• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESTORASI SISTEM PENERANGAN PADA CAR ELECTRICAL TRAINER.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RESTORASI SISTEM PENERANGAN PADA CAR ELECTRICAL TRAINER."

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT, yang telah memberikan

kekuatan lahir maupun batin sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan

tugas akhir. Penyusunan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat kelulusan

pada jenjang Diploma III pada Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas

Pendidikan Teknologi dan Kejuruan di Universitas Pendidikan Indonesia.

Penulis menyadari dalam penulisan laporan tgas akhir ini banyak kekurangan,

namun penulis berusaha untuk mengemukakan sejelas-jelasnya. Adapun

ditemukan berbagai kekurangan, hal tersebut tidak lepas dari keterbatasan penulis

sendiri. Penulis berharap semoga karya berharga ini dapat menjadi masukan yang

berguna bagi semua pihak yang memerlukannya.

Satu hal yang perlu penulis sampaikan adalah, penulis sangat berterima kasih

kepada semua pihak yang telah membantu, baik dalam pembuatan alat maupun

dalam hal penulisan laporan ini. Ucapan terima kasih ini penulis tunjukan kepada

yang terhormat :

1. Keluargaku, ibu (Wawat almh) dan ayah (Sumana) yang telah

memberikan bantuan moril, materi maupun dorongan doa yang tulus, tak

lupa kakaku yang tercinta (Ridaa Raodhlatuljannah), serta kekasihku

(Santika Sari) yang selalu memberikan semangat kepada penulis.

2. Prof. Dr. Bachtiar Hasan, ST., MSIE Selaku ketua Jurusan Pendidikan

Teknik Elektro, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas

(2)

Irfan Khairurrijaal, 2012

4. Drs. Elih Mulyana, M.Si,. selaku dosen pembimbing tugas akhir

5. Ir. Chris Timotius. K.K., MM dan Drs. Tjetje Gunawan. selaku penguji

6. Yopi Yogasmana, S.Pd yang telah membimbing dan membantu selama

pembuatan tugas akhir ini.

7. Kepada teman seperjuanganku, Dean Nyunyut, Iqbal, Yoan, Irvan

chipenk, Fajar, Alfa Acenk, Yudha. Saidila, Ilham, Obiansyah, Agung

Obud, Ujang Septian, Gilang Panjul terima kasih atas bantuannya.

8. Kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penulisan tugas akhir

ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Semoga segala bantuan yang telah diberikan dapat menjadi amal ibadah dan

mendapatkan pahala dari Alloh SWT, Amin.

Bandung , Juli 2012

(3)

DAFTAR ISI

1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 2

1.3Rumusan Masalah ... 3

1.4Pembatasan Masalah ... 3

1.5Tujuan ... 3

1.6Manfaat ... 3

1.7Sistematika Penulisan ... 4

BAB II TEORI PENUNJANG 2.1 Kelistrikan Pada Mobil ... 5

2.2 Jenis Kelistrikan Pada Mobil ... 6

2.3 Rangkaian Kelistrikan ... 9

2.4 Komponen Kelistrikan ... 13

BAB III PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT 3.1 Tujuan Perancangan ... 20

3.2 Rangkaian Instalasi ... 20

(4)

Irfan Khairurrijaal, 2012

3.2.3 Instalasi Lampu Plat Nomor ………...23

3.2.4 Instalasi Lampu Rem ………..24

3.2.5 Instalasi Lampu Mundur .………25

3.2.6 Instalasi Lampu Tanda Belok ……….26

3.3 Perancangan Alat ... 27

3.4 Tahap Perakitan ... 31

3.5 Merestorasi Alat ... 32

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS 4.1 Tujuan Pengujian ... 34

