• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

LANDAS AN TEORI

2.1 Teori

umum

2.1.1 Pengertian Sistem Infor masi Akuntansi

M enurut Jones dan Rama (2006, p5), “The accounting information

system is a subsystem of an Management Information System that provides

accounting and financial information, as well as other information obtained in

routine processing of accounting transaction.” yang terjemahannya adalah :

“Sistem informasi akuntansi (SIA) adalah subsistem dari Sistem Informasi

M anajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, sama baiknya

dengan informasi lain yang diperoleh dalam pemrosesan transaksi akuntansi

rutin.”

M enurut Romney dan Stein (2006, p6), “Accounting information system

is the human and capital resources within an organization that responsible for

the preparation of financial information and the information obtained from the

collecting and processing company transaction ” yang terjemahannya adalah :

“Sistem informasi akuntansi adalah sumber daya manusia dan modal dalam

sebuah organisasi yang bertanggung jawab terhadap persiapan informasi

keuangan dan informasi yang dihasilkan dari mengumpulkan dan memproses

transaksi perusahaan”.

(2)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi

adalah subsistem dari Sistem Informasi M anajemen yang mempersiapkan dan

menyediakan informasi akuntansi dan keuangan yang diperoleh dari transaksi –

transaksi rutin dalam perusahaan.

2.1.2 Manufacturing Information System

2.1.2.1 Penge rtian Manufacturing Information System

M enurut Groover (2008,p19), “ Manufacturing Systems involve the

integration and coordination of multiple automated and/or manual workstations

through the use of material handling technologies to achieve a synergistic effect

compared to the independent operation of individual workstations”, yang

terjemahannya adalah : Sistem manufaktur melibatkan integrasi dan koordinasi

dari beberapa workstations otomatis dan/atau manual yang digunakan dalam

material handling technologies untuk mencapai efek sinergis yang dibandingkan

ke dalam operasi independen dari masing-masing workstations.

M enurut O’Brien & M arakas (2006,p231), ”Support the

production/operations function that includes all activities concern with the

planning and control of the processes producing goods and services”, yang

terjemahannya adalah mendukung fungsi produksi/operasi dimana termasuk

seluruh kegiatan yang berfokus pada perencanaan dan pengendalian proses

produksi barang dan jasa

M enurut Sukawati, et al (2009,p95), Sistem informasi sebagai

seperangkat prosedur yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia,

(3)

komputer) untuk menyajikan informasi bagi manajemen dalam mengambil

keputusan guna mencapai sasaran-sasaran organisasi atau perusahaan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian Manufacturing

Information System adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerja dalam

hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung

manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan

manufaktur. Sistem ini digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang

meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian

proses untuk memproduksi barang atau jasa

2.1.3 Pengertian

Analisis

Sistem

M enurut O’Brien ( 2005, p348 ), “Systems Analysis is an indepth study of

end user information needs that procedures functional requirements that are

used as the basis for the design of a new information system.” Yan g

terjemahannya : Analisis Sistem adalah menganalisis secara terinci mengenai

informasi yang dibutuhkan oleh pemakai akhir yang menghasilkan persyaratan

fungsional ( functional requirements ) yang digunakan sebagai dasar untuk

merancang sistem informasi yang baru.

M enurut Rama & Jones ( 2006, p568 ), “Systems Analysis is the next

phase of system development. The tasks in systems analysis are similar to those

in systems investigation. However, the analysis phase is more detailed and

requireds more information.”Yang terjemahannya : Analisis Sistem adalah fas e

(4)

dengan yang ada di dalam investigasi sistem. Tetapi, fase analisis lebih detil dan

membutuhkan informasi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Analisis Sistem adalah proses

mengindentifikasikan dan menganalisa kebutuhan user dan mengevaluas i

masalah-masalah atas sistem berjalan, guna menghasilkan usulan perbaikan yang

diimplementasikan pada sistem baru.

2.1.4 Pengertian Perancangan Sistem

M enurut O’Brien (2005, p521) yang diterjemahkan oleh Fitriasari dan

Kwary, desain sistem terdiri dari aktivitas desain yang menghasilkan spesifikasi

sistem yang memenuhi persyaratan fungsional yang dikembangkan dalam proses

analisis sistem.

M enurut M ulyadi ( 2001, p51 ), Perancangan Sistem adalah proses

penerjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem

informasi yang diajukan pada pemakai informasi untuk pertimbangan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perancangan sistem adalah

penentuan proses dan data serta pendefinisian hardware, software, komponen,

modul, interface yang diperlukan oleh sistem yang baru.

2.1.5 Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis

Oriented

M enurut Winata Widiawaty & Bahtiar Saleh Abbas

kutipan jurnal“CommIT (Communication and Inform ation Technology) (2004, p3-5),

teknologi

(5)

didominasi oleh objek. Orang adalah objek, mobil adalah objek, komputer adalah

objek. Keunggulan objek dengan demikian adala bahwa model yang akan dibuat

sangat mendekati dunia nyata yang masalahnya akan dipecahkan oleh sistem

yang dibangun.

2.1.5.1

Rich picture

M enurut M athiassen, et al (2002, p26), “A Rich picture is an information

drawing that presents the illustrator’s understanding of a situation.” Yang

terjemahannya adalah : Rich picture merupakan suatu gambaran umum dari

suatu situasi / proses bisnis suatu perusahaan yang digambarkan untuk

memudahkan pengguna dalam memahami proses bisnis yang terjadi.

2.1.5.2

UML (Unified Modelling Language )

M enurut Whitten, Bentley, dan Dittman (2004, h714), “Class diagram/

diagram kelas adalah gambar grafis mengenai struktur objek statis dari suatu

sistem, menunjukkan kelas-kelas objek yang menyusun sebuah sistem dan juga

hubungan antara kelas objek tersebut.”

M enurut Jones dan Rama (2006, p60), “Unified Modelling Languange

(UML), a language ued for specifying, visualizating, constructing, and

documenting an information system.” Yang dapat diterjemahkan : “UML adalah

sebuah bahasa yang digunakan untuk menentukan, memvisualisasi, membangun,

dan mendokumentasikan sistem informasi.”

Jadi, class diagram adalah kumpulan dari kelas - kelas beserta

hubungannya yang digunakan untuk merancang data dan mendokumentasikan

rancangan data tersebut.

