelompok Kesehatan turun 4,59 persen. Sementara itu kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga tidak mengalami perubahan/ relatif stabil

(2)

2 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sukoharjo No.39/11/3311/Th. II, 24 November 2015 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Sukoharjo

N

ilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga Yang Diterima Petani (lt) dengan Indeks Harga Yang Dibayar Petani (lb) yang dinyatakan dalam persentase. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan barang dan jasa yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga. Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan penambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya. Atau sebaliknya, apakah kenaikan harga jual produksi pertanian dapat menambah pendapatan petani yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan para petani. Semakin tinggi nilai NTP, relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Mulai Januari 2014 dilakukan perubahan tahun dasar dalam penghitungan NTP dari tahun dasar 2007=100 menjadi tahun dasar 2012=100. Perubahan tahun dasar ini dilakukan untuk menyesuaikan perubahan/pergeseran pola produksi pertanian dan pola konsumsi rumah tangga pertanian di perdesaan, serta perluasan cakupan sub sektor pertanian dan dalam penghitungan NTP, agar penghitungan indeks dapat dijaga ketepatannya.

Perbedaan antara NTP tahun dasar 2007=100 dengan NTP tahun dasar 2012=100 adalah meningkatnya cakupan jumlah komoditas baik pada paket komoditas lt maupun lb. Penghitungan NTP (2012=100) juga mengalami perluasan khususnya pada Sub Sektor Perikanan.

(3)

3 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sukoharjo No.39/11/3311/Th. II, 24 November 2015

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di perdesaan di wilayah Sukoharjo pada Bulan Oktober 2015, NTP Sukoharjo mengalami penurunan indeks 3,33 persen dibanding NTP September 2015 yaitu dari 103,51 menjadi 100,06. Penurunan indeks NTP tersebut disebabkan karena perubahan indeks harga produk pertanian yang diterima petani lebih rendah dibanding perubahan indeks harga barang dan jasa yang dibayar petani.

Penurunan NTP pada Bulan Oktober 2015 juga disebabkan oleh Penurunan semua sub sektor NTP yaitu: NTP sub sektor Peternakan turun 7,86 persen, NTP sub sektor Tanaman Pangan turun 5,88 persen, NTP sub sektor Perikanan turun sebesar 0,58 persen, NTP sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun 0,41 persen, dan NTP sub sektor Hortikultura turun 0,02 persen.

2. Indeks Harga Yang Diterima Petani (lt)

Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) menunjukkan fluktuasi harga yang beragam dari komoditas pertanian yang dihasilkan petani.

Pada Oktober 2015, secara umum lt mengalami penurunan indeks sebesar 3,06 persen dibandingkan dengan lt September 2015, yaitu dari 103,12 menjadi 99,96. Penurunan lt terjadi pada 3 (tiga) sub sektor, yaitu sub sektor Peternakan turun 8,41 persen, sub sektor Tanaman Pangan turun sebesar 5,33 persen, dan sub sektor perikanan turun sebesar 0,63 persen. Sedangkan sub sektor Hortikultura naik sebesar 0,17 persen. Sementara itu sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat tidak mengalami perubahan indeks/ relatif stabil.

(4)

4 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sukoharjo No.39/11/3311/Th. II, 24 November 2015

3. Indeks Harga Yang Dibayar Petani (lb)

Melalui Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada Oktober 2015, lb tercatat naik sebesar 0,28 persen bila dibandingkan September 2015, yaitu dari 99,63 menjadi 99,90. Kenaikan lb terjadi pada 3 (tiga) sub sektor, yaitu sub sektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,59 persen, sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,42 persen, dan sub sektor Hortikultura naik sebesar 0,19 persen. Sedangkan sub sektor Peternakan turun sebesar 0,59 persen, dan sub sektor Perikanan turun sebesar 0,05 persen.