4.2 Prosedur Pengoperasian Alat ... 34

4.3 Alat Yang Digunakan Dalam Pengukuran ... 35

4.4 Pengukuran Rangkaian... 35

4.5 Metoda Pengujian... 35

4.6 Data Hasil Pengukuran ... 36

4.7 Perhitungan Sekering Dan Arus ... 36

4.8 Analisis Pengukuran ... 38

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan ... 39

5.2 Rekomendasi ... 39

DAFTAR PUSTAKA

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Instalasi penerangan pada mobil ... 9

Gambar 2.2 Rangkaian instalasi lampu kepala lampu kota dan klakson ... 10

Gambar 2.3 Rangkaian instalasi lampu berhenti dan lampu mundur ... 11

Gambar 2.4 Rangkaian instalasi tanda belok dan tanda bahaya ... 12

Gambar 2.5 Accumulator ... 13

Gambar 2.6 Sekring jenis blade dan sekring jenis cartridge ... 14

Gambar 2.7 Sakelar lampu pada mobil dan sakelar tekan ... 15

Gambar 2.8 Detail flasher dan foto flasher ... 16

Gambar 2.9 Lampu biasa dan lampu halogen ... 18

Gambar 2.10 Detail relay jenis terbuka (a), relay jenis tertutup (b) dan foto relay (c) ... 19

Gambar 3.1 Instalasi lampu kepala ... 20

Gambar 3.2 kawat pijar berada pada titik bakar ... 21

Gambar 3.3 Instalasi lampu kota ... 22

Gambar 3.4 Instalasi lampu plat nomor ... 23

Gambar 3.5 Instalasi lampu Rem ... 24

Gambar 3.6 Instalasi lampu mundur ... 25

Gambar 3.7 Instalasi lampu Tanda Belok ... 26

Gambar 3.8 Sketsa Car Electrical Trainer ... 27

Gambar 3.9 Plat lampu kepala ... 28

(6)

Irfan Khairurrijaal, 2012

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Data lampu yang terpakai ... 30

Tabel 4.1 Intensitas cahaya lampu kepala ... 36

(8)

Irfan Khairurrijaal, 2012

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah

Kendaraan baik roda dua maupun roda empat menjadi suatu kebutuhan

bagi manusia. Kendaraan digunakan oleh manusia pada siang hari maupun malam

hari. Perawatan dan perbaikan pada kendaraan harus dilakukan agar kendaraan

tersebut siap digunakan pada setiap waktu, karena kendaraan pada suatu saat akan

mengalami gangguan-gangguan atau kerusakan-kerusakan. Pengemudi

seharusnya dapat mengetahui tanda-tanda kerusakan pada kendaraan dan dapat

mengatasinya supaya terjaga keselamatan dalam berkendaraan. Menurut Wiranto

Arismunandar (1982:4) menerangkan bahwa “Banyak kerusakan pada kendaraan

dapat kita perbaiki sendiri dengan mudah apabila kita mengetahui mekanisme dan

prinsip-prinsip dasar kerja dari kendaraan, sehingga kita tidak selalau

mengirimkannya ke bengkel”.

Kendaraan merupakan gabungan dari beberapa sistem seperti sistem

kelistrikan mesin, sistem pemindah daya, sistem bahan bakar, sistem penerangan

dan lain sebagainya. Sistem penerangan pada kendaraan mempunyai peranan

penting untuk menjaga keselamatan dalam kendaraan baik siang mapun malam

hari. Sistem penerangan memberikan tanda ketika akan berbelok, memberikan

tanda ketika kendaraan tersebut mengurangi kecepatannya atau berhenti,

memberikan tanda ketika akan mundur, menerangi jalan ketika malam hari.

