• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi Kota Manado Bulan Oktober 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi Kota Manado Bulan Oktober 2017"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SULAWESI UTARA

Perkembangan Indeks Harga

Konsumen/ Inflasi Kota Manado

Bulan Oktober 2017

Perkembangan

Indeks Harga

Konsumen/

Inflasi di Kota

manado pada

Bulan Oktober

2017 mengalami

deflasi, sebesar

0,06 persen.

 Kota Manado pada bulan Oktober 2017 mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, inflasi tahun kalender sebesar 2,02 persen dan inflasi “year on year” sebesar 3,35 persen.

 Inflasi Kota Manado pada bulan Oktober 2017 disebabkan adanya penurunan indeks pada kelompok pengeluaran Bahan Makanan sebesar 1,35 persen, dan kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,27 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran lainnya mengalami peningkatan indeks, masing-masing kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,25; Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08; Kelompok kesehatan sebesar 0,27; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,16.

 Penyumbang/andil deflasi terbesar di Kota Manado pada bulan Oktober 2017 yaitu tomat sayur sebesar 0,3235 persen, sedangkan penyumbang inflasi terbesar adalah Angkutan

(2)

1. Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi Secara Umum

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Oktober 2017 secara umum mengalami penurunan. Kota Manado mengalami deflasi sebesar 0,06 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,26 pada bulan September 2017 menjadi 128,18 pada bulan Oktober 2017. Perkembangan inflasi Kota Manado sampai dengan bulan Oktober 2017 (inflasi tahun kalender) sebesar 2,02 persen, sedangkan inflasi “year on year” yaitu sebesar 3,35 persen.

Inflasi Kota Manado pada bulan Oktober 2017 terjadi karena adanya penurunan indeks pada kelompok pengeluaran Bahan Makanan dan sandang masing-masing turun sebesar 1,35 persen dan 0,27 persen, di sisi lain indeks harga konsumen pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami peningkatan sebesar 0,25 persen, diikuti oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas yang meningkat sebesar 0,08; kelompok kesehatan sebesar 0,27; Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,02; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,16.

Komoditas yang memberikan sumbangan/andil sepuluh terbesar terhadap deflasi Kota Manado adalah tomat sayur, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, emas perhiasan, anggur, pisang, kangkung, pepaya, pasta gigi sebesar 0,3235, 0,0941, 0,0358, 0,0335, 0,0171, 0,0160, -0,0150, -0,0122, -0,0098, dan -0,0096. Komoditas yang menahan deflasi Kota Manado yang memberikan sumbangan/andil inflasi adalah angkutan udara, lemon, rujak, nasi dengan lauk, telur ayam ras, daun bawang, apel, cbai merah, pelembab, tindarung dengan masing-masing andil inflasi sebesar 0,1947; 0,1078; 0,0246; 0,0177; 0,0148; 0,136; 0,0122; 0,0104; 0,0098; 0,0088.

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Manado(2012=100) Oktober 2016 – Oktober 2017 105,00 110,00 115,00 120,00 125,00 130,00 135,00 140,00 145,00 150,00 155,00 160,00

Okt 16 Nov 16 Des 16 Jan 17 Feb-17 Mar-17 Apr-17 Mei-17 Jun-17 Jul-17 Agust-17 Sep-17 Okt-17

IH

K

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan

(3)

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Manado Oktober 2017, Tahun Kalender 2017, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok/Sub Kelompok IHK Oktober 2016 IHK Desember 2016 IHK September 2017 IHK Oktober 2017 % Perub thd Agust 2017 Tahun Kalender YoY Umum 124,03 125.64 128.26 128,18 -0,06 2,02 3,35 Bahan Makanan 139,60 144.74 145.52 143,55 -1,35 -0,82 2,83 Makanan Jadi, Minuman,

Rokok&Tembakau 114,52 114.95 116.44 116,73 0,25 1,55 1,93 Perumahan, Air, Listrik,

Gas, dan Bahan Bakar 121,17 121.51 126.00 126,10 0,08 3,78 4,07 Sandang

108,89 109.46 112.82 112,51 -0,27 2,79 3,32 Kesehatan

113,46 115.34 117.96 118,28 0,27 2,55 4,25 Pendidikan, Rekreasi, dan

Olah Raga 114,13 114.37 114.63 114,65 0,02 0,24 0,46 Transpor, Komunikasi,

dan Jasa Keuangan 133,16 134.76 138.39 140,00 1,16 3,89 5,14

Gambar 2

Inflasi Kota Manado (2012=100) Tahun 2013–2017

Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des

2013 -0,49 1,30 1,52 -0,56 -0,15 0,21 3,96 2,27 -2,10 -1,10 0,44 2,69 2014 1,06 -0,23 0,31 0,30 -0,15 0,67 0,85 -0,26 -0,03 1,42 1,56 3,83 2015 -0,71 -0,20 0,50 0,06 0,95 0,49 1,03 -0,53 0,62 1,49 -0,01 1,74 2016 -0,18 -0,82 -0,03 -0,87 0,14 1,06 0,84 -0,38 -0,68 0,01 2,86 -1,52 -2,5 -2 -1,5 -1 -0,5 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5

