• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TAHUN ANGGARAN 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TAHUN ANGGARAN 2017"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

TAHUN ANGGARAN 2017

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ESDM

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

JAKARTA

2017

(2)

i

#EnergiBerkeadilan

K

ATA

P

ENGANTAR

egala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia-Nya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dapat menyelesaikan Laporan Kinerja BPSDM ESDM Tahun 2017. Laporan Kinerja BPSDM ESDM ini merupakan implementasi dari Renstra BPSDM ESDM tahun 2015-2019. Pada tahun 2017 telah mengalami penyesuaian sesuai dengan perkembangan isu strategis pengembangan sumber daya manusia sektor energi dan sumber daya mineral dan telah ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Kepala Badan Pengembangan SDM ESDM kepada Menteri ESDM.

Penyusunan Laporan Kinerja BPSDM ESDM adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan sesuai Peraturan Menteri (Permen) PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan Kinerja Tahun 2017 ini juga merupakan aktualisasi dari prinsip transparansi dalam akuntabilitas kinerja organisasi yang merupakan perwujudan nyata dari penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance). Dengan berbagai indikator capaian yang dituangkan dalam laporan ini yang sesuai dengan sasaran strategis yang ingin dicapai, BPSDM ESDM dapat memberikan gambaran obyektif tentang kinerja organisasi selama satu tahun. Capaian kinerja ini akan digunakan sebagai salah satu masukan untuk kegiatan pada tahun berikutnya. Dengan demikian diharapkan kinerja pada masa mendatang akan menjadi lebih produktif, efektif dan efisien baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, manajemen keuangan maupun koordinasi pelaksanaannya.

Akhirnya dengan disusunnya Laporan Kinerja ini, diharapkan dapat memberikan informasi secara transparan kepada seluruh pihak yang terkait mengenai tugas fungsi BPSDM ESDM, sehingga dapat memberikan umpan balik guna peningkatan kinerja pada periode berikutnya. Secara internal, Laporan Kinerja harus dijadikan motivator bagi BPSDM ESDM untuk lebih meningkatkan kinerja organisasi dengan jalan selalu menyesuaikan indikator-indikator kinerja yang telah ada dengan perkembangan tuntutan stakeholders, sehingga dapat semakin dirasakan keberadaannya oleh masyarakat dengan pelayanan yang profesional.

Jakarta, Februari 2018 Kepala BPSDM ESDM

IGN Wiratmaja

(3)

ii

#EnergiBerkeadilan

R

INGKASAN

E

KSEKUTIF

Laporan Kinerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada BPSDM ESDM atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja BPSDM ESDM adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil dari analisis terhadap indikator kinerja utama yang tertuang di dalam Perjanjian Kinerja BPSDM ESDM tahun anggaran 2017.

Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis capaian kinerja pada indikator kinerja utama BPSDM ESDM pada umumnya menunjukkan hasil yang baik, hal ini dapat terlihat dari 6 (enam) indikator kinerja utama yang tertuang dalam perjanjian kinerja BPSDM ESDM tahun 2017. Dari 6 (enam) indikator kinerja utama tersebut, masih terdapat 1 (satu) indikator yang masih belum dapat mencapai target yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja, indikator tersebut yaitu “Persentase Penyelenggaraan Diklat Berbasis Kompetensi”. Adapun capaian indikator kinerja utama BPSDM ESDM pada tahun 2017 adalah sebagai berikut :

1. Capaian indikator kinerja utama penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi, yaitu sebanyak 146 judul diklat telah berbasis kompetensi dari 177 judul diklat yang diselenggarakan selama periode tahun 2017 (82%). Capaian ini belum dapat mencapai target pada perjanjian kinerja tahun 2017 sebesar 86%. Alasan belum tercapainya target pada indikator ini adalah karena terdapat efisiensi anggaran sehingga berpengaruh terhadap kegiatan penyusunan dokumen Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) pada tahun 2017 yang menjadi kriteria suatu diklat dikategorikan berbasis kompetensi. Adapun kedepannya diharapkan agar kegiatan penyusunan dokumen NSPK menjadi salah satu kegiatan yang menjadi prioritas dan menjadi perhatian khusus sehingga persentase penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi yang dilaksanakan BPSDM ESDM dapat naik secara signifikan.

2. Capaian indikator kinerja utama indeks kepuasan pengguna layanan diklat yang dilakukan di 6 (enam) satuan kerja di lingkungan BPSDM ESDM yaitu PPSDM KEBTKE, PPSDM Minyak dan Gas Bumi, PPSDM Geominerba, PPSDM Aparatur, STEM Akamigas dan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah pada tahun anggaran 2017 adalah sangat baik atau dengan indeks 3,38 dari target indeks tahun anggaran 2017 yaitu 3,12 (indeks).

3. Capaian indikator kinerja utama penyelenggaraan pendidikan tinggi energi dan mineral pada STEM Akamigas tahun akademik 2016/2017 telah menghasilkan lulusan sebanyak 246 mahasiswa, yang mana sebanyak 246 mahasiswa mendapatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00 (100%). Capaian ini telah melampaui target pada perjanjian kinerja tahun 2017 yaitu sebesar 92%.

4. Capaian indikator kinerja utama karya tulis ilmiah yang ditulis dan dipublikasikan dalam media jurnal ilmiah maupun media lainnya selama periode tahun anggaran 2017, yaitu sebanyak 42 judul karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan dari total 42 judul karya tulis ilmiah yang ditulis pada tahun anggaran 2017 (100%). Capaian ini telah melampaui dari target yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja BPSDM ESDM Tahun 2017 (72%).

(4)

iii

#EnergiBerkeadilan

5. Capaian indikator kinerja utama widyaiswara/dosen yang dinilai minimal baik pada tahun anggaran

2017 telah mencapai target tahun 2017 (92%), yaitu 112 widyaiswara/dosen yang telah dinilai baik dari total 122 widyaiswara/dosen (92%).

6. Capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) jasa diklat dan dikjar serta optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan sarana dan pra sarana yang dimiliki oleh BPSDM ESDM pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 92.474.601.099,- dari target PNBP pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 83.895.576.000,- (110%).

Selain capaian pada indikator kinerja utama diatas, BPSDM ESDM juga melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi sumber daya manusia sektor ESDM melalui kegiatan Akreditasi lembaga diklat sektor ESDM, Sertifikasi kompetensi tenaga kerja sektor ESDM serta kegiatan seminar pengembangan sumber daya manusia dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan internasional sebagai motivator dan pembuka wawasan untuk melangkah ke depan serta berorientasi terhadap kinerja Kementerian ESDM yang dikenal dengan One Hour University (OHU). Pada tahun anggaran 2017, BPSDM ESDM telah melakukan akreditasi pada 4 (empat) unit UDIKLAT PLN meliputi UDIKLAT Bogor, UDIKLAT Pandaan, UDIKLAT Makassar, dan UDIKLAT Tuntungan. Untuk kegiatan sertifikasi, pada tahun anggaran 2017 BPSDM ESDM telah mensertifikasi 10.003 (sepuluh ribu tiga) orang tenaga kerja pada sub sektor minyak dan gas bumi, serta 1.435 (seribu empat ratus tiga puluh lima) orang tenaga kerja pada sub sektor geologi, mineral dan batubara. Kegiatan OHU telah terselenggara sebanyak 9 (sembilan) kegiatan dan telah menghadirkan beberapa tokoh-tokoh terkenal, seperti Bapak Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Bapak Walikota Bandung Ridwan Kamil, serta Mantan Menteri ESDM periode 2000 – 2009 Bapak Purnomo Yusgiantoro.

Pagu anggaran BPSDM ESDM pada tahun anggaran 2017 yaitu sebesar Rp. 557.678.477.000,-. Dalam perjalanan pelaksanaan APBN Tahun anggaran 2017 terdapat revisi APBN-P sehingga Pagu BPSDM ESDM berubah menjadi Rp. 513.062.754.000,-Penyerapan anggaran BPSDM ESDM tahun 2017 sampai dengan 31 Desember 2017 sebesar Rp. 468.060.483.389,- atau 91,23% dari jumlah pagu anggaran yang telah direvisi. Hal-hal yang menjadi kendala realisasi anggaran adalah karena adanya efisiensi anggaran akibat dari adanya penghematan/self blocking pada revisi APBN-P tahun anggaran 2017, hal ini mengakibatkan beberapa kegiatan tidak dapat dilaksanakan karena penghematan tersebut diatas. Selain itu terdapat kendala-kendala lain seperti adanya sisa belanja pegawai di lingkungan BPSDM ESDM, adanya honor yang tidak dapat dibayarkan dikarenakan terdapat beberapa widyaiswara yang belum mencapai jam wajib mengajar, adanya penyesuaian pengaturan honor kelebihan jam mengajar pada jabatan fungsional dosen sehingga honor belum dapat dibayarkan, dan adanya outstanding kontrak.