(9)

Lampu dapat menyala karena adanya sumber arus dan tegangan, dimana pada

kendaraan sumber tersebut adalah accu atau baterai, sehingga sistem penerangan

merupakan satu rangkaian kelistrikan. Memahami dan mengetahui prinsip-prinsip

dasar pada sistem penerangan oleh pengemudi dapat memberikan manfaat yang

sangat besar guna melaksanakan proses perawatan dan perbaikan apabila terjadi

kerusakan. Agar dapat memahami dan mengetahui prinsip-prinsip dasar sistem

penerangan diperlukan media yang dapat dengan mudah dapat dipelajari. Salah

satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah meja praktikum. Atas dasar

inilah mka peneliti mencoba merestorasi meja praktikum sistem penerangan

kendaraan supaya dapat mempermudah dalam proses pembelajaran pada sistem

penerangan yang dituangkan dalam judul “Restorasi Sistem Penerangan pada

Car Elektrical Trainer”.

1.2. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah pada Tugas Akhir ini adalah:

1. Proses perawatan dan perbaikan sistem penerangan pada

kendaraanyang harus dilakukan penulis.

2. Kerusakan pada sistem penerangan harus dapat diatasi dengan

mengetahui prisnip-prinsip dasar rangkaian kelistrikan.

3. Merestorasi meja praktikum sistem penerangan sebagai media

(10)

Irfan Khairurrijaal, 2012

1.3. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari Tugas Akhir ini adalah:

1. Bagaimana perawatan dan perbaikan pada sistem penerangan

kendaraan?

2. Bagaimana rangkaian kelistrikan sistem penerangan pada kendaraan?

1.4. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah pada Tugas Akhir ini adalah :

1. Melakukan perbaikan pada sistem penerangan kendaraan.

2. Melakukan restorasi pada meja praktikum sistem penerangan kendaraan

(Car Electrical Trainer).

1.5. Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan dari tugas akhir ini adalah:

1. Untuk mengetahui proses perbaikan pada sistem penerangan

kendaraan.

2. Untuk mengetahui proses restorasi pada model kelistrikan otomotif

pada sistem penerangan kendaraan (Car Elecrical Trainer).

1.6. Manfaat

Adapun manfaat yang dapat diambil adalah:

1. Dapat mengetahui proses perbaikan pada rangkaian kelistrikan sistem

(11)

2. Dapat mengetahui proses perbaikan pada meja praktikum sistem

penerangan kendaraan.

1.7. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan berguna untuk memperjelas urutan penulisan yang

terdapat pada laporan Tugas Akhir ini, yang terdiri dari bab I sampai dengan bab

V. Sistematika penulisan laporan Tugas Akhir ini dapat dideskripsikan sebagai

berikut:

1. Bab I yaitu tentang pendahuluan, yang meliputi; latar belakang

masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, pembatasan masalah,

tujuan, manfaat dan sistematika penulisan.

2. Bab II yaitu tentang kajian teoritis mengenai teori-teori yang

berhubungan dengan penelitian.

3. Bab III yaitu tentang prancangan dan perestorasian meja praktikum

sistem penerangan kendaraan.

4. Bab IV yaitu tentang analisis sistem penerangan kendaraan.

5. Bab V yaitu tentang kesimpulan dan rekomendasi, yang meliputi;

kesimpulan dan rekomendasi sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian

(12)

Irfan Khairurrijaal, 2012

BAB III

PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT

3.1 Tujuan Perancangan

Adapun tujuan dari perancangan alat ini adalah untuk menghasilkan suatu

model electrical trainer yang diharapkan dapat mempermudah dalam proses

pembelajaran praktikum sistem penerangan. Adapun alat yang direncanakan

dalam tugas akhir ini adalah “Restorasi Sistem Penerangan Pada Car Electrical

Trainer”.

3.2 Rangkaian Instalasi

Dalam membuat alat ini, dibutuhkan rangkaian instalasinya supaya dalam

merangkai komponen instalasi tidak terjadi kesalahan, berikut adalah gambar

instalasinya :

3.2.1. Instalasi Lampu Kepala

(13)

Adapun cara kerja sistem penerangan lampu kepala adalah sebagai berikut:

Arus listrik mengalir dari baterai ke sekering ke sakelar lampu kepala

(Low/Up) ke lampu kepala dan massa, apabila sakelar lampu kepala on maka

lampu kepala juga menyala, apabila sakelar lampu kepala off maka lampu kepala

padam.