(5)

5 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sukoharjo No.39/11/3311/Th. II, 24 November 2015 4. NTP Subsektor

a. Subsektor Tanaman Pangan (NTPP)

Pada Bulan Oktober 2015 NTPP mengalami penurunan indeks sebesar 5,88 persen. Penurunan

NTPP disebabkan karena indeks yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 5,32 persen lebih rendah dibanding indeks yang dibayar petani yang naik sebesar 0,59 persen. Penurunan lt disebabkan oleh perubahan indeks harga pada kelompok padi turun sebesar 8,10 persen sedangkan kelompok palawija naik sebesar 0,14 persen.

b. Subsektor Hortikultura (NTPH)

Nilai Tukar Petani sub sektor Hortikultura (NTPH) pada Oktober 2015 dilaporkan terjadi penurunan indeks sebesar 0,02 persen. Hal ini terjadi karena indeks yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen, lebih rendah dibanding indeks yang dibayar

petani, dimana lb mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen. Kenaikan yang terjadi pada lt disebabkan oleh perubahan indeks harga pada kelompok Sayur-sayuran turun sebesar 5,59 persen sedangkan kelompok Buah-buahan naik sebesar 1,10 persen.

Kenaikan lb sebesar 0,19 persen disebabkan oleh kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,28 persen sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) turun 0,02 persen.

No Rincian Sept'15 Okt'15

Perub Okt thd Sept'15

(%)

(1) (2) (4) (4) (5)

I. Indeks Diterima Petani 106,26 100,60 -5,32

1. Padi 109,74 100,85 -8,10

2. Palawija 99,97 100,10 0,14

II. Indeks Dibayar Petani 99,45 100,04 0,59

1. Konsumsi Rumah Tangga 99,29 99,46 0,18

2. BPPBM 99,91 101,64 1,73

III. Nilai Tukar Petani 106,84 100,56 -5,88

Tabel 1

NTP Subsektor Tanaman Pangan Sukoharjo dan Perubahannya September - Oktober 2015 (2012=100)

No Rincian Sept'15 Okt'15 thd Sept'15 Perub Okt

(%)

(1) (2) (4) (4) (5)

I. Indeks Diterima Petani 101,33 101,51 0,17

1. Sayur-sayuran 106,61 100,65 -5,59

2. Buah-buahan 100,54 101,64 1,10

II. Indeks Dibayar Petani 99,46 99,66 0,19

1. Konsumsi Rumah Tangga 99,25 99,52 0,28

2. BPPBM 100,02 100,00 -0,02

III. Nilai Tukar Petani 101,88 101,86 -0,02

Tabel 2

NTP Subsektor Hortikultura Sukoharjo dan Perubahannya September - Oktober 2015 (2012=100)

(6)

6 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sukoharjo No.39/11/3311/Th. II, 24 November 2015 c. Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)

Pada Oktober 2015 NTPR mengalami penurunan indeks sebesar 0,41 persen. Hal ini

disebabkan karena Indeks yang diterima petani tidak mengalami perubahan/ relatif stabil. Sedangkan lb mengalami kenaikan sebesar 0,42 persen. Kenaikan pada lb terjadi karena naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,22 persen, dan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,81 persen.

d. Subsektor Peternakan (NTPT)

NTP sub sektor Peternakan pada Bulan Oktober 2015 dilaporkan mengalami penurunan sebesar 7,86 persen. Penurunan ini terjadi karena perubahan lt yang lebih rendah dibandingkan dengan perubahan lb. Indeks harga yang diterima petani turun sebesar 8,40 persen sementara indeks harga yang dibayar petani turun sebesar 0,59 persen.

Penurunan yang terjadi pada lt disebabkan oleh turunnya indeks harga pada 2 (dua) kelompok sub sektor Peternakan yaitu: ternak besar turun sebesar 8,79 persen, dan ternak kecil turun sebesar 16,36 persen. Sedangkan unggas naik 4,85 persen, dan hasil ternak naik sebesar 2,60 persen..

Sementara itu, penurunan yang terjadi pada lb disebabkan karena penurunan pada BPPBM sebesar 1,19 persen yaitu dari 101,14 persen menjadi 99,94 persen lebih rendah dibanding IKRT yang naik sebesar 0,18 persen yaitu dari 99,36 persen menjadi 99,54 persen.