Secara umum kegiatan pengembangan sumber daya manusia ESDM yang dilaksanakan oleh BPSDM ESDM pada tahun anggaran 2017 adalah baik, namun perlu ditingkatkan kinerjanya agar pencapaiannya kedepan dapat menjadi lebih baik lagi. Dengan komitmen dan dukungan yang diberikan, diharapkan kegiatan pengembangan kompetensi sumber daya manusia bidang ESDM pada periode tahun anggaran 2018 dapat menjadi kegiatan pengembangan kompetensi yang unggul di segala aspek penyelenggaraannya.

(5)

iv

#EnergiBerkeadilan

Capaian Kinerja BPSDM ESDM 2017

6 Diklat Masyarakat Bidang Migas (125 Org)

189 Diklat Industri Bidang Migas (2129 Org)

32 Diklat Masyarakat Bidang KEBTKE (632 Org)

11 Diklat Industri Bidang KEBTKE (212 Org)

1.400 Peserta Kegiatan

Non Diklat

4 Satker BLU disetujui oleh

Kemenkeu

9 Diklat Masyarakat Bidang GeoMinerba (150 Org) 25 Diklat Industri Bidang GeoMinerba (1081 Org)

8 Diklat Masyarakat Bidang

Tambang Bawah Tanah

(150 Org)

900 Mahasiswa STEM Akamigas dengan

lulusan 246 orang

Penyelesaian Pembangunan Gedung Kuliah,

Laboratorium, dan Rektorat PEM Akamigas

10.003 Orang tersertifikasi di bidang Migas

1.453 Orang tersertifikasi di bidang

Geominerba

2 Regulasi yang telah diterbitkan oleh BPSDM ESDM

174 Diklat Aparatur

(2640 Org)

(6)

v

#EnergiBerkeadilan

D

AFTAR

I

SI

KATA PENGANTAR ... i RINGKASAN EKSEKUTIF ... ii DAFTAR ISI ... v DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Kedudukan, Tugas, dan Fungsi ... 1

1.3 Struktur Organisasi ... 4

1.4 Sumber Daya Manusia ... 4

1.5 Sistematika Penyajian ... 7

BAB II PERENCANAAN KINERJA ... .... 8

2.1 Rencana Strategis ... 8

2.2 Nilai-nilai ... 10

2.3 Perjanjian Kinerja ... 10

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 12

3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama ... 12

3.1.1 Penyelenggaraan Diklat Berbasis Kompetensi ... ... 13

3.1.2 Indeks Kepuasan Pengguna Layanan ... 22

3.1.3 Lulusan Mahasiswa STEM dengan IPK Minimal 3.0 ... 24

3.1.4 Jumlah Karya Ilmiah Widyaiswara/Dosen yang Dipublikasikan ... 26

3.1.5 Widyaiswara/Dosen yang Dinilai Minimal Baik ... 27

3.1.6 PNBP Kegiatan Jasa Pendidikan dan Pelatihan ... 29

3.2 Capaian Kerjasama, Jejaring, Promosi dan Layanan Kediklatan ... 29

3.2.1 Kerjasama ... 30

3.2.2 Pameran ... 36

3.2.3 Seminar ... 38

3.3 Akreditasi Lembaga Diklat Bidang ESDM ... 38

3.4 Sertifikasi ... 40

3.5 One Hour University (OHU) ... 42

3.6 Regulasi Pengembangan Sumber Daya Manusia ... 47

3.7 Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum ... 47

3.8 Realisasi Anggaran ... 48

3.8.1 Kendala Penyerapan ... 49

BAB IV PENUTUP ... 50

LAMPIRAN

- Perjanjian Kinerja BPSDM ESDM T.A. 2017

- Peraturan Menteri PAN RB Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja

(7)

vi

#EnergiBerkeadilan

D

AFTAR

T

ABEL

Tabel 2.1 Indikator Kinerja Utama BPSDM ESDM Berdasarkan Permen ESDM No. 22 Thn 2015 .. 9

Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja BPSDM ESDM T.A. 2017 ... 11

Tabel 3.1 Target dan Capaian Indikator Kinerja Utama T.A. 2017 ... 12

Tabel 3.2 Diklat Berbasis Kompetensi T.A. 2017 ... 14

Tabel 3.3 Penyelenggaraan Diklat Berdasarkan Bidang Diklat T.A. 2017 ... 15

Tabel 3.4 Peserta Diklat Berdasarkan Bidang Diklat T.A. 2017 ... 16

Tabel 3.5 Diklat Pendukung Program Strategis Perbaikan Bauran Energi T.A. 2017 ... 17

Tabel 3.6 Diklat Pendukung Program Strategis Pembudayaan Konservasi Energi T.A. 2017 ... 17

Tabel 3.7 Diklat Pendukung Program Strategis Pembangunan Pembangkit 35.000 MW T.A. 2017 ... 18

Tabel 3.8 Diklat Pendukung Program Strategis Eksplorasi Migas Secara Agresif T.A. 2017 ... 18

Tabel 3.9 Diklat Pendukung Program Strategis Peningkatan Produksi dan Lifting Migas T.A. 2017 ... 19

Tabel 3.10 Diklat Pendukung Program Strategis Hilirisasi Industri Mineral dan Batubara T.A. 2017 ... 19

Tabel 3.11 Diklat Pendukung Program Strategis Konsolidasi Industri Tambang T.A. 2017 ... 20

Tabel 3.12 Diklat Peningkatan Kepemimpinan dan Profesionalitas SDM Sektor ESDM T.A. 2017 ... 21

Tabel 3.13 Kriteria Penilaian Indeks Berdasarkan Permen PAN RB No.25/KEP/M.PAN/2/2004 ... 22

Tabel 3.14 Kriteria Unsur Pelayanan Berdasarkan Permen PAN RB No.25/KEP/M.PAN/2/2004 ... 23

Tabel 3.15 Hasil Survey Indeks Kepuasan Pengguna Layanan T.A. 2017 ... 23

Tabel 3.16 Jumlah Lulusan Mahasiswa STEM Akamigas Berdasarkan Program T.A. 2016/2017 .... 24

Tabel 3.17 Jumlah Mahasiswa STEM Akamigas Aktif Berdasarkan Program Studi T.A. 2016/2017 .. 26

Tabel 3.18 Karya Tulis Ilmiah Widyaiswara dan Dosen yang Dipublikasikan T.A. 2017 ... 27

Tabel 3.19 Widyaiswara atau Dosen yang dinilai Minimal Baik T.A. 2017 ... 28

Tabel 3.20 Jumlah PNBP Jasa Diklat T.A. 2017 ... 29

Tabel 3.21 Pelaksanaan Kegiatan Kerjasama BPSDM ESDM T.A. 2017... 30

Tabel 3.22 Pelaksanaan Kegiatan Pameran BPSDM ESDM T.A. 2017 ... 36

Tabel 3.23 Pelaksanaan Kegiatan Seminar BPSDM ESDM T.A. 2017 ... 38

Tabel 3.24 Pelaksanaan Kegiatan Sertifikasi oleh LSP PPT Migas ... 40

Tabel 3.25 Pelaksanaan Kegiatan Sertifikasi oleh LSP P2 BPSDM ESDM ... 41

Tabel 3.26 Pelaksanaan Kegiatan One Hour University T.A. 2017 ... 42

Tabel 3.27 Pagu Anggaran BPSDM ESDM T.A. 2017 ... 48

(8)

vii

#EnergiBerkeadilan

D

AFTAR

G

AMBAR

Gambar 1.1 Struktur Organisasi BPSDM ESDM ... 4

Gambar 1.2 SDM PNS Berdasarkan Jabatan ... 5

Gambar 1.3 SDM PNS Berdasarkan Golongan ... 6

Gambar 1.4 SDM PNS Berdasarkan Pendidikan ... 6

Gambar 1.5 SDM PNS Berdasarkan Jenis Kelamin ... 7

Gambar 2.1 Peta Strategis BPSDM ESDM Tahun 2015 - 2019 ... 8

Gambar 2.2 Nilai-nilai BPSDM ESDM ... 10

Gambar 3.1 Rumah Pengembangan SDM Sektor ESDM ... 13

Gambar 3.2 Perbandingan Capaian Diklat Berbasis Kompetensi BPSDM ESDM Tahun 2015 s.d.2017 ... 14

Gambar 3.3 Perbandingan Capaian Indeks Kepuasan Pengguna Layanan BPSDM ESDM Tahun 2015 s.d. 2017 ... 24

Gambar 3.4 Perbandingan Jumlah Mahasiswa STEM Akamigas dari Tahun Akademik 2012/2013 hingga Tahun Akademik 2016/2017 ... 25