(6)

2.1.5.3

Activity Diagram

 

M enurut jones dan Rama (2006, p61), “the UML activity diagram plays

the role of the “map” in understanding business process by showing the

sequences of activities in the process” yang dapat diterjemahkan : Diagram

Aktivitas memainkan peran dari "peta" dalam memahami proses bisnis dengan

menunjukkan urutan kegiatan dalam proses.

M enurut Whitten, Bentley, dan Dittman (2004, h428) menyatakan bahwa

Activity Diagram merupakan sebuah diagram yang dapat digunakan untuk

menggambarkan secara grafis aliran proses bisnis, langkah-langkah sebuah use

case atau logika behavior (metode) objek.

Jadi, activity diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan aliran

proses bisnis suatu perusahaan yang terdiri dari gambaran umum maupun

detailnya.

2.1.5.3.1

Overview Activity Diagram

M enurut Jones dan Rama (2006, p61), Overview Activity Diagram adalah

diagram yang menggambarkan tamplian level tinggi dari proses bisnis dengan

mendokumentasikan event-event yang penting, urutan event, dan informasi yang

menyertai event tersebut.

M enurut Jones dan Rama (2006, p65), dalam membuat overview activity

diagram terdapat langkah-langkah sebagai berikut :

(7)

b. M encatat narasi secara jelas untuk mengidentifikasi event-event yang

terlibat di dalamnya.

c. M enggambarkan agent (aktor) yang terlibat dalam proses bisnis yang

terjadi.

d. M embuat diagram masing-masing event dan menunjukkan urutan

event yang terjadi.

e. M enggambarkan dokumen yang dibuat dan digunakan dalam proses

bisnis, serta menggambarkan aalira informasi dari dokumen tersebut.

f. M enggambarkan table-table (file-file) yang dibuat dan digunakan

dalam proses bisnis.

2.1.5.3.2

Detailed activity diagram

M enurut Jones dan Rama (2006, p61), Detailed activity diagram adalah

diagram yang menggambarkan aktivitas yang saling berhubungan secara rinci

dengan satu atau dua event yang terdapat pada overview activity diagram.

M enurut Jones dan Rama (2006, p80), dalam menyiapkan detailed

activity diagram terdapat langkah-langkah sebagai berikut :

a. M encatat narasi untuk menunjukkan aktivitas

b. M enyiapkan workflow table

c. M engidentifikasi detailed activity diagrm yang diperlukan.

(8)

M enurut M athiassen, et al (2000, p51), “Event : an instantaneous

incident involving one or more objects.” Yang dapat diartikan : “Event : suatu

kejadian instan yang melibatkan satu atau lebih objek.”

M enurut Jones dan Rama menyatakan (2006, p4) “Event are activities

that happen at a particular point in time” yang berarti “Event adalah aktivitas

yang terjadi pada suatu waktu tertentu.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa event adalah aktivitas-aktivitas yang

terjadi dalam suatu rangkaian sistem yang berjalan dalam perusahaan.

M enurut Jones & Rama (2006,p21), ada beberapa cara dalam

mengidentifikasi event, yaitu :

1. “Recognize the first event in a process when a process a person or

department within an organization becomes for an activity.”, yang

diterjemahkan, kenali event pertama di dalam suatu proses yang

terjadi ketika seseorang atau departemen bertanggung jawab dalam

suatu proses bisnis.

2. “Ignore activities that do not require participation by an internal

agent, yang diterjemahkan abaikan suatu kegiatan yang tidak

memerlukan partisipasi dari internal agent.

3. “Recognize a new event when responsibility is transferred from one

internal agent to another”, yang diterjemahkan kenali sebuah event

baru pada saat bertanggung jawab berpindah dari satu internal agent

ke yang lainnya.

4. “Recognize a new event when a process has been interrupted and

(9)

kenali sebuah event baru ketika suatu proses terganggu dan

dilanjutkan kembali oleh internal agent yang sama.

5. “Use an event name and description that reflects the brOAD nature

of event.”. Yang diterjemahkan menggunakan nama dan gambaran

event yang merefleksikan secara menyeluruh dari event tersebut.

2.1.5.5

Pengertian

Workflow

M enurut Jones dan Rama (2006, p87), workflow table adalah “Two

column table that identifies the actors and actions in a process.” Yang dapat

diartikan bahwa workflow table adalah “Tabel dua kolom yang mengidentifikasi

aktor dan kegiatan-kegiatan dalam proses.”

Whitten, Bentley, dan Dittman (2004, p62) menyatakan bahwa workflow

adalah aliran transaksi melalui proses bisnis untuk memastikan pemeriksaan

yang benar dan persetujuan diimplementasikan.

Jadi, workflow table adalah suatu tabel yang menggambarkan transaksi

dari suatu tabel yang menggambarkan transaksi dari suatu proses bisnis yang

berisi aktor dan aktivitas yang dilakukan.

2.1.5.6 UML

Class Diagram

2.1.5.6.1 Pengertian

UML

Class Diagram

M enurut Whitten, Bentley, dan Dittman (2004, h714), “Class diagram/

(10)

sistem, menunjukkan kelas-kelas objek yang menyusun sebuah sistem dan juga

hubungan antara kelas objek tersebut.”

Jones dan Rama (2006, p172-173) menyatakan “UML Class Diagram

menyediakan sebuah pendekatan sistematis untuk merancang data dan

mendokumentasikan rancangan tersebut.”

Empat aktivitas utama dalam membuat UML Class Diagram, yaitu :

a. M enempatkan transaction table yang diperlukan pada UML class

diagram.

b. M enempatkan master table yang diperlukan pada UML class

diagram.

c. M enentukan hubungan yang diperlukan antar tabel (transaction dan

master).

d. M enentukan atribut yang diperlukan dalam UML class diagram.

Jadi, class diagram adalah kumpulan dari kelas - kelas beserta

hubungannya yang digunakan untuk merancang data dan

mendokumentasikan rancangan data tersebut.

2.1.5.6.2

Pengertian Class

M enurut M athiassen, et al (2000,p49), “Class is a description of a

collection of objects sharing structure, behavioral, pattern and attributes.” Yang

terjemahannya adalah : Class adalah deskripsi dari berbagai struktur, pola, dan

atribute yang dipakai secara bersama-sama.

