• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Prakerin sistem Transmisi mobil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Prakerin sistem Transmisi mobil"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKERIN

LAPORAN PRAKERIN

PERAWATAN & PERBAIKAN

PERAWATAN & PERBAIKAN

SISTEM TRANSMISI MANUAL

SISTEM TRANSMISI MANUAL

DIBENGKEL PUTRA GALUH

DIBENGKEL PUTRA GALUH

Disusun Oleh: Disusun Oleh: Nama

Nama : : Ahmad Ahmad FaizFaiz Tingkat

Tingkat : : XI XI (sebelas)(sebelas) NIS

NIS : : 65126512 Program

Program Studi Studi Keahlian Keahlian : : Teknik Teknik Otomotiif Otomotiif  Kopetensi

(2)

PENGESAHAN 1

PENGESAHAN 1

Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing industri pada: Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing industri pada: hari : hari : tanggal : tanggal : Sidareja, 2017 Sidareja, 2017 Mengetahui, Mengetahui, Pimpinan

Pimpinan Bengkel Bengkel Putra Putra Galuh Galuh Pembimbing Pembimbing IndustriIndustri

SUKANDAR

(3)

PENGESAHAN 1

PENGESAHAN 1

Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing industri pada: Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing industri pada: hari : hari : tanggal : tanggal : Sidareja, 2017 Sidareja, 2017 Mengetahui, Mengetahui, Pimpinan

Pimpinan Bengkel Bengkel Putra Putra Galuh Galuh Pembimbing Pembimbing IndustriIndustri

SUKANDAR

(4)

PENGESAHAN 2

PENGESAHAN 2

Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing sekolah dan disahkan Laporan prakerin ini telah disetujui oleh pembimbing sekolah dan disahkan oleh Kepala SMK Tamtama 2 Sidareja pada:

oleh Kepala SMK Tamtama 2 Sidareja pada: hari : hari : tanggal : tanggal : Sidareja, 2017 Sidareja, 2017 Disetujui, Disetujui, Pembimbing

Pembimbing Prakerin Prakerin Ketua Ketua Jurusan Jurusan OtomotifOtomotif

RIDHA

RIDHA KURNIA KURNIA WIDY, WIDY, S.P.d S.P.d NASIKIN, NASIKIN, S.PdS.Pd

Mengetahui, Mengetahui,

Kepala SMK Tamtama 2 Sidareja Kepala SMK Tamtama 2 Sidareja

RUSWANTO, S.T, MM RUSWANTO, S.T, MM

(5)

MOTTO

 Janganlah engkau sia siakan waktu, karena waktu adalah uang.

 Kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda.

 Berdo’alah karena do’a awal dari keberhasilan.

 Malu bertanya sesat di jalan.

 Masa yang paling indah adalah dimana kita dalam kebersamaan.

 Pengalaman adalah guru yang terbaik.

 Disiplin merupakan kunci utama untuk sukses.

 Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin

 Kegagalan adalah awal keberhasilan

 Kesungguhan adalah kunci keberhasilan

 Kejarlah ilmu setinggi mungkin selama hayat masih di kandung badan

 Di mana ada Kemauan disitu Ada Jalan.

(6)

PERSEMBAHAN

Penulis mempersembahkan laporan ini kepada:

1. Ruswanto, ST.MM, selaku Kepala SMK TAMTAMA 2 Sidareja 2. Supriyono, S.Pd, selaku wakil Humas / DUDI

3. Ridha Kurnia Widy, S.Pd, selaku pembimbing Prakerin 4.  Nasikin, S.Pd, selaku ketua jurusan Otomotif

5. Bapak dan Ibu guru atas semua ilmu yang telah diberikan. 6. Seluruh karyawan bengkel Putra Galuh

7. Orang tua yang selalu mendoakan yang terbaik.

8. Semua pihak yang telah membantu penulis, baik secara langsung maupun tidak langsung.

(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Esa, pengasih lagi  penyayang yang sampai saat ini telah memberikan kesempatan dan kekuatan

kepada saya serta rahmat dan karunia-NYA yang telah dilimpahkan sehingga saya dapat menyelesaikan laporan praktek kerja industri di bengkel Putra Galuh yang  berjudul “Sistem Transmisi”.

