• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

No. 10/03/31Th. X, 3 Maret 2008

E

KSPOR DAN

I

MPOR

DKI

J

AKARTA

NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN NOVEMBER 2007 SEBESAR 772,39 JUTA

DOLLAR AMERIKA

; Nilai ekspor melalui DKI Jakarta bulan Januari 2008 mencapai 2.704,93 juta dollar Amerika, meningkat

sebesar 4,56 persen dari nilai ekspor bulan Desember 2007 yang mencapai 2.586,88 juta dollar Amerika. Dan jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2007, nilai ekspor bulan Januari 2008 lebih tinggi sebesar 9,95 persen.

; Nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta bulan November 2007 mencapai 772,39 juta dollar Amerika,

meningkat sebesar 29,82 persen dari nilai ekspor bulan Oktober 2007, dan lebih tinggi 33,07 persen dari nilai ekspor sejenis bulan November tahun sebelumnya.

; Kontribusi nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta terhadap total nilai ekspor yang melalui DKI Jakarta

bulan November 2007 sebesar 25,56 persen, naik sebesar 3,50 poin dari kontribusi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 22,06 persen, dan 1,35 poin lebih tinggi dari bulan Oktober.

; Pasar utama ekspor produk DKI Jakarta adalah Asia. Untuk bulan November 2007, sebesar 65,48 persen

dari keseluruhan ekspor produk DKI Jakarta dipasarkan ke Asia, meningkat 3,84 poin dari market share Asia bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 61,64 persen, dan lebih rendah 1,59 poin dari bulan Oktober 2007 yang mencapai 67,07 persen. Pasar utama lainnya adalah Amerika dan Eropa.

; Pakaian; kendaraan bermotor untuk jalan raya; emas, bukan untuk moneter; mesin listrik, aparat dan

alat-alatnya; serta ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya; merupakan 5 (lima) jenis produk non migas DKI Jakarta yang mempunyai nilai ekspor tertinggi selama periode Januari – November 2007.

; Nilai impor melalui DKI Jakarta bulan Januari 2008 mencapai 3.434,75 juta dollar Amerika, meningkat

sebesar 23,18 persen dari nilai impor bulan Desember 2007, serta lebih tinggi 40,86 persen dari nilai impor bulan Januari 2007.

; Berdasarkan golongan penggunaan barang atau Broad Economic Category (BEC), nilai impor periode

bulan Januari – November 2007 untuk semua golongan penggunaan barang mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor barang konsumsi meningkat sebesar 39,13 persen, nilai impor bahan baku dan penolong meningkat sebesar 20,51 persen, dan nilai impor barang modal juga meningkat sebesar 46,97 persen.

(2)

1. Ekspor melalui DKI Jakarta

Nilai ekspor melalui DKI Jakarta bulan Januari 2008 mencapai 2.704,93 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 4,56 persen dari nilai ekspor bulan Desember 2007 yang mencapai 2.586,88 juta dollar Amerika. Tetapi dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2007, nilai ekspor bulan Januari 2008 lebih tinggi sebesar 9,95 persen. Sementara pada bulan November 2007 nilai ekspor mencapai 3.021,40 juta dollar Amerika lebih tinggi 22,94 persen dari bulan Oktober 2007 yang mencapai 2.457,54 juta dollar Amerika.

Periode Januari - November 2007 nilai ekspor melalui DKI Jakarta mencapai 29.487,38 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 29,53 persen dibandingkan periode Januari - November 2006 yang mencapai 22.764,19 juta dollar Amerika. Adanya peningkatan kinerja ekspor melalui DKI Jakarta pada periode Januari - November 2007 dibandingkan dengan periode Januari - November 2006 menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan Oktober 2007 hingga Januari 2008 dan beberapa periode lainnya disajikan pada Tabel 1a dan Tabel 1b.

