• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA. A. Sejarah Singkat Dinas Pendapatan Daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA. A. Sejarah Singkat Dinas Pendapatan Daerah"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA

A. Sejarah Singkat Dinas Pendapatan Daerah

Sebelum Dinas berdiri sendiri sebagai instansi tersendiri, pengelolaan pajak dan pendapatan daerah adalah merupakan salah satu bagian yang berada di bawah Biro Keuangan yang bernaung pada Sekertariat Kantor Gubernur Sumatera Utara, dan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sumatera Utara tentang Susunan Organisasi dan Tata Cara Sekertariat Wilayah Daerah Propinsi Sumatera Utara maka Biro Keuangan ditingkatkan menjadi Direktorat Keuangan.

Dengan demikian tentu Bagian Pajak dan Pendapatan Daerah berubah menjadi “Sub Direktorat”. Pendapatan daerah pada Direktorat Keuangan tersebut dengan terbitnya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sumatera Utara tanggal 21 Maret 1975 No. 137/IIGSU, dan diberlakukannya mulai tanggal 1 April 1975, maka Sub Direktorat Pendapatan Daerah ditingkatkan menjadi “Direktorat Pendapatan Daerah”.

Pada tanggal 14 September 1975, Menteri Dalam Negeri menerbitkan Surat No. KUPD 3/12/43 tentang pembentukan Dinas Pendapatan Daerah di seluruh Indonesia, maka bersamaan dengan itu Direktorat Pendapatan Daerah diubah statusnya menjadi “Dinas Pedapatan Daerah”.

(2)

Pada tahun 1976 Dinas pendapatan Daerah Propinsi Sumatera utara dibentuk dan dikeluarkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara tanggal 31 Maret 1976 No. 143/II/GBU, dengan persetujuan DPRD pembentukan Dinas ini ditetapkan dalam Peraturan Daerah Sumatera Utara No. 1 Tahun 1976.

Kemudian sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri No. 061/2743/S Tanggal 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah maka terhitung sejak tanggal dikeluarkannya surat tersebut, kemudian namanya berubah menjadi “Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara”.

Dan secara terus menerus volume kerja Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga mendorong perkembangan organisasi untuk meningkatkan pendapatan daerah terutama pelayanan kepada masyarakat khususnya wajib pajak, maka secara bertahap dibentuk Cabang Dinas Pendapatan Daerah di seluruh Daerah Sumatera Utara.

B. Sejarah Singkat SAMSAT Medan Selatan

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemilik kendaraan bermotor, maka oleh pemerintah dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama tiga Menteri yaitu Menhankam, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri No. Kep/13/XXII/1976 dan Tahun 1976 tertanggal 28 September 1976, tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Sistem Baru Pendaftaran Kendaraan Bermotor yang disebut “Sistem Administrasi Manunggal dibawah Satu Atap (On line Under Room Operation) dengan tujuan sebagai berikut :

(3)

pemilik kendaraaan bermotor yang berdomisili di Daerah Sumatera Utara. 2. Meningkatkan Pendapatan Daerah Sumatera Utara melalui penerimaan

dari sektor PKB dan penerimaan dari sektor BBN-KB.

3. Meningkatkan penerimaan Asuransi Kerugian Kecelakaan Jasa Raharja

Cabang Utama Medan yang merupakan aparat Departemen Keuangan Sumatera Utara.

4. Sebagai usaha menyeragamkan tindakan, ketertiban dan kelancaran dan pengadaan Administrasi Kendaraan Bermotor.

SAMSAT merupakan singkatan dari “Sistem Administrasi Manunggal dibawah Satu Atap”, dibentuk pada tahun 1976. Kantor Bersama SAMSAT Medan Selatan berdiri sejak tahun 1987, tepatnya pada tanggal 15 Juni. Dalam operasionalisasi secara koordinatif dan integratif dilakukan oleh tiga instansi, yitu Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), yang mempunyai fungsi dan kewenangan dibidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, Dinas Pendapatan Provinsi dibidang pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), dan PT. Jasa Raharja (Persero) yang berwenang dibidang penyampaian Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dalam pengurusan registrasi kendaraan bermotor, pembayaran pajak, dan SWDKLLJ itulah maka dibentuklah Kantor Bersama SAMSAT.