Gambar 3.5 Upacara Wisuda STEM Akamigas Tahun Akademik 2016/2017 ... 25

Gambar 3.6 Perbandingan Capaian Karya Tulis Ilmiah Widyaiswara/Dosen yang Dipublikasikan Tahun 2015 s.d. 2017 ... 27

Gambar 3.7 Perbandingan Capaian Widyaiswara/Dosen yang Dinilai Minimal Baik Tahun 2015 s.d. 2017 ... 28

Gambar 3.8 Forum Komunikasi Widyaiswara, Dosen, dan Instruktur ... 38

Gambar 3.9 Observasi Lapangan Kegiatan Akreditasi Lembaga Diklat pada Udiklat PLN Pandaan . 39 Gambar 3.10 Observasi Lapangan Kegiatan Akreditasi Lembaga Diklat pada Udiklat PLN Bogor . .. 39

Gambar 3.11 Kegiatan Sertifikasi oleh LSP PPT Migas ... 41

Gambar 3.12 Kegiatan Sertifikasi oleh LSP P2 BPSDM ESDM ... 42

Gambar 3.13 Bapak Wakil Menteri ESDM Bertindak sebagai Narasumber pada Kegiatan OHU ... 44

Gambar 3.14 Bapak Walikota Bandung Bertindak sebagai Narasumber pada Kegiatan OHU ... 44

Gambar 3.15 Bapak Purnomo Yusgiantoro Bertindak sebagai Narasumber pada Kegiatan OHU ... 45

Gambar 3.16 Narasumber dari Motor Listrik „GESITS‟ Berpose Bersama Bapak Kepala BPSDM ESDM pada Kegiatan OHU ... 45

Gambar 3.17 Bapak Rhenal Kasali Bertindak sebagai Narasumber pada Kegiatan OHU ... 46

Gambar 3.18 Bapak Jend. TNI (Purn) Moeldoko Bertindak sebagai Narasumber pada Kegiatan OHU ... 46

(9)

#EnergiBerkeadilan

1

B

AB

I

P

ENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sumber daya manusia sektor ESDM memegang peran penting dalam menjalankan program dan kegiatan sektor ESDM yang harus ditingkatkan nilainya dari waktu kewaktu melalui berbagai bentuk investasi modal manusia. Oleh karena itu, keberhasilan sektor ESDM bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia sebagai pelaku yang mengelolanya, baik aparatur KESDM, aparatur Pemda, industri, dan masyarakat. Pengembangan sumber daya manusia pengelola sektor ESDM oleh BPSDM ESDM dilakukan melalui berbagai program diklat (teknis, fungsional, dan manajemen), dikjar, sertifikasi profesi, akreditasi lembaga diklat sektor ESDM, dan program pengembangan SDM lainnya secara sistematis dan terarah. Program yang sistematis akan menciptakan SDM yang ahli dan terampil sesuai dengan jenjang karirnya. Terarah dalam rangka menciptakan SDM yang hasilnya dapat diarahkan untuk mendukung program-program strategis sektor ESDM dalam membangun kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

Berbagai program dan kegiatan pengembangan SDM bidang ESDM yang kompeten dan profesional dengan menjawab isu-isu strategis yang berkembang telah dilaksanakan BPSDM ESDM dalam kurun tahun anggaran 2017. Pelaksanaan program dan kegiatan pada akhir tahun anggaran 2017 harus dievaluasi untuk mengetahui seberapa besar manfaat dan dampak program dan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada publik dan pemangku kepentingan lainnya. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabiltas Kinerja Instansi Pemerintah, setiap Entitas Akuntabilitas Kinerja Kementerian/Lembaga menyusun dan menyajikan laporan kinerja atas prestasi kerja yang dicapai berdasarkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

1.2 Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Organisasi BPSDM ESDM yang diatur melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Bab XI menyebutkan bahwa BPSDM ESDM di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Tugas BPSDM ESDM adalah menyelenggarakan pengembangan SDM di bidang minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, mineral dan batubara, energi baru, energi terbarukan, konservasi energi, dan geologi. Tugas tersebut dijalankan oleh BPSDM ESDM dengan menyelenggarakan fungsi :

a. Penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program pengembangan sumber daya manusia bidang minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, mineral dan batubara, energi baru, energi terbarukan, konservasi energi, dan geologi;

(10)

#EnergiBerkeadilan

2 b. Pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang minyak dan gas bumi,

ketenagalistrikan, mineral dan batubara, energi baru, energi terbarukan, konservasi energi, dan geologi;

c. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, mineral dan batubara, energi baru, energi terbarukan, konservasi energi, dan geologi;

d. Pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral; dan

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menjalankan tugas dan fungsinya didukung oleh Satuan Kerja, yang terdiri dari:

1. Sekretariat BPSDM ESDM

Sekretariat BPSDM ESDM mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretariat BPSDM ESDM terdiri dari:

a. Bagian Program dan Manajemen Mutu b. Bagian Kepegawaian dan Organisasi c. Bagian Keuangan

d. Bagian Umum dan Hukum

2. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE)

PPSDM KEBTKE melaksanakan melaksanakan Pengembangan Sumber Daya Manusia bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. PPSDM KEBTKE terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha

b. Bidang Program dan Evaluasi

c. Bidang Perencanaan dan Standardisasi Pengembangan Sumber Daya Manusia

d. Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan Sumber Daya Manusia e. Kelompok Jabatan Fungsional

3. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas)

PPSDM Migas mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan Sumber Daya Manusia bidang minyak dan gas bumi. PPSDM Migas terdiri dari:

a. Bagian Tata Usaha

b. Bidang Program dan Evaluasi

c. Bidang Perencanaan dan Standardisasi Pengembangan Sumber Daya Manusia

d. Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan Sumber Daya Manusia e. Kelompok Jabatan Fungsional

(11)

#EnergiBerkeadilan

3 4. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM

Geominerba)

PPSDM Geominerba mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan Sumber Daya Manusia bidang Geologi, Mineral, dan Batubara. PPSDM Geominerba terdiri dari bagian dan bidang-bidang, serta kelompok jabatan fungsional, yaitu:

a. Bagian Tata Usaha

b. Bidang Program dan Evaluasi

c. Bidang Perencanaan dan Standardisasi Pengembangan Sumber Daya Manusia

d. Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan Sumber Daya Manusia e. Kelompok Jabatan Fungsional

5. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (PPSDMA)

PPSDMA mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur bidang kepemimpinan, manajemen, dan administrasi. PPSDMA terdiri dari:

a. Bagian Tata Usaha

b. Bidang Program dan Evaluasi

c. Bidang Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Aparatur

d. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan dan Pengelolaan Sarana Prasarana e. Kelompok Jabatan Fungsional

Selain satuan kerja diatas, BPSDM ESDM juga memiliki Satuan Kerja Unit Pelaksanan Teknis diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Balai Diklat Tambang Bawah Tanah

Sebagaimana diatur melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah, Balai Diklat Tambang Bawah Tanah mempunyai tugas teknis penunjang dan operasional melaksanakan bidang pendidikan dan pelatihan tambang bawah tanah. Susunan organisasi BDTBT terdiri dari:

a. Subbagian Tata Usaha b. Seksi Program dan Kerjasama

c. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan d. Seksi Standar Teknis Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan e. Kelompok Jabatan Fungsional

2. Sekolah Tinggi Energi dan Mineral

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Energi dan Mineral, STEM melaksanakan pendidikan pada jalur pendidikan formal Program Diploma IV yang ditujukan kepada keahlian dibidang Minyak dan Gas Bumi serta Panas Bumi. Peraturan STEM Akamigas di bawah dan bertanggung jawab pada Menteri ESDM, Sedangkan pembinaan teknis fungsional dibawah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM. Struktur organisasinya terdiri dari:

(12)

#EnergiBerkeadilan

4 a. Senat Akademik.

b. Pemimpin (Ketua, Wakil Ketua, Bagian, Program Studi dan Kelompok Dosen, Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Unit Penjaminan Mutu, Unit Laboratorium dan Bengkel, Perpustakaan, Unit Komputer dan Teknologi Informasi).

c. Satuan Pengawas Internal. d. Dewan Penyantun.

1.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi BPSDM ESDM sebagai berikut :

Gambar 1.1 Struktur Organisasi BPSDM ESDM

1.4 Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia (SDM) yang profesional merupakan aset paling bernilai bagi BPSDM ESDM dalam menjalankan roda organisasi. Sumber daya manusia BPSDM ESDM terdiri pegawai berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non PNS. Kekuatan SDM PNS di lingkungan BPSDM ESDM berdasarkan jabatan fungsional, golongan, pendidikan, dan jenis kelamin TMT sampai dengan 31 Desember 2017 secara rinci diuraikan pada Gambar 1.2 sampai dengan Gambar 1.5.

