• Tidak ada hasil yang ditemukan

trainer-sistem-kelistrikan-honda-supra-x-125-pgm-fi.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "trainer-sistem-kelistrikan-honda-supra-x-125-pgm-fi.pdf"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Warju Warju

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya

Email:

Email: [email protected][email protected]

Abstrak Abstrak MIL (

MIL ( Malfunction Indicator  Malfunction Indicator LampLamp) berfungsi memberikan informasi kerusakan yang ada pada sistem) berfungsi memberikan informasi kerusakan yang ada pada sistem injeksi sehingga dapat diketahui komponen/se

injeksi sehingga dapat diketahui komponen/sensor mana yang mengalamnsor mana yang mengalami kerusakan yang i kerusakan yang bisa diperbaikibisa diperbaiki oleh mekanik. MIL bekerja dengan cara berkedip, jadi kerusakan sensor yang terjadi diberi tanda dengan oleh mekanik. MIL bekerja dengan cara berkedip, jadi kerusakan sensor yang terjadi diberi tanda dengan kedipan. Setiap kedipan memiliki arti pada masing

kedipan. Setiap kedipan memiliki arti pada masing  –  –   masing komponen, maka dari itu setiap pemilik  masing komponen, maka dari itu setiap pemilik kendaraan dengan teknologi EFI dianjurkan untuk mengetahui maksud dari kedipan tersebut. Dari alasan kendaraan dengan teknologi EFI dianjurkan untuk mengetahui maksud dari kedipan tersebut. Dari alasan tersebut penulis membuat trainer sistem kelistrikan Honda Supra X 125 PGM

tersebut penulis membuat trainer sistem kelistrikan Honda Supra X 125 PGM  –  –   FI agar mengetahui  FI agar mengetahui maksud dari kedipan MIL yang ditimbulkan pada

maksud dari kedipan MIL yang ditimbulkan pada  speedometer  speedometer .. Obyek yang digunakan adalah Honda Supra X 125 PGM

Obyek yang digunakan adalah Honda Supra X 125 PGM  –  –  FI. Pemeriksaan dilakukan dengan standar FI. Pemeriksaan dilakukan dengan standar yang ada pada Buku Pedoman Reparasi Honda Supra X 125 PGM

yang ada pada Buku Pedoman Reparasi Honda Supra X 125 PGM  –  –   FI. Trainer bekerja pada putaran  FI. Trainer bekerja pada putaran mesin 750

mesin 750 –  –  1500 rpm. 1500 rpm.

Dari hasil pengujian trainer sistem kelistrikan Honda Supra X 125 PGM

Dari hasil pengujian trainer sistem kelistrikan Honda Supra X 125 PGM  –  –  FI semua komponen dapat FI semua komponen dapat  bekerja

 bekerja dengan dengan baik. baik. Pada Pada saat saat pemeriksaan pemeriksaan sistem sistem PGMPGM  –  –   FI ketika salah satu sensor tidak dipasang  FI ketika salah satu sensor tidak dipasang dalam sistem, akan tampak kode kegagalan yang ditunjukkan oleh MIL dan MIL tidak akan menyala dalam sistem, akan tampak kode kegagalan yang ditunjukkan oleh MIL dan MIL tidak akan menyala ketika sensor tersebut dipasang di

ketika sensor tersebut dipasang di dalam sistem dengan benar. Namun, kode kegagalan masih tersimpan didalam sistem dengan benar. Namun, kode kegagalan masih tersimpan di dalam ECM yang akan terhapus jika dilakukan penghapusan kode kegagalan menggunakan DLC ( dalam ECM yang akan terhapus jika dilakukan penghapusan kode kegagalan menggunakan DLC ( Data Data  Link

 Link Connector Connector ))  short  short connector connector   melalui DLC. Jika terlalu banyak kode kegagalan yang tersimpan di  melalui DLC. Jika terlalu banyak kode kegagalan yang tersimpan di dalam ECM, maka akan mempengaruhi performa mesin serta ECM akan mengalami

dalam ECM, maka akan mempengaruhi performa mesin serta ECM akan mengalami  fatal error  fatal error   sehingga  sehingga tidak dapat digunakan kembali.

tidak dapat digunakan kembali.

Kata Kunci

Kata Kunci:: PGMPGM –  –  FI FI (Programmed Fuel Injection), (Programmed Fuel Injection), ECMECM (Engine Control Module), (Engine Control Module), DLCDLC (Data Link(Data Link Connector)

Connector), dan MIL, dan MIL (Malfunction Indicator Lamp)(Malfunction Indicator Lamp).. Abstract

Abstract  MIL

 MIL (Malfunction (Malfunction Indicator Indicator Lamp) Lamp) function function provides provides information information existing existing damage damage on on the the injectioninjection  system

 system so so that that it it can can be be known known components components / / sensors sensors which which suffered suffered damage damage that that can can be be repaired repaired by by aa mechanic. MIL works by flashing, so the sensor damage occurring marked with a twinkle. Each blink mechanic. MIL works by flashing, so the sensor damage occurring marked with a twinkle. Each blink means on each - each component, therefore every vehicle owner with EFI technology is recommended to means on each - each component, therefore every vehicle owner with EFI technology is recommended to determine the intent of the flicker. From these reasons the authors make the electrical system trainer determine the intent of the flicker. From these reasons the authors make the electrical system trainer  Honda

 Honda Supra Supra X X 125 125 PGM PGM - - FI FI in in order order to to determine determine the the intent intent of of flicker flicker MIL MIL inflicted inflicted on on thethe  speedometer.

 speedometer.

The object which is used is the Honda Supra X 125 PGM

The object which is used is the Honda Supra X 125 PGM  –  –   FI. The inspection was done in  FI. The inspection was done in accordance with existing standards in the Manual Repair Honda Supra X 125 PGM - FI. Trainer working accordance with existing standards in the Manual Repair Honda Supra X 125 PGM - FI. Trainer working at 750 - 1500 engine speed.

at 750 - 1500 engine speed.

The results of testing the electrical system trainer Honda Supra X 125 PGM - FI all components can The results of testing the electrical system trainer Honda Supra X 125 PGM - FI all components can work well. At the time of the inspection PGM - FI system when one of the sensors are not mounted in the work well. At the time of the inspection PGM - FI system when one of the sensors are not mounted in the  system, it would seem that the failure code is indicated by the MIL (Malfunctio

 system, it would seem that the failure code is indicated by the MIL (Malfunction Indicator Lamp) and MILn Indicator Lamp) and MIL will not light up when the

will not light up when the sensor is mounted in the system correctly. However, the failure code is sensor is mounted in the system correctly. However, the failure code is stored instored in the ECM will be erased if the removal of the failure code using the DLC (Data Link Connector) short the ECM will be erased if the removal of the failure code using the DLC (Data Link Connector) short connector through DLC. If too many failure code stored in the ECM, it will affect the engine performance connector through DLC. If too many failure code stored in the ECM, it will affect the engine performance as well as the

as well as the ECM will experience a fatal error that is ECM will experience a fatal error that is not be reused.not be reused.

Keywords: 

Keywords:   PGM  PGM –  –   FI (Programmed Fuel Injection), ECM (Engine Control Module), DLC (Data Link  FI (Programmed Fuel Injection), ECM (Engine Control Module), DLC (Data Link Connector), and MIL (Malfunction Indicator Lamp).

(2)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(3)
(4)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(5)

Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM - FI- FI

Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor  Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor 

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Dengan meluasnya teknologi EFI pada kendaraan Dengan meluasnya teknologi EFI pada kendaraan roda dua di Indonesia, maka dunia pendidikan dituntut roda dua di Indonesia, maka dunia pendidikan dituntut untuk memberikan pemahaman tentang teknologi ini untuk memberikan pemahaman tentang teknologi ini khususnya di bidang teknik mesin. Maka dari itu khususnya di bidang teknik mesin. Maka dari itu diperlukan keahlian untuk dapat menangani masalah diperlukan keahlian untuk dapat menangani masalah yang ada di dalam sistem. Karena pada kendaraan yang yang ada di dalam sistem. Karena pada kendaraan yang menggunakan teknologi EFI jika di dalam si

menggunakan teknologi EFI jika di dalam si stem terdapatstem terdapat masalah, maka pada

masalah, maka pada  speedometer  speedometer   akan dimunculkan  akan dimunculkan komponen yang mengalami masalah dengan kode komponen yang mengalami masalah dengan kode kedipan.

kedipan.

