Review Jurnal Analisis Kelayakan Pembiayaan Jurnal 1.
Judul Evaluasi kelayakan pembiayaan murabahah pada PT BPRS Karya Mugi Sentosa kantor cabang Mojokerto
Jurnal Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Volume &Halaman Vol. 2 No 10, Hal. 1-22
Tahun 2013
Penulis Ranieta Ratnasari Fandawati dan Maswar Patuh Priyadi Reviewer Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
Tanggal 18 Oktober 2016
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pemberian pembiayaan murabahah yang dilakukan oleh pihak PT BPRS Karya Mugi Sentosa kantor cabang Mojokerto kepada debitur untuk menilai benar-benar layak atau tidak pembiayaan tersebut diberikan.
Subjek Penelitian
Populasi yang akan diambil dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah yang mengajukan pembiayaan di PT BPRS Karya Mugi Sentosa kantor cabang Mojokerto. Sampel yang diambil dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh keterangan mengenai objek-objek penelitian dengan cara mengamati sebagian dari seluruh populasi yang ada. Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah 4 nasabah yang terdiri atas Bapak Supriharjo, Bu Siti Fatmah, Bapak Asmuji Winoto, Bapak Sunaryono.
Metode
Penelitian Teknik penggumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian iniadalah metode survey. Ada beberapa cara dalam mengumpulkan data menggunakan metode survey yaitu wawancara dan dokumentasi.
Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelayakan pembiayaan(Y) Cara&Alat
Mengukur Variabel Dependen
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable dependen yaitu:
Dari data tersebut kemudian dibuat suatu analisis pembiayaan dengan menggunakan teknik analisis 5C yaitu character, capacity, capital, collateral, dan condition sebagai alat penilaian kelayakan.
Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah receivable turn over RTO(X1),inventory turn over ITO(X2),days in payable DP (X3), working capital turn over WCTO (X4),kebutuhan modal kerja KMK (X5), tambahan modal kerja TMK (X6), maksimum pembiayaan investasi MPI (X7).
Langkah-langkah
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:
1. Proses investigasi merupakan kegiatan untuk mengenali calon nasabah pembiayaan dengan melakukan wawancara baik itu dengan pihak calon nasabah ataupun dengan pihak lain yang bersangkutan dengan calon nasabah.
2. Analisa pembiayaan merupakan suatu langkah penting dalam proses penilaian terhadap permohonan pengajuan pembiayaan untuk merealisasi pembiayaan. Tujuan dari analisa pembiayaan ini adalah memperoleh keyakinan tentang kemauan dan kemampuan calon nasabah,
memastikan aspek-aspek yuridis dari calon nasabah. Hasil
Penelitian Hasil dari analisa data dan pembahasan hasil analisa data pada penelitian inimaka dapat ditarik kesimpulan bahwa ke 4 nasabah dalam penelitian ini dinyatakan layak untuk mendapatkan pembiayaan murabahah yang diberikan oleh PT BPRS Karya Mugi Sentosa kantor cabang Mojokerto, hal tersebut berdasarkan hasil aspek analisis kualitatifnya dengan menggunakan teknik analisis 5C ke 4 nasabah layak untuk mendapatkan pembiayaan karena ke 4 nasabah memiliki character yang baik, berdasarkan aspek capacity ke 4 nasabah memiliki kemampuan dalam menjalankan usahanya, jika dilihat dari aspek modal atau capital ke 4 nasabah juga memiliki modal yang cukup, lalu jika dinilai dari aspek agunan atau collateral yang diajukan oleh ke 4 nasabah sudah dapat meng-cover pembiayaan yang diajukan, dinilai dari aspek condition ke 4 nasabah tidak memiliki ancaman kompetitor yang serius untuk usaha yang dijalani. Berdasarkan hasil aspek analisis kuantitatifnya, ke 4 nasabah layak mendapatkan pembiayaan, hal ini dilihat dari kondisi keuangan ke 4 nasabah yang tiap bulan masih terdapat surplus walaupun telah dikurangi dengan biaya-biaya kebutuhan nasabah, lalu berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan modal kerja (KMK), tambahan modal kerja (TMK) dan maksimum pembiayaan invenstasi (MPI) ke 4 nasabah memungkinkan untuk diberikan pembiayaan sebesar yang diajukan.
