LAPORAN PRAKERIN
LAPORAN PRAKERIN
PERAWATAN & PERBAIKAN
PERAWATAN & PERBAIKAN
SISTEM TRANSMISI MANUAL
SISTEM TRANSMISI MANUAL
DIBENGKEL PUTRA GALUH
DIBENGKEL PUTRA GALUH
Disusun Oleh: Disusun Oleh: Nama
Nama : : Ahmad Ahmad FaizFaiz Tingkat
Tingkat : : XI XI (sebelas)(sebelas) NIS
NIS : : 65126512 Program
Program Studi Studi Keahlian Keahlian : : Teknik Teknik Otomotiif Otomotiif Kopetensi
PENGESAHAN 1
PENGESAHAN 1
Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing industri pada: Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing industri pada: hari : hari : tanggal : tanggal : Sidareja, 2017 Sidareja, 2017 Mengetahui, Mengetahui, Pimpinan
Pimpinan Bengkel Bengkel Putra Putra Galuh Galuh Pembimbing Pembimbing IndustriIndustri
SUKANDAR
PENGESAHAN 1
PENGESAHAN 1
Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing industri pada: Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing industri pada: hari : hari : tanggal : tanggal : Sidareja, 2017 Sidareja, 2017 Mengetahui, Mengetahui, Pimpinan
Pimpinan Bengkel Bengkel Putra Putra Galuh Galuh Pembimbing Pembimbing IndustriIndustri
SUKANDAR
PENGESAHAN 2
PENGESAHAN 2
Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing sekolah dan disahkan Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing sekolah dan disahkan oleh Kepala SMK Tamtama 2 Sidareja pada:
oleh Kepala SMK Tamtama 2 Sidareja pada: hari : hari : tanggal : tanggal : Sidareja, 2017 Sidareja, 2017 Disetujui, Disetujui, Pembimbing
Pembimbing Prakerin Prakerin Ketua Ketua Jurusan Jurusan OtomotifOtomotif
RIDHA
RIDHA KURNIA KURNIA WIDY, WIDY, S.P.d S.P.d NASIKIN, NASIKIN, S.PdS.Pd
Mengetahui, Mengetahui,
Kepala SMK Tamtama 2 Sidareja Kepala SMK Tamtama 2 Sidareja
RUSWANTO, S.T, MM RUSWANTO, S.T, MM
MOTTO
Janganlah engkau sia siakan waktu, karena waktu adalah uang.
Kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda.
Berdo’alah karena do’a awal dari keberhasilan.
Malu bertanya sesat di jalan.
Masa yang paling indah adalah dimana kita dalam kebersamaan.
Pengalaman adalah guru yang terbaik.
Disiplin merupakan kunci utama untuk sukses.
Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin
Kegagalan adalah awal keberhasilan
Kesungguhan adalah kunci keberhasilan
Kejarlah ilmu setinggi mungkin selama hayat masih di kandung badan
Di mana ada Kemauan disitu Ada Jalan.
PERSEMBAHAN
Penulis mempersembahkan laporan ini kepada:
1. Ruswanto, ST.MM, selaku Kepala SMK TAMTAMA 2 Sidareja 2. Supriyono, S.Pd, selaku wakil Humas / DUDI
3. Ridha Kurnia Widy, S.Pd, selaku pembimbing Prakerin 4. Nasikin, S.Pd, selaku ketua jurusan Otomotif
5. Bapak dan Ibu guru atas semua ilmu yang telah diberikan. 6. Seluruh karyawan bengkel Putra Galuh
7. Orang tua yang selalu mendoakan yang terbaik.
8. Semua pihak yang telah membantu penulis, baik secara langsung maupun tidak langsung.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Esa, pengasih lagi penyayang yang sampai saat ini telah memberikan kesempatan dan kekuatan
kepada saya serta rahmat dan karunia-NYA yang telah dilimpahkan sehingga saya dapat menyelesaikan laporan praktek kerja industri di bengkel Putra Galuh yang berjudul “Sistem Transmisi”.
