• Tidak ada hasil yang ditemukan

Factors Affecting LQ45 Company Values in

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Factors Affecting LQ45 Company Values in"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Available online at http://journalindonesia.org/index.php/JISER

CONTACT: Hanifa Wanda Kusumawati, [email protected], Accounting Studies Program, Universitas Islam Batik Surakarta 6

Factors Affecting LQ45 Company Values in 2016-2018

Hanifa Wanda Kusumawati

1

, Jarot Hari Astanto

2

, Yuli Chomsatu S.

3

1 Affiliation (Accounting Studies Program, Faculty of Economics, Universitas Islam Batik Surakarta, Indonesia) 2 Affiliation (Accounting Studies Program, Faculty of Economics, Universitas Islam Batik Surakarta, Indonesia) 3 Affiliation (Accounting Studies Program, Faculty of Economics, Universitas Islam Batik Surakarta, Indonesia)

1. Pendahuluan

Dalam era industrialisasi yang semakin kompetitif, persaingan semakin meningkat perusahaan dituntut untuk mem-peroleh keuntungan kompetitif dengan memberikan perhatian penuh pada kegiatan operasional dan finansial perusahaan. Persaingan ini membuat setiap perusahaan semakin lebih meningkatkan kinerja untuk mencapai tujuan. Tujuan utama dari perusahaan memberikan perhatian penuh pada kegiatan operasional dan finansial perusahaan. Nilai perusahaan sangat mempengaruhi presepsi investor karena mencerminkan kinerja suatu perusahaan. Berarti pentingnya sebuah nilai perusahaan karenadengan tingginya nilai perusahaan diikuti oleh kemakmuran pemegang saham yang tinggi (Brigham, 2006).

Meningkatnya investor pada perusahaan dapat mempengaruhi pada meningkatnya nilai perusahaan. Leverage adalah sa-lah satu mekanisme yang dipercaya untuk menurunkan biaya agensi. Sasa-lah satu alat yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan modal ataupun keuntungan disebut juga leverage (Singapurwoko, 2011).

Tujuan utama investor pada perusahaan adalah mendapatkan keuntungan dengan melihat total aset perusahaan. Total aset yang dimiliki perusahaan juga mempengaruhi ukuran perusahaan. Perusahaan yang memiliki aset total yang besar dapat dikatakan telah mencapai tahap kedewasaan dan investor menganggap perusahaan memiliki prospek jangka panjang yang baik, dan mampu menghasilkan laba dan kinerja yan stabil daripada perusahaan yang memiliki total aset kecil (Basuki, 2006).

Kebijakan pendanaan dalam perusahaan adalah menetukan struktur aset yang bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan yang akan meningkatkan nilai perusahaan. Seberapa besar hutang jangka panjang yang diambil dan mempengaruhi penentuan besarnya struktur modal, serta persepsi investor terhadap perusahaan. Perusahaan yang memiliki perbandingan aset jangka panjang lebih besar akan menggunakan hutang jangka panjang lebih banyak karena digunakan sebagai jaminan hutang perusahaan (Brigham, 2006).

Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek yang mendekati waktu jatuh tem-po. Kemampuan ini disebut juga rasio likuiditas. Kinerja perusahaan semakin baik jika tingkat likuiditas pada perusahaan semakin tinggi. Likuiditas merupakan suatu kemampuan perusahaan dapat melunasi hutang jangka pendek perusahaan saat jatuh tempo, termasuk juga melunasi hutang jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan (Mardiyanto, 2009).

Profitabillitas juga mempengaruhi nilai perusahaan. Profitabilitas adalah tujuan perusahaan untuk memperoleh laba atau keuntungan maksimal. Perusahaan yang memiliki profitabilitas saham yang tinggiakan diminati investor, prospek investor akan merespon positif dan nilai perusahaan akan meningkat. Dengan kata lain, kemampuan perusahaan memperoleh laba

ARTICLE HISTORY

Received 4 Juni 2020 Revised 6 Juni 2020 Accepted 10 Juni 2020

ABSTRACT

The purpose of this study is to examine the effect of leverage, company size, company structure, liquidity, and profitability on LQ45 firm value. The population that is the object of this research is the stock market index companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2016-2018. The total population in this study were 45 companies, this study was obtained from purposive sam-pling which then produced a sample of 23 companies for further research. The analysis technique used is multiple linear regression analysis. Calculations in research data using the SPSS version 22 program. Based on data analysis and discussion, it can be concluded that leverage, company structure, liquidity, and profitability have a negative effect on firm value. While the size of the company has a significant effect on firm value.