Kekuatan
Penelitian Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupawawancara dan dokumentasi cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian sehingga dalam pengambilan data nya tidak dibutuhkan waktu yang lama. Kelemahan
Penelitian
Kelemahan penelitian ini adalah Keterbatasan dalam penelitian ini terdapat dalam teknik analisis data yang digunakan. Teknik yang digunakan dalam menganalisis kelayakan pemberian pembiayaan ini hanya pada penggunaan teknik analisis 5C saja, maka diharapkan pada penelitian selanjutnya dengan menggunakan judul yang sama dapat menambahkan teknik analisis pembiayaan yang lain seperti teknik analisis 3P yaitu party, purpose, profitability dan 3R yaitu returns, repayment, risk bearing ability agar data yang diperoleh dalam penelitian selanjutnya dapat lebih valid.
Jurnal 2.
Judul ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
REALISASI PEMBIAYAAN MURABAHAH UNTUK USAHA MIKRO AGRIBISNIS SEKTOR PERDAGANGAN
(STUDI KASUS: KBMT BIL BARKAH, BOGOR)
Jurnal
-Volume &Halaman Hal. 121-139
Tahun 2011
Penulis Febrina Mahliza dan Netti Tinaprilla Reviewer Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
Tanggal 18 Oktober 2016
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi karakteristik nasabah
pembiayaan murabahah usaha mikro agribisnis sektor perdagangan di KBMT Bil Barkah danMenganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi pembiayaan murabahah untuk usaha mikro agribisnis sektor perdagangan di KBMT Bil Barkah.
Subjek Penelitian
Subjek yang digunakan sebanyak 40 orang dari total nasabah off-farm sektor perdagangan yang berjumlah 85 orang
Metode Penelitian
Data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan regresi berganda.
Variabel
Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini
adalah jumlah realisasi pembiayaan
murabahah (Y)
Cara&Alat Mengukur Variabel independen
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable independent yaitu: Pengujian terhadap pengaruh nyata masing-masing variabel bebas secara parsial dilakukan dengan uji T.
Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah (X1), jenis kelamin (D1), jumlah
tanggungan keluarga (X2), lama pendidikan (X3), lama usaha (X4), pendapatan bersih
usaha per bulan (X5). Hasil
Penelitian Hasil dari analisa data dan pembahasan hasil analisa pada penelitian ini makadapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi pembiayaan murabahah untuk usaha mikro agribisnis sektor perdagangan di KBMT Bil Barkah pada tingkat kepercayaan 90 persen adalah lama pendidikan, lama usaha, pendapatan bersih usaha per bulan, dan agunan. Keempat faktor tersebut memiliki pengaruh positif terhadap jumlah realisasi pembiayaan murabahah untuk usaha mikro agribisnis sektor perdagangan di KBMT Bil Barkah. Hal ini berarti semakin lama pendidikan formal yang dilalui nasabah, semakin lama usaha yang dijalankan nasabah, semakin besar pendapatan bersih usaha per bulan nasabah, dan ada agunan yang diserahkan oleh nasabah, maka semakin besar pula jumlah realisasi pembiayaan murabahah yang akan diberikan oleh KBMT Bil Barkah.
Saran Saran Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka beberapa saran yang dapat dipertimbangkan sebagai berikut:
1. Pihak KBMT Bil Barkah sebaiknya memperhatikan karakteristik calon nasabah khususnya faktor lama pendidikan, lama usaha, pendapatan bersih usaha per bulan, dan agunandalam merealisasikan pembiayaan murabahah. Hal ini demi mendapatkan nasabah yang memiliki kualifikasi yang baik, tepat sasaran yaitu bagi pengusaha mikro yang membutuhkan bantuan pembiayaan, serta mencapai target pembiayaan yang telah ditentukan.
2. Pihak KBMT Bil Barkah harus lebih detail dalam memperoleh dan memonitor data yang terkait dengan lama pendidikan, lama usaha, pendapatan bersih usaha per bulan, dan agunan karena faktor-faktor tersebut yang dapat meningkatkan jumlah realisasi pembiayaan murabahah yang akan diberikan kepada nasabah. 3. Pihak KBMT Bil Barkah diharapkan melakukan pembinaan usaha terhadap
nasabah agar nasabah dapat menjadikan usahanya semakin profitable. Hal ini terkait dengan faktor pendapatan bersih usaha per bulan yang dapat
mempengaruhi realisasi pembiayaan murabahah. Jurnal 3.