Laporan praktek kerja industri ini disusun dalam rangka memenuhi syarat untuk mengikuti ujian Nasional dan sebagai laporan pelaksanaan Praktek Kerja Industri tahun pelajaran 2017/ 2018
Penulis menyadari bahwa laporan praktek kerja Industri ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis dengan tulus menyampaikan terima kasih kepada :
1. Ruswanto, ST.MM, selaku Kepala SMK TAMTAMA 2 Sidareja 2. Supriyono, S.Pd, selaku wakil Humas / DUDI
3. Ridha Kurnia Widy, S.Pd, selaku pembimbinng Prakerin 4. Nasikin, S.Pd, selaku ketua jurusan Otomotif
5. Bapak dan Ibu guru atas semua ilmu yang telah diberikan. 6. Seluruh karyawan bengkel Putra Galuh
7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan Prakerin ini. Semoga laporan Prakerin ini bermanfaat bagi siapa saja yang memerlukannya.
Sidareja, September 2017
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………... i
HALAMAN PENGESAHAN……….………. ... ii
HALAMAN MOTTO……….………. ... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN……….………. ... iv
KATA PENGANTAR……… ... v
DAFTAR ISI………... vi
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Kerja Industri (Prakerin)……...……… .... 1
B. Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)……… ... 1
C. Tujuan penyusunan laporan Praktek Kerja Industri (Prakarin) .. 2
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN... 3A. Sejarah Berdirinya Bengkel Puta Galuh ... 3
B. Struktur Organisasi Bengkel Putra Galuh ... 3
C. Pengaturan Kerja……...…………... 4
D. Bidang Produksi/ Hasil Produksi……...………... 4
E. Letak Perusahaan……...……… ... 4
F. Kegiatan yang Dilakukan selama Prakerin……...……….. 4
BAB III KAJIAN TEORI ... 5
A. Pengertian Transmisi... ... 5
B. Komponen Transmisi manual... 7
BAB IV PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA ... 15
A. Membongkar dan Memasang Transmisi Manual... 15
B. Alat dan Bahan... ... 15
C. Keselamatan Kerja... .. 15
D. Langkah Kerja... ... 16
BAB V. PENUTUP ... 21
A. Kesimpulan……… ... 21
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) sebagai perwujudan kebijaksanaan dari “Link and match” dalam prosesnya dilaksanakan dalam dua tempat yaitu di sekolah dan dunia usaha atau dunia industri. Upaya ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan untuk tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Khususnya SMK Tamtama 2 Sidareja dalam mencapai tujuan relevasi dengan kebutuhan tenaga kerja.
Harapan utama dari penyelenggaraan Praktek Kerja Industri (Prakerin) tersebut adalah agar siswa dapat memilih atas kerja yang meliputi :
1. Kemampuan dalam bekerja di perusahaan. 2. Memiliki inisiatif yang luas.
3. Memiliki kuantivitas.
4. Hasil pekerjaan yang berkualitas dan benilai. 5. Disiplin dalam belajar maupun disiplin waktu. 6. Mematuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku. 7. Mengembangkan ketrampilan di dunia usaha. B. Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
1. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan ketrampilan yang membentuk kemampuan siswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.
2. Meningkatkan pengalaman siswa pada aspek-aspek usaha yang potensial dalam lapangan kerja antara lain : Struktur organisasi usaha, jenjang karier, asosiasi usaha yang potensial dalam lapangan kerja antara lain : struktur organisasi usaha, jenjang karier, asosiasi usaha, manajemen usaha dan sebagainya.
3. Meningkatkan, memperluas serta memantapkan proses penyerapan teknologi baru dari lapangan kerja ke sekolah.
4. Menumbuhkembangkan dan memantapkan sikap profesionalisme yang diperlakukan oleh siswa untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan jurusan atau bidangnya.
5. Memberikan kesempatan siswa untuk memasyarakatkan baik sebagai pekerja penerima upah (emplove) maupun pekerja mandiri (enteremer) terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja lapangan yang sedang dilaksanakan.