Tabel 1a: Nilai Ekspor Melalui Wilayah DKI Jakarta untuk Beberapa Periode (FOB juta dollar)

U r a i a n N i l a i (1) (2) Oktober 2007 2.457,54 November 2007 3.021,40 Desember 2007* 2.586,88 Januari 2008* 2.704,93 Februari 2007 – Januari 2008 32.319,02 Februari 2006 – Januari 2007 30.072,57 * Angka Sementara

Tabel 1b: Perubahan Nilai Ekspor Melalui Wilayah DKI Jakarta untuk Beberapa Periode (Persen)

U r a i a n Terhadap Bulan Sebelumnya Sama Tahun Sebelumnya Terhadap Periode yang

(1) (2) (3) Oktober 2007 -14,81 14,23 November 2007 22,94 14.85 Desember 2007 -14,38 0.52 Januari 2007 4,56 9.95 Februari 2007 – Januari 2008 - 7,47

Grafik 1: Perkembangan Nilai Ekspor melalui DKI Jakarta, Februari 2006 s.d Januari 2008

1,600 1,800 2,000 2,200 2,400 2,600 2,800 3,000 3,200 Feb'0 6 Mar'0 6 Apr'0 6 Mei'0 6 Jun'0 6 Jul'0 6 ust'0 6 Sept' 06 Okt'0 6 Nov'0 6 Des'0 6 Jan'0 7 Feb'0 7 Mar'0 7 Apr'0 7 Mei'0 7 Jun'0 7 Jul'0 7 ust'0 7 Sept' 07 Okt'0 7 Nov'0 7 Des'0 7 Jan'0 8 j u t a d o l l a r

(3)

2. Ekspor Produk DKI Jakarta.

Ekspor yang mempunyai pengaruh besar dan langsung terhadap perekonomian Jakarta adalah ekspor atas produk-produk yang dihasilkan oleh unit usaha yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Rangkaian proses produksi maupun jalur distribusi mulai dari penanganan bahan baku untuk diproses hingga menjadi komoditi siap ekspor, seluruh kegiatan itu akan menciptakan lapangan kerja dan sekaligus akan

men-generate income di DKI Jakarta.

Nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta bulan November 2007 mencapai 772,39 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 29,82 persen dari bulan Oktober 2007 yang mencapai 594,97 juta dollar Amerika, dan lebih tinggi sekitar 33,07 persen bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk periode Januari – November 2007, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006, terjadi peningkatan sebesar 39,51 persen. (Tabel 2a dan Tabel 2b).

Tabel 2a : Nilai Ekspor Produk DKI Jakarta untuk Beberapa Periode (FOB juta dollar)

U r a i a n N i l a i (1) (2) Oktober 2007 594,97 November 2007 772,39 Januari – November 2007 7.353,64 Januari – November 2006 6.356,86 Desember 2006 – November 2007 7.985,45 Desember 2005 – November 2006 7.002,60

Tabel 2b: Perubahan Nilai Ekspor Produk DKI Jakarta untuk Beberapa Periode (Persen)

U r a i a n Terhadap Bulan Sebelumnya Sama Tahun Sebelumnya Terhadap Periode yang

(1) (2) (3)

Oktober 2007 -19,87 30,28 November 2007 29,82 33,07

Januari – November 2007 - 15,68

Desember 2006 – November 2007 - 14,04

Grafik 2: Perkembangan Nilai Ekspor Produk DKI Jakarta Desember 2005 s.d November 2007

350 400 450 500 550 600 650 700 750 800 Des'0 5 Jan'0 6 Feb'0 6 Mar'0 6 Apr'0 6 Mei'0 6 Jun'0 6 Jul'06 Agus t'06 Sept' 06 Okt'0 6 Nov'0 6 Des'0 6 Jan'0 7 Feb'0 7 Mar'0 7 Apr'0 7 Mei'0 7 Jun'0 7 Jul'07 Agus t'07 Sept' 07 Okt'0 7 Nov'0 7 j u t a d o l l a r

(4)

Grafik 3. Nilai Ekspor Melalui DKI Jakarta dan Ekspor Produk-Produk DKI Jakarta Bulan Januari-November 2006 dan Januari-November 2007

6,356.86 27,235.92 7,353.64 29,487.38 0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 j u t a d o l l a r Januari-November 2006 Januari-November 2007 Ekspor Produk Wilayah DKI Jakarta Keseluruhan Ekspor Melalui DKI Jakarta

Kontribusi nilai ekspor produk DKI Jakarta bulan Januari – November 2007 terhadap keseluruhan nilai ekspor melalui DKI Jakarta mencapai 24,94 persen, meningkat sebesar 1,78 poin dari kontribusi bulan yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 23,16 persen.