No Rincian Sept'15 Okt'15 Perub Okt

thd Sept'15 (%)

(1) (2) (4) (4) (5)

I. Indeks Diterima Petani 100,00 100,00 0,00

1. TPR 100,00 100,00 0,00

II. Indeks Dibayar Petani 99,31 99,72 0,42

1. Konsumsi Rumah Tangga 99,31 99,54 0,22

2. BPPBM 99,30 100,11 0,81

III. Nilai Tukar Petani 100,69 100,28 -0,41

Tabel 3

NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat Sukoharjo dan Perubahannya September - Oktober 2015 (2012=100)

No Rincian Sept'15 Okt'15 Perub Okt

thd Sept'15 (%)

(1) (2) (4) (4) (5)

I. Indeks Diterima Petani 108,23 99,13 -8,40

1. Ternak Besar 108,34 98,82 -8,79

2. Ternak Kecil 118,78 99,35 -16,36

3. Unggas 95,53 100,16 4,85

4. Hasil Ternak 96,40 98,91 2,60

II. Indeks Dibayar Petani 100,36 99,77 -0,59

1. Konsumsi Rumah Tangga 99,36 99,54 0,18

2. BPPBM 101,14 99,94 -1,19

III. Nilai Tukar Petani 107,84 99,36 -7,86

Tabel 4

NTP Subsektor Peternakan Sukoharjo dan Perubahannya September - Oktober 2015 (2012=100)

(7)

7 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sukoharjo No.39/11/3311/Th. II, 24 November 2015 e. Subsektor Perikanan (NTN)

Pada Bulan Oktober 2015, NTN mengalami penurunan indeks sebesar 0,58 persen. Penurunan ini terjadi karena perubahan lt yang lebih rendah dibandingkan dengan perubahan lb. Indeks yang diterima

petani turun sebesar 0,63 persen lebih rendah dibanding indeks yang dibayar petani yang turun sebesar 0,05 persen.

Penurunan yang terjadi pada lt disebabkan oleh perubahan indeks harga pada kelompok penangkapan ikan yang turun sebesar 2,92 persen, dan kelompok budidaya ikan turun 0,56 persen. Penurunan yang terjadi pada lb disebabkan karena turunnya BPPBM sebesar 0,48 persen, sedangkan IKRT naik sebesar 0,23 persen.

5. NTUP Sub Sektor

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (lt) terhadap indeks harga yang dibayar petani (lb), dimana komponen lb hanya terdiri dari Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM). Dengan dikeluarkannya konsumsi dari komponen indeks harga yang dibayar petani (lb), NTUP dapat lebih mencerminkan kemampuan produksi petani, karena yang dibandingkan hanya produksi dengan biaya produksinya.

Pada Oktober 2015 terjadi penurunan NTUP sebesar 3,47 persen dari posisi 102,78 menjadi 99,21. Hal ini karena

penurunan lt sebesar 3,06 persen lebih rendah dibandingkan indeks BPBBM yang naik sebesar 0,43 persen. Penurunan NTUP disebabkan oleh penurunan NTUP di 4 (empat) sub sektor, yaitu NTUP Tanaman Pangan turun sebesar 6,94 persen, sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,81 persen, sub sektor Peternakan turun sebesar 7,30 persen, dan sub sektor Perikanan

No Rincian

Sept'15 Okt'15 Perub Okt

thd Sept'15 (%)

(1) (2) (4) (4) (5)

I. Indeks Diterima Petani 100,56 99,92 -0,63

1. Tangkap 100,35 97,42 -2,92

2. Budidaya 100,57 100,00 -0,56

II. Indeks Dibayar Petani 100,04 99,98 -0,05

1. Konsumsi Rumah Tangga 99,24 99,47 0,23

2. BPPBM 101,22 100,73 -0,48

III. Nilai Tukar Petani 100,52 99,94 -0,58

Tabel 5

NTP Subsektor Perikanan Sukoharjo dan Perubahannya September - Oktober 2015 (2012=100)

Rincian Sept'15 Okt'15 Perub Okt

thd Sept'15 (%) (1) (3) (3) (4) 1. Tanaman Pangan 106,36 98,98 -6,94 2. Hortikultura 101,31 101,51 0,20 3. Tanaman Perkebunan 100,70 99,89 -0,81 4. Peternakan 107,01 99,19 -7,30 5. Perikanan 99,35 99,20 -0,15 Sukoharjo 102,78 99,21 -3,47 Tabel 6

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian per Subsektor dan Persentase Perubahannya, Oktober 2015 (2012=100)

(8)

8 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sukoharjo No.39/11/3311/Th. II, 24 November 2015

turun sebesar 0,15 persen. Sedangkan sub sektor Hortikultura

naik sebesar 0,20 persen.