6. Memperoleh pendidikan dari sekolahan yang akan diterapkan di lapangan kerja industri kerja atau dunia industri atau sebaliknya.
7. Meningkatkan kemampuan ketrampilan di dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan dan maupun mengembangkan ide-ide yang bagus.
8. Memperoleh masukan dari dunia usaha yang belum diberikan dibangku sekolah tentang ketrampilan dalam bekerja maupun berorganisasi dalam berusaha.
9. Dapat menerapkan ajaran yang diberikan oleh Bapak / Ibu guru waktu di bangku sekolah di dunia industri / waktu bekerja di lapangan.
10. Mampu menyesuaikan diri dan bersikap baik atau disiplin dalam bekerja waktu masuk dan sebagainya.
C. Tujuan Penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) 1. Siswa mampu memahami dan mengembangkan pelajaran.
2. Menambah perbendaharaan perpusatakan sekolah dan menunjuang peningkatan pengetahuan siswa angkatan selanjutnya.
3. Mengumpulkan data guna keperluan sekolah dan diri sendiri.
4. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti US dan UN pada tingkat akhir. 5. Siswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah kejuruan sesuai
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
A. Sejarah berdirinya Bengkel Putra Galuh
Sejarah dari berdirinya Bengkel Putra Galuh karena ada seorang pengusaha yang ingin mempunyai sebuah usaha yang berupa bengkel mobil yang akhirnya bertemu dengan seseorang yang di anggap dapat mengelola usaha bengkel mobil kepada Bapak Sukandar , akhirnya di cari sebuah tempat yang strategis (tempat yang dekat dengan jangkauan konsumen dan dekat pula dengan tempat penjualan sepearpart mobil). Dan akhirnya di pilih sebuah tempat yang bertempat di Jln. Raya Karangpucung, KM 2, Benda.
B. Struktur organisasi Bengkel Putra Galuh
Kepala Bengkel
SUKANDAR
Pembimbing Mekanik
C. Pengaturan Jam Kerja
Jadwal pada saat mengikuti pelatihan di dunia kerja perbengkelan : Hari Masuk selama di Prakerin : Senin – Sabtu
Jam kerja : Pukul 08.00 – 17.00 (Senin s/d Sabtu) Tata tertib selama di DU / DI :
- Selama berada di dalam bengkel harus memakai pakaian wearpack.
- Dan pada saat bekerja harus meggunakan pakaian wearpack.
- Pada saat bekerja tidak di perbolehkan bercanda.
- Pada saat memperbaiki atau melepas sesuatu harus menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
D. Bidang Produksi / Hasil Produksi
Bidang yang di produksi berupa jasa service perbaikan mesin mobil, motor dan las.
E. Letak Perusahaan
Letak bengkel berada di tempat yang strategis dengan perumahan / jangkauan konsumen dan pengambilan tempat bengkel dekat dengan toko-toko penjualan spearpart. Dan letak benngkel di Jalan Raya Karangpucung KM 2,
Benda
F. Kegiatan yang dilakukan selama Prakerin
Kegiatan Prakerin pada saat berada di Bengkel adalah membantu para pekerja / para mekanik memperbaiki mobil-mobil yang di perbaiki / menyervis
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Transmisi
Transmisi pada mobil, yang disebut juga sebagai bak percepatan, adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengubah percepatan putaran. Putaran yang dimakasud adalah tenaga putar dari mesin yang disalurkan ke transmisi melalui pesawat kopling untuk disalurkan ke roda-roda penggerak dengan kecepatan putaran yang diinginkan. Percepatan atau perlambatan putaran roda-roda penggerak dapat diatur oleh transmisi atau bak percepatan karena di dalam bak percepatan itu disusun beberapa macam ukuran roda-roda gigi.