Titik bakar/api adalah titik cahaya masuk pada reflector untuk

menghasilkan pantulan cahaya yang sejajar dan hasil cahaya yang lebih terang,

karena apabila sinar cahaya tepat didepan titik bakar maka yang terjadi pantulan

sinar tidak akan sejajar. Hubungannya dengan lampu depan/lampu kepala yaitu

supaya penerangan pada jalan lebih efektif. Filament pada lampu disimpan tepat

pada titik bakar

(14)

Irfan Khairurrijaal, 2012

3.2.2. Instalasi Lampu Kota

Gambar 3.3 Instalasi Lampu Kota

Adapun cara kerja sistem penerangan lampu kota adalah sebagai berikut:

Arus listrik mengalir dari baterai ke sekering ke sakelar lampu kota ke

lampu kepala (depan dan belakang) dan massa, apabila sakelar lampu kota on

maka lampu kota juga menyala, apabila sakelar lampu kota off maka lampu kota

(15)

3.2.3. Instalasi Lampu Plat Nomor

Gambar 3.4 Instalasi Lampu Plat Nomor

Adapun cara kerja sistem penerangan lampu plat nomor adalah sebagai berikut:

Arus listrik mengalir dari baterai ke sekering ke kunci kontak (B ke IG) ke

sakelar lampu plat nomor ke lampu plat nomor dan massa, apabila kunci kontak

on dan sakelar plat nomor on maka lampu plat nomor akan menyala, apabila kunci

kontak off dan sakelar plat nomor on maka lampu plat nomor akan padam, apabila

(16)

Irfan Khairurrijaal, 2012

3.2.4. Instalasi Lampu Rem

Gambar 3.5 Instalasi Lampu Rem

Adapun cara kerja sistem penerangan lampu rem adalah sebagai berikut:

Arus listrik mengalir dari baterai ke sekering ke kunci kontak (B ke IG) ke

sakelar lampu rem ke lampu rem dan massa, apabila kunci kontak on dan sakelar

rem on maka lampu rem akan menyala, apabila kunci kontak off dan sakelar rem

on maka lampu rem akan padam, apabila kunci kontak dan sakelar rem off maka

(17)

3.2.5. Instalasi Lampu Mundur

Gambar 3.6 Instalasi Lampu Mundur

Adapun cara kerja sistem penerangan lampu mundur adalah sebagai berikut:

Arus listrik mengalir dari baterai ke sekering ke kunci kontak (B ke IG) ke

sakelar lampu mundur ke lampu mundur dan massa, apabila kunci kontak on dan

sakelar mundur on maka lampu mundur akan menyala, apabila kunci kontak off

dan sakelar mundur on maka lampu mundur akan padam, apabila kunci kontak

(18)

Irfan Khairurrijaal, 2012

3.2.6. Instalasi Lampu Tanda Belok

Gambar 3.7 Instalasi Lampu Tanda Belok

Adapun cara kerja sistem penerangan lampu tanda belok adalah sebagai berikut:

Arus listrik mengalir dari baterai ke sekering ke kunci kontak (B ke IG) ke

flasher ke sakelar lampu tanda belok (kiri dan kanan) ke lampu tanda belok dan

massa, apabila kunci kontak on dan sakelar tanda belok (kiri dan kanan) on maka

lampu tanda belok (kiri dan kanan) akan menyala, apabila kunci kontak off dan

sakelar tanda belok on maka lampu tanda belok (kiri dan kanan) akan padam,

apabila kunci kontak dan sakelar tanda belok off maka lampu tanda belok (kiri

(19)

3.3 Perancangan Alat

Adapun perancangan alat car electrical trainer ini secara garis besar

terdiri dari meja dan sistem instalasinya.