 Namun masih

 Namun masih sedikit sedikit yang mengerti yang mengerti serta serta memahamimemahami kode kedipan MIL yang ditimbulkan oleh kendaraan kode kedipan MIL yang ditimbulkan oleh kendaraan  berteknologi EFI,

 berteknologi EFI, baik baik mekanik pada mekanik pada khususnya maupunkhususnya maupun masyarakat luas pada umumnya. Maka dari itu sangatlah masyarakat luas pada umumnya. Maka dari itu sangatlah  penting

 penting untuk untuk mengerti mengerti serta serta memahani memahani kode kode kedipankedipan  pada kendaraan yang berteknologi

 pada kendaraan yang berteknologi EFI untuk EFI untuk mengetahuimengetahui masalah yang ada pada sistem.

masalah yang ada pada sistem.

Dari uraian latar belakang tersebut, maka penulis Dari uraian latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk memberikan pengetahuan tentang kode tertarik untuk memberikan pengetahuan tentang kode kedipan pada kendaraan FI pada umumnya, khususnya kedipan pada kendaraan FI pada umumnya, khususnya  pada

 pada Honda Honda Supra Supra X X 125 125 PGMPGM  –  –   FI agar dapat  FI agar dapat dimengerti serta dipahami masalah pada kendaraan dimengerti serta dipahami masalah pada kendaraan  berteknologi FI.

 berteknologi FI.

METODE METODE

Bagan Alur Prosedur Perancangan Bagan Alur Prosedur Perancangan

Gambar 1

Gambar 1. Bagan Alur . Bagan Alur Prosedur PerancanganProsedur Perancangan

dapat memberitahu kepada pengendara tentang dapat memberitahu kepada pengendara tentang adanya masalah pada sepeda motor.

adanya masalah pada sepeda motor.

Pada saat kunci kontak diputar dalam posisi ON, Pada saat kunci kontak diputar dalam posisi ON, indikator lampu MIL akan menyala selama kira-kira 2 indikator lampu MIL akan menyala selama kira-kira 2 detik dan kemudian akan mati (kalibrasi). Apabila detik dan kemudian akan mati (kalibrasi). Apabila terjadi kegagalan/kelainan pada sensor-sensor, MIL terjadi kegagalan/kelainan pada sensor-sensor, MIL akan memberikan kode yang berupa kedipan sesuai akan memberikan kode yang berupa kedipan sesuai dengan sensor yang rusak.

dengan sensor yang rusak.

Gambar 2

Gambar 2. Informasi Kedipan MIL Ketika Kunci. Informasi Kedipan MIL Ketika Kunci Kontak pada Posisi ON.

Kontak pada Posisi ON. Sumber: PT Astra Honda Motor

Sumber: PT Astra Honda Motor –  –  Astra Honda Astra Honda Training Center (2012).

Training Center (2012).

2.

2. Pemeriksaan Kode Kegagalan dalam ECMPemeriksaan Kode Kegagalan dalam ECM

Berikut langkah-langkah untuk melakukan Berikut langkah-langkah untuk melakukan  pemeriksaan kode kegagalan dalam

 pemeriksaan kode kegagalan dalam ECM:ECM: Memastikan kunci kontak pada posisi OFF. Memastikan kunci kontak pada posisi OFF. Melepaskan DLC

Melepaskan DLC cap cap/penutup DLC./penutup DLC.

Gambar 3

Gambar 3. Melepas Penutup DLC.. Melepas Penutup DLC. Menghubungkan DLC

Menghubungkan DLC short connector  short connector ..

Gambar 4

Gambar 4. Menghubungkan DLC. Menghubungkan DLC short connector  short connector .. Memutar kunci kontak pada posisi ON,

Memutar kunci kontak pada posisi ON, historyhistory kegagalan sensor yang tersimpan di dalam ECM kegagalan sensor yang tersimpan di dalam ECM dapat dibaca.

dapat dibaca.

Jika terdapat histori kegagalan yang disimpan Jika terdapat histori kegagalan yang disimpan didalam ECM, maka MIL berkedip untuk didalam ECM, maka MIL berkedip untuk menunjukkan kode kegagalan.

menunjukkan kode kegagalan.

Gambar 5

Gambar 5. Terdapat Histori Kegagalan Yang. Terdapat Histori Kegagalan Yang

+ + BiBiruru (-) (-) Massa/Hijau Massa/Hijau Hitam (G/Bl) Hitam (G/Bl) + + BiBiruru Ide Rancangan Ide Rancangan Perumusan Masalah Perumusan Masalah

Perancangan Desain Trainer Perancangan Desain Trainer

Persiapan Alat dan Bahan Persiapan Alat dan Bahan

Perakitan Trainer Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM-FI Perakitan Trainer Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM-FI

Pengumpulan Data Hasil Pengujian Pengumpulan Data Hasil Pengujian

Analisa Analisa Kesimpulan Kesimpulan Pengujian Pengujian Literatur Literatur

(6)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(7)

JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014, 20 JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014, 20 - 29- 29

Gambar 6

Gambar 6. Tidak Terdapat Histori Kegagalan Yang. Tidak Terdapat Histori Kegagalan Yang Tersimpan dalam ECM.

Tersimpan dalam ECM.

Gambar 7

Gambar 7. Jumlah Kedipan MIL Serta Komponen. Jumlah Kedipan MIL Serta Komponen Yang Mengalami Masalah.

Yang Mengalami Masalah.

Harus diperhatikan bahwa terdapat 2 macam Harus diperhatikan bahwa terdapat 2 macam kedipan yang ditmapilkan oleh MIL, yaitu kedipan kedipan yang ditmapilkan oleh MIL, yaitu kedipan  pendek

 pendek (0,3 (0,3 detik) detik) dan dan kedipan kedipan panjang panjang (1,3(1,3 detik). MIL berkedip pendek berarti 1 dan detik). MIL berkedip pendek berarti 1 dan  berkedip panjang berarti 10. Jika terdapat dua atau  berkedip panjang berarti 10. Jika terdapat dua atau lebih kode kegagalan yang terdeteksi maka semua lebih kode kegagalan yang terdeteksi maka semua kode akan dikeluarkan secara berulang-ulang. kode akan dikeluarkan secara berulang-ulang.

3.

3. Prosedur Menghapus Kode Kegagalan DalamProsedur Menghapus Kode Kegagalan Dalam ECM

ECM

Setelah kode kegagalan diketahui maka perlu Setelah kode kegagalan diketahui maka perlu dilakukan menghapus kode kegagalan agar dicapai dilakukan menghapus kode kegagalan agar dicapai kerja sistem yang optimal. Berikut langkah-langkah kerja sistem yang optimal. Berikut langkah-langkah menghapus kode kegagalan dalam ECM sebagai menghapus kode kegagalan dalam ECM sebagai  berikut:

 berikut:

Memastikan kunci kontak dalam posisi OFF. Memastikan kunci kontak dalam posisi OFF. Melepaskan DLC

Melepaskan DLC cap cap/penutup DLC./penutup DLC. Menghubungkan DLC

Menghubungkan DLC short connector  short connector .. Memutar kunci kontak pada posisi ON. Memutar kunci kontak pada posisi ON. Melepas DLC

Melepas DLC short connector  short connector  dan memasangnya dan memasangnya kembali dalam waktu 5 detik.

kembali dalam waktu 5 detik.

Gambar 8

Gambar 8. Melepas DLC. Melepas DLC Short Connector  Short Connector .. MIL akan berkedip pendek secara terus menerus MIL akan berkedip pendek secara terus menerus menandakan penghapusan kode kegagalan menandakan penghapusan kode kegagalan  berhasil.

 berhasil.

Gambar 9

Gambar 9. Informasi Gagal/Berhasil Menghapus. Informasi Gagal/Berhasil Menghapus Menghapus Kode Kegagalan.

Menghapus Kode Kegagalan.

Memutar kunci kontak pada posisi OFF, melepas Memutar kunci kontak pada posisi OFF, melepas DLC

DLC  short connector   short connector   lalu memasang kembali  lalu memasang kembali DLC

DLC cap cap..

Dari penghapusan kode kegagalan yang dilakukan Dari penghapusan kode kegagalan yang dilakukan didapatkan hasil bahwa semua kode kegagalan didapatkan hasil bahwa semua kode kegagalan yang ada telah terhapus.

yang ada telah terhapus.