B. Komponen Transmisi Manual
1. Poros Input 2. Poros bantu 3. Poros output 4. Unit Sinkromes 5. Bantalan bola 6. Bantalan pilot 7. Gigi spidometer 8. Gigi balik
Komponen-komponen pokok kontruksi di atas masing-masing dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok bahasan, yaitu :
Poros-poros dan roda gigi transmisi Unit sinkromes
Tuas pemindah gigi
a. Poros Poros Roda Gigi Transmisi 1. Poros Input
Poros input berupa satu roda gigi tetap sebagai penggerak
Gambar Poros Input 2. Poros Bantu
Poros bantu merupakan roda-roda gigi tetap (permanent)
Gambar Poros Bantu 3. Poros Output
Poros output merupakan susunan roda gigi yang terhubung dan dapat bergeser
Gambar Poros Output
1. Dudukan bantalan
2. Dudukan kopling geser 2
3. Dudukan roda gigi bebas tingkat 3 4. Dudukan roda gigi bebas tingkat 2 5. Dudukan kopling geser 1
Gambar Poros Roda Gigi Balik 5. Bantalan-Bantalan
Untuk bantalan poros dan roda gigi ada tiga bentuk dan kegunaan, yaitu:
1) Bantalan bola dan rol yang mendukung poros-poros transmisi yang mampu menerima gaya aksial dan radial
2) Bantalan jarum, dipakai pada roda gigi bebas transmisi dengan dudukan busing, mampu menerima gaya radial dan memperkecil gesekan roda gigi terhadap poros
3) Bantalan /pilot dipakai pada poros input
Gambar Bantalan-bantalan b. Unit Sinkromes
Unit sinkromes merupakan suatu alat yang dapat mempersamakan putaran-putaran gigi-gigi transmisi pada sikap-sikap tertentu secara
otomatis. Dengan kata lain, sinkromes berfungsi menghubungkan atau memutuskan tenaga putar dari roda gigi tingkat ke poros pada kondisi putaran tidak sama.
Transmisi yang dilengkapi dengan alat sinkromes, perpindahan gigi-giginya dari sika tinggi ke sikap lebih rendah dapat dilakukan secara langsung, tidak menginjak kopling dua kali (double clutch)
1. Kontruksi Sinkromes
- Roda gigi sinkromes bertugas meneruskan tenaga/putaran dari kopling geser ke poros output.
- Kopling geser sinkromes menghubungkan roda gigi sinkromes dengan roda gigi tingkat.
- Pengunci sinkromes mencegah pergantian gigi sebelum putaran sama.
- Pegas pengunci memegang pengunci-pengunci dengan roda gig sinkromes.
- Cincin sinkromes menyesuaikan putaran unit sinkromes dengan roda gigi tingkat.
Gambar Unit Sinkromes 2. Cara Kerja Sinkromes
Ada tiga posisi kerja sinkromes, dari saat sebelum berhubungan sampai dengan sesudah berhubungan.
Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
Kopling geser digerakkan ke kanan. Pengunci mendorong cincin sinkromes kearah roda gigi tingkat. Cincin sinkromes melakukan pengereman terhadap roda gigi tingkat
b) Posisi Pengereman
Kopling geser didorong lebih jauh. Gigi kopling geser kontak dengan gig cincin sinkromes terjadi pengereman lebih keras, sampai putaran cincin sama dengan putaran roda tingkat. Pengunci mendorong lebih keras hinggan batas langkah: maksimum dan tertekan ke bawah
Gambar kerja sinkromes saat posisi pengereman c) Posisi Penyesuaian
Cincin sinkromes berputar balik sedikit akibat tekanan gigi didalam kopling geser. Kopling geser didorong lebih jauh lagi. Pengunci menjadi bebas searah putaran. Gigi kopling geser berhubungan dengan gigi cincin sinkromes.
d) Posisi Terhubung
Kopling geser didorong maksimum. Gigi kopling geser berhubungan dengan gigi penghubung roda gigi tingkat. Putaran /
tenaga roda gigi tingkat dapat diteruskan ke poros output
Gambar kerja sinkromes saat posisi penyesuaian c. Pemindah Gigi
1. Jenis Pemindah Gigi
Ada beberapa macam kontruksi pemindah gigi transmisi menurut model letak tuas pemindahnya. Tiga di antaranya yang umum dipakai adalah :
Pemindah langsung
Pemindah dari roda kemudi
Pemindah pada pengerak depan dengan transmisi melintang.
