pidana
pidana korupsi. korupsi. Ke-30 Ke-30 jenis jenis tindak tindak pidana korupsi pidana korupsi tersebut tersebut pada pada dasarnyadasarnya dapat dikelompokkan menjadi tujuh, yaitu: i) kerugian keuangan Negara; dapat dikelompokkan menjadi tujuh, yaitu: i) kerugian keuangan Negara; ii) suap menyuap; iii) penggelapan dalam jabatan; iv) pemerasan; v) ii) suap menyuap; iii) penggelapan dalam jabatan; iv) pemerasan; v) perbuatan
perbuatan curang; curang; vi) vi) benturan benturan kepentingan kepentingan dalam dalam pengadaan; pengadaan; dan dan vii)vii) gratifikasi .
gratifikasi .
Dari berbagai jenis korupsi yang diatur dalam undang-undang, Dari berbagai jenis korupsi yang diatur dalam undang-undang, gratifikasi merupakan suatu hal yang relatif baru dalam penegakan hukum gratifikasi merupakan suatu hal yang relatif baru dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia. Meskipun sudah diterangkan di dalam tindak pidana korupsi di Indonesia. Meskipun sudah diterangkan di dalam undang undang, ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang belum undang undang, ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami definisi gratifikasi, bahkan para pakar pun masih memahami definisi gratifikasi, bahkan para pakar pun masih memperdebatkan hal ini
memperdebatkan hal ini
B.
B. Rumusan MasalahRumusan Masalah 1.
1. Apa yang dimaksud dengan gratifikasi ?Apa yang dimaksud dengan gratifikasi ? 2.
2. Apa landasan hukum tentang gratifikasi sebagai tindak pidana korupsi?Apa landasan hukum tentang gratifikasi sebagai tindak pidana korupsi? 3.
3. Apa saja kategori gratifikasi ?Apa saja kategori gratifikasi ? 4.
4. Apa saja dampak dari gratifikasi ?Apa saja dampak dari gratifikasi ? 5.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
C.
C. Tujuan PenulisanTujuan Penulisan 1.
1. Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami arti gratifikasi.Agar mahasiswa dapat mengerti dan memahami arti gratifikasi. 2.
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui landasan hukum tentang gratifikasiAgar mahasiswa dapat mengetahui landasan hukum tentang gratifikasi sebagai tindak pidana korupsi.
sebagai tindak pidana korupsi. 3.
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui kategori dari gratifikasi.Agar mahasiswa dapat mengetahui kategori dari gratifikasi. 4.
4. Agar mahasiswa dapat mengetahui dampak dari gratifikasi.Agar mahasiswa dapat mengetahui dampak dari gratifikasi. 5.
5. Agar mahasiwa dapat mengetahui contoh gratifikasi dalam kehidupanAgar mahasiwa dapat mengetahui contoh gratifikasi dalam kehidupan sehari-hari dan terhindar dari tindakan gratifikasi.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN A.
A. Pengertian GratifikasiPengertian Gratifikasi
Hadiah Pegawai atau sering disebut dengan Gartifikasi adalah uang hadiah Hadiah Pegawai atau sering disebut dengan Gartifikasi adalah uang hadiah yang diberikan pada pegawai di luar gaji
yang diberikan pada pegawai di luar gaji yang yang telah ditentukan. Di dalamyang yang telah ditentukan. Di dalam Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penjelasan Pasal 12 B ayat (1) gratifikasi adalah, pemberian dalam Korupsi. Penjelasan Pasal 12 B ayat (1) gratifikasi adalah, pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang rabat (diskon), komisi, arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang rabat (diskon), komisi, pinjaman
pinjaman tanpa tanpa bunga, bunga, tiket tiket perjalanan, perjalanan, fasilitas fasilitas penginapan, penginapan, perjalananperjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.
wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.
Adapun dalam bahasa arab, suap atau sogok dikenal dengan riswah, yang Adapun dalam bahasa arab, suap atau sogok dikenal dengan riswah, yang diartikan sebagai “Apa
diartikan sebagai “Apa-apa yang diberikan agar ditunaikan kepentingannya-apa yang diberikan agar ditunaikan kepentingannya atau apa-apa yang diberikan unutk membenarkan yang salah atau atau apa-apa yang diberikan unutk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar “ (Mu’jamul Wasith).
menyalahkan yang benar “ (Mu’jamul Wasith).