Jika MIL tidak berkedip dan tidak terdapat Jika MIL tidak berkedip dan tidak terdapat didalam tabel diatas dimohon untuk melakukan didalam tabel diatas dimohon untuk melakukan  pengecekan

 pengecekan pada pada rangkaian rangkaian MIL MIL yang yang menujumenuju  speedometer 

 speedometer , dikhawatirkan terjadi hubungan, dikhawatirkan terjadi hubungan singkat pada rangkaian MIL yang menuju singkat pada rangkaian MIL yang menuju  speedometer 

 speedometer ..

4.

4. Pemeriksaan Daya/Massa ECMPemeriksaan Daya/Massa ECM

Jika trainer Honda Supra X 125 PGM-FI tidak dapat Jika trainer Honda Supra X 125 PGM-FI tidak dapat dihidupkan dengan motor listrik, jalankan dihidupkan dengan motor listrik, jalankan  pemeriksaan

 pemeriksaan daya/massa daya/massa ECM ECM dulu, dulu, kemudiankemudian  periksa

 periksa alternator alternator dan dan regulator/regulator/rectifier rectifier   sebagai  sebagai  pemasokan daya sekunder.

 pemasokan daya sekunder.

Sebelum menjalankan pemeriksaan daya/massa Sebelum menjalankan pemeriksaan daya/massa ECM pastikan untuk mengisi baterai dengan listrik ECM pastikan untuk mengisi baterai dengan listrik atau mengganti baterai dengan yang baru.

atau mengganti baterai dengan yang baru.

Langkah-langkah pemeriksaan daya/massa ECM Langkah-langkah pemeriksaan daya/massa ECM dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

Merangkai sistem PGM-FI pada tempat yang Merangkai sistem PGM-FI pada tempat yang disediakan, memutar kunci kontak pada posisi disediakan, memutar kunci kontak pada posisi OFF.

OFF.

Melepas konektor 33P ECM, lalu melakukan Melepas konektor 33P ECM, lalu melakukan  pemeriksaan

 pemeriksaan terhadap terhadap sambungan sambungan longgar longgar atauatau lemah pada konektor 33P ECM.

lemah pada konektor 33P ECM.

Gambar 10

Gambar 10. Melepas Konektor 33P ECM.. Melepas Konektor 33P ECM. Menyambung konektor 33P ECM.

Menyambung konektor 33P ECM.

Gambar 11

Gambar 11. Memasang ECM.. Memasang ECM. Menghidupkan trainer.

Menghidupkan trainer.

Jika trainer hidup, maka kontak longgar atau Jika trainer hidup, maka kontak longgar atau

(8)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(9)

Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM - FI- FI

Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor  Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor 

Menghubungkan, Hijau-Massa dan Menghubungkan, Hijau-Massa dan Hijau/Hitam-Massa, seperti terlihat pada Hijau/Hitam-Massa, seperti terlihat pada  berikut ini.

 berikut ini.

Gambar 12

Gambar 12. Memeriksa Kontinuitas Pada. Memeriksa Kontinuitas Pada Konektor 33P ECM (Terminal Hijau-Massa). Konektor 33P ECM (Terminal Hijau-Massa).

Gambar 13

Gambar 13. Memeriksa Kontinuitas Pada Konektor. Memeriksa Kontinuitas Pada Konektor 33P ECM (Terminal Hijau/Hitam-Massa). 33P ECM (Terminal Hijau/Hitam-Massa). Memutar kunci kontak pada posisi ON serta Memutar kunci kontak pada posisi ON serta mengukur voltase baterai antara konektor ECM mengukur voltase baterai antara konektor ECM dari kabel.

dari kabel. Memutar

Memutar selector  selector  pada posisi V DC pada posisi V DC

Menghubungkan kabel Hitam/Biru ECM ke Menghubungkan kabel Hitam/Biru ECM ke  jarum

 jarum warna warna merah merah digital digital multimeter multimeter dandan  jarum

 jarum warna warna hitam hitam digital digital multimeter multimeter keke Massa.

Massa.

Gambar 14

Gambar 14. Mengukur Tegangan. Mengukur Tegangan Input Input ECM.ECM. Jika voltase baterai di bawah 1.1 V (diluar daerah Jika voltase baterai di bawah 1.1 V (diluar daerah  jangkauan), maka:

 jangkauan), maka:

Kontak konektor dalam keadaan longgar atau Kontak konektor dalam keadaan longgar atau lemah.

lemah.

Melakukan pemeriksaan pada kunci kontak. Melakukan pemeriksaan pada kunci kontak. Sekring utama (15 A) putus.

Sekring utama (15 A) putus.

Rangkaian terbuka atau hubungan singkat Rangkaian terbuka atau hubungan singkat padapada wire harness

wire harness berikut ini: berikut ini:

Kabel Merah atau kabel Merah/Kuning Kabel Merah atau kabel Merah/Kuning antara baterai dan kunci kontak.

antara baterai dan kunci kontak.

Kabel Hitam/Biru antara kunci kontak dan Kabel Hitam/Biru antara kunci kontak dan ECM.

ECM.

Jika tidak ada voltase, maka ganti ECM dengan Jika tidak ada voltase, maka ganti ECM dengan yang baru dan periksa sekali lagi.

yang baru dan periksa sekali lagi.

Tabel 1. Tegangan standar daya ECM Tabel 1. Tegangan standar daya ECM

Warna

Warna kabel kabel TeganganTegangan standar standar Hasil Hasil pemeriksaan pemeriksaan Bl/Bu Bl/Bu (Black/Blue) (Black/Blue)  pada (+)  pada (+) 1,1 V 1,1 V (minimal) (minimal) hingga hingga 11,85 V 11,85 V

Dari hasil pemeriksaan ada kontinuitas antara Dari hasil pemeriksaan ada kontinuitas antara hubungan konektor ECM dan massa. Sedangkan hubungan konektor ECM dan massa. Sedangkan untuk tegangan baterai antara konektor ECM pada untuk tegangan baterai antara konektor ECM pada kabel bodi dengan massa didapatkan tegangan sebesar kabel bodi dengan massa didapatkan tegangan sebesar 11,85 V. Dari standar yang terdapat pada tabel 1 11,85 V. Dari standar yang terdapat pada tabel 1 tegangan yang diizinkan adalah tegangan baterai tegangan yang diizinkan adalah tegangan baterai hingga 1,1 V (minimal). Dapat disimpulkan bahwa hingga 1,1 V (minimal). Dapat disimpulkan bahwa ECM dalam keadaan baik namun karena adanya ECM dalam keadaan baik namun karena adanya  beban

 beban serta serta penurunan penurunan tegangan tegangan baterai baterai didapatkandidapatkan tegangan tersebut.

tegangan tersebut.

5.

5. Pemeriksaan Daya/Massa dari Sensor Unit (MAP,Pemeriksaan Daya/Massa dari Sensor Unit (MAP, TP dan IAT sensor)

TP dan IAT sensor)

Langkah-langkah pemeriksaan rangkaian Langkah-langkah pemeriksaan rangkaian daya/massa dari sensor unit (MAP, TP dan IAT daya/massa dari sensor unit (MAP, TP dan IAT sensor) dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: sensor) dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

Memutar kunci kontak pada posisi OFF. Memutar kunci kontak pada posisi OFF.

Melepaskan konektor 5P sensor unit dan konektor Melepaskan konektor 5P sensor unit dan konektor 33P ECM.

33P ECM.

Gambar 15

Gambar 15. Melepas 5P. Melepas 5P Sensor Unit Sensor Unit .. Melakukan pemeriksaan terhadap kontak longgar Melakukan pemeriksaan terhadap kontak longgar atau lemah pada konektor 5P sensor unit dan atau lemah pada konektor 5P sensor unit dan konektor 33P ECM.

konektor 33P ECM.

Menyambungkan konektor 5P sensor unit dan Menyambungkan konektor 5P sensor unit dan konektor 33P ECM.

konektor 33P ECM.

Memutar kunci kontak ke posisi ON. Memutar kunci kontak ke posisi ON.

Jika tidak ada kedipan di MIL, kontak longgar Jika tidak ada kedipan di MIL, kontak longgar atau lemah pada konektor 5P sensor unit dan atau lemah pada konektor 5P sensor unit dan konektor 33P ECM.

konektor 33P ECM.