M enurut Whitten, Bentley and Dittman (2004,p433), “Class is a set of

(11)

: Class adalah seperangkat objek yang membagikan atau memiliki attribute dan

perilaku yang sama.

Jadi kesimpulan dari class itu adalah kumpulan dari objek yang memiliki

atribut dan pola yang sama.

2.1.5.6.3

Pengertian atribut

M enurut Jones & Rama (2006,p155), “Attribute is the smallest units of

data that can have meaning to a user”, yang terjemahannya adalah : atribut

adalah unit terkecil dari data yang dapat berarti bagi penggunanya.

M enurut M athiassen, et al (2000,p92), “A descriptive property of a class

or an event.”, yang terjemahannya adalah : atribut adalah sebuah sifat dari suatu

kelas yang menjelaskan kelas tersebut.

Jadi kami menarik kesimpulan pengertian atribut adalah suatu database

yang mempunyai keunikan dalam meawakili setiap atribut.

2.1.5.6.4

Pengertian behavior

M enurut M arakasa ( 2006, p406 ), “Behaviors are methods or operations

that serve to specify what actions the object can perform.”Yang terjemahannya :

Behaviors adalah methods atau operations yang disediakan untuk menentukan

tindakan apa yang dapat dilakukan sebuah objek.

M enurut Whitten & Bentley ( 2009, p372 ), “The behavior is the set of

things that an object can do and that correspond to functions that act on the

object’s data ( or attributes).”Yang terjemahannya : Behavior adalah kumpulan

(12)

yang bertindak pada data objek (attribute). Pada siklus berorientasi objek,

perilaku objek merujuk kepada metode, operasi, atau fungsi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Behavior adalah method atau operation

sebagai fungsi-fungsi apa yang dilakukan oleh suatu objek.

2.1.5.6.5

Pengertian event

M enurut M athiassen, et al (2000, p51), “Event : an instantaneous

incident involving one or more objects.” Yang dapat diartikan : “Event : suatu

kejadian instan yang melibatkan satu atau lebih objek.”

Jones dan Rama menyatakan (2006, p4) “Event are activities that happen

at a particular point in time” yang berarti “Event adalah aktivitas yang terjadi

pada saat itu juga.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa event adalah aktivitas-aktivitas yang

terjadi dalam suatu rangkaian sistem yang berjalan dalam perusahaan.

2.1.5.7

Use case Diagram

2.1.5.7.1 Pengertian

Use case Diagram

M enurut Jones and Rama (2006, p267), “Use case diagram is a graphical

presentation that provide a list of use case that occur in an application.”, yang

terjemahannya adalah use case diagram adalah presentasi grafik yang dapat

menyediakan daftar use case yang terdapat dalam suatu aplikasi.

(13)

M enurut Jones & Rama (2006,p267), “A use case is a sequence of steps

that accour when an actor is interacting with the system for a particular

purpose.”, yang terjemahannya adalah use case merupakan sebuah langkah yang

berurutan yang terjadi ketika actor berinteraksi dengan sistem untuk tujuan

tertentu.

M enurut M athiassen, et al (2000,p120), “A pattern for interaction

between the system and actors in the application domain.”, yang terjemahannya

adalah use case adalah suatu pola interaksi antara sistem, aktor, dan application

domain.

Kami menarik kesimpulan bahwa use case adalah transaksi yang dimulai

ketika aktor berinteraksi untuk memenuhi kubutuhan user.

2.1.5.7.3

Simbol Use case Diagram

M enurut M athiassen, et al (2000,p343) use case diagram menampilkan

hubungan antara aktor dan use case. Ada beberapa elemen atau simbol yag

terdapat pada use case diagram.

a. Use case

Digunakan untuk menggambarkan interaksi atau interface yang

terjadi antara aktor dengan sistem.

b. Actor

Simbol ini digunakan sebagai penggambaran subjek yang

berhubungan langsung dengan sistem. Dimana mereka haruslah

internal agent dalam sistem, dan memiliki pola interaksi dengan

(14)

c. Communicates

Simbol ini digunakan untuk menghubungkan antara aktor dan usecase

yang saling berhubungan di dalam sistem tersebut.

d. System boundary

Simbol ini digunakan untuk membatasi antara sistem yang satu

dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Dengan kata

lain batas sistem ini merupakan ruang lingkup atau scope dari sistem /

subsistem itu sendiri.

Gambar simbol terdapat dalam lampiran simbol usecase diagram

2.1.5.7.4

Pengertian Actor

M enurut M athiassen, et al (2000, p119), “Actor is an abstraction of or

other systems that interact with the target system”, yang terjemahannya adalah

actor adalah sebuah hasil abstraksi dari user atau sistem lain yang berinteraksi

dengan sistem target.

M enurut Jones & Rama (2006, p267) “An actor can be a person,

computer, or event another system.”, yang terjemahannya adalah aktor dapat

merupakan orang, komputer, atau bahkan sistem yang lain.

Kami menarik kesimpulan bahwa aktor adalah orang yang terlibat

langsung dengan sistem.

2.1.5.8 Rancangan

Database

(15)

M enurur Conolly dan Begg (2002,p14), “database a shared collection of

logically related data, and description of this data, designed to meet the

information needs of an organization.”, yang artinya basis data adalah sebuah

kumpulan data yang saling berhubungan secara logis, dan sebuah penjelasan dari

data tersebut, yang di desain untuk menemukan data yang dibutuhkan oleh

sebuah organisasi.

M enurut Whitten , et al (2004,p548), “data base is a collection of

interrelated”, yang terjemahannya adalah database merupakan kumpulan file

yang saling terkait, dimana file itu adalah kumpulan record yang serupa.

Kami menarik kesimpulan bahwa database adalah suatu koleksi data

yang disimpan dalam format tertentu yang dibuat untuik memudahkan user.