Laporan praktek kerja industri ini disusun dalam rangka memenuhi syarat untuk mengikuti ujian Nasional dan sebagai laporan pelaksanaan Praktek Kerja Industri tahun pelajaran 2017/ 2018

Penulis menyadari bahwa laporan praktek kerja Industri ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis dengan tulus menyampaikan terima kasih kepada :

1. Ruswanto, ST.MM, selaku Kepala SMK TAMTAMA 2 Sidareja 2. Supriyono, S.Pd, selaku wakil Humas / DUDI

3. Ridha Kurnia Widy, S.Pd, selaku pembimbinng Prakerin 4.  Nasikin, S.Pd, selaku ketua jurusan Otomotif

5. Bapak dan Ibu guru atas semua ilmu yang telah diberikan. 6. Seluruh karyawan bengkel Putra Galuh

7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan Prakerin ini. Semoga laporan Prakerin ini bermanfaat bagi siapa saja yang memerlukannya.

Sidareja, September 2017

(8)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………... i

HALAMAN PENGESAHAN……….………. ... ii

HALAMAN MOTTO……….………. ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN……….………. ... iv

KATA PENGANTAR……… ... v

DAFTAR ISI………... vi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Kerja Industri (Prakerin)……...……… .... 1

B. Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)……… ... 1

C. Tujuan penyusunan laporan Praktek Kerja Industri (Prakarin) .. 2

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN... 3

A. Sejarah Berdirinya Bengkel Puta Galuh ... 3

B. Struktur Organisasi Bengkel Putra Galuh ... 3

C. Pengaturan Kerja……...…………... 4

D. Bidang Produksi/ Hasil Produksi……...………... 4

E. Letak Perusahaan……...……… ... 4

F. Kegiatan yang Dilakukan selama Prakerin……...……….. 4

BAB III KAJIAN TEORI ... 5

A. Pengertian Transmisi... ... 5

B. Komponen Transmisi manual... 7

BAB IV PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA ... 15

A. Membongkar dan Memasang Transmisi Manual... 15

B. Alat dan Bahan... ... 15

C. Keselamatan Kerja... .. 15

D. Langkah Kerja... ... 16

BAB V. PENUTUP ... 21

A. Kesimpulan……… ... 21

(9)
(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Praktek Kerja Industri (Prakerin)

Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) sebagai perwujudan kebijaksanaan dari “Link and match” dalam prosesnya dilaksanakan dalam dua tempat yaitu di sekolah dan dunia usaha atau dunia industri. Upaya ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan untuk tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Khususnya SMK Tamtama 2 Sidareja dalam mencapai tujuan relevasi dengan kebutuhan tenaga kerja.

Harapan utama dari penyelenggaraan Praktek Kerja Industri (Prakerin) tersebut adalah agar siswa dapat memilih atas kerja yang meliputi :

1. Kemampuan dalam bekerja di perusahaan. 2. Memiliki inisiatif yang luas.

3. Memiliki kuantivitas.

4. Hasil pekerjaan yang berkualitas dan benilai. 5. Disiplin dalam belajar maupun disiplin waktu. 6. Mematuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku. 7. Mengembangkan ketrampilan di dunia usaha. B. Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)

1. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan ketrampilan yang membentuk kemampuan siswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

2. Meningkatkan pengalaman siswa pada aspek-aspek usaha yang potensial dalam lapangan kerja antara lain : Struktur organisasi usaha, jenjang karier, asosiasi usaha yang potensial dalam lapangan kerja antara lain : struktur organisasi usaha, jenjang karier, asosiasi usaha, manajemen usaha dan sebagainya.

3. Meningkatkan, memperluas serta memantapkan proses penyerapan teknologi baru dari lapangan kerja ke sekolah.

(11)

4. Menumbuhkembangkan dan memantapkan sikap profesionalisme yang diperlakukan oleh siswa untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan  jurusan atau bidangnya.

5. Memberikan kesempatan siswa untuk memasyarakatkan baik sebagai  pekerja penerima upah (emplove) maupun pekerja mandiri (enteremer) terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja lapangan yang sedang dilaksanakan.

6. Memperoleh pendidikan dari sekolahan yang akan diterapkan di lapangan kerja industri kerja atau dunia industri atau sebaliknya.

7. Meningkatkan kemampuan ketrampilan di dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan dan maupun mengembangkan ide-ide yang bagus.

8. Memperoleh masukan dari dunia usaha yang belum diberikan dibangku sekolah tentang ketrampilan dalam bekerja maupun berorganisasi dalam  berusaha.