yaitu mudah perawatannya dan tidak perlu service rutin, di samping harganya yang murah.
b) Pemindah dari roda kemudi
Gambar Pemindah dari roda kemudi
Kontruksi pemindah dari roda kemudi dipakai pada kendaraan dengan transmisi yang terletak di belakang pengemudi. Kontruksi tersebut cukup rumit dan memerlukan perawatan berkala.
Perawatan berkala yang dimaksud meliputi:
Member vet pada semua bagian engsel yang bergerak
Pada jangka waktu tertentu, perlu perbaikan engsel-egsel/
sambungan-sambungannya.
c) Pemindah pada penggerak depan dengan transmisi melintang
Gambar Pemindah pada penggerak depan dengan transmisi melintang
d. Transmisi Pembagi 4 Roda
Beberapa jenis mobil, terutama jenis jeep dan forklip menggunakan penggerak empat roda. Untuk mengatur gerakan roda-roda depan dan belakang, pada system pemindah tenaga dipasang transimi pembagi empat roda (transverse). Alat itu berfungsi untuk melepas dan menghubungkan tenaga putaran terhadapa penggerak roda depan secara mekanis (selektif )
Gambar Transmisi pembagi empat roda Cara kerjanya adalah sebagai berikut :
Kopling geser menghubungkan pada posisi lambat (low)/cepat (higt). Kopling geser penghubung eksel depan penghubung eksel depan menghubung/melepas poros output transmisi pembagi ke poros penggerak eksel depan. Aliran tenaganya sebagai berikut:
e. Overdrive
Perlengkapan overdrive merupakan transmisi planet dua kecepatan yang dipasang di belakang transmisi biasa. Berfungsi untuk mempercepat putaran output transmisi.
Keuntungan pemasangan alat ini adalah sebagai berikut:
Pengaturan putaran dan momen putar lebih halus Pemakaian bahan bakar lebih irit.
Kerugian pemasangan overdrive:
1. Kontruksi
Gambar Overdrive
Perhatikan kontruksi di atas. Poros output transmisi dihubugkan dengan poros penyangga roda gigi planet (sebagai input overdrive). Poros roda gigi tabung adalah poros output overdrive
2. Cara Kerja Overdrive
a) Gigi Langsung (normal)
Gambar Overdrive dalam keadaan normal
Pegas koil menekan roda gigi mataharike kanan. Konis pengereman roda gigi matahari dan roda gigi tabung terhubung. Putaran poros penyangga roda gigi planet sama dengan putaran poros roda gigi tabung (input dan output putaranya sama)
b) Gigi Overdrive (cepat)
Tekanan hidrolis masuk di ruang A dari lubang B. Gigi matahari ditarik melawan pegas ke kiri dan konis pengereman didi matahari berhubungan dengan konis pengereman rumah transmisi.
Saat itu, roda gigi matahari bertahan (diam). Poros penyangga roda gigi planet memutar roda gigi tabung akibatnya roda gigi planet harus mengelilingi roda gigi matahari dan mempercepat putaran roda gigi tabung.
Roda gigi tabung/poros output berputar lebih cepat atau roda gigi tabung diputar satu kali dengan putaran poros penyangga ditambah satu kali perbandingan roda gigi matahari dengan roda gigi tabung.
N output = n input + n input x (z matahari)/(z tabung) Putaran input dibanding output (i) = 0,8
BAB IV
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA
A. Membongkar dan Memasang Transmisi Manual
Pada kegiatan Praktek ini membahas proses pembongkaran transmisi dari kendaraan dan proses pemasangan kembali.
B. Alat dan Bahan
Sebelum melakukan proses pembongkaran, perlu dipersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Hal ini agar waktu yang diperlukan tidak hilang karena
harus mencari alat atau perlengkapan.