6. Indeks Harga Konsumen Perdesaan

Perubahan Indeks Konsumsi

Rumah Tangga (IKRT)

mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah perdesaan. Pada Oktober 2015, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) atau IHK di daerah perdesaan di Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan

atau terjadi inflasi sebesar 0,20 persen. Inflasi dipicu oleh naiknya indeks harga kelompok Bahan Makanan sebesar 0,20 persen, kelompok Perumahan naik sebesar 2,20 persen, kelompok sandang naik sebesar 0,68 persen, dan kelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,89 persen. Sedangkan kelompok Makanan Jadi turun sebesar 0,12 persen, dan kelompok Kesehatan turun 4,59 persen. Sementara itu kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga tidak mengalami perubahan/ relatif stabil.

Rincian Sept'15 Okt'15

Perub Okt thd Sept'15

(%)

(1) (3) (3) (4)

Konsumsi Rumah Tangga 99,29 99,49 0,20

a. Bahan Makanan 97,87 98,06 0,20

b. Makanan Jadi 100,13 100,01 -0,12

c. Perumahan 100,01 102,22 2,20

d. Sandang 99,54 100,22 0,68

e. Kesehatan 104,83 100,01 -4,59

f. Pendidikan, Rekreasi & OR 100,00 100,00 0,00

g. Transportasi dan Komunikasi 100,00 100,89 0,89 Tabel 7

IHK Perdesaan Sukoharjo dan Perubahannya (%) September - Oktober 2015 (2012=100)

(9)

9 Berita Resmi Statistik Kabupaten Sukoharjo No.39/11/3311/Th. II, 24 November 2015

Tabel 8.

NTP Sukoharjo per Sub Sektor dan Perubahannya (%) September – Oktober 2015 (2012=100)

S e pt '15 O k t '15 P e rub O k t t hd S e pt '15 ( %) S e pt '15 O k t '15 P e rub O k t t hd S e pt '15 ( %) S e pt '15 O k t '15 P e rub O k t t hd S e pt '15 ( %) S e pt '15 O k t '15 P e rub O k t t hd S e pt '15 ( %) S e pt '15 O k t '15 P e rub O k t t hd S e pt '15 ( %) S e pt '15 O k t '15 P e rub O k t t hd S e pt '15 ( %) (3) (3) (4) (6) (6) (7) (9) (9) (10) (12) (12) (13) (15) (15) (16) (18) (18) (19) I. Inde k s D it e rim a P e t a ni 10 6 ,2 6 10 0 ,6 0 - 5 ,3 3 10 1,3 3 10 1,5 1 0 ,17 10 0 ,0 0 10 0 ,0 0 0 ,0 0 10 8 ,2 3 9 9 ,13 - 8 ,4 1 10 0 ,5 6 9 9 ,9 2 - 0 ,6 3 10 3 ,12 9 9 ,9 6 - 3 ,0 6

II. Indek s D iba ya r P e t a ni 9 9 ,4 5 10 0 ,0 4 0 ,5 9 9 9 ,4 6 9 9 ,6 6 0 ,19 9 9 ,3 1 9 9 ,7 2 0 ,4 2 10 0 ,3 6 9 9 ,7 7 - 0 ,5 9 10 0 ,0 4 9 9 ,9 8 - 0 ,0 5 9 9 ,6 3 9 9 ,9 0 0 ,2 8

1. Ko ns um s i R um a h T a ngga 9 9 ,2 9 9 9 ,4 6 0 ,18 9 9 ,2 5 9 9 ,5 2 0 ,2 8 9 9 ,3 1 9 9 ,5 4 0 ,2 2 9 9 ,3 6 9 9 ,5 4 0 ,18 9 9 ,2 4 9 9 ,4 7 0 ,2 3 9 9 ,2 9 9 9 ,4 9 0 ,2 0 a. B ahan M akanan 97,80 98,02 0,23 97,94 98,09 0,15 98,03 98,25 0,22 98,07 98,16 0,09 97,61 97,57 -0,04 97,87 98,06 0,20 b. M akanan Jadi 100,14 100,01 -0,13 100,14 100,01 -0,12 100,16 100,01 -0,15 100,06 100,01 -0,04 100,10 100,01 -0,09 100,13 100,01 -0,12 c. P erumahan 100,04 102,29 2,25 100,02 102,23 2,20 99,96 102,08 2,11 99,92 101,92 2,00 99,99 102,32 2,33 100,01 102,22 2,20 d. Sandang 99,55 100,22 0,67 99,53 100,22 0,68 99,53 100,24 0,72 99,51 100,23 0,72 99,58 100,16 0,58 99,54 100,22 0,68 e. Kesehatan 104,89 100,01 -4,65 104,30 100,02 -4,11 104,97 100,01 -4,72 105,14 100,01 -4,87 104,33 100,02 -4,13 104,83 100,01 -4,59 f. P endidikan, Rekreasi & Olah raga 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 g. Transportasi dan Komunikasi 100,00 100,87 0,87 100,00 100,95 0,95 100,00 100,90 0,90 100,00 100,88 0,88 100,00 101,40 1,40 100,00 100,89 0,89