9. Dapat menerapkan ajaran yang diberikan oleh Bapak / Ibu guru waktu di  bangku sekolah di dunia industri / waktu bekerja di lapangan.

10. Mampu menyesuaikan diri dan bersikap baik atau disiplin dalam bekerja waktu masuk dan sebagainya.

C. Tujuan Penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) 1. Siswa mampu memahami dan mengembangkan pelajaran.

2. Menambah perbendaharaan perpusatakan sekolah dan menunjuang  peningkatan pengetahuan siswa angkatan selanjutnya.

3. Mengumpulkan data guna keperluan sekolah dan diri sendiri.

4. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti US dan UN pada tingkat akhir. 5. Siswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah kejuruan sesuai

(12)

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

A. Sejarah berdirinya Bengkel Putra Galuh

Sejarah dari berdirinya Bengkel Putra Galuh karena ada seorang pengusaha yang ingin mempunyai sebuah usaha yang berupa bengkel mobil yang akhirnya  bertemu dengan seseorang yang di anggap dapat mengelola usaha bengkel mobil kepada Bapak Sukandar , akhirnya di cari sebuah tempat yang strategis (tempat yang dekat dengan jangkauan konsumen dan dekat pula dengan tempat  penjualan sepearpart mobil). Dan akhirnya di pilih sebuah tempat yang  bertempat di Jln. Raya Karangpucung, KM 2, Benda.

B. Struktur organisasi Bengkel Putra Galuh

Kepala Bengkel

SUKANDAR

Pembimbing Mekanik

(13)

C. Pengaturan Jam Kerja

Jadwal pada saat mengikuti pelatihan di dunia kerja perbengkelan : Hari Masuk selama di Prakerin : Senin –  Sabtu

Jam kerja : Pukul 08.00 –  17.00 (Senin s/d Sabtu) Tata tertib selama di DU / DI :

- Selama berada di dalam bengkel harus memakai pakaian wearpack.

- Dan pada saat bekerja harus meggunakan  pakaian wearpack.

- Pada saat bekerja tidak di perbolehkan  bercanda.

- Pada saat memperbaiki atau melepas sesuatu harus menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.

D. Bidang Produksi / Hasil Produksi

Bidang yang di produksi berupa jasa service perbaikan mesin mobil, motor dan las.

E. Letak Perusahaan

Letak bengkel berada di tempat yang strategis dengan perumahan /  jangkauan konsumen dan pengambilan tempat bengkel dekat dengan toko-toko  penjualan spearpart. Dan letak benngkel di Jalan Raya Karangpucung KM 2,

Benda

F. Kegiatan yang dilakukan selama Prakerin

Kegiatan Prakerin pada saat berada di Bengkel adalah membantu para  pekerja / para mekanik memperbaiki mobil-mobil yang di perbaiki / menyervis

(14)

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Pengertian Transmisi

Transmisi pada mobil, yang disebut juga sebagai bak percepatan, adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengubah percepatan putaran. Putaran yang dimakasud adalah tenaga putar dari mesin yang disalurkan ke transmisi melalui  pesawat kopling untuk disalurkan ke roda-roda penggerak dengan kecepatan  putaran yang diinginkan. Percepatan atau perlambatan putaran roda-roda  penggerak dapat diatur oleh transmisi atau bak percepatan karena di dalam bak  percepatan itu disusun beberapa macam ukuran roda-roda gigi.

B. Komponen Transmisi Manual

1. Poros Input  2. Poros bantu 3. Poros output  4. Unit Sinkromes 5. Bantalan bola 6. Bantalan pilot 7. Gigi spidometer 8. Gigi balik

Komponen-komponen pokok kontruksi di atas masing-masing dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok bahasan, yaitu :

 Poros-poros dan roda gigi transmisi  Unit sinkromes

 Tuas pemindah gigi

a. Poros Poros Roda Gigi Transmisi 1. Poros Input

(15)

Poros input  berupa satu roda gigi tetap sebagai penggerak

Gambar Poros Input 2. Poros Bantu

Poros bantu merupakan roda-roda gigi tetap (permanent)