2.1.5.8.2

Pengertian Tahapan Perancangan Database

M enurut Connoly & Begg (2002, p281-282), ada tiga tahapan rancangan

database yaitu :

a. Conceptual Database Design

“The process of constructing model of the information used in an enterprise,

independent of all physical considerations.”. diterjemahkan sebagai : Proses

untuk membangun satu model dari keterangan yang dipergunakan pada satu

perusahaan, tidak terikat dari semua bahan pertimbangan fisik.

b. Logical Database Design

“The process of constructing model of the information used in an enterprise

based on a specific data model, but independent of a particular DBMS (Data

Base Management System) and other physical consideration.”, diterjemahkan

(16)

sebagai : Proses untuk membangun satu model dari keterangan yang

dipergunakan pada satu perusahaan berdasarkan pada satu model data yang

spesifik, tetapi tidak terikat dari DBMS tertentu dan bahan pertimbangan fisik

lain.

c. Physical Database Design

“The process of producing a description of the implementation of the

database secondary storage : a describes the base relation, file

organizations, and indexes used to achieve effective access to the data, and

any associated integrity constranints and security measure”. Diterjemahkan

sebagai : Proses untuk menghasilkan satu deskripsi tentang implementasi dan

penyimpanan sekiunder database, itu menggambarkan hubungan dasar, data,

organisasi, dan tolak ukur yang dipergunakan untuk mencapai akses efesien

ke data, dan apapun batasan integritas berhubungan dan ukuran jaminan

keamanan.

2.1.5.8.3

Primary Ke y dan Foreign Key

M enurut Jones & Rama (2006, p163), “Primary key is an attribute that

uniquely identifies a record in a table. As records are added to a table, each

record is assigned a primary key value that identifies only that record.” Yan g

diterjemahkan adalah sebuah atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah

catatan dalam sebuah tabel. Sebagai catatan yang ditambahkan ke sebuah tabel,

masing-masing record diberikan sebuah nilai kunci utama yang mengidentifikas i

catatan tersebut.

(17)

M enurut Jones & Rama (2006,p164), “Foreign key is a field in a table

that is primary key in some other table, foreign keys are used to link one table to

another. We now consider the benefits of linking tables.”, yang terjemahannya

adalah field di dalam sebuah tabel yang merupakan kunci utama dalam tabel lain.

Foreign key digunakan untuk menghubungkan satu tabel ke tabel yang lain.

2.1.5.8.4

Hubungan dalam Class Diagram

M enurut Jones & Rama (2006, p165), hubungan dalam class diagram

sebagai berikut :

1. One-to-one Relationship.

Hubungan to-one antar entitas tidak sering terjadi seperti hubungan

one-to-many, tetapi mereka terjadi dalam SIA. Contohnya antara event

pengiriman dan pembayaran. Diasumsikan sebuah invoice hanya berisi

informasi untuk satu pengiriman.

2. One-to-many Relationship

Hubungan one-to-many umumnya terjadi dalam sistem akuntansi.

Contohnya, hubungan antara agen dengan event-event biasanya one-to-many.

Sebuah event biasanya berhubungan dengan satu agen, tetapi seorang agen

bisa terlibat dalam banyak event.

3. Many-to-many Relationship

Hubungan many-to-many menerangkan dimana sebuah order dapat dilakukan

untuk banyak produk dan suatu produk yang sama bisa terdapat dalam

banyak order. Hubungan many-to-many dengan menambahkan “function

(18)

2.1.5.8.5

Pengertian SQL

M enurut Deliana, et al (2009,p6) SQL (Structured Query Languange)

adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data

relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan

dalam manajeman basis data relasional.

M enurut Gruber (2000,p20) “SQL is a language oriented specifically

around relational databases, that anables you to create and operate on

relational databases, which are sets of related information stored In tables.”.

Yang artinya SQL adalah bahasa orientasi secara khusus di database relasional.

Bahasa yang memudahkan anda untuk membuat dan beroperasi pada database

relasional, yang terkait dengan informasi yang tersimpan dalam tabel.

Jadi kesimpulannya SQL adalah bahasa yang memudahkan seseorang

untuk mengakses data dalam database relasional yang tersimpan dalam tabel.

2.1.5.8.6

Tahap Pengembangan SQL

M enurut Eka M iranda

kutipan jurnal“Comm IT (Comm unication and

Information Technology) (2008, p111),

SQL Server 2005 dibagi menjadi 3 tahap,

yaitu :

a. Integrasi

Tahap ini merupakan proses mengintegrasikan berbagai data dari berbagai

sumber dan memasukkannya ke dalam data warehouse.

(19)

Dalam tahap ini, data di dalam data warehouse dianalisis menggunakan

Analysis Services. Analysis services merupakan alat bantu yang berisi

berbagai metode data mining dan OLAP (Online Analytical Processing).

c. Penyajian laporan

Reporting services merupakan media utama dalam tahap penyajian laporan.

Perangkat ini telah tersedia dalam SQL Server 2005 dan terintegrasi dengan

Business Intelligence Development Studio.

2.1.5.9 Rancangan

Formulir

2.1.5.9.1

Pengertian Rancangan For mulir

Formulir menurut M ulyadi(2001,p3), adalah dokumen yang digunakan

untuk merekam terjadinya transaksi.

M enurut Jones & Rama (2006,p288), “Form is a formatted document.”

Formulir adalah dokumen yang telah diatur sedemikian rupa yang di dalamnya

terdapat ruang-ruang kosong yang dapat diisi oleh pemakai.

Jadi kesimpulan dari pengertian formulir adalah dokumen-dokumen yang

digunakan dalam suatu transaksi.

2.1.5.9.2

Jenis Tipe Input Form

M enurut Jones & Rama (2006, p262-263), ada tiga jenis input form yaitu

single record entry forms, tabular entry forms, dan multi-table entry forms

a. Single-record entry forms

Digunakan untuk memasukkan atau mengubah sebuah single record

dalam sebuah table

(20)

b. Tabular entry forms

Digunakan untuk memasukkan atau mengubah beberapa record dalam

sebuah tabel.

c. Multi-table entry forms

Digunakan untuk memasukkan atau mengubah beberapa record dalam

beberapa tabel yang saling berhubungan.

2.1.5.9.3

Ele men Penting For mulir

M enurut Jones and Rama (2006,p271-272), ada enam eleman penting

dalam formuir, yaitu :

a. Text Boxes

“text boxes are spaces on a form that are used to entry information that to

added to a table or to display information that is read from a table”.

Diterjemahkan sebagai : Text boxes ialah ruang atas formulir yang

digunakan untuk meng-entry informasi yang ditambahkan pada tabel

atau pada tampilan informasi yang terbaca dari tabel.

b. Labels

“Labels help the user understand what information needs to be entered”.