BPSDM ESDM sesuai dengan tugasnya yaitu melaksanakan pengembangan sumber daya manusia sektor ESDM dijalankan oleh kekuatan SDM jabatan struktural yang menjalankan organisasi. Sedangkan pelaksanaannya didukung oleh kekuatan SDM jabatan fungsional Widyaiswara, Instruktur

(13)

#EnergiBerkeadilan

5 dan Dosen menjadi kekuatan penting dalam melaksanakan tugas utama BPSDM ESDM. Kekuatan SDM PNS saat ini secara keseluruhan berjumlah 776 (tujuh ratus tujuh puluh enam) orang diluar yang diperbantukan di instansi lain. Kekuatan SDM PNS Widyaiswara, Instruktur dan Dosen yaitu sebesar 19% (145 orang) dari jumlah keseluruhan SDM PNS BPSDM ESDM.

Jabatan fungsional umum masih mendominasi kekuatan SDM PNS BPSDM ESDM dengan porsi sebesar 67% (519 orang). Jabatan struktural Eselon I, II, III, dan IV sebesar 10% (81 orang) dan jabatan fungsional tertentu sebesar 4% (31 orang) yang terdiri dari Arsiparis, Analis Kepegawaian, Perencana, Bidan, Dokter, Perawat, Pranata Komputer, Pustakawan serta Teknik Litkayasa (Gambar1.2).

Gambar 1.2 SDM PNS Berdasarkan Jabatan

Kekuatan SDM PNS BPSDM ESDM berdasarkan golongan mayoritas terkonsentrasi pada golongan III dan II. Hampir separuh lebih yaitu pada golongan III sebesar 71% (551 orang) dan terbanyak kedua yaitu pada golongan II sebesar 15% (118 orang) (Gambar 1.3).

Set.

BPSDM

ESDM

PPSDM

Migas

KEBTKE

PPSDM

PPSDM

Geo

Minerba

PPSDM

Aparatur

STEM

Balai

Diklat

TBT

Jumlah

Widyaiswara

0

35

15

21

15

0

5

91

Dosen

0

0

0

0

0

43

0

43

Instruktur

0

11

0

0

0

0

0

11

Struktural

18

13

13

13

13

6

5

81

Fungs. Tertentu

4

8

1

5

5

8

0

31

Fungs. Umum

41

243

39

55

46

74

21

519

Jumlah

63

310

68

94

79

131

31

776

0

200

400

600

800

1000

(14)

#EnergiBerkeadilan

6

Gambar 1.3 SDM PNS Berdasarkan Golongan

Berdasarkan latar belakang pendidikan terakhir SDM PNS BPSDM ESDM, terlihat bahwa pendidikan jenjang Sarjana dan SLTA paling banyak populasinya. Pendidikan Sarjana sebesar 37% (285 orang) dan pendidikan SLTA sebesar 24% (186 orang). Sedangkan SDM PNS yang telah mengikuti pendidikan magister sebesar 23% (182 orang) (Gambar 1.4).

Gambar 1.4 SDM PNS Berdasarkan Pendidikan

Berdasarkan komposisi jenis kelamin, Sumber Daya Manusia PNS BPSDM ESDM hampir seluruhnya diisi oleh laki-laki yaitu sebesar 75% (585 orang) dan perempuan sebesar 25% (191 orang) (Gambar 1.5).

Set.

BPSDM

ESDM

PPSDM

Migas

KEBTKE

PPSDM

PPSDM

Geo

Minerba

PPSDM

Aparatur

STEM

Diklat TBT Jumlah

Balai

I

0

11

2

2

2

0

0

17

II

8

59

4

11

20

13

3

118

III

46

226

50

69

48

89

23

551

IV

9

14

12

12

9

29

5

90

0

200

400

Set. BPSDM ESDM PPSDM Migas KEBTKEPPSDM PPSDM Geo Minerba PPSDM Aparatur STEM Balai Diklat TBT Jumlah SD 0 9 2 0 2 0 0 13 SLTP 0 10 0 3 2 0 0 15 SLTA 20 92 8 18 23 21 4 186 Diploma 3 58 4 5 1 12 0 83 Sarjana 23 106 34 36 29 35 22 285 Spesialis (Dokter) 0 1 0 0 0 0 0 1 Magister 15 33 19 30 21 59 5 182 Doktor 2 1 1 2 1 4 0 11 0 100 200 300

(15)

#EnergiBerkeadilan

7

Gambar 1.5 SDM PNS Berdasarkan Jenis Kelamin

1.5 Sistematika Penyajian

Sistematika penyajian Laporan Kinerja adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan

Sebagai pembuka laporan akuntabilitas diuraikan sekilas peran dan kontribusi SDM sektor ESDM dalam pembangunan nasional serta urgensinya untuk melaksanakan program dan kegiatan pengembangan SDM sektor ESDM dengan mengikuti arah dan tujuan rencana strategis tahun 2015-2019. Bagian ini juga memaparkan kekuatan sumber daya manusia, dan kelembagaan BPSDM ESDM.

Bab II Perencanaan Kinerja

Dalam bab ini dibahas kembali mengenai rencana strategis BPSDM ESDM dalam pengembangan SDM sektor ESDM serta rincian perjanjian kinerja pelaksanaan program dan kegiatan pengembangan sumber daya manusia pada tahun anggaran 2017.

Bab III Akuntabilitas Kinerja

Dalam bab ini diuraikan hasil capaian strategis BPSDM ESDM pada tahun anggaran 2017 serta rincian capaian indikator kinerja utama dan indikator kinerja program yang mendukung setiap sasaran strategis.

Bab IV Penutup

Dalam bab ini diuraikan simpilan hasil capaian strategis dan capaian indikator kinerja utama, serta saran untuk peningkatan mutu pelaksanaan program dan kegiatan pengembangan SDM sektor ESDM pada tahun yang akan datang.

Set.

BPSDM

ESDM

PPSDM

Migas

KEBTKE

PPSDM

PPSDM

Geo

Minerba

PPSDM

Aparatur

STEM

Balai

Diklat

TBT

Jumlah

Laki-laki

35

259

47

72

59

86

27

585

Perempuan

28

51

21

22

20

45

4

191

0

150

300

450

600

750

(16)

#EnergiBerkeadilan

8

B

AB

II

P

ERENCANAAN

K

INERJA

2.1 Rencana Strategis

Renstra BPSDM ESDM tahun 2015-2019 dalam pengembangan kapasitas SDM sektor ESDM mengacu pada tujuan strategis Kementerian ESDM Tahun 2015-2019 yaitu “Terwujudnya manajemen & SDM yang profesional serta peningkatan kapasitas iptek dan pelayanan bidang geologi”. Tujuan strategis tersebut dijabarkan kedalam satu sasaran strategis yang terkait dengan pengembangan SDM sektor ESDM yaitu “Mewujudkan manajemen dan SDM yang profesional”.

Mengacu pada tujuan dan sasaran strategis Kementerian ESDM tersebut maka peta strategis BPSDM ESDM pada tahun 2015-2019 adalah “Terwujudnya sumber daya manusia kompeten dalam peningkatan ketahanan energi dan nilai tambah energi dan mineral yang berwawasan lingkungan di sektor ESDM” (Gambar 2.1). Peta strategis BPSDM ESDM ini merupakan pemetaan strategis dalam mencapai visi Renstra BPSDM ESDM tahun 2015-2019 melalui optimalisasi program dan kegiatan pada empat perspektif, yaitu perspektif pemangku kepentingan, perspektif pelanggan, perspektif proses internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Secara prinsip, seluruh program dan kegiatan di semua perspektif berada pada lingkup indikator kinerja utama dan indikator kinerja kegiatan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM.

(17)

#EnergiBerkeadilan

9 Pengungkit strategis pada bagian kanan peta untuk memastikan pencapaian visi dan pelaksanaannya menggunakan perangkat kelembagaan yang ada di BPSDM ESDM. Pengungkit strategis yang menggerakkan program di tingkat Unit Eselon I dan kegiatan pada masing-masing di tingkat Satuan Kerja (Eselon II dan Eselon III) tersebut terdiri dari 7 (tujuh) Satuan Kerja. Program dan kegiatan BPSDM ESDM terdiri dari :

a. Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM.

b. Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi.

c. Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi.

d. Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara. e. Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur.

f. Pendidikan Tinggi Energi dan Mineral.

g. Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.

Kegiatan di lingkungan BPSDM ESDM secara operasional dilakukan dengan mengukur target indikator kinerja output (keluaran) sesuai yang telah ditetapkan dalam rencana kinerja tahunan. Indikator output biasanya dalam bentuk fisik kegiatan dimana hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mengukur indikator kinerja kegiatan dan program, dan dampak serta manfaat terhadap berfungsinya output. Pengukuran berfungsinya output menjadi indikator dampak dan manfaat, dilakukan untuk mengukur keberhasilan program pengembangan kompetensi sumber daya manusia energi dan sumber daya mineral di tingkat Unit Eselon I BPSDM ESDM pada satu periode pelaksanaan renstra yaitu tahun 2015-2019.