Gambar Poros Bantu 3. Poros Output

Poros output merupakan susunan roda gigi yang terhubung dan dapat  bergeser

Gambar Poros Output

1. Dudukan bantalan

2. Dudukan kopling geser 2

3. Dudukan roda gigi bebas tingkat 3 4. Dudukan roda gigi bebas tingkat 2 5. Dudukan kopling geser 1

(16)

Gambar Poros Roda Gigi Balik 5. Bantalan-Bantalan

Untuk bantalan poros dan roda gigi ada tiga bentuk dan kegunaan, yaitu:

1) Bantalan bola dan rol yang mendukung poros-poros transmisi yang mampu menerima gaya aksial dan radial

2) Bantalan jarum, dipakai pada roda gigi bebas transmisi dengan dudukan busing, mampu menerima gaya radial dan memperkecil gesekan roda gigi terhadap poros

3) Bantalan /pilot dipakai pada poros input

Gambar Bantalan-bantalan  b. Unit Sinkromes

Unit sinkromes merupakan suatu alat yang dapat mempersamakan  putaran-putaran gigi-gigi transmisi pada sikap-sikap tertentu secara

otomatis. Dengan kata lain, sinkromes berfungsi menghubungkan atau memutuskan tenaga putar dari roda gigi tingkat ke poros pada kondisi  putaran tidak sama.

Transmisi yang dilengkapi dengan alat sinkromes, perpindahan gigi-giginya dari sika tinggi ke sikap lebih rendah dapat dilakukan secara langsung, tidak menginjak kopling dua kali (double clutch)

(17)

1. Kontruksi Sinkromes

- Roda gigi sinkromes bertugas meneruskan tenaga/putaran dari kopling geser ke poros output.

- Kopling geser sinkromes menghubungkan roda gigi sinkromes dengan roda gigi tingkat.

- Pengunci sinkromes mencegah pergantian gigi sebelum putaran sama.

- Pegas pengunci memegang pengunci-pengunci dengan roda gig sinkromes.

- Cincin sinkromes menyesuaikan putaran unit sinkromes dengan roda gigi tingkat.

Gambar Unit Sinkromes 2. Cara Kerja Sinkromes

(18)

Ada tiga posisi kerja sinkromes, dari saat sebelum  berhubungan sampai dengan sesudah berhubungan.

Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:

Kopling geser digerakkan ke kanan. Pengunci mendorong cincin sinkromes kearah roda gigi tingkat. Cincin sinkromes melakukan pengereman terhadap roda gigi tingkat

 b) Posisi Pengereman

Kopling geser didorong lebih jauh. Gigi kopling geser kontak dengan gig cincin sinkromes terjadi pengereman lebih keras, sampai putaran cincin sama dengan putaran roda tingkat. Pengunci mendorong lebih keras hinggan batas langkah: maksimum dan tertekan ke bawah

Gambar kerja sinkromes saat posisi pengereman c) Posisi Penyesuaian

Cincin sinkromes berputar balik sedikit akibat tekanan gigi didalam kopling geser. Kopling geser didorong lebih jauh lagi. Pengunci menjadi bebas searah putaran. Gigi kopling geser  berhubungan dengan gigi cincin sinkromes.

(19)

d) Posisi Terhubung

Kopling geser didorong maksimum. Gigi kopling geser  berhubungan dengan gigi penghubung roda gigi tingkat. Putaran /

tenaga roda gigi tingkat dapat diteruskan ke poros output

Gambar kerja sinkromes saat posisi penyesuaian c. Pemindah Gigi

1. Jenis Pemindah Gigi

Ada beberapa macam kontruksi pemindah gigi transmisi menurut model letak tuas pemindahnya. Tiga di antaranya yang umum dipakai adalah :

 Pemindah langsung

 Pemindah dari roda kemudi

 Pemindah pada pengerak depan dengan transmisi melintang.

(20)

yaitu mudah perawatannya dan tidak perlu service rutin, di samping harganya yang murah.

b) Pemindah dari roda kemudi

Gambar Pemindah dari roda kemudi

Kontruksi pemindah dari roda kemudi dipakai pada kendaraan dengan transmisi yang terletak di belakang pengemudi. Kontruksi tersebut cukup rumit dan memerlukan perawatan berkala.