Istilah Gratifikasi berasal dari bahasa Belanda “gratikatie“ yang diadopsi Istilah Gratifikasi berasal dari bahasa Belanda “gratikatie“ yang diadopsi dalam bahasa Inggris menjadi “gratification“ yang artinya “pemberian dalam bahasa Inggris menjadi “gratification“ yang artinya “pemberian sesuatu/hadiah“. Black’s Law Dictionary memberikan pen
sesuatu/hadiah“. Black’s Law Dictionary memberikan pengertian gratifikasigertian gratifikasi atau Gratification adalah sebagai “a voluntarily given reward or recompense atau Gratification adalah sebagai “a voluntarily given reward or recompense for a service or benefit” yang dapat diartikan sebagai “sebuah pemberian yang for a service or benefit” yang dapat diartikan sebagai “sebuah pemberian yang diberikan atas diperolehnya suatu bantuan atau keuntungan”. Kita terkadang diberikan atas diperolehnya suatu bantuan atau keuntungan”. Kita terkadang sangat
sangat sulit membedakan antara “ hadiah (gift) “ dengan “ suap (bribe) “sulit membedakan antara “ hadiah (gift) “ dengan “ suap (bribe) “ ketika berhadapan dengan pejabat.
ketika berhadapan dengan pejabat.
Gratifikasi dapat diartikan positif atau negatif. Gratifikasi positif adalah Gratifikasi dapat diartikan positif atau negatif. Gratifikasi positif adalah pemberian
pemberian hadiah hadiah dilakukan dilakukan dengan dengan niat niat yang yang tulus tulus dari dari seseorang seseorang kepadakepada orang lain tanpa pamrih artinya pemberian dalam bentuk “tanda kasih” tanpa orang lain tanpa pamrih artinya pemberian dalam bentuk “tanda kasih” tanpa mengharapkan balasan apapun. Gratifikasi negatif adalah pemberian hadiah mengharapkan balasan apapun. Gratifikasi negatif adalah pemberian hadiah dilakukan dengan tujuan pamrih, pemberian jenis ini yang telah membudaya dilakukan dengan tujuan pamrih, pemberian jenis ini yang telah membudaya dikalangan birokrat maupun pengusaha karena adanya interaksi kepentingan, dikalangan birokrat maupun pengusaha karena adanya interaksi kepentingan,
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
juga
juga sangat sangat merugikan merugikan bagi bagi orang orang lain lain dan dan perpektif perpektif dan dan nilai-nilai nilai-nilai keadilankeadilan dalam hal ini terasa dikesampingkan hanya karena kepentingan sesorang yang dalam hal ini terasa dikesampingkan hanya karena kepentingan sesorang yang tidak taat pada tata cara yang telah ditetapkan. Dengan demikian secara tidak taat pada tata cara yang telah ditetapkan. Dengan demikian secara perspektif
perspektif gratifikasi gratifikasi tidak tidak selalu selalu mempunyai mempunyai arti arti jelek, jelek, namun namun harus harus dilihatdilihat dari kepentingan gratifikasi.
dari kepentingan gratifikasi.
B.
B. Landasan Hukum Tentang Gratifikasi Sebagai Tindak Pidana Korupsi.Landasan Hukum Tentang Gratifikasi Sebagai Tindak Pidana Korupsi.
Pengaturan tentang gratifikasi berdasarkan penjelasan sebelumnya Pengaturan tentang gratifikasi berdasarkan penjelasan sebelumnya diperlukan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan diperlukan untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh penyelenggara negara atau pegawai negeri. melalui pengaturan ini oleh penyelenggara negara atau pegawai negeri. melalui pengaturan ini diharapkan penyelenggara negara atau pegawai negeri dan masyarakat dapat diharapkan penyelenggara negara atau pegawai negeri dan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah yang tepat, yaitu menolak atau segera mengambil langkah-langkah yang tepat, yaitu menolak atau segera melaporkan gratifikasi yang diterimanya. Secara khusus gratifikasi ini diatur melaporkan gratifikasi yang diterimanya. Secara khusus gratifikasi ini diatur dalam:
dalam: 1.
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001,tentangUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001,tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 12B:
Pasal 12B: 1.
1. Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negaraSetiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, dengan ketentuan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, dengan ketentuan sebagai berikut:
sebagai berikut: a.
a. yang nilainya Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) atau lebih,yang nilainya Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) atau lebih, pembuktian
pembuktian bahwa bahwa gratifikasi gratifikasi tersebut tersebut bukan bukan merupakan merupakan suapsuap dilakukan oleh penerima gratifikasi;
dilakukan oleh penerima gratifikasi; b.
b. yang nilainya kurang dari Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah),yang nilainya kurang dari Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah), pembuktian
pembuktian bahwa bahwa gratifikasi gratifikasi tersebut tersebut suap suap dilakukan dilakukan oleholeh penuntut umum.
penuntut umum. 2.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
puluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (du puluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (duaa
ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
rupiah).
Penjelasan Pasal 12B A
Penjelasan Pasal 12B Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001yat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Yang dimaksud dengan gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, Yang dimaksud dengan gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat, komisi pinjaman tanpa yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat, komisi pinjaman tanpa bunga,
bunga, tiket tiket perjalanan, perjalanan, fasilitas fasilitas penginapan, penginapan, perjalanan perjalanan wisata,wisata, pengobatan cuma-cum
pengobatan cuma-cuma a dan dan fasilitas fasilitas lainnya. lainnya. Gratifikasi Gratifikasi tersebut tersebut baikbaik yang diterima didalam negeri maupun di luar negeri dan yang yang diterima didalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronika atau tanpa sarana dilakukan dengan menggunakan sarana elektronika atau tanpa sarana elektronika.
elektronika. Pasal 12C: Pasal 12C: 1.
1. Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B ayat (1) tidakKetentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B ayat (1) tidak berlaku
berlaku jika jika penerima penerima melaporkan melaporkan gratifikasi gratifikasi yang yang diterimanyaditerimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat Korupsi.Penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilakukan oleh penerima gratifikasi paling lambat 30 (1) wajib dilakukan oleh penerima gratifikasi paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima.
diterima. 2.
2. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam waktu palingKomisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal menerima laporan, lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal menerima laporan, wajib menetapkan gratifikasi dapat menjadi milik penerima atau wajib menetapkan gratifikasi dapat menjadi milik penerima atau milik negara.
milik negara. 3.
3. Ketentuan mengenai tata cara penyampaian laporan sebagaimanaKetentuan mengenai tata cara penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan penentuan status gratifikasi dimaksud dalam ayat (2) dan penentuan status gratifikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur dalam sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur dalam Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
2.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Setiap pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima Setiap pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima gratifikasi wajib melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, gratifikasi wajib melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, dengan tata cara sebagai berikut:
dengan tata cara sebagai berikut: a.
a. Laporan disampaikan secara tertulis dengan mengisi formulirLaporan disampaikan secara tertulis dengan mengisi formulir sebagaimana ditetapkan oleh Komisi
sebagaimana ditetapkan oleh Komisi b.
b. Pemberantasan Korupsi dengan melampirkan dokumen yang berkaitanPemberantasan Korupsi dengan melampirkan dokumen yang berkaitan dengan gratifikasi.
dengan gratifikasi.
Formulir sebagaimana dimaksud pada huruf a sekurang-kurangnya Formulir sebagaimana dimaksud pada huruf a sekurang-kurangnya memuat :
memuat : 1.
1. nama dan alamat lengkap penerima dan pemberi gratifikasi;nama dan alamat lengkap penerima dan pemberi gratifikasi; 2.
2. jabatan pegawai negeri atau penyelenggara negara; jabatan pegawai negeri atau penyelenggara negara; 3.
3. tempat dan waktu penerimaan gratifikasi;tempat dan waktu penerimaan gratifikasi; 4.
4. uraian jenis gratifikasi yang diterima; danuraian jenis gratifikasi yang diterima; dan 5.
5. nilai gratifikasi yang diterimanilai gratifikasi yang diterima
Penjelasan pasal 16 menyebutkan bahwa Ketentuan dalam Pasal ini Penjelasan pasal 16 menyebutkan bahwa Ketentuan dalam Pasal ini mengatur mengenai tata cara pelaporan dan penentuan status gratifikasi mengatur mengenai tata cara pelaporan dan penentuan status gratifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 20 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
C.
C. Kategori GratifikasiKategori Gratifikasi
Penerimaan gratifikasi dapat dikategorikan menjadi dua kategori yaitu Penerimaan gratifikasi dapat dikategorikan menjadi dua kategori yaitu Gratifikasi yang Dianggap Suap dan Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap Gratifikasi yang Dianggap Suap dan Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap yaitu:
yaitu: 1.