(4)

Instansi yang terkait dalam Kantor Bersama Samsat yaitu :

1. Kepolisian Daerah Sumatera Utara yaitu DITLANTAS POLDASU. 2. Pemerintah Daerah Sumatera Utara yaitu Dinas Pendapatan Daerah

Propinsi Sumatera Utara.

3. Departemen Keuangan yaitu PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Utama Medan.

C. Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara

Dalam rangka untuk memberikan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang seimbang, maka perlu dibentuk struktur organisasi yang baik, sehingga tugas yang diberikan dapat dikerjakan secara efisien, sistematis dan terkoordinir.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 830/II/GSU Tahun 1976 tanggal 7 Oktober 1976 Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara, antara lain ditetapkan Tata Kerja dan Pelaksanaan Organisasi Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara yaitu dalam melaksanakan tugasnya Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Sub Dinas dan Kepala Cabang wajib menerapkan pinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan harmonisasi kerja di lingkungan Dinas Pendapatan, semua pejabat Struktural Dinas wajib membangun, memelihara dan membina komnikasi vertikal dan komunikasi horizontal serta koordinasi dan kerjasama dengan pihak yang terkait, baik dalam lingkungan Dinas Pendapatan

(5)

Daerah maupun dengan instansi lain diluar Dinas Pendapatan Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Sub Dinas dan Kepala Cabang wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab pada atasannya dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Kepala Dinas, Kepala Bagian Tata usaha, Kepala Sub Dinas dan Kepala Cabang memimpin dan mengkoordinasi bawahannya serta memberi bimbingan dan petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

Sejak Tahun 1978 hingga sekarang DIPENDASU telah dipimpin oleh 7 (tujuh) pejabat Kepala Dinas, yaitu :

1. Drs. H. Alimuddin Simanjuntak (1978/1981) 2. Drs. M. H. Panjaitan (1981/1985) 3. Drs. H. Amiruddin Lubis (1985/1986) 4. Drs. H. Maksum Mantondang (1986/1997) 5. Drs. Ridwan Batubara, MM (1997/2001) 6. Drs. H. Muhyan Tambuse (2001/2002) 7. Drs. H. Panusuran Pasaribu, MM (2002/2006) 8. H. Sjafaruddin, SH, MM (2006/sekarang)

Dan yang menjadi Susunan Organisasi Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara terdiri dari :

1. Kepala Dinas. 2. Wakil Kepala Dinas.

(6)

3. Bagian Tata Usaha, terdiri dari : a. Sub Bagian Kepegawaian. b. Sub Bagian Keuangan.

c. Sub Bagian Umum dan Perlengkapan. d. Sub bagian Organisasi dan Hukum. 4. Sub Dinas Bina Program, terdiri dari :

a. Seksi Perencanaan dan Pengembangan. b. Seksi Penyuluhan.

c. Seksi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.

5. Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air, terdiri dari :

a. Seksi teknis Perpajakan.

b. Seksi Sengketa Pajak dan Keberatan. c. Seksi Pembukuan dan Pelaporan.

6. Sub Dinas Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah/Air Permukaan dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, terdiri dari : a. Seksi Teknis Perpajakan Lain-lain.

b. Seksi Sengketa Pajak dan Keberatan. c. Seksi Pembukuan dan Pelaporan.

7. Sub Dinas Retribusi dan Pendapatan lain-lain, terdiri dari : a. Seksi Teknis Retribusi.

b. Seksi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak. c. Seksi Penerimaan Lain-lain.

(7)

d. Seksi Pembukuan dan Pelaporan.

8. Sub Dinas Pegendalian dan Pembinaan, terdiri dari : a. Seksi Pengendalian Keuangan dan Material. b. Seksi Pengendalian Aparat Pelaksana.

c. Seksi Pembinaan Teknis Administrasi Pendapatan. 9. Unit Pelaksana Teknis (UPT)

a. UPT DIPENDASU Medan Utara. b. UPT DIPENDASU Medan Selatan. c. UPT DIPENDASU Tebing Tinggi. d. UPT DIPENDASU P.Siantar. e. UPT DIPENDASU Kisaran. f. UPT DIPENDASU Balige. g. UPT DIPENDASU Panyabungan. h. UPT DIPENDASU Sibolga. i. UPT DIPENDASU P.Sidempuan. j. UPT DIPENDASU Gunung Sitoli. k. UPT DIPENDASU Rantau Prapat. l. UPT DIPENDASU Binjai.

m. UPT DIPENDASU Sidikalang. n. UPT DIPENDASU Kabanjahe.

o. UPT DIPENDASU Pembantu Lubuk Pakam. p. UPT DIPENDASU Pembantu Stabat.

(8)

D. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara

Dinas Pendapatan adalah unsur pelaksana Pemerintah Provinsi dipimpin seorang Kepala Dinas, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekertaris Daerah.

Untuk mengoptimalkan sumber pemasukan dan sumber dana terhadap Pendapatan Daerah untuk keperluan pembiayaan pemerintah Daerah maka Dinas Pendapatan mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian kewenangan Pemerintah Provinsi dan tugas tersebut adalah Dekosentrasi di bidang Pendapatan.

Dalam melaksanakan kegiatannya Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara, mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Memimpin dan mengkoordinir segala usaha di bidang pungutan dan

pendapatan daerah berdasarkan ketentuan yang digariskan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

2. Mengadakan penelitian dan mengevaluasi tata cara pemungutan pajak retribusi atau pungutan lainnya yang diadakan oleh Pemerintah Pusat yang telah diserahkan kepada Daerah maupun pungutan-pungutan yang diadakan oleh Pemerintah Daerah sepanjang hal itu menjadi hak dan wewenang guna menciptakan atau mencari sistem baru yang lebih berdaya guna dan berhasil guna.

3. Melaksanakan segala usaha dan kegiatan pemungutan, pengumpulan dan pemasukan Pendapatan Daerah ke dalam kas daerah secara maksimal baik terhadap sumber pendapatan yang ada maupun dengan penggalian sumber

(9)

pendapatan yang baru berdasarkan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dan untuk melaksanakan tugas tersebut, maka Dinas Pendapatan Daerah menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

1. Menyiapkan bahan perumusan perencanaan/program dan kebijaksanaan teknis di bidang Pendapatan.

2. Menyelenggarakan pembinaan, program, Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air, Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Retribusi dan Pendapatan Lain-lain, pengendalian dan Pembinaan.

3. Melaksanakan tugas-tugas yang terkait dengan pendapatan sesuai dengan Ketetapan Kepala Daerah.

Dalam menghasilkan tugas-tugas pokok tersebut, maka sesuai dengan struktur organisasi Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara, antara lain telah ditentukan tata kerja serta tugas di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah yang terdiri dari :

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas Pendapatan Daerah mempunyai tugas membantu Gubernur dalam pelaksanaan Kewenangan otonomi, tugas Dekosentrasi dan tugas Pembantuan di bidang Pendapatan.

Untuk menjalankan tugas tersebut, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut :

(10)

a. Melaksanakan kordinasi, kerjasama dengan pihak terkait, pembinaan, pengendalian teknis dan evaluasi penggalian potensi, pemberdayaan potensi dan pemungutan sumber pendapatan daerah sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan.

b. Menyusun rencana jangka menengah dan tahunan di bidang pendapatan daerah sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan.

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Gubernur dan Sekertaris Daerah sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsiya kepada Gubernur melalui Sekertaris Daerah.

e. Memberikan masukan yang perlu kepada Gubernur melalui Sekertaris Daerah sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi Tata Kerja Dinas Pendapatan Daerah, Kepala Dinas dibantu oleh :

a. Wakil Kepala Dinas. b. Kepala Bagian Tata Usaha. c. Kepala Sub Dinas Bina Program.

d. Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air. e. Kepala Sub Dinas Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah

Tanah/APU dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. f. Kepala Sub Dinas Retribusi.

g. Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan. h. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas.

(11)

2. Wakil Kepala Dinas

Wakil Kepala Dinas Pendapatan mempunyai tugas membatu Kepala Dinas dalam melaksanakan kewenangan otonomi, tugas kekosentrasi dan tugas Pembantuan di bidang pendapatan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut Wakil Kepala Dinas menyelenggarakan fungsi :

a. Mengkoordinasikan penyempurnaan penyusunan dan penerapan konsep

standar pelaksanaan tugas-tugas dinas, standar pelaksanaan kewenangan daerah Kabupaten/Kota di bidang pendapatan daerah, perencanaan kegiatan dan kebutuhan dinas, peningkatan kapasitas personil, kinerja, disiplin pegawai, dan sistem kerja dinas.

b. Melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Dinas Pendapatan apabila Kepala Dinas Pendapatan berhalangan sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan.

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Dinas sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan.

e. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

3. Kepala Bagian Tata Usaha

Kepala bagian tata usaha mempunyai tugas membantu kepala dinas di bidang kepegawaian, keangan, umum dan perlengkapan, organisasi dan hukum.

(12)

Untuk melaksanakan tugas tersebut kepala bagian tata usaha menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun konsep standar penyelenggaraan urusan keuangan, kewenangan pemberdayaan pegawai, pemberdayaan organisasi dan penyiapan produk-produk hukum.

b. Perencanaan kebutuhan internal dan kebutuhan administratif dinas, serta

penyempurnaan/peningkatan pengelolaan dan pengendalian atas pelaksanaannya sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.

c. Perencanaan, pengelolaan dan pengurusan pertanggungjawaban keuangan dinas sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan.

d. Perencanaan, pengelolaan dan peningkatan pendayagunaan kepegawaian sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan.

e. Perencanaan dan peningkatan sistem kerja serta pengelolaan produk hukum dinas sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan.

f. Melaksanakan tugas ini lain yang diberikan kepala dinas dan wakil kepala dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

g. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada kepala dinas melalui wakil kepala dinas.

h. Memberikan masukan yang perlu kepada kepala dinas dan wakil kepala dinas sesuai dengan bidang tugas da fungsinya.

(13)

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut Kepala Bagian Tata Usaha dibantu oleh :

a. Kepala Sub Bagian Kepegawaian

Kepala Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk penyempurnaan dan penyusunan standar prosedur, penyederhanaan kerja dan akuntabilitas dalam pengelolaan kepegawaian.

2. Menyelenggarakan administrasi kepegawaian, penegakkan disiplin dan pembinaan kesejahteraan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian Tata usaha sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Bagian Tata Usaha sesuai dengan standar yang ditetapkan.

b. Kepala Sub Bagian Keangan

Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

menyempurnakan dan penyusunan standar prosedur, penyederhanaan kerja dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan.

2. Menyusun konsep Rencana Belanja Dinas dan menyelenggarakan

administrasi keuangan serta membuat laporan keuangan sesuai standard dan ketentuan yang ditetapkan.

(14)

sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Memberikan saran yang perlu kepada Kepala Bagian Tata Usaha sesuai dengan bidang tugasnya.

c. Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan

Kepala Sub Bagian Umum dan perlengkapan mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyempurnaan dan penyusunan standar prosedur penyelenggaraan urusan tata usaha, administrasi umum dan barang/perlengkapan serta perjalanan dinas.

2. Menyelenggarakan urusan tata usaha, administrasi umum dan

barang/perlengkapan sesuai dengan standard dan ketentuan yang ditetapkan. 3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Bagian Tata Usaha sesuai

dengan bidang tugasnya.

4. Melaporkan dan mempertanggungjawabankan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Bagian Tata Usaha sesuai dengan standar yang ditetapkan.

5. Memberikan masukan yang perlu Kepala Bagian Tata Usaha sesuai dengan bidang tugasnya.

d. Kepala Sub Bagian Organisasi dan Hukum

Kepala Sub Bagian Organisasi dan Hukum mempunyai tugas : 1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyempurnaan dan menyusun daftar prosedur dan penyederhanaan kerja serta pengolahan produk-produk hukum dilingkungan Dinas.

(15)

2. Menyusun langkah-langkah penataan organisasi dan ketatalaksanaan serta eksaminasi atas konsep-konsep produk-produk hukum dinas.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Memberikan masukan kepada Kepala Bagian Tata Usaha sesuai dengan bidang tugasnya.

1. Kepala Sub Dinas Bina Program

Kepala Sub Dinas Bina Program mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam bidang perencanaan dan pengembangan, penyuluhan, monitoring, evaluasi dan pelaporan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut Kepala Sub Dinas Bina Program, menyelenggarakan fungsi :

a. Menyempurnakan dan menyusun konsep standar dalam menyusun program kerja dinas, penyuluhan, monitoring, evaluasi dan pelaporan.

b. Menyusun rencana jangka menengah dan tahunan sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.

c. Melaksanakan tugas lain yag diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsiya.

d. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Dinas sesuai standar yang ditetapkan.

e. Memberikan masukan yang diperlukan kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

(16)

Untuk melaksanakan tugas tersebut Kepala Sub Dinas Bina Program dibantu oleh :

a. Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan

Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan mempuyai tugas yaitu : 1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyempurnaan dan menyusun standar-standar penelitian dan pengkajian, penggalian dan pengolahan potensi daerah, perencanaan target penerimaan pajak, bea, retribusi, pendapatan lainnya dan perubahan/pembuatan Rancangan Peraturan Daerah, Keputusan Kepala Daerah, maupun ketentuan lainnya.

2. Melaksanakan penelitian, pengkajian dan perencanaan sesuai dengan standard dan ketentuan yang ditetapkan.

3. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Dinas Bina Program sesuai standar yang diterapkan,

4. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas Bina Program sesuai standar yang ditetapkan.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas Bina Program sesuai degan bidang dan tugasnya.

b. Kepala Seksi Penyuluhan

Kepala Seksi penyuluhan mempuyai tugas yaitu :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyempurnaan dan menyusun standar-standar sosialisasi, penyuluhan serta perencanaan penyuluhan.

(17)

2. Melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan sesuai standard dan ketentuan yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas Bina Program sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas Bina Program.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas Bina program sesuai dengan bidang tugasnya.

c. Kepala Seksi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

Kepala Seksi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas yaitu : 1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk penyempurnaan

standar-standar monitoring, evaluasi, pelaporan dan dokumentasi.

2. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi sesuai standard dan rencana yang ditetapkan.

3. Menyusun data statistik dan laporan untuk bahan perencanaan target pendapatan daerah sesuai standar dokumentasi dan pelaporan yang ditetapkan. 4. Melaksanakan tugas lain yag diberikan oleh Kepala Sub Dinas Bina Program

sesuai bidang tugasnya.

5. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas Bina Program.

6. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas Bina Program sesuai dengan bidang tugasnya.

(18)

2. Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kedaraan di Atas Air (PKB-KDA)

Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Kendaraan di Atas Air (KDA) mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam bidang Teknis Perpajakan, penanganan Sengketa dan Keberatan, pembukaan dan pelaporan Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

Untuk melaksanakan tugas tersbut, Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air mempunyai fungsi yaitu :

a. Menyusun konsep standar teknis pengolahan Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air, penatausahaan dan pemberian pertimbangan penyelesaian Sengketa dan Keberatan Pajak, Intensifikasi dan Ekstensifikasi pemungut, pembukaan dan pelaporan.

b. Menyelenggarakan kordinasi dan pendapatan dalam pengolahan Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air, Intensifikasi dan Ekstensifikasi, penanganan Sengketa dan Keberatan Pajak sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan.

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas.

e. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

(19)

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Kepla Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air dibantu oleh :

a. Kepala Seksi Teknis Perpajakan

Kepala Seksi Teknis Perpajakan, mempunyai tugas :

1. Mengumpulkan, mengolah da menyajikan bahan/data untuk penyempurnaan dan menyusun standar-standar bimbingan teknis pemungutan dan pengolahan Surat Paksa serta Intensifikasi dan Ekstensifikasi pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

2. Menyelenggarakan, pemberian bimbingan teknis pemungutan dan pengolahan Intensifikasi dan Ekstensifikasi pemungutan serta sosialisasi ketentuan yang berlaku, sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air sesuai dengan bidang dan tugasnya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

b. Kepala Seksi Sengketa dan Keberatan

Kepala Seksi Sengketa dan Keberatan, mempunyai tugas yaitu :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk penyempuraan dan menyusun standar-standar pengajuan dan permohonan keberatan dari wajib pajak, pertimbangan atas sengketa dan kebertaan, penepatan denda dan

(20)

sanksi kelalaian pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

2. Menyelenggarakan pengenaan atas keberatan dari wajib pajak, pertimbangan atas sengketa pajak dan keberatan sesuai dengan standar yang ditetapkan. 3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas Pajak

Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air, sesuai dengan bidang dan tugasnya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub DinasPajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

c. Kepala Seksi Pembukuan dan Pelaporan

Kepala Seksi Pembukuan dan Pelaporan, mempunyai tugas yaitu :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk penyempuraan standar pembukuan, pembuatan laporan, penelitian laporan dan perhitungan bagian Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Pajak Kendaraan Bermotor.

2. Menyelenggarakan urusan pembukuan, penelitian dan pembuatan laporan, penetapan dan realisasi denda dan tunggakan serta penelitian laporan dari Unit Pelaksanaan Tekis Dinas sesuai standar yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah/APU dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, sesuai dengan bidang tugasnya.

(21)

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

3. Kepala Sub Dinas Retribusi dan Pendapatan Lain-lain

Kepala Sub Dinas Retribusi dan Pendapatan Lain-lain (RPLL), mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam bidang Teknis Retribusi, bagi hasil pajak dan bukan pajak (BPHP-BP), Retribusi dan Pendapatan Lain-lain, Pembukuan dan Pelaporan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Sub Dinas Retribusi dan Pendapatan Lain-lain (RPLL) menyelenggarakan fungsi :

a. Menyempurnakan dan menyusun konsep standar Teknis Retribusi, Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, Penerimaan Lain-lain, Pembukuan dan Pelaporannya. b. Menyelenggarakan Koordinasi, Bimbingan Teknis, sosialisasi, Penetapan dan

Pemungutan Retribusi dan Pendapatan Lain-lain, menyiapkan bahan dalam penetapan BPHP-BP, serta pengelolaan dan pelaporan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Dinas melalui Wakil Kepala Dinas.

(22)

e. Memberikan masukan yang perlu pada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya

Untuk melaksanakan tuhas dan fungsi tersebut, Kepala Sub Dinas Retribusi dan Pendapatan Lain-lain (RPLL) dibantu oleh :

a. Kepala Seksi Teknis Retribusi

Kepala Seksi Teknis Retribusi mempunyai tugas :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyempurnaan dan penyusunan standar jenis retribusi, teknis pemungutan dan tata administrasi retribusi, penetapan target serta koordinasi dan kerjasama dalam pemungutan retribusi.

2. Menyelenggarakan bimbingan teknis penetapan, pemugutan dan

administrasi retribusi, sosialisasi standar yang diterapkan, serta penetapan target retribusi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang dibrikan oleh Kepala Sub Dinas RPLL sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas RPLL.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas RPLL sesai dengan bidang tugasnya.

b. Kepala Seksi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak

Kepala Seksi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak mempunyai tugas sebagai berikut :

(23)

penyempurnaan dan penyusunan standar-standar koordinasi, pengadministrasian dan optimalisasi penerimaan BHP-BP.

2. Menyelenggarakan koordinasi dan pengadministrasian BHP-BP dan pengumpulan, pengolahan dan penyajian bahan/data untuk perumusan kebijakan dalam rangka optimalisasi penerimaan BHP-BP sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas RPLL sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas RPLL.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas RPLL sesuai dengan bidang tugasnya.

c. Kepala Seksi Penerimaan Lain-lain

Kepala Seksi Penerimaan Lain-lain mempunyai tugas :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk penyempurnaan dan penyusunan standar-standar koordinasi, pemungutan dan pengadministrasian serta optimalisasian penerimaan lain-lain dan setoran laba BUMN.

2. Menyelenggarakan koordinasi dan optimalisasi pendapatan lain-lain dan setoran laba BUMN sesuai laba BUMN sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas RPLL sesuai dengan bidang tugasnya.

(24)

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasya kepada Kepala Sub Dinas RPLL.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas RPLL sesuai dengan bidang tugasnya.

d. Kepala Seksi Pembukuan dan Pelaporan

Kepala Seksi Pembukuan dan Pelaporan mempunyai tugas :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk penyempurnaan dan penyusunan standar-standar pembukuan dan pelaporan penerimaan retribusi, bagi hasil pajak dan buka pajak, penerimaan lain-lain serta penelitian laporan dari unit pemungut.

2. Menyelenggarakan pembukuan dan pelaporan penerimaan retribusi, BHP-BP dan penerimaan lain-lain, serta penelitian atas laporan dari unit pemungut sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas RPLL sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas RPLL.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas RPLL sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan

Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam bidang Pengendalian Keuangan, Material, Pengendalian Aparat Pelaksana dan Pembinaan Teknis Administrasi Pendapatan.

(25)

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan menyelenggarakan fungsi :

a. Menyusun konsep standar-standar dalam bidang Pengendalian Keuangan, Material, Pengendalian Aparat Pelaksana dan Pembinaan Teknis Administrasi Pendapatan.

b. Menyelenggarakan Pengendalian Keuangan, Material, Pengendalian Aparat Pelaksana dan Pembinaan Teknis Administrasi Pendapatan sesuai dengan standar yag ditetapkan.

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Dinas melalui Wakil Kepala Dinas.

e. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan dibantu oleh :

a. Kepala Seksi Keuangan dan Material

Kepala Seksi Keuangan dan Material mempunyai tugas :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk penyempurnaan dan penyusunan standar-standar pelaksanaan, pengolahan dan saran tindak lanjut hasil pemeriksaan, pengendalian dan pengawasan keuangan dan material di lingkungan dinas.

(26)

2. Menyelenggarakan, mengolah hasil dan menyusun saran tindak lanjut hasil pemeriksaan, pengendalian dan pengawasan sesuai dengan bidang tugasnya. 3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas Pengendalian

dan Pembinaan sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pengawasan sesuai dengan bidang tugasnya.

b. Kepala Seksi Pengendalian Aparat Pelaksana

Kepala Seksi Pengendalian Aparat Pelaksana mempunyai tugas :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk penyempurnaan dan penyusunan standar-standar pelaksanaan, pengolahan dan saran tindak lanjut hasil pemeriksaan, pengendalian dan pengawasan Aparat Pelaksana Dinas.

2. Menyeleggarakan, mengolah hasil dan menyusun saran tindak lanjut hasil pemeriksaan, pengendalian dan pengawasan terhadap Aparat Pelaksana Dinas sesuai standar yag ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan sesuai dengan bidang tugasnya.

(27)

c. Kepala Seksi Teknis Administrasi Pendapatan

Kepala Seksi Teknis Administrasi Pendapatan mempunyai tugas :

1. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk penyempurnaan dan penyusunan standar-standar pelaksanaan, pengolahan dan saran tindak lanjut hasil pembinaan, pengendalian dan pengawasan penerapan standar di lingkungan Dinas.

2. Menyelenggarakan, mengolah dan menyampaikan saran tindak lanjut pemberdayaan standar-standar yang ada dan ketentuan/peraturan lainnya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasya kepada Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan sesuai dengan bidang tugasnya.

Struktur dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pendapatan serta rincian tugas pokok, fungsi dan uraian tugas masing-masing jabatan ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Daerah.

(28)

Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) adalah sebagai berikut:

a. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) membantu Kepala Dinas dalam pengadministrasian dan pengutipan PKB, PKDA, Pajak ABT/APU, PBB-KB, Retribusi dan Pendapatan Lain-lain.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Kepala Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Pendapatan menyelenggarakan fungsi :

1. Menyempurnakan dan menyusun konsep standar-standar pendapatan potensi, pengadministrasian dan pengutipan dan pelaporan hasil pengutipan PKB, PKDA, Pajak ABT/APU, PBB-KB, Retribusi dan Pendapatan Lain-lain.

2. Menyelenggarakan optimalisasi pendataan potensi pengadministrasian dan pengutipan dan pelaporan hasil pengutipan PKB, PKDA, Pajak ABT/APU, PBB-KB, Retribusi dan Pendapatan Lain-lain sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas.

5. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha

Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas sebagai berikut :

(29)

Peralatan UPTD sesuai standar yang ditetapkan.

2. Menyeleggarakan pengolahan Keuangan, Personil, Peralatan dan Ketatausahaan UPTD sesuai standar yang ditetapkan.

3. Menghimpun bahan/data dari seksi lainnya, untuk pembukuan dan pelaporan hasil pengutipan PKB, PKDA, Pajak ABT/APU, PBB-KB, Retribusi dan Pendapatan Lain-lain sesuai dengan standar yag ditetapkan.

4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

5. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

6. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

c. Kepala Seksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Kepala Seksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Melakukan pendataan potensi, penetapan dan penagihan, menerima dan

memproses usul/pengajuan keberatan dari wajib pajak dan membuat daftar jumlah tagihan, tunggakan dan denda PKB dan BBN-KB sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

3. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

(30)

4. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

d. Kepala Seksi Pajak Kendaraan di Atas Air (PKDA)

Kepala Seksi Pajak Kendaraan di Atas Air (PKDA) mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Melakukan pendataan potensi, penetapan dan penagihan, menerima dan memproses usul /pengajuan keberatan dari wajib pajak dan membuat daftar jumlah tagihan, tunggakan dan denda pajak pengambilan dan pemanfaatan ABT-APU dan PBB-KB sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTD sesuai degan bidang tugas dan fungsinya.

3. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala UPTD sesuai degan bidang tugas dan fungsinya.

4. Membeikan masukan yang perlu kepada Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

e. Kepala Seksi Retribusi

Kepala Seksi Retribusi mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Melakukan pendataan potensi, penetapan dan penagihan, menerima dan memproses usul/pengajuan keberatan dari wajib pajak dan membuat daftar jumlah tagihan, tunggakan dan denda retribusi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTD sesuai degan bidang tugas dan fungsinya.

(31)

3. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugsnya kepada Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

4. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

f. Kepala Seksi Pendapatan Lain-lain

Kepala Seksi Pendapatan Lain-lain mempunyai tugas sebagai berikut : 1. Melakukan pendataan potensi, penetapan dan penagihan, menerima dan

memproses usul/pengajuan keberatan dari wajib pajak dan membuat daftar jumlah tagihan, tunggakan dan denda retribusi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTD sesuai degan bidang tugas dan fungsinya.

3. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

4. Memberikan masukan yang perlu kepada Kepala UPTD sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.

5. Kelompok Jabatan Fungsional

Jabatan-jabatan Fungsional pada Kelompok Jabatan Fungsional Dinas didasarkan pada hasil Analisa Beban Kerja dan Kebutuhan.

(32)

E. Gambaran Pegawai UPT. Dispenda Provinsi Sumatera Utara

Secara umum gambaran dari para Pegawai Dinas Pendapatan Daerah provinsi Sumatera Utara dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambaran Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara

(UPT. Medan Selatan)

No Gol Jumlah 1 IV/b 1 2 III/d 4 3 III/c 10 4 III/b 18 5 III/a 6 6 II/d 2 7 II/c 1 8 II/b 3 9 II/a 8 10 I/a 1 Jumlah 54

Referensi

Dokumen terkait

lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. 3) Pengaruh disiplin kerja terhadap motivasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja

Analisa Data Menggunakan Metode Simple Additive Weighting ( SAW ): Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode Simple Additive Weighting ( SAW ). Penelitian

Seiring dengan perkembangan zaman yang begitu cepat dan dinamika sektor kesehatan di dalam negeri yang semakin penuh tantangan, perusahaan sudah memompa potensinya untuk

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Hemastuti yaitu pada populasi yang digunakan yaitu perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa

Diagram adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan aliran informasi dalam sistem, atau sebuah diagram yang menunjukan urutan pesan antara aktor eksternal dan

Dalam aras ekonomi, Muhammadiyah mengaktualisasikan kemampuannya dalam membangun kemandirian, menegakkan keadilan dan kesejahteraan ekonomi dalam masyarakat. Muhammadiyah memang

Menjaga siswa kelas VIII E menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian di lanjtkan dengan tadarus 2..

Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: (1) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan devisa yang dibawa oleh wisman (inbound) dan pengeluaran devisa