Perawatan berkala yang dimaksud meliputi:

 Member vet pada semua bagian engsel yang bergerak 

 Pada jangka waktu tertentu, perlu perbaikan engsel-egsel/

sambungan-sambungannya.

c) Pemindah pada penggerak depan dengan transmisi melintang

Gambar Pemindah pada penggerak depan dengan transmisi melintang

(21)

d. Transmisi Pembagi 4 Roda

Beberapa jenis mobil, terutama jenis jeep dan forklip menggunakan  penggerak empat roda. Untuk mengatur gerakan roda-roda depan dan  belakang, pada system pemindah tenaga dipasang transimi pembagi empat roda (transverse). Alat itu berfungsi untuk melepas dan menghubungkan tenaga putaran terhadapa penggerak roda depan secara mekanis (selektif )

Gambar Transmisi pembagi empat roda Cara kerjanya adalah sebagai berikut :

Kopling geser menghubungkan pada posisi lambat (low)/cepat (higt). Kopling geser penghubung eksel depan penghubung eksel depan menghubung/melepas poros output transmisi pembagi ke poros penggerak eksel depan. Aliran tenaganya sebagai berikut:

e. Overdrive

Perlengkapan overdrive merupakan transmisi planet dua kecepatan yang dipasang di belakang transmisi biasa. Berfungsi untuk mempercepat  putaran output transmisi.

Keuntungan pemasangan alat ini adalah sebagai berikut:

 Pengaturan putaran dan momen putar lebih halus  Pemakaian bahan bakar lebih irit.

Kerugian pemasangan overdrive:

(22)

1. Kontruksi

Gambar Overdrive

Perhatikan kontruksi di atas. Poros output transmisi dihubugkan dengan poros penyangga roda gigi planet (sebagai input overdrive). Poros roda gigi tabung adalah poros output overdrive

2. Cara Kerja Overdrive

a) Gigi Langsung (normal)

Gambar Overdrive dalam keadaan normal

Pegas koil menekan roda gigi mataharike kanan. Konis  pengereman roda gigi matahari dan roda gigi tabung terhubung. Putaran poros penyangga roda gigi planet sama dengan putaran  poros roda gigi tabung (input dan output putaranya sama)

 b) Gigi Overdrive (cepat)

Tekanan hidrolis masuk di ruang A dari lubang B. Gigi matahari ditarik melawan pegas ke kiri dan konis pengereman didi matahari berhubungan dengan konis pengereman rumah transmisi.

(23)

Saat itu, roda gigi matahari bertahan (diam). Poros penyangga roda gigi planet memutar roda gigi tabung akibatnya roda gigi planet harus mengelilingi roda gigi matahari dan mempercepat putaran roda gigi tabung.

Roda gigi tabung/poros output berputar lebih cepat atau roda gigi tabung diputar satu kali dengan putaran poros penyangga ditambah satu kali perbandingan roda gigi matahari dengan roda gigi tabung.

 N output = n input + n input x (z matahari)/(z tabung) Putaran input dibanding output (i) = 0,8

(24)

BAB IV

PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA

A. Membongkar dan Memasang Transmisi Manual

Pada kegiatan Praktek ini membahas proses pembongkaran transmisi dari kendaraan dan proses pemasangan kembali.

B. Alat dan Bahan

Sebelum melakukan proses pembongkaran, perlu dipersiapkan alat dan  bahan yang diperlukan. Hal ini agar waktu yang diperlukan tidak hilang karena

harus mencari alat atau perlengkapan.

Alat Bahan

1. Tool Box

2. Alat Khusus (SST) 3. Dongkrak

4. Penyangga (stand) 5 5. Alat Ukur (DTI) 6. Feeler Gauge

1. Mobil

2. Bahan Pencuci 3. Bahan Pelumas 4. Kain Pembersih

5. Rak Tempat Komponen 6. Tempat Penampung Oli

C. Keselamatan Kerja

1. Pastikan bahwa kendaraan telah ditumpu pada tempat yang sudah ditentukan dengan aman. 2

2. Jika membongkar komponen yang rumit, buatlah tanda pengenal pada  bagian yang tidak mempengaruhi fungsinya untuk memudahkan pada waktu  perakitan kembali.

3. Melumasi bagian-bagian sebelum merakit

4. Untuk menambah efisiensi kerja dan meningkatkan ketepatan, pergunakan alat sesuai dengan fungsinya.

(25)

D. Langkah Kerja

a. Proses pembongkaran:

1. Lepaskan terminal negative bateri, ini untuk menjaga kemungkinan terjadinya hubungan singkat saat bekerja.

2. Angkat mobil menggunakan dongkrak dan pasang jackstand tinggi  pengangkatan untuk memberi ruang gerak yang leluasa bagi pekerja

maupun proses pembongkaran dan pemasangan transmisi.