Indikator Kinerja Utama (IKU) BPSDM ESDM berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 22 Tahun 2015 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Termasuk Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional, terdiri dari 7 (tujuh) Indikator (Tabel 2.1).

Tabel 2.1 Indikator Kinerja Utama BPSDM ESDM Berdasarkan Permen ESDM No.22 Thn 2015

No. Indikator Kinerja Utama Satuan

1. Persentase Penyelenggaraan Diklat Berbasis Kompetensi %

2. Indeks Kepuasan Pengguna Layanan Indeks

3. Persentase Lulusan Sekolah Tinggi Energi dan Mineral dengan Indeks Prestasi Kumulatif paling sedikit 3,00

%

4. Persentase Jumlah Karya Ilmiah Widyaiswara/Dosen yang Dipublikasikan

%

5. Persentase Widyaiswara/Dosen yang Dinilai Minimal Baik (kegiatan evaluasi Widyaiswara/ Dosen)

%

6. Persentase Sarana Diklat yang Terakreditasi % 7. Jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak kegiatan Jasa

Pendidikan dan Pelatihan

(18)

#EnergiBerkeadilan

10

2.2

Nilai-Nilai

Nilai-nilai organisasi BPSDM ESDM merupakan panduan-panduan untuk bertindak atau bersikap yang berasal dari dalam diri organisasi BPSDM ESDM dan seluruh pegawainya, berupa prinsip-prinsip bagaimana menjalani hidup dan mengambil keputusan organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis BPSDM ESDM tahun 2015-2019. Nilai yang dianut BPSDM ESDM yaitu kejujuran, profesional, melayani, inovatif, dan berarti. Nilai-nilai harus selalu tercermin pada seluruh kegiatan BPSDM ESDM dan di implementasikan oleh seluruh pegawai di semua tingkat organisasi dalam bekerja dan mengambil keputusan organisasi BPSDM ESDM (Gambar 2.2).

Gambar 2.2 Nilai-nilai BPSDM ESDM

2.3 Perjanjian Kinerja

Rencana kinerja yang disusun setiap tahun mengacu pada angka dasar (baseline) target dan pendanaan yang termuat dalam dokumen Renstra BPSDM ESDM tahun 2015-2019. Angka dasar tersebut dituangkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang telah disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis. Rencana kinerja ini menggambarkan target kinerja yang akan dicapai dalam satu tahun pelaksanaan anggaran. Target kinerja ini merepresentasikan nilai kuantitatif pada setiap indikator kinerja, baik pada tinggkat sasaran maupun tingkat kegiatan dan ini merupakan benchmark bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan setiap akhir periode pelaksanaan anggaran.

(19)

#EnergiBerkeadilan

11 Berdasarkan RKT yang telah disusun dan dukungan pendanaan yang telah disetujui oleh Kementerian Keuangan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), maka ditetapkanlah Penetapan atau Perjanjian Kinerja BPSDM ESDM tahun 2017 secara berjenjang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing pada satuan kerja di lingkungan BPSDM ESDM. Penetapan kinerja adalah pernyataan perjanjian komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun. Penetapan kinerja disepakati antara pengemban tugas dengan atasannya dan langsung ditandatangani oleh kedua belah pihak yang selanjutnya menjadi dokumen kontrak kinerja mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dan surat Edaran Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara Nomor SE/31/M.PAN/12/2004 tentang Penetapan Kinerja.

Pernyataan perjanjian kinerja tahun 2017 yang telah ditandatangani oleh Kepala BPSDM ESDM dan disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bapak Ignasius Jonan terdiri dari 2 (dua) sasaran strategis, dan 6 (enam) buah indikator kinerja program pengembangan SDM sektor energi dan sumber daya mineral yang didanai oleh anggaran BPSDM ESDM sebesar Rp.557.678.477.000,- (total anggaran awal BPSDM ESDM sebelum revisi APBN-P) (Tabel 2.2).

Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja BPSDM ESDM T.A. 2017

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

Terwujudnya pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan

Persentase Penyelenggaraan Diklat

Berbasis Kompetensi 86%

Persentase Lulusan STEM Akamigas

dengan IPK paling sedikit 3,00 92% Indeks Kepuasan Pengguna Layanan 3,12 (Indeks) Persentase Jumlah Karya Ilmiah

Widyaiswara/Dosen yang dipublikasikan 72% Persentase Widyaiswara/Dosen yang dinilai

minimal baik (kegiatan evaluasi Widyaiswara/Dosen)

92%

Terwujudnya peran penting bidang pendidikan dan pelatihan ESDM dalam penerimaan negara

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

(20)

#EnergiBerkeadilan

12

B

AB

III

A

KUNTABILITAS

K

INERJA

3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama

Dalam menunjang target tujuan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun 2017 terdapat dua sasaran strategis seperti tercantum dalam dokumen perjanjian kinerja. Masing-masing sasaran strategis diukur oleh capaian indikator kinerja program BPSDM ESDM (Tabel 3.1). Capaian kinerja BPSDM ESDM pada tahun 2017 diringkas dalam enam Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri ESDM No. 22 Tahun 2015 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral termasuk Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional disajikan pada Tabel 3.1.

Gambaran target dan capaian IKU BPSDM ESDM selalu berjalan pada rambu-rambu yang disepakati bersama seluruh manajemen BPSDM ESDM seperti yang tertuang dalam rumah pengembangan SDM sektor ESDM (Gambar 3.1). Harapan bersama atau cita-cita BPSDM ESDM dalam rangka mewujudkan SDM yang berkompeten dan profesional melalui berbagai kegiatan sertifikasi personil, akreditasi lembaga, pendidikan vokasi, talent mapping, dan diklat bidang ESDM dengan ditopang oleh lima pilar kebijakan dan didasari oleh fondasi program dan kegiatan strategis sektor ESDM dan nilai-nilai yang dianut BPSDM ESDM.

Tabel 3.1 Target dan Capaian Indikator Kinerja Utama T.A. 2017

No. Indikator Kinerja Utama Target Capaian

1. Persentase Penyelenggaraan Diklat Berbasis

Kompetensi 86% 82%

2. Persentase Lulusan STEM Akamigas dengan

IPK minimal 3,00 92% 100%

3. Indeks Kepuasan Pengguna Layanan 3,12 (Indeks) 3,38 (Indeks)

4. Persentase Jumlah Karya Ilmiah

Widyaiswara/Dosen yang dipublikasikan 72% 100% 5. Persentase Widyaiswara/Dosen yang dinilai

minimal baik 92% 92%

6.

Jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kegiatan Jasa Pendidikan dan Pelatihan terhadap Target APBN yang ditetapkan

Rp.

83.895.576.000,-

Rp.

(21)

92.474.601.099,-#EnergiBerkeadilan

13

Gambar 3.1 Rumah Pengembangan SDM Sektor ESDM

3.1.1 Penyelenggaraan Diklat Berbasis Kompetensi

Penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi merupakan kegiatan utama BPSDM ESDM sesuai dengan penugasan dari Kementerian ESDM. BPSDM ESDM menyelenggarakan jenis diklat berbasis kompetensi, yaitu diklat teknis, diklat fungsional, diklat kepemimpinan (diklat pim), dan diklat masyarakat. Bidang diklat yang diselenggarakan meliputi bidang minyak dan gas bumi (migas); geologi, mineral dan batubara (geominerba); ketenagalistrikan, energi baru terbarukan dan konservasi energi (KEBTKE); dan tambang bawah tanah (TBT).

BPSDM ESDM telah menyelenggarakan beberapa judul diklat yang telah memenuhi kriteria sebagai diklat berbasis kompetensi, yaitu diklat yang telah memiliki kelengkapan seperti dokumen standar kompetensi atau analisis kesenjangan kompetensi (training need analysis/TNA), standar kurikulum, modul, pedoman penyelenggaraan, dokumen evaluasi penyelenggaraan, dan dokumen evaluasi widyaiswara. Dengan menggunakan kriteria tersebut maka gambaran diklat berbasis kompetensi pada masing-masing bidang ESDM selama tahun anggaran 2017 dapat disajikan pada Tabel 3.2. Akreditasi Lembaga Sertifikasi Personil Pen ge m ba ng an Sum be r D ay a M anu si a Pen ge lo la an O rg ani sa si Se kt o r E SD M Ef e kti fi ta s Per e nc ana an da n Pem anf aa ta n Sa ra na d an Pr asa ra na Pen ge m ba ng an K e rj asa ma da n Si st e m Inf o rma si Pen ga bd ia n M asy ar aka t te rka it K e da ul ata n Ene rg i

Kaderisasi dan pengembangan jiwa kepemimpinan : mendukung kedaulatan energi Nilai-Nilai: Jujur, Profesional, Melayani, Inovasi dan Berarti

Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang professional dan berintergritas