3. Pasar Utama dan Produk Dominan Ekspor DKI Jakarta

Pasar utama dari ekspor produk-produk DKI Jakarta adalah Asia. Untuk bulan Januari – November 2007, sebesar 60,60 persen dari keseluruhan ekspor produk DKI Jakarta dipasarkan ke kawasan Asia; Amerika 19,92 persen; Eropa 8,35 persen; Australia & Oceania 5,92 persen; dan Afrika 5,20 persen.

Tabel 3 : Pasar Ekspor Produk-Produk DKI Jakarta Periode Januari - November 2006 dan Januari – November 2007

Kawasan Negara Tujuan Nilai (FOB juta Januari - November 2006 Januari – November 2007 dollar Amerika) Persen dollar Amerika) Nilai (FOB juta Persen

(1) (2) (3) (4) (5) 1. Asia 3.675,77 57,82 4.456,36 60.60 - ASEAN 1.812,20 28,51 2.062,48 28.05 - Non ASEAN 1.863,58 29,32 2.393,88 32.55 2. Afrika 315,52 4,96 382,50 5.20 3. Amerika 1.424,20 22,40 1.465,15 19.92

4. Australia dan Oceania 343,51 5,40 435,63 5.92

5. Eropa

597,85 9,40 613,99 8.35

Jumlah

6.356,86 100,00 7,353.64 100.00

Bulan November 2007, negara yang menjadi pasar utama di masing-masing kawasan adalah Singapura untuk kawasan Asia dengan market sebesar 12,40 persen; Amerika Serikat untuk kawasan Amerika dengan market sebesar 13,31 persen; Inggris untuk kawasan Eropa dengan market sebesar 2,57 persen; Australia untuk kawasan Australia & Oceania dengan market sebesar 3,61 persen; serta Afrika Selatan untuk kawasan Afrika dengan market sebesar 2,44 persen.

(5)

Grafik 4: Pasar Ekspor Produk-Produk DKI Jakarta untuk Periode Januari – November 2006 dan Januari – November 2007

Januari - Oktober 2006 Australia &Oceania 5,40% Afrika 4,96% Amerika 22,40% Eropa 9,40% Asia 57,82% Januari - November 2007 Australia& Oceania 5,92% Afrika 5,20% Amerika 19,92% Eropa 8,35% Asia 60,60%

Periode Januari – November tahun 2007, pasar Asia menyerap 60,60 persen dari keseluruhan ekspor produk-produk wilayah DKI Jakarta yang terdiri atas Asean 28,05 persen dan Asia Non Asean 32,55 persen. Pasar Amerika menyerap 19,92 persen; Eropa 8,35 persen; Australia & Oceania 5,92 persen, dan Afrika 5,20 persen.

Lima negara yang menjadi pasar utama dari produk-produk yang dihasilkan oleh unit-unit usaha yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta untuk periode Januari – November 2007 adalah Amerika Serikat; Singapura; Jepang; China; dan Malaysia dengan market contribution masing-masing negara terhadap keseluruhan nilai ekspor produk DKI Jakarta adalah 17,50 persen; 10,32 persen; 8,12 persen; 7,47 persen; dan 6,60 persen.

Pakaian; kendaraan bermotor untuk jalan raya; emas, bukan untuk moneter; mesin listrik, aparat dan alat-alatnya; serta ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya merupakan 5 (lima) jenis produk non migas DKI Jakarta yang mempunyai nilai ekspor tertinggi pada periode Januari – November 2007.

4. Impor melalui Pelabuhan Bongkar di DKI Jakarta

Nilai impor melalui DKI Jakarta bulan Januari 2008 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) mencapai 3434,75 juta dollar Amerika, naik sekitar 23,18 persen dari nilai impor bulan Desember 2007, serta lebih tinggi 40,86 persen dari nilai impor bulan Januari tahun 2007. Periode Februari 2007 – Januari 2008 nilai impor melalui DKI Jakarta mencapai 35.514,37 juta dollar, meningkat sebesar 29,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 27.485,23 juta dollar.