Jika ada 1, 8 dan 9 kedipan di MIL, ukur voltase Jika ada 1, 8 dan 9 kedipan di MIL, ukur voltase antara sensor terminal konektor 5P sensor unit antara sensor terminal konektor 5P sensor unit  pada sisi

 pada sisi wire harnesswire harness..

Tabel 2. Tegangan standar daya

Tabel 2. Tegangan standar daya Sensor Unit Sensor Unit 

Warna

Warna kabel kabel TeganganTegangan standar standar Hasil Hasil pemerik  pemerik  saan saan Yellow/Red (Y/R) Yellow/Red (Y/R)  pada (+)  pada (+) Multimeter Multimeter 4,75 V 4,75 V –  – 5,25 5,25 V V 5,01 5,01 VV G/O G/O (Green/Orange) (Green/Orange)  pada (-)  pada (-) Multimeter Multimeter

Sumber: PT. Astra Honda Motor (2005:24-39) Sumber: PT. Astra Honda Motor (2005:24-39) (-) Terminal (-) Terminal kabel kabel Hijau/massa Hijau/massa (G)(G) (+) Terminal (+) Terminal kabel kabel Hitam/Biru Hitam/Biru (Bl/Bu) (Bl/Bu) Terminal kabel Hijau

Terminal kabel Hijau Hitam (G/Bl)

Hitam (G/Bl) MassaMassa

Terminal kabel Terminal kabel

Hijau (G)

Hijau (G) MassaMassa

(+) Terminal kabel (+) Terminal kabel Kuning/Merah Kuning/Merah (Y/R) (Y/R) (-) Terminal (-) Terminal kabel kabel Hijau/Oranye Hijau/Oranye (G/O) (G/O)

(10)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(11)

JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014, 20 JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014, 20 - 29- 29

Jika tegangan kurang dari yang ditetapkan coba Jika tegangan kurang dari yang ditetapkan coba untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya dengan untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya dengan melepas konektor 33P ECM.

melepas konektor 33P ECM.

Memeriksa kontinuitas antara konektor 33P ECM Memeriksa kontinuitas antara konektor 33P ECM dengan konektor 5P

dengan konektor 5P Sensor Unit,Sensor Unit, antara kabelantara kabel Kuning/Merah pada konektor 33P ECM dengan Kuning/Merah pada konektor 33P ECM dengan kabel Kuning/Merah pada konektor 5P

kabel Kuning/Merah pada konektor 5P SensorSensor Unit 

Unit ..

Gambar 17

Gambar 17. Memeriksa Kontinuitas Pada Kabel. Memeriksa Kontinuitas Pada Kabel Kuning/Merah konektor 33P ECM dengan Kuning/Merah konektor 33P ECM dengan

Kuning/Merah Konektor 5P

Kuning/Merah Konektor 5P Sensor Unit Sensor Unit ..

Dari hasil pemeriksaaan rangkaian daya/massa Dari hasil pemeriksaaan rangkaian daya/massa  pada sensor

 pada sensor unit (MAP, unit (MAP, TP dan TP dan IAT sensor) IAT sensor) tidaktidak ada kedipan di MIL, maka sensor unit dapat ada kedipan di MIL, maka sensor unit dapat  bekerja dengan baik.

 bekerja dengan baik.

6.

6. MILMIL Tr Tr oublesoubleshootinghooting

Sebelum melakukan pemeriksaan, perhatikan Sebelum melakukan pemeriksaan, perhatikan kedipan MIL pada

kedipan MIL pada  speedometer  speedometer . Jika MIL tidak. Jika MIL tidak menyala atau berkedip, menandakan adanya menyala atau berkedip, menandakan adanya gangguan terhadap sistem yang dapat menyebabkan gangguan terhadap sistem yang dapat menyebabkan sistem tidak bekerja secara optimal.

sistem tidak bekerja secara optimal.

 1 Kedipan MIL1 Kedipan MIL( ( MAPMAP Se Sensornsor))

Berikut langkah-langkah untuk melakukan Berikut langkah-langkah untuk melakukan  pemeriksaan terhadap MAP

 pemeriksaan terhadap MAP Sensor Sensor ::

Gambar 18

Gambar 18. MIL Berkedip 1 Kali.. MIL Berkedip 1 Kali. Memutar kunci kontak pada posisi OFF. Memutar kunci kontak pada posisi OFF.

Melakukan penghapusan kode kegagalan, lalu Melakukan penghapusan kode kegagalan, lalu memutar kunci kontak pada posisi ON. memutar kunci kontak pada posisi ON. Memastikan kedipan MIL, jika MIL berkedip Memastikan kedipan MIL, jika MIL berkedip 1,8,9 kali terus- menerus coba melakukan 1,8,9 kali terus- menerus coba melakukan  pemeriksaan

 pemeriksaan Sensor Unit Sensor Unit ..

Jika terdapat 1 kedipan MIL, memutar kunci Jika terdapat 1 kedipan MIL, memutar kunci kontak pada posisi OFF dan segeralah kontak pada posisi OFF dan segeralah melakukan pemeriksaan berikut:

melakukan pemeriksaan berikut: Melepas konektor 5P

Melepas konektor 5P Sensor Unit Sensor Unit .. Melakukan pemeriksaan tegangan

Melakukan pemeriksaan tegangan input input   pada

 pada terminal terminal Hijau Hijau Muda/Kuning-massa.Muda/Kuning-massa.

Tegangan standar yang ditetapkan 3,8 Tegangan standar yang ditetapkan 3,8 V-5,25 V

V-5,25 V..

Jika tegangan yang didapat berada di bawah Jika tegangan yang didapat berada di bawah tegangan yang dianjurkan, dapat melakukan tegangan yang dianjurkan, dapat melakukan  pemeriksaan

 pemeriksaan kontinuitas kontinuitas antara antara konektor konektor 5P5P Sensor Unit

Sensor Unit dengan konektor 33P ECM.dengan konektor 33P ECM. Melakukan pemeriksaan ada tidaknya Melakukan pemeriksaan ada tidaknya kontinuitas antara konektor 5P

kontinuitas antara konektor 5P Sensor Unit Sensor Unit  dengan massa (

dengan massa (Terminal Terminal HijauHijau Muda/Kuning

Muda/Kuning  –  –    Hijau Hijau Muda/KuningMuda/Kuning kontinu. Terminal Hijau kontinu. Terminal Hijau Muda/Kuning-massa tidak kontinu

massa tidak kontinu).).

Gambar 20

Gambar 20. a) Memeriksa Kontinuitas Pada Kabel. a) Memeriksa Kontinuitas Pada Kabel Hijau Muda/Kuning Konektor 33P ECM dengan Hijau Hijau Muda/Kuning Konektor 33P ECM dengan Hijau

Muda/Kuning konektor 5P

Muda/Kuning konektor 5P Sensor Unit.Sensor Unit. b) Memeriksa b) Memeriksa Kontinuitas Pada Kabel Hijau Muda/Kuning Konektor Kontinuitas Pada Kabel Hijau Muda/Kuning Konektor

5P

5P Sensor Unit Sensor Unit  –  –  Massa. Massa. Dari Hasil pemeriksaan MAP

Dari Hasil pemeriksaan MAP , , dapat simpulkandapat simpulkan  bahwa

 bahwa MAP MAP dalam dalam keadaan keadaan normal. normal. karenakarena dari hasil pemeriksaan tegangan

dari hasil pemeriksaan tegangan input input  didapatkan tegangan sebesar 4,60 V.

didapatkan tegangan sebesar 4,60 V.

 7 Kedipan MIL (EOT7 Kedipan MIL (EOT Se Sennsor sor ))

Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak  berkedip

 berkedip setelah setelah kunci kunci kontak kontak pada pada posisi posisi ON,ON,  berarti sistem dalam keadaan norma

 berarti sistem dalam keadaan normal.l.