Diterjemahkan sebagai : Labels membantu pengguna mengerti informasi

apa yang perlu dicatat.

c. Look-up Features

“Look-up features is frequently added to text boses that are used for

entering foreign keys”. Diterjemahkan sebagai : Look-up features sering

(21)

ditambahkan pada text boxes yang digunakan untuk memasuki foreign

keys.

d. Command Buttons

“Command buttons are used to perform an action”. Diterjemahkan

sebagai : Command buttons digunakan untuk melakukan suatu tindakan.

e. Radio Button

“Radio button allow users to select one of a set of option”. Diterjemahkan

sebagai Radio button memperbolehkan pengguna untuk memilih salah

satu dari beberapa pilihan.

f. Check Boxes

“Check boxes are similar to radio button, but more than one option can

be selected”. Diterjemahkan sebagai : Check boxes adalah serupa radio

button, tetapi dapat memilih lebih dari satu pilihan.

2.1.5.10

Rancangan Layar

2.1.5.10.1

Pengertian Rancangan Layar

M enurut Jones and Rama (2006, p271), “Form interface are objects on

form used for entering information of performing actions. All aspects of the form

are control by the interface. Some of these objects provide oroppurtunity to

improve internal control over data elements”. Yang terjemahannya adalah :

Elemen interface adalah object-object pada form yang digunakan untuk

memasukkan informasi atau menjalankan perintah segala aspek dari form

dikontrol dengan elemen interface. Beberapa objek tersebut menyediakan

kesempatan untuk mengembangkan internal control.

(22)

M enurut M athiassen, et al (2000, p151), ”Interface a facilities that make

a system’s model and function available to actors”. Yang terjemahannya adalah

interface adalah fasilitas yang membuat model sistem dan fugsinya menjadi

nyata untuk aktor.

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa rancangan

layar merupakan rancangan input pada layar komputer dengan memperhatikan

hal-hal yang dapat mengurangi kesalahan pada saat pemasukan data itu sendiri;

2.1.5.10.2

Ele men Ranc angan layar

M enurut M athiassen, et al (2000, p158), elemen-elemen yang terdapat

dalam merancang layar adalah :

1. Screen layout, terdiri dari :

a. Menu selection, form fill-in, dialogue box formats

b. Formulation of guiding text and error messages

c. Presentation of elements and lists

d. Terminology, abbreviations

e. Character set, fonts, icons

f. Colors, inverse, blink, bold

2. Input dan output, terdiri dari :

a. Keyboard, display, cursor control, pointer device

b. Sound, other specila tools

c. Screen layout, over lapping windows

d. Responsive times, screen update frequency

(23)

3. Action sequences, terdiri dari :

a. Direct manipulation, click, drag,movement

b. Syntax, semantiCS, sequence of commands

c. Function keys and shortcuts

d. Recovery

4. Training, terdiri dari :

a. Online help

b. Learning, user manuals

2.1.5.11

Pengertian Visual Studio .NET

M enurut Yung (2005, p1), Visual Studio.NET adalah salah satu bentuk

integrated development environment (IDE) terbaru dan tercanggih yang dimiliki

oleh microsoft untuk saat ini.

M enurut Yao & Durant (2004, p1335), “Visual Studio .NET : a tool

provided by M icrosoft that provides an integrated development environtment for

writing code and building and debugging program. The first version of the .NET

Compact Framework requires Visual Studio .NET 2003.”, yang diterjemahkan

sebagai : sebuah alat yang disediakan oleh microsoft yang memberikan

lingkungan pengembangan terintegrasi untuk menulis kode dan membangun dan

menjalankan program. Versi pertama dari .NET Compact Framework

memerlukan Visual Studio .NET 2003.

M enurut Nugroho (2010,p54), Visual basic.net merupakan bahasa

pemrograman visual dan pada dasarnya menganut konsep pemrograman berbasis

(24)

event (event-driven progamming) yang mana pengkodean dilakukan berdasarkan

event-event yang terjadi pada aplikasi yang dihasilkan.

Berdasarkan kedua definisi tersebut maka kami simpulkan Visual Studio

.NET adalah sebuah alat yang berbentuk integrated development environment

(IDE) yang disediakan oleh Microsoft untuk menulis kode, membangun dan

menjalankan program.

2.1.5.12

Rancangan Laporan

2.1.5.12.1

Pengertian Rancangan Laporan

M enurut Connoly (2002, p235), “reports are a special type of continuous

from designed specifically for printing ”. Yang terjemahannya adalah : Laporan

adalah tipe spesial dari continuous form yang di design khusus untuk dicetak.

M enurut Jones dan Rama (2006,p201), “Report is a formatted and

organized presentation of data”. Yang terjemahannya adalah : Laporan adalah

penyajian data yang telah terformat dan terorganisasi dengan baik.

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa laporan

adalah penyajian data yang telah terformat dan terorganisasi dengan baik untuk

dicetak.

2.1.5.12.2 Ele men Ranc angan Laporan

M enurut Jones dan Rama (2006, p214-215), elemen-elemen yang

terdapat dalam merancang laporan adalah :

(25)

“To important elements of any report are labels and data. In Microsoft

Access, these elements are reffered to as label box and text box”. Yang

terjemahannya adalah label dan data dalam Microsoft Access, elemen ini

ditawarkan sebagai label boxes and text boxes.

2. Grouping Attribute

“Grouped report are grouped by something in a group detail report, 3

section pertain to a group: the group header, the group detail, and the

group footer”. Yang terjemahannya adalah : Grouped reports

dikelompokkan oleh sesuatu. Dalam detail laporan yang dikelompokkan,

3 bagian menyinggung ke group : group header, the group detail, and the

group footer.

3. Group Header

“The group header can be used to present information get is common the

group. Separating this information, in the group header eliminates the

need for it to precede every transaction, thus, in hancing the presentation

of the report”. Yang terjemahannya adalah Group header dapat

digunakan untuk memberikan informasi yang biasa ke group. Pisahkan

informasi ini ke dalam group header dengan mengeliminasi kebutuhan

untuk mendahului setiap transaksi, jadi memperkarya nilai presentasi atas

laporan.

4. Group Detail

“Transaction pertaining are listed in the group detail section. For every

product in the group header, many transactions are reported in the detail

section”. Yang terjemahannya adalah : Transaksi-transaksi menyinggung

(26)

ke group yang disusun dalam bagian group detail. Setiap produk dalam

group header, banyak transaksi yang dilaporkan dalam bagian detail.