Pada bulan November 2007 nilai impor mencapai 3.445,45 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 15,16 persen dari bulan Oktober 2007, dan lebih tinggi 24,54 persen dari nilai bulan November 2006. Periode Januari – November 2007 nilai impor meningkat sebesar 28,37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut golongan penggunaan barang atau Broad Economic Category (BEC), perbandingan antara nilai impor periode Januari – November 2007 dengan periode Januari – November 2006 adalah sebagai berikut: untuk barang konsumsi mengalami peningkatan nilai impor yakni sebesar 39,13 persen, atau dari 2.360,10 juta dollar menjadi 3.283,51 juta dollar.

Bahan baku dan penolong yang merupakan 63,33 persen dari keseluruhan nilai impor bulan Januari – November 2007, mengalami peningkatan sebesar 20,51 persen, atau dari 16.675,37 juta dollar menjadi 20.095,39 juta dollar, demikian juga dengan barang modal mengalami peningkatan sebesar 46,97 persen, atau dari 5.681,87 juta dollar menjadi 8.350,70 juta dollar. Fenomena ini menarik untuk dicermati karena semua golongan penggunaan barang mengalami peningkatan.

(6)

2,360.10 16,675.37 5,681.87 3,283.51 20,095.39 8,350.70 0 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 18,000 20,000 22,000 j u t a d o l l a r Januari-November 2006 Januari-November 2007 Barang Konsumsi Bahan Baku & Penolong Barang Modal

Grafik 5: Impor Melalui DKI Jakarta Menurut Golongan Penggunaan Barang, Januari – November 2006 dan Januari - November 2007

Peningkatan nilai impor barang konsumsi menunjukkan peningkatan penggunaan devisa. Peningkatan nilai impor bahan baku & penolong, menunjukkan meningkatnya kinerja sektor riil yang diindikasikan bertambahnya kebutuhan akan bahan baku dan penolong dari perusahaan-perusahaan industri. Hal ini tentu akan meningkatkan kapasitas terpakai dari mesin-mesin produksi yang tersedia. Sedangkan peningkatan nilai barang modal merupakan sinyal bahwa iklim investasi di Jakarta masih kompetitif dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, atau untuk wilayah yang lebih luas, Indonesia masih merupakan wilayah yang masih menarik untuk investasi dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya dengan negara-negara sedang berkembang lainnya.

Tabel 4: Nilai Impor melalui DKI Jakarta menurut Kawasan Negara Asal Januari – November 2006 dan Januari – November 2007

Januari – November 2006 Januari – November 2007 Kawasan Negara Asal Nilai (CIF juta dollar

Amerika) Persen

Nilai (CIF juta dollar

Amerika) Persen (1) (2) (3) (4) (5) 1. Asia 16.044,96 64,91 20.528,93 64,70 - ASEAN 5.725,95 23,17 7.302,71 23,02 - Non ASEAN 10.319,01 41,74 13.226,22 41,68 2. Afrika 290,95 1,18 292,60 0,92 3. Amerika 2.446,23 9,90 3.219,56 10,15 4. Australia dan Oceania 1.238,88 5,01 1.408,09 4,44 5. Eropa 4.696,32 19,00 6.280,43 19,79 Jumlah 24.717,34 100,00 31.729,61 100,00

*) Angka Sementara

Menurut kawasan negara asal barang impor, nilai impor periode Januari – November 2007 yang bernilai 31.729,61 juta dollar Amerika, sebanyak 20.528,93 juta dollar atau 64,70 persen berasal dari Asia, bahkan sebanyak 23,02 persen di antaranya berasal dari negara-negara yang tergabung dalam Asean dan 41,68 persen dari Asia Non Asean. Pada periode tersebut, persentase nilai impor yang masuk melalui

(7)

wilayah DKI Jakarta dan asal barangnya dari Eropa sebesar 19,79 persen; dari Amerika sebesar 10,15 persen; Australia dan Oceania sebesar 4,44 persen, serta dari Afrika sebesar 0,92 persen.

Selama periode Januari – November 2008, negara dari masing-masing kawasan/sub kawasan yang mempunyai kontribusi terbesar adalah Jepang (kawasan Asia) sebesar 16,13 persen; Thailand (kawasan Asean) sebesar 9,23 persen; Amerika Serikat (kawasan Amerika) sebesar 7,63 persen; Jerman (kawasan Eropa) sebesar 4,53 persen; Australia (kawasan Australia dan Oceania) sebesar 3,41 persen; dan Afrika Selatan (kawasan Afrika) sebesar 0,41 persen.