Jika terdapat 7 kedipan MIL, menandakan EOT Jika terdapat 7 kedipan MIL, menandakan EOT Sensor 

Sensor   dalam keadaan masalah. Berikut langkah-  dalam keadaan masalah. Berikut langkah-langkah untuk melakukan pemeriksaan EOT langkah untuk melakukan pemeriksaan EOT Sensor 

Sensor ::

Gambar 21

Gambar 21. MIL Berkedip 7 kali.. MIL Berkedip 7 kali. Memutar kunci kontak pada posisi OFF. Memutar kunci kontak pada posisi OFF. Melepas konektor 2P EOT

Melepas konektor 2P EOT  sensor   sensor , setelah itu, setelah itu melakukan pemeriksaan konektor yang melakukan pemeriksaan konektor yang longgar serta mengukur tahanan yang diijinkan longgar serta mengukur tahanan yang diijinkan ((Tahanan standar yang diizinkan 2,5Tahanan standar yang diizinkan 2,5 –  –   2,8  2,8

kΩ minimal (20 kΩ minimal (20ooC/68C/68ooF)F)).). (+) Terminal (+) Terminal kabel Hijau kabel Hijau (-) Terminal (-) Terminal kabel kabel Terminal Terminal kabel kabel Kun

Kuninin /Me/Merahrah

Terminal Terminal kabel kabel Kuning/Merah Kuning/Merah Terminal Terminal kabel kabel Kuning/Biru Kuning/Biru (Y/Bu) 5P (Y/Bu) 5P Terminal Terminal kabel kabel Hijau/Oranye Hijau/Oranye (G/O) 5P (G/O) 5P a) b) a) b) Terminal Terminal kabel Hijau kabel Hijau Muda/Kuning Muda/Kuning (Lg/Y) 33P (Lg/Y) 33P Terminal Terminal kabel Hijau kabel Hijau Muda/Kuning Muda/Kuning (Lg/Y) 5P (Lg/Y) 5P Terminal kabel Terminal kabel Hijau/Massa (G) Hijau/Massa (G)

(12)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(13)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM - FI- FI

Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor  Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor 

Memeriksa tegangan

Memeriksa tegangan input input   yang masuk ke  yang masuk ke EOT

EOT Sensor Sensor(tegangan standar 4,75 V(tegangan standar 4,75 V –  –  5,25 5,25 V)

V)..

Gambar 23

Gambar 23. Memeriksa. Memeriksa Input  Input  Tegangan EOT Tegangan EOT Sensor Sensor Pada Kabel Kuning/Biru

Pada Kabel Kuning/Biru –  –  Hijau/Oranye Hijau/Oranye

(Didapatkan Tegangan Input Sebesar 5,01 V) (Didapatkan Tegangan Input Sebesar 5,01 V)..

Jika tegangan memenuhi standar yang Jika tegangan memenuhi standar yang ditentukan, selanjutnya memeriksa kontinuitas ditentukan, selanjutnya memeriksa kontinuitas antara konektor 2P EOT

antara konektor 2P EOT  Sensor   Sensor   dengan  dengan konektor 33P ECM pada terminal kabel warna konektor 33P ECM pada terminal kabel warna ((Terminal Kuning/BiruTerminal Kuning/Biru  –  –   Kuning/Biru,  Kuning/Biru, Hijau/Oranye

Hijau/Oranye  –  –   Hijau/Oranye kontinu.  Hijau/Oranye kontinu. Terminal Kuning/Biru

Terminal Kuning/Biru  –  –    massa,massa, Hijau/Oranye

Hijau/Oranye  –  –    massa massa tidak tidak adaada hubungan

hubungan).).

Gambar 24

Gambar 24. a) Memeriksa Kontinuitas Antara Terminal. a) Memeriksa Kontinuitas Antara Terminal Kuning/Biru

Kuning/Biru –  –  Kuning/Biru, b) Hijau/Oranye Kuning/Biru, b) Hijau/Oranye  –  –  Hijau/Oranye, c) Kuning/Biru konektor Hijau/Oranye, c) Kuning/Biru konektor 2P2P EOT

EOT  Sensor   Sensor  –  –   Massa, dan d) Hijau/Oranye  Massa, dan d) Hijau/Oranye Konektor 2P EOT

Konektor 2P EOT Sensor  Sensor  –  –  Massa. Massa.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan Berikut langkah-langkah untuk melakukan  pemeriksaan

 pemeriksaan Throttle Position Sensor Throttle Position Sensor ::

Gambar 25

Gambar 25. MIL Berkedip 8 Kali.. MIL Berkedip 8 Kali. Memutar kunci kontak pada posisi OFF. Memutar kunci kontak pada posisi OFF.

Melakukan penghapusan kode kegagalan yang Melakukan penghapusan kode kegagalan yang tersimpan di dalam ECM. Setelah itu kunci tersimpan di dalam ECM. Setelah itu kunci kontak diputar pada posisi ON dan kontak diputar pada posisi ON dan memastikan nyala MIL.

memastikan nyala MIL.

Jika terdapat 8 kedipan MIL, kunci kontak Jika terdapat 8 kedipan MIL, kunci kontak diputar pada posisi OFF.

diputar pada posisi OFF.

Melepas konektor 5P Sensor Unit. Setelah itu Melepas konektor 5P Sensor Unit. Setelah itu kunci kontak diputar pada posisi ON, kunci kontak diputar pada posisi ON, mengukur tegangan

mengukur tegangan input Throttle Positioninput Throttle Position Sensor

Sensor (tegangan standar pada terminal(tegangan standar pada terminal kabel warna Kuning

kabel warna Kuning –  –  massa: 0 massa: 0 –  –  220 mV) 220 mV)..

Gambar 26

Gambar 26. Mengukur Tegangan. Mengukur Tegangan Input Throttle Input Throttle  Position Sensor 

 Position Sensor  pada Terminal Kabel Warna Kuning pada Terminal Kabel Warna Kuning Konektor 5P

Konektor 5P Sensor Unit Sensor Unit  –  –  Massa Massa(Didapatkan(Didapatkan Tegangan Sebesar 137,1 mV)

Tegangan Sebesar 137,1 mV)..

Jika tegangan berada diluar standar yang Jika tegangan berada diluar standar yang ditetapkan. Memutar kunci kontak pada posisi ditetapkan. Memutar kunci kontak pada posisi OFF.

OFF.

Melepas konektor 5P

Melepas konektor 5P Sensor Unit   sertaSensor Unit   serta melepas konektor 33P ECM. Setelah itu yang melepas konektor 33P ECM. Setelah itu yang  perlu

 perlu dilakukan dilakukan adalah adalah mameriksa mameriksa kontinuitaskontinuitas antara konektor 5P

antara konektor 5P Sensor Unit Sensor Unit   dengan  dengan konektor 33P ECM serta massa

konektor 33P ECM serta massa (standar:(standar: Kuning 5P Sensor Unit

Kuning 5P Sensor Unit –  –  Kuning 33P ECM Kuning 33P ECM kontinu/menyambung, Kuning 5P Sensor kontinu/menyambung, Kuning 5P Sensor

 b)  b) (+) Terminal (+) Terminal kabel kabel Kuning/Biru Kuning/Biru (Y/Bu) (Y/Bu) (-) Terminal (-) Terminal kabel kabel Hijau/Oranye Hijau/Oranye (G/O) (G/O) c) c) a) a) d) d) Terminal kabel Terminal kabel Ku

Kuninnin /Bi/Biru (Y/Bru (Y/Bu)u) Terminal kabel Terminal kabel Ku

Kuninnin /Bi/Biru (Y/Bru (Y/Bu)u)

Terminal kabel Terminal kabel

Hi

Hi au/mau/massaassa

(-) Terminal (-) Terminal kabel kabel Hijau/Massa (G) Hijau/Massa (G) (+) Terminal (+) Terminal kabel Kuning kabel Kuning (Y) 5P (Y) 5P

(14)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014, 20 JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014, 20 - 29- 29

Jika semua pemeriksaan angka yang didapat Jika semua pemeriksaan angka yang didapat  berada

 berada diluar diluar standar standar yang yang ditentukan, ditentukan, perluperlu  penggantian

 penggantian ECM ECM serta serta melakukanmelakukan  pemeriksaan sekali lagi.

 pemeriksaan sekali lagi.

Dari pemeriksaan yang dilakukan. Dapat Dari pemeriksaan yang dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa

disimpulkan bahwa Throttle Position Sensor Throttle Position Sensor  maupun rangkaian pada sistem dalam keadaan maupun rangkaian pada sistem dalam keadaan  baik.

 baik. Karena Karena dari dari hasil hasil pemeriksaan pemeriksaan tegangantegangan yang masuk pada TP

yang masuk pada TP  Sensor   Sensor   masih berada  masih berada  pada standar yang diijinkan.

 pada standar yang diijinkan.