5. Group Footer

“Group footers can also be used to provide useful information in grouped

reports. The footer is often used to present summary information about

the group.”. yang terjemahannya adalah : group footer dapat juga

digunakan untuk membagi informasi yang berguna dalam kumpulan

laporan. Footer sering dugunakan untuk memberikan rangkuman

informasi tentang group.

2.1.5.12.3

Pengertian Crystal report

M enurut Peck (2003,p2), “Crystal reports, being a windows-based report

writer, provides all the tools you need for creating presentation – quality

reports”. Yang terjemahannya adalah Crystal reports , menjadi jendela – laporan

berdasarkan penulis, penyedia semua alat yang dibutuhkan untuk membuat

presentasi – laporan yang berkualitas.

2.1.5.13

Navigation

diagram

M enurut M athiassen, et al. ( 2000, p344 ), “Navigation Diagram is a

special kind of state chart diagram that focuses on the overall dynamiCS of the

user interface. The diagram shows the participating windows and the transition

between them. The navigation diagram is not found in UML”. Yang

terjemahannya : Navigation Diagram adalah salah satu jenis khusus dari state

(27)

pengguna. Diagram ini menampilkan keikutsertaan windows dan transisi

diantaranya. Navigation diagram tidak ditemukan dalam UM L.

M enurut Satzinger, Jackson, Burd ( 2005, p504 ), “Navigation is the

process of accessing an object by extracting its object identifier from another

(related) object.” Yang terjemahannya : Navigation adalah proses mengakses

objek dengan penggalian pengenalan suatu objek dari objek lain yang salin g

berkaitan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Navigation Diagram adalah salah satu

bentuk dari state chart diagram yang fokus pada dinamika user interface.

Navigation diagram menunjukan windows yang terlibat dan transisi yang terjadi.

2.2

Teori – teori Khusus

2.2.1 Pengertian Produksi

M enurut Groover, yang diterjemahkan Iketu Gunarta & Bagus Arthaya

(2005,p1 ),. Produksi merupakan suatu kumpulan orang, peralatan, dan

aturan-aturan yang dikelola sedemikian rupa untuk melaksanakan operasi-operasi

manufaktur dalam sebuah pabrik.

M enurut Heizer, et al. (2011, p36), “Production is the creation of goods and

services”. Yang terjemahannya Produksi adalah penciptaan barang dan jasa.

Kami menarik kesimpulan, Produksi adalah suatu kumpulan orang,

peralatan, dan aturan - aturan yang dikelola sedemikian rupa untuk menciptakan

barang dan jasa.

(28)

2.2.2 Perencanaan Pr oduksi

M enurut Nasution (2003, p13) perencanaan produksi adalah proses untuk

merencanakan dan mengendalikan aliran material yang masuk, mengalir, dan

keluar dari sistem produksi / operasi sehingga permintaan pasar dapat dipenuhi

dengan jumlah yang tepat, waktu penyerahan tepat, dan biaya produksi minimum.

M enurut Gasperz (1998, p128) perencanaan produksi merupakan suatu

proses penetapan tingkat output Manufacturing secara keseluruhan guna

memenuhi tingkat penjualan yang direncanakan dan inventory yang diinginkan.

Rencana produksi mendefinisikan tingkat Manufacturing, biasanya

dinyatakan sebagai tingkat bulanan untuk periode satu tahun atau lebih, untuk

setiap kelompok produksi.

Kami menarik kesimpulan bahwa perencanaan produksi adalah proses

perencanaan yang dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam periode 1

tahun.

Pada dasarnya proses perencanaan produksi menurut Nasution (2003,

p13) dapat dikemukakan melalui 4 langkah utama yaitu :

1. M engumpulkan data yang berhubungan dengan perencanaan produksi,

misalnya dengan ramalan penjualan, produksi periode yang lalu yang

masih kurang dan harus di produksi dan permintaan produk pada titik

waktu tertentu.

2. M engembangkan data yang relevan menjadi informasi yang teratur.

3. M enentukan kapasitas produksi, berdasarkan sumber – sumber daya

(29)

4. M elakukan partnership meeting yang di hadiri oleh para manager yang

dianggap relevan dengan produksi.

2.2.3 Proses Produksi

M enurut Nasution (2003, p3), Proses produksi merupakan cara, metode

dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu produk dengan

mengoptimalkan sumberdaya produksi (tenaga kerja, mesin, bahan baku, dana)

yang ada.

M enurut Yamit (1999,p116), Proses produksi adalah suatu kegiatan yang

melibatkan tenaga manusia, bahan serta peralatan untuk menghasilkan produk

yang berguna.

Kami menarik kesimpulan bahwa proses produksi adalah suatu metode

dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu produk dengan

melibatkan tenaga manusia, bahan serta peralatan untuk menghasilkan produk

yang berguna.

2.2.4 Fungsi Produksi

M enurut Nasution (2003, p1) Ada 3 fungsi utama dari kegiatan-kegiatan

produksi, yaitu :

1. Proses produksi, yaitu metode dan teknik yang digunakan dalam

mengolah bahan baku menjadi produk.

2. Perencanaan produksi, yaitu merupakan tindakan antisipasi di masa

mendatang sesuai dengan periode waktu yang direncanakan.

(30)

3. Pengendalian produksi, yaitu tindakan yang menjamin bahwa semua

kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan telah dilakukan sesuai

dengan target yang telah di tetapkan.

2.2.5 Sistem Produksi

2.2.5.1

Pengertian Sistem Produksi

M enurut Nasution (2003, p2), Sistem produksi merupakan kumpulan dari

subsistem yang saling berinteraksi dengan tujuan mentransformasi input

produksi menjadi output produksi. Input produksi dapat berupa bahan baku,

mesin, tenaga kerja, modal, dan informasi, sedangkan output produksi

merupakan produk yang dihasilkan berikut hasil sampingnya seperti limbah,

informasi, dan sebagainya.

M enurut Groover (2008, p19), “A production system is a connection of

people, equipment, and procedures organized to perform the Manufacturing

operations of a company (or order organization)” ,yang terjemahannya adalah

sistem produksi adalah hubungan antar orang, peralatan, dan prosedur yang

diatur untuk menampilkan operasi manufaktur dalam sebuah perusahaan (atau

organisasi lainnya).