3. Lepaskan karet penutup tongkat/tuas/handel pemindah gigi transmisi. Dengan melepas baut pengikatnya.

Gambar Sistem pemindah gigi pada kemudi

4. Lepaskan handel pemindah gigi transmisi, dengan melepas baut  pengikatnya dan angkat keluar.

(26)

5. Lepaskan motor starter, yaitu lepas kabel-kabelnya dan baut  pengikatnya.

6. Keluarkan minyak pelumas transmisi, dengan membuka baut tap, dan siapkan bak penampung minyak pelumas. Sesudah habis, pasang kembali baut tap dan singkirkan bak penampung minyak pelumas, jangan sampai tumpah. Kalau tumpah  bersihkan dulu.

7. Lepaskan sambungan keporos propeller, supaya saat  pemasangan tidak keliru beri tanda sebelum dilepas.

8. Lepaskan kabel speedometer dan kabel lampu mundur dari terminalnya.

9. Lepaskan kabel kopling dari tuas pembebasnya.

Gambar Melepas propeller shaft

Gambar Melepas kabel kopling

10. Lepaskan pegangan dan klem knalpot yang berhubungan dengan transmisi.

11. Pasang dongkrak transmisi dengan baik, bila perlu ikat dengan  baut atau rantai yang tersedia. Hal ini untuk menghindari

(27)

12. Lepaskan mounting transmisi

13. Kendorkan baut pengikat rumah transmisi. Perhatikan apakah transmisi tetap pada posisi datar atau tidak, bila miring seperti gambar dibawah ini, maka naikkan dongkraknya.

Gambar Posisi dongkrak transmisi.

14. Bila transmisi sudah posisi datar dengan benar, maka lepaskan  baut pengikat transmisi. Sekali lagi perhatikan posisi datar

transsmisi.

15. Tarik transmisi kearah belakang mobil, sampai ujung poros  pirmer transmisi lepas, dan selanjutnya turunkan pelan2 dongkrak transmisi sampai diperkirakan saat ditarik keluar dari  bawah mobil tidak menyangkut.

16. Turunkan transmisi dari dongkrak.  b. Pemeriksaan:

1. Periksa kebocoran minyak pelumas pada seal poros input transmisi. Bila terdapat tanda-tanda kebocoran ganti seal-nya. Bocoran minyak ini disamping menyebabkan ber-kurangnya kuantitas minyak pelumas ditransmisi, juga bila kena plat kopling menyebabkan koling jadi slip. 2. Pemeriksaan kebocoran minyak pelumas juga pada seal poros engkol. 3. Pemeriksaan sambungan kabel kopling dari keausan, dan kemacetan.

(28)

 bantalan pilt pada fly wheel, alur bos penghantar bantalan tekan, dan alur poros transmisi, disamping itu juga pada ujung kabel kopling.

Gambar Bagian-bagian yang diberi Vet 

2. Pasanglah/naikan transmisi pada dongkrak transmisi, seperti sebelumnya posisi transmisi harus datar, khusunya poros input transmisi. Dan transmisi ikat dengan baik pada dongkrak pada posisi  pada saat terpasang.

3. Masukan dongkrak dan transmisi kekolong bawah mobil.

4.  Naikan dongkrak hingga poros input tepat dengan bantalan pilot.

5. Dorong transmisi pelan-pelan untuk menepatkan ujung poros input transmisi pada bantalan pilot pada fly wheel. Setelah pas, dorong kembali hingga rumah transmisi duduk dengan mudah. Pada proses ini  jangan sekali-kali dipaksa-kan dengan menekan pakai baut prngikat

rumah transmisi.

6. Pasang baut pengikat dan mounting transmisi. Keraskan sesuai dengan momen pengerasan pada buku manual.

7. Pasang kembali motor starter beserta kabelnya.

8. Pasang propeller shaft sesuai dengan tanda yang dibuat.

9. Pasang kabel speedometer dan kabel mundur serta klem knalpot. 10. Isi minyak pelumas transmisi.

11. Pasang kabel kopling dan stel ketinggian dan kebebasan pedal kopling. Lihat gambar 22 berikut. Tinggi pedal = 150,8 mm, dan kebebasannya = 20-35 mm.