1. Gratifikasi yang Dianggap SuapGratifikasi yang Dianggap Suap
Yaitu Gratifikasi yang diterima oleh Pegawai Negeri atau Yaitu Gratifikasi yang diterima oleh Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang berhubungan dengan jabatannya dan yang Penyelenggara Negara yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan
berlawanan dengan dengan kewajiban kewajiban atau atau tugasnya, tugasnya, sebagaimana sebagaimana dimaksuddimaksud dalam Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang dalam Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Korupsi. 2.
2. Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap.Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap.
Yaitu Gratifikasi yang diterima oleh Pegawai Negeri atau Yaitu Gratifikasi yang diterima oleh Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang berhubungan dengan jabatan dan tidak Penyelenggara Negara yang berhubungan dengan jabatan dan tidak berlawanan
berlawanan dengan dengan kawajiban kawajiban atau atau tugasnya tugasnya sebagaimana sebagaimana dimaksuddimaksud dalam dalam Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang dalam dalam Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Korupsi.
Kegiatan resmi Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang Kegiatan resmi Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang sah dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan jabatannya dikenal dengan sah dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan jabatannya dikenal dengan Kedinasan. Dalam menjalankan kedinasannya Pegawai Negeri atau Kedinasan. Dalam menjalankan kedinasannya Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara sering dihadapkan pada peristiwa gratifikasi Penyelenggara Negara sering dihadapkan pada peristiwa gratifikasi sehingga Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap dapat dibagi menjadi 2 sehingga Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap dapat dibagi menjadi 2 sub kategori yaitu Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap yang terkait sub kategori yaitu Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap yang terkait kedinasan dan Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap yang Tidak Terkait kedinasan dan Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap yang Tidak Terkait Kedinasan
Kedinasan
Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap yang terkait dengan Gratifikasi yang Tidak Dianggap Suap yang terkait dengan Kegiatan Kedinasan meliputi penerimaan dari:
Kegiatan Kedinasan meliputi penerimaan dari:
a. pihak lain berupa cinderamata dalam kegiatan resmi kedinasan seperti a. pihak lain berupa cinderamata dalam kegiatan resmi kedinasan seperti rapat, seminar, workshop, konferensi, pelatihan atau kegiatan lain sejenis; rapat, seminar, workshop, konferensi, pelatihan atau kegiatan lain sejenis;
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
D.
D. Dampak Dari Gratifikasi.Dampak Dari Gratifikasi.
Hadiah pegawai (gratifikasi ) ini akan merusak tatanan negara secara Hadiah pegawai (gratifikasi ) ini akan merusak tatanan negara secara keseluruhan dan akan mengganggu kerja pegawai, serta mencabut rasa keseluruhan dan akan mengganggu kerja pegawai, serta mencabut rasa amanah dari diri mereka. Dampak negatif tersebut bisa dirinci sebagai berikut: amanah dari diri mereka. Dampak negatif tersebut bisa dirinci sebagai berikut: 1.
1. Si pegawai akan lebih cenderung dan lebih senang untuk melayani orangSi pegawai akan lebih cenderung dan lebih senang untuk melayani orang yang memberikan kepadanya hadiah. Sebaliknya dia malas untuk yang memberikan kepadanya hadiah. Sebaliknya dia malas untuk melayani orang-orang yang tidak memberikan kepadanya hadiah, padahal melayani orang-orang yang tidak memberikan kepadanya hadiah, padahal semua konsumen mempunyai hak yang sama, yaitu mendapatkan semua konsumen mempunyai hak yang sama, yaitu mendapatkan pelayanan
pelayanan dari dari pegawai pegawai tersebut tersebut secara secara adil adil dan dan proposional, proposional, karenakarena pegawai
pegawai tersebut tersebut sudah sudah mendapatkan mendapatkan gaji gaji secara secara rutin rutin dari dari perusahaanperusahaan yang mengirimnya.
yang mengirimnya. 2.
2. Si pegawai ketika mendapatkan hadiah dari salah seorang konsumen,Si pegawai ketika mendapatkan hadiah dari salah seorang konsumen, mengakibatkan dia bekerja tidak profesional lagi. Dia merasa tidak mengakibatkan dia bekerja tidak profesional lagi. Dia merasa tidak mewakili perusahaan yang mengirimnya, tetapi merasa bahwa dia bekerja mewakili perusahaan yang mengirimnya, tetapi merasa bahwa dia bekerja untuk dirinya sendiri.
untuk dirinya sendiri. 3.