Jika dibandingkan dengan nilai impor periode yang sama tahun 2006, perkembangan nilai impor dari berbagai kawasan negara asal menunjukkan adanya peningkatan. Nilai impor dari kawasan Eropa naik sebesar 33,73 persen, atau dari 4.696,32 juta dollar periode Januari – November 2006 menjadi 6.280,43 juta dollar pada periode yang sama tahun 2007. Nilai impor dari kawasan Amerika mengalami peningkatan sebesar 31,61 persen atau dari 2.446,23 juta dollar menjadi 3.219,56 juta dollar Amerika. Nilai impor yang berasal dari kawasan Asia dan kawasan Australia dan Oceania masing-masing mengalami kenaikan sebesar 27,94 persen, dan 13,66 persen. Nilai impor dari kawasan Afrika mengalami peningkatan sebesar 0,57 persen. (tabel 4).

Secara keseluruhan nilai impor dari kawasan Asia mengalami peningkatan, demikian juga untuk nilai impor dari kawasan Asean mengalami peningkatan sebesar 27,54 persen atau dari 5.725,95 juta dollar menjadi 7.302,71 juta dollar. Peningkatan nilai impor dari kawasan Asean untuk masa-masa mendatang diduga akan kian besar sejalan dengan pemberlakuan pasar AFTA awal tahun 2003 yang lalu.

Sementara itu, nilai ekspor melalui DKI Jakarta ke kawasan Asean periode Januari – November 2007 sebesar 5.772,76 juta dollar, lebih kecil dari nilai impor dari kawasan ini yaitu sebesar 7.302,71 juta dollar. Relatif masih lemahnya daya saing produk yang dihasilkan oleh Indonesia merupakan kendala utama untuk bersaing di pasar Asean. Ini merupakan tantangan, namun sekaligus juga menjadi peluang bagi dunia usaha untuk merebut pasar Asean yang telah terbuka lebar itu.

(8)

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Tanda Sirait, M.M. Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telepon : 021-42877301, Pesawat 608 Fax : 021-42877350

e-mail : [email protected]

Gambar

Tabel 1a: Nilai Ekspor Melalui Wilayah DKI Jakarta untuk Beberapa Periode (FOB juta dollar)
Tabel 2a : Nilai Ekspor Produk DKI Jakarta  untuk Beberapa Periode   (FOB juta dollar)
Grafik 3.  Nilai Ekspor Melalui DKI Jakarta dan Ekspor Produk-Produk  DKI Jakarta  Bulan Januari-November 2006 dan Januari-November 2007
Grafik 4: Pasar Ekspor Produk-Produk DKI Jakarta  untuk Periode                             Januari – November 2006 dan Januari – November 2007
+2

Referensi

Dokumen terkait

Mengetahui aktivitas antiradikal oleh fenol dan flavonoid dengan menetapkan kandungan senyawa fenol dan flavonoid dalam fraksi non polar ekstrak etil asetat daun dewandaru (

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang terjadi diatas maka dapat diajukan sebuah penelitian dengan judul "ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN PROMOSI

Berarti pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran serta motivasi siswa akan mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa1.

Pesantren Tarbiyah Palleko. Nama Orangtua :

BAKRI USAHA JUAL BARANG CAMPURAN BONTO UJUNG UJUNG TIMUR... SUMARNI, S.Pd SALON SUMARNI TAROWANG

Memberikan motivasi secara mental dan spiritual pada siswa agar siap dalam mengha- Memberikan motivasi secara mental dan spiritual pada siswa agar siap dalam mengha- dapi Ujian

9. Otot supinator    otot yang menyebabkan gerakan memutar4ke luar $supinasi%. Misalnya  m brahii yang memutar lengan bawah sehingga telapak tangan menengadah... Otot

(3) pengaruh persepsi kepemimpinan kepala sekolah dan komunikasi internal terhadap kinerja guru SMA Muhammadiyah se-Banjarsari Surakarta. Metode penelitian menggunakan