Copyright © 2020 Author. All rights reserved

.

KEYWORDS

DER SIZE FAR CR ROA Company Value

(2)

Vol 2, No 3, June 2020 ISSN 2686-0074 (online)

Available online at http://journalindonesia.org/index.php/JISER

dalam hubungan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri adalah profitabilitas (Sartono, 2010).

Pada penelitian ini dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana pengaruh leverage terhadap nilai perus-ahaan LQ45?. (2) Bagaimana pengaruh ukuran perusperus-ahaan terhadap nilai perusperus-ahaan LQ45?. (3) Bagaimana pengaruh struktur aset terhadap nilai perusahaan LQ45?. (4) Bagaimana pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan LQ45?. (5) Bagaimana pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan LQ45?. Adapun tujuannya sebagai berikut : (1) Untuk menge-tahui dan menganalisis pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan LQ45. (2) Untuk mengemenge-tahui dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan LQ45. (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh struktur aset terhadap nilai perusahaan LQ45. (4) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan LQ45. (5) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan LQ45.

Penelitian ini bermanfaat untuk : (1) Bagi Akademis, Dapat dipakai sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya terkait dengan nilai perusahaan serta dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru atau tambahan bagi peneliti selan-jutnya. (2) Bagi Praktisi, Dapat memberikan informasi bagi investor dalam melakukan analisis terhadap perusahaan serta se-bagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi. Dan dapat membantu para penyelenggara pe-rusahaan untuk mencapai tujuan pepe-rusahaan dan meningkatkan nilai pepe-rusahaan dengan meningkatkan kinerja pepe-rusahaan.

2. Metode Penelitian

Untuk memberikan gambaran yang jelas dalam penelitian ini diberikan kerangka pemikiran dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini:

Gambar 1 Kerangka Berpikir

2.1 Perumusan Hipotesis

Menurut (Singapurwoko, 2011) leverage juga bisa sebagai salah satu alat yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan modal mereka dalam rangka meningkatkan keuntungan. Sejalan dengan (Munawir, 2007) leverage yaitu rasio untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dari hutang. Dari uraian tersebut, maka perumusan hipotesisnya adalah :

H1 : Leverage berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

Menurut (Riyanto, 2019) ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya ukuran perusahaan dilihat dari nilai ekuitas, nilai perusahaan atau aset total yang dimiliki perusahaan. Sejalan dengan (Sujianto, 2001) mengatakan bahwa ukuran perusahaan adalah besar kecilnya aset total, rata-rata total aset, jumlah penjualan suatu perusahaan. Dari uraian tersebut, maka perumu-san hipotesisnya adalah :

H2 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

Menurut (Mandalika, 2016) menyatakan bahwa struktur aset berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dari uraian tersebut, maka perumusan hipotesisnya adalah :

H3 : Struktur Aset berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

(Lumoly, Murni, & Untu, 2018) menunjukan bahwa likuiditas (current ratio) memiliki pengaruh yang positif terhadap nilai perusahaan. Dari uraian tersebut, maka perumusan hipotesisnya adalah :

H4 : Likuiditas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

Ukuran Perusahaan

(X

2

)

Nilai Perusahaan (Y)

Leverage (X

1

)

Struktur Aset (X

3

)

Likuiditas (X

4

)

(3)

Available online at http://journalindonesia.org/index.php/JISER

pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dari uraian tersebut, maka perumusan hipotesisnya adalah :

H5 : Profitabilitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

2.2 Populasi dan Sampel

Pada penelitian ini bersifat kuantitatif yang instrumen penelitian berupa dokumentasi Laporan Keuangan Perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016 - 2018. Pengambilan sampel dalam penelitian ini akan dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan kriteria : (1) Perusahaan LQ45 yang terdaftar di BEI berturut-turut selama tahun 2016 - 2018. (2) Perusahaan yang dinyatakan tidak delisting selama periode pengamatan. (3) Perusahaan memiliki laporan keuangan yang telah di audit selama periode pengamatan. (4) Perus-ahaan menyatakan laporan keuangan dalam Rupiah selama tahun 2016 - 2018.