(4)

2. Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi Menurut Kelompok

Pengeluaran

2.1. Bahan Makanan

Pergerakan indeks harga konsumen pada kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 1,35 persen atau terjadi penurunan indeks dari 145,52 di bulan September 2017 menjadi 143,55 di bulan Oktober 2017. Penurunan indeks umumnya terjadi pada sub kelompok sayuran sebesar 7,34 persen, dan sub kelompok bumbuan sebesar 1,55 persen. Sedangkan sub kelompok kacang-kacangan mengalami peningkatan tertinggi pada kelompok bahan makanan sebesar 2,56 persen.

Kelompok bahan makanan pada Oktober 2017 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,3129 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain: tomat sayur sebesar 0,3235 persen; bawang merah sebesar 0,0941 persen; cabai rawit sebesar 0,0358 persen; bawang putih sebesar 0,0335 persen; anggur sebesar 0,0160 persen; pisang sebesar 0,0150 persen; kangkung sebesar 0,0122 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: lemon sebesar 0,1078 persen; telur ayam ras sebesar 0,0148 persen; daun bawang sebesar 0,0136 persen; apel sebesar 0,0122 persen; cabai merah sebesar 0,0104 persen; tindarung sebesar 0,0088 persen; semangka sebesar 0,0085; dan beras sebesar 0,0080

2.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks harga konsumen pada kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,25 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 116,44 pada bulan September 2017 menjadi 116,73 pada bulan Oktober 2017. Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sub kelompok sub kelompok makanan jadi meningkat sebesar 0,46 persen, sedangkan minuman tidak beralkohol turun sebesar 0,04 persen.

Pada bulan Oktober 2017 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0408 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu rujak sebesar 0,0246 persen, nasi dengan lauk sebesar 0,0177 persen, dan sirop sebesar 0,0003 persen. Sedangkan gula pasir adalah komoditi yang mengalami deflasi dengan andil sebesar 0,0018 persen.

2.3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memiliki pergerakan indeks harga yang cenderung meningkat atau inflasi, sebesar 0,08 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 126,00 di bulan September 2017 menjadi 126,10 di bulan Oktober 2017, dimana seluruh sub kelompok yang membentuknya mengalami inflasi. Subkelompok biaya tempat tinggal meningkat sebesar 0,04 persen, subkelompok bahan bakar, penerangan dan air meningkat sebesar 0,06 persen, sub kelompok perlengkapan rumah meningkat sebesar 0,15 persen, dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga meningkat sebesar 0,31 persen.

(5)

Pada Oktober 2017 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0223 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu upah pembantu rumah tangga sebesar 0,0074 persen; korek api gas sebesar 0,0046 persen; kayu balokan sebesar 0,0032 persen; dan papan sebesar 0,0028 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan terhadap deflasi adalah sabun detergen bubuk/cair sebesar 0,0004 persen.

2.4. Sandang

Kelompok sandang secara umum mengalami deflasi sebesar 0,27 persen atau terjadi penurunan indeks dari 112,82 di bulan September 2017 menjadi 112,51 di bulan Oktober 2017, dimana kenaikan harga umumnya terjadi pada sub kelompok sandang laki-laki dengan inflasi sebesar 0,14 persen, sedangkan barang pribadi dan sandang lainnya mengalami penurunan, sebesar 1,80 persen.

Sumbangan deflasi yang diberikan kelompok pengeluaran ini adalah sebesar 0,0148 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah emas perhiasan, sebesar 0,0171 persen.

2.5. Kesehatan

Indeks harga konsumen pada kelompok kesehatan telah mengalami inflasi sebesar 0,27 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 117,96 pada bulan September 2017 menjadi 118,28 pada bulan Oktober 2017. Pergerakan indeks kelompok ini lebih disebabkan oleh terjadi peningkatan indeks harga pada sub kelompok obat-obatan, sebesar 0,75 persen dan subkelompok peraatan jasmani dan kosmetika, sebesar 0,28 persen.

Andil inflasi yang diberikan sub kelompok ini adalah sebesar 0,0110 persen, dengan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah pelembab, obat sakit kepala, dan parfum, masing-masing sebesar 0,0098 persen, 0,0064 persen, dan 0,0064 persen, dan komoditi yang mengalami deflasi yakni pasta gigi, sebesar 0,0096 persen.

2.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga

Kelompok pendidikan, rekreasi,dan olah raga pada bulan Oktober 2017 sedikit mengalami peningkatan indeks sebesar 0,02 persen, dengan indeks harga konsumen di bulan September 2017 sebesar 114,63 meningkat sebesar 114,65 di bulan Oktober 2017. Pergerakan indeks harga konsumen pada kelompok pengeluaran ini lebih dipengaruhi oleh pergerakan indeks subkelompok perlengkapan dan peralatan pendidikan sebesar 0,13 persen.