(29)

Gambar Penyetelan pedal kopling

12. Pasang handel pemindah gigi transmisi beserta karet penutupnya. 13. Turunkan kendaraan dari jack stand.

14. Hidupkan mobil, cobalah penyetelan kopling dan kerja transmisi. 15. Bersihkan alat dan perlengkapan yang dipergunakan.

(30)

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah saya mengamati kembali apa-apa yang sudah saya tulis dalam laporan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Prakerin sangat berguna bagi siawa untuk menambah pandangan wawasan,  pengetahuan dan pengalaman kerja serta keterampilan yang nyata dalam

dunia kerja maupun usaha.

2. Dengan PRAKERIN diharaukan cara berpikir siswa dapat lebih luas menganai kegiatan atau pekerjaan dalam bidan otomotif serta dapat  bersikap lebih dewasa dan mandiri.

3. Program pelaksanaan Praktek Kerja Industry sangat tepat bagi siswa SMK untuk menambah pengalaman dan keterampilan kerja dibidang Teknik Mekanik Otomotif khususnya.

4. Dengan diadakannya PSG peserta dapat memperoleh pengukuran kerja dilapangan dan memperoleh pengetahuan khususnya dalam bidang praktek. B. Saran

Untuk mendukung terlaksananya program praktek kerja industry (prakerin ) yang akan dating maka dengan ini penulis memberikan saran yang sekiranya dapat di pertimbangkan antaralain:

1. Saran untuk sekolah

Dalam hal ini penulis menyarankan kepada guru mata diklat otomotif , agar ilmu  – ilmu keteknikan yang akan di ajarkan harus di imbangidengan  praktek dan peralatan yang mendukung sehigga pada saat pelaksanaan  praktek siswa tidak merasa canggung lag iatau bersikap pasif dalam

melakukan pekerjaan-pekerjaan di dunia usaha/industry. 2. Saran untuk perusahaan

Untuk lebih memper dalam pengalaman siswa, hendaknya perusaan memberikan pekerjaan yang sekiranya dapat dilakukan oleh siswa, hal ini

(31)

dilakukan dengan pengawasan dari pada pembimbing untuk menghindari terjadinya kesalahan dalambekerja dan untuk menghindari kecelakaan kerja. 3. Pada saat bekerja gunakanlah alat-alat dengan baik

- Patuhilah tata tertib yang telah dibuat oleh suatu bengkel atau tempat kerja.

- Bertanggung jawablah sepenuhnya pada pekerjaan yang dilakukan hingga pekerjaan selesai.

Gambar

Gambar Poros Input 2. Poros Bantu
Gambar Poros Roda Gigi Balik 5. Bantalan-Bantalan
Gambar Unit Sinkromes 2. Cara Kerja Sinkromes
Gambar kerja sinkromes saat posisi  penyesuaian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Rumah tempat poros output untuk roda gigi counter over driver gear, dan reverse idle gear shaft agar selalu dapat berputar dan tidak menyebar gigi transmisi dan

mobil bahan bakar etanol adalah transmisi manual penggerak roda depan motor.. melintang jenis roda gigi syncromesh dengan 5 kecepatan maju dan 1 gigi

Dengan planetary carrier diam, ketika roda gigi matahari berputar searah jarum jam, roda gigi pinion idle dan roda gigi cincin digerakkan dalam arah

Dengan planetary carrier diam, ketika roda gigi matahari berputar searah jarum jam, roda gigi pinion idle dan roda gigi cincin digerakkan dalam arah

c) Menggunakan tuas magnetik, lepas bola pengunci. Lepas penahan bantalan belakang poros output dengan bantalannya, roda gigi-1, dua bantalan rol jarum, luncuran dalam, dan

Hntuk mendapatkan perbandi)ngan putaran sesuai yang diinginkan pada sistem transmisi otomatis de)ngan roda gigi planet dilakukan de)ngan cara mengerem atau meng)kopel

Untuk perancangan sistem transmisi meliputi roda gigi miring, poros transmisi, bantalan, dan spline dilakukan berdasarkan teori elemen mesin sedangkan untuk analisis dilakukan

Pada gigi 2, poros output akan berputar 1x penuh jika poros input berputar sebanyak 2,24 x putaran -Perbandingan gigi percepatan 3 45/27 x 27/31=1,3 Pada gigi 3, poros output akan