Kami menarik kesimpulan bahwa sistem produksi adalah kumpulan dari

subsistem yang saling berinteraksi antar orang, peralatan, dan prosedur yang

diatur untuk menampilkan operasi manufaktur dalam sebuah perusahaan.

(31)

2.2.5.2

Jenis Sistem Produksi

M enurut Nasution (2003, p3), sistem produksi menurut proses

menghasilkan output dibedakan menjadi :

1. Proses produksi kontinyu (Continuous Process)

2. Proses produksi terputus (Intermittent Process)

M enurut Nasution (2003, p4) karakteristik dari proses produksi yang

terus menerus, yaitu :

1. Biasanya produk yang dihasilkan dalam jumlah yang besar dengan variasi

yang sangat sedikit dan mudah di standarisasikan

2. Proses seperti ini biasanya menggunakan sistem atau cara penyusunan

peralatan berdasarkan urutan pengerjaan dari produk yang dihasilkan.

3. M esin-mesin yang dipakai dalam proses produksi seperti ini adalah

mesin-mesin yang bersifat khusus untuk menghasilkan produk tersebut,

yang dikenal dengan nama special purpose Machines.

4. Oleh karena mesin-mesin bersifat khusus dan biasanya semi otomatif,

maka pengaruh individual operator terhadap produk yang dihasilkan

kecil sekali, sehingga operatornya tidak perlu mempunyai keahlian /

keterampilan yang tinggi untuk pengerjaan produk tersebut.

5. Apabila terjadi salah satu mesin / peralatan terhenti / rusak, maka seluruh

proses produksi akan terhenti.

6. Oleh karena itu mesin-mesinnya bersifat khusus dan variasi dari

produknya kecil maka job structure-nya sedikit dan jumlah tenaga

kerjanya tidak perlu banyak.

(32)

7. Persediaan bahan baku dan bahan dalam proses adalah lebih mudah

dibandingkan dengan proses produksi terputus.

8. Oleh karena mesin-mesin yang dipakai bersifat khusus, maka proses

seperti ini membutuhkan ahli pemeliharaan yang mempunyai

pengetahuan dan pengalaman yang banyak.

9. Biasanya bahan-bahan dipindahkan dengan peralatan handling yang tetap

yang menggunakan tenaga mesin

2.2.6 Sistem Akumulasi Biaya Produksi

2.2.6.1

Job Or der Costing

M enurut Homgren, datar, foster (2005, p116), Sistem job order costing

merupakan multi unit suatu produk atau jasa yang khas yang disebut pekerjaan.

M enurut Carter dan Usry (2002, p127) Job order costing merupakan

suatu metode perhitungan biaya di mana biaya di akumulasikan untuk setiap

pesanan (setiap batch, setiap lot, atau setiap pesanan pelanggan).

Jadi Job Order costing adalah transaksi yang dilakukan jika adanya

pemesanan dari pelanggan.

2.2.6.2

Process Costing

M enurut Horngren, et. al (2005, p166), Sistem biaya proses merupakan

objek biaya adalah unit-unit produk atau jasa yang identik atau mirip dalam

jumlah besar.

(33)

M enurut Carter dan Usry (2002, p171), process costing hanya dapat

digunakan apabila yang di produksi dalam suatu department, atau ousat biaya

adalah produk sejenis atau homogen.

Jadi kesimpulan yang dapat di ambil Process costing adalah transaksi

yang dilakukan sebelum menerima pesanan khususnya dilakukan dalam jumlah

banyak.

Perbedaan metode harga pokok proses dengan metode harga pokok

pesanan yaitu terletak pada pembebanan biayanya. Pada metode harga pokok

proses biaya diakumulasikan berdasarkan proses produksi atau berdasarkan

departemen. Departemen merupakan fokus dari penelusuran biaya dalam

perhitungan biaya berdasarkan proses dan digunakan bila semua unit yang

dikerjakan dalam suatu departemen atau area kerja lain bersifat homogen.

2.2.7

Biaya - biaya Oper asi Manufactur

Biaya dan factor biaya di kelompokan menjadi :

a). Biaya tetap dan biaya variabel

M enurut Groover yang diterjemahkan Iketu Gunarta & Bagus Arthaya

(2005, p58), biaya tetap adalah biaya yang tetap ada untuk tingkat output

produksi berapapun. Contohnya meliputi biaya bangunan pabrik dan

peralatan pabrik, asuransi dan pajak – pajak kepemilikan. Semua biaya

itu dinyatakan dalam tahunan.

M enurut Groover yang diterjemahkan Iketu Gunarta & Bagus Arthaya

(2005, p58), biaya tidak tetap adalah biaya yang bervariasi secara

proporsional terhadap tingkat output produksi. Bila output meningkat,

(34)

biaya tidak tetap juga meningkat. Contohnya meliputi biaya tenaga kerja

langsung, bahan baku dan tenaga listrik untuk mengoperasikan peralatan

produksi.

b). Biaya tenaga kerja langsung, material, dan overhead

M enurut Groover yang diterjemahkan Iketu Gunarta & Bagus Arthaya

(2005, p59) Klasifikasi lain membagi biaya menjadi:

1. Biaya tenaga kerja langsung

Biaya tenaga kerja langsung adalah jumlah seluruh upah dan gaji yang

dibayar kepada tenaga kerja yang mengoperasikan peralatan produksi

dan melaksanakan operasi pengerjaan dan operasi pengerjaan dan

operasi perakitan.

2. Biaya material

Biaya material adalah biaya pada penyediaan semua material bahan

baku untuk membuat produk.

3. Biaya overhead

Biaya overhead adalah semua pengeluaran lainnya yang terkait dengan

beroperasinya perusahaan manufaktur itu. Biaya ini dibagi menjadi 2 :

Biaya overhead pabrik terdiri dari biaya untuk menjalankan

pabrik selain biaya tenaga kerja dan material.

Biaya overhead perusahaan adalah biaya untuk menjalankan

perusahaan selain aktivitas – aktivitas manufaktur.

(35)

Biaya pekerja yang menjalankan mesin di bagi menjadi 2, yaitu biaya

tenaga kerja langsung dan mesin. Biaya tidak di bebankan kepada

seluruh operasi pabrik, tetapi pada pusat pengerjaan individu.