2 . B P P B M 9 9 ,9 1 10 1,6 4 1,7 3 10 0 ,0 2 10 0 ,0 0 - 0 ,0 2 9 9 ,3 0 10 0 ,11 0 ,8 1 10 1,14 9 9 ,9 4 - 1,19 10 1,2 2 10 0 ,7 3 - 0 ,4 8 10 0 ,3 3 10 0 ,7 6 0 ,4 3

a. B ibit 98,60 100,00 1,42 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,81 100,00 -0,81 100,82 100,00 -0,82 100,05 100,00 -0,05 b. Obat-o batan & P upuk 100,00 100,05 0,05 100,05 100,00 -0,05 100,00 100,00 0,00 102,51 100,00 -2,45 102,20 102,05 -0,15 101,06 100,02 -1,02 c. Sewa, P ajak & P engeluaran Lain 100,13 99,90 -0,23 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 98,68 -1,32 101,17 100,00 -1,16 100,08 99,66 -0,42 d. Transportasi 100,00 100,62 0,62 100,15 100,00 -0,15 98,99 101,04 2,07 100,00 100,00 0,00 100,27 100,00 -0,27 99,98 100,18 0,19 e. P enambahan B arang M o dal 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 95,12 100,00 5,13 100,00 100,00 0,00 101,50 100,00 -1,48 99,89 100,00 0,11 f. Upah B uruh Tani 100,00 104,31 4,31 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 100,00 0,00 100,00 102,99 2,99

III. N ila i T uk a r P e t a ni 10 6 ,8 4 10 0 ,5 6 - 5 ,8 8 10 1,8 8 10 1,8 6 - 0 ,0 2 10 0 ,6 9 10 0 ,2 8 - 0 ,4 1 10 7 ,8 4 9 9 ,3 6 - 7 ,8 6 10 0 ,5 2 9 9 ,9 4 - 0 ,5 8 10 3 ,5 1 10 0 ,0 6 - 3 ,3 3

IV . N ila i T uk a r Us a ha P e rt a nia n 10 6 ,3 6 9 8 ,9 8 - 6 ,9 4 10 1,3 1 10 1,5 1 0 ,2 0 10 0 ,7 0 9 9 ,8 9 - 0 ,8 1 10 7 ,0 1 9 9 ,19 - 7 ,3 0 9 9 ,3 5 9 9 ,2 0 - 0 ,15 10 2 ,7 8 9 9 ,2 1 - 3 ,4 7

H o rt ik ult ura T a na m a n P e rk e buna n R a k yat P e t e rna k a n P e rik a na n S uk o ha rjo

(1)

R inc ia n

Referensi

Dokumen terkait

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 63,80 persen, adapun dari sisi Pengeluaran terjadi pada

Film dokumenter, tidak seperti halnya film fiksi (cerita), merupakan sebuah rekaman peristiwa yang diambil dari kejadian yang nyata atau sungguh-sungguh terjadi.. Definisi

Sasaran yang ingin diwujudkan adalah meningkatnya kualitas birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik dalam mendukung peningkatan daya saing dan kinerja

RKTUPHHK-HA Tahun 2014 telah terbit berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Nomor : 211/Kpts/Pola/Dishut/2014 Tentang Persetujuan Rencana

Merujuk pada beberapa uraian tersebut di atas, diharapkan keberhasilan Madrasah Aliyah Syarifuddin Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Tahun

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi organisasi, sasaran yang ingin dicapai oleh Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat sesuai RPJMD 2014-2018 dan

Dalam pelaksanaan PPL program studi Bimbingan dan Konseling, mahasiswa praktikan melakukan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah,

Demikian yang dapat saya sampaikan, saya harap UASBN dapat berjalan dengan lancar dan semoga anak-anak kita bisa berhasil dalam ujian nanti.. Penggalan pidato tersebut termasuk