3. Si pegawai ketika bekerja selalu dalam keadaan mengharap-harap hadiahSi pegawai ketika bekerja selalu dalam keadaan mengharap-harap hadiah dari konsumen. Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang harus dari konsumen. Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang harus dihilangkan, karena Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga dihilangkan, karena Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga harga diri dan menjauhi dari mengharap apa yang ada di tangan orang lain. harga diri dan menjauhi dari mengharap apa yang ada di tangan orang lain.
E.
E. Contoh GratifikasiContoh Gratifikasi 1.
1. Pemberian pinjaman barang dari rekanan kepada pejabat/pegawai negeriPemberian pinjaman barang dari rekanan kepada pejabat/pegawai negeri secara cuma-Cuma.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
pekerjaan
pekerjaan yang yang ditugaskan ditugaskan oleh oleh Kementerian Kementerian di di rumah, rumah, terutama terutama padapada akhir minggu, dan komputer tersebut berguna pula untuk mengerjakan akhir minggu, dan komputer tersebut berguna pula untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah Anda.
tugas-tugas kuliah Anda.
Teman kontraktor Anda itu juga menyatakan bahwa Anda dapat Teman kontraktor Anda itu juga menyatakan bahwa Anda dapat menggunakan komputer tersebut selama Anda membutuhkannya. Tiga menggunakan komputer tersebut selama Anda membutuhkannya. Tiga bulan
bulan lagi lagi kontrak kontrak layanan layanan peralatan peralatan komputer komputer bagi bagi Kementerian Kementerian perluperlu diperbaharui dan Anda biasanya menjadi anggota dari kepanitiaan yang diperbaharui dan Anda biasanya menjadi anggota dari kepanitiaan yang akan memutuskan perusahaan mana yang memenangkan kontrak tersebut. akan memutuskan perusahaan mana yang memenangkan kontrak tersebut. 2.
2. Pemberian tiket perjalanan oleh rekanan kepada penyelenggara negaraPemberian tiket perjalanan oleh rekanan kepada penyelenggara negara atau pegawai negeri atau keluarganya untuk keperluan dinas/pribadi secara atau pegawai negeri atau keluarganya untuk keperluan dinas/pribadi secara cuma-Cuma.
cuma-Cuma.
Anda adalah seorang Ketua Kelompok Kerja Pelaksanaan Kajian Anda adalah seorang Ketua Kelompok Kerja Pelaksanaan Kajian Hukum Tindak Pidana Korupsi Nasional di suatu Kementerian. Kelompok Hukum Tindak Pidana Korupsi Nasional di suatu Kementerian. Kelompok kerja ini bertugas untuk meningkatkan percepatan pem- berantasan kerja ini bertugas untuk meningkatkan percepatan pem- berantasan korupsi. Atasan Anda (Menteri), adalah orang yang bertanggung jawab korupsi. Atasan Anda (Menteri), adalah orang yang bertanggung jawab penuh
penuh atas atas pelaksanaan pelaksanaan Kajian Kajian Hukum Hukum Tindak Tindak Pidana Pidana Korupsi Korupsi NasionalNasional yang saat ini sedang dilakukan. Pada suatu hari konsultan yang yang saat ini sedang dilakukan. Pada suatu hari konsultan yang bekerjasama dengan kelompok kerja Anda untuk melakukan proyek kajian bekerjasama dengan kelompok kerja Anda untuk melakukan proyek kajian tersebut bertanya kepada Anda, bagaimana jika perusahaanya mengundang tersebut bertanya kepada Anda, bagaimana jika perusahaanya mengundang Menteri untuk menghadiri pertandingan final sepak bola Piala Dunia yang Menteri untuk menghadiri pertandingan final sepak bola Piala Dunia yang akan berlangsung di negara tetangga. Menteri sangat menyukai sepak bola akan berlangsung di negara tetangga. Menteri sangat menyukai sepak bola dan dulu pernah menjabat sebagai Ketua Federasi Sepak Bola. Biaya dan dulu pernah menjabat sebagai Ketua Federasi Sepak Bola. Biaya perjalanan
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
pernah
pernah ditugaskan ditugaskan di di daerah daerah tersebut. tersebut. Pada Pada waktu waktu bertemu bertemu dengan kawandengan kawan lama itu, penyelenggara negara atau pegawai negeri diberi oleh-oleh lama itu, penyelenggara negara atau pegawai negeri diberi oleh-oleh berupa makanan, hiasan untuk rumah d
berupa makanan, hiasan untuk rumah dan kerajinan lokal.an kerajinan lokal. 4.