PENDIDIKAN VOKASI • Program Diploma • Program Profesi

DIKLAT

• Energi baru dan Terbarukan • Konservasi Energi • Geologi, Mineral dan

Batubara • Migas • Ketenagalistrikan • Aparatur • Talent Mapping • Magang • Seminar • Workshop • Tugas Belajar • Coaching TALENT MANAGEMENT

(22)

#EnergiBerkeadilan

14

Tabel 3.2 Diklat Berbasis Kompetensi T.A. 2017

No. Bidang Diklat

Jumlah Judul Diklat yang diselenggarakan

Tahun 2017

Jumlah Judul Diklat Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan Tahun 2017 Capaian (%) 1. Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi

37 27 73%

2. Minyak dan Gas Bumi 58 56 96,5%

3. Geologi,Mineral dan

Batubara 47 43 91,4%

4. Aparatur 25 18 72%

5. Tambang Bawah Tanah 10 2 20%

Jumlah 177 146 82%

Gambar 3.2 Perbandingan Capaian Diklat Berbasis Kompetensi BPSDM ESDM Tahun 2015 s.d. Tahun 2017

Adapun jumlah judul diklat berbasis kompetensi yang diselenggarakan selama periode tahun 2017 secara keseluruhan baik, yaitu sebanyak 146 (seratus empat puluh enam) jumlah judul diklat telah berbasis kompetensi dari total 177 (seratus tujuh puluh tujuh) judul diklat yang diselenggarakan pada tahun anggaran 2017. Capaian persentase penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi saat ini masih dibawah target yang tertuang dalam perjanjian kinerja 2017, yaitu 82% dari target pada perjanjian kinerja 86%, hal ini dikarenakan terjadi efisiensi anggaran sehingga berpengaruh terhadap kegiatan penyusunan kelengkapan perangkat kediklatan yang menjadi kriteria suatu diklat dikategorikan berbasis kompetensi. Kedepannya diharapkan proses penyusunan dokumen NSPK pada Badan Pengembangan SDM ESDM dapat terlaksana secara menyeluruh dan menjadi kegiatan prioritas serta mendapat perhatian dari pimpinan tiap satuan kerja dilingkungan BPSDM ESDM,

0 100 2015 2016 2017 58,19 % 57,85 % 82 % %

(23)

#EnergiBerkeadilan

15 sehingga pada tahun anggaran 2018 persentase capaian penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi diharapkan akan naik secara signifikan.

Penyelenggaraan diklat berdasarkan bidang dan peruntukan peserta diklat selama periode tahun 2017 disajikan pada Tabel 3.3 Diklat bidang minyak dan gas bumi; diklat bidang geologi, mineral dan batubara; dan diklat bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi, menyelenggarakan diklat untuk industri dan masyarakat serta untuk aparatur. Diklat yang tercantum pada STEM Akamigas merupakan diklat mandatori yang dilaksanakan oleh PPSDM Migas dan PPSDM Geologi, Mineral dan Batubara dengan menggunakan anggaran dari STEM Akamigas. Diklat tersebut adalah diklat Inspektur Migas dan diklat Penyegaran Inspektur Tambang. Hal ini bertujuan untuk mengakomodir peningkatan kompetensi dari Inspektur Migas dan Inspektur Tambang daerah yang penugasannya dialihkan ke pusat (KESDM) pada Tahun 2017.

Tabel 3.3 Penyelenggaraan Diklat Berdasarkan Bidang Diklat T.A. 2017

No. Bidang Diklat

Jumlah Diklat

Jumlah

Aparatur Industri Masyarakat

1. Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi

52 11 32 95

2. Minyak dan Gas Bumi 3 189 6 198

3. Geologi, Mineral dan

Batubara 55 25 9 89 4. Aparatur 55 0 0 55 5. STEM Akamigas 5 0 0 5 5. Tambang Bawah Tanah 8 0 8 16 Jumlah 178 225 55 458

Judul diklat untuk industridan masyarakat dalam prakteknya dapat diikuti juga oleh peserta diklat yang berasal dari mahasiswa, guru dan dosen dari berbagai perguruan tinggi dan lain-lain. Dalam rangka memberikan akses bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang terkena dampak kegiatan sektor ESDM untuk mengikuti diklat dan dikjar bidang ESDM yaitu dengan diterbitkannya Peraturan Menteri ESDM No. 36 Tahun 2015 tentang Bantuan Diklat Serta Beasiswa Bidang ESDM. Sementara judul diklat yang ditujukan untuk Aparatur KESDM saat ini telah diikuti juga oleh peserta dari institusi Kementerian/Lembaga lain. Hal ini merupakan bentuk komitmen BPSDM ESDM untuk menjangkau semua kalangan dalam rangka memberi bekal pengetahuan pengelolaan sektor energi dan sumber daya mineral (Tabel 3.4.).

(24)

#EnergiBerkeadilan

16

Tabel 3.4 Peserta Diklat Berdasarkan Bidang Diklat T.A. 2017

No. Bidang Diklat

Jumlah Peserta Diklat

Jumlah

Aparatur Industri Masyarakat

1.

Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan

Konservasi Energi 873 212 632 1.717

2. Minyak dan Gas Bumi 56 2.129 125 2.310

3.

Geologi, Mineral dan

Batubara 884 1.081 150 2.115

4. Aparatur 731 0 0 731

5. STEM Akamigas 176 0 0 176

6. Tambang Bawah tanah 80 0 150 230

Jumlah 2.800 3.422 1.057 7.279

Penyelenggaraan diklat merupakan sebuah proses untuk mengembangkan kompetensi (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja sumber daya manusia pengelola sektor ESDM dalam memecahkan permasalahan manajerial dan operasional di lapangan. Untuk mengetahui sejauh mana gambaran hasil dan efektifitas (dampak) penyelenggaraan diklat dan bagaimana kontribusi penyelenggaraan diklat terhadap alumni, pengguna atau atasan langsung, pengguna bukan atasan alumni diklat, dan rekan kerja dalam meningkatkan kinerja di unit kerja masing-masing, maka telah dilakukan pengukuran manfaat dan dampak khususnya pada diklat strategis bidang ESDM dan diklat strategis pendukung kebijakan reformasi birokrasi di Kementerian ESDM.

A. Diklat Pendukung Program Strategis Perbaikan Bauran Energi

Energi mempunyai peran penting dan strategis untuk pencapaian tujuan, sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup dalam pembangunan nasional. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi nasional akibat pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya jumlah penduduk, maka pengelolaan energi perlu dilakukan sebaik-baiknya agar terjadi kepastian pasokan untuk saat ini dan kedepan. Dewasa ini Indonesia sedang memprioritaskan penggunaan sumber energi alternatifyaitu energi baru terbarukan secara maksimal dan penggunaan gas bumi secara optimal. Hal ini dalam rangka mengurangi penggunaan energi yang berasal dari fosil seperti minyak bumi dan batubara. Dalam dokumen Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional disebutkan bahwa target bauran penggunaan energi baru terbarukan sampai dengan tahun 2025 sebesar 23%. Untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memenuhi target tersebut, BPSDM ESDM mendukung pengembangan SDM melalui penyelenggaraan diklat seperti disajikan pada Tabel 3.5.

(25)

#EnergiBerkeadilan

17

Tabel 3.5 Diklat Pendukung Program Strategis Perbaikan Bauran Energi T.A. 2017

No. Judul Diklat Diklat

Peserta

Target Capaian Target Capaian

1.

Diklat Teknis Pembangkit Listrik Tenaga

Surya (PLTS) Terpusat bagi Pengelola 12 14 240 275

2. Diklat Biogas Komunal 3 3 60 61

3. Diklat Teknis PLTMH bagi Pengelola 8 12 160 244

Jumlah 23 29 460 580

B. Diklat Strategis Pendukung Program Pembudayaan Konservasi Energi

Tujuan utama dari konservasi energi adalah untuk menghemat energi baik untuk kegiatan konsumsi rumah tangga maupunindustri. Konservasi energijuga dapat membantu lingkungan melalui pengurangan emisi CO2 yang diakibatkan oleh pengurangan bahan bahar fosil. CO2 dianggap sebagai

penyebab utama di balik meningkatnya dampak perubahan iklim. Peran BPSDM ESDM dalam mendukung program strategis pembudayaan konservasi energi melalui diklat pengembangan SDM dilaksanakan oleh PPSDM KEBTKE selama periode tahun 2017 seperti disajikan pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6 Diklat Pendukung Program Strategis Pembudayaan Konservasi Energi T.A. 2017

No. Judul Diklat

Diklat Peserta

Target Capaian Target Capaian

1. Diklat Teknis Penghematan Energi 2 2 40 31

2. Diklat Teknis Audit Energi pada

Bangunan Gedung 2 2 40 38

3. Diklat Teknis Penerapan Sistem

Manajemen Energi 2 2 40 44

4.