3.3.1. Car Elektrical Trainer

Bahan trainer ini terbuat dari lempengan plat alumunium, dan rangkanya

terbuat dari pipa besi, dengan ukuran panjang : 120 cm dan lebar : 75 cm.

17,5 Cm 40 Cm 17,5 Cm

(20)

Irfan Khairurrijaal, 2012

Keterangan gambar :

1. Plat dudukan lampu kepala

2. Lampu Kepala

3. Plat dudukan sakelar kombinasi

4. Lampu induk

5. Plat dudukan lampu induk

3.3.2. Selain itu terdapat beberapa lempengan plat alumunium tambahan untuk

dudukan sistem penerangan antara lain:

1. Ukuran plat lampu kepala :

Tinggi : 30 cm

Lebar : 17,5 cm

Gambar 3.9 Plat lampu kepala

2. Lampu sein :

Tinggi : 15 cm

(21)

Gambar 3.10 Plat lampu sein

3. Plat sakelar kombinasi :

Tinggi : 20 cm

Panjang : 30 cm

(22)

Irfan Khairurrijaal, 2012

4. Plat lampu induk :

Panjang : 36 cm

Tinggi : 20 cm

Lebar : 12 cm

Gambar 3.12 Plat lampu induk

5. Data lampu

Tabel 3.1 Data lampu yang terpakai

(23)

5 Lampu

Sakelar yang digunakan ada 2 jenis, yang pertama adalah sakelar yang

ada di dekat strir, dan sakelar tekan yang ada pada dudukan sakelar

kombinasi.

7. Flasher

Menggunakan flasher seperti pada umumnya dengan tegangan 12 Volt

dan dayanya 27 Watt.

8. Sekering

Menggunakan sekering tipe blade.

9. Klakson

Menggunakan klakson pada umumnya, dengan tegangan 12 Volt.

10.Kabel

Kabel yang digunakan adalah NYAF, jenis ini merupakan kabel

serabut.

3.4 Tahap Perakitan

Dalam perakitan ini penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut ;

1. Menyediakan alat dan bahan yang diperlukan.

(24)

Irfan Khairurrijaal, 2012

3. Merangkai sistem penerangan.

4. Melakukan pengujian.

5. Melakukan pengukuran dan analisis sistem penerangan.

3.5 Merestorasi Alat

Dalam pembuatan alat tentang wiring diagram sistem penerangan pada

kendaraan setelah mempelajari rangkaian tersebut maka kita bisa langsung

merangkaikan komponen-komponen yang telah kita siapkan. Proses pembuatan

alat pada proyek akhir ini ada beberapa tahapan di antaranya :

3.5.1. Tahap pertama

Memeriksa kondisi car electrical trainer. Tujuan dari pemeriksaan ini

untuk melihat keadaan trainer apakah dalam keadaan baik atau ada kerusakan, dan

mempelajari wiring diagram sistem penerangan pada kendaraan. Adapun hasil

dari tahap pertama adalah sebagai berikut.

1. Lampu Kepala tidak ada

2. Klakson tidak nyala

3. Sekering tidak ada.

4. Pengkabelan belum komplit dan tidak rapi.

5. Battery tidak ada

Oleh karena itu, Meja car electrical trainer ini perlu direstorasi. Adapun

(25)

3.5.2. Tahap kedua

Dalam tahap kedua ini proses pembuatan instalasi kelistrikan penerangan

yaitu pemotongan kabel dan memasangkan soket penghubung. Adapun proses

pembuatan instalasi adalah sebagai berikut :

1. Menyediakan alat dan bahan yang diperlukan seperti ;

a. Tang potong

h. Solder dan timah

i. Isolasi

j. Pipa PVC 14x24 mm

k. Mur dan baud ukuran 7mm

2. Memasang mur dan baud untuk dudukan soket.

3. Menyambungkan kabel ke komponen.

4. Merangkaikan setiap komponen dari sumber sampai ke beban.

5. Memeriksa hasil rangkaian yang telah dibuat dengan menggunakan

AVO meter.