Judul PROSEDUR ANALISIS KELAYAKAN PEMBIAYAAN MIKRO
STUDI KASUS BRI SYRIAH CABANG PRABUMULIH
Jurnal Ekonomi dan Perbankan syariah
Volume &Halaman Vol 3, No 1. Hal 38-54
Tahun 2015
Penulis Selvy safitri dan Arisson hendry Reviewer Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
Tanggal 18 Oktober 2016
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana deskripsi prosedur analisa kelayakan pembiayaan mikro pada BRI syariah cabang Prabumulih.
Subjek Penelitian
Subjek yang digunakan sebanyak 40 orang dari total nasabah off-farm sektor perdagangan yang berjumlah 85 orang
Metode Penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif dan kualitatif yang menggunkan field research (penelitian lapangan) dengan cara pengamatan langsung ke kantor PT BRI syariah cabang prabumulih,untuk memperoleh data primer dengan teknik magang kerja sekaligus wawancara pihak terkait mengenai alur analisa kelayakan pembiayaan mikro di unit mikro syariah PT BRI syariah. Data sekunder adalah pelengkap data primer berupa dokumentasi,catatan,arsip serta hasil kajian pustaka dari buku-buku yang relevan.
Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelayakan pembiayaan(Y) Ev
Cara&Alat Mengukur Variabel independen
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable independent yaitu: Pengujian terhadap pengaruh nyata masing-masing variabel bebas secara parsial dilakukan dengan uji T.
Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah , prospek nasabah (X1), aplikasi
permohonan pembiayaan (X2), document checklist (X3), BI chechking (X4), screening
Hasil Penelitian
Proses analisa kelayakan pembiayaan yang diajukan calon nasabah memiliki prosedur yang mengedepankan prinsip kemudahan,kecepatan,kehati-hatian dan aman sengan lima tahapan pembiayaan, yaitu: permohonan pembiayaan, pengumpulan berkas, analisa kelayakan, keputusan pembiayaan dan pencairan pembiayaan. Analisa kelayakan pembiayaan mikro pada BRI sayriah cabang prabumulih dilakukan dengan menganalisia enam aspek yang dikenal denganS, yaitu character, capacity,capital, collateral,condition of economy dan syariah. Namun implementasinya lebih ditekankan pada aspek character,capacity dan collateral. Kemudian didukung pula oleh aspek condition of economy,capital dan syariah.
Selain keenam aspek diatas BRI syariah cabang prabumulih juga memberikan kemudahan bagi calon nasbah pembiayaan juga selalu berusaha untuk mengefektifkan waktu untuk menganalisa kelayakan pembiayaan calon nasabah, biasanya waktu yang dibutuhkan paling cepat tiga hari dan paling lama satu minggu.
Saran Penelitian selanjutnya,dianjurkan untuk menganlisa perbandingan antara prosedur kelayakan pembiayaan mikro yang dilakukan BRI syariah dan bank syariah lainnya termasuk didalamnya analisa peoses pendampingan dan monitoring bank syariah terhadap nasbah pembiayaan mikro.
Jurnal 4.
Judul Analisis Kelayakan Pembiayaan Pengembangan Usaha Mebel Kayu Pada Bank Syariah (Studi Kasus : PT. ”X” di Bekasi)
Jurnal Jurnal MPI
Volume &Halaman Vol. 4 No. 1. Hal 58-74
Tahun 2009
Penulis Eva Latifah, Ani Suryani dan Hartrisari Hardjomidjojo Reviewer Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
Tanggal 18 Oktober 2016
Tujuan Penelitian
I. Mengetahui aspek-aspek manajemen, teknis dan produksi, keuangan dan pemasaran perusahaan dalam pelaksanaan penyusunan kelayakan
pembiayaan, serta mengidentifikasi analisis risiko usahanya.
II. Menganalisis kelayakan pemberian pembiayaan pada PT.”X” dari sudut manajemen, pemasaran, produksi, keuangan dan resiko yang dikaitkan dengan kebijakan perbankan syariah.
Subjek Penelitian
-Metode
Penelitian
Data yang digunakan dalam kajian ini adalah data primer dan sekunder yang bersifat kuantitatif dan kualitatif terhadap studi kelayakan pembiayaan pengembangan usaha mebel kayu di PT.”X”. Pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) Studi kepustakaan (eksplorasi), terutama perkembangan mebel kayu di Indonesia, perkembangan industri furniture dan pemasarannya; (2)
Pengamatan langsung dengan cara mempelajari berbagai dokumen, proses produksi, keuangan dan pemasaran; (3) Membuat daftar pertanyaan (kuesioner) dan wawancara dengan manajemen perusahaan yang terdiri dari pemilik perusahaan, bagian produksi, bagian keuangan dan bagian pemasaran PT.”X”. Variabel
Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini
adalah kelayakan pembiayaan(Y) Ev
Cara&Alat Mengukur Variabel independen
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable independent yaitu: Pengujian terhadap pengaruh nyata masing-masing variabel bebas secara parsial dilakukan dengan uji T.