Diklat Teknis Kiat – Kiat Konservasi Energi pada Bangunan Gedung (Pelaksana)

2 2 40 41

Jumlah 8 8 160 154

C. Diklat Pendukung Program Strategis Pembangunan Pembangkit 35.000 MW

Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik serta didasarkan kepada pertumbuhan kebutuhan listrik di Indonesia, maka pemerintah mencanangkan program 35.000 MW. BPSDM ESDM menyadari perlunya peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk dapat mendukung jalannya program strategis 35.000 MW ini. Oleh karena itu BPSDM ESDM melaksanakan program diklat seperti disajikan pada Tabel 3.7 berikut ini.

(26)

#EnergiBerkeadilan

18

Tabel 3.7 Diklat Pendukung Program Strategis Pembangunan Pembangkit 35.000 MW T.A. 2017

No. Judul Diklat

Diklat Peserta

Target Capaian Target Capaian

1. Diklat Teknis Pengoperasian Unit PLTU

Batubara 7 3 140 71

Jumlah 7 3 140 71

D. Diklat Pendukung Program Strategis Eksplorasi Migas Secara Agresif

Eksplorasi migas secara agresif perlu dilakukan karena tidak ada penemuan besar cadangan minyak dan gas bumi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini mendorong agar ditingkatkan penemuan-penemuan di lapangan yang sudah ada maupun di lapangan baru di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini rata-rata tingkat produksi gas nasional jauh berada di atas produksi minyak bumi dan tanpa adanya penemuan cadangan baru, total produksi minyak dan gas bumi diproyeksikan akan terus menurun. BPSDM ESDM dalam rangka mendukung program strategis ini telah melakukan upaya-upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang dilakukan dengan program diklat bidang migas seperti disajikan pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8 Diklat Pendukung Program Strategis Eksplorasi Migas Secara Agresif T.A. 2017

No. Judul Diklat

Diklat Peserta

Target Capaian Target Capaian

1. Pengantar Operasi Lapangan Migas 5 5 100 101

2. Basic Petroleum 3 3 60 72

Jumlah 8 8 160 173

E. Diklat Strategis Pendukung Program Peningkatan Produksi dan Lifting

Migas dan Pembangunan Infrastruktur Migas

Upaya pemerintah meningkatkan produksi minyak bumi memerlukan tenaga industriproduksi migas ahli dan terampil untuk meningkatkan produktivitas sumur bor. Program diklat untuk peningkatan kompetensi tenaga industri dalam produksi dan lifting migas melalui diklat telah dilakukan PPSDM Migas sebanyak 66 (enam puluh enam) diklat dengan peserta 959 (sembilan ratus lima puluh sembilan) orang, seperti disajikan pada Tabel 3.9.

(27)

#EnergiBerkeadilan

19

Tabel 3.9 Diklat Pendukung Program Strategis Peningkatan Produksi dan Lifting Migas T.A. 2017

No. Judul Diklat

Diklat Peserta

Target Capaian Target Capaian

1. Well Control IADC Well Cap Work Over

Completion 10 18 200 300

2. Advanced Drilling 1 3 20 16

3. Production Operation Workshop 1 3 20 12

4. Operasi Produksi tingkat Operator 5 9 100 187

5. Operasi Produksi tingkat Operator Muda (OPM) 2 3 40 52

6. Operasi Produksi tingkat Operator (OPT)/Operator

Muda (OPM) 9 15 180 232

7. Operasi Produksi tingkat Operator (OPT)/Operator

Kepala (OPK) 1 4 20 30

8. Operasi Produksi tingkat Operator Kepala

(OPK)/Pengawas (POP) 1 3 20 33

9. Operasi Produksi tingkat Pengawas 3 6 60 64

10. Operasi Produksi tingkat Pengawas

(POP)/Pengawas Utama (PUP) 1 1 20 8

11. Perawatan Sumur tingkat Ahli Pengendali Sumur 1 1 20 25

Jumlah 35 66 700 959

F. Diklat Strategis Pendukung Program Hilirisasi Industri Mineral dan Batubara

Hilirisasi industri mineral dan batubara yang dilakukan sebagai amanat dari Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang peningkatan nilai tambah mineral dan batubara yang mendorong optimalisasi pemanfaatan produk pertambangan sehingga kembali tidak diekspor sebagai bahan mentah. Diklat pendukung program strategis sektor ESDM terkait dengan program strategis hilirisasi industri mineral dan batubara telah dilaksanakan oleh BPSDM ESDM melalui PPSDM Geominerba seperti disajikan pada Tabel 3.10.

Tabel 3.10 Diklat Pendukung Program Hilirisasi Industri Mineral dan Batubara T.A. 2017

No. Judul Diklat

Diklat Peserta

Target Capaian Target Capaian

1. Diklat Peningkatan Nilai Tambah Mineral

(angkatan I,II dan III) 3 3 45 40

2. Diklat Pengusahaan Batu Mulia dan Batu Hias 1 1 20 20

(28)

#EnergiBerkeadilan

20

G. Diklat Strategis Pendukung Program Konsolidasi Industri Tambang

Konsolidasi industri tambang merupakan amanat Undang-Undang No 4 tahun 2009 mengenai penataan perizinan pertambangan di daerah dan izin pertambangan yang tumpang tindih dan tidak sesuai dengan peruntukkan wilayah. Hal ini untuk meningkatkan penerimaan negara dari izin pertambangan yang dikeluarkann daerah. Diklat untuk mendukung program strategis tersebut telah diselenggarakan selama periode tahun 2017 sebanyak 24 (dua puluh) diklat dengan peserta sebanyak 912 (sembilan ratus dua belas) orang (Tabel 3.11). Pada diklat pemenuhan dan uji kompetensi bagi Pengawas Operasional Pertama (POP) pada pertambangan angkatan I s.d. angkatan IX, jumlah capaian peserta diklat tersebut jauh melampaui dari target awal, hal ini dikarenakan adanya minat yang cukup besar dari pihak industri untuk dapat mengikutsertakan pegawainya pada diklat tersebut.

Tabel 3.11 Diklat Pendukung Program Strategis Konsolidasi Industri Tambang T.A. 2017

No. Judul Diklat

Diklat Peserta

Target Capaian Target Capaian

1. Diklat Pengelola K3 Pertambangan

(angkatan I dan II) 1 2 20 39

2. Diklat Implementasi Sistem Manajamen

Keselamatan Pertambangan (SMKP) 3 1 120 32

3. Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi bagi Pengawas Operasional Pertama (POP) pada Pertambangan (angkatan I – angkatan IX)

8 9 320 469

4. Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi bagi Pengawas Operasional Madya (POM) pada

Pertambangan (angkatan I – angkatan V) 4 5 160 211 5. Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi bagi

Pengawas Operasional Utama (POU) pada Pertambangan (angkatan I dan II)

2 3 80 110

6. Diklat Pengawasan Eksplorasi

Pertambangan Minerba (Angkatan I dan II) 2 2 30 20 7. Diklat Pengawasan Bahan Peledak dan

Peledakan (Angkatan I dan II) 2 2 30 31

Jumlah 22 24 760 912

H. Program Peningkatan Kepemimpinan dan Profesionalitas SDM

Dalam rangka peningkatan kapasitas bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian ESDM, BPSDM ESDM telah mengadakan program dan kegiatan diklat peningkatan kapasitas SDM, program talent management berupa penilaian kompetensi SDM. Diklat peningkatan kompetensi SDM ASN terdiri dari diklat kepemimpinan, fungsional bidang ESDM, serta diklat untuk Auditor Kementerian ESDM (Tabel 3.12). Pada diklat fungsional keahlian Inspektur Ketenagalistrikan Pertama, jumlah capaian peserta diklat tersebut belum dapat memenuhi dari target dikarenakan

(29)

#EnergiBerkeadilan

21 jumlah inspektur ketenagalistrikan pada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang akan diangkat menjadi inspektur ketenagalistrikan jenjang pertama hanya sedikit, selain itu pada pemerintah daerah juga masih sulit untuk ditemukan jabatan fungsional inspektur ketenagalistrikan.

Tabel 3.12 Diklat Peningkatan Kepemimpinan dan Profesionalitas SDM Sektor ESDM T.A. 2017

No. Diklat

Diklat Peserta

Target Capaian Target Capaian

PPSDM KEBTKE 6 5 120 80

1.

Diklat Fungsional Pengangkatan Pertama bagi PNS yang akan menduduki jenjang Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan Jenjang Pertama

3 3 60 54

2. Diklat Fungsional Keahlian Inspektur

Ketenagalistrikan Pertama 3 2 60 26

PPSDM MIGAS 3 3 60 56

1. Diklat Inspektur Migas 1 1 20 19

2. Diklat Penyegaran Inspektur Migas 2 2 40 37

PPSDM GEOMINERBA 11 11 260 254

1. Diklat Fungsional Inspektur Tambang

Pertama (Angkatan I,II,III dan IV) 4 4 100 101

2.