2.2 Variabel

Variabel Dependen penelitian ini adalah nilai perusahaan (Y). Menurut peneliti nilai perusahaan diukur dengan Price to

Book Value (PBV). (Sawir, 2000) berpendapat rasio PBV menggambarkan nilai pasar keuangan terhadap manajemen dan or-ganisasi dari perusahaan yang sedang berjalan (going concern). Pengukuran nilai perusahaan bisa dihitung dengan rumus :

PBV Total Ekuitas

Jumlah Saham Beredar

Variabel Independen pada penelitian ini ada lima variabel, yaitu Leverage (X1), Ukuran Perusahaan (X2), Struktur Aset (X3), Likuiditas (X4), Profitabilitas (X5). (Sutrisno, Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi, 2013) Debt to Equity Ratio (DER) adalah imbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Pengukuran Leverage dihitung dengan rumus :

DER Total Liabilitas

Total Ekuitas

(Nawang Kalbuana, 2018) Ukuran perusahaan merupakan besarnya kekayaan yang dimiliki perusahaan dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :

Size Ln Total Assets

(Husnan & Enny, 2012) Keputusan investasi akan tercermin pada aktiva perusahaan dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :

FAR Aset Tetap

Total Aset

(Sutrisno, 2009) Current Ratio (CR) adalah perbandingan antara aktiva lancar yang dimiliki perusahaan dengan hutang jangka pendek. Pengukuran likuiditas dapat dirumuskan sebagai berikut :

CR Aset Lancar

Liabilitas Lancar

(Kasmir, 2010) Return On Assets (ROA) adalah rasio yang menunjukkan return atas jumlah aktiva yang digunakan pada perusahaan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

ROA Laba Setelah Pajak

Total Aset

3. Analisis dan Pembahasan

3.1 Analisis

Tabel 1 Proses Pemilihan Sampel

Keterangan Jumlah

Perusahaan LQ45 yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) 45 Perusahaan LQ45 yang tidak terdaftar berturut-turut selama tahun 2016-2018 (11)

(4)

Vol 2, No 3, June 2020 ISSN 2686-0074 (online)

Available online at http://journalindonesia.org/index.php/JISER

Laporan keuangan perusahaan LQ45 yang tidak disajikan dalam Rupiah (4) Perusahaan sampel tidak memiliki semua data yang diperlukan secara lengkap (1)

Jumlah sampel penelitian per periode penelitian 23 Jumlah Observasi (23 x 3 tahun periode penelitian) 69

Data Outlier (10)

Jumlah data yang di observasi 59

Sumber : Data Sekunder / Lampiran I,II,III, 2019

Uji Asumsi Klasik

Tabel 2 Hasil Uji Normalitas

Unstandardized Residual Standar Keterangan

Asym.Sig. (2-tailed) 0,870 >0,05 Normal

Sumber : Lampiran V, 2019

Tabel 3 Hasil Uji Multikolinieritas

Model Tolerance Standar VIF Standar Keterangan

DER 0,616 > 0,1 1,624 < 10 Tidak Terjadi

Multikolinieritas

SIZE 0,601 > 0,1 1,664 < 10 Tidak Terjadi

Multikolinieritas

FAR 0,642 > 0,1 1,559 < 10 Tidak Terjadi

Multikolinieritas

CR 0,602 > 0,1 1,660 < 10 Tidak Terjadi

Multikolinieritas

ROA 0,829 > 0,1 1,206 < 10 Tidak Terjadi

Multikolinieritas

Sumber : Lampiran V, 2019

Tabel.4 Hasil Uji Autokorelasi

Model D <dL Keterangan

1 1,3890 1,4019 Terjadi Autokorelasi

Sumber : Lampiran V, 2019

Tabel 5 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Model Sig. Standar Keterangan

