• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

1. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data dari hasi wawancara dengan pelaku tindak pidana pencabulan sejenis terhadap anak di Surakarta maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab tindak pidana pencabulan sejenis terhadap anak yang terjadi di Kota Surakarta disebabkan oleh beberapa faktor yaitu

a. faktor kelainan seksual

b. faktor traumatis pelaku sebagai korban c. faktor keluarga

d. faktor lingkungan

2. Upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka menanggulangi terjadinya tindak pidana pencabulan sejenis terhadap anak di Kota Surakarta telah dilakukan oleh Polresta Surakarta yang bekerjasama dengan instansi mitra yang tergabung dalam Pusat Layanan Terpadu Perempuan dan Anak Surakarta (PTPAS). Upaya yang telah dilakukan mulai dari upaya preventif hingga upaya persuasif yaitu

a. Upaya Preventif

1) Mengadakan Seminar / Penyuluhan

2) Operasi Penyakit Masyarakat (Operasi Pekat) 3) Mengadakan layanan pengaduan masyarakat b. Upaya Represif

Melaksanakan proses hukum dalam tingkat penyidikan di kepolisian, serta memberikan bantuan pelayanan dengan melakukan visum terhadap korban untuk mempermudah proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Dokes Polresta Surakarta yang bekerjasama dengan Puskesmas di seluruh Surakarta dan beberapa Rumah Sakit di wilayah Surakarta diantaranya RS. Dr. Moewardi, RS. Brayat Minulya dan RSUD Surakarta

(2)

c. Upaya Persuasif

Upaya persuasif dilakukan terhadap korban tindak pidana dengan melakukan rehabilitasi terhadap korban. Polresta Surakarta dalam hal ini berperan dalam membuat surat rekomendasi agar korban dapat di rehabilitasi dan menyerahkan korban ke tempat rehabilitasi. Dalam melaksanakan proses rehabilitasi terhadap korban, Polresta Surakarta bekerjasama dengan Rumah Sakit Jiwa Surakarta, Solo Youth Center dan penyedia layanan rehabilitasi yang bergabung dengan Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Surakarta (PTPAS).

(3)

B. Saran

1. Perlunya peningkatan peran keluarga terutama orangtua dalam memberikan pendidikan seks sejak dini terhadap anak. Selain itu orangtua juga perlu meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap pergaulan anak agar anak terhindar dari ancaman predator anak yang dimungkinkan berada disekitar lingkungan anak serta tanggap terhadap perubahan perilaku anak agar apabila anak mengalami gangguan disorientasi seksual atau menjadi korban kekerasan/pelecehan seksual dapat segera dilakukan penanganan.

2. Perlunya revisi (perubahan) terhadap Pasal 82 dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 jo Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 jo Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yaitu dengan ditambahkan hukuman kebiri kimia bagi pelaku yang melakukan pengulangan tindak pidana (recidive) pencabulan terhadap anak. Hal tersebut mengingat bahwa dampak yang ditimbulkan dari tindak pidana pencabulan khususnya pencabulan sejenis dapat melahirkan predator-predator anak yang baru di masa mendatang. Disamping itu perlu adanya kerjasama antara masyarakat termasuk keluarga dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian yaitu dengan tindakan cepat tanggap terhadap terjadinya kasus tindak pidana pencabulan sejenis terhadap anak yang ada di masyarakat agar pelaku segera diproses hukum dan anak korban segera mendapatkan keadilan dan di rehabilitasi.

(4)

DAFTAR PUSTAKA Buku :

Abu Huraerah. 2007. Child Abuse (Kekerasan Terhadap Anak). Bandung: Nuansa.

Bonger. 1995. Pengantar Tentang Kriminologi. Jakarta: PT. Pembangunan (Universitas Indonesia).

Burhan Ashshofa. 2010. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan Nasional. 2012. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Hendrojono. 2005. Kriminologi Pengaruh Perubahan Masyarakat dan Hukum. Surabaya: Srikandi.

I. S.Susanto. 2011. Kriminologi. Yogyakarta: Genta Publishing.

Istar Yuliadi. 2012. Mengenali Gangguan Orientasi Seksual Pada Anak. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

J.J.M.Van Dijk, H.I.Sagel Grande, L.G.Toornvliet. 1999. Actuele Criminologie. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Lamintang dan Theo Lamintang. 2011. Delik-Delik Khusus Kejahatan Melanggar Norma Kesusilaan Dan Norma Kepatutan. Jakarta: Sinar Grafika.

Lamintang. 2013. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Leden Marpaung. 1996. Kejahatan Terhadap Kesusilaan Dan Masalah Preverensinya. Jakarta: Sinar Grafika.

Lexy J. Moleong. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Rosdakarya.

Mahrus Ali. 2012. Dasar-Dasar Hukum Pidana. Jakarta: Sinar Grafika.

Nashriana. 2011. Perlindungan Hukum Pidana Di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Purniani dan Mohamad Kemal Darmawan. 1994. Mashab dan Penggolongan Teori Dalam Kriminologi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Soerjono Soekanto. 2010. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

(5)

Romli Atmasasmita. 2005. Teori Dan Kapita Selekta Kriminologi. Bandung: PT Refika Aditama.