Variabel
Independen Variabel independen dalam penelitian ini
adalah , aspek manajemen poduksi (X1),
aspek teknis dan poduksi (X2), aspek pemasaran (X3), analisis swot (X4), analisis
resiko(X5),aspek keuangan (X6).
Hasil Penelitian
a. Berdasarkan analisis deskriptif, risiko-risiko yang diperkirakan akan mempengaruhi manajemen dan bisnis industri mebel kayu adalah Risiko pengadaan bahan baku, Fluktuasi harga bahan baku, Risiko kebijakan negara tujuan ekspor, Risiko nilai tukar valas dan Regulasi pemerintah. b. Berdasarkan analisa kelayakan yang dilakukan maka pemberian
pembiayaan masih layak untuk diberikan dengan pertimbangan : (1) Aspek Pemasaran : Perusahaan telah memiliki pasar yang tetap dan jaringan distribusi yang kuat; (2) Aspek Teknik dan Produksi : Perusahaan menguasai proses produksi dari produk yang dihasilkan dan selalu menciptakan produk yang inovatif; (3) Aspek Manajemen : Perusahaan memiliki tenaga kerja yang handal dan berpengalaman dalam bidangnya; (4) Aspek Keuangan : didasarkan pada perhitungan modal investasi yang diperlukan adalah Rp. 9.868.105,- dengan kelayakan keuangan PBP (3,1 tahun), BEP (Rp. 23.622.376,-), NPV (Rp. 11.095.000.000,-), B/C ratio (3,90) dan IRR (45,25%), sehingga memiliki kemampuan dalam pembayaran kewajibannya. Sedangkan dari analisa sensitivitas diketahui bahwa perusahaan sangat sensitif terhadap perubahan harga bahan baku yang diikuti dengan kenaikan harga jual produk sampai 10% dan terhadap perubahan kurs tidak terlalu berpengaruh, karena penjualan ekspor.
Saran a. Perusahan perlu menjaga keberadaan bahan baku sehubungan dengan adanya
issue yang menyangkut illegal logging.
b. Perlu adanya antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan harga bahan baku. c. Perlu memperluas jaringan pemasaran untuk keberlangsungan usaha.
Jurnal 5.
Judul ANALISIS PEMBERIAN KREDIT MIKRO PADA BANK
SYARIAH MANDIRI CABANG MANADO
Jurnal EMBA
Volume &Halaman Vol.1 No.4, Hal. 875-885
Tahun 2013
Penulis Saduldyn Pato
Reviewer Ihsan Baik Siregar (1113046000008)
Tanggal 18 Oktober 2016
Tujuan
Penelitian a. Tata cara pemberian kredit pada Bank Syariah Mandiri Cabang Manado. b. cara pencegahan kredit macet pada Bank Syariah Mandiri Cabang Manado
Subjek Penelitian Metode Penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu dengan memaparkan pembahasan mengenai pelaksanaan pemberian kredit dan cara mencegah kredit macet pada Bank Syariah Mandiri Cabang Manado.
Tempat penelitian ini pada Bank Syariah Mandiri. Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah sebuah bank turunan dari bank mandiri yang khusus ditujukan untuk dunia perbankan yang berbasis syariah islam atau perbankan yang sesuai dengan peraturan islam. Bank Syariah Mandiri didirikan karena melihat ketertarikan para nasabah-nasabah khususnya nasabah di Indonesia akan suatu bank yang berbasis syariah maka dari itu Bank Mandiri sebagai salah satu bank yang banyak dipilih masyarakat Indonesia sebagai tempat untuk menabung dan menginvestasi uang mereka berinisiatif mendirikan sebuah bank syariah untuk memenuhi ketertarikan dan kebutuhan para nasabahnya. Waktu penelitian ini adalah pada bulan Desember 2012 sampai bulan Febuari 2013. Penelitian dimulai dengan memasukan surat permohonan untuk melakukan penelitian pada Bank Syariah Mandiri Cabang Manado. Setelah diterima untuk melakukan penelitian, penulis meminta data berupa syarat serta tahapan prosedur pemberian pembiayaan. Selanjutnya dilakukan wawancara pada karayawan Bank. Untuk melengkapi data penulis juga mengambil data dari internet pada situs resmi Bank Syariah Mandiri. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka metode pengumpulan data yang gunakan adalah : Observasi yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas pegawai di Bank Syariah Mandiri Cabang Manado.
Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelayakan pemberian kredit mikro(Y) Ev
Cara&Alat Mengukur Variabel independen
Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variable independent yaitu: Pengujian terhadap pengaruh nyata masing-masing variabel bebas secara parsial dilakukan dengan uji T.
Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah , aspek hukum(X1), aspek pasar dan
manajemen(X5),aspek ekonomi (X6), aspek AMDAL (X7).
Hasil Penelitian
Dalam Penyaluran Pembiayaan kepada masyarakat , skim pembiayaan yang banyak disalurkan adalah dalam bentuk Murabahah dan PDB (Pembiayaan Dana Berputar). Murabahah adalah akad penyediaan barang berdasarkan sistem jual beli, dimana antara Bank sebagai penjual yang menyediakan kebutuhan nasabah dan menjual kepada nasabah dengan harga perolehan ditambah keuntungan (margin) yang disepakati, pembayaran dapat dilakukan sekaligus saat jatuh tempo atau cicilan dalam jangka waktu yang disepakati Pembayaran dapat dilakukan sekaligus saat jatuh tempo atau cicilan dalam jangka waktu yang disepakati. Ketentuan harga jual ditetapkan di awal perjanjiian dan tidak boleh berubah selama waktu perjanjian. Apabila nasabah memberikan uang muka (down payment) pada saat yang sama. maka uang muka nasabah tersebut sudah dianggap sebagai pengurang harga beli barang secara otomatis pula akan mengurangi jumlah kewajiban yang harus dibayar. Akad jual beli juga dibuat antara bank dengan nasabah tetap berpedoman kepada harga jual beli awal yang telah disepakati bersama dan tertuang dalam perjanjian pembiayaan nasabah. Analisa penelitian sesuai dengan prosedur yang dilakukan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Manado, secara keseluruhan proses pemberian kredit sesuai dengan teori yang ada. Apabila ada berkas yang tidak memenuhi syarat maka proses selanjutnya dalam pengajuan permohonan pembiayaan tidak dapat dilaksanakan. Apabila nasabah mempunyai pinjamana dari bank lain dengan menggunakan BI Checking bank bisa lebih mudah untuk mengetahui bagaimana cara kredit nasabah di bank lain, nasabah mempunyai peminjaman kredit dari bank lain dan tidak dapat melunasi sesuai dengan waktu yang ditetapkan yang mengakibatkan kredit bermasalah, dengan menggunakan BI Checking pihak bank bisa mengetahui adanya kerdit yang bermasalah dari nasabah. Proses peninjauan pengawasan pengembalian kredit yang dilaksanakan pihak bank bisa mempermudah untuk mengetahui akan adanya kredit yang bermasalah, seperti adanya penyalahgunaan dana oleh nasabah.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan: Hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa: pihak Bank Mandiri Syariah telah melaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Menganalisis dalam rangka meminimalisir dan mengantisipasi terjadinya kredit macet yang kemungkinan akan dialami oleh calon debitor.
Saran: Penulis memberikan saran agar kiranya bisa bermanfaat bagi bank Syariah Mandiri Cabang Manado dalam proses pembiayaan mikro yaitu :
Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pembiayaan kepada nasabah agar dilakukan secara aktif dan berkesinambungan, agar pembiayaan yang
disalurkan terkendali dan meminimalisir terjadinya kredit yang bermasalah (kredit macet).
Tingkatkan pengawasan terhadap operasionalisasi dan kinerja karyawan dalam menjalankan tugasnya terutama dalam proses pemberian kredit, sehingga bank bisa lebih dipercaya oleh nasabah.
Lakukan analisis mendalam terhadap laporan keuangan setiap calon debitur, sehingga dapat diketahui prospek usaha dan kemampuan keuangan calon debitur agar dapat memenuhi segala kewajibannya pada pihak kreditur (bank). Berikan pelayanan yang prima dan memuaskan terhadap nasabah yang akan
mengajukan permohonan kredit. Sehingga akan memunculkan kesan yang baik terhadap nasabah.