(Constant) 0,265 > 0,05 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas DER 0,161 > 0,05 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas SIZE 0,138 > 0,05 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas FAR 0,864 > 0,05 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas CR 0,079 > 0,05 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas ROA 0,202 > 0,05 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas

(5)

Available online at http://journalindonesia.org/index.php/JISER

Variabel Understandardized Coefficients

B (Constant) 393,059 DER -85,074 SIZE 61,354 FAR -1532,204 CR -203,039 ROA -741,670

Sumber : Lampiran VI, 2019

Dari tabel 6 tersebut, maka model yang dapat terbentuk sebagai berikut :

Y = 393,059 - 85,074X1 + 61,354X2 - 1532,204X3 - 203,039X4 - 741,670X5.

Berdasarkan model di atas, dapat diketahui bahwa nilai konstanta sebesar 393,059. Dengan nilai tersebut maka dapat di-artikan bahwa nilai perusahaan (PBV) akan bernilai 393,059 apablia masing-masing variabel Debt to Equity Ratio (DER), Size,

Fixed Asset Ratio (FAR), Current Ratio (CR), Return On Asset (ROA) bernilai 0. Tabel 7 Hasil Uji F

Model Fhitung Ftabel Sig Standar Keterangan

1 Regression 35,892 > 2,543 0,000 < 0,05 Layak

Sumber : Lampiran VI, 2019

Tabel 8 Hasil Uji Hipotesis

Hipotesis thitung ttabel Sig. Standar Keterangan

H1 (Leverage) -2,797 < - 2,307 0,007 < 0,05 Diterima H2 (Ukuran

Perus-ahaan) 7,349 > 2,307 0,000 < 0,05 Diterima

H3 (Struktur Aset) -5,796 < - 2,307 0,000 < 0,05 Diterima H4 (Likuiditas) -6,371 < - 2,307 0,000 < 0,05 Diterima H5 (Profitabilitas) -2,081 > - 2,307 0,042 < 0,05 Diterima

Sumber : Lampiran VI, 2019

Tabel 9 Uji Koefisien Determinasi

Model Adjusted R Square Keterangan

1 0,750

Variabel leverage, struktur aset, ukuran perusahaan, likuiditas, dan profitabilitas secara simultan ber-pengaruh terhadap nilai perusahaan sebesar 75% Sumber : Lampiran VI, 2019

3.6 Pembahasan

Ada pengaruh negatif leverage terhadap nilai perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian (Hasibuan, AR, & NP, 2016), menyatakan bahwa leverage berpengaruh signifikan terhadap variabel nilai perusahaan dan menunjukkan negatif yang dapat menurunkan nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwaperusahaan masih menggunakan komposisi hutang lebih banyak daripada modal sendiri akibatnya nilai perusahaan berkurang.

Ada pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian (Lumoly, Murni, & Untu, 2018), menunjukkan bahwa ukuran perusahaan (size) memiliki pengaruh yang positif terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa total aset perusahaan yang besar dapat mengindikasikan bahwa perusahaan mencapai maturity dan in-vestor menganggap perusahaan memiliki prospek jangka panjang yang baik dan mampu menghasilkan laba serta kinerja yang stabil dibandingkan denga aset total yang kecil (Basuki, 2006).

(6)

Vol 2, No 3, June 2020 ISSN 2686-0074 (online)

Available online at http://journalindonesia.org/index.php/JISER

menunjukkan struktur aset memiliki hubungan negatif terhadap nilai perusahaan dan akan menurunkan kualitas nilai pe-rusahaan dimata investor.