Sumbangan yang diberikan oleh subkelompok ini terhadap inflasi Kota Manado adalah sebesar 0,0009 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan dalam inflasi pada kelompok ini didominasi oleh kertas HVS, sebesar 0,0029, di sisi lain buku pelajaran SD, pulpen dan pensil hitam berubah menjadi masing-masing 0,0015 persen; -0,0003 persen; -0,0002 persen.

2.7. Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan di bulan Oktober 2017 mengalami Inflasi, dari 138,39 pada bulan September 2017 menjadi 140,00 pada bulan Oktober 2017. Sub

(6)

kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah sub kelompok pengeluaran transpor, sebesar 1,71 persen, sedangkan sub kelompok pengeluaran komunikasi dan pengiriman menurun sebesar 0,16 persen. Secara keseluruhan kelompok ini memberikan sumbangan inflasi di Kota Manado pada bulan Oktober 2017 adalah sebesar 0,1896. Komoditas yang memberikan kenaikan indeks pada kelompok ini adalah tarif angkutan udara, sebesar 0,1947 persen, sedangkan komoditas yang menahan inflasi adalah telepon seluler sebesar 0,0051 persen.

3. Perbandingan Inflasi Tahunan

Tingkat inflasi bulanan, inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun di Kota Manado disajikan dalam lima tahun terakhir yaitu sebagai berikut:

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender dan Tahun ke Tahun Kota Manado, Tahun 2013–2017

Inflasi 2013 2014 2015 2016 2017

(1) (2) (3) (4) (5) (5)

1. Oktober -1,10 1,42 1.49 0,01 -0,06

2. Tahun kalender

(Oktober terhadap Desember) 4,82 3,99 3,76 -0,93 2,02 3. Oktober terhadap Oktober (tahun

ke tahun)

(tahun n) (tahun n-1)

5,99 5,44 9,42 0,78 3,35

4.

Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi

Tabel 4

Perbandingan IHK dan Inflasi Oktober 2017 Kota-Kota di Pulau Sulawesi (2012=100) K O T A Oktober 2017 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. PALOPO 127,47 -0,01 2. MANADO 128,18 -0,06 3. MAKASSAR 130,24 -0,28 4. GORONTALO 125,87 -0,36 5. MAMUJU 128,93 -0,48 6. BULUKUMBA 135,64 -0,49 7. WATAMPONE 126,09 -0,51 8. PARE-PARE 124,69 -0,60 9. KENDARI 124,87 -0,81 10. BAU-BAU 131,22 -1,08 11. PALU 130,33 -1,31

(7)

Kota-kota IHK diwilayah Pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, pada Oktober 2017 tercatat mengalami deflasi. Deflasi terdalam terjadi di Kota Palu yaitu sebesar 1,31 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di kota Palopo sebesar 0,01 persen.

Gambar 4

Pemetaan Inflasi Oktober 2017 Kota-Kota di Pulau Sulawesi (2012=100)

Diterbitkan oleh:

Marthedy M. Tenggehi, SSi, M.Si

Kepala Bidang Distribusi Telp : 0431-847044 Email: [email protected] Website : sulut.bps.go.id

Badan Pusat Statistik

Provinsi Sulawesi Utara Jl. 17 Agustus Manado Manado Gorontalo Pare-Pare Watampone Kendari Palu Palopo Mamuju Makassar Bulukumba Bau-Bau -0,06 -0,36 -1,31 -0,48 -0,60 -0,28 -0,49 -0,01 -0,51 -1,08 -0,81

Referensi

Dokumen terkait

Strategi dalam menjaga citra perusahaan menurut Bapak Eric tidak bisa dijabarkan, akan tetapi bisa dilakukan dengan menjaga hubungan baik dengan clien, menjaga komunikasi,

Ada juga berupa surat paksa yang berbentuk ketetapan/ beschiking untuk membayar pajak sesuai dengan peraturan pajak yang mengaturnya, dan ada berupa kredit pajak untuk

Secara singkat bilangan muncul akibat kebutuhan manusia. Bilangan yang pertama kali dikenal adalah bilangan asli. Bilangan ini muncul akibat kebutuhan manusia

(1) Setiap orang yang tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada Pasal 62 ayat (1) huruf a yang tidak sesuai dengan rencana

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU GELOMBANG I SMK IT SMART INFORMATIKA SURAKARTA TAHUN 2016/2017.. Assalamu’alaikum Warahmatullahi

Manfaat dibuatnya penelitian ini adalah memberikan pengetahuan tentang perbandingan kinerja program sekuensial dan program konkuren, khususnya dalam akuisisi sensor

Calon Customer Service yang lolos seleksi Administrasi akan kami hubungi melalui email dan atau whatsapp aktif sesuai data yang terdaftar pada saat submit

Adanya imbas negatif dari rilis data-data Jepang dan China yang di bawah estimasi pelaku pasar membuat laju bursa saham Asia terkoreksi dan memberikan imbas negatif