Simandjuntak. 1981. Pengantar Kriminologi Dan Patologi Sosial. Bandung: CV Tarsito.

Soemitro. 1995. Pengantar Kriminologi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Tongat. 2003. Hukum Pidana Materiil. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Topo Santoso dan Eva Achjani Zulfa. 2011. Kriminologi. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.

Wirjono Prodjodikoro. 2003. Tindak-Tindak Pidana Tertentu Di Indonesia. Yogyakarta: Refika Aditama.

Jurnal :

Fauzia Rahawarin. 2015. “Fenomena Tindak Pidana Pedofilia Dalam Tinjauan Yuridis”. Jurnal Fikratuna. Vol.7, No.1, Januari-Juni 2015.

Kylie Miller. 1997. “Detection and Reporting of Paedophilia: A Law Enforcement Perspective”. Journal Paedophilia: Policy and Prevention. No.12. Amerika: National Crime Authority.

Nur Hidayati. 2014. “Perlindungan Anak Terhadap Kejahatan Kekerasan Seksual (Pedofilia)”. Jurnal Pengembangan Humaniora. Vol.14, No.1, April 2014. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Paramastri, Supriyati, dan Priyanto. 2010. “Early Prevention Toward Sexual Abuse On Children”. Jurnal Psikologi. Vol.37, No.1, Juni 2010. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

R. Karl Hanson dan Monique T. Bussière. 1998. “Predicting Relapse: A meta-Analysis of Sexual Offender Recidivism Studies”. Journal of Consulting and Clinical Psychology. Vol.66, No.2. Kanada: Departement of the Solicitor General of Canada.

Skripsi :

Abd. Kadir. 2012. “Tinjauan Kriminologis Terhadap Tindak Pidana Incest Dengan Korban Anak (Studi Kasus Wilayah Kabupaten Takalar Tahun 2005-2011)”. Skripsi. Makassar: Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Internet :

Anonim. http://kamuskesehatan.com/arti/sodomi/, diakses pada tanggal 10 Desember 2015.

(6)

Ansyari dan Alfath. ” Lima Tahun Lalu, Kekerasan Pada Anak Hanya Ratusan. Kini Capai Ribuan”. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/655240-kpai--kekerasan-terhadap-anak-meningkat-tajam, diakses pada tanggal 30 November 2015.

E.Simangunsong.http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24631/4/Chapte r%20II.pdf, diakses pada tanggal 18 Desember 2015.

http://dispendukcapil.surakarta.go.id, diakses pada tanggal 23 Maret 2016.

http://surakartakota.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/12, diakses pada tanggal 23 Maret 2016.

http://www.surakarta.go.id/id/news/peta.surakarta.html, diakses pada tanggal 23 Maret 2016.

https://tribratanewspolrestasurakarta.files.wordpress.com/2015/10/struktur-organisasi.jpg, diakses pada tanggal 26 Maret 2016.

Perundang-undangan :

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Peraturan Kapolri Nomor 10 tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak Di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia

Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak R.I. Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pedoman Umum Penanganan Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengesahan Optional Protocol To The Convention On The Rights Of The Child On The Sale Of Children, Child Prostitution And Child Pornography (Protokol Opsional Konvensi Hak-Hak Anak Mengenai Penjualan Anak, Prostitusi Anak, Dan Pornografi Anak).

(7)

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

(8)

Lampiran 1 : Surat Ijin Penelitian Di Polresta Surakarta

Lampiran 2 : Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Di Polresta Surakarta

(9)
(10)

Lampiran 4 : Surat Pengantar Penelitian Dari Kantor Wilayah Hukum Dan HAM Jawa Tengah

(11)

Lampiran 5 : Surat Ijin Penelitian Di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta

(12)

Lampiran 6 : Surat Ijin Penelitian Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sragen

(13)

Lampiran 7 : Surat Ijin Masuk Ke Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta

(14)

Referensi

Dokumen terkait

The stages of the lesson and its activities reveal the essence and practical execution of CL’s five key components: positive interdependence, collaborative skills,

Instrumen yang digunakan di dalam penelitian ini terdiri atas dua, yakni : instrumen tes hasil belajar matematika khususnya pada pokok bahasan pecahan dan

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral adalah Instansi pemerintah yang menangani seluruh aspek terkait perkembangan industri

Dengan melihat kondisi angin yang seperti ini bisa dikatakan pada tanggal 9 November 2017 hujan berpotensi turun dalam waktu yang cukup lama sebab pergerakan angin seperti mendapat

Hal ini jugalah yang menyebabkan rendahnya nilai modulus young pada formulasi pati:gelatin 10:0 (g/g) dan konsentrasi gliserol 25% yang diimbangi dengan

Sumber data dalam penelitian ini adalah film《 天下无贼》 Tiānxià Wú Zéi karya (赵本夫) Zhao Benfu. Data dalam penelitian ini berupa monolog, kutipan-kutipan

Persepsi dosen terhadap IPE di butuhkan untuk mengetahui gambaran peran dosen sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran IPE yang dapat meningkatkan kompetensi dari

Untuk mendukung usaha penyembuhan pasien secara cepat pada unit rawat inap Rumah Sakit Khusus Jantung akan dilengkapi dengan instalasi farmasi pada tiap lantai