Ada pengaruh negatif likuiditas terhadap nilai perusahaan. Rendahnya nilai likuiditas menunjukkan tingginya hutang pada perusahaan yang berdampak pada investor dan besarnya aktiva tetap yang mendominasi kekayaan perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian (Delcoure, 2013) struktur aktiva merupakan variabel yang mencerminkan seberapa besar aktiva tetap mendominasi komposisi kekayaan yang dimiliki perusahaan.

Ada pengaruh negatif profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian (Herawati, 2013) bahwa profitabilitas berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap nilai perusahaan.

4. Kesimpulan

Tujuan dari penelitian ini ada untuk : (1) Mengetahui dan menganalisis pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan. (2) Mengetahui dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. (3) Mengetahui dan menganalisis pengaruh struktur aset terhadap nilai perusahaan. (4) Mengetahui dan menganalisis pengaruh likuiditas terhadap nilai pe-rusahaan. (5) Mengetahui dan menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap nilai pepe-rusahaan. Populasi yang digunakan ada-lah perusahaan LQ45, didapat sampel 23 perusahaan dari metode purposive sampling. Dengan menggunakan teknik analisis data analisis regresi linear berganda menunjukkan hasil bahwa: (1) Leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, yang berarti bahwa perusahaan masih menggunakan komposisi hutang lebih banyak daripada modal sendiri yang mengaki-batkan nilai perusahaan berkurang. (2) Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang berarti total aset perusahaan yang besar dapat mempengaruhi nilai perusahaan dan investor beranggapan memiliki prospek jangka panjang yang baik. (3) Struktur aset berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Berarti akan mempengaruhi persepsi investor untuk memberikan pendanaan pada perusahaan dan menurunkan nilai perusahaan. (4) Likuiditas berpengaruh negatif ter-hadap nilai perusahaan, yang artinya tingginya hutang perusahaan yang berdampak pada investor. (5) Profitabilitas ber-pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Berarti akan berdampak pada pendanaan investor terhadap perusahaan dan akan menurunkan nilai perusahaan.

Pada penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan: (1) Hanya terbatas untuk perusahaan LQ45 tahun 2016 - 2018, sehing-ga tidak bisa digeneralisasikan untuk perusahaan lain selain perusahaan yang diteliti. (2) Variabel dependen yang diteliti mampu mempengaruhi 75% saja terhadap variabel independen nilai perusahaan. Sehingga diharapkan pada penelitian se-lanjutnya mampu meneliti sektor perusahaan lainnya. Peneliti sese-lanjutnya diharapkan mampu menyebutkan variabel lainnya yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan sehingga bisa memenuhi 75% tersebut.

References

[1] Basuki, I. (2006). Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta (2003). Fakultas Ekonomi Universitas Islam Bandung.

[2] Brigham, E. F. (2006). Fundamental of Financial Management: Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.

[3] Delcoure, N. (2013). The Determinants of Capital Structure in Transitional Economics, Internasional Review of Economics and Finance. Article in press .

[4] Farooq, M. A., & Masood, A. (2016). Impact of Financial Leverage on Value of Firms: Evidence from Cement Sector of Pa-kistan. Research Journal of Finance and Accounting Vol.7 .

[5] Hasibuan, V., AR, M. D., & NP, N. E. (2016). Pengaruh Leverage dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ad-ministrasi Bisnis (JAB), Vol.39 No.1 .

[6] Hasnawati. (2005). Implikasi Keputusan Investasi, Pendanaan, dan Dviden terhadap Nilai Perusahaan Publik di BEJ. Jurnal Akuntansi Simposium Nasional .

[7] Herawati, T. (2013). Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Universitas Negeri Padang .

[8] Husnan, S. (2001). Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi Ketiga. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. [9] Husnan, S., & Enny, P. (2012). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

[10] Jogiyanto. (2012). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Ketujuh. Yogyakarta: BPFE. [11] Kasmir. (2010). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

(7)

Available online at http://journalindonesia.org/index.php/JISER & Akuntansi, Volume X No.1 .