(26)

Irfan Khairurrijaal, 2012

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Kesimpulan

Setelah pembuatan alat selesai dan melakukan pengukuran terhadap alat

yang telah selesai dibuat, maka pada Tugas Akhir ini dapat ditarik suatu

kesimpulan, yaitu ada beberapa tahap cara memperbaiki meja praktikum sistem

penerangan kendaraan, yang pertama melakukan pemeriksaan selanjutnya

memasang komponen atau rangkaian yang rusak, kemudian melakukan pengujian

untuk memastikan rangakaian tersebut berjalan dengan baik. Tahap terakhir yaitu

memperbaiki meja praktikum sistem penerangan kendaraan.

Rangkaian sistem penerangan pada model kelistrikan penerangan

kendaraan ada 6 bagian, yaitu :

1. Rangkaian kelistrikan lampu kepala.

2. Rangkaian kelistrikan lampu rem.

3. Rangkaian kelistrikan lampu sein.

4. Rangkaian kelistrikan lampu mundur.

5. Rangkaian kelistrikan lampu kota.

6. Rangkaian kelistrikan plat no.

5.2 Rekomendasi

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam permbuatan alat ini yang

pertama adalah pengkabelan dalam instalasi lampu, agar memerhatikan setiap

(27)

kestandaran dari komponen yang dipakai, seperti sekering, flasher dll, karena ini

berpengaruh untuk rangkaian kelistrikan penerangan pada kendaraan agar tidak

(28)

Arismunandar W. (1982). Pedoman untuk Mencari Sumber Kerusakan, Merawat dan Menjalankan Kendaraan Bermotor. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Daryanto. (2005). Teknik Service Mobil. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Daryanto. (2004). Simbol dan Rangkaian Kelistrikan pada Mobil. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Daryanto. (2006). Dasar-dasar Teknik Mobil. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Daryanto. (2009). Teknik Otomotif. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Toyota Astra Motor. (2000). NEW STEP 1 TRAINING MANUAL. Jakarta.

Tomutius Kurnia, Chris. Handout: Instalasi Cahaya. Bandung: Universitas Pendidikan

Indonesia.

Tomutius Kurnia, Chris. Handout: Kelistrikan Otomotif. Bandung: Universitas Pendidikan

Gambar

Gambar 3.12 Plat lampu induk .......................................................................
Tabel 4.2 Perbandingan arus listrik pada sistem penerangan .......................... 38
Gambar 3.1 Instalasi Lampu Kepala
Gambar 3.2 kawat pijar berada pada titik bakar
+7

Referensi

Dokumen terkait

auto-education , dan kontekstual; (2) alat peraga papan pembagian bilangan dua angka memiliki kualitas “sangat baik” dengan skor rerata validasi produk oleh pakar

Pada gambar di bawah, sebuah konduktor PQ berada di dalam pengaruh medan magnetik (B) homogen yang arahnya menembus bidang gambar menjauhi pengamat (x)..

Based on Table 2 displaying more distribution of students whose raw score or grade for task achievement component could be predicted to be equivalent with IELTS Writing Task

Sejalan dengan ketentuan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tersebut dan untuk dapat memenuhi kebutuhan pembangunan di kawasan-kawasan tertentu di Propinsi Riau,

Lateks pekat inilah yang dipakai sebagai bahan baku dalam pembuatan

[r]

Bagi siswa/siswi yang masih melanggar ketiga kalinya akan memanggil orang tua/wali murid.. Sanksi terakhir dikonsultasikan dengan orang tua atau

Ibu Supriyati, S.E, M.Si., Ak., CA., CTA selaku dosen pembimbing skripsi yang telah membimbing, memberikan saran dan kritikan untuk memberikan semangat penulis dalam