 9 Kedipan MIL (IAT9 Kedipan MIL (IAT  S  Seensonsor/Ir/I ntake Airntake Air

Temperat

Temperat urur e e SeSensor nsor ))

Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak  berkedip

 berkedip setelah setelah kunci kunci kontak kontak pada pada posisi posisi ON,ON,  berarti sistem dalam keadaan normal.

 berarti sistem dalam keadaan normal. Jika terdapat 9 kedipan MIL, menandakan

Jika terdapat 9 kedipan MIL, menandakan  Intake Intake  Air

 Air Temperature Temperature Sensor/ Sensor/ IATIAT  Sensor   Sensor   dalam  dalam keadaan masalah. Berikut langkah-langkah untuk keadaan masalah. Berikut langkah-langkah untuk melakukan pemeriksaan

melakukan pemeriksaan  Intake  Intake Air Air TemperatureTemperature Sensor

Sensor adalah sebagai berikut:adalah sebagai berikut:

Gambar 28

Gambar 28. MIL Berkedip 9 Kali.. MIL Berkedip 9 Kali.

Memutar kunci kontak pada posisi OFF. Memutar kunci kontak pada posisi OFF.

Melakukan penghapusan kode kegagalan yang Melakukan penghapusan kode kegagalan yang tersimpan di dalam ECM. Setelah itu kunci tersimpan di dalam ECM. Setelah itu kunci kontak diputar pada posisi ON dan kontak diputar pada posisi ON dan memastikan nyala MIL.

memastikan nyala MIL.

Jika terdapat 9 kedipan MIL, kunci kontak Jika terdapat 9 kedipan MIL, kunci kontak diputar pada posisi OFF.

diputar pada posisi OFF.

Melepas konektor 5P Sensor Unit. Setelah itu Melepas konektor 5P Sensor Unit. Setelah itu kunci kontak diputar pada posisi ON, kunci kontak diputar pada posisi ON, mengukur tegangan

mengukur tegangan input input Idle Idle AirAir Temperature Sensor

Temperature Sensor(Tegangan standar pada(Tegangan standar pada terminal kabel warna Abu-Abu/Biru terminal kabel warna Abu-Abu/Biru dengan massa: 4,75

dengan massa: 4,75 –  –  5,25 V) 5,25 V)..

 perlu

 perlu dilakukan dilakukan adalah adalah mameriksa mameriksa kontinuitaskontinuitas antara konektor 5P

antara konektor 5P Sensor Unit Sensor Unit   dengan  dengan konektor 33P ECM serta massa

konektor 33P ECM serta massa (standar:(standar: Abu-Abu/Biru 5P Sensor Unit

Abu-Abu/Biru 5P Sensor Unit  –  –   Abu-  Abu-Abu/Biru 33P ECM kontinu/menyambung, Abu/Biru 33P ECM kontinu/menyambung, Abu-Abu/Biru 5P Sensor Unit

Abu-Abu/Biru 5P Sensor Unit  –  –   massa  massa tidak terhubung)

tidak terhubung)..

Gambar 30

Gambar 30. a) Memeriksa Kontinuitas Antara Kabel. a) Memeriksa Kontinuitas Antara Kabel Abu-Abu/Biru Konektor 5P

Abu-Abu/Biru Konektor 5P Sensor Unit Sensor Unit  dengan dengan Kabel Abu-Abu/Biru Konektor 33P ECM

Kabel Abu-Abu/Biru Konektor 33P ECM (Hasilnya(Hasilnya Keduanya Terhubung)

Keduanya Terhubung), b) Memeriksa Kontinuitas, b) Memeriksa Kontinuitas Antara Kabel Abu-Abu/Biru Konektor 5P

Antara Kabel Abu-Abu/Biru Konektor 5P Sensor Unit Sensor Unit  dengan Massa

dengan Massa(Hasilnya Keduanya Tidak(Hasilnya Keduanya Tidak Terhubung)

Terhubung)..

Jika semua pemeriksaan angka yang didapat Jika semua pemeriksaan angka yang didapat  berada

 berada diluar diluar standar standar yang yang ditentukan, ditentukan, perluperlu  penggantian

 penggantian ECM ECM serta serta melakukanmelakukan  pemeriksaan sekali lagi.

 pemeriksaan sekali lagi.

Dari pemeriksaan yang dilakukan dapat Dari pemeriksaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa

disimpulkan bahwa  Idle  Idle Air Air TemperatureTemperature Sensor 

Sensor   maupun rangkaian pada sistem dalam  maupun rangkaian pada sistem dalam keadaan baik.

keadaan baik.

 12 Kedipan MIL (12 Kedipan MIL (Injector Injector ))

Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak  berkedip

 berkedip setelah setelah kunci kunci kontak kontak pada pada posisi posisi ON,ON,  berarti sistem dalam keadaan norma

 berarti sistem dalam keadaan normal.l.

Jika terdapat 12 kedipan MIL, menandakan Jika terdapat 12 kedipan MIL, menandakan injector 

injector  dalam keadaan masalah. Berikut langkah- dalam keadaan masalah. Berikut langkah-langkah untuk melakukan pemeriksaan

langkah untuk melakukan pemeriksaan injectorinjector adalah sebagai berikut:

adalah sebagai berikut: (+) Terminal (+) Terminal (-) Terminal (-) Terminal a) a)  b)  b) (+) Terminal kabel (+) Terminal kabel Abu

Abu –  –  Abu/Biru Abu/Biru (Gr/Bu) 5P (Gr/Bu) 5P (+) Terminal kabel (+) Terminal kabel

Abu

Abu –  –  Abu/Biru Abu/Biru (Gr/Bu) 33P (Gr/Bu) 33P (-) Terminal kabel (-) Terminal kabel Hijau/Massa (G) Hijau/Massa (G)

(15)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM - FI- FI

Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor  Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor 

kedipan MIL (jika tidak ada kedipan kedipan MIL (jika tidak ada kedipan menandakan konektor 2P

menandakan konektor 2P injector injector   dalam  dalam keadaan longgar).

keadaan longgar).

Gambar 33

Gambar 33. Memasang Konektor 2P. Memasang Konektor 2P Injector  Injector .. Jika masih ada 12 kedipan MIL, melakukan Jika masih ada 12 kedipan MIL, melakukan  pemeriksaan sebagai berikut:

 pemeriksaan sebagai berikut: Melepas konektor 2P

Melepas konektor 2P injector injector   memutar  memutar kunci kontak pada posisi ON.

kunci kontak pada posisi ON.

Mengukur tegangan yang masuk ke Mengukur tegangan yang masuk ke injector 

injector  pada  pada sisi sisi kabel kabel bodi bodi (tegangan(tegangan standar pada terminal kabel Hitam/Biru dan standar pada terminal kabel Hitam/Biru dan massa: 1,1 V (minimum) hingga tegangan massa: 1,1 V (minimum) hingga tegangan  baterai).

 baterai).

Gambar 34

Gambar 34. Mengukur Tegangan. Mengukur Tegangan  Injector Injector (Pada(Pada Terminal Kabel Warna Hitam/Biru Terminal Kabel Warna Hitam/Biru dan Massa: 11,43 V)

dan Massa: 11,43 V)..

Jika tegangan berada diluar standar yang Jika tegangan berada diluar standar yang ditetapkan, melepas konektor 2P

ditetapkan, melepas konektor 2P injector injector  lakukan pemeriksaan rangkaian terbuka lakukan pemeriksaan rangkaian terbuka atau pemeriksaan hubungan singkat pada atau pemeriksaan hubungan singkat pada kabel Hitam/Biru.

kabel Hitam/Biru.

Jika tegangan memenuhi standar yang Jika tegangan memenuhi standar yang ditetepkan, kunci kontak diputar pada posisi ditetepkan, kunci kontak diputar pada posisi OFF. Setelah itu melakukan pemeriksaan OFF. Setelah itu melakukan pemeriksaan kontiuitas pada terminal pada konektor 2P kontiuitas pada terminal pada konektor 2P injector 

injector , konektor 33P ECM serta massa., konektor 33P ECM serta massa. Langkah-langkah pemeriksaan kontinuitas Langkah-langkah pemeriksaan kontinuitas adalah sebagai berikut:

adalah sebagai berikut:

Memutar kunci kontak pada posisi OFF. Memutar kunci kontak pada posisi OFF. Melepas konektor 2P

Melepas konektor 2P injector injector  dan konektor dan konektor 33P ECM.