[14] Lukman, S. (2002). Manajemen Keuangan Perusahaan. Edisi Baru, Cetakan Ketujuh. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. [15] Lumoly, S., Murni, S., & Untu, V. N. (2018). PENGARUH LIKUIDITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN

PROFITABIILI-TAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi pada Perusahaan Logam dan Sejenisnya yang Terdaftar di Bursa Efek In-donesia). Jurnal EMBA Vol.6 , 1108-1117.

[16] Mandalika, A. (2016). Pengaruh Struktur Aktiva, Struktur Modal, dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Studi pada Sektor Otomotif). Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, Volume 16 No. 01 .

[17] Mardiyanto, H. (2009). Inti Sari Manajemen Keuangan (Teori, Soal, dan Jawaban). Jakarta: Grasindo. [18] Martono, & Agus, H. (2008). Manajemen Keuangan. Edisi Kedua. Yogyakarta: Penerbit Ekonisia.

[19] Munawir. (2010). Retrieved Oktober 28, 2011, from

http://fadhilanalisis.blogspot.com/2011/10/analisis-laporan-keuangan.htm/m=1

[20] Munawir. (2007). Analisis Laporan Keuangan. Cetakan Keempat Belas. Yogyakarta: Liberty.

[21] Riyanto, B. (2019). Retrieved from Retreveed from konomi.blogspot.com: https://bahasaekonomi.blogspot.com/2019/09/pengertian-dan-rumus-ukuran-perusahaan.html?m=1

[22] Riyanto, B. (1995). Dasar-Dasar Pembelajaran. Yogyakarta: BPFE.

[23] Riyanto, B. (2010). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

[24] Sabrin, Sarita, B. S., & Sujono. (2016). The Effect of Profitability on Firm Value in Manufacturing Company at Indonesia Stock Exchange. The International Journal of Engineering and Science (IJES) Volume 5 , 81-89.

[25] Sartono, A. R. (2010). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.

[26] Sawir, A. (2000). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. PT Gramedia Pustaka Utama. [27] Singapurwoko. (2011). The Impact of Financial Leverage to Profitability Study of Non-Financia Companies Listed in

Indo-nesia Stock Exchange. Euro journals 2011 .

[28] Suad, H., & Enny, P. (2012). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi Keenam Cetakan Pertama. Yogyakarta: UPP STIM YPN.

[29] Sujianto, A. E. (2001). Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Struktur Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Go Public di Bursa Efek Jakarta. Vol 2 No 2. Jurnal Ekonomi dan Manajemen .

[30] Sutrisno. (2009). Manajemen Keuangan Teori Konsep dan Aplikasi. Cetakan Ketujuh. Yogyakarta: Ekoisia. [31] Sutrisno. (2013). Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisia.

Gambar

Gambar 1 Kerangka Berpikir
Tabel 3 Hasil Uji Multikolinieritas
Tabel 7 Hasil Uji F

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan pernyataan di atas saya dapat dikatakan bahwa masalah sosial adalah masalah yang sering mewarnai kehidupan manusia menjadi faktor utama adalah masalah

Untuk melihat kemampuan keuangan daerah dalam melaksanakan pembangunan bidang Cipta Karya dalam lima tahun ke depan maka dibutuhkan analisis proyeksi perkembangan APBD,

Indikator disposisi matematis yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: (1) percaya dengan kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan soal-soal

Pada kawasan Minapolitan Desa Blayu terdapat 4 cara budidaya ikan yang berkembang, yaitu minamendong, kolam ikan, kolam karamba, dan minapadi. Pola perkembangan

Apabila dilihat tingkat stres kerja secara keseluruhan, dengan tingkat kebisingan dari 3 waktu pengukuran, baik pagi, siang maupun malam hari yang berada diatas

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1464/ MENKES/PER/X /2010 BAB III tentang Penyelenggaraan praktik bidan terutama pasal 9 dan 10

Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya perancangan aplikasi kebudayaan khas Toraja (ukiran) ini dapat membantu pencarian makna ukiran dengan mudah dan

Selain pemateri dibutuhkan satu orang pengamat untuk pengamatan keterlaksanaan sintaks pembelajaran yaitu Arista Nur Jannah AR (Mahasiswa Universitas Islam Negeri