2.2.8 Sistem

Perhitungan

Harga

M enurut Witjaksono (2006, p 101), Secara garis besar terdapat 2 macam

alternative sistem perhitungan biaya, yaitu :

1. Sistem Biaya Penuh (Full costing)

Sistem harga pokok penuh seluruh biaya produksi variabel dan biaya

produksi tetap dibebankan kepada produk.

2. Sistem Biaya Variabel (Variable costing)

Sistem harga pokok variabel hanya biaya produksi variabel dibebankan

kepada produk.

M enurut Raiborn & Kinney (2009, p73) , “absorption costing treats the

costs of all Manufacturing component (direct material, direct labor, and variable

overhead, and fixed overhead) as inventoriable, or product, cost in accordance

with GAAP”.

M enurut Raiborn & Kinney (2009, p73), “variable costing is a cost

accumulation method that includes only direct material, direct labor, and

variable overhead as a period cost”.

M enurut Witjaksono (2006, p102) perbedaan antara biaya penuh dan biaya

variable adalah perlakuan terhadap biaya tetap dimana full costing biaya tetap

diperlakukan sebagai biaya produk, sedangkan dalam variable costing

diperlakukan sebagai biaya periode.

(36)

Kami menarik kesimpulan, bahwa full costing adalah penjumlahan antara

bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variable, dan

biaya overhead pabrik tetap. Sedangkan biaya variabel adalah penjumlahan

antara bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik

variabel.

2.2.9 Klasifikasi

Biaya

M enurut Carter dan Usry (2002, p40) klasifikasi biaya yang paling umum

digunakan didasarkan pada hubungan antara biaya dengan berikut ini :

1. Produk (satu lot, bath, atau unit dari suatu barang atau jasa)

2. Volume produksi

3. Departemen, proses, pusat biaya (cost center), atau subdivisi lain dari

manufaktur.

4. Periode akuntansi

5. Suatu keputusan, tindakan atau evaluasi

M enurut Carter dan Usry (2002, p40) Klasifikasi biaya dalam hubungannya

dengan produk, Gambar 2.1 mengilustrasikan pembagian total biaya operasi dan

mengidentifikasi beberapa elemen yang termasuk dalam setiap divisi

Bahan baku langsung + Tenaga kerja langsung = Biaya Utama + Bahan Baku + Tenaga Ke rja + Biaya Tidak = Overhead Tidak Langsung Tidak Langsung Langsung lainnya Pabrik T ermasuk : Termasuk : T ermasuk :

(37)

Pelumas Pengawas

A

suransi Kebakaran & kewajiban Inspeksi Pajak Bumi & Bangunan

Gaji Pegawai Pabrik Beban Penyusutan

Perkerjaan Defektif Pemeliharaan & Perbaikan Pekerjaan Eksperimental Generator

= Listrik

Pemanas

Pajak Penghasilan Karyawan Alat-alat kecil Biaya Overhead Pabrik lain-lain Manufaktur +

Beban Pemasaran + Beban Administratif = Be ban Kome rsial T ermasuk : Termasuk :

Gaji T enaga Penjualan Gaji Bag. Administrative & Kantor Komisi T enaga Penjualan Pajak Penghasilan pemberi kerja Pajak Penghasian pemberi kerja Sewa

Periklanan Beban Penyusutan Sampel Pajak Properti Beban Penjualan Beban audit

Se wa Beban bagian hokum = Hiburan Biaya pitutang tak tertagih

Beban Penyusutan Telepon & telegraf

(38)

Alat tulis & cetakan Pos Biaya Pos Biaya administrasi lain-lain O pe rasi Beban pengiriman keluar

Beban pemasaran lain-lain

Gambar 2.1 Klasifikasi Biaya dalam Hubungannya dengan Produk

2.2.10 Analisis Varian Biaya Overhead Pabrik

M enurut Garrison dan Noreen (2000, p407), varians adalah perbedaan

antara harga standar dengan harga dan penyimpangan standar harga dengan

harga sesungguhnya serta kuantitas standar dengan kuantitas sesungguhnya.

Tindakan dalam menghitung dan menginterprestasikan selisih di sebut analisis

selisih.

Analisis Varians overhead pabrik memerlukan analisis yang lebih detil

daripada analisis varians pada biaya langsung. M enurut Garrison dan Noreen

(2000, p416), Penentuan varians biaya overhead pabrik variabel di bagi menjadi

dua bagian yaitu :

1. Varians tarif biaya overhead pabrik variabel

Dengan rumus perhitungan :

Varians = (AH*AR) - (AH*SR)

Keterangan :

AH = Actual Hours (jam sesungguhnya)

AR = Actual Rate (tariff sesungguhnya)

SR = Standart Rate (tariff standart)

(39)

Dengan rumus perhitungan :

Varians = (AH*SR) – (SH*SR)

Keterangan :

AH = Actual Hours ( jam sesungguhnya )

SR = Standart Rate (tariff standart)

H = Standart Hours Allowed for Outp=ut (jam standart yang di ijinkan)

 

Gambar

Gambar 2.1 Klasifikasi Biaya dalam Hubungannya dengan Produk

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul

Adapun solusi yang ditempuh untuk mengatasi problematika pembelajaran tematik antara lain sharing atau tukar pendapat dengan teman sesama guru, mengumpulkan

2) Bahan hukum sekunder, yaitu bahan-bahan yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer, seperti hasil karya ilmiah dan hasil penelitian. Termasuk

Untuk menentukan adanya perbedaan antar perlakuan digunakan uji F, selanjutnya beda nyata antar sampel ditentukan dengan Duncan’s Multiples Range Test (DMRT).

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Ngawi Source: Forest and Crop Estate Service of Ngawi Regency. Forest Area Luas Areal dan Jumlah Tanaman Hutan Rakyat Forest Area

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Jenis literatur apa saja dan siapa pengarang yang paling sering dijadikan sitiran mahasiswa Prodi Kimia angkatan 2009 FKIP

Kedua, pertanggungjawaban Genocide terhadap pelaku dilakukan oleh individu, komando atas perintah atasan dan jabatan resmi pemerintahan dengan berdasarkan Pasal 25:

Infeksi pada manusia dapat terjadi melalui penetrasi kulit oleh larva filariorm yang ada di tanah. Cacing betina mempunyai panjang sekitar 1 cm, cacing jantan kira-kira 0,8