33P ECM.

Memeriksa kontinuitas antara kabel Merah Memeriksa kontinuitas antara kabel Merah Muda/Hijau pada konektor 2P

Muda/Hijau pada konektor 2P injector injector  dan dan kabel Merah Muda/Hijau pada konektor kabel Merah Muda/Hijau pada konektor

Gambar 35

Gambar 35. a) Memeriksa Kontinuitas Antara Kabel. a) Memeriksa Kontinuitas Antara Kabel Merah Muda/Hijau Konektor 2P

Merah Muda/Hijau Konektor 2P Injector  Injector  dengan dengan Kabel Merah Muda/Hijau konektor 33P ECM Kabel Merah Muda/Hijau konektor 33P ECM

(Hasilnya Keduanya Terhubung)

(Hasilnya Keduanya Terhubung), b) Memeriksa, b) Memeriksa Kontinuitas Antara Kabel Merah Muda/Hijau Kontinuitas Antara Kabel Merah Muda/Hijau Konektor 2P

Konektor 2P Injector  Injector  dengan Massa dengan Massa(Hasilnya(Hasilnya Keduanya Tidak Terhubung)

Keduanya Tidak Terhubung).. Setelah memeriksa kontinuitas pada

Setelah memeriksa kontinuitas pada injector injector ,, lalu melakukan pemeriksaan tahanan pada lalu melakukan pemeriksaan tahanan pada injector

injector(tahanan standar pada(tahanan standar padainjector injector : 10,2: 10,2

 – 

 – 11,4 Ω (2011,4 Ω (20OOC/68C/68OOF))F))..

Gambar 36

Gambar 36. Mengukur Tahanan. Mengukur Tahanan Injector  Injector  Pada Kabel Pada Kabel Hitam/Biru dengan Merah Muda/Hijau

Hitam/Biru dengan Merah Muda/Hijau(Tahanan:(Tahanan:

10,8 Ω) 10,8 Ω)..

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, dapat Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa

disimpulkan bahwa injector injector   dalam keadaan  dalam keadaan  baik.

 baik.

 33 Kedipan MIL ECM33 Kedipan MIL ECM

Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak  berkedip

 berkedip ketika ketika setelah setelah kunci kunci kontak kontak pada pada posisiposisi ON, berarti sistem dalam keadaan normal.

ON, berarti sistem dalam keadaan normal.

Jika terdapat 33 kedipan MIL, menandakan Jika terdapat 33 kedipan MIL, menandakan ECM dalam keadaan masalah. Berikut ECM dalam keadaan masalah. Berikut langkah-langkah untuk melakukan pemeriksaan ECM: langkah untuk melakukan pemeriksaan ECM:

a)

a)  b) b)

Terminal kabel Merah Terminal kabel Merah

Mud

Muda/Ha/Hii au P/G 2Pau P/G 2P Terminal kabel Merah Terminal kabel Merah Mu

Muda/da/HiHi au au GrGr/Bu /Bu 33P33P

Terminal kabel Terminal kabel Hi

Hi auau/M/Masasa a GG

Terminal kabel Terminal kabel Merah Merah Muda/Hijau (P/G) Muda/Hijau (P/G) 2P 2P Terminal kabel Terminal kabel Hitam/Biru Hitam/Biru (Bl/Bu) (Bl/Bu) (-) Terminal kabel (-) Terminal kabel Hijau/massa (G) Hijau/massa (G) (+) Terminal (+) Terminal kabel Hitam/Biru kabel Hitam/Biru (Bl/Bu) (Bl/Bu)

(16)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014, 20 JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014, 20 - 29- 29

 54 Kedipan MIL (54 Kedipan MIL (Bank Bank AnAn gle Sgle Seensor/ nsor/ BAS)BAS)

Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk Sebelum melakukan pemeriksaan, coba untuk mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak mengecek MIL terlebih dahulu. Jika MIL tidak  berkedip

 berkedip setelah setelah kunci kunci kontak kontak pada pada posisi posisi ON,ON,  berarti sistem dalam keadaan normal.

 berarti sistem dalam keadaan normal.

Gambar 38

Gambar 38. MIL Berkedip 54 Kali.. MIL Berkedip 54 Kali. Jika terdapat 54 kedipan MIL,

Jika terdapat 54 kedipan MIL, menandakan BASmenandakan BAS dalam keadaan masalah. Berikut langkah-langkah dalam keadaan masalah. Berikut langkah-langkah untuk melakukan pemeriksaan BAS:

untuk melakukan pemeriksaan BAS:

Memutar kunci kontak pada posisi OFF. Memutar kunci kontak pada posisi OFF.

Melepas konektor 3P BAS, setelah itu Melepas konektor 3P BAS, setelah itu melakukan pemeriksaan konektor yang melakukan pemeriksaan konektor yang longgar.

longgar.

Gambar 39

Gambar 39. Melepas Konektor 3P BAS.. Melepas Konektor 3P BAS. Memasang konektor 3P BAS, lalu memutar Memasang konektor 3P BAS, lalu memutar kunci kontak pada posisi ON serta memeriksa kunci kontak pada posisi ON serta memeriksa kedipan MIL (jika tidak ada kedipan kedipan MIL (jika tidak ada kedipan menandakan konektor 3P BAS dalam keadaan menandakan konektor 3P BAS dalam keadaan longgar).

longgar).

Jika masih ada 54 kedipan MIL, melakukan Jika masih ada 54 kedipan MIL, melakukan  pemeriksaan sebagai berikut:

 pemeriksaan sebagai berikut:

Melepas konektor 3P BAS mutar kunci Melepas konektor 3P BAS mutar kunci kontak pada posisi OFF.

kontak pada posisi OFF.

Memeriksa kontinuitas antara kabel Memeriksa kontinuitas antara kabel Hijau/Oranye pada konektor 3P BAS dan Hijau/Oranye pada konektor 3P BAS dan kabel Hijau/Oranye pada konektor 33P kabel Hijau/Oranye pada konektor 33P ECM, kabel Kuning/Merah pada konektor ECM, kabel Kuning/Merah pada konektor 3P BAS dan kabel Kuning/Merah pada 3P BAS dan kabel Kuning/Merah pada konektor 33P ECM

konektor 33P ECM , , kabel Merah/Biru padakabel Merah/Biru pada konektor 3P BAS dan kabel Merah/Biru konektor 3P BAS dan kabel Merah/Biru  pada

 pada konektor konektor 33P 33P ECM ECM serta serta kabelkabel

Gambar 40

Gambar 40. Memeriksa Kontinuitas Konektor 3P BAS,. Memeriksa Kontinuitas Konektor 3P BAS, 33P ECM dengan Massa

33P ECM dengan Massa(a. Hijau/Oranye(a. Hijau/Oranye –  – 

Hijau/Oranye: Kontinu, b. Kuning/Merah Hijau/Oranye: Kontinu, b. Kuning/Merah –  – 

Kuning/Merah: Kontinu, c. Merah/Biru Kuning/Merah: Kontinu, c. Merah/Biru –  – 

Merah/Biru: Kontinu, d. Hijau/Oranye

Merah/Biru: Kontinu, d. Hijau/Oranye –  –  massa: massa: Tidak Ada Hubungan, e. Kuning/Merah

Tidak Ada Hubungan, e. Kuning/Merah –  –  Massa: Massa: Tidak Ada Hubungan, f. Merah/Biru

Tidak Ada Hubungan, f. Merah/Biru –  –  Massa: Tidak Massa: Tidak Ada Hubungan)

Ada Hubungan)..

Selanjutnya melakukan pemeriksaan sebagai Selanjutnya melakukan pemeriksaan sebagai  berikut:

 berikut:

Melepas konektor 3P BAS mutar kunci Melepas konektor 3P BAS mutar kunci kontak pada posisi ON.

kontak pada posisi ON.

Mengukur tegangan yang masuk ke BAS Mengukur tegangan yang masuk ke BAS  pada

 pada sisi sisi kabel kabel bodibodi (tegangan standar(tegangan standar pada terminal kabel Kuning/Merah dan pada terminal kabel Kuning/Merah dan massa: 4,75 V

massa: 4,75 V –  –  5,25 V). 5,25 V).