Diklat Jabatan Fungsional Pengamat Gunung Api Pelaksana Pemula (Angkatan I dan II)

2 2 35 35

3. Diklat Penyelidik Bumi 3 3 45 40

4. Diklat Penyegaran Inspektur Tambang

(Angkatan V dan VI) 2 2 80 78

PPSDM APARATUR 22 22 345 331

1. Diklat Kepemimpinan Tk. III 1 1 20 17

2. Diklat Kepemimpinan Tk. IV 3 3 60 60

3. Diklat Teknis Pelaksana I 5 5 75 74

4. Diklat Training of Trainer Substantif 2 2 30 27

5. Diklat Pengadaan Barang dan Jasa 6 6 85 83

6. Diklat Bendahara Pengeluaran 2 2 40 40

7. Diklat Fungsional Analis Kepegawaian

Keahlian 1 1 15 15

8. Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang

Tingkat Lanjutan 1 1 10 5

9. Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang

(30)

#EnergiBerkeadilan

22

No. Diklat

Diklat Peserta

Target Capaian Target Capaian

STEM AKAMIGAS 5 5 178 176

1. Diklat Penyegaran Inspektur Tambang

(Angkatan I – IV) 4 4 160 160

2. Diklat Inspektur Migas 1 1 18 16

Jumlah 47 46 963 897

3.1.2 Indeks Kepuasan Pengguna Layanan

Kualitas atau mutu layanan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran strategisnya. Mutu layanan sangat terkait dengan kepuasan pelanggan sehingga dapat didefinisikan dengan perbandingan persepsi yang diterima pelanggan dengan layanan yang dirasakan. Kedua faktorini yang digunakan oleh BPSDM ESDM untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan pengguna jasa pengembangan SDM sektor ESDM melalui survey kepuasan masyarakat. Aspek-aspek atau Unsur Pelayanan yang diukur mengacu pada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25/KEP/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 38 Tahun 2012 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik.

Tabel 3.13 Kriteria Penilaian Indeks Berdasarkan Permenpan No. 25/KEP/M.PAN/2/2004

Nilai

Persepsi

Nilai Interval

IKM

Nilai Interval

Konversi IKM

Mutu

Pelayanan

Kinerja Unit

Pelayanan

1

1,00 – 1,75

25 – 43,75

D

Tidak Baik

2

1,76 – 2,50

43,76 – 62,50

C

Kurang Baik

3

2,51 – 3,25

62,51 – 81,25

B

Baik

4

3,26 – 4,00

81,26 – 100,00

A

Sangat Baik

Pengambilan data dilakukan menggunakan metode angket/kuesioner yang disampaikan kepada responden yang dalam hal ini adalah peserta diklat yang mengikuti diklat yang diselenggarakan oleh masing-masing satuan kerja, baik itu diklat aparatur, diklat industri maupun diklat penyegaran/refreshing tahun 2017. Kuesioner yang masuk akan diolah menggunakan komputer untuk mendapat IKM. Nilai IKM dihitung dengan menggunakan “Nilai rata-rata tertimbang” masing-masing unsur pelayanan, dalam menghitung indeks kepuasan masyarakat tehadap 14 (empat belas) unsur pelayanan yang dikaji. Hasil survey kepuasan masyarakat selama periode tahun 2017 di lingkungan BPSDM ESDM secara umum masuk dalam kategori “Sangat Baik” dan telah melampaui target tahun 2017 (3,12 indeks) yaitu pada interval IKM (3,38 indeks) atau nilai konversi IKM 85. Nilai kepuasan ini merupakan cerminan bagi BPSDM ESDM untuk terus melakukan upaya perbaikan terus menerus dalam peningkatan kualitas layanan diklat dengan didukung oleh fasilitas sarana dan prasarana, dukungan SDM kediklatan dan kedikjaran, perangkat diklat dan dikjar, dan aspek lainnya.

(31)

#EnergiBerkeadilan

23

Tabel 3.14 Kriteria Unsur Pelayanan Berdasarkan Permenpan No. 25/KEP/M.PAN/2/2004

Tabel 3.15 Hasil Survey Indeks Kepuasan Pengguna Layanan T.A. 2017

No. Satuan Kerja Target Capaian Responden Jumlah

(Orang) Indeks Kepuasan Nilai Konversi Indeks Kepuasan Nilai Konversi Mutu Pelayanan Kinerja Unit Pelayanan 1. PPSDM

KEBTKE 3,40 85 3,76 94 A Sangat Baik 824

2. PPSDM Minyak dan Gas Bumi 3,20 80 3,45 86 A Sangat Baik 509 3. PPSDM Geologi, Mineral dan Batubara 2,99 75 3,14 79 B Baik 380 4. PPSDM Aparatur 3,00 75 3,04 75 B Baik 542 5. STEM

Akamigas 3,20 80 3,68 92 A Sangat Baik 763

6. BDTBT 2,92 73 3,26 82 A Sangat Baik 230

BPSDM ESDM 3,12 78 3,38 85 A Sangat

Baik 3.268

No.

Unsur Pelayanan

1. Prosedur Pelayanan 2. Persyaratan Pelayanan 3. Kejelasan Petugas Pelayanan 4. Kedisiplinan Petugas Pelayanan 5. Tanggung Jawab Petugas Pelayanan 6. Kemampuan Petugas Pelayanan 7. Kecepatan Pelayanan

8. Keadilan Mendapatkan Pelayanan 9. Kesopanan dan Keramahan Petugas 10. Kewajaran Biaya Pelayanan

11. Kepastian Biaya Pelayanan 12. Kepastian Jadwal Pelayanan 13. Kenyamanan Lingkungan 14. Keamanan Pelayanan

(32)

#EnergiBerkeadilan

24

Gambar 3.3 Perbandingan Capaian Indeks Kepuasan Pengguna Layanan BPSDM ESDM Tahun 2015 s.d. Tahun 2017

3.1.3 Lulusan Mahasiswa STEM dengan IPK Minimal 3.00

Pengembangan SDM sektor ESDM oleh BPSDM ESDM dilakukan juga melalui jenjang pendidikan formal melalui STEM Akamigas di Cepu. Lulusan Mahasiswa STEM Akamigas yang memiliki Indeks Predikat Kumulatif minimal 3.00 pada tahun akademik 2016/2017 adalah 100%, yaitu 246 mahasiswa yang memiliki IPK minimal 3.00 dari total lulusan 246 mahasiswa STEM Akamigas yang diwisuda pada tahun akademik 2016/2017 (Tabel 3.16). Jumlah lulusan mahasiswa yang memiliki IPK minimal 3.00 ini telah melampaui target yang tertuang dalam perjanjian kinerja tahun 2017 sebesar 92%. Peserta pendidikan dan pengajaran pada STEM Akamigas juga banyak berasal dari umum (karyawan swasta) yang melanjutkan pendidikan di STEM Akamigas, khususnya pada program Diploma IV.

Tabel 3.16 Jumlah Lulusan Mahasiswa STEM Akamigas Berdasarkan Program T.A. 2016/2017

No. Program Jumlah Lulusan

Jumlah Lulusan dengan IPK min.

3.00 Capaian Lulusan dengan IPK 3.0 (%) 1. Diploma I 14 14 100% 2. Diploma II 29 29 100% 3. Diploma III 67 67 100% 4. Diploma IV 136 136 100% Jumlah 246 246 100% 0 4 2015 2016 2017 3,23 3,13 3,38 IN DE KS

Gambar

Gambar 1.1 Struktur Organisasi BPSDM ESDM
Gambar 1.2 SDM PNS Berdasarkan Jabatan
Gambar 1.3 SDM PNS Berdasarkan Golongan
Gambar 1.5 SDM PNS Berdasarkan Jenis Kelamin
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting. Hal ini dapat dirasakan pada waktu proses pembelajaran, karena Bahasa Indonesia

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Bontang Tahun 2020 No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Satuan Target Realisasi Capaian

Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya apa saja yang dapat dilakukan oleh generasi milenial dalam mempelajari bahasa Arab sebagai

Terlihat dari tugas yang diemban ini, BPSDM-ESDM selain ditugaskan untuk mengembangkan kompetensi sumber daya manusia di bidang energi dan sumber daya mineral

Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan program SPSS versi

Kekhawatiran penulis akan kepunahan atau keutuhan bentuk original dari bangunan Rumah Adat Panjalin tersebut maka penulis sebagai warga negara Indonesia khususnya

Tujuan penelitian yaitu untuk membuat Pulp dari kulit buah Kakao menggunakan proses Organosolv, serta menentukan waktu dan konsentrasi yang terbaik dalam memperoleh α –

Dan manfaat penelitian yang didapatkan bagi agensi yaitu sebagai sarana untuk penyampaian info seputar umroh yang telah disediakan oleh agensi travel, bagi masyarakat yaitu