Alat Bahan
1. Tool Box
2. Alat Khusus (SST) 3. Dongkrak
4. Penyangga (stand) 5 5. Alat Ukur (DTI) 6. Feeler Gauge
1. Mobil
2. Bahan Pencuci 3. Bahan Pelumas 4. Kain Pembersih
5. Rak Tempat Komponen 6. Tempat Penampung Oli
C. Keselamatan Kerja
1. Pastikan bahwa kendaraan telah ditumpu pada tempat yang sudah ditentukan dengan aman. 2
2. Jika membongkar komponen yang rumit, buatlah tanda pengenal pada bagian yang tidak mempengaruhi fungsinya untuk memudahkan pada waktu perakitan kembali.
3. Melumasi bagian-bagian sebelum merakit
4. Untuk menambah efisiensi kerja dan meningkatkan ketepatan, pergunakan alat sesuai dengan fungsinya.
D. Langkah Kerja
a. Proses pembongkaran:
1. Lepaskan terminal negative bateri, ini untuk menjaga kemungkinan terjadinya hubungan singkat saat bekerja.
2. Angkat mobil menggunakan dongkrak dan pasang jackstand tinggi pengangkatan untuk memberi ruang gerak yang leluasa bagi pekerja
maupun proses pembongkaran dan pemasangan transmisi.
3. Lepaskan karet penutup tongkat/tuas/handel pemindah gigi transmisi. Dengan melepas baut pengikatnya.
Gambar Sistem pemindah gigi pada kemudi
4. Lepaskan handel pemindah gigi transmisi, dengan melepas baut pengikatnya dan angkat keluar.
5. Lepaskan motor starter, yaitu lepas kabel-kabelnya dan baut pengikatnya.
6. Keluarkan minyak pelumas transmisi, dengan membuka baut tap, dan siapkan bak penampung minyak pelumas. Sesudah habis, pasang kembali baut tap dan singkirkan bak penampung minyak pelumas, jangan sampai tumpah. Kalau tumpah bersihkan dulu.
7. Lepaskan sambungan keporos propeller, supaya saat pemasangan tidak keliru beri tanda sebelum dilepas.
8. Lepaskan kabel speedometer dan kabel lampu mundur dari terminalnya.
9. Lepaskan kabel kopling dari tuas pembebasnya.
Gambar Melepas propeller shaft
Gambar Melepas kabel kopling
10. Lepaskan pegangan dan klem knalpot yang berhubungan dengan transmisi.
11. Pasang dongkrak transmisi dengan baik, bila perlu ikat dengan baut atau rantai yang tersedia. Hal ini untuk menghindari
12. Lepaskan mounting transmisi
13. Kendorkan baut pengikat rumah transmisi. Perhatikan apakah transmisi tetap pada posisi datar atau tidak, bila miring seperti gambar dibawah ini, maka naikkan dongkraknya.
Gambar Posisi dongkrak transmisi.
14. Bila transmisi sudah posisi datar dengan benar, maka lepaskan baut pengikat transmisi. Sekali lagi perhatikan posisi datar
transsmisi.
15. Tarik transmisi kearah belakang mobil, sampai ujung poros pirmer transmisi lepas, dan selanjutnya turunkan pelan2 dongkrak transmisi sampai diperkirakan saat ditarik keluar dari bawah mobil tidak menyangkut.
16. Turunkan transmisi dari dongkrak. b. Pemeriksaan:
1. Periksa kebocoran minyak pelumas pada seal poros input transmisi. Bila terdapat tanda-tanda kebocoran ganti seal-nya. Bocoran minyak ini disamping menyebabkan ber-kurangnya kuantitas minyak pelumas ditransmisi, juga bila kena plat kopling menyebabkan koling jadi slip. 2. Pemeriksaan kebocoran minyak pelumas juga pada seal poros engkol. 3. Pemeriksaan sambungan kabel kopling dari keausan, dan kemacetan.
bantalan pilt pada fly wheel, alur bos penghantar bantalan tekan, dan alur poros transmisi, disamping itu juga pada ujung kabel kopling.