Gambar 41

Gambar 41. Mengukur Tegangan. Mengukur Tegangan  Input Input BASBAS (Hasil(Hasil Tegangan: 5,02 V) Tegangan: 5,02 V).. aa Hijau/Orany Hijau/Orany e (G/O) 3P e (G/O) 3P Hijau/Orany Hijau/Orany e (G/O) 33P e (G/O) 33P Merah/Biru Merah/Biru (R/Bu) 3P (R/Bu) 3P Merah/Biru Merah/Biru (R/Bu) 33P (R/Bu) 33P  b  b Kuning/Merah Kuning/Merah (Y/R) 3P (Y/R) 3P Hijau/Massa Hijau/Massa (G) (G) ee Merah/Biru Merah/Biru (R/Bu) 3P (R/Bu) 3P Hijau/Mass Hijau/Mass a (G) a (G) f  f  cc Kuning/Merah Kuning/Merah (Y/R) 3P (Y/R) 3P Kuning/Merah Kuning/Merah (Y/R) 33P (Y/R) 33P Hijau/Massa Hijau/Massa (G) (G) Hijau/Oranye Hijau/Oranye (G/O) 3P (G/O) 3P d d (-)Terminal kabel (-)Terminal kabel Hijau/massa (G) Hijau/massa (G) (+)Terminal (+)Terminal kabel kabel Kuning/Merah Kuning/Merah (Y/R) (Y/R)

(17)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM Rancang Bangun Trainer Sistem Kelitrikan Honda Supra X 125 PGM - FI- FI

Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor  Sebagai Media Pembelajaran Praktik Sepeda Motor 

Harus diperhatikan bahwa terdapat 2 macam

Harus diperhatikan bahwa terdapat 2 macam

kedipan yang ditampilkan oleh MIL, yaitu

kedipan yang ditampilkan oleh MIL, yaitu

kedipan pendek (0,3 detik) dan kedipan panjang

kedipan pendek (0,3 detik) dan kedipan panjang

(1,3 detik). MIL berkedip pendek berarti 1 dan

(1,3 detik). MIL berkedip pendek berarti 1 dan

 berkedip

 berkedip panjang

panjang berarti

berarti 10.

10. Jika

Jika terdapat

terdapat dua

dua

atau lebih kode kegagalan yang terdeteksi maka

atau lebih kode kegagalan yang terdeteksi maka

semua kode akan dikeluarkan secara

semua kode akan dikeluarkan secara

berulang-ulang.

ulang.

Gambar 43

Gambar 43

. Cara Membaca Kedipan MIL.

. Cara Membaca Kedipan MIL.

Gambar 44

Gambar 44

.

. Cara

Cara Membaca

Membaca Kedipan

Kedipan MIL,

MIL, Jika

Jika

Terdapat Dua Atau Lebih Kode

Terdapat Dua Atau Lebih Kode

Kegagalan.

Kegagalan.

Jumlah kedipan MIL menandakan komponen

Jumlah kedipan MIL menandakan komponen

yang mengalami masalah, berikut maksud dari

yang mengalami masalah, berikut maksud dari

 jumlah

 jumlah kedipan

kedipan serta

serta kode

kode kerusakan

kerusakan pada

pada

komponen/sensor:

komponen/sensor:

sensor dan komponen PGM

sensor dan komponen PGM  – 

 –  FI dalam keadaan

 FI dalam keadaan

normal.

normal.

 SaranSaran

Trainer ini dapat dipakai sebagai media

Trainer ini dapat dipakai sebagai media

 pembela

 pembelajaran

jaran pada

pada mata

mata kuliah

kuliah Praktik

Praktik

Sepeda Motor dan Motor Kecil.

Sepeda Motor dan Motor Kecil.

Perlu dilakukan perawatan secara berkala,

Perlu dilakukan perawatan secara berkala,

agar komponen yang terdapat pada trainer

agar komponen yang terdapat pada trainer

dapat bekerja secara optimal.

dapat bekerja secara optimal.

Jika ingin mendapatkan putaran (rpm) yang

Jika ingin mendapatkan putaran (rpm) yang

optimal, disarankan untuk memakai mesin

optimal, disarankan untuk memakai mesin

Honda Supra X 125 PGM

Honda Supra X 125 PGM  – 

 –   FI aslinya,

  FI aslinya,

karena sudah sesuai dengan spesifikasi yang

karena sudah sesuai dengan spesifikasi yang

diharapkan.

diharapkan.

Untuk penggunaan motor penggerak DC

Untuk penggunaan motor penggerak DC

disarankan untuk menggunakan inverter

disarankan untuk menggunakan inverter

AC/DC yang memiliki kuat arus (ampere)

AC/DC yang memiliki kuat arus (ampere)

serta tegangan (voltase) yang tinggi agar

serta tegangan (voltase) yang tinggi agar

dapat melawan gaya magnet pada

dapat melawan gaya magnet pada alternator 

alternator ..

Dihimbau untuk menggunakan trainer dengan

Dihimbau untuk menggunakan trainer dengan

 prosedur

 prosedur yang

yang telah

telah ditetapkan

ditetapkan secara

secara urut

urut

dan benar.

dan benar.

Disarankan untuk berhati

Disarankan untuk berhati  – 

 –   hati dalam

  hati dalam

mengamati percikan bunga api pada busi

mengamati percikan bunga api pada busi

karena rangkaian kabel berada di depan

karena rangkaian kabel berada di depan

komponen (dapat menyebabkan tersengat

komponen (dapat menyebabkan tersengat

listrik tegangan tinggi). Busi bekerja jika

listrik tegangan tinggi). Busi bekerja jika

terdengar

bunyi

terdengar

bunyi

“tik-tik 

tik-tik ”,

”,

menandakan

menandakan

terdapat percikan bunga api.

terdapat percikan bunga api.

Jika mencium bau asing segera untuk

Jika mencium bau asing segera untuk

mematikan trainer, supaya tidak terjadi hal

mematikan trainer, supaya tidak terjadi hal  – 

 – 

hal yang tidak diinginkan agar dapat

hal yang tidak diinginkan agar dapat

digunakan secara terus

digunakan secara terus – 

 –  menerus.

 menerus.

Setelah melakukan praktik, diharapkan untuk

Setelah melakukan praktik, diharapkan untuk

mengosongkan tangki bahan bakar agar

mengosongkan tangki bahan bakar agar

tangki bahan bakar tidak teroksidasi hingga

tangki bahan bakar tidak teroksidasi hingga

menyebabkan korosi pada tangki bahan bakar

menyebabkan korosi pada tangki bahan bakar

serta

serta injector 

injector   tidak tersumbat oleh bahan

  tidak tersumbat oleh bahan

 bakar lam

 bakar lama yang me

a yang mengalami pengent

ngalami pengentalan.

alan.

Diharapkan untuk selalu

Referensi

Dokumen terkait

Kendala kerusakan yang terjadi pada sistem pengisian biasanya terjadi antara lain pengisian kosong (baterai kosong), tidak terjadi pengisian, sambungan kabel putus/kendur

sakelar mundur on maka lampu mundur akan menyala, apabila kunci kontak off. dan sakelar mundur on maka lampu mundur akan padam, apabila kunci

Sementara kunci kontak pada posisi "ON" Sementara kunci kontak pada posisi "ON" dan saklar starter ditekan, ukur tegangan relay dan saklar starter ditekan, ukur

Tujuan rancang bangun trainer Honda Beat FI ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja sistem PGM-FI Honda Beat FI, mengetahui komponen-komponen apa saja yang ada

Jika saklar berada di posisi OFF saat motor penggerak bekerja, arus listrik mengalir dari baterai menuju ke kunci kontak, sekering, kontak P2, P1, terminal S motor penghapus

Apabila kunci kontak diarahkan pada posisi start untuk menghidupkan engine, tahanan ballast tidak dilewati arus karena koil mendapat tegangan dari terminal “ST”

• Sewaktu memesan part pengganti untuk selang bahan bakar, selang pemakaian umum dan selang vinyl yang standard, pakailah nomor part borongan yang dicantumkan pada parts

Kata kunci : Daya, Torsi, Komsumsi Bahan Bakar Spesifik, Premium, Pertalite, Pertamax 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Motor bakar adalah mesin atau pesawat tenaga yang merupakan