4. Pemberian hadiah atau uang sebagai ucapan terima kasih atas jasa yangPemberian hadiah atau uang sebagai ucapan terima kasih atas jasa yang diberikan.
diberikan.
Seorang penyelenggara negara atau pegawai negeri yang bertugas Seorang penyelenggara negara atau pegawai negeri yang bertugas memberikan layanan publik pembuatan KTP, menerima pemberian dari memberikan layanan publik pembuatan KTP, menerima pemberian dari pengguna
pengguna layanan layanan sebagai sebagai tanda tanda terima terima kasih kasih atas atas pelayanan pelayanan yang dinilaiyang dinilai baik.
baik. Pengguna layanan Pengguna layanan memberikan uang memberikan uang kepada kepada petugas tpetugas tersebut ersebut secarasecara sukarela dan tulus hati.
sukarela dan tulus hati. 5.
5. Pemberian cash back kepada nasabah oleh bank BUMN/BUMDPemberian cash back kepada nasabah oleh bank BUMN/BUMD
Sebuah Bank BUMN/BUMD memiliki program khusus bagi Sebuah Bank BUMN/BUMD memiliki program khusus bagi na-sabah yang memiliki saldo di atas 10 juta untuk mendapatkan cash back sabah yang memiliki saldo di atas 10 juta untuk mendapatkan cash back serta diskon khusus apabila menggunakan kartu debet dari Bank serta diskon khusus apabila menggunakan kartu debet dari Bank BUMN/BUMD tersebut. Seorang penyelenggara negara yang merupakan BUMN/BUMD tersebut. Seorang penyelenggara negara yang merupakan nasabah, termasuk dalam kriteria tersebut dan mendapat cash back berupa nasabah, termasuk dalam kriteria tersebut dan mendapat cash back berupa uang tunai sebesar 200 ribu rupiah serta mendapatkan diskon khusus uang tunai sebesar 200 ribu rupiah serta mendapatkan diskon khusus karena telah menggunakan kartu debet dari Bank BUMN/BUMD tersebut. karena telah menggunakan kartu debet dari Bank BUMN/BUMD tersebut.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP A. A. KesimpulanKesimpulan
Gratifikasi adalah, pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian Gratifikasi adalah, pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, uang, barang rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Arief, Barda Nawawi.2001.
Arief, Barda Nawawi.2001. Masalah Masalah Penegakkan Penegakkan Hukumdan Hukumdan KebijakanKebijakan Penanggulanga
Penanggulangan Kejahatan.n Kejahatan. Bandung: Citra Aditya Bakti. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hartati Evi. 2007.
Hartati Evi. 2007. Tindak Pidana KorupsiTindak Pidana Korupsi. Edisi kedua. Jakarta: Sinar Grafika.. Edisi kedua. Jakarta: Sinar Grafika.
Wiryono R. 2007.
Wiryono R. 2007. Pembahasan Pembahasan Undang-UndanUndang-Undang g Pemberantasan Pemberantasan Tindak Tindak PidanaPidana Korupsi.
Korupsi. Cet.II. Cet.II. Jakarta: Sinar Jakarta: Sinar Grafika.Grafika.
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Cet.III. Jakarta. Asa Mandiri. 2007
Korupsi. Cet.III. Jakarta. Asa Mandiri. 2007
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31
Nomor 31 Tahun 1999 Tahun 1999 Tentang Tentang Pemberantasan Pemberantasan Tindak Pidana Tindak Pidana Korupsi. Korupsi. Cet. Cet. III.III. Jakarta. Asa Mandiri. 2007
Jakarta. Asa Mandiri. 2007
Undang-Undang
Undang-Undang Nomor 3Nomor 30 0 Tahun Tahun 2001 2001 Tentang KomTentang Komisi isi Pemberantasan TindPemberantasan Tindakak Pidana Korupsi. Cet. III. Jakarta. Asa Mandiri. 2007