Gambar Bagian-bagian yang diberi Vet
2. Pasanglah/naikan transmisi pada dongkrak transmisi, seperti sebelumnya posisi transmisi harus datar, khusunya poros input transmisi. Dan transmisi ikat dengan baik pada dongkrak pada posisi pada saat terpasang.
3. Masukan dongkrak dan transmisi kekolong bawah mobil.
4. Naikan dongkrak hingga poros input tepat dengan bantalan pilot.
5. Dorong transmisi pelan-pelan untuk menepatkan ujung poros input transmisi pada bantalan pilot pada fly wheel. Setelah pas, dorong kembali hingga rumah transmisi duduk dengan mudah. Pada proses ini jangan sekali-kali dipaksa-kan dengan menekan pakai baut prngikat
rumah transmisi.
6. Pasang baut pengikat dan mounting transmisi. Keraskan sesuai dengan momen pengerasan pada buku manual.
7. Pasang kembali motor starter beserta kabelnya.
8. Pasang propeller shaft sesuai dengan tanda yang dibuat.
9. Pasang kabel speedometer dan kabel mundur serta klem knalpot. 10. Isi minyak pelumas transmisi.
11. Pasang kabel kopling dan stel ketinggian dan kebebasan pedal kopling. Lihat gambar 22 berikut. Tinggi pedal = 150,8 mm, dan kebebasannya = 20-35 mm.
Gambar Penyetelan pedal kopling
12. Pasang handel pemindah gigi transmisi beserta karet penutupnya. 13. Turunkan kendaraan dari jack stand.
14. Hidupkan mobil, cobalah penyetelan kopling dan kerja transmisi. 15. Bersihkan alat dan perlengkapan yang dipergunakan.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah saya mengamati kembali apa-apa yang sudah saya tulis dalam laporan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Prakerin sangat berguna bagi siawa untuk menambah pandangan wawasan, pengetahuan dan pengalaman kerja serta keterampilan yang nyata dalam
dunia kerja maupun usaha.
2. Dengan PRAKERIN diharaukan cara berpikir siswa dapat lebih luas menganai kegiatan atau pekerjaan dalam bidan otomotif serta dapat bersikap lebih dewasa dan mandiri.
3. Program pelaksanaan Praktek Kerja Industry sangat tepat bagi siswa SMK untuk menambah pengalaman dan keterampilan kerja dibidang Teknik Mekanik Otomotif khususnya.
4. Dengan diadakannya PSG peserta dapat memperoleh pengukuran kerja dilapangan dan memperoleh pengetahuan khususnya dalam bidang praktek. B. Saran
Untuk mendukung terlaksananya program praktek kerja industry (prakerin ) yang akan dating maka dengan ini penulis memberikan saran yang sekiranya dapat di pertimbangkan antaralain:
1. Saran untuk sekolah
Dalam hal ini penulis menyarankan kepada guru mata diklat otomotif , agar ilmu – ilmu keteknikan yang akan di ajarkan harus di imbangidengan praktek dan peralatan yang mendukung sehigga pada saat pelaksanaan praktek siswa tidak merasa canggung lag iatau bersikap pasif dalam
melakukan pekerjaan-pekerjaan di dunia usaha/industry. 2. Saran untuk perusahaan
Untuk lebih memper dalam pengalaman siswa, hendaknya perusaan memberikan pekerjaan yang sekiranya dapat dilakukan oleh siswa, hal ini
dilakukan dengan pengawasan dari pada pembimbing untuk menghindari terjadinya kesalahan dalambekerja dan untuk menghindari kecelakaan kerja. 3. Pada saat bekerja gunakanlah alat-alat dengan baik
- Patuhilah tata tertib yang telah dibuat oleh suatu bengkel atau tempat kerja.
- Bertanggung jawablah sepenuhnya pada pekerjaan yang dilakukan hingga pekerjaan selesai.