• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS-KONSISTENSI-PERENCANAAN-DAN-PENGANGGARAN(1).pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS-KONSISTENSI-PERENCANAAN-DAN-PENGANGGARAN(1).pdf"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KONSISTENSI PERENCANAAN DAN

ANALISIS KONSISTENSI PERENCANAAN DAN PENGANGGPENGANGGARANARAN DI KOTA PADANG : KASUS BIDANG BINA MARGA

DI KOTA PADANG : KASUS BIDANG BINA MARGA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA PADANG DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA PADANG I. Pendahuluan

I. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang. 1.1. Latar Belakang. Pelaksanaan

Pelaksanaan otonomi otonomi daerah daerah berdasarkan berdasarkan UU UU Nomor Nomor 32 32 tahun tahun 20042004  pengganti

 pengganti UU UU Nomor Nomor 22 22 tahun tahun 1999 1999 menjelaskan menjelaskan pemberian pemberian otonomi otonomi daerahdaerah  bertujuan

 bertujuan untuk untuk meningkatkan meningkatkan pelayanan pelayanan dan dan kesejahteraan kesejahteraan masyarakat.masyarakat. Pemerintah Kota Padang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Pemerintah Kota Padang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya berupaya melaksanakan pembangunan di segala bidang, salah masyarakatnya berupaya melaksanakan pembangunan di segala bidang, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Infrastruktur dalam lingkup pekerjaan satunya adalah pembangunan infrastruktur. Infrastruktur dalam lingkup pekerjaan umum diantaranya adalah infrastruktur jalan dan jembatan, sebagai prasarana umum diantaranya adalah infrastruktur jalan dan jembatan, sebagai prasarana distribusi lalu-lintas barang dan manusia maupun sebagai prasarana pembentuk  distribusi lalu-lintas barang dan manusia maupun sebagai prasarana pembentuk  struktur ruang wilayah.

struktur ruang wilayah.

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan mempunyai peran vital Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan mempunyai peran vital dalam mewujudkan pemenuhan hak dasar rakyat seperti pangan, sandang, papan, dalam mewujudkan pemenuhan hak dasar rakyat seperti pangan, sandang, papan, rasa aman, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Infrastruktur jalan dan jembatan rasa aman, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Infrastruktur jalan dan jembatan  juga

 juga memiliki memiliki keterkaitan keterkaitan terhadap terhadap proses proses pertumbuhan pertumbuhan ekonomi ekonomi suatu suatu wilayahwilayah atau region. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan indikasi bahwa wilayah yang atau region. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan indikasi bahwa wilayah yang memiliki kelengkapan sistem infrastruktur jalan dan jembatan yang berfungsi memiliki kelengkapan sistem infrastruktur jalan dan jembatan yang berfungsi lebih baik dibandingkan dengan wilayah lainnya mempunyai tingkat kesejahteraan lebih baik dibandingkan dengan wilayah lainnya mempunyai tingkat kesejahteraan sosial dan kualitas

sosial dan kualitas lingkungan serta pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pula.lingkungan serta pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pula. Untuk itulah pemerintah berkomitmen mengutamakan pembangunan Untuk itulah pemerintah berkomitmen mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan karena peran dan konstribusinya terhadap infrastruktur jalan dan jembatan karena peran dan konstribusinya terhadap  pertumbuhan

 pertumbuhan ekonomi ekonomi sangat sangat besar. besar. Karena Karena pentingnypentingnya a pembangunanpembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka harus disikapi dengan serius perencanaan dan kesejahteraan masyarakat, maka harus disikapi dengan serius perencanaan dan  pengangg

 penganggarannya.arannya.

Perencanaan dan penganggaran merupakan dua hal yang erat kaitannya. Perencanaan dan penganggaran merupakan dua hal yang erat kaitannya.

(2)
(3)

Agar perencanaan dan penganggaran bersifat realistik dan tepat sasaran maka Agar perencanaan dan penganggaran bersifat realistik dan tepat sasaran maka  perlu

 perlu didukung didukung oleh oleh Peraturan Peraturan Pemerintah Pemerintah yang yang menjabarkan menjabarkan konsep konsep dandan ketentuan lebih rinci mengenai kerangka rencana dan anggaran.

ketentuan lebih rinci mengenai kerangka rencana dan anggaran.

Yang terjadi selama ini menunjukkan bahwa perencana cenderung Yang terjadi selama ini menunjukkan bahwa perencana cenderung mengabaikan dokumen-dokumen dalam perencanaan dan penganggaran serta mengabaikan dokumen-dokumen dalam perencanaan dan penganggaran serta tidak adanya keterkaitan antar dokumen. Permasalahan berikutnya adalah masih tidak adanya keterkaitan antar dokumen. Permasalahan berikutnya adalah masih sangat

sangat dirasakan dirasakan “ego “ego sektoral” sektoral” antara antara para para aparat aparat pemerintah pemerintah dalamdalam melaksanakan kegiatan pembangunan. Masing-masing dinas dan instansi melaksanakan kegiatan pembangunan. Masing-masing dinas dan instansi cenderung mengatakan tugas dan fungsinyalah yang terpenting dalam kegiatan cenderung mengatakan tugas dan fungsinyalah yang terpenting dalam kegiatan  pembangunan. Permasalahan tersebut menyebabk

 pembangunan. Permasalahan tersebut menyebabkan koordinasi dalam penyusunanan koordinasi dalam penyusunan rencana dan pelaksanaan pembangunan menjadi sulit dilakukan. Akibat rencana dan pelaksanaan pembangunan menjadi sulit dilakukan. Akibat selanjutnya adalah kurang optimalnya pelaksanaan proses pembangunan dan selanjutnya adalah kurang optimalnya pelaksanaan proses pembangunan dan  bahkan sasaran yang

 bahkan sasaran yang dituju dapat tidak terlaksana sama sekali.dituju dapat tidak terlaksana sama sekali.

Oleh sebab itu, dirasa perlu melakukan penelitian tentang “Analisis Oleh sebab itu, dirasa perlu melakukan penelitian tentang “Analisis Konsistensi Perencanaan dan Penganggaran di Kota Padang : Kasus Bidang Bina Konsistensi Perencanaan dan Penganggaran di Kota Padang : Kasus Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang”.

Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang”. 1.2. Perumusan Masalah

1.2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah yang diarahkan sebagai berikut : Perumusan masalah yang diarahkan sebagai berikut : 1.

1. BagaBagaimana kimana konsisteonsistensi Donsi Dokumen kumen PerencPerencanaan anaan dengadengan Dokn Dokumenumen Penganggaran dan apa penyebabny

Penganggaran dan apa penyebabnya bila a bila terjadi ketidakkonsistenan?terjadi ketidakkonsistenan? 2.

2. BagaBagaimana kimana kinerja Binerja Bidang idang Bina Bina Marga DMarga Dinas PU inas PU Kota PaKota Padangdang?? 3.

3. ImpImplikasi klikasi kebijakebijakan apan apa ya yang sang sebaiknebaiknya ya dilakudilakukan :kan :

 agar antara program dan kegiatan dalam perencanaan dan dalamagar antara program dan kegiatan dalam perencanaan dan dalam

 pengangg

 penganggaran tetap konsisten aran tetap konsisten dijalankan sehingga target dan tujuandijalankan sehingga target dan tujuan yang telah ditetapkan tercapai serta ?

yang telah ditetapkan tercapai serta ?

 agar kinerja Bidang Bina Marga dapat dipertahankan/ditingkatkan?agar kinerja Bidang Bina Marga dapat dipertahankan/ditingkatkan?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk :untuk : 1.

(4)

Penganggaran dan penyebabny

Penganggaran dan penyebabnya apabila a apabila terjadi ketidakkonsistenan;terjadi ketidakkonsistenan; 2.

2. MengMenganalisis analisis kinerjkinerja Bida Bidang ang Bina Bina Marga Marga Dinas Dinas PU KPU Kota Paota Padangdang.. 3.

3. MerumMerumuskan uskan kebijakebijakan kan yanyang g sebaiksebaiknynya da dilakukilakukan an ::

 agar antara program dan kegiatan dalam perencanaan dan dalamagar antara program dan kegiatan dalam perencanaan dan dalam

 penganggaran tetap konsisten dijalankan sehingga target dan tujuan  penganggaran tetap konsisten dijalankan sehingga target dan tujuan

yang telah ditetapkan tercapai. yang telah ditetapkan tercapai.

 agar kinerja Bidang Bina Marga dapat dipertahankan/ditingkatkan.agar kinerja Bidang Bina Marga dapat dipertahankan/ditingkatkan.

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1.

2.1. Konsep Konsep Perencanaan Perencanaan PembangunanPembangunan 2.1.1. Perencanaan Pembangunan Daerah 2.1.1. Perencanaan Pembangunan Daerah

Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), “Perencanaan adalah suatu proses untuk  Pembangunan Nasional (SPPN), “Perencanaan adalah suatu proses untuk  menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia”. Sedangkan “Pembangunan memperhitungkan sumber daya yang tersedia”. Sedangkan “Pembangunan  Nasional

 Nasional adalah adalah upaya upaya yang yang dilaksanakan dilaksanakan oleh oleh semua semua komponen komponen bangsa bangsa dalamdalam rangka mencapai tujuan bernegara”. Perencanaan secara umum dapat diartikan rangka mencapai tujuan bernegara”. Perencanaan secara umum dapat diartikan sebagai usaha menentukan cara terbaik guna mencapai tujuan yang telah sebagai usaha menentukan cara terbaik guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

ditetapkan. SPPN

SPPN 2004 2004 menetapkan menetapkan ada ada lima lima dokumen dokumen perencanaan perencanaan pembangunanpembangunan yang perlu disusun oleh badan perencana, baik pada tingkat nasional maupun yang perlu disusun oleh badan perencana, baik pada tingkat nasional maupun tingkat daerah, yaitu :

tingkat daerah, yaitu : a.

a. RencanRencana Pema Pembangbangunan unan JangkJangka Panja Panjang ang NasionNasional/Daeral/Daerah (Rah (RPJPN/DPJPN/D)) adalah dokumen perencanaan jangka panjang untuk periode selama 20 adalah dokumen perencanaan jangka panjang untuk periode selama 20 tahun. Bersifat umum dan menyeluruh seperti visi dan misi daerah serta tahun. Bersifat umum dan menyeluruh seperti visi dan misi daerah serta arah pembangunan jangka panjang. RPJP ini selanjutnya dijadikan dasar  arah pembangunan jangka panjang. RPJP ini selanjutnya dijadikan dasar  dalam penyusunan RPJM dan

dalam penyusunan RPJM dan dokumen perencanaan lainnya yang terkait.dokumen perencanaan lainnya yang terkait.  b.

 b. Rencana Rencana Pembangunan Pembangunan Jangka Jangka Menengah Menengah Nasional/Daerah Nasional/Daerah (RPJMN/D)(RPJMN/D) adalah dokumen perencanaan jangka menengah untuk periode 5 tahun ke adalah dokumen perencanaan jangka menengah untuk periode 5 tahun ke depan yang berisikan jabaran lebih kongkrit dari visi dan misi presiden depan yang berisikan jabaran lebih kongkrit dari visi dan misi presiden

(5)

(pada tingkat nasional) atau visi dan misi kepala daerah (untuk tingkat (pada tingkat nasional) atau visi dan misi kepala daerah (untuk tingkat  provinsi, kabupaten, dan ko

 provinsi, kabupaten, dan kota).ta). c.

c. RencanRencana Straa Strategis tegis (Renstr(Renstra), laa), lazim disezim disebut sebut sebagai bagai RencaRencana Strna Strategisategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) yang berisikan jabaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) yang berisikan jabaran dari visi dan misi kepala SKPD yang diturunkan dari visi dan misi Kepala dari visi dan misi kepala SKPD yang diturunkan dari visi dan misi Kepala Daerah. Renstra SKPD lebih rinci sampai ke kegiatan karena ruang Daerah. Renstra SKPD lebih rinci sampai ke kegiatan karena ruang lingkupnya lebih kecil, yaitu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi lingkupnya lebih kecil, yaitu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari institusi bersangkutan. Renstra SKPD merupakan dokumen (tupoksi) dari institusi bersangkutan. Renstra SKPD merupakan dokumen  perencanaan SKPD untuk p

 perencanaan SKPD untuk periode 5 tahun.eriode 5 tahun. d.

d. RencanRencana Kerja a Kerja PemerinPemerintah (Rtah (RKP) / RKP) / Rencana encana Kerja Kerja PemerinPemerintah Datah Daeraherah (RKPD) merupakan rencana jabaran dari RPJM yang berisikan kebijakan, (RKPD) merupakan rencana jabaran dari RPJM yang berisikan kebijakan,  program,

 program, dan dan kegiatan kegiatan untuk untuk 1 1 tahun tahun (annual (annual planning) planning) sesuai sesuai dengandengan sumber daya yang tersedia pada tahun bersangkutan, khususnya dana. sumber daya yang tersedia pada tahun bersangkutan, khususnya dana. RKPD selanjutnya dijadikan dasar untuk penyusunan Rencana Anggaran RKPD selanjutnya dijadikan dasar untuk penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan d

Pendapatan dan Ban Belanja elanja Daerah (RAPBDaerah (RAPBD).D). e.

e. RencanRencana Kea Kerja Irja Institusi nstitusi (Renja(Renja) atau ) atau RencanRencana Kera Kerja Satja Satuan uan KerjaKerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) juga merupakan rencana tahunan bersifat Perangkat Daerah (Renja SKPD) juga merupakan rencana tahunan bersifat operasional yang isinya merupakan jabaran dari Renstra yang dibuat oleh operasional yang isinya merupakan jabaran dari Renstra yang dibuat oleh masing-masing SKPD sesuai

masing-masing SKPD sesuai dengan tupoksinya.dengan tupoksinya. 2.1.2. Musrenbang dan Forum SKPD

2.1.2. Musrenbang dan Forum SKPD Untuk

Untuk menyusun menyusun Rencana Rencana Kerja Kerja Pemerintah Pemerintah Daerah Daerah (RKPD) (RKPD) yangyang  berfungsi

 berfungsi sebagai sebagai dokumen dokumen perencanaan perencanaan tahunan, tahunan, Pemerintah Pemerintah DaerahDaerah menyelenggarakan forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menyelenggarakan forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) secara berjenjang, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga secara berjenjang, mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota, termasuk penyelenggaraan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah kabupaten/kota, termasuk penyelenggaraan Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (Forum SKPD) di tingkat kabupaten.

(Forum SKPD) di tingkat kabupaten. Musrenbang

Musrenbang adalah adalah forum forum multi-pihak multi-pihak terbuka terbuka yang yang secara secara bersamabersama mengindentifikasi dan menentukan prioritas kebijakan pembangunan masyarakat. mengindentifikasi dan menentukan prioritas kebijakan pembangunan masyarakat. Kegiatan ini berfungsi sebagai proses negosiasi, rekonsiliasi, dan harmonisasi Kegiatan ini berfungsi sebagai proses negosiasi, rekonsiliasi, dan harmonisasi

(6)

 perbedaan

 perbedaan antara antara pemerintah pemerintah dan dan pemangku pemangku kepentingan kepentingan non non pemerintah,pemerintah, sekaligus mencapai konsensus bersama mengenai prioritas kegiatan pembangunan sekaligus mencapai konsensus bersama mengenai prioritas kegiatan pembangunan  berikut anggarann

 berikut anggarannya.ya. Selain

Selain itu itu pada pada tingkat tingkat kecamatan kecamatan dan dan kabupaten/kota kabupaten/kota terdapat terdapat pulapula kegiatan serupa yang disebut Forum SKPD, yang membahas sektor-sektor

kegiatan serupa yang disebut Forum SKPD, yang membahas sektor-sektor spesifik spesifik  seperti kesehatan, dan pendidikan. Kegiatan ini memungkinkan setiap SKPD seperti kesehatan, dan pendidikan. Kegiatan ini memungkinkan setiap SKPD memadukan program-prog

memadukan program-program mereka dengan perspektif ram mereka dengan perspektif dan prioritas masyarakat.dan prioritas masyarakat. Hasil dari Musrenbang kecamatan menjadi bahan diskusi pada Forum SKPD, dan Hasil dari Musrenbang kecamatan menjadi bahan diskusi pada Forum SKPD, dan hasilnya kemudian dibawa ke Musrenbang kabupaten/kota untuk dibahas lebih hasilnya kemudian dibawa ke Musrenbang kabupaten/kota untuk dibahas lebih lanjut.

lanjut.

2.1.3. Keterkaitan Antar Dokumen Perencanaan Pembangunan 2.1.3. Keterkaitan Antar Dokumen Perencanaan Pembangunan

Keterkaitan antara perencanaan pembangunan nasional dan daerah terdapat Keterkaitan antara perencanaan pembangunan nasional dan daerah terdapat  pada setiap tingkatan perencanaan. Adanya otonomi deng

 pada setiap tingkatan perencanaan. Adanya otonomi dengan memberi kewenanganan memberi kewenangan luas kepada Kepala Daerah memerlukan koordinasi dan pengaturan untuk lebih luas kepada Kepala Daerah memerlukan koordinasi dan pengaturan untuk lebih mengharmoniskan dan menyelaraskan pembangunan, baik pembangunan nasional, mengharmoniskan dan menyelaraskan pembangunan, baik pembangunan nasional,  pembangunan

 pembangunan daerah daerah maupun maupun pembangunan pembangunan antar antar daerah. daerah. Hubungan Hubungan antaraantara rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek  rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek  diperlihatkan oleh gambar 2.1. berikut :

diperlihatkan oleh gambar 2.1. berikut :

Gambar 2.1 Hubungan Antara Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Gambar 2.1 Hubungan Antara Rencana Pembangunan Jangka Panjang,

Jangka Menengah, dan Jangka Pendek  Jangka Menengah, dan Jangka Pendek 

Kementrian Kementrian Lembaga Lembaga Pemerintah Pemerintah Pemerintah Pemerintah SKPD SKPD

(7)

Jangka Panjang Jangka Menengah Jangka Pendek  2.2 Konsep Anggaran

Menurut Mardiasmo (2002), anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial, sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk mempersiapkan suatu anggaran.

Sistem anggaran kinerja pada dasarnya merupakan sistem yang mencakup kegiatan penyusunan program dan tolok ukur kinerja sebagai instrumen untuk  mencapai tujuan dan sasaran program. Penetapan sistem anggaran kinerja dalam  penyusunan anggaran dimulai dengan perumusan program dan penyusunan struktur organisasi pemerintah yang sesuai dengan program tersebut. Kegiatan tersebut mencakup pula penentuan unit kerja yang bertanggung jawab atas  pelaksanaan program, serta penentuan indikator kinerja yang digunakan sebagai

tolok ukur dalam mencapai tujuan program yang telah ditetapkan. 2.3 Keterkaitan Antara Perencanaan dan Penganggaran.

Perencanaan dapat dikatakan sebagai suatu upaya institusi publik untuk  membuat arah kebijakan pembangunan yang harus dilakukan di sebuah wilayah  baik negara atau daerah dengan didasarkan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Sedangkan anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial, sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk mempersiapkan suatu anggaran.

Perencanaan dan penganggaran merupakan proses yang terintegrasi, oleh karenanya output dari perencanaan adalah penganggaran. Perumusan program di dalam perencanaan pada akhirnya berimplikasi pada besarnya kebutuhan anggaran yang harus disediakan, sehingga keberhasilan penggunaan anggaran dimulai dari  perencanaannya.

(8)

2.4 Prosedur Penyusunan Anggaran Daerah dan Indonesia

Penyusunan APBD dimulai dari penentuan kerangka ekonomi makro dan  pokok-pokok kebijakan fiskal oleh Pemerintah. Dokumen ini disampaikan kepada DPR untuk dibahas sebagai pembicaraan pendahuluan penyusunan Rancangan APBN. Sedangkan di tingkat daerah, penyusunan APBD diawali oleh Pemerintah Daerah dengan menyusun Kebijakan Umum APBD (KUA) sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). KUA disampaikan kepada DPRD untuk dibahas sebagi pembicaraan pendahuluan Rancangan APBD.

Setelah kesepakatan antara Pemerintah dengan DPR atau Pemerintah Daerah dengan DPRD pada pembicaraan pendahuluan, Pemerintah bersama Wakil Rakyat menyusun Kebijakan Umum dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sebagai dasar bagi tiap unit kerja untuk penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA).

Adapun sinkronisasi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003, UU No. 25 Tahun 2004, UU No. 32 Tahun 2004, dan UU No. 33 Tahun 2004 diperlihatkan oleh gambar 2.2. berikut : Gambar 2.2 Penyusunan Rancangan Perda tentang APBD

RPJM RPJMD Dibahas  bersama DPRD RENSTRA RKPD  (1 tahun)  (1 tahun)RKP RENJA SKPD KUA PPAS  NOTA KESEPAKATAN PIMPINAN DPRD DG KDH

(9)

2.5. Konsep Konsistensi

Konsistensi adalah terjemahan dari kata consistency yang berasal dari kata consistent   yang mengandung pengertian : always behaving in the same way, having the same opinion, standard, etc  (oxford english dictionary).

Dalam hal ini konsisten adalah terhadap rencana dan anggaran yang telah disepakati dalam dokumen perencanaan dan penganggaran. Bahkan pengertian konsisten tidak sebatas itu, konsistensi antara aturan main dengan pelaksanaan ,  janji dengan implementasi, peraturan yang lebih tinggi dengan peraturan yang lebih rendah, dan tidak ada perlakuan diskriminatif dalam berbagai bidang.  Namun dalam hal ini perencanaan yang konsisten terjadi apabila terdapat kesinambungan program dan kegiatan dan sinkronisasi dan sinergitas setiap  program dan kegiatan.

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data 3.1.1 Jenis Data

Dalam penelitian ini ada dua jenis data yang digunakan, yaitu data sekunder  dan data primer. Data sekunder adalah data yang dikeluarkan oleh dinas/instansi terkait. Sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara dengan pejabat yang terkait dalam proses penyusunan perencanaan dan penganggaran, serta kinerja Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang.

RKA SKPD (1 tahun)

(10)

3.1.2 Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

a. Kajian Dokumen

 Peraturan perundang-undangan tentang perencanaan dan

 penganggaran, digunakan untuk mengetahui bagaimana aturan  penyusunan perencanaan dan penganggaran yang berlaku.

 Dokumen tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah,

Rencana Kerja Pemerintah Daerah, Kebijakan Umum dan Arah APBD, Perda tentang APBD Kota Padang, Peraturan Walikota Padang tentang penjabaran APBD Kota Padang, Renstra Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang, Laporan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dinas PU, Laporan Realisasi APBD Kota Padang digunakan sebagai bahan analisis perbandingan antara peraturan yang berlaku dengan realita yang telah dilaksanakan, serta membandingkan antara dokumen perencanaan dengan dokumen anggaran.

 Studi perpustakaan dan referensi yang berhubungan dengan

 penelitian, digunakan sebagai sarana untuk menganalisis  permasalahan.

 b. Wawancara mendalam

Pengumpulan data juga dilakukan dengan wawancara atau interview dan  berdiskusi langsung dengan narasumber yang terkait dalam penelitian ini. Akan ada beberapa jenis responden dalam wawancara ini yang akan dikelompokkan berdasarkan kedudukan dalam jabatan dinas yaitu BAPPEDA, DPKA, Dinas PU, anggota DPRD. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan proses penyusunan  perencanaan dan penganggaran serta kinerja Bidang Bina Marga Dinas PU.

(11)

3.2 Metoda Analisis Data

.1 Metoda Analisis Konsistensi Dengan Matrik Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran (MKPP)

Analisis konsistensi yang diformulasikan dengan Matrik Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran (MKPP) merupakan alat bantu untuk  mengkonsolidasi dokumen perencanaan dan penganggaran secara menyeluruh.

MKPP ini dapat disusun dengan membandingkan antara 2 (dua) dokumen  perencanaan, yaitu melalui integrasi antara dokumen-dokumen berikut ini :

1. Integrasi RPJMD dengan Renstra SKPD,

2. Integrasi Renstra SKPD dengan Rencana Kerja SKPD, 3. Integrasi RPJMD dengan RKPD,

4. Integrasi RKPD dengan PPAS, 5. Integrasi PPAS dengan APBD.

Pengukuran konsistensi perencanaan dapat disederhanakan seperti tertera  pada tabel 3.1 dibawah ini.

Tabel 3.1 Pengukuran Konsistensi Perencanaan

 No.

Program dan kegiatan

Dokumen A Dokumen B Penilaian konsistensi

1 Ada Ada ➔ Konsisten

2 Ada Tidak Ada ➔ Tidak konsisten

3 Tidak Ada Ada ➔ Tidak konsisten

Konsistensi program dan kegiatan diukur melalui perbandingan jumlah  program konsisten dengan jumlah program dan kegiatan keseluruhan.

(12)

dan kegiatan, juga dilakukan konsistensi anggaran. Konsistensi anggaran dilakukan terhadap program dan kegiatan yang telah konsisten berdasarkan indikator konsistensi tersebut diatas. Konsistensi anggaran dihitung berdasarkan  perbandingan alokasi anggaran pada APBD dengan alokasi anggaran perencanaan  pada PPAS. Hal ini dapat dilihat pada gambar 3.1. di bawah ini :

Gambar 3.1 Flowchart  Analisis Konsistensi Dokumen PPAS dengan APBD

.2 Metoda Deskriptif Untuk Mengetahui

Penyebab Terjadinya Ketidakkonsistenan Dan Kinerja Bidang Bina Marga

Analisis deskriptif dilakukan dengan menganalisis hasil wawancara yang diperoleh tentang penyebab terjadinya ketidakkonsistenan tersebut dengan cara membuat deskripsi mengenai fakta-fakta fenomena yang diselidiki. Sedangkan untuk kinerja Bidang Bina Marga selain dengan menganalisis hasil wawancara,  juga dilakukan dengan menganalisis dokumen anggaran dengan dokumen tentang

realisasi APBD dan pelaksanaan program dan kegiatan Dinas PU Kota Padang.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Konsistensi Perencanaan dan Penganggaran Pada Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Padang

4.1.1 Analisis Antara Dokumen RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 dengan Renstra Dinas PU Kota Padang Tahun 2009-2014.

PPAS  Nomenklatur  APBD

Program dan Kegiatan Program dan Kegiatan

Analisis Penyebabnya

(13)

RPJMD memberikan gambaran kepada seluruh stakeholder mengenai  perkiraan pencapaian kondisi yang diharapkan lima tahun ke depan. Sebagai upaya untuk mempertegas dan memperinci perencanaan lima tahun tiap-tiap fungsi pemerintahan, RPJMD Kota Padang dijabarkan ke dalam program di dala m Renstra SKPD.

Renstra SKPD merupakan fungsi pemerintahan yang menjadi tanggung  jawab sebuah unit kerja daerah yang disusun berpedoman pada tugas pokok dan fungsi masing-masing unit kerja. Renstra SKPD disusun dengan menggunakan RPJM Daerah sebagai acuan dan harus dilakukan melalui koordinasi antara unit kerja yang bersangkutan dengan Bappeda.

Adapun matrik konsolidasi dokumen RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 dengan Renstra Dinas PU Tahun 2009-2014 yang disusun untuk  melihat sejauhmana konsistensi program-program antara kedua dokumen tersebut adalah sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 4.1 di bawah ini :

Tabel 4.1 Analisa Matrik Konsolidasi Dokumen RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 dengan Renstra Dinas PU Tahun 2009-2014.

Program Yang Konsisten

RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 Renstra Dinas PU Tahun 2009-2014

 Misi :

Mewujudkan Kota Padang yang Aman  Sasaran :

Berkembangnya permukiman skala besar, prasarana dan sarana penunjang

 Strategi Pembangunan :

Penyediaan fasilitas umum, prasarana jalan dan  perhubungan

Program Prioritas :

1. Program Pembangunan Jalan & Jembatan

Tahun 2009 Rp 17.988.740.000,-Tahun 2010 Rp 9.057.840.000,-Tahun 2011 Rp 12.192.190.000,-Tahun 2012 Rp 14.000.000.000,-Tahun 2013 Rp 14.000.000.000,-Tahun 2014 Rp

14.000.000.000,-2. Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan  jembatan

Tahun 2009 Rp

3.799.370.000,-Tahun 2010 Rp

14.035.390.000,-1. Program pembangunan jalan dan j embatan a. Perencanaan pembangunan jembatan,  b. Pembukaan dan pengkrekelan jalan,

c. Perencanaan peningkatan jalan,

d. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker, e. Supervisi pembangunan jembatan dan

 pembuatan duiker, f. Infrastuktur jalan (DAK),

g. Rehabilitasi dan pembangunan trotoar, h. Peningkatan jalan (Debt Sweep), i. Supervisi peningkatan (Debt Sweep),  j. Supervisi infrastruktur jalan (DAK)

2. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan  Jembatan.

a. Perencanaan Rehabilitasi/pemeliharaan jalan,  b. Rehabilitasi/pemeliharaan jembatan,

c. Operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan  jembatan.

3. Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan. a. Inspeksi kondisi jalan.

(14)

Tahun 2011 Rp

12.238.020.000,-Tahun 2012 Rp

12.500.000.000,-Tahun 2013 Rp

13.000.000.000,-Tahun 2014 Rp

14.000.000.000,-3. Program Inspeksi Jalan dan Jembatan

Tahun 2009 Rp 0,-Tahun 2010 Rp 0,-Tahun 2011 Rp 0,-Tahun 2012 Rp 49.250.000,-Tahun 2013 Rp 49.500.000,-Tahun 2014 Rp

55.000.000,-4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana  Kebinamargaan Tahun 2009 Rp 1.500.000.000,-Tahun 2010 Rp 252.000.000,-Tahun 2011 Rp 100.000.000,-Tahun 2012 Rp 200.000.000,-Tahun 2013 Rp 200.000.000,-Tahun 2014 Rp

200.000.000,- b. Inspeksi kondisi jembatan

4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana  Kebinamargaan.

a. Pengadaan alat-alat berat.

Program Yang Tidak Konsisten

RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 Renstra Dinas PU Tahun 2009-2014

- 1. Program Pembangunan Sistem Informasi / 

 Database Jalan dan Jembatan. a. Pemutakhiran data.

Sumber : 1. RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014, 2. Renstra Dinas PU Tahun 2009-2014

Pada matrik di atas terlihat bahwa di dalam dokumen RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 program telah disusun dengan target biaya pertahunnya. Pada Renstra Dinas PU ada empat program (80%) yang konsisten dan satu program (20%) yang tidak konsisten dengan RPJMD.

Tabel 4.2 Program Bidang Bina Marga dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 dan Program Bidang Bina Marga pada Renstra Dinas PU Tahun 2009-2014. Status Program RPJMD Renstra SKPD Jumlah Program % Jumlah Program % 1.Konsisten 4 100,00 4 80,00 2. Tidak Konsisten

a. Ada di RPJMD, tidak ada di Renstra SKPD  b. Ada di Renstra SKPD, tidak ada di RPJMD

-1 -20,00 Jumlah 4 100,00 5 100,00

Sumber : Data diolah.

Program Pembangunan Sistem Informasi/Database Jalan dan Jembatan  pada Renstra Dinas PU sebenarnya merupakan program pendukung dari  program-program sebelumnya.

(15)

Kota Padang Tahun 2009 dan 2010.

Dalam UU Nomor 25 Tahun 2004 Pasal 5 ayat (2) dinyatakan bahwa “RPJM Daerah merupakan visi, misi, dan program Kepala Daerah yang  penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM  Nasional, memuat arah kebijakan keuangan Daerah, strategi pembangunan

Daerah, kebijakan umumn, dan program SKPD, lintas SKPD, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif”. Sedangkan ayat (3) menjelaskan  bahwa “RKPD merupakan penjabaran dari RPJM Daerah dan mengacu pada RKP, memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja, dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh  pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat”.

Matrik konsolidasi dokumen RPJMD Tahun 2009-2014 dengan RKPD Kota Padang Tahun 2009 dan 2010 dapat dilihat pada tabel di bawah :

(16)

Tabel 4.3 Analisa Matrik Konsolidasi Dokumen RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 dengan RKPD Kota Padang Tahun 2009 dan 2010. RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 RKPD Kota Padang Tahun2009 Tahun2010

 Misi : Mewujudkan Kota Padang yang Aman  Sasaran : Berkembangnya permukiman skala besar,

 prasarana dan sarana penunjang  Strategi Pembangunan : Penyediaan fasilitas umum,

 prasarana jalan dan perhubungan Program Prioritas :

1. Program Pembangunan Jalan & Jembatan Tahun 2009 Rp 17.988.740.000,-Tahun 2010 Rp 9.057.840.000,-Tahun 2011 Rp 12.192.190.000,-Tahun 2012 Rp 14.000.000.000,-Tahun 2013 Rp 14.000.000.000,-Tahun 2014 Rp

14.000.000.000,-2. Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan & jembatan Tahun 2009 Rp 3.799.370.000,-Tahun 2010 Rp 14.035.390.000,-Tahun 2011 Rp 12.238.020.000,-Tahun 2012 Rp 12.500.000.000,-Tahun 2013 Rp 13.000.000.000,-Tahun 2014 Rp 14.000.000.000,-3. Program Inspeksi Jalan dan Jembatan

Tahun 2012 Rp 49.250.000,-Tahun 2013 Rp 49.500.000,-Tahun 2014 Rp 55.000.000,-4. Program Peningkatan Sarana & Prasarana

 Kebinamargaan Tahun 2009 Rp 1.500.000.000,-Tahun 2010 Rp 252.000.000,-Tahun 2011 Rp 100.000.000,-Tahun 2012 Rp 200.000.000,-Tahun 2013 Rp 200.000.000,-Tahun 2014 Rp 200.000.000,-Program Pembangunan :

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, Rp 14.738.500.000,-a. Perencanaan pembangunan jembatan, Rp 85.000.000,- b. Perencanaan pembukaan & pengkrekelan jalan, Rp

78.500.000,-c. Pembukaan dan pengkrekelan jalan, Rp 4.500.000.000,-d. Perencanaan peningkatan jalan , Rp 75.000.000,-e. Peningkatan jalan, Rp

5.000.000.000,-f. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker, Rp 5.000.000.000,-2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan,

 Rp

14.655.000.000,-a. Perencanaan rehabilitasi pemeliharaan jalan, Rp 75.000.000,- b. Rehabilitasi pemeliharaan jalan, Rp

5.000.000.000,-c. Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jembatan, Rp 80.000.000,-d. Rehabilitasi pemeliharaan jembatan, Rp 4.500.000.000,-e. Operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan,

Rp

5.000.000.000,-3. Program Peningkatan Sistem Informasi /Database Jalan dan  Jembatan, Rp

85.500.000,-a. Penyusunan data informasi jalan & jembatan, Rp

85.500.000,-4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan,  Rp

8.500.000.000,-a. Pengadaan alat-alat berat, Rp 5.000.000.000,- b. Pengadaan kendaraan operasional, Rp

3.500.000.000,-Program Pembangunan :

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, Rp 3.350.000.000,-a. Perencanaan pembangunan jembatan, Rp 250.000.000,- b. Pembukaan dan pengkrekelan jalan, Rp

150.000.000,-c. Perencanaan peningkatan jalan, Rp 165.000.000,-d. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker, Rp

250.000.000,-e. Supervisi pembangunan jembatan dan pembuatan duiker, Rp

65.000.000,-f. Infrastruktur jalan (DAK), Rp 1.000.000.000,-g. Rehabilitasi dan pembangunan trotoar, Rp 100.000.000,-h. Peningkatan jalan, Rp

1.250.000.000,-i. Supervisi peningkatan jalan, Rp 60.000.000,- j. Supervisi infrastruktur jalan (DAK), Rp 60.000.000,-2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan,

 Rp

1.665.359.000,-a. Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan, Rp 70.000.000,- b. Rehabilitasi pemeliharaan jalan, Rp

1.000.000.000,-c. Operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, Rp

595.359.000,-3. Program Pembangunan Sistem Informasi/Database Jalan dan Jembatan, Rp

50.000.000,-a. Update data infrastruktur jalan dan jembatan, Rp

50.000.000,-4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana  Kebinamargaan, Rp

1.000.000.000,-a. Pengadaan alat-alat berat, Rp 1.000.000.000,-Sumber : 1. RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014,

(17)
(18)

Pada matrik di atas dapat dilihat bahwa dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 program yang disusun bersifat kualitatif. Di dalam dokumen tersebut dinyatakan bahwa kebijakan strategis diarahkan dalam kerangka memenuhi kebutuhan dasar rakyat dan pelayanan publik (basic needs and public services) yang terkait dengan penyediaan fasilitas umum, prasarana j alan dan perhubungan.

Pada dokumen RKPD Kota Padang Tahun 2009 dan 2010, sudah ada  program-program yang akan dilaksanakan disertai dengan kegiatan dari masing-masing program berikut anggarannya. Semua program yang direncanakan telah mengacu kepada program-program yang terdapat pada RPJ MD.

4.1.3 Analisis Antara Dokumen Renstra Dinas PU Tahun 2009-2014 dengan Rencana Kerja Dinas PU Tahun 2009 dan 2010.

Renstra SKPD merupakan rencana lima tahun ke depan yang merupakan  pedoman dan arahan dalam upaya mencapai sasaran–sasaran pembangunan yang ditetapkan. Dengan Renstra SKPD maka masing-masing bidang dan bagian di SKPD mempunyai acuan tentang arah pembangunan ke-PU-an di daerah. Arahan ini tentu saja masih harus dijabarkan dan dirinci lebih lanjut menjadi rencana tahunan, agar skala prioritas program dan kegiatan menjadi lebih konkrit dalam  bentuk Rencana Kerja SKPD.

Matrik konsolidasi dokumen Renstra Dinas PU Kota Padang Tahun 2009-2014 dengan Rencana Kerja Dinas PU Tahun 2009 dan 2010 pada Bidang Bina Marga disusun untuk melihat sejauh mana konsistensi program-program antara dokumen tersebut sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 4.4 di bawah ini :

(19)

Tabel 4.4 Analisa Matrik Konsolidasi Dokumen Renstra Dinas PU Kota Padang Tahun 2009-2014 dengan Renja Dinas PU Tahun 2009 dan 2010.

Renstra Dinas PU Tahun 2009-2014

Renja Dinas PU Tahun 2009 Renja Dinas PU Tahun 2010 Program dan Kegiatan Anggara

(Jutaan Rp) Program dan Kegiatan

Anggaran (Jutaan Rp)

1. Program pembangunan jalan dan jembatan a. Perencanaan pembangunan jembatan,  b. Pembukaan dan pengkrekelan jal an,

c. Perencanaan peningkatan jalan,

d. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker, e. Supervisi pembangunan jembatan dan pembuatan

duiker,

f. Infrastuktur jalan (DAK),

g. Rehabilitasi dan pembangunan trotoar, h. Peningkatan jalan (Debt Swept), i. Supervisi peningkatan (Debt Swept),  j. Supervisi infrastruktur ja lan (DAK)

2. Program Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan dan  Jembatan.

a. Perencanaan Rehabilitasi /pemeliharaan jembatan,  b. Rehabilitasi/pemeliharaan j alan,

c. Operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan  jembatan.

3. Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan. a. Inspeksi kondisi jalan.

 b. Inspeksi kondisi jembatan

4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana  Kebinamargaan.

a. Pengadaan alat-alat berat.

5. Program Pembangunan Sistem Informasi / Data base Jalan dan Jembatan.

a. Pemutakhiran data.

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Perencanaan pembangunan jembatan,  b. Pembukaan dan pengkrekelan jalan,

c. Perencanaan peningkatan jalan,

d. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker, e. Supervisi pembangunan jembatan dan pembuatan

duiker,

f. Infrastuktur jalan (DAK),

g. Rehabilitasi dan pembangunan trotoar, h. Peningkatan jalan (Debt Swept), i. Supervisi peningkatan (Debt Swept),  j. Supervisi infrastruktur j alan (DAK)

2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

a. Rehabili tasi/pemeliharaan jalan,

 b. Perencanaan Rehabili tasi /pemeliharaan jembatan, c. Operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan

 jembatan.

3. Program Pembangunan Sistem Informasi / Data base Jalan dan Jembatan.

a. Pemutakhiran data.

4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana  Kebinamargaan.

a. Pengadaan alat-alat berat.

17.576,89   130,98   144,40   38,26  2.598,95   30,00 9.081,05   229,60   5.248,65   35,00   40,00   1.519,05   771,31 43,58   704,17   250,00 250,00   2.000,00 2.000,00

1. Program Pembangunan Jalan dan  Jembatan

a. Perencanaan pembangunan jembatan,  b. Perencanaan pembukaan dan pen gkrekelan

 jalan,

c. Perencanaan peningkatan jalan, d. Penggantian jembatan dan pembuatan

duiker (dana pendamping), e. Infrastruktur jalan (DAK), f. Infrastruktur jalan (DAK) luncuran, g. Pembukaan jalan baru (Debt Swept) 2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan

dan Jembatan

a. Perencanaan rehabilitasi / pemeliharaan  jalan,

 b. Rehabilitasi / pemeliharaan j alan, c. Operasional dan pemeliharaan jalan dan

 jembatan.

3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan

a. Operasional dan pemeliharaan peralatan ke-PU-an.  9.055,94   200,00   100,00   150,00   527,750,   4.515,16   1.025,58   2.537,45   3.485,40   50,00 1.935,40   1.500,00   125,00 125,00

(20)

Dari tabel di atas terlihat bahwa pada Renja Dinas PU telah disusun  program-program yang disertai dengan kegiatan-kegiatan dari tiap program. Untuk 

setiap kegiatan telah direncanakan anggarannya. Semua program dan kegiatan yang ada di dalam Renstra Dinas PU telah terakomodir pada Renja Dinas PU. 4.1.4 Analisis Antara Dokumen Rencana Kerja (Renja) Dinas PU dengan

RKPD Kota Padang Tahun 2009 dan 2010.

RKPD merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah dan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang merupakan kompilasi kritis atas Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan kurun waktu satu tahun. Dokumen RKPD disusun sebagai landasan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). RKPD Kota Padang Tahun 2009 dan Tahun 2010 me rupakan dokumen  perencanaan tahunan dan merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Kota Padang tahun pertama dan kedua, yang memuat rancangan kerangka ekonomi makro, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan  pendanaan indikatif, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah

maupun melalui partisipasi masyarakat dan mengacu pada RKPD Propinsi.

Adapun matrik konsolidasi dokumen Renja Dinas PU Tahun 2009 dan 2010 dengan RKPD Kota Padang Tahun 2009 dan 2010 terkait Bidang Bina Marga yang disusun untuk melihat sejauh mana konsistensi program-program antara kedua dokumen tersebut. Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.4 dan 5.5 dibawah ini :

(21)

Tabel 4.5 Analisa Matrik Konsolidasi Dokumen Renja Dinas PU dengan RKPD Kota Padang Tahun 2009

Renja Dinas PU Tahun 2009 RKPD Tahun 2009

Program dan Kegiatan Anggaran

(Jutaan Rp) Program dan Kegiatan

Anggaran (Jutaan Rp)

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Perencanaan pembangunan jembatan,  b. Pembukaan dan pengkrekelan jalan,

c. Perencanaan peningkatan jalan,

d. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker,

e. Supervisi pembangunan jembatan dan pembuatan duiker, f. Infrastuktur jalan (DAK),

g. Rehabilitasi dan pembangunan trotoar, h. Peningkatan jalan (Debt Swept), i. Supervisi peningkatan (Debt Swept),  j. Supervisi infrastruktur jalan (DAK)

2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan &Jembatan

a. Rehabilitasi/pemeliharaan jalan,

 b. Perencanaan Rehabilitasi /pemeliharaan jembatan, c. Operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan. 3. Program Pembangunan Sistem Informasi / Data base

 Jalan dan Jembatan. a. Pemutakhiran data.

4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana  Kebinamargaan.

a. Pengadaan alat-alat berat.

17.576,89   130,98   144,40   38,26  2.598,95   30,00 9.081,05   229,60   5.248,65   35,00   40,00   1.519,05 771,31   43,58   704,17   250,00 250,00 2.000,00 2.000,00

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, a. Perencanaan pembangunan jembatan

 b. Perencanaan pembukaan & pengkrekelan jalan c. Pembukaan dan pengkrekelan jalan

d. Perencanaan peningkatan jalan e. Peningkatan jalan

f. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker 

2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan a. Perencanaan rehabilitasi pemeliharaan jalan

 b. Rehabilitasi pemeliharaan jalan

c. Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jembatan d. Rehabilitasi pemeliharaan jembatan

e. Operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan 3. Program Peningkatan Sistem Informasi /Database Jalan

dan Jembatan

a. Penyusunan data informasi jalan & jembatan 4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

 Kebinamargaan

a. Pengadaan alat-alat berat  b. Pengadaan kendaraan operasional

14.738,50   85,00   78,50   4.500,00 75,00   5.000,00 5.000,00   14.655,00 75,00 5.000,00   80,00 4.500,00 5.000,00   85,50 85,50 8.500,00 5.000,00 3.500,00 Sumber : 1. Renja Dinas PU Tahun 2009,

(22)

Tabel 4.6 Analisa Matrik Konsolidasi Dokumen Renja Dinas PU dengan RKPD Kota Padang Tahun 2010

Renja Dinas PU Tahun 2010 RKPD Tahun 2010

Program dan Kegiatan (Jutaan Rp)Anggaran Program dan Kegiatan (Jutaan Rp)Anggaran

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Perencanaan pembangunan jembatan,

 b. Perencanaan pembukaan dan pengkrekelan jalan, c. Perencanaan peningkatan jalan,

d. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker (dana  pendamping),

e. Infrastruktur jalan (DAK), f. Infrastruktur jalan (DAK) luncuran, g. Pembukaan jalan baru (Debt Swept)

2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan a. Perencanaan rehabilitasi / pemeliharaan jalan,

 b. Rehabilitasi / pemeliharaan jalan,

c. Operasional dan pemeliharaan jalan dan jembatan. 3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

 Kebinamargaan

a. Operasional dan pemeliharaan peralatan ke-PU-an.

9.055,94   200,00   100,00   150,00   527,75  4.515,16  1.025,58  2.537,45  3.485,40   50,00   1.935,40  1.500,000   125,00 125,00

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Perencanaan pembangunan jembatan  b. Pembukaan dan pengkrekelan jalan

c. Perencanaan peningkatan jalan

d. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker 

e. Supervisi pembangunan jembatan dan pembuatan duiker  f. Infrastruktur jalan (DAK)

g. Rehabilitasi dan pembangunan trotoar  h. Peningkatan jalan

i. Supervisi peningkatan jalan  j. Supervisi infrastruktur jalan (DAK)

2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan a. Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan

 b. Rehabilitasi pemeliharaan jalan

c. Operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan 3. Program Pembangunan Sistem Informasi/Database

 Jalan dan Jembatan

a. Update data infrastruktur jalan dan jembatan 4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

 Kebinamargaan Pengadaan alat-alat berat

3.350,00   250,00   150,00   165,00 250,00   65,00  1.000,00 100,00 1.250,00 60,00 60,00 1.665,36   70,00   1.000,00 595,36   50,00 50,00 1.000,00 1.000,00

Sumber : 1. Renja Dinas PU Tahun 2010,  2. RKPD Kota Padang Tahun 2010.

(23)

Dari kedua tabel di atas terlihat antara program dan kegiatan di dalam Renja Dinas PU dan RKPD Kota Padang tahun 2009 dan 2010 ada ketidakkonsistenan satu dengan lainnya. Di dalam Renja Dinas PU tahun 2009 terdapat 15 kegiatan sedangkan di dalam RKPD terdapat 14 kegiatan dan hanya 10 kegiatan yang konsisten. Sedangkan dalam Renja Dinas PU tahun 2010 terdapat 3  program dengan 11 kegiatan sedangkan di dalam RKPD terdapat 4 program

dengan 15 kegiatan dan hanya 3 program dengan 7 kegiatan yang konsisten. Tabel 4.7 Jumlah Kegiatan Renja Dinas PU Kota Padang dan Kegiatan

RKPD Kota Padang Tahun Anggaran 2009 dan 2010.

Status Kegiatan Renja Dinas PU Tahun 2009 RKPD Tahun 2009 Jumlah Kegiatan % Jumlah Kegiatan % 1.Konsisten 10 66,67 10 71,43 2. Tidak konsisten :

a. Ada di Renja Dinas PU, tdk ada di RKPD 5 33,33 - - b. Tidak ada di Renja Dinas PU, ada di RKPD - - 4 28,57

Jumlah 15 100,00 14 100,00 Status Kegiatan Renja Dinas PU Tahun 2010 RKPD Tahun 2010 Jumlah Kegiatan % Jumlah Kegiatan % 1.Konsisten 7 63,64 7 46,67 2. Tidak konsisten :

a. Ada di Renja Dinas PU, tdk ada di RKPD 4 36,36 - - b. Tidak ada di Renja Dinas PU, ada di RKPD - - 8 53,33

Jumlah 11 100,00 15 100,00

Sumber : 1. Renja Dinas PU Tahun 2009 dan 2010,

2. RKPD Kota Padang Tahun 2009 dan 2010. (Data diolah)

Ketidakkonsistenan yang terjadi disebabkan karena pada saat penyusunan  program dan kegiatan RKPD dilakukan hanya dengan menyaring hasil dari musrenbang kota. Indikatornya adalah program prioritas pada RPJMD tanpa memperhitungkan kemampuan keuangan daerah.

(24)

4.1.5 Analisis Antara Dokumen RKPD Kota Padang dengan PPAS Kota Padang Tahun 2009 dan Tahun 2010.

Matrik konsolidasi dokumen RKPD dengan PPAS Kota Padang Tahun 2009 dan 2010 ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 4.8 Analisa Matrik Konsolidasi Dokumen RKPD dengan PPAS Kota Padang Tahun 2009.

RKPD Kota Padang Tahun 2009 PPAS Kota Padang Tahun 2009

Program Pembangunan :

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan,  Rp

14.738.500.000,-a. Perencanaan pembangunan jembatan, Rp

85.0000.000,- b. Perencanaan Pembukaan & Pengkrekelan Jalan, Rp

78.500.000,-c. Pembukaan dan Pengkrekelan Jjalan, Rp

4.500.000.000,-d. Perencanaan Peningkatan Jalan, Rp

5.000.000.000,-e. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker, Rp

5.000.000.000,-2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Rp 14.655.000.000,-a. Perencanaan Rehabilitasi Pemeliharaan

Jalan, Rp

75.000.000,- b. Rehabilitasi Pemeliharaan Jalan, Rp

5.000.000.000,-c. Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan  jembatan, Rp

80.000.000,-d. Rehabilitasi Pemeliharaan Jembatan, Rp

4.500.000.000,-e. Operasional dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, Rp

5.000.000.000,-3. Program Peningkatan Sistem Informasi   /Database Jalan dan Jembatan,

 Rp

85.500.000,-a. Penyusunan Data Informasi Jalan dan Jembatan, Rp

85.500.000,-4. Program Peningkatan Sarana dan  Prasarana Kebinamargaan, Rp

8.500.000.000,-a. Pengadaan alat-alat berat, Rp

5.000.000.000,- b. Pengadaan Kendaraan Operasional, Rp

3.500.000.000,-Program Pembangunan :

1. Pembangunan Jalan dan Jembatan  Rp

17.576.880.000,-a. Perencanaan Pembangunan Jembatan, Rp

130.975.000,- b. Pembukaan dan Pengkrekelan Jalan, Rp

144.400.000,-c. Perencanaan Peningkatan Jalan, Rp

38.255.000,-d. Pembangunan Jembatan dan Pembuatan Duiker (Debt Swept), Rp

2.598.950.000,-e. Supervisi Pembangunan Jembatan dan Pembuatan Duiker, Rp 30.000.000,-f. Infrastruktur Jalan (DAK),

Rp

9.081.050.000,-g. Rehabilitasi dan Pembangunan Trotoar, Rp 229.600.000,-h. Peningkatan Jalan,

Rp

5.248.650.000,-i. Supervisi Peningkatan Jalan, Rp

35.000.000,- j. Supervisi Infrastruktur Jalan, Rp

40.000.000,-2. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan  Jembatan, Rp

1.519.053.136,-a. Perencanaan Rehabilitasi /Pemeliharaan Jembatan, Rp

43.575.000,- b. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan, Rp

771.311.176,-c. Operasional dan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan, Rp

704.166.960,-3. Pembangunan Sistem Informasi / Data

 Base jalan dan Jembata, Rp

250.000.000,-a. Pemutakhiran Data, Rp

(25)

 Kebinamargaan, Rp 2.000.000.000,-a. Pengadaan Alat-alat Berat, Rp

2.000.000.000,-Sumber : 1. RKPD Kota Padang Tahun 2009, 2. PPAS Kota Padang Tahun 2009.

Tabel 4.9. Analisa Matrik Konsolidasi Dokumen RKPD dengan PPAS Kota Padang Tahun 2010.

RKPD Kota Padang Tahun 2010 PPAS Kota Padang Tahun 2010

Program Pembangunan :

1. Program Pembangunan Jalan dan  Jembatan,

Rp3.350.000.000,-a. Perencanaan pembangunan jembatan, Rp

250.000.000,- b. Pembukaan dan pengkrekelan jalan, Rp

150.000.000,-c. Perencanaan peningkatan jalan, Rp

165.000.000,-d. Penggantian jembatan dan pembuatan duiker, Rp

250.000.000,-e. Supervisi Pembangunan Jembatan dan Pembuatan Duiker, Rp 65.000.000,-f. Infrastruktur jalan (DAK),

Rp

1.000.000.000,-g. Rehabilitasi dan Pembangunan Trotoar, Rp

100.000.000,-h. Peningkatan Jalan, Rp 1.250.000.000,-i. Supervisi Peningkatan Jalan,

Rp

60.000.000,- j. Supervisi Infrastruktur Jalan, Rp

60.000.000,-2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Rp

1.665.359.000,-a. Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan  jalan, Rp

70.000.000,- b. Rehabilitasi pemeliharaan jalan, Rp

1.000.000.000,-c. Operasional dan pemeliharaan rutin  jalan dan jembatan, Rp

595.359.000,-3. Program Pembangunan Sistem  Informasi/ Database Jalan dan  Jembatan,

Rp

50.000.000,-a. Update Data Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Rp

50.000.000,-Program Pembangunan :

1. Pembangunan Jalan dan Jembatan, Rp

 9.057.838.423,-a. Perencanaan Pembangunan Jembatan, Rp

200.000.000,- b. Pembukaan dan Pengkrekelan Jalan, Rp

100.000.000,-c. Perencanaan Peningkatan Jalan, Rp

150.000.000,-d. Pembangunan Jembatan dan

Pembuatan Duiker (Debt Swept), Rp

527.750.000,-e. Infrastruktur Jalan (DAK), Rp

4.517.161.434,-f. Pembukaan Jalan Baru (Debt Swept), Rp

2.538.250.000,-g. Infrastruktur Jalan (DAK Luncuran), Rp

1.024.676.989,-2. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan  Jembatan, Rp

14.048.588.300,-a. Perencanaan Rehabilitasi

/Pemeliharaan Jalan, Rp 50.000.000,- b. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan,

Rp

1.879.894.300,-c. Operasional dan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan, Rp

2.000.000.000,-d. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan (Dana DPDF & PPD), Rp 9.862.274.000,-e. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan

(Pendamping Dana DPDF dan PPD), Rp

256.420.000,-3. Peningkatan Sarana dan Prasarana  Kebinamargaan, Rp 202.000.000,-a. Operasional dan Pemeliharaan

(26)

202.000.000,-4. Program Peningkatan Sarana dan  Prasarana Kebinamargaan,

 Rp

1.000.000.000,-a. Pengadaan alat-alat berat, Rp

1.000.000.000,-Sumber : 1. RKPD Kota Padang Tahun 2010, 2. PPAS Kota Padang Tahun 2010.

(27)

Dari dua tabel di atas menunjukkan bahwa di dalam dokumen RKPD tahun 2009 dan 2010 telah disusun program-program yang akan dilaksanakna pada tahun bersangkutan. Program tersebut dilengkapi dengan rincian kegiatan beserta anggarannya. Demikian juga dengan dokumen PPAS, program-program yang direncanakan telah disertai dengan kegiatan dan anggarannya. Dalam dokumen PPAS kegiatan telah disusun dengan target biaya pertahunnya.

Pada dokumen PPAS tahun 2009, untuk program tingkat konsistensinya dengan RKPD adalah 100%, sedangkan untuk kegiatan tingkat konsistensinya adalah 60% (9 kegiatan). Sedangkan pada dokumen tahun 2010, ada 8 kegiatan (61,54%) yang konsisten dengan RKPD sedangkan 5 kegiatan (38,46%) lagi tidak  konsisten. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.10 Program dan Kegiatan Bidang Bina Marga dalam RKPD dan PPAS Tahun 2009 dan 2010.

Status Program

RKPD Tahun 2009 PPAS Tahun 2009 Jumlah Kegiatan % Jumlah Kegiatan % 1. Konsisten 9 69,23 9 60,00 2. Tidak Konsisten

a. Ada di RKPD, tidak ada di PPAS.  b. Ada di PPAS, tidak ada di RKPD.

4 -30,77 -6 -40,00 Jumlah 13 100,00 15 100,00 Status Kegiatan

RKPD Tahun 2010 PPAS Tahun 2010 Jumlah Kegiatan % Jumlah Kegiatan % 1.Konsisten 8 53,33 8 61,54 2. Tidak Konsisten

a. Ada di RKPD, tidak ada di PPAS.  b. Ada di PPAS, tidak ada di RKPD.

7 -46,67 -5 -38,46 Jumlah 15 100,00 13 100,00

Sumber : Data diolah.

Ketidakkonsistenan pada program dan kegiatan yang ada dalam RKPD dengan PPAS terjadi karena a) Saat penyusunan program dan kegiatan RKPD dilakukan hanya dengan menyaring hasil dari musrenbang kota tanpa memperhitungkan kemampuan keuangan daerah, b) Informasi anggaran dari Pemerintah Provinsi maupun Pusat terlambat diterima, sehingga kegiatan ini tidak  tercantum dalam dokumen RKPD.

(28)

4.1.6 Analisis Antara Dokumen PPAS dengan APBD Kota Padang Tahun 2009 dan 2010.

Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) merupakan progam  prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam menyusun RKA SKPD. PPAS yang telah disepakati oleh Pemerintah Daerah dan DPRD selanjutnya dijadikan  pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD pada

masing-masing SKPD.

RKA SKPD dari seluruh dinas setelah dikompilasi akan disusun menjadi Raperda APBD. Setelah melalui tahapan pembahasan dan persetujuan dengan DPRD, Raperda APBD ditetapkan menjadi Perda APBD setelah sebelumnya dievaluasi oleh pemerintah atasan, dalam hal ini Raperda APBD Kota Padang dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

Matrik konsolidasi dokumen PPAS dengan APBD Kota Padang Tahun 2009 dan 2010 yang disusun untuk melihat sejauhmana konsitensi  program-program antara kedua dokumen tersebut adalah sebagimana ditunjukkan  pada tabel di bawah ini :

(29)

Tabel 4.11 Analisa Matrik Konsolidasi Dokumen PPAS Kota Padang Tahun 2009 dengan APBD Kota Padang Tahun 2009.

PPAS Kota Padang Tahun 2009 APBD Kota Padang Tahun 2009

Program dan Kegiatan Anggaran

(Jutaan Rp) Program dan Kegiatan

Anggaran (Jutaan Rp) 1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan,

a. Perencanaan Pembangunan Jembatan  b. Pembukaan dan Pengkrekelan Jalan

c. Perencanaan Peningkatan Jalan

d. Pembangunan Jembatan dan Pembuatan Duiker (Debt Swept)

e. Supervisi Pembangunan Jembatan dan Pembuatan Duiker 

f. Infrastruktur Jalan (DAK)

g. Rehabilitasi dan Pembangunan Trotoar  h. Peningkatan Jalan

i. Supervisi Peningkatan Jalan  j. Supervisi Infrastruktur Jalan (DAK)

2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan,

a. Perencanaan Rehabilitasi /Pemeliharaan Jembatan  b. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan

c. Operasional dan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan

3. Program Pembangunan Sistem Informasi/Data Base Jalan dan Jembatan

- Pemutakhiran Data

4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan

- Pengadaan Alat-Alat Berat

17.576,89   130,98 144,40   38,26   2.598,95 30,00 9.081,05 229,60   5.248,65   35,00   40,00 1.519,05 43,58   771,31   704,17 250,00 250,00 2.000,00 2.000,00

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan,

a. Perencanaan Pembangunan Jembatan  b. Pembukaan dan Pengkrekelan Jalan

c. Perencanaan Peningkatan Jalan

d. Pembangunan Jembatan dan Pembuatan Duiker (Debt Swept)

e. Supervisi Pembangunan Jembatan dan Pembuatan Duiker 

f. Infrastruktur Jalan (DAK)

g. Rehabilitasi dan Pembangunan Trotoar  h. Peningkatan Jalan

i. Supervisi Peningkatan Jalan  j. Supervisi Infrastruktur Jalan (DAK)

k. Pembukaan Jalan Baru (Debt Swept)

2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan,

a. Perencanaan Rehabilitasi /Pemeliharaan Jembatan  b. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan

c. Operasional dan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan

3. Program Pembangunan Sistem Informasi/Data Base Jalan dan Jembatan

- Pemutakhiran Data

4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan

- Pengadaan Alat-Alat Berat

17.988,74   130,07   144,40   37,57   2.598,95   28,67   9.286,57   226,68   5.023,00   33,84   38,54 440,43 3.767,65   43,27   2.715,37   1.009,00   178,67   178,67   1.500,00   1.500,00

(30)

2. APBD Kota Padang Tahun 2009.

Tabel 4.12 Analisa Matrik Konsolidasi Dokumen PPAS Kota Padang Tahun 2010 dengan APBD Kota Padang Tahun 2010.

PPAS Kota Padang Tahun 2010 APBD Kota Padang Tahun 2010 Program dan Kegiatan Anggaran

(Jutaan Rp) Program dan Kegiatan

Anggaran (Jutaan Rp) 1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan,

a. Perencanaan Pembangunan Jembatan  b. Pembukaan dan Pengkrekelan Jalan

c. Perencanaan Peningkatan Jalan

d. Pembangunan Jembatan dan Pembuatan Duiker  (Debt Swept)

e. Infrastruktur Jalan (DAK)

f. Pembukaan Jalan Baru (Debt Swept) g. Infrastruktur Jalan (DAK Luncuran) 2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan

Jembatan,

a. Perencanaan Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan  b. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan

c. Operasional dan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan

d. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan (Dana DPDF dan PPD)

e. Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan (Pendamping Dana DPDF dan PPD)

3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 9.057,84   200,00 100,00 150,00 527,75 4.517,16   2.538,25 1.024,68 14.048,59   50,00 1. 879,89   2.000,00   9.862,27   256,42   202,00   202,00

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, a. Perencanaan Pembangunan Jembatan  b. Perencanaan Pembukaan dan Pengkrekelan

Jalan

c. Perencanaan Peningkatan Jalan d. Pembangunan Jembatan dan Pembuatan

Duiker (Debt Swept) e. Infrastruktur Jalan (DAK)

f. Pembuatan Jalan Baru (Debt Swept) g. Infrastruktur Jalan (DAK Luncuran) 2. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan

Jembatan,

a. Perencanaan Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan  b. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan

c. Operasional dan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan

d. Rehabilitasi Jalan dan Jembatan (Dana DPDF dan PPD)

e. Rehabilitasi Jalan dan Jembatan (Pendamping Dana DPDF dan PPD)

3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

9.057,84   200,00   100,00   150,00  527,75  4.517,16 2.538,25  1.024,68 14.035,39   50,00   1.879,89   2.200,00 9.862,27 43,23   252,00

(31)

- Operasional dan Pemeliharaan Peralatan ke-PU-an. Kebinamargaan

- Pengadaan Alat-Alat Berat

252,00 Sumber : 1. PPAS Kota Padang Ta hun 2010,

(32)

Dari tabel 4.11 di atas dapat dilihat bahwa pada dokumen PPAS Tahun 2009 terdapat 4 program dengan 15 kegiatan. Sementara pada dokumen APBD Tahun 2009 juga terdapat 4 program yang sama dengan 16 kegiatan. Jadi untuk   program, tingkat konsistensinya 100%, sedangkan untuk kegiatan ada 15 kegiatan

(93,75%) yang konsisten dan ada 1 kegiatan (6,25%) yang tidak konsisten dengan PPAS.

Sedangkan pada dokumen PPAS Tahun 2010 terdapat 3 program dengan 13 kegiatan. Demikian juga pada dokumen APBD Tahun 2010, tapi ada 2 kegiatan yang tidak konsisten dengan PPAS. Jadi untuk program tingkat konsistennya adalah 100% dan untuk kegiatan 11 kegiatan (84,62%) yang konsisten dan 2 kegiatan (15,38%) yang tidak konsisten dengan PPAS.

Tabel 4.13 Kegiatan Bidang Bina Marga dalam PPAS dan dalam APBD Tahun 2009 dan 2010.

Status Kegiatan

PPAS Tahun 2009 APBD Tahun 2009 Jumlah Kegiatan % Jumlah Kegiatan % 1.Konsisten 15 100,00 15 93,75 2. Tidak Konsisten

a. Ada di PPAS, tidak ada di APBD

 b. Ada di APBD, tidak ada di PPAS

-1 -6,25 Jumlah 15 100,00 16 100,00 Status Kegiatan

PPAS Tahun 2010 APBD Tahun 2010 Jumlah Kegiatan % Jumlah Kegiatan % 1.Konsisten 11 84,62 11 84,62 2. Tidak Konsisten

a. Ada di PPAS, tidak ada di APBD

 b. Ada di APBD, tidak ada di PPAS

2 -15,38 -2 -15,38 Jumlah 13 100,00 13 100,00

Sumber : Data diolah.

Dari kegiatan-kegiatan yang konsisten pada dokumen PPAS dan APBD Tahun 2009 dan 2010, terdapat ketidakkonsistenan dalam penganggaran budget . Berdasarkan budget   yang telah dianggarkan dalam dokumen PPAS dan APBD

(33)

akan dihitung deviasinya. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.14 di bawah ini :

Tabel 4.14 Deviasi  Budget   per Kegiatan Dokumen PPAS dan APBD Kota Padang Tahun 2009

Kegiatan Yang Konsisten PPAS

(Rp) APBD (Rp) Deviasi Jumlah (Rp) % a. Perencanaan Pembangunan Jembatan

 b. Pembukaan dan Pengkrekelan Jalan

c. Perencanaan Peningkatan Jalan d. Pembangunan Jembatan dan

Pembuatan Duiker (Debt Swept) e. Supervisi Pembangunan Jembatan

dan Pembuatan Duiker  Infrastruktur Jalan (DAK) f. Infrastruktur Jalan (DAK) g. Rehabilitasi dan Pembangunan

Trotoar 

h. Peningkatan Jalan

i. Supervisi Peningkatan Jalan  j. Supervisi Infrastruktur Jalan

(DAK)

k. Perencanaan Rehabilitasi /Pemeliharaan Jembatan

l. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan m. Operasional dan Pemeliharaan

Rutin Jalan dan Jembatan n. Pemutakhiran Data

o. Pengadaan Alat-Alat Berat

130.975.000 144.400.000 38.255.000 2.598.950.000 30.000.000 9.081.050.000 229.600.000 5.248.650.000  35.000.000 40.000.000 43.575.000   771.311.176  704.166.960 250.000.000 2.000.000.000 130.069.400 144.400.000  37.572.000 2.598.950.000 28.672.200 9.286.574.400 226.684.600 5.023.001.500   33.842.300   38.542.100   43.272.100 2.715.371.500   1.009.002.736   178.672.100 1.500.000.000 (905.600) -(683.000) -(1.327.800) 205.524.400 (2.915.400) (225.648.500) (1.157.700) (1.457.900) (302.900) 1.944.060.324 304.835.776 (71.327.900) (500.000.000) (0,69) 0,00 (1,79) 0,00 (4,43) 2,26 (1,27) (4,30) (3,31) (3,64) (0,70) 252,05 43,29 (28,53) (25,00)

Sumber : 1. PPAS Kota Padang Tahun 2009, 2. APBD Kota Padang Tahun 2009

 (Data diolah).

Dari tabel 4.14 dapat dilihat bahwa :

 Terdapat 13,33% atau 2 (dua) kegiatan yang konsisten anggarannya

antara PPAS dan APBD.

 Untuk tingkat deviasi budget   < 10% ada 60,00% atau 9 (sembilan)

(34)

 Untuk tingkat deviasi budget  < 50% ada 20,00% atau 3 (tiga) kegiatan,

dan

 Untuk tingkat deviasi budget  > 50% ada 6,67% atau 1 (satu) kegiatan.

Tabel 4.15 Deviasi  Budget   per Kegiatan Dokumen PPAS dan APBD Kota Padang Tahun 2010

Kegiatan Yang Konsisten PPAS

(Rp) APBD (Rp) Deviasi Jumlah (Rp) % a. Perencanaan Pembangunan Jembatan  b. Perencanaan Peningkatan Jalan

c. Pembangunan Jembatan dan Pembuatan Duiker (Debt Swept)

d. Infrastruktur Jalan (DAK) e. Pembukaan Jalan Baru (Debt

Swept)

f. Infrastruktur Jalan (DAK  Luncuran)

g. Perencanaan Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan

h. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan

i. Operasional dan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan  j. Rehabilitasi Jalan dan

Jembatan (Dana DPDF dan PPD)

k. Rehabilitasi Jalan dan

Jembatan (Pendamping Dana DPDF dan PPD)   200.000.000 150.000.000 527.750.000 4.517.161.434 2.538.250.000 1.024.676.989 50.000.000  1. 879.894.300   2.000.000.000  9.862.274.000 256.420.000 200.000.000  150.000.000   527.750.000  4.517.161.434 2.538.250.000 1.024.676.989   50.000.000  1.879.894.300  2.200.000.000 9.862.274.000 43.225.000 -200.000.000 - (213.195.900) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 10,00 0,00 (83,14)

Sumber : 1. PPAS Kota Padang Tahun 2010, 2. APBD Kota Padang Tahun 2010. (Data diolah).

Dari tabel 4.15 dapat dilihat bahwa :

(35)

anggarannya antara PPAS dan APBD.

 Untuk tingkat deviasi budget  < 50% ada 9,09% atau 1 (satu) kegiatan,

dan

 Untuk tingkat deviasi budget  > 50% ada 9,09% atau 1 (satu) kegiatan.

Terjadinya ketidakkonsistenan kegiatan yang terdapat dalam PPAS dengan kegiatan pada APBD disebabkan karena beberapa hal, antara lain (a) tidak  tertampungnya kegiatan yang diusulkan dalam RKPD dan PPAS, (b) Sejalan dengan perkembangan pembangunan, kegiatan semula yang ada dalam PPAS ternyata tidak diperlukan pada saat itu, (c) Anggaran dari Pemerintah Provinsi maupun Pusat terlambat diterima informasinya, bukan pada awal penyusunan  perencanaan tetapi pada saat proses penyusunan PPAS atau APBD.

4.1.7 Kesimpulan Analisis Konsistensi Perencanaan dan Penganggaran Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Padang

Atas dasar analisis yang telah dilakukan terhadap dokumen perencanaan dan penganggaran Tahun 2009, maka dapat dilihat rendahnya tingkat konsistensi antara dokumen perencanaan (Renja Dinas PU, dan PPAS) dengan dokumen  penganggaran (APBD) karena naik turunnya jumlah anggaran kegiatan.

Ketidakkonsistensi juga ditunjukkan dengan munculnya kegiatan yang sebelumnya tidak ada dalam dokumen perencanaan namun tiba-tiba muncul di dalam APBD. Gambaran di atas dapat dilihat pada tabel 4.16 di bawah ini :

Tabel 4.16 Program dan Kegiatan Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Padang Tahun 2009

No. Program dan Kegiatan

Pagu Anggaran Tahun 2009 Renja (Juta Rp) PPAS (Juta Rp) APBD (Juta Rp)

1 Pembangunan Jalan dan Jembatan 17.576,89 17.576,87 17.988,72

a. Perencanaan Pembangunan Jembatan 130,98 130,97 130,07  b. Pembukaan dan Pengkrekelan Jalan 144,40 144,40 144,40 c. Perencanaan Peningkatan Jalan 38,26 38,25 37,57 d. Peningkatan Jalan (Debt Swept) 5.248,65 5.248,65 5.023,00 e. Pembangunan Jembatan dan Pembuatan

Duiker (Debt Swept) 2.598,95 2.598,95 2.598,95

(36)

Pembuatan Duiker 

g. Infrastruktur Jalan (DAK) 9.081,05 9.081,05 9.286,57 h. Rehabilitasi dan Pembangunan Trotoar 229,60 229,60 226,68 i. Supervisi Peningkatan Jalan (Debt Swept) 35,00 35,00 33,84  j. Supervisi Infrastruktur Jalan (DAK) 40,00 40,00 38,54 k. Pembuatan Jalan Baru (Debt Swept) - - 440,43 2 Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 1.519,05 1.519,05 3.767,64 a. Rehabilitasi /Pemeliharaan Jalan 771,31 771,31 2.715,37  b. Perencanaan Rehabilitasi /Pemeliharaan

Jembatan 43,57 43,57 43,27

c. Operasional dan Pemeliharaan Rutin Jalan dan

Jembatan 704,17 704,17 1.009,00

3 Pembangunan Sistem Informasi / Data Base jalan dan

Jembatan 250,00 250,00 178,67

 Pemutakhiran Data 250,00 250,00 178,67

4 Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan

2.000,00 2.000,00 1.500,00

 Pengadaan Alat-alat Berat 2.000,00 2.000,00 1.500,00

Sumber : 1. Renja Dinas PU Tahun 2009, 2. PPAS Tahun 2009, 3. APBD Tahun 2009.

Sementara berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap dokumen  perencanaan dan penganggaran Tahun 2010, maka dapat dilihat ketidakkonsistensi antara dokumen perencanaan dengan dokumen anggaran. Ketidakkonsistensi dapat dilihat pada jumlah anggaran kegiatan yang  berubah-ubah. Ketidakkonsistensi selanjutnya terjadi pada kegiatan yang

sebelumnya ada dalam dokumen Renja tetapi tidak muncul dalam dokumen PPAS atau APBD dan sebaliknya, munculnya kegiatan baru pada PPAS atau APBD yang mulanya tidak ada pada Renja. Untuk memperjelas gambaran di atas ditunjukkan oleh tabel berikut ini :

Tabel 4.17 Program dan Kegiatan Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Padang Tahun 2010

No. Program dan Kegiatan

Pagu Anggaran Tahun 2010 Renja (Juta Rp) PPAS (Juta Rp) APBD (Juta Rp)

1 Pembangunan Jalan dan Jembatan 9.057,94 9.057,84 9.057,84

a. Perencanaan Pembangunan Jembatan 200,00 200,00 200,00  b. Perencanaan Pembukaan dan

Pengkrekelan Jalan 100,00 - 100,00

c. Pembukaan dan Pengkrekelan Jalan - 100,00

-d. Perencanaan Peningkatan Jalan 150,00 150,00 150,00 e. Pembangunan Jembatan dan

Pembuatan Duiker (Debt Swept) 527,75 527,75 527,75 f. Infrastruktur Jalan (DAK) 4.517,16 4.517,16 4.517,16

Gambar

Gambar  2.1  Hubungan  Antara  Rencana  Pembangunan  Jangka  Panjang,Gambar  2.1  Hubungan  Antara  Rencana  Pembangunan  Jangka  Panjang,
Tabel 3.1 Pengukuran Konsistensi Perencanaan
Gambar 3.1 Flowchart  Analisis  Konsistensi Dokumen PPAS dengan APBD
Tabel 4.2 Program Bidang Bina Marga dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2009-2014 dan Program Bidang Bina Marga pada Renstra Dinas PU Tahun 2009-2014
+7

Referensi

Dokumen terkait

Karena  penerapan  egovernment  membutuhkan  dukungan  dari  berbagai  pihak,  pelaksanaannya  memerlukan  strategi  yang  terkelola  dengan  baik.  Secara  internal, 

With its vast and high-quality blockbuster movie library, CATCHPLAY played on First Media’s X1 Smart Box and First Media’s superior internet connection allows the customers to

(kaidah, keberaturan, pola, kendala) dari data dalam database yang

[r]

[r]

Administrasi Perusahaan, Pakta Integritas, Form Isian Kualifikasi, IUJK, SBU, SPT Tahun Terakhir, Pajak Bulanan 3 Bulan Terakhir ;.. Kontrak Pekerjaan yang Sejenis

If all the major arteries in the body have a total cross-sectional area of about 7.0 cm 2 calculate the average speed (in cm-s -1 ) in the major arteries which

Pada beberapa penelitian menyebutkan bahwa penghentian penggunaan pil kontrasepsi tidak akan menyebabkan bayi yang lahir memiliki berat badan